Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Rumah Tangga

Pengertian Pendapatan.

Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Personal Income setelah dikurangi pajak langsung disebut disposible income. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pengertian Konsumsi 

Dalam ilmu ekonomi, konsumsi diartikan sebagai semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran komsumsi, atau consumption expenditure.

Consumption Expenditure

Consumption Expenditure didefinisikan sebagai perilaku masyarakat dalam membelanjakan sebagian pendapatannya untuk membeli sesuatu.

Menurut Keynes, pengeluaran untuk konsumsi ditentukan atau dipengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Namun demikian, perubahan antara pendapatan dan konsumsi tidak bersifat proporsional.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi

Konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai atau disposible income yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan yang siap dibelanjakan.

Rumus Persamaan Fungsi Konsumsi

Hubungan fungsional antara konsumsi dan pendapatan Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:

C = f(Y)

C = tingkat konsumsi

Y = pendapatan siap pakai, disposible income.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar pengaruh pendapatkan terhadap konsumsi. Pengeluaran konsumsi akan meningkat ketika pendapatan masyarakat juga meningkat.

Apabila perubahan pendapatan Y selalu diikuti oleh perubahan konsumsi C  secara proposional maka fungsi konsumsi menjadi:

C = bY.

Namun demikian, dalam jangka pendek, konsumsi dapat terjadi walaupun tidak ada pendapatan. Artinya, saat pendapatan nol, konsumsi selalu lebih besar daripada nol.

Dalam jangka pendek, masyarakat dapat berkonsumsi dengan menggunakan tabungan yang dimilikinya. Ketika seseorang mengeluarkan dana untuk konsumsi pada saat pendapatan nol disebut melakukan tabungan negatif atau dissaving.

Dengan demikian secara matematis fungsi konsumsi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

C = a + bY

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Nilai a merupakan pengeluaran konsumen otonom atau autonomous consumer expenditure yang menunjukkan pengeluaran konsumen yang bebas atau indenpenden dari pendapatan disposabel.

Persamaan ini menjelaskan seberapa besar masyarakat akan berbelanja untuk konsumsi apabila pendapatan disposabelnya adalah nol. Meskipun pendapatan disposabel nol, namun nilai konsumsi C tidak sama dengan nol. Masyarakat tetap harus mempunyai makanan, pakaian dan perlindungan. Besarnya nilai konsumsi pada saat masyarakat tidak memiliki pendapatan adalah sebesar a (yaitu konsumsi otonom).

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Dalam Perekonomian

Daftar Pustaka:

  1. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  2. Prasetyo, P. E., 2011, “ Fundamental  Makro Ekonomi”, Cetakan Kedua, Beta Offset, Jogyakarta.

 

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pengertian Jumlah Uang Beredar

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti sempit M1, jumlah uang beredar meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah), sedangkan dalam arti luas M2, jumlah uang beredar meliputi M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabungan), dan surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak  swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengaruh Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat bagaimana dampak jumlah uang beredar tehadap inflasi dengan menggunakan teori David Ricardo dan teori Irving Fisher.

Teori David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas uang yang beredar akan berpengaruh pada tingkat harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.

Secara matematis, jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga seperti ditunjukkan dengan persamaan yang diberikan oleh David Ricardo:

M = k x P

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

k = konstanta

P = tingkat harga

Persamaan ini berasumsi bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat atau media pertukaran. Oleh sebab itu, setiap pengurangan atau pertambahan uang beredar berhubungan langsung dengan tingkat harga.

Contoh Soal Teori David Ricardo

Diketahui kondisi awal

M = 10

k = ¼

P = M/k = 10 /(¼) = 40

Jika M naik dua kali menjadi 2 x 10 = 20 maka:

P = (2x 10)/( ¼) = 80

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Dari persamaannya dapat disimpulkan bahwa, jika nilai M turun, maka P harus turun, dan sebaliknya jika nilai M naik maka, nilai P harus naik. Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Irving Fisher merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan seperti berikut:

MV = PT

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan

P = harga barang

T = volume barang yang ditransaksikan

Menurut teori ini, perubahan jumlah uang beredar akan mengakibatkan perubahan harga secara proporsional. Artinya, kalau jumlah uang naik dua kali lipat maka tingkat harga naik dua kali.

Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Hubungan proporsional antara jumlah uang beredar dengan harga dapat digambarkan dalam perhitungan berikut.

