Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat Indonesia

Pengertian

Pengendalian social sebenarnya merupakan gambaran dari langkah dan proses yang ditempuh oleh kelompok atau masyarakat agar para anggotanya mampu bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya.

Pengendalian sosial sebagai sebuah proses sosial memerlukan teknik – teknik yang mampu mencapai tujuannya yaitu terwujudnya masyarakat yang tertib, aman dan teratur.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh suatu kelompok atau masyarakat agar para anggotanya berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pengendalian Sosial Melalui Sosialisasi

Sosialisasi mampu membentuk kebiasaan, keinginan dan adat istiadat yang sekarang berlaku. Tatanan nilai atau tata cara atau kebiasaan yang sama di antara anggota masyarakat akan menghasilkan perilaku yang sama pula pada anggota masyarakatnya.

Kebiasaan dan nilai yang sudah berlaku pada suatu masyarakat akan mengundang anggota masyarakat lainnya untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan nilai tersebut. Penyesuaian ini dilakukan oleh masyarakat lain tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang melaksanakan penyesuaian.

Dengan melakukan sosialisasi seseorang akan mampu untuk memahami dan menghayati atau menginternalisasikan norma dan nilai yang dianggap penting dalam masyarakatnya. Dengan proses internalisasi ini secara pasti anggota masyarakat dapat berperilaku tanpa berfikir bahwa apa yang dilakukannya adalah dikendalikan.

Pengendalian Sosial Melalui Tekanan Sosial

Tiap – tiap individu merupakan bagian dari sebuah kelompok social. Hal ini merupakan konsekuensi bahwa dalam setiap individu memiliki kecenderungan untuk berkelompok dan berusaha untuk menyesuaikan atau beradaptasi dengan kelompoknya. Ini artinya, bahwa pengendalian sosial merupakan suatu proses yang datangnya dari kebutuhan individu untuk membentuk suatu kelompok.

Keberadaan suatu kelompok akan sangat berperan ketika para anggota kelompok itu senantiasa akrab dan selalu berusaha untuk mempertahankan keberadaan kelompoknya. Tekanan keinginan kelompok adalah suatu proses yang berkesinambungan dan berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang.

Individu atau anggota masyarakat tidak akan menyadari bahwa dirinya dapat berubah setelah menjadi anggota sebuah kelompok. Hal ini dapat terjadi karena setiap individu cenderung mengekspresikan dirinya sesuai dengan sifat – sifat kelompoknya.

Pendatang atau anggota baru dari suatu kelompok masyarakat akan berusaha untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kelompok barunya. Bahkan anggota baru akan cukup mampu mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan dapat pula menyatakan kesetiaannya terhadap kelompok barunya.

Pengendalian Sosial Melalui Kekuatan

Masyarakat dengan jumlah penduduk dan kebudayaannya masih sederhana dapat mengendalikan perilaku anggotanya dengan menggunakan nilai – nilai adat. Pengendaliannya ditunjang pula oleh pengendalian informal yang dilakukan oleh kelompok primer. Oleh karena itu pada masyarakat yang masih sederhana tidak diperlukan hukum formal dalam pelaksanaan hukumannya.

Namun pada masyarakat yang jumlah penduduknya sangat besar dengan kebudayaan yang lebih kompleks, untuk pengendalian sosialnya diperlukan hukum formal, peraturan hukum dan pelaksanaan hukum. Masyarakat yang sangat kompleks dengan banyak kelompok memiliki potensi yang lebih besar untuk terjadinya pertentangan antar kelompok. Oleh karena itu, pada masyarakat yang kompleks diperlukan kekuatan dalam bentuk hukum formal dan peraturan hukum demi terciptanya masyarakat yang teratur, aman dan tertib.

Contoh Soal Ujian Cara Pengendalian Sosial Masyarakat.

Daftar Pustaka: