Efek Compton, Pengertian Hamburan Sinar X

Efek Compton adalah peristiwa terhamburnya sinar X (foton) ketika menumbuk electron diam menjadi foton terhambur dan electron. perhatiakan Gambar untuk memperjelas.

Campton menyebutkan bahwa gelombang elektromagnetik termasuk di dalamnya adalah cahaya memiliki sifat kembar yaitu sebagai gelombang dan sebagai materi atau partikel.

Pada 1923, Compton melakukan percobaan dengan menjatuhkan sinar-X yang dikeluarkan dari bahan radioaktif pada lempengan tipis. Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa setelah keluar dari lempengan, gelombang elektromagnetik mengalami hamburan.

Efek Compton, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Efek Compton, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Terbukti panjang gelombang bertambah panjang. Hal itu dirasa aneh, karena teori klasik yang ada pada saat itu tidak dapat menjelaskan peristiwa tersebut. Untuk menjelaskan masalah itu, Compton menganggap foton (gelombang elektromagnetik) sebagai materi.

Karena dianggap sebagai materi, foton mempunyai momentum sehingga tumbukan antara foton sebagai materi dan elektron dalam lempengan berlaku hukum kekekalan momentum.

Dengan persamaan kesetaraan energi-massa dari Einstein, diperoleh:

E = m . c2

E = mc . c = p . c

Mengingat energi foton Planck E = hf maka momentum foton dapat ditentukan:

p = h f / c atau p = h / l

dengan:

p = momentum foton (Ns)

h = tetapan Planck (Js)

f = frekuensi gelombang elektromagnetik (Hz)

c = laju cahaya (m/s)

l= panjang gelombang foton (m)

Compton berkesimpulan bahwa gelombang elektromagnetik (termasuk di dalamnya cahaya) mempunyai sifat kembar, yaitu sebagai gelombang dan sebagai materi atau partikel. Pada peristiwa interferensi, difraksi, dan polarisasi lebih tepat apabila cahaya dipandang sebagai gelombang, sedangkan pada peristiwa efek fotolistrik dan efek Compton lebih tepat apabila cahaya dipandang sebagai partikel.

Contoh Soal Ujian Materi Efek Compton

Lampu natrium 20 W memancarkan cahaya kuning dengan panjang gelombang 589 nm. Berapakah jumlah foton yang dipancarkan lampu itu setiap sekon?…

Daftar Pustaka:

Efek Fotolistrik, Hukum Emisi Fotolistrik

Efek Fotolistrik adalah pelepasan electron dari suatu permukaan logam ketika disinari oleh cahaya akibat penyerapan radiasi elektromagnetik berfrekuensi di atas ambangnya yang tergantung pada jenis permukaannya.

Cahaya merambat dalam bentuk paket-paket energy yang disebut dengan foton. Cahaya bersifat sebagai partikel dan sebagai gelombang karena cahaya juga melakukan peristiwa interferensi, difraksi, dan polarisasi. Selain itu, cahaya juga termasuk salah satu gelombang elektromagnetik.

Efek Fotolistrik, Pembahasan Contoh Soal Ujian Hukum Emisi Fotolistrik

Efek Fotolistrik, Pembahasan Contoh Soal Ujian Hukum Emisi Fotolistrik

Menurut Max Planck, cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang merupakan kuanta bergerak dengan kecepatan cahaya yang disebut foton dan memiliki dua sifat yaitu sebagai dan partikel.

Hukum Emisi Fotolistrik.

Untuk logam dan radiasi tertentu, jumlah fotoelektron yang dikeluarkan (atau laju electron yang terpancarkan) berbanding lurus dengan intensitas cahaya yang digunakan.

Untuk logam tertentu, terdapat frekuensi minimum radiasi. Jika di bawah frekuensi minimumnya, maka fotoelektron tidak dapat dipancarkan.

Energy kinetika yang dipancarkan fotoelektron tidak tergantung pada intensitas cahaya, namun tergantung pada frekuensi cahaya.

Perbedaan waktu dari radiasi dan pemancaran fotoelektron sangat kecil, kurang daripada 10-9 detik.

Rumus Efek Fotolistrik.

Secara matematis, efek fotolistrik dapat direprentasikan dengan sebuah persamaan seperti berikut:

Ek = E – W

Ek = hf – hf0

Keterangan:

Ek = Energy kinetic electron (J)

E  = Energy foton (J)

W = Energi ambang elektron atau fungsi kerja (J)

h = Konstanta Planck = 6,63 x 10-34 Js

f = Frekuensi foton (Hz)

f0 = Frekuensi ambang (Hz)

energy biasanya dinyatakan dalam satuan electron volt (eV) dengan ketentuan 1 eV sama dengan 1,6 x 10-19 J.

Energi foton digunakan untuk melepaskan electron dari permukaan logam, dan sisa energinya digunakan untuk bergerak atau sebagai energi kinetic dari electron yang lepas.

Contoh Soal Ujian dan Pembahasan Materi Efek Fotolistrik.

Perhatikan pernyataan berikut:

  • Electron yang terpancar pada peristiwa efek fotolistrik disebut electron foton
  • Laju electron yang terpencar tidak bergantung pada intensitas cahaya yang mengenai permukaan logam
  • Energy kinetic electron yang terpencar tergantung pada energy gelombang cahaya yang mengenai permukaan logam
  • Untuk mengeluarkan electron dari permukaan logam tidak bergantung pada frekuensi ambang, f0.

Pernyataan yang benar tentang efek fotolistrik adalah:

A..(1) dan (2)    B..(1) dan (3)    C..(2) dan (3)    D..(2) dan (4)    E..(3) dan (4)

Jawaban: B

Pembahasan:

Electron yang terpencar pada peristiwa efek fotolistrik disebut electron foton atau fotoelektron. Jadi Pernyataan (1) adalah benar.

Intensitas cahaya tidak bergantung pada keluar atau tidaknya electron dari logam, namun tergantung pada laju atau jumlah electron yang keluar dari logam. Jadi Pernyataan (2) salah

Energy electron yang terpencar dari permukaan logam bergantung pada energy foton yang mengenai logam, Ek = E – W. Jadi Pernyataan (3) Benar

Electron akan keluar dari logam jika frekuensi foton yang datang lebih besar dari frekuensi ambang logam, Ek = hf – hf0. Jadi Pernyataan (4) Salah

Daftar Pustaka

Mobilitas Sosial Vertikal, Pengertian

Pengertian Mobilitas Sosial Vertikal

Mobilitas social selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Terjadinya fenomena  mobilitas sosial didorong oleh beberapa faktor, seperti perbedaan status ekonomi, perbedaan status sosial, masalah kependudukan, ambisi pribadi, situasi politik yang selalu berubah, dan motif  bersifat keagamaan.

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan status atau strata atau jenjang atau tingkatan atau kelas social yang disandang individu atau sekelompok warga masyarakat pada lapisan sosial yang berbeda. Ada perpindahan atau perubahan status sosial atau kedudukan sosial dari yang lebih rendah menuju status sosial atau kedudukan sosial yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu mobilitas vertikal intragenerasi dan mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas social yang terjadi pada individu atau seseorang atau anggota masyarakat. Status sosial berpindah dari suatu status social tertentu ke status social lainnya. Perpindahan status ini, dapat menaik atau menurun.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Misalnya, seorang tentara atau militer mula-mula pangkatnya adalah sersan, kemudian naik menjadi letnan, dan seterusnya. Di sini terjadi perpindahan status atau jenjang atau tingkatan social individu yaitu seorang tentara. Mobiltas sosialnya dinyatakan dengan kepangkatan pada system tentara atau militer.

Mobilitas sosial intragenerasi dapat terjadi menaik maupun menurun. Contoh mobilitas sosial intragenerasi yang menurun adalah seorang tentara yang diturunkan pangkatnya karena pelanggaran disliplin. Semula pangkatnya letnan diturunkan menjadi seran. Dalam hal ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh kepangkatan pada system militer.

