Tujuan dan Ciri Lembaga Sosial

Pengertian Lembaga Sosial. Lembaga sosial disebut juga sebagai pranata sosial atau institusi sosial. Lembaga sosial adalah seperangkat aturan tentang suatu kegiatan atau kebutuhan sosial tertentu. beragam kegiatan atau kebutuhan sosial menyebabkan timbulnya berbagai pranata di banyak bidang kehidupan.

Beberapa Definisi lembaga sosial yang terdapat dalam ilmu sosiologi adalah sebagai berikut.

Lembaga sosial merupakan suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Lembaga sosial adalah merupakan prosedur atau tata cara yang diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang bergabung dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut asosiasi (oleh Robert Mac Iver dan C.H. Page).

Lembaga sosial merupakan suatu sistem yang mengatur hubungan sosial yang mengandung nilai- nilai dan prosedur tertentu dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat (oleh Harton).

Lembaga sosial merupkan suatu jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok sosial yang berperan sebagai pemelihara hubungan serta polanya sesuai dengan minat dan kepentingan manusia dalam kelompoknya (oleh Liopold Von Wilse dan Becher).

Ciri ciri Lembaga Sosial

Lembaga social secara khusus memiliki ciri ciri tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Adapun Ciri ciri khusus yang melekat pada Lembaga sosial adalah sebagai berikut.

  1. Lembaga sosial merupakan suatu organisasi yang di dalamnya terdapat pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud dalam aktivitas hidup masyarakat yang berupa adat istiadat, tertib perilaku, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam suatu unit yang bersifat fungsional.
  2. Lembaga sosial merupakan organisasi yang bersifat tetap. Sifat tetap yang ada pada lembaga sosial lebih disebabkan oleh adanya kebutuhan-kebutuhan setiap orang dalam lembaga sosial yang bersangkutan juga bersifat relatif tetap.
  3. Terdapat kebiasaan-kebiasaan atau tradisi, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang merupakan landasan bagi suatu lembaga sosial dalam upaya mencapai tujuan sekaligus menjalankan fungsinya.
  4. Keberadaan lembaga sosial berkaitan dengan kebutuhan utama manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun kebutuhan utama yang dimaksudkan dalam hal ini berkaitan dengan kebutuhan material, spiritual, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.
  5. Lembaga sosial mempunyai alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuannya, misalnya pembangunan, mesin- mesin, dan peralatan lain. Penggunaan tiap- tiap alat tersebut berbeda antara masyarakat yang satu dengan lainnya.
  6. Tingkat kekekalan merupakan ciri semua pranata sosial. Sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan menjadi bagian institusi setelah melalui waktu relatif lama. Lembaga sosial sebagai himpunan norma- norma yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat.
  7. Lembaga sosial mempunyai berbagai tujuan tertentu. Tujuan – tujuan terebut tidak selalu sejalan dengan fungsi pranata itu sendiri.
  8. Lambang merupakan ciri khas dari pranata sosial. Lambang secara simbolis merepresentasikan misi, visi, tujuan dan fungsi pranata sosial.

Tujuan Lembaga Sosial

Lembaga sosial mempunyai beberapa tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan pokok manusia. Adapun tujuan tujuan dari Lembaga social diantaranya adalah

  1. Memberikan pedoman atau landasan kepada anggota masyarakat tentang bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah- masalah yang timbul dalam masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan manusia.
  2. Menjaga atau mengamankan semua kebutuhan masyarakat.
  3. Memberikan pegangan atau patokan untuk masyarakat dalam mengadakan system pengendalian sosial terhadap tingkah laku anggota masyarakatnya.

Fungsi Lembaga Sosial.

Lembaga social memiliki beberpa fungsi dalam kehidupan masyarakat dalam melaksanakan kegiatannya, Adapun beberapa fungsi dari lembaga sosial antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Lembaga sosial berperan dalam memberi arahan dan pedoman kepada warga masyarakat untuk dapat menyelaraskan diri dengan norma yang berlaku dalam masyarakat dalam mencapai atau memenuhi kebutuhan pokoknya.
  2. Memberikan pedoman kepada seluruh anggota masyarakat dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka,
  3. Lembaga sosial berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator dalam kehidupan bermasyarakat, dalam rangka untuk mengembangkan kualitas proses sosial.
  4. Memberikan patokan kepada seluruh anggota masyarakat dalam melaksanakan pengendalian sosial (Social control) dalam perilaku sehari-harinya
  5. Menjaga keutuhan dan keterpaduan sistem dalam kehidupan sosial pada masyarakat yang bersangkutan.

Contoh Soal Ujian Lembaga Sosial 1.

Di bawah ini yang dapat artikan sebagai pengertian lembaga sosial adalah ….

  1. lembaga sosial adalah cara bertindak yang mengikat dalam masyarakat
  2. lembaga sosial merupakan organisasi kemasyarakatan yang sistematis
  3. lembaga sosial adalah badan pendidikan yang bersifat formal
  4. lembaga sosial adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat
  5. lembaga sosial merupakan perwujudan dari badan sosial

Contoh Soal Ujian Lembaga Sosial 2.

Lembaga sosial adalah sistem sosial yang tersusun secara rapi dan bersifat permanen, memuat perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam kehidupannya. Pengertian lembaga sosial ini merupakan pendapat dari ….

  1. August Comte
  2. Bruce J. Cohen
  3. Soelaeman Soemardi
  4. P.B. Horton
  5. Soerjono Soekanto

Contoh Soal Ujian Lembaga Sosial 3.

Di bawah ini adalah contoh dari lembaga sosial, kecuali ….

  1. Lembaga Penelitian
  2. Pendidikan Agama
  3. Pendidikan Teknologi
  4. Pusat Studi Amerika
  5. Universitas Cenderawasih

Daftar Pustaka:

  1. Bouman, P.J. 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  2. Kamanto, Sunarto., 1990, “ Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiolog”,i Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, ” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Johnson, Doyle Paul., 1994, “ Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  6. Biz, 2019, “Tujuan Lembaga Sosial, Ciri Lembaga Sosial, Fungsi Lembaga Sosial, Pengertian Lembaga Sosial, pranata sosial atau institusi social, Lembaga social dalam ilmu sosiologi, sistem norma khusus, sistem hubungan social, Ciri material Sosial,
  7. Biz, 2019, “Ciri Spiritual Sosial, ciri khas dari pranata sosial, misi visi pranata sosial, pedoman dan landasan sosial, Fungsi Fundamental Lembaga Masyarakat, Fungsi pemberi pedoman Lembaga social, Fungsi stabilisator dan dinamisator Lembaga social, Fungsi kontrol atau social control Lembaga social, Fungsi menjaga keutuhan persatuan masyarakat Lembaga social,

Mobilitas Sosial Horizontal Vertikal, Pengertian Ciri Faktor Contoh Saluran

Pengertian Mobilitas Sosial Masyarakat.  Di dalam bahasa Indonesia, mobilitas diartikan sebagai gerak. Sehingga, mobilitas sosial atau social mobility  adalah suatu gerak dalam struktur sosial atau social structure. Artinya ada proses perpindahan sosial atau adanya perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial yang lain.

Mobilitas sosial mempunyai kaitan yang erat dengan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial, mengingat mobilitas sosial merupakan gerak pindah dari suatu lapisan ke lapisan yang lainnya, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah.

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa definisi mobilitas sosial diantaranya adalah

1). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Horton dan Hunt

Mobilitas Sosial adalah  gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Perpindahan kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan maupun penurunan.

2). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Kimball Young dan RaymW. Mack,

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola -pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat- sifat hubungan antara individu dengan kelompoknya.

3). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Robert M.Z. Lawang

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari satu lapisan ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Pada dasarnya jenis mobilitas sosial dibedakan menjadi mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal.

1). Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal adalah perpindahan kedudukan secara mendatar atau perpindahan dalam lapisan yang sama. Tidak terjadi perubahan derajat atau kedudukan seseorang. Mobilitas sosial horizontal pada dasarnya merupakan perpindahan dari suatu posisi ke posisi lainnya yang sederajat.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal misalnya seorang menteri dalam cabinet sekarang menjadi menteri pula dalam kabinet sebelumnya.