Diketahui:

M = 250

V = 40

T = 1000

Maka P dapat dihitung =

P = MV/T

P = (250 x 40)/1000

Maka P = 10

Jika M naik 2 kali menjadi 500, maka P juga akan naik 2 kali menjadi

(2 x 250) × 40 = (2 x 10) × 1000.

Pada Contoh tersebut, besaran V dan T adalah konstan. Jika V dan T konstan maka persamaan dari  Teori David Ricardo dan dari Teori Irving Fisher menjadi sama.

Ketika V dan T konstan maka persamaan irving Fisher menjadi seperti berikut:

M x k1 = k2 x P atau

M = (k2/k1) x P sehingga

M = k x P

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Daftar Pustaka:

Unsur Kebudayaan Masyarakat Indonesia

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang artinya akal. Sehingga, kebudayaan dapat dipandang sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal.

Kebudayaan merupakan keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat bersifat universal, ini artinya masyarakat pada tingkatan atau strata apapun pasti mempunyai struktur budaya tertentu yang merupakan hasil dari pergaulan hidup dan sekaligus sebagai hasil dari proses pembelajaran.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan terdiri dari tiga wujud yang merupakan satu kesatuan sistem, yakni cultural system, social system, dan artifacts.

Cultural System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya. Wujud yang pertama ini disebut juga dengan kebudayaan ideal karena merupakan wujud yang bersifat abstrak karena hanya terdapat di dalam kepala atau hanya dalam pikiran manusia. Wujud ini tidak dapat diamati dan tidak dapat diraba maupun dilukis.

Namun demikian, isi pikiran manusia dapat dituangkan atau diwujudkan dalam bentuk karangan atau tulisan atau buku atau hasil karya lainnya dan dapat disimpan di perpustakaan, disk, koleksi microfilm, dan sebagainya.

Pikiran manusia merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain, dan dikenal dengan istilah sistem budaya atau cultural system. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sesuai dengan istilah adat atau adat-istiadat.

Social System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud yang kedua dikenal juga dengan istilah sistem sosial atau social system. Sistem social merupakan suatu tindakan berpola dari manusia itu sendiri.

Tindakannya terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul satu dengan lainnya. Kegiatannya  berlangsung dari waktu ke waktu. Sistem sosial ini bersifat nyata sehingga dapat dilihat, diamati dan dapat pula didokumentasikan.

Artifacts

Wujud kebudayaan merupakan produk yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut juga dengan kebudayaan fisik (atau artifacts). Artifact menunjukkan seluruh hasil aktivitas, hasil perbuatan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, wujud yang ketiga ini merupakan wujud yang paling nyata yang dapat dilihat, diamati dan dapat pula diraba.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan sekaligus memberi pedoman untuk segala tindakan dan karya manusia. Selanjutnya, gagasan, tindakan, dan karya manusia tersebut akan menghasilkan produk yang berupa benda-benda berbentuk fisik dari kebudayaan itu sendiri.

Sebaliknya, kebudayaan fisik yang telah diciptakan atau dihasilkan akan membentuk lingkungan hidup tersendiri yang mampu mempengaruhi pola berpikir dan pola perilaku masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.

Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia

Daftar Pustakan:

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Pengertian.

Fungsi Laten merupakan fungsi yang tidak langsung karena pengaruhanya tidak serta merta dirasakan oleh individu maupun masyarakat. Fungsi laten pendidikan adalah fungsi yang timbul dari konsekuensi lembaga pendidikan yang tidak dikehendaki dan tidak dapat diramalkan, yaitu:

Periode Ketidakdewasaan

Periode ketidakdewasaan menjadi lebih lama. Sehingga akan menunda peralihan dari tidak dewasa ke periode dewasa. Melanjutkan pendidikan anak berarti menunda masuknya anak dalam dunia kerja, hal ini menyebabkan anak tetap tergantung pada orang tua atau keluarga.

Ketergantungan inilah yang dapat  berdampak atau mempengaruhi proses sosial anak sebagai generasi muda yang memiliki masa depan.

Menurunnya Nilai dan Budaya Hormat

Menurunnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua atau keluarga. Proses sosialisasi yang terjadi pada anak tidak dapat diketahui atau dikontrol atau pengawasan oleh keluarga (di sini kehilangan fungsi kontrol keluarga).

Sebagai Saluran Mobilitas

Menjadi saluran bagi mobilitas sosial dalam masyarakat. Melalui lembaga pendidikan,  Seseorang yang berasal dari struktur social atau kalangan bawah dapat mengejar untuk mewujudkan cita – cita sehingga menjadi seorang yang professional. Selain itu dapat pula menempati posisi kalangan atas, misalnya menjadi pegawai tinggi.

Kurang Pengawasan

Kurangnya pengawasan orang tua. Untuk dapat meneruskan pendidikan anak didik mungkin haris meninggalkan keluarga atau orang tua. Dengan keluar dari daerah atau kota maka akan terpisah dari lingkungan keluarga. Hal ini berakibat akan kehilangan kontrol sosial keluarga dan akan membentuk lingkungan sendiri.

Berkurangnya control atau pengawasan ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan identitas baru pada anak. Anak didik akan mengalami proses penyesuaian diri dengan lingkungan barunya.

Mempertahankan Sistem Kelas Sosial

Mempertahankan sistem kelas sosial. Melalui pendidikan, seseorang atau anak didik dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan status sosianya. Walaupun ini masih tergantung dari sudut penilaian atau sudut pandang masyarakat yang bersangkutan.

Tempat Pendapat Kritis

Tempat bernaungnya beberapa pendapat kritis (di kampus). Sampai sekarang, mahasiswa dianggap sebagai pemeran utama atau ujung tombak dalam kontrol sosial, terutama dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Banyaknya organisasi mahasiswa yang bernaung dalam lembaga pendidikan di perguruan tinggi, maka budaya kritis akan tetap dapat dipertahankan.

Contoh Soal Ujian Fungsi Laten Lembaga Pendidikan,

Perhatikan pernyataan berikut:

  • Menyelenggarakan pembelajaran.
  • Sarana Pendewasaan Anak.
  • Mengembangkan bakat anak.
  • Menghambat kesempatan kerja anak.
  • Memiliki potensi sebagai sarana perkembangan anak.

Dari contoh di atas yang merupakan fungsi laten lembaga pendidikan adalah:

(A).   (1), (2), dan (3)

(B).   (1), (2), dan (4)

(C).   (1), (3), dan (5)

(D).   (2), (4), dan (5)

(E).   (3), (4), dan (5)

Jawaban: D

Pembahasan.

Fungsi laten dari lembaga pendidikan adalah sebagai sarana pembentukan pendewasaan anak, menghambat kesempatan kerja, dan memiliki potensi sebagai sarana untuk perkembangan anak.

Sedangkan menyelenggarakan pembelajaran dan mengembangkan potensi bakat yang dimiliki anak termasuk pada fungsi manifest lembaga pendidikan.

Daftar Pustaka:

Fungsi Pengendalian Sosial Masyarakat

Pengertian

Pengendalian social sebenarnya merupakan gambaran dari langkah dan proses yang ditempuh oleh kelompok atau masyarakat agar para anggotanya mampu bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya.

Pengendalian sosial merupakan istilah yang sifatnya kolektif dan mengacu pada proses terrencana ataupun tidak, yang mengajarkan, mengajak, membujuk, atau bahkan memaksa setiap anggota masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan dan nilai dalam kehidupan berkelompok.

Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat dikatakan bahwa pada prinsipnya pengendalian sosial merupakan usaha yang dilakukan dengan cara mendidik, mengajak, dan bahkan memaksa kepada setiap individu dari masyarakat untuk dapat mematuhi aturan permainan yang mengatur hubungan antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok di dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun fungsi atau manfaat dari pengendalian sosial di antaranya adalah:

  1. Menjaga dan mengawasi pelaksanaan sistem nilai dan norma yang berlaku pada kehidupan masyarakat,
  2. Mencegah agar terhindar dari penyimpangan terhadap sistem nilai dan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat
  3. Memulihkan keadaan yang disebabkan oleh adanya penyimpangan terhadap sistem yang berlaku di kehidupan masyarakat

nilai dan sistem norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Contoh Soal Ujian Manfaat Pengendalian Sosial

Daftar Pustaka:

Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat Indonesia

Pengertian

Pengendalian social sebenarnya merupakan gambaran dari langkah dan proses yang ditempuh oleh kelompok atau masyarakat agar para anggotanya mampu bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya.