Contoh lainnya, pegawai yang diturunkan jabatannya karena tidak mampu meningkatan keuntungan perusahaan dalam beberapa tahun. Semula jabatannya manager, kemudian diturunkan menjadi staf. Pada kasus ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh jabatan yang dipegang pegawai.

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi adalah mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam satu orang atau individu, tetapi terjadi dalam duagenerasi. Kakek dengan orangtua, bapak atau ibu, orang tua dengan anak – anaknya. Dibandingkan dengan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal lebih banyak memberikan dampak atau pengaruh terhadap masyarakat.

Contoh Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Misalnya, bapak atau orangtuanya dahulu berprofesi seorang dosen, sedangkan sekarang anaknya hanya lulus sekolah menengah atas saja. Hal itu menunjukkan mobilitas vertical yang menurun. Pada kasus ini terjadi perpindahan status atau strata antargererasi dari orang tua yang berprofesi dosen ke anaknya yang hanya lulusan sekolah menengah saja. Strata social direpresentasikan dengan prosfesi atau pekerjaan.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Vertikal.

Keberhasilan seseorang di bidang pembibitan tanaman pangan mendapatkan penghargaan kalpataru dari pemerintah, ilustrasi ini menunjukkan cara memperoleh status tersebut melalui….

A..Lembaga ekonomi.    B..Pendidikan formal.   C. Prestasi kerja.   D. Struktur social.   E. Interaksi social.

Jawaban: C

Pembahasan:

Mobilitas vertical ke atas atau social Climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Social climbing memiliki dua bentuk yaitu:

Naiknnya orang- orang berstatus social rendah status social yang lebih tinggi karena adanya peningkatan prestasi kerja.

Terbentuknya suatu kelompok  baru yang lebih tinggi daripada lapisan social yang sudah ada akibat adanya proses peralihan generasi.

Ilustrasi pada soal adalah termasuk social climbing dengan cara memperoleh status akibat prestasi kerja.

Daftar Pustaka:

Induksi Medan Magnet, Pengertian Contoh Soal

Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet tempat magnet lain atau benda lain yang dapat dipengaruhi magnet mengalami gaya magnet. Medan magnet yang disebabkan oleh adanya arus listrik disebut dengan medan magnet induksi.

Medan magnet dapat direpresentasikan dengan mengunakan garis – garis magnet, seperti diperlihatkan dalam gambar berikut.

Induksi Medan Magnet, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Induksi Medan Magnet, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Garis-garis gaya magnet selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Sementara, di bagian batang magnet, garis-garis gaya magnet memiliki arah dari kutub selatan magnet ke kutub utara magnet. Garisgaris tersebut tidak pernah saling berpotongan. Kerapatan garis-garis gaya magnet menunjukkan kekuatan medan magnet.

Jika dua kutub yang tidak sejenis saling berhadapan akan diperoleh garis-garis gaya magnet yang saling berhubungan. Jika dua kutub yang sejenis dan saling berhadapan akan diperoleh garis-garis gaya magnet yang menekan dan saling menjauhi.

Kutub- kutub yang tidak sejenis (yaitu utara-selatan) apabila didekatkan akan saling tarik-menarik, sedangkan kutub – kutub yang sejenis (utara- utara atau selatan- selatan) apabila didekatkan akan saling tolak- menolak.

B = m0 i / 2p a    

Keterangan:

B   = induksi magnetik di titik yang diamati (tesla)

m0 =  4p ×107 WbA-1 m-1

i   = kuat arus listrik (A)

a    = jarak titik dari kawat (m)

Satuan medan magnet dalam SI adalah tesla, T. Medan magnet dapat juga direpresentasikan dalam satuan newton per amper- meter (N/Am) atau weber per meterpersegi (Wb/m2).

Hubungan antar satuan tersebut adalah 1 T = 1N atau Am = 1 Wb/m2. Satuan lain yang menyatakan medan magnet namun bulan satuan SI adalah Gauss (G). Hubungan Gauss dan Tesla adalah 1 G = 10-4 T.

Pembahasan Contoh Soal Ujian Materi Medan Magnet dan Induksi Magnet

Jika Sebuah Kawat dialiri arus sebesar 2 amper, tentukan besar medan magnet pada titik yang berjarak 5 cm dari kawat tersebut. Dan tentukan berapa besar medan magnet pada titik yang berjarak 10 cm dari kawat.

Jawaban dan Pembahasan.

Diketahui:

i = 2 amper

besar medan magnet pda jarak a = 5 cm = 5 x 10-2 adalah:

B = m0 i / 2p a    

B = (4p ×107 WbA-1m-1 x 2 A) / (2p ×5 x102 m)

B = 8 x 10-6T

Besar medan magnet pada jarak a  = 10 cm dari kawat adalah;

B = m0 i / 2p a    

Jarak 10 cm sama dengan 2 kali dari a = 5cm. Sementara nilai medan magnet berbanding terbalik dengan jarak. Jadi Nilai B setengah kalinya.

B = m0 i / [2p a (10cm/5cm)]

B = 8 x 10-6T / 2

B = 4 x 10-6T

Daftar Pustaka

Hukum Gauss Medan Listrik,

Hukum Gauss menyatakan bahwa Jumlah garis gaya yang keluar dari suatu permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup tersebut. Secara matematis penyataan ini dapat ditulis sebagai berikut:

F permukaan tertutup = q /e0

F = fluks listrik, Nm2/C atau weber

q = muatan listrik, C

e0 = permitivitas ruang hampa,

Fluks Listrik.

Fluks Listrik merupakan hasil kali antara kuat medan listrik E dengan luas bidang A yang tegak lurus dengan medan listrik tersebut dinamakan fluks listrik Φ. Secara matematis persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.

Φ = E × A

E = kuat medan listrik (N/C)

A = luas bidang yang ditembus medan listrik (m2)

Φ = fluks listrik (NC-1 m2 atau weber (Wb))

1 weber = 1 N C-1 m2

Garis – Garis Gaya Medan Listrik.

Medan listrik dapat direpresentasikan dengan menggunakan garis- garis khayal yang arahnya menjauhi (atau keluar dari) muatan positif dan mendekati (atau masuk ke) muatan negatif. Kerapatan garis- garis gaya listrik menunjukkan besarnya kuat medan listrik.

Garis- garis gaya medan listrik menembus tegak lurus suatu bidang segiempat seluas A. Jumlah garis- garis gaya medan listrik per satuan luas sebanding dengan kuat medan listrik, sehingga jumlah garis medan yang menembus bidang seluas A sebanding dengan EA.

Hukum Gauss Dan Fluks Listrik, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Hukum Gauss Dan Fluks Listrik, Pembahasan Contoh Soal Ujian

Contoh Soal Ujian Materi Hukum Gauss dan Fluks Listrik.

Hitung jumlah garis medan yang menembus suatu bidang persegi panjang dengan panjang  30 cm dan lebarnya 20 cm. Jika kuat medan listrik adalah homogen dengan nilainya sebesar 200 N/C dan arahnya tegak lurus terhadap bidang.

Jawaban dan Pembahasan:

Untuk menentukan jumlah garis gaya medan listrik yang menembus bidang dapat menggunakan persamaan berukut:

Φ = E x A

Diketahui:

E = 200 N/C

A = 0,3 x 0,2 m2 = 0,06m2

Sehingga fluks listriknya adalah:

Φ = 200 N/C x 0,06 m2

Φ =  12 N/Cm2 (weber)

Daftar Pustaka:

Hukum Coulomb, Pengertian Pembahasan Contoh Soal Ujian

Pengertian

Hukum Coulomb menyatakan bahwa Gaya tarik – menarik atau tolak – menolak antara dua muatan listrik berbanding lurus dengan muatan- muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut.

Secara matematis hukum Coulomb dapat dinyatakan dengan persamaan seperti  berikut.

F = k (q1 x q2)/r2

F = gaya Coulomb, N

q = muatan listrik, Coulomb, C

r = jarak antara kedua muatan, m

k = konstanta kesebandingan, Nm2/C2

Konstanta k merupakan permitivitas listrik ruang hampa yang biasa dinotasikan dengan e0 dan dinyatakan dengan persamaan berikut:

k = 1/(4pe0)

jika nilai e0 = 8,85 x 10-12 C2/Nm2, dengan demikian k adalah

k = 9 x109 Nm2/C2

Gaya Coulomb

Gaya Coulomb adalah gaya elektrostatik yang merupakan gaya tolak atau tarik yang ditimbulkan oleh dua muatan listrik pada jarak tertentu.

Gaya Coulomb mirip dengan gaya gravitasi dimana keduanya merupakan  gaya yang nilainya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Gaya Coulomb dan gaya gravitasi ini merupakan gaya yang bersifat alamiah. Gaya alamiah lainnya di antaranya adalah gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya lemah, dan gaya kuat.

Gaya Gravitasi.

Gaya gravitasi merupakan gaya yang bekerja pada semua partikel dan menjaga planet- planet selalu tetap pada orbitnya selama mengitari matahari.

Gaya Elektromagnetik.

Gaya elektromagnetik adalah gaya yang bekerja di antara partikel bermuatan dan merupakan gaya yang mengikat atom- atom dan molekul- molekul.

Gaya Lemah (Weak Force).

Gaya lemah (weak force) merupakan gaya yang terjadi dalam peristiwa peluruhan radioaktif.

Gaya Kuat (Strong Force).

Gaya kuat (strong force) merupakan gaya yang berperan dalam menjaga neutron- neutron dan proton- proton bersama- sama dalam sebuah inti atom.

Ketentuan dari hukum Coulomb.

Jika gaya Coulomb F bernilai positif, maka kedua muatan akan saling tolak menolak. Sebaliknya, jika nilai gaya Coulomb F adalah negative, maka kedua muatan akan saling tarik menarik.

Contoh Soal Ujian Hukum Coulomb.

Dua buah muatan listrik masing – masing 20 mC dan -20 mC terpisah pada jarak 30 cm, tentukan besar dan arah gaya pada muatan di setiap muatannya.

Jawab.

q1 = 20 mC = 20 x 10-6 C

q2 = -20 mC = -20 x 10-6C

r = 30 cm = 0,3m

besar gaya F pada setiap muatan adalah:

F = (9 x 109 Nm2/C2) (20 x 10-6 C x – 20 x 10-6 C) / (0,3m) = -40N

Karena kedua muatan saling berlawanan yaitu q1 positif dan q2 negatif maka gaya Coulomb bertanda negative. Ini artinya gaya yang timbul adalah Tarik menarik. Arah gaya pada muatan q1 menuju ke q2, sedangkan arah gaya  q2 menuju ke q1.

Daftar Pustaka

Kuat Medan Listrik, Pengertian Pembahasan Contoh Soal Ujian.

Pengertian Medan Listrik

Gaya yang timbul di antara dua buah partikel bermuatan yang dipisahkan pada suatu jarak tertentu tanpa kontak antara keduanya disebut action at adistance.

Medan adalah ruang di sekitar benda yang setiap titik dalam ruang tersebut akan terpengaruh oleh gaya yang ditimbulkan benda. Jika partikel menghasilkan gaya listrik, maka medan yang timbul di sekitar partikel itu disebut medan listrik.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa medan listrik adalah daerah di sekitar muatan listrik yang masing – masing dipengaruhi oleh gaya listrik.

Medan listrik merupakan besaran vektor yang arahnya didefinisikan sebagai arah gaya yang dialami oleh suatu benda bermuatan positif.

Medan listrik direpresentasikan dengan garis- garis khayal yang menjauhi (atau keluar) muatan positif dan mendekati (atau masuk) muatan negatif. Kerapatan garis- garis gaya lsitrik menunjukkan besarnya kuat medan listrik.

Gaya Coulomb

Di sekitar muatan sumber q terdapat medan listrik sehingga muatan q yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik ini mendapat gaya Coulomb. Muatan lain q2 yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik ini juga mendapat gaya Coulomb.

Gaya Coulomb yang dialami oleh partikel bermuatan bergantung pada muatan partikel dan muatan sumber q. Untuk mengetahui efek medan listrik dari muatan sumber q, maka diletakkan suatu muatan uji dalam ruang di seitar medan listrik tersebut.

Cara Menghitung Kuat Medan Listrik.

Kuat medan listri E didefinisikan sebagai hasil bagi gaya Coulomb yang bekerja pada muatan uji dengan besar muatan uji tersebut yaitu q0. Jadi kuat medan listrik menyatakan besarnya muatan listrik. Secara matematis kuat medan listrik dapat ditulis sebagai berikut.

E = F/q0

E = kuat medan listrik, N/C

F = gaya yang dialami muatan uji, N

q0 = besar muatan uji, C

Gambar a. Muatan uji positif disimpan pada jarak r dari muatan sumber positif. Muatan uji mendapat gaya tolak dari muatan sumber. Arah gaya pada muatan uji menjauhi muatan sumber. Dan Arah medan listriknya menjauhi muatan sumber.

Cara Menghiting Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik

Cara Menghiting Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik

Gambar b. Muatan sumber negative. Arah gaya pada muatan uji menuju muatan sumber, terjadi Tarik menarik, sehingga arah medan listriknya menuju muatan negative. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa arah medan listrik di sekitar muatan sumber positif selalu menjauhi muatan sumbernya dan sebaliknya, arah medan listrik di sekitar muatan sumber negative selalu menuju ke muatan tersebut.

Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik

Titik P berjarak 30 cm dari sebuah muatan yang besarnya q = 25mC.

Hitung besar dan tentukan arah medan listrik di titik P

Jawab dan Pembahasan.

Diketahui:

r = 0,3m

q = 25mC = 2,5 x 10-5 C

kuat medan listrik di titik P adalah:

E = k q/(r2)

E = (9 x 109Nm2/C2) x( 2,5 x 10-5C) / (0,3m)2 = 2,5 x 106 N/C

Dan Arah medan listriknya menjauh muatan q.

Contoh Soal Dan Pembahasan Ujian Materi Kuat Medan Listrik

Hitung kuat medan listrik pada jarak 1 cm dari sebuah muatan positif 10-6 coulomb dan tentukan arah medan listriknya…

Jawaban dan Pembahasan:

Diketahui:

Muatan sumber q = 10-6 C

Jarak titik A ke muatan sumber r = 1 cm = 10-2 m

Tetapan k = 9×109 Nm2C-2

Besar kuat medan listrik dapat dihitung dengan persamaan berikut:

E = k q/(r2)

E = (9 x109) (10-6)/ (10-2)2

E = 9 x 107 N/C

Arah kuat medan listrik E adalah menjauhi muatan sumber q.

Daftar Pustaka:

Atom Karbon Primier, Sekunder, Tertier, Pembahasan Contoh Soal

Pengertian

Berdasarkan pada kemampuan atom karbon dalam berikatan dengan atom karbon lainnya, maka timbul istilah atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuartener. Istilah ini merujuk pada jumlah atom karbon yang terikat pada atom karbon tertentu.

Atom Karbon Primer

Atom karbon primer biasanya dilambangkan dengan 10  adalah atom -atom karbon yang mengikat satu atom karbon tetangganya.

Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Primer

Dalam molekul etana (CH3–CH3) masing- masing atom karbon mengikat satu atom karbon tetangganya.  Pada  molekul senyawa etana ini terdapat dua atom karbon primer.

Atom Karbon Sekunder

Atom karbon sekunder biasa dilambangkan dengan 20 adalah atom-atom karbon yang mengikat dua atom karbon tetangganya.

Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Sekunder.

Dalam molekul propana (CH3–CH2–CH3) atom karbon pada posisi kedua mengikat dua atom karbon tetangganya (kiri dan kanannya). Oleh sebab itu, dalam molekul senyawa propana tersebut terdapat satu atom karbon sekunder.

Atom Karbon Tersier

Atom karbon tersier yang biasa dilambangkan dengan 30 adalah atom- atom karbon yang mengikat tiga atom karbon tetangganya.

Contoh Senyawa Dengan Atom Karbon Tersier.

Dalam molekul isobutana atom karbon pada posisi kedua mengikat tiga atom karbon tetangganya. Oleh sebab itu, dalam molekul senyawa isobutana terdapat satu atom karbon tersier.

Contoh Soal Ujian Atom Primer, Sekunder dan Tersier Senyawa Hidrokarbon

Tentukan Berapa jumlah atom Karbon primer, sekunder, tersier, dan kuartener yang terdapat dalam Senyawa hidrokarbon berikut…

Contoh Soal Ujian Jawaban Dan Pembahasan Atom Primer Dalam Senyawa Hidrokarbon

Contoh Soal Ujian Jawaban Dan Pembahasan Atom Primer Dalam Senyawa Hidrokarbon

Jawab:

Pembahasan:

Pada semua gugus CH3, atom karbonnya tergolong pada atom karbon primer, pada gugus CH2 tergolong atom karbon sekunder, dalam gugus CH tergolong atom karbon tersier, dan pada gugus karbon adalah atom kuartener.

Dengan demikian, jumlah atom karbon primer adalah 5 buah, atom karbon sekunder adalah 6 buah, atom karbon tersier adalah 3 buah, dan atom karbon kuartener tidak ada.

Daftar Pustaka:

Jenis Sifat Senyawa Isomer Hidrokarbon

Pengertian

Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama namun mempunyai struktur yang berbeda.

Jenis Senyawa Isomer

Secara garis besar isomer dibagi menjadi dua, yaitu isomer struktur, dan isomer geometri.

Isomer struktur

Isomer struktur dapat dikelompokkan menjadi: isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.

Isomer Rangka

Isomer rangka adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun demikian kerangkanya berbeda. Contoh isomer rangka adalah senyawa – senyawa alkana, alkena, dan alkuna. seperti

Isomer pada kelompok senyawa alkana misalnya  Butana (C4H10),   isomernya yaitu n-butana dan   2-metilpropana. Butana memiliki rumus molekul C4H10. Namun demikian, ada senyawa yang rumus molekulnya sama dengan butana, tapi memiliki rumus struktur dan nama yang berbeda. Perhatikan rumus struktur pada gambar.

Kedua senyawa tersebut dapat disintesis dan memiliki titik didih maupun titik leleh yang berbeda. Senyawa n-butana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut – turut yaitu –0,5 Celcius dan –135Celcius. Adapun senyawa isobutana atau 2-metilpropana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut-turut yaitu –10 Celcius dan –145 Celcius

Isomer pada Kelompok alkena misalnya Pentena (C5H10), isomernya yaitu 1-pentena dan 3-metil-1-butena dan 2-metil-1-butena

Isomer pada Kelompok alkuna misalnya Pentuna (C5H8), isomernya yaitu  1-pentuna dan 3-metil-1-butuna.

Contoh Penjelassan Isomer Senyawa Hidrokarbon

Contoh Penjelasan Isomer Senyawa Hidrokarbon

Isomer Posisi.

Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama namun posisi gugus fungsinya berbeda. Contoh isomernya adalah pada senyawa alkena dan alkuna.

Isomer pada Kelompok alkena misalnya Butena (C4H8), isomernya adalah 1-butena dan 2-butena

Isomer pada Kelompok senyawa alkuna misalnya Butuna(C4H6), isomernya adalah 1-butuna dan 2-butuna.

Isomer Gusus Fungsi

Isomer gugus fungsi adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun gugus fungsinya berbeda. Contoh isomernya pada senyawa – senyawa alkuna dan alkadiena.

Senyawa Propuna (C3H4), isomernya adalah propuna dan 1,2-propadiena.

Isomer Geometri

Isomer geometri adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun memiliki struktur ruang yang berbeda.

Contohnya pada senyawa alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans seperti berikut:

trans 3-metil-2-petena cis 3-metil-2-pentena  :

Isomer Geometri Senyawa Hidrokarbon

Isomer Geometri Senyawa Hidrokarbon

Contoh Soal Ujian Senyawa Isomer Hidrokarbon

1..Pernyataan berikut tentang isomer yang paling tepat adalah ….

A.. isomer memiliki rumus struktur sama

B.. isomer mengandung kumpulan gugus sama

C.. isomer adalah hidrokarbon

D.. isomer menghasilkan zat yang sama jika terbakar sempurna dalam oksigen

E.. isomer memiliki titik didih yang sama

Jawab.

Pembahasan

2.. Senyawa yang bukan isomer dari oktana adalah ….

A.. 2-metilheptana

B.. 2,3-dimetilheksana

C.. 2,3,4-trimetilpentana

D.. 2,2-dimetilpentana

E.. 2,2,3,3,-tetrametilbutana

Jawaban

Pembahasan

Daftar Pustaka

Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Pengertian Senyawa Hidrokarbon 

Senyawa organik pada umumnya memiliki kandungan unsur karbon, sehingga senyawa organik sering juga disebut sebagai senyawa karbon. Salah satu contoh senyawa karbon misalnya hidrokarbon.

Hidrokarbon adalah senyawa organic yang memiliki kandungan unsur karbon dan hydrogen. Walaupun demikian Hidrokarbon merupakan kelompok besar senyawa.

Selain Atom-atom karbon dapat membentuk rantai karbon, dapat juga membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat berbentuk ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu alifatik dan siklis. Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.

Senyawa hidrokarbon jenuh terdiri dari senyawa alkane, sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh terdiri dari alkena dan alkuma. Senyawa hidrokarbon siklik terdiri dari senyawa alisiklik dan aromatic. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar.

Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Senyawa Hidrokarbon Jenuh

Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Contoh senyawa-senyawa alkana.

Senyawa Hidrokarbon Tak Jenuh

Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya. Contoh: alkena dan alkuna.

Contoh Senyawa Hidrokarbon.

Beberapa Senyawa karbon di antaranya adalah CH4, C2H2, C2H4, C2H6, C3H4, dan sebagainya. Jumlah atom karbon dalam satu molekul hydrokarbon alami bisa mencapai lebih dari puluhan. Oleh karena itu, senyawa hidrokarbon dikelompokan berdasarkanstruktur molekul dan kejenuhan ikatan.

Fungsi Senyawa Hidrokarbon Bagi Kehidupan Sehari – Hari.

Hidrokarbon digunakan hampir di segala bidang kegiatan di antaranya:

Bidang Industri

Banyak industry memggunakan senyawa hidrokarbon sebagai pelarut dalam prosesnya. contohnya  adalah benzene. Industry sabun dan detergen memakai marlon (alkil benzene Sulfonat, ABS) sebagai pengganti sabun, dan industry las menggunakan gas asetilena (atau C2H2).

Bidang Pertanian.

Banyak produk hidrokarbon dipakai sebagai zat insektisida dan pembunuh bakteri yang lain. Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, contohnya adalah DDT, metoksi klor, aldrien, dieldrin, endrien, baygon, sevin, dan paralion.

Bidang Tranportasi

Senyawa hidrokarbon sangat diperlukan dalam Sektor transportasi. Senyawa ini diaplikasikan dalam bentuk minyak bumi sebagai bahan bakar seperti bensin, solar minyak diesel dan aspal yang dapa digunakan sebagai pengeras jalan.

Keperluan Rumah Tangga

Senyawa Hidrokarbon juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Contohnya  untuk bahan bakar rumah tangga seperti untuk kompor dapur yang menggunakan minyak tanah dan gas alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon dengan atom C rendah (4 ke bawah). Gas metana dengan jumlah atom C satu digunakan untuk bahan bakar yang dapat menghasilkan api berwarna biru.

Contoh Soal Ujian Senyawa Hidrokarbon.

Pembakaran 7 gram C5H10 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak …

A. 4,4 gram.    B. 7 gram.    C. 11 gram.    D. 22 gram.    E. 44 gram

Jawab.

Pembahasan.

Gas yang terbentuk dari reaksi kalsium karbida (CaC2) dengan air adalah ….
A. C2H2
B. C2H4
C. C2H6
D. C3H6
E. CH4

Jawab.

Pembahasan.