Mobilitas horizontal memiliki dua bentuk yaitu bentuk intragenerasi dan antargenerasi.

a). Mobilitas Horizontal Intragenerasi

Mobilitas sosial horizontal intragenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam diri seseorang, atau terjadi secara individual.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal Intragenerasi

Misalnya seorang guru sebuah sekolah swasta ingin memperbaiki nasibnya. Kemudian mengikuti serangkaian tes agar diterima sebagai guru di sekolah negeri. Akhirnya diterima dan menjadi guru di sekolah negeri.

b). Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Mobilitas horizontal antargenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam dua generasi atau lebih.

Contoh Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Misalnya, orang tua adalah seorang anggota TNI dengan pangkat perwira menengah. Sedangkan, anaknya lebih memilih menjadi seorang dosen di perguruan tinggi negeri yang berada pada lapisan menengah pula.

Jenis Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan status atau strata atau jenjang atau tingkatan atau kelas social yang disandang individu atau sekelompok warga masyarakat pada lapisan sosial yang berbeda. Ada perpindahan atau perubahan status sosial atau kedudukan sosial dari yang lebih rendah menuju status sosial atau kedudukan sosial yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi dua, yaitu: Sosial Climbing dan Sosial Sinking

a). Mobilitas Vertikal Naik (Sosial Climbing)

Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan dari suatu tingkatan ke tingkatan yang lebih tinggi. Mobilitas vertikal naik memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, Contoh Mobilitas Vertikal Naik adalah sebelumnya sebagai camat, kemudian jadi wali kota.

– Pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi.

b). Mobilitas Vertikal Turun (Sosial Sinking)

Mobilifias vertikal turun adalah perpindahan dari suatu tingkatan tingkatan yang lebih rendah. Mobilitas vertikal turun memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya. Contoh mobilitas vertikal turun adalah sebelum wali kota, kemudian menjadi warga masyarakat biasa lagi.

– Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa distntegrasi kelompok sebagai kesatuan.

Selain itu  Mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi mobilitas vertikal intragenerasi dan mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas social yang terjadi pada individu atau seseorang atau anggota masyarakat. Status sosial berpindah dari suatu status social tertentu ke status social lainnya. Perpindahan status ini, dapat menaik atau menurun.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Misalnya, seorang tentara atau militer mula-mula pangkatnya adalah sersan, kemudian naik menjadi letnan, dan seterusnya. Di sini terjadi perpindahan status atau jenjang atau tingkatan social individu yaitu seorang tentara. Mobiltas sosialnya dinyatakan dengan kepangkatan pada system tentara atau militer.

Mobilitas sosial intragenerasi dapat terjadi menaik maupun menurun. Contoh mobilitas sosial intragenerasi yang menurun adalah seorang tentara yang diturunkan pangkatnya karena pelanggaran disliplin. Semula pangkatnya letnan diturunkan menjadi seran. Dalam hal ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh kepangkatan pada system militer.

Contoh lainnya, pegawai yang diturunkan jabatannya karena tidak mampu meningkatan keuntungan perusahaan dalam beberapa tahun. Semula jabatannya manager, kemudian diturunkan menjadi staf. Pada kasus ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh jabatan yang dipegang pegawai.

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi adalah mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam satu orang atau individu, tetapi terjadi dalam duagenerasi. Kakek dengan orangtua, bapak atau ibu, orang tua dengan anak – anaknya. Dibandingkan dengan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal lebih banyak memberikan dampak atau pengaruh terhadap masyarakat.

Contoh Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Misalnya, bapak atau orangtuanya dahulu berprofesi seorang dosen, sedangkan sekarang anaknya hanya lulus sekolah menengah atas saja. Hal itu menunjukkan mobilitas vertical yang menurun. Pada kasus ini terjadi perpindahan status atau strata antargererasi dari orang tua yang berprofesi dosen ke anaknya yang hanya lulusan sekolah menengah saja. Strata social direpresentasikan dengan prosfesi atau pekerjaan.

Ciri- Ciri Mobilitas Sosial Vertikal

Ciri-ciri mobilitas vertikal adalah sebagai berikut.

a). Mobilitas vertikal terjadi pada masyarakat yang menganut sistem pelapisan sosial terbuka maupun sistem pelapisan sosial tertutup.

2). Mobilitas vertikal terjadi menurut norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

3). Kondisi politik dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan mempengaruhi laju mobilitas vertikal.

4). Saluran-.saluran dalam masyarakat merupakan sarana berlangsungnya mobilitas vertikal.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Mobilitas social selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Terjadinya fenomena  mobilitas sosial didorong oleh beberapa faktor, seperti perbedaan status ekonomi, perbedaan status sosial, masalah kependudukan, ambisi pribadi, situasi politik yang selalu berubah, dan motif  bersifat keagamaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Masyarakat

Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi tingkat mobilitas pada masyarakat modern, yaitu faktor struktural dan faktor individu.

a). Faktor Struktural

Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.

Contoh Faktor Struktural

Contoh faktor struktural adalah ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dengan jumlah pelamar.

b). Faktor Individu

Faktor individu adalah kualitas tiap-tiap orang ditinjau dari tingkat pendidikan, penampilan, dan keterampilan pribadi. Faktor nasib juga dikategorikan sebagai factor individu.

Contoh Faktor Individu

Misalnya, suatu daerah membuka banyak lowongan pekerjaan, tetapi penduduknya tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

c). Perbedaan Status Sosial

Pada dasarnya, manusia akan berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan atau kesejahteraan hidupnya. Sehingga selalu ada kecenderungan untuk terjadinya mobilitas sosial.

d). Perbedaaan  Status Ekonomi

Sebagian Penduduk berusaha pindah ke daerah lain atau berimigrasi atau ke kota besar atau urbanisasi dengan harapan dapat memperbaiki keadaan ekonomi atau taraf hidupnya.

e). Situasi Politik

Mobilitas sosial dapat juga disebabkan oleh politik. Sebagian masyarakat memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan pindah ke negara lain yang mereka anggap cocok dengan pola pikir dan aspirasi politiknya, untuk mendapatkan kenyamanan hidupannya.

f). Motif-Motif Keagamaan

Dalam fakta sejarah telah mencatat bahwa di dalam masyarakat juga terdapat mobilitas penduduk yang disebabkan latar belakang atau motif keagamaan. Contohnya ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk dakwah agama Islam, atau adanya tugas suci dari para misionaris untuk mengajarkan agama ke negara lain.

g). Faktor Kependudukan (Demografi)

Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Pada daerah yang padat penduduknya, terutama di kota-kota besar, anggota masyarakat cenderung melakukan mobilitas sosial untuk menduduki lapisan yang lebih tinggi.

Saluran Mobiltas Sosial Masyarakat

Proses mobilitas sosial vertikal memiliki beberapa saluran penting, yaitu: (1) perkawinan, (2) organisasi politik, ekonomi, dan keahlian, (3) lembaga pendidikan, (4) lembaga keagamaan, dan (5) angkatan bersenjata. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut disebut sebagai social circulation.

a). Saluran Mobiltas Bersenjata

Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Misalnya, dalam keadaan perang. Suatu negara akan mengharap kemenangan dari suatu peperangan.

Jasa seorang prajurit Angkatan bersenjata akan dihargai tinggi oleh masyarakat. Karena jasanya pula seorang prajurit memperoleh kedudukan yang lebih tinggi.

b). Saluran Mobiltas Lembaga Keagamaan

Dapat dikatakan bahwa pemuka-pemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang ini dari lapisan rendah dalam masyarakat. Pemuka agama selalu dihormati dan dipandang sebagai orang yang memiliki kedudukan yang sangat terhormat

c). Saluran Mobiltas Sekolah

Lembaga pendidikan merupakan ssaluran nyata dalam mobilitas sosial vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak dari yang paling rendah ke paling tinggi.

d). Saluran Mobiltas Organisasi Politik

Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk mendapatkan kedudukan, jabatan dan posisi pemimpin dalam masyarakat. Melalui pemilihan umum seseorang bisa menjadi seorang bupati, wali kota dan gubernur.

e). Saluran Mobiltas Organisasi Ekonomi

Keadaan ekonomi seseorang di masyarakat akan menentukan kedudukan dan lapisan sosial seseorang. Bagi orang yang berhasil dalam bidang ekonomi berarti yang bersangkutan berada pada lapisan atas di masyarakat.

f). Saluran Mobiltas Organisasi- Organisasi Keahlian Atau Profesi

Organisasi-organisasi keahlian merupakan suatu wadah yang dapat menampung individu-individu dengan masing masing keahliannya untuk diperkenalkan dalam masyarakat. Jika seseorang memiliki keahlian, orang tersebut berharap dapat menduduki lapisan sosial yang tinggi di masyarakat.

Contoh organisasi keahlian adalah Ikatan Dokter Indonesia, persatuan insinyur Indonesia,  himpunan sarjana ilmu pengetahuan, persatuan sastrawan, dan organisasi pelukis.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Vertikal.

Keberhasilan seseorang di bidang pembibitan tanaman pangan mendapatkan penghargaan kalpataru dari pemerintah, ilustrasi ini menunjukkan cara memperoleh status tersebut melalui….

A..Lembaga ekonomi.    B..Pendidikan formal.   C. Prestasi kerja.   D. Struktur social.   E. Interaksi social.

Jawaban: C

Pembahasan:

Mobilitas vertical ke atas atau social Climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Social climbing memiliki dua bentuk yaitu:

Naiknnya orang- orang berstatus social rendah status social yang lebih tinggi karena adanya peningkatan prestasi kerja.

Terbentuknya suatu kelompok  baru yang lebih tinggi daripada lapisan social yang sudah ada akibat adanya proses peralihan generasi.

Ilustrasi pada soal adalah termasuk social climbing dengan cara memperoleh status akibat prestasi kerja.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, 

Soal 1. Ahli sosiologi yang berpendapat bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

a). Horton

b). Hunt

c). Kimball Young

d). Pitirim A Sorokin

e). Selo Soemardjan

Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

a). khusus

b). perorangan

c). kelompok

d). horisontal

e). vertikal

Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

a). naik

b). turun

c). tetap

d). standar

e). menyeluruh

Daftar Pustaka:

Unsur Kebudayaan Masyarakat Indonesia

Pengertian Kebudayaan. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang artinya akal. Sehingga, kebudayaan dapat dipandang sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal.

Kebudayaan merupakan keseluruhan system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat bersifat universal, ini artinya masyarakat pada tingkatan atau strata apapun pasti mempunyai struktur budaya tertentu yang merupakan hasil dari pergaulan hidup dan sekaligus sebagai hasil dari proses pembelajaran.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan terdiri dari tiga wujud yang merupakan satu kesatuan sistem, yakni cultural system, social system, dan artifacts.

Cultural System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompleks ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya. Wujud yang pertama ini disebut juga dengan kebudayaan ideal karena merupakan wujud yang bersifat abstrak karena hanya terdapat di dalam kepala atau hanya dalam pikiran manusia. Wujud ini tidak dapat diamati dan tidak dapat diraba maupun dilukis.

Namun demikian, isi pikiran manusia dapat dituangkan atau diwujudkan dalam bentuk karangan atau tulisan atau buku atau hasil karya lainnya dan dapat disimpan di perpustakaan, disk, koleksi microfilm, dan sebagainya.

Pikiran manusia merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain, dan dikenal dengan istilah sistem budaya atau cultural system. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sesuai dengan istilah adat atau adat-istiadat.

Social System

Wujud kebudayaan merupakan suatu kompkleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud yang kedua dikenal juga dengan istilah sistem sosial atau social system. Sistem social merupakan suatu tindakan berpola dari manusia itu sendiri.

Tindakannya terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi dan bergaul satu dengan lainnya. Kegiatannya  berlangsung dari waktu ke waktu. Sistem sosial ini bersifat nyata sehingga dapat dilihat, diamati dan dapat pula didokumentasikan.

Artifacts

Wujud kebudayaan merupakan produk yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut juga dengan kebudayaan fisik (atau artifacts). Artifact menunjukkan seluruh hasil aktivitas, hasil perbuatan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karenanya, wujud yang ketiga ini merupakan wujud yang paling nyata yang dapat dilihat, diamati dan dapat pula diraba.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan sekaligus memberi pedoman untuk segala tindakan dan karya manusia. Selanjutnya, gagasan, tindakan, dan karya manusia tersebut akan menghasilkan produk yang berupa benda-benda berbentuk fisik dari kebudayaan itu sendiri.

Sebaliknya, kebudayaan fisik yang telah diciptakan atau dihasilkan akan membentuk lingkungan hidup tersendiri yang mampu mempengaruhi pola berpikir dan pola perilaku masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya.

Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia

Daftar Pustaka;

  1. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  4. Bouman, PJ., 1980, “Ilmu Masyarakat Umum”, Penerbit PT Pembangunan, Jakarta.
  5. Bouman, P.J., 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  6. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Wujud Wujud Kebudayaan Indonesia, Pengertian Dan Fungsi Cultural System, Pengertian dan Fungsi Social System, Pengertian Fungsi Artifacts, Unsur – Unsur Kebudayaan Indonesia, Wujud – Wujud Kebudayaan Masyarakat Indonesia, kebudayaan ideal,
  8. Ardra.Biz, 2019, “contoh kebudayaan ideal, wujud kebudayaan social system, wujud kebudayaan Artifacts, contoh wujud kebudayaan Artifacts, Contoh Wujud Kebudayaan social System, Contoh Cultural System, Contoh Wujud Kebudayaan Cultural System, Jenis Wujud Kebudayaan, Universal sifat kebudayaan,

Fungsi Nyata dan Laten Lembaga Pendidikan

Pengertian Lembaga Pendidikan. Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang agar mencapai taraf kedewasaan sebagaimana yang diinginkan.

Tolak ukur kedewasaan yang ingin dicapai dalam pendidikan adalah keadaan dimana seseorang telah mampu berdiri sendiri, terlepas dari ketergantungan terhadap orang lain.

Fungsi Nyata Lembaga Pendidikan

Fungsi nyata pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut.

a). Menolong orang untuk mengembangkan potensi mereka supaya bisa memenuhi kebutuhan mereka dan masyarakat.

b). Membantu orang untuk sanggup mencari nafkah bagi kehidupannya kelak.

c). Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan kepada generasi berikutnya. Mengembangkan kemampuan berpikir dan berbicara secara rasional.

d). Meningkatkan cita rasa keindahan para siswa.

e). Meningkatkan taraf kesehatan dengan cara melatih jasmani melalui olahraga dan memberikan ilmu pengetahuan tentang kesehatan.

Fungsi Lembaga Pendidikan Dasar

Pranata pendidikan dasar, yaitu sistem norma untuk mengatur Pendidikan di tingkat dasar, yang meliputi TK, SD, dan SMP. Melalui ketiga lembagalembaga dasar ini, baik secara formal maupun informal hasil-hasil kebudayaan dapat ditanamkan/diajarkan kepada generasi muda.

Fungsi Lembaga Pendidikan Menengah (SMA/SMK)

Pranata pendidikan menengah, yaitu sistem norma untuk mengatur kegiatan pendidikan warga masyarakat di lembaga pendidikan tingkat menengah (SMA/SMK).

Melalui lembaga pendidikan tingkat menengah ini maka kegiatan pendidikan dalam mensosialisasikan kebudayaan kepada warga masyarakat, khususnya generasi muda dapat diselenggarakan.

Fungsi Lembaga Pendidikan Tinggi

Pranata pendidikan tinggi, yaitu sistem norma untuk mengatur kegiatan pendidikan warga masyarakat di lembaga pendidikan tinggi.

Pendidikan tinggi ini banyak jenis dan sifatnya, yakni ada yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, dan akademi. Jenis-jenis perguruan tinggi tersebut tentu saja memenuhi aturan-aturan khusus yang berbeda dengan yang lainnya.

Fungsi Laten Lembaga Pendidikan

Fungsi Laten merupakan fungsi yang tidak langsung karena pengaruhanya tidak serta merta dirasakan oleh individu maupun masyarakat.

Fungsi laten pendidikan adalah fungsi yang timbul dari konsekuensi lembaga pendidikan yang tidak dikehendaki dan tidak dapat diramalkan, yaitu:

Periode Ketidakdewasaan

Periode ketidakdewasaan menjadi lebih lama. Sehingga akan menunda peralihan dari tidak dewasa ke periode dewasa. Melanjutkan pendidikan anak berarti menunda masuknya anak dalam dunia kerja, hal ini menyebabkan anak tetap tergantung pada orang tua atau keluarga.

Ketergantungan inilah yang dapat  berdampak atau mempengaruhi proses sosial anak sebagai generasi muda yang memiliki masa depan.

Menurunnya Nilai dan Budaya Hormat

Menurunnya budaya hormat dan berbakti kepada orang tua atau keluarga. Proses sosialisasi yang terjadi pada anak tidak dapat diketahui atau dikontrol atau pengawasan oleh keluarga (di sini kehilangan fungsi kontrol keluarga).

Sebagai Saluran Mobilitas

Menjadi saluran bagi mobilitas sosial dalam masyarakat. Melalui lembaga pendidikan,  Seseorang yang berasal dari struktur social atau kalangan bawah dapat mengejar untuk mewujudkan cita – cita sehingga menjadi seorang yang professional. Selain itu dapat pula menempati posisi kalangan atas, misalnya menjadi pegawai tinggi.

Kurang Pengawasan

Kurangnya pengawasan orang tua. Untuk dapat meneruskan pendidikan anak didik mungkin haris meninggalkan keluarga atau orang tua. Dengan keluar dari daerah atau kota maka akan terpisah dari lingkungan keluarga. Hal ini berakibat akan kehilangan kontrol sosial keluarga dan akan membentuk lingkungan sendiri.

Berkurangnya control atau pengawasan ini akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan identitas baru pada anak. Anak didik akan mengalami proses penyesuaian diri dengan lingkungan barunya.

Mempertahankan Sistem Kelas Sosial

Mempertahankan sistem kelas sosial. Melalui pendidikan, seseorang atau anak didik dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan status sosianya. Walaupun ini masih tergantung dari sudut penilaian atau sudut pandang masyarakat yang bersangkutan.

Tempat Pendapat Kritis

Tempat bernaungnya beberapa pendapat kritis (di kampus). Sampai sekarang, mahasiswa dianggap sebagai pemeran utama atau ujung tombak dalam kontrol sosial, terutama dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Banyaknya organisasi mahasiswa yang bernaung dalam lembaga pendidikan di perguruan tinggi, maka budaya kritis akan tetap dapat dipertahankan.

Contoh Soal Ujian Fungsi Laten Lembaga Pendidikan,

Perhatikan pernyataan berikut:

  • Menyelenggarakan pembelajaran.
  • Sarana Pendewasaan Anak.
  • Mengembangkan bakat anak.
  • Menghambat kesempatan kerja anak.
  • Memiliki potensi sebagai sarana perkembangan anak.

Dari contoh di atas yang merupakan fungsi laten lembaga pendidikan adalah:

(A).   (1), (2), dan (3)

(B).   (1), (2), dan (4)

(C).   (1), (3), dan (5)

(D).   (2), (4), dan (5)

(E).   (3), (4), dan (5)

Jawaban: D

Pembahasan.

Fungsi laten dari lembaga pendidikan adalah sebagai sarana pembentukan pendewasaan anak, menghambat kesempatan kerja, dan memiliki potensi sebagai sarana untuk perkembangan anak.

Sedangkan menyelenggarakan pembelajaran dan mengembangkan potensi bakat yang dimiliki anak termasuk pada fungsi manifest lembaga pendidikan.

Contoh Soal Fungsi Lembaga Pendidikan

Soal 1. Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan informal adalah … .

a). pendidikan berlangsung dalam lembaga pemerintah

b). terdapat kepemimpinan yang jelas

c). adanya batasan lama studi

d). pendidikan berlangsung terus-menerus

e). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

Soal 2. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan non-formal, kecuali … .

a). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

b). tidak adanya pembatasan usia

c). adanya manajemen yang terpadu dan terarah

d). memiliki kurikulum formal

e). berorientasi pada profesionalitas

Soal 3. Fungsi manifest adalah ….

a). fungsi sampingan yang tidak direncanakan sebelumnya

b). sesuatu yang tidak diharapkan karena merugikan manusia

c). sesuatu yang diharapkan dari keberadaan lembaga sosial

d). harapan seseorang yang dapat dipenuhi oleh orang lain

e). fungsi celaan karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat

Daftar Pustaka:

  1. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Pengertian Pendidikan,  Fungsi Nyata Lembaga Pendidikan,  Fungsi Lembaga Pendidikan Dasar,  Pranata pendidikan dasar,  Conoth pranata pendidikan dasar Fungsi Lembaga Pendidikan Menengah,   Fungsi Lembaga Pendidikan Tinggi, Pranata pendidikan menengah,  Pranata pendidikan tinggi,
  5. Contoh pranata pendidikan menengah, Contoh pranata pendidikan tinggi,  Contoh Soal Ujian Fungsi Laten Lembaga Pendidikan, fungsi kontrol keluarga, Fungsi Laten adalah, Fungsi Laten Lembaga Agama, Fungsi Laten Lembaga Keluarga, Fungsi Laten Lembaga Masyarakat, Fungsi Laten Lembaga Politik, Fungsi Laten Lembaga Sosial,
  6. Fungsi laten pendidikan adalah, fungsi manifes dalam lembaga sosial, fungsi manifes lembaga pendidikan, fungsi manifes lembaga politik, fungsi manifes lembaga sosial, fungsi pranata pendidikan, Kurang Pengawasan social,
  7. Mempertahankan Sistem Kelas Sosial, Menurunnya Nilai dan Budaya Hormat, mobilitas sosial dalam masyarakat, Pengertian Lembaga Pendidikan, Periode Ketidakdewasaan, Sebagai Saluran Mobilitas, Tempat Pendapat Kritis,  Contoh Soal Fungsi Lembaga Pendidikan,

Cara Mencegah Penyimpangan Sosial Masyarakat

Pengertian.

Perilaku menyimpang disebut juga dengan istilah non-konformitas adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam masyarakat untuk tidak mentaati nilai dan norma yang berlaku. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbuatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai yang pelanggaran atau penyimpangan.

Penyimpangan sosial Terjadinya diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu; Adanya perubahan nilai atau norma dari suatu periode ke periode lainnya. Tidak ada norma atau aturan yang digunakan untuk menentukan nilai tindakan seseorang yang sifatnya mutlak.

Anggota masyarakat menjadi tidak patuh terhadap norma dapat disebabkan karena meniru orang lain yang tidak mentaati atau karena tidak diajari untuk patuh terhadap peraturan.

Penyimpangan sosial merupakan proses sosial yang tidak selamanya menjadi ancaman yang dapat menghancurkan atau setidaknya merugikan individu atau masyarakat. Namun demikian, perilaku penyimpangan tetap harus memiliki acuan atau standar nilai dan kaidah atau norma yang umum sesuai dengan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan oleh masyarakat.

Jika setiap perilaku penyimpangan mendapatkan toleransi dari masyarakat, maka perilaku penyimpangan yang bersifat negatif  dapat berdampak negative pula terhadap masyarakat.

Oleh karena itu diperlukan cara – cara pencegahan atau preventif untuk menghindari atau setidaknya mengurangi terjadinya perilaku penyimpangan, diantaranya yaitu;

Melalui Fungsi dan Peran Lembaga – Lembaga  Sosial

Lembaga-lembaga sosial yang dimaksud adalah lembaga kepolisian, pengadilan, sistem adat dan tokoh masyarakat. Lembaga-lembaga sosial ini berfungsi mengawasi dan mengontrol setiap tindakan masyarakat agar selalu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Melalui Pendidikan Formal atau Nonformal

Pendidikan formal dapat berbentuk sekolah formal. Sekolah harus menjadi bagian integral dari masyarakat sekitarnya. Sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup, sekolah harus mempunyai dwifungsi yaitu mampu memberikan pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang berorientasi pada pembangunan dan kemajuan. Dengan demikian sekolah mampu melahirkan generasi yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebagai bekal hidupnya.

Melalui Pendidikan Moral dan Etika

Pendidikan moral memiliki tujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai dan norma baik yang dianut secara kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan harapan ketika moralitas individu dan masyarakat sangat baik, maka penyimpangan social dapat ditekan serendah mungkin.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka.

Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat

Pengertian Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari tentang struktur sosial yaitu keseluruhan jalinan social antara unsur- unsur sosial yang pokok, seperti kaidah – kaidah sosial, kelompok- kelompok dan lapisan- lapisan sosial.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama manusia (atau individu dengan individu), antara individu dengan kelompok, sifat, perubahan -perubahan, lembaga- lembaga serta ide- ide sosial.

Sosiologi  adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Fungsi Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat.

Sebagai bahan penelitian yaitu dengan mempelajari berbagai fenomena atau gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagai solusi masalah yaitu melalui pengamatan sosiologi maka, masalah – masalah sosial yang timbul di masyarakat dapat carikan solusi yang paling sesuai.

Sebagai bahan perencanaan dan pembangunan social yaitu dengan melakukan pendekatan secara sosiologis dalam proses pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bahan pembuatan keputusan, yaitu pada saat mengatur kehidupan masyarakat, pemerintah membutuhkan batuan sosiologi untuk melakukan penelitian social terhadap perilaku serta kebutuhan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat.

Sosiologi dapat digunakan dalam kajian yang lebih luas yaitu meliputi perencanaan suatu program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut maka fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan….

(A) Penelitian dan control social. (B) Pembangunan dan analisis.   (C) Penelitian dan analsisi. (D) Pembangunan dan control social.   (E) Pembangunan dan Penelitian.

Jawaban: E

Pembahasan:

Manfaat sosiologi dalam masyarakat adalah untuk meneliti berbagai macam masalah dalam masyarakat dan membantu mancari jalan keluar yang paling efektif dengan tujuan yaitu:

Untuk Pembangunan.

Memberikan data social yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penulaian pembangunan.

Untuk Penelitian.

Memberikan suatu perencanaan atau pemecahan masalah yang komprehensif sesuai dengan target  yang ingin dicapai.

Jadi, fungsi sosiologi adalah membantu dalam merencanakan pembangunan dan penelitian.

Daftar Pustaka.

  1. Ardra.biz, 2019, “Arti Sosiologi, ciri ilmu sosiologi, Contoh Soal Ujian Manfaat Sosiologi Dalam Masyarakat., Fungsi Sosiologi Bagi Pembangunan, Fungsi Sosiologi Bagi Penelitian., Ilmu Sosiologi, Kajian sosiologi, kontrol sosiologi,
  2. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat Sosiologi Bagi Kehidupan Masyarakat, materi sosiologi, pendekatan sosiologi, peran sosiologi, perkembangan sosiologi, ruang lingkup sosiologi, sifat hakikat ilmu sosiologi, sifat sosiologi, Sosiologi adalah, sosiologi masyarakat, sosiologi pembangunan

Fungsi Lembaga Pendidikan

Pengertian Lembaga Pendidikan, Pada dasarnya lembaga pendidikan adalah tata cara yang dilakukan agar seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, serta memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan telah berkembang menjadi tiga bentuk yaitu pendidikan formal, nonformal, informal.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara informal dalam keluarga. Pendidikan informal berlangsung sejak anak dilahirkan. Dalam pendidikan ini seseorang secara sadar maupun tidak, akan memperoleh banyak pengalaman yang berharga untuk pengembangan selanjutnya.

Keluarga harus benar – benar memahami arti penting pendidikan keluarga. Dengan demikian  keluarga dengan secara sadar mendidik anggota keluarganya menjadi manusia yang memiliki kepribadian baik.

fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia
fungsi-lembaga-pendidikan-pada-kemajuan-bangsa-negara-indonesia

Ciri- Ciri Pendidikan Informal,

Pendidikan informal adalah sebagai berikut:

a). Proses pendidikannya tanpa terikat oleh ruang dan waktu. Proses pendidikan tidak diselenggarakan secara teratur, terencana, dan sistematis,

b). Proses pendidikan dapat berlangsung tanpa adanya guru dan murid, namun antara anggota keluarga.

c). Tidak menggunakan metode tertentu sebagaimana dikenal dalam dunia pendidikan formal.

Pendidikan Formal.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang dilaksanakan secara formal dalam suatu lembaga pendidikan formal. Pendidikan bertujuan meneruskan penguasaan anak didik terhadap nilai dan norma yang telah didapat dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian anak didik dapat   mengembangkan, meneruskan dan mempertahankan kebudayaan.

Dengan menjalani proses pendidikan formal, anak didik dapat memiliki sikap, pengetahuan, maupun keterampilan yang semuanya merupakan wujud abstrak dari kebudayaan. Proses pendidikan dapat meningkatkan kemampuan dalam penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan sosial yang baru.

Contoh Pendidikan Formal adalah Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi.

Ciri- Ciri Pendidikan Formal

Beberapa ciri pendidikan formal (sekolah) adalah sebagai berikut:

a). Diselenggarakan secara rapi, terencana, teratur, dan sistematis dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b). Terdapat semacam persyaratan usia serta pengelompokan usia ke dalam kelas-kelas tertentu.

c). Untuk mengendalikan jalannya pelajaran, diatur dengan jadwal yang telah dirancang sebelumnya.

d). Materi pelajaran disusun berdasarkan kurikulum, dan dijabarkan dalam sejumlah silabus.

e). Proses belajar diatur secara tertib, terstruktur serta terkendalikan.

f). Materi pelajaran bersifat akademis intelektualitas, berkelanjutan, serta penyampaiannya menggunakan metode yang sistematis.

g). Ada sistem evaluasi, ada laporan hasil belajar (raport), dan ada semacam penghargaan yang diberikan dalam bentuk sertifikat, ijazah atau surat tanda tamat belajar.

h). Terdapat anggaran pendidikan yang dirancang untuk kurun waktu tertentu serta masa studi siswa dibatasi dalam kurun waktu tertentu

i). Kegiatan belajar mengajar umumnya dilakukan di dalam kelas.

Pendidikan Nonformal.

Pendidikan nonformal berada di antara pendidikan informal dan formal. Pendidikan ini dikenal dengan istilah Pendidikan Luar Sekolah (atau PLS). Kegiatannya secara non-formal dilaksanakan dalam masyarakat dilakukan di luar keluarga maupun di luar sekolah.

Contoh Pendidikan Nonformal adalah tempat kursus seperti kursus  computer, kursus Bahasa asing, dan sebagainya. Semua lembaga berbentuk kursus pada dasarnya dapat dikatagorikan sebagai pendidikan nonformal.

Ciri- Ciri Pendidikan Non Formal:

Beberapa ciri pendidikan non formal adalah sebagai berikut:

a). Program pendidikannya disesuaikan dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan belajar yang sifatnya mendesak.

b). Waktu belajarnya lebih singkat serta tidak terlalu banyak biaya.

c). Materi pelajarannya bersifat praktis-pragmatis dengan maksud dapat segera dimanfaatkan.

d). Masalah usia tidak begitu dipersoalkan, dan tidak mengenal kelas atau jenjang secara ketat.

e). Waktu dan tempat belajar disesuaikan dengan situasi dan kondisi para peserta didik serta lingkungannya.

f). Tujuan pendidikan mengarah kepada diperolehnya lapangan kerja bagi para peserta didik atau untuk meningkatkan pendapatannya.

Fungsi Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang memiliki dua fungsi manifest pendidikan yaitu membantu seseorang agar mempunyai keahlian atau keterampilan yang diperlukan untuk hidup di masyarakat, dan membantu seseorang agar mampu mengembangkan potensi dirinya dan potensi masyarakat.

Dua fungsi utama lembaga pendidikan tersebut dapat diurai menjadi fungsi – fungsi berikut:

  • Meneruskan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi – ke generasi berikutnya.
  • Memotivasi atau Merangsang partisipasi masyarakat melalui peningkatan keterampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berpikir secara rasional dan bebas.
  • Memperkaya kehidupan dengan membuat peluang untuk berkembangnya wawasan intelektual dan cita rasa keindahan para siswa.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan bimbingan pribadi.
  • Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat umum dengan melakukan kegiatan olah raga dan pendidikan kesehatan jasmani.
  • Melahirkan warga negara yang memiliki sifat patriotic tinggi agar dapat mencintai tanah airnya.
  • Membangun semangat persatuan dan kesatuan di antara beragam suku, agama, ras dan kelompok social lainnya.
  • Mengadakan kegiatan yang sifatnya hiburan untuk masyarakat umum, seperti pertandingan olah raga, pameran seni budaya, dan pasar hiburan malam.
  • Membentuk kepribadian peserta didik atau siswa sebagai anggota masyarakat yang baik.

Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan.

Soal 1. Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan informal adalah … .

a). pendidikan berlangsung dalam lembaga pemerintah

b). terdapat kepemimpinan yang jelas

c). adanya batasan lama studi

d). pendidikan berlangsung terus-menerus

e). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

Soal 2. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pendidikan non-formal, kecuali … .

a). pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat

b). tidak adanya pembatasan usia

c). adanya manajemen yang terpadu dan terarah

d). memiliki kurikulum formal

e). berorientasi pada profesionalitas

Soal 3. Fungsi manifest adalah ….

a). fungsi sampingan yang tidak direncanakan sebelumnya

b). sesuatu yang tidak diharapkan karena merugikan manusia

c). sesuatu yang diharapkan dari keberadaan lembaga sosial

d). harapan seseorang yang dapat dipenuhi oleh orang lain

e). fungsi celaan karena tidak sesuai dengan harapan masyarakat

Daftar Pustaka:

  1. Kamanto, Sunarto., 1990, “Pengantar Sosiologi”, Penerbit LPFE Universitas Indonesia, Jakarta.
  2. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999, “Sosiologi”, Jilid 1, Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Pendidikan Pada Kemajuan Bangsa,
  5. Bouman, PJ., 1980, “Ilmu Masyarakat Umum”, Penerbit PT Pembangunan, Jakarta.
  6. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L., 1999,” Sosiologi”, Jilid 2., Edisi Keenam, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  8. Bouman, P.J., 1982, “Sosiologi Fundamental”, Terjemahan Ratmoko, Penerbit Djambatan,
  9. Johnson, Doyle Paul., 1994, “Teori Sosiologi: Klasik dan Modern “, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Pendidikan Pada Kemajuan Bangsa,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Pendidikan Formal, Pengertian Pendidikan Informal, Pengertian Pendidikan Nonformal, Contoh Pendidikan informal, Fungsi Pendidikan Informal, Fungsi Pendidikan Keluarga, Contoh Pendidikan Keluarga,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Contoh  Pendidikan formal, Fungsi Pendidikan Formal, Tujuan Pendidikan Informal, Tujuan Pendidikan Formal, Pendidikan Wujud Abstrak Kedudayaan, Fungsi Lembaga Pendidikan,
  13. Ardra.Biz, 2019, “fungsi manifest Pendidikan, cara mewariskan kebudayaan antar generasi, sifat patriotic fungsi Lembaga Pendidikan,

Ciri – Ciri Masyarakat Modern di Indonesia

Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyamai kemajuan dunia Barat. Penilaian bahwa suatu Masyarakat lebih modern adalah berdasarkan pada perekonomian yang makmur dan situasi politik yang stabil.

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli

Beberapa Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli diantaranya adalah

a). Modernisasi Menurut Eisenstadt

Modernisasi merupakan proses perubahan menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah maju di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke-17 hingga 19 dan kemudian menyebar ke negara Eropa lain dan dari abad ke-19 dan 20 ke negara Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

b). Modernisasi Menurut Wilbert Moore

Modernisasi adalah transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya makmur dan situasi politiknya stabil.

c). Modernisasi Menurut Chodak

Modernisasi merupakan contoh khusus dan penting dari kemajuan masyarakat, contoh usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai standar kehidupan yang lebih tinggi.

ciri-ciri-masyarakat-modern
ciri-ciri-masyarakat-modern

Syarat Menjadi Masyarakat Modern

Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

Untuk dapat menjalani proses modernisasi dibutuhkan enam syarat yaitu cara berpikir ilmiah, good governance, system informasi yang baik, system komunikasi masa, kesadaran masyarakat berorganisasi, dan pemusatan wewenang dalam perencanaan social.

a). Cara berpikir masyarakat yang ilmiah (scientific thinking) baik kelompok penguasa ataupun masyarakat. Ini menuntut adanya suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik.

b). Adaya Sistem administrasi negara yang baik yaitu sistem yang benar benar mewujudkan birokrasi.

c). Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Ini menuntut adanya penelitian yang berkesinambungan sehingga data selalu kekinian.

d). Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat- alat komunikasi massa.

e). Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.

f). Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing).

Ciri – Ciri Masyarakat Modern

Adapun beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa suatu masyarakat telah menjalani kehidupan secara modern di antaranya adalah:

Ciri Individualisme Masyarakat Modern.

Individu merupakan memegang peran sentral dalam Masyarakat modern, bukan komunitas, kelompok atau bangsa. Seseorang sangat bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari satu kelompok menuju kelompok lain. Bebas pula menentukan tindakannya yang bertanggung jawab secara pribadi atas keberhasilan dan kegagalannya. Individu juga sangat bebas memilih keanggotaan sosialnya.

Ciri Deferensiasi Masyarakat Modern.

Pada masyarakat yang sudah modern akan terjadi spesialisasi pekerjaan dan keahlian. Berbagai bidang keahlian dan keterampilan khusus berkembang pesat di masyarakat modern. Selain itu, bidang konsumsi juga terjadi deferensiasi.

Sebagai akibatnya, deferensiasi pekerjaan dan konsumsi akan memberikan berbagai kesempatan kepada setiap orang untuk memilih perkerjaan, pendidikan, dan gaya hidup sesuai kebutuhannya masing – masing.

Ciri Rasionalitas Masyarakat Modern.

Birokrasi dan manejamen organisasi dalam masyarakat modern dilaksanakan dengan mengacu pada perhitungan atau rasionalitas tinggi dengan menganut prinsip – prinsip efisiensi.

Ciri Ekonomisme Masyarakat Modern.

Aspek kehidupan masyarakat didominasi oleh kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi dan prestasinya diukur secara ekonomi pula. Yang menjadi pusat perhatian masyarakat modern adalah produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Semua kegiatan dalam masyarakat modern diukur dengan uang sebagai alat tukarnya. Bahkan, pada sebagian masyarakat, hubungan kekeluargaan dikesampingkan hanya untuk kepentingan ekonomi.

Ciri Perkembangan Masyarakat Modern.

Proses ke arah kehidupan modern cenderung berkembang meluas ke seluruh bagian dunia. Sehingga perubahan menjadi secara global. Selain itu, modernitas akan menjangkau kehidupan paling pribadi. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan keagamaan, perilaku hidup bebas, perilaku sex bebas, selera konsumtif, hidup berpola hiburan dan sebagainya.

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern.

Soal 1. Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang merupakan pengertian modernisasi menurut ….

a). Koentjaraningrat

b). Soerjono Soekanto

c). Selo Soemardjan

d). Soelaeman Soemardi

e). Abdul Syani

Soal 2. Berikut ini yang termasuk ciri-ciri masyarakat modern adalah ….

a). orientasi a posteriori

b). bersifat sosioreligius

c). realistis dan praktis

d). organisasi bersifat gemeinschaft

e). kekerabatan masih sangat kuat

Soal 3. Proses industrialisasi dan pengembangan produk- produk yang dihasilkan merupakan salah satu wujud modernisasi di bidang ….

a). agama

b). sosial

c). budaya

d). ideologi

e). ekonomi

Soal 4. Modernisasi didefinisikan sebagai upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit penguasa, merupakan pengertian modernisasi dalam konsep … .

a). historis

b). relatif

c). analisis

d). antropologis

e). sosial

Soal 5. Modernisasi tidak selalu berjalan mulus, proses ini kadang-kadang mendapat perlawanan dari sekelompok masyarakat. Salah satu bentuk penghalang modernisasi adalah . . . .

a). kebebasan investasi di negara lain

b). pendidikan dan perkembangan ilmiah yang tertinggal

c). kebebasan melakukan proses bebas

d). adanya peningkatan pendapatan per kapita

e). adanya konflik antarkelompok

Daftar Pustaka:

Ciri – Ciri Masyarakat Modern, Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern., Pengertian Deferensiasi, Pengertian Ekonomisme, Pengertian Individualisme, Pengertian Perkembangan., pengertian Rasionalitas, Proses Modernisasi Masyarakat Indonesia, Syarat Menjadi Masyarakat Modern, Syarat Masyarakat Modernisasi,

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli, Modernisasi Menurut Eisenstadt, Modernisasi Menurut Wilbert Moore, Modernisasi Menurut Chodak,

Dampak Positf Negatif Modernisasi dan Globalisasi

Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi sebagai gejala perubahan sosial memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat dalam tatanan baru. Ada dua dampak modernisasi dan globalisasi bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif.

dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia
dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia

Pengertian Globalisasi

Globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan atau penyatuan seluruh aspek kehidupan di dunia ini.

Adapun globalisasi berasal dari kata global yang berarti secara umum dan keseluruhan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

Namun, secara umum globalisasi dapat berarti proses integrasinya bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah sistem global yang melintasi batas-batas suatu negara.

Dampak Positif Modernisasi dan Globalisasi

Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi sebenarnya mengarah pada kemajuan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal ini dijadikan sebagai harapan masyarakat. Dengan adanya manfaat yang positif dari modernisasi maka masyarakat dapat mewujudkan harapan dan tujuan dalam hidupnya.

Dampak positif dari perubahan sosial budaya yang timbul akibat modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut:

Adanya kemudahan dalam berkomunikasi. Globalisasi mampu menembus batas antar daerah bahkan antar negara menjadi hilang. Contohnya seperti fasilitas handphone yang bisa dengan mudah dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. masyarakat dapat berkomunikasi ke seluruh dunia tanpa hambatan daerah maupun negara.

Kemajuan teknologi di berbagai bidang. Kemajuan teknologi mampu menyelesaikan kegiatan yang sulit atau lama menjadi mudah dan cepat. Bahkan sebagian teknologi mampu menggantikan tenaga manusia.

Hal-hal positif yang berkaitan dengan teknologi sebaiknya diadopsi untuk kepentingan yang bersifat positif. Meskipun tidak bisa dipungkiri di samping dampak positif juga selalu disertai dengan dampak negatifnya.

Dampak Positif Medernisasi

Beberapa keuntungan dari adanya modernisasi dapa masyarakat adalah

a). Memperkuat Integrasi dalam Masyarakat

Modernisasi mampu membentuk sikap yang terbuka terhadap segala bentuk pengalaman dan perubahan. Dengan adanya sikap ini akan memperlancar proses komunikasi dan interaksi antarindividu dalam masyarakat.

b). Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek)

Modernisasi mendorong masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang dapat membantu meringankan beban pekerjaan serta menghemat waktu dan tenaga, membuat mereka yakin bahwa dengan iptek akan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya.

c). Kemajuan di Bidang Industri

Modernisasi menunjang kemajuan di bidang industri. Kemudahan, fasilitas teknis yang ada akan lebih mempercepat proses produksi dan distribusi barang dan jasa yang dihasilkan.

d). Meningkatkan Kesadaran Politik dan Demokrasi

Mudahnya mengakses informasi, baik dari media cetak maupun media elektronik, maka semakin banyak pula pengetahuan politik yang didapatkan oleh masyarakat.

e). Kemajuan di Bidang Transportasi

Modernisasi membuat masyarakat menjadi dimanjakan dengan fasilitas fasilitas transportasi yang mengedepankan kenyamanan, keterjangkauan harga, dan ketepatan waktu.

Dampak Negatif  Modernisasi dan Globalisasi

Dampak negative cenderung mengarah pada kemunduran. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tindak kriminalitas, kesenjangan sosial, konflik sosial, dan berbagai masalah sosial lainnya. Hal – hal seperti inilah yang membuat masyarakat merasakan adanya titik jenuh dari perubahan social.

Adapun dampak negatif dari perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi yang dapat dijumpai saat ini di antaranya adalah:

Bergesernya selera dan kebiasaan masyarakat. sebelumnya biasa makan nasi di rumah, namun sekarang ini lebih menyukai makanan siap saji (fast food), seperti Mc. Donald dan KFC atau yang lainnya.

Masyarakat cenderung tidak lagi makan hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa lapar yang dialaminya. Namun saat ini lebih didasari oleh adanya rasa gengsi atau prestise. Masyarakat merasa pretisenya lebih tinggi apabila makan di restoran terkenal dibandingkan makan di rumah.

Dari cara berpakaian, pengaruh modernisasi dan globalisasi juga tampak jelas. Sebagian masyarakat lebih menyukai berpakaian dan atributnya dengan meniru atau bahkan membeli dari luar negeri atau impor.

Cara bergaul pun menunjukkan perubahan dari kebiasaan lamanya. Sebagian masyarakat mengadopsi cara pergaulan dari luar negeri seperti pergaulan bebas dan seks bebas. Mereka sudah tidak malu lagi bila hidup bersama tanpa menikah.

Keadaan ini membuktikan bahwa budaya malu telah bergeser akibat adanya perilaku hedonisme (kesenangan duniawi). Hedonimes menyebabkan kontrol social menjadi hilang atau kalaupun masih ada, perannya sangat lemah sekali.

Dampak Negatif Modernisasi

Beberapa dampak negatif yang dapat muncul akibat gejala modernisasi adalah sebagai berikut.

a). Kesenjangan Sosial dan Ekonomi

Modernisasi berdampak pada kesenjangan sosial yang terjadi dalam masyarakat, Timbulnya kelompok- kelompok sosial tertentu, seperti pengangguran, kelompok asongan, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya.

Adanya perbedaan kelas yang didasarkan pada tinggi rendahnya pendidikan yang ditempuh.

Terjadinya berbagai masalah sosial dalam keluarga, terutama antara orang tua dengan anak-anaknya.

b). Pencemaran Lingkungan Alam

Modernisasi ditandai dengan dibangunnya berbagai industri dan pembangunan di segala bidang kehidupan telah menyebabkan atau menimbulkan permasalahan baru dalam lingkungan hidup seperti  pencemaran lingkungan air udara dan daratan.

c). Kriminalitas

Modernisasi menimbulkan berbagai Tindakan kriminal atau kejahatan umumnya dilihat sebagai perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum dan norma agama yang berlaku di masyarakat.

d). Kenakalan Remaja (Juvenille Delinquency)

Modernisasi mendorong timbulnya kenakalan remaja yang dirumuskan sebagai suatu kelainan tingkah laku, perbuatan, ataupun tindakan remaja yang bersifat asosial bahkan antisosial yang melanggar normanorma sosial, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

Dampak Modernisasi Pada Perubahan Sosial  dan Budaya

Perubahan  sosial dan budaya yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi tidak jarang berdampak terhadap beberapa gejala sosial lainnya seperti anomie, culture shock dan culture lag.

Anomie

Anomie adalah keadaan dimana seseorang atau masyarakat sudah tidak lagi mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupannya. Nilai-nilai yang ada sudah mulai berkurang atau luntur bahkan hilang sama sekali. Sebagai contoh, maraknya pornografi dan pornoaksi serta timbulnya berbagai kasus bunuh diri pada anak – anak atau remaja.

Culture Shock

Culture shock atau goncangan budaya merupakan keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang datangnya secara tiba-tiba. Misalnya, ketika seseorang datang dari desa melakukan urbanisasi ke kota, maka banyak hal baru yang membuatnya terpana atau terperangah oleh kehidupan kota yang memiliki berbagai budaya yang berbeda.

Perbedaan mulai dari cara berpakaian, berbahasa, bekerja, dan seterusnya. Ketika hal ini tidak diantisipasi sebelumnya, maka orang atau masyarakat tersebut akan mengalami kegoncangan jiwa atau mental dalam menyikapi pola hidup yang berbeda tersebut.

Culture Lag.

Culture lag atau ketertinggalan budaya merupakan kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa merokok di sembarang tempat, akan sulit untuk tidak merokok di tempat yang dilarang untuk merokok. Kota Jakarta mempunyai aturan tidak boleh merokok di tempat umum, dan apabila melanggar maka akan dikenai denda atau hukuman.

Ketika orang yang biasa merokok disembarang tempat dan tidak bisa mematuhinya karena tidak terbiasa atau tidak mampu beradaptasi di Jakarta, maka akan terkena sanksi peraturan tersebut.

Contoh Soal Ujian Dampak Modernisasi Dan Globalisasi.

Daftar Pustaka:

Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

Pengertian Mobilitas. Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

Proses Terjadinya Mobilitas Sosial

Proses terjadinya mobilitas sosial disebabkan adanya perubahan sosial. Faktor- faktor yang memengaruhi perubahan sosial adalah tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

a). Tingkat Reproduksi Pada Mobilitas Sosial

Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya mobilitas adalah adanya suatu lapisan yang tidak dapat memproduksi sesuai kebutuhannya.

Contohnya, tenaga ahli dalam suatu daerah terbatas sehingga tidak dapat menangani semua pekerjaan. Akibatnya, orang-orang yang tidak ahli akan berpindah pekerjaan ke lapisan pekerja ahli tersebut.

b). Perbedaan Tingkat Migrasi Pada Mobilitas Sosial

Sejalan dengan perkembangan sosial dan perkembangan ekonomi masyarakat, kondisi politik, keamanan, dan mobilitas penduduk di Indonesia semakin rumit (kompleks).

Tingkat migrasi dari suatu tempat ke tempat lain merupakan salah satu pendorong mobilitas sosial.

Contoh mobilitas internasional berupa perpindahan antara negara, dan mobilitas internal berupa migrasi desa- ke desa termasuk mobilitas musiman, migrasi antarwilayah (antarprovinsi) termasuk transmigrasi,

c). Perubahan Teknologi Pada Mobilitas Sosial

Adanya perubahan teknologi telah mampu mendorong mobilitas sosial masyarakat.

Contoh dahulu transportasi menggunakan delman dan becak, sekarang telah berubah dengan taksi angkutan, ojol dan taksi on line. Begitu juga dulu seorang kusir kini berubah menjadi sopir.

d). Perubahan Kemampuan Pada Mobilitas Sosial

Pendidikan dan keterampilan akan memengaruhi perubahan kemampuan seseorang. Secara otomatis akan berpengaruh terhadap mobilitas sosial.

Contoh, seorang tukang ojek setelah mengikuti kursus stir mobil maka ia mampu menjadi sopir.

e). Perubahan Sikap Pada Mobilitas Sosial

Perubahan sikap dapat mendorong dan menghambat terjadinya mobilitas sosial.

Contoh sikap yang mendukung mobilitas adalah keinginan untuk maju maupun menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sikap yang menghambat mobilitas antara lain bersikap masa bodoh, tidak peduli dengan lingkungannya, dan pasrah dengan keadaan tanpa mau berusaha.

Pengaruh Mobilitas Sosial

Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

Dampak Mobilitas Terhadap Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

a). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Antarsosial

Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Kelompok Sosial

Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

c). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Antargenerasi

Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

d). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status dan Konflik Peran

Konflik status dan konflik peran akan terjadi jika masing-masing status yang melekat pada diri seseorong harus diperankan dalam waktu yang bersamaan.

Konflik status dan/ atau konflik peran merupakan pertentangan antara status/ peran yang satu dengan status peran yang lain yang terjadi pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan antar status tersebut sekaligus karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga.

Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu

Dampak mobilitas sosial tidak hanya dialami oleh kelompok masyarakat, namun dapat dialami oleh individu. Adapun dampak mobilitasbagi individu ini berupa:

a). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status (Status-Conflict)

Seseorang dalam masyarakat umumnya memiliki beberapa kedudukan sekaligus. Namun umumnya masyarakat melihat pada kedudukan utama yang menonjol pada orang tersebut.

Contoh Konflik Status  Seseorang yang memiliki kedudukan sebagai kepala keluarga, ketua RT, dan anggota kepolisian. Kedudukan paling menonjol, yaitu sebagai anggota kepolisian. Ketika orang tersebut harus menangkap anaknya sendiri karena melakukan tindak kejahatan, maka statusnya sebagai anggota kepolisian mengharuskan melakukan kewajibannya.

Jadi, konflik status dalam kehidupan individu ini berupa pertentangan antara dua status yang saling berbeda dalam diri seseorang, yang disebabkan adanya kepentingan dari status-status yang saling bertentangan.

b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Peranan (Conflict of Roles)

Peranan (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan atau status. Jika seseorang  berubah statusnya, maka peranan pun ikut pula berubah sejalan dengan adanya konflik status.

Contoh Apabila dalam suatu masyarakat terdapat individu yang tidak mampu menjalankan peranannya seperti yang diharapkan oleh masyarakat, maka individu tersebut dapat disebut mengalami konflik peranan.

Jadi, konflik peranan adalah suatu keadaan dalam diri seorang individu yang tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan peranan yang disandangnya.

Penyesuaian Pasca Konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

a). Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.

b). Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.

c). Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat

Soal 1. Ahli sosiologi yang menyatakan bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

a). Kimball Young

b). Hunt

c). Horton

d). Pitirim A Sorokin

e). Selo Soemardjan

Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan strata (statas) yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

a). perorangan

b). horisontal

c). kelompok

d). khusus

e). vertikal

Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

a). tetap

b). turun

c). naik

d). standar

e). menyeluruh

Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat

1). Mobilitas sosial adalah gerak perpindahan seseorang ataupun sekelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain.

2). Mobilitas sosial berdasarkan jenisnya dibagi menjadi mobilitas vertical dan horizontal.

3). Saluran-saluran mobilitas sosial, antara lain angkatan bersenjata, lembaga keagamaan, sekolah, organisasi politik, organisasi ekonomi, dan organisasi-organisasi keahlian.

4). Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas sosial, antara lain tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

5). Dampak mobilitas sosial, antara lain akan timbul konflik dan

Daftar Pustaka:

  1. Konflik Status dan Konflik Peran, Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu, Konflik Status (Status-Conflict), Contoh Konflik Status (Status-Conflict), Konflik Peranan (Conflict of Roles), Contoh Konflik Peranan (Conflict of Roles), Proses Terjadinya Mobilitas Sosial, Tingkat Reproduksi,
  2. Contoh Tingkat Reproduksi, Perbedaan Tingkat Migrasi, Contoh Perbedaan Tingkat Migrasi, Perubahan Teknologi, Contoh Perubahan Teknologi, Perubahan Kemampuan, Contoh Perubahan Kemampuan, Perubahan Sikap,
  3. Contoh Perubahan Sikap, Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat, Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat., Pengaruh Mobilitas Pada Konflik Di Masyarakat,
error: Content is protected !!