Pengendalian sosial sebagai sebuah proses sosial memerlukan teknik – teknik yang mampu mencapai tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat yang tertib, aman dan teratur.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh suatu kelompok atau masyarakat agar para anggotanya berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pengendalian Sosial Melalui Sosialisasi

Sosialisasi mampu membentuk kebiasaan, keinginan dan adat istiadat yang sekarang berlaku. Tatanan nilai atau tata cara atau kebiasaan yang sama di antara anggota masyarakat akan menghasilkan perilaku yang sama pula pada anggota masyarakatnya.

Kebiasaan dan nilai yang sudah berlaku pada suatu masyarakat akan mengundang anggota masyarakat lainnya untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan nilai tersebut. Penyesuaian ini dilakukan oleh masyarakat lain tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang melaksanakan penyesuaian.

Dengan melakukan sosialisasi seseorang akan mampu untuk memahami dan menghayati atau menginternalisasikan norma dan nilai yang dianggap penting dalam masyarakatnya. Dengan proses internalisasi ini secara pasti anggota masyarakat dapat berperilaku tanpa berfikir bahwa apa yang dilakukannya adalah dikendalikan.

Pengendalian Sosial Melalui Tekanan Sosial

Tiap – tiap individu merupakan bagian dari sebuah kelompok social. Hal ini merupakan konsekuensi bahwa dalam setiap individu memiliki kecenderungan untuk berkelompok dan berusaha untuk menyesuaikan atau beradaptasi dengan kelompoknya. Ini artinya, bahwa pengendalian sosial merupakan suatu proses yang datangnya dari kebutuhan individu untuk membentuk suatu kelompok.

Keberadaan suatu kelompok akan sangat berperan ketika para anggota kelompok itu senantiasa akrab dan selalu berusaha untuk mempertahankan keberadaan kelompoknya. Tekanan keinginan kelompok adalah suatu proses yang berkesinambungan dan berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang.

Individu atau anggota masyarakat tidak akan menyadari bahwa dirinya dapat berubah setelah menjadi anggota sebuah kelompok. Hal ini dapat terjadi karena setiap individu cenderung mengekspresikan dirinya sesuai dengan sifat – sifat kelompoknya.

Pendatang atau anggota baru dari suatu kelompok masyarakat akan berusaha untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kelompok barunya. Bahkan anggota baru akan cukup mampu mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan dapat pula menyatakan kesetiaannya terhadap kelompok barunya.

Pengendalian Sosial Melalui Kekuatan

Masyarakat dengan jumlah penduduk dan kebudayaannya masih sederhana dapat mengendalikan perilaku anggotanya dengan menggunakan nilai – nilai adat. Pengendaliannya ditunjang pula oleh pengendalian informal yang dilakukan oleh kelompok primer. Oleh karena itu pada masyarakat yang masih sederhana tidak diperlukan hukum formal dalam pelaksanaan hukumannya.

Namun pada masyarakat yang jumlah penduduknya sangat besar dengan kebudayaan yang lebih kompleks, untuk pengendalian sosialnya diperlukan hukum formal, peraturan hukum dan pelaksanaan hukum. Masyarakat yang sangat kompleks dengan banyak kelompok memiliki potensi yang lebih besar untuk terjadinya pertentangan antar kelompok. Oleh karena itu, pada masyarakat yang kompleks diperlukan kekuatan dalam bentuk hukum formal dan peraturan hukum demi terciptanya masyarakat yang teratur, aman dan tertib.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka:

 

 

 

Bentuk Kerja Sama Dalam Interaksi Sosial Masyarakat

Pengertian.

Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara individu dengan individu, antara beberapa kelompok atau masyarakat, maupun antara individu dengan kelompok atau masyarakat. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial.

Interaksi yang mendorong terbentuknya keteraturan sosial adalah interaksi yang bersifat asosiasif, yakni interaksi yang mengarah pada bentuk – bentuk asosiasi, seperti kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

Bekerja sama (Cooperation)

Kerja sama muncul ketika masing-masing pihak memiliki kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat bersamaan mereka mempunyai kesadaran untuk bekerja sama dalam mencapai kepentingan-kepentingan tersebut.

Ada beberapa bentuk interaksi yang berupa kerja sama, yakni bargaining, cooptation, coalition, dan joint venture.

Bargaining

Merupakan suatu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua orang atau dua organisasi atau lebih.

Pengertian Co-optation Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu proses penerimaan unsur – unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam organisasi yang bersangkutan.

Pengertian Coalition Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi sifatnya kooperatif.

Pengertian Joint – Venture Pada Interaksi Sosial

Merupakan suatu kerja sama dalam pengusahaan proyek – proyek tertentu, dengan perjanjian proporsi keuntungan tertentu pula.

Contoh Soal Ujian Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia.

Dalam acara penggalangan dana untuk bantuan bencana alam, banyak terkumpul sumbangan yang diberikan pada undangan sesuai kemampuan masing –masing. Suasana dalam acara tersebut menunjukkan bentuk interaksi social bersifat….

(A) Akomodatif.   (B) Disosiatif.   (C) Integratif.   (D) Asimilatif.   (E) Asosiatif.

Jawaban: E

Pembahasan:

Interasksi social asosiatif adalah bentuk interaksi yang menghasilkan kerja sama. Ada beberapa bentuk interaksi social asosiatif, yaitu

Bargaining merupakan pelaksanaan perjanjian dilakukan untuk pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

Cooptation (kooptasi) merupakan suatu proses penerimaan unsur – unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari goncangan yang terjadi pada organisasi tersebut.

Coalition (koalisi) merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dua atau lebih organisasi (atau kelompok) yang memiliki tujuan yang sama.

Join Venture merupakan kerja sama dengan pengusaha proyek tertentu untuk menghasilkan keuntungan yang akan dibagi berdasarkan proporsi tertentu.

Jadi, penggalangan dana untuk bantuan bencana alam merupakan kegiatan interaksi social yang sifatnya asosiatif koalisi.

Daftar Pustaka:

Cara Mencegah Penyimpangan Sosial Masyarakat

Pengertian.

Perilaku menyimpang disebut juga dengan istilah non-konformitas adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam masyarakat untuk tidak mentaati nilai dan norma yang berlaku. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai yang pelanggaran atau penyimpangan.

Penyimpangan sosial Terjadinya diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu; Adanya perubahan nilai atau norma dari suatu periode ke periode lainnya. Tidak ada norma atau aturan yang digunakan untuk menentukan nilai tindakan seseorang yang sifatnya mutlak.

Anggota masyarakat menjadi tidak patuh terhadap norma dapat disebabkan karena meniru orang lain yang tidak mentaati atau karena tidak diajari untuk patuh terhadap peraturan.

Penyimpangan sosial merupakan proses sosial yang tidak selamanya menjadi ancaman yang dapat menghancurkan atau setidaknya merugikan individu atau masyarakat. Namun demikian, perilaku penyimpangan tetap harus memiliki acuan atau standar nilai dan kaidah atau norma yang umum sesuai dengan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan oleh masyarakat.

Jika setiap perilaku penyimpangan mendapatkan toleransi dari masyarakat, maka perilaku penyimpangan yang bersifat negatif  dapat berdampak negative pula terhadap masyarakat.

Oleh karena itu diperlukan cara – cara pencegahan atau preventif untuk menghindari atau setidaknya mengurangi terjadinya perilaku penyimpangan, diantaranya yaitu;

Melalui Fungsi dan Peran Lembaga – Lembaga  Sosial

Lembaga-lembaga sosial yang dimaksud adalah lembaga kepolisian, pengadilan, sistem adat dan tokoh masyarakat. Lembaga-lembaga sosial ini berfungsi mengawasi dan mengontrol setiap tindakan masyarakat agar selalu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Melalui Pendidikan Formal atau Nonformal

Pendidikan formal dapat berbentuk sekolah formal. Sekolah harus menjadi bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup, sekolah harus mempunyai dwifungsi yaitu mampu memberikan pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang berorientasi pada pembangunan dan kemajuan. Dengan demikian sekolah mampu melahirkan generasi yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai bekal hidupnya.

Melalui Pendidikan Moral dan Etika

Pendidikan moral memiliki tujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai dan norma baik yang dianut secara kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan harapan ketika moralitas individu dan masyarakat sangat baik, maka penyimpangan social dapat ditekan serendah mungkin.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka.

Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat

Beberapa Pengertian

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial yaitu keseluruhan jalinan social antara unsur- unsur sosial yang pokok, seperti kaidah – kaidah sosial, kelompok- kelompok dan lapisan- lapisan sosial.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama manusia (atau individu dengan individu), antara individu dengan kelompok, sifat, perubahan -perubahan, lembaga- lembaga serta ide- ide sosial.

Sosiologi  adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Fungsi Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat.

Sebagai bahan penelitian yaitu dengan mempelajari berbagai fenomena atau gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagai solusi masalah yaitu melalui pengamatan sosiologi maka, masalah – masalah sosial yang timbul di masyarakat dapat carikan solusi yang paling sesuai.

Sebagai bahan perencanaan dan pembangunan social yaitu dengan melakukan pendekatan secara sosiologis dalam proses pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bahan pembuatan keputusan, yaitu pada saat mengatur kehidupan masyarakat, pemerintah membutuhkan batuan sosiologi untuk melakukan penelitian social terhadap perilaku serta kebutuhan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat.

Sosiologi dapat digunakan dalam kajian yang lebih luas yaitu meliputi perencanaan suatu program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut maka fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan….

(A) Penelitian dan control social. (B) Pembangunan dan analisis.   (C) Penelitian dan analsisi. (D) Pembangunan dan control social.   (E) Pembangunan dan Penelitian.

Jawaban: E

Pembahasan:

Manfaat sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mancari jalan keluar yang paling efektif dengan tujuan yaitu:

Untuk Pembangunan.

Memberikan data social yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penulaian pembangunan.

Untuk Penelitian.

Memberikan suatu perencanaan atau pemecahan masalah yang komprehensif sesuai dengan target  yang ingin dicapai.

Jadi, fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan pembangunan dan penelitian.

Daftar Pustaka.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Pada dasarnya lembaga pendidikan adalah tata cara yang dilakukan agar seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan telah berkembang menjadi tiga bentuk yaitu pendidikan formal, nonformal, informal.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara informal dalam keluarga. Pendidikan informal berlangsung sejak anak dilahirkan. Dalam pendidikan ini seseorang secara sadar maupun tidak, akan memperoleh banyak pengalaman yang berharga untuk pengembangan selanjutnya.

Keluarga harus benar – benar memahami arti penting pendidikan keluarga. Dengan demikian  keluarga dengan secara sadar mendidik anggota keluarganya menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik.

fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia

fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia

Pendidikan Formal.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang dilaksanakan secara formal dalam suatu lembaga pendidikan formal. Pendidikan bertujuan meneruskan penguasaan anak didik terhadap nilai dan norma yang telah didapat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian anak didik dapat   mengembangkan, meneruskan dan mempertahankan kebudayaan.

Dengan menjalani proses pendidikan formal, anak didik dapat memiliki sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang semuanya merupakan wujud abstrak dari kebudayaan. Proses pendidikan dapat meningkatkan kemampuan dalam penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan sosial yang baru.

Contoh Pendidikan Formal adalah Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

Pendidikan Nonformal.

Pendidikan nonformal berada di antara pendidikan informal dan formal. Pendidikan ini dikenal dengan istilah Pendidikan Luar Sekolah (atau PLS). Kegiatannya secara non-formal dilaksanakan dalam masyarakat dilakukan di luar keluarga maupun di luar sekolah.

Contoh Pendidikan Nonformal adalah tempat kursus seperti kursus  computer, kursus Bahasa asing, dan sebagainya. Semua lembaga berbentuk kursus pada dasarnya dapat dikatagorikan sebagai pendidikan nonformal.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang memiliki dua fungsi manifest pendidikan yaitu membantu seseorang agar mempunyai keahlian atau keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat, dan membantu seseorang agar mampu mengembangkan potensi dirinya dan potensi masyarakat.

Dua fungsi utama lembaga pendidikan tersebut dapat diurai menjadi fungsi – fungsi berikut:

  • Meneruskan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi – ke generasi berikutnya.
  • Memotivasi atau Merangsang partisipasi masyarakat melalui peningkatan keterampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas.
  • Memperkaya kehidupan dengan membuat peluang untuk berkembangnya wawasan intelektual dan cita rasa keindahan para siswa.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan bimbingan pribadi.
  • Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat umum dengan melakukan kegiatan olah raga dan pendidikan kesehatan jasmani.
  • Melahirkan warga negara yang memiliki sifat patriotic tinggi agar dapat mencintai tanah airnya.
  • Membangun semangat persatuan dan kesatuan di antara beragam suku, agama, ras dan kelompok social lainnya.
  • Mengadakan kegiatan yang sifatnya hiburan untuk masyarakat umum, seperti pertandingan olah raga, pameran seni budaya, dan pasar hiburan malam.
  • Membentuk kepribadian peserta didik atau siswa sebagai anggota masyarakat yang baik.

Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan.

Daftar Pustaka: