Mobilitas Sosial Horizontal Vertikal, Pengertian Ciri Faktor Contoh Saluran

Pengertian Mobilitas Sosial Masyarakat.  Di dalam bahasa Indonesia, mobilitas diartikan sebagai gerak. Sehingga, mobilitas sosial atau social mobility  adalah suatu gerak dalam struktur sosial atau social structure. Artinya ada proses perpindahan sosial atau adanya perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial yang lain.

Mobilitas sosial mempunyai kaitan yang erat dengan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial, mengingat mobilitas sosial merupakan gerak pindah dari suatu lapisan ke lapisan yang lainnya, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah.

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa definisi mobilitas sosial diantaranya adalah

1). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Horton dan Hunt

Mobilitas Sosial adalah  gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Perpindahan kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan maupun penurunan.

2). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Kimball Young dan RaymW. Mack,

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola -pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat- sifat hubungan antara individu dengan kelompoknya.

3). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Robert M.Z. Lawang

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari satu lapisan ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Pada dasarnya jenis mobilitas sosial dibedakan menjadi mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal.

1). Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal adalah perpindahan kedudukan secara mendatar atau perpindahan dalam lapisan yang sama. Tidak terjadi perubahan derajat atau kedudukan seseorang. Mobilitas sosial horizontal pada dasarnya merupakan perpindahan dari suatu posisi ke posisi lainnya yang sederajat.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal misalnya seorang menteri dalam cabinet sekarang menjadi menteri pula dalam kabinet sebelumnya.

Mobilitas horizontal memiliki dua bentuk yaitu bentuk intragenerasi dan antargenerasi.

a). Mobilitas Horizontal Intragenerasi

Mobilitas sosial horizontal intragenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam diri seseorang, atau terjadi secara individual.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal Intragenerasi

Misalnya seorang guru sebuah sekolah swasta ingin memperbaiki nasibnya. Kemudian mengikuti serangkaian tes agar diterima sebagai guru di sekolah negeri. Akhirnya diterima dan menjadi guru di sekolah negeri.

b). Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Mobilitas horizontal antargenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam dua generasi atau lebih.

Contoh Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Misalnya, orang tua adalah seorang anggota TNI dengan pangkat perwira menengah. Sedangkan, anaknya lebih memilih menjadi seorang dosen di perguruan tinggi negeri yang berada pada lapisan menengah pula.

Jenis Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan status atau strata atau jenjang atau tingkatan atau kelas social yang disandang individu atau sekelompok warga masyarakat pada lapisan sosial yang berbeda. Ada perpindahan atau perubahan status sosial atau kedudukan sosial dari yang lebih rendah menuju status sosial atau kedudukan sosial yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi dua, yaitu: Sosial Climbing dan Sosial Sinking

a). Mobilitas Vertikal Naik (Sosial Climbing)

Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan dari suatu tingkatan ke tingkatan yang lebih tinggi. Mobilitas vertikal naik memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, Contoh Mobilitas Vertikal Naik adalah sebelumnya sebagai camat, kemudian jadi wali kota.

– Pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi.

b). Mobilitas Vertikal Turun (Sosial Sinking)

Mobilifias vertikal turun adalah perpindahan dari suatu tingkatan tingkatan yang lebih rendah. Mobilitas vertikal turun memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya. Contoh mobilitas vertikal turun adalah sebelum wali kota, kemudian menjadi warga masyarakat biasa lagi.

– Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa distntegrasi kelompok sebagai kesatuan.

Selain itu  Mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi mobilitas vertikal intragenerasi dan mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas social yang terjadi pada individu atau seseorang atau anggota masyarakat. Status sosial berpindah dari suatu status social tertentu ke status social lainnya. Perpindahan status ini, dapat menaik atau menurun.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Misalnya, seorang tentara atau militer mula-mula pangkatnya adalah sersan, kemudian naik menjadi letnan, dan seterusnya. Di sini terjadi perpindahan status atau jenjang atau tingkatan social individu yaitu seorang tentara. Mobiltas sosialnya dinyatakan dengan kepangkatan pada system tentara atau militer.

Mobilitas sosial intragenerasi dapat terjadi menaik maupun menurun. Contoh mobilitas sosial intragenerasi yang menurun adalah seorang tentara yang diturunkan pangkatnya karena pelanggaran disliplin. Semula pangkatnya letnan diturunkan menjadi seran. Dalam hal ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh kepangkatan pada system militer.

Contoh lainnya, pegawai yang diturunkan jabatannya karena tidak mampu meningkatan keuntungan perusahaan dalam beberapa tahun. Semula jabatannya manager, kemudian diturunkan menjadi staf. Pada kasus ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh jabatan yang dipegang pegawai.

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi adalah mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam satu orang atau individu, tetapi terjadi dalam duagenerasi. Kakek dengan orangtua, bapak atau ibu, orang tua dengan anak – anaknya. Dibandingkan dengan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal lebih banyak memberikan dampak atau pengaruh terhadap masyarakat.

Contoh Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Misalnya, bapak atau orangtuanya dahulu berprofesi seorang dosen, sedangkan sekarang anaknya hanya lulus sekolah menengah atas saja. Hal itu menunjukkan mobilitas vertical yang menurun. Pada kasus ini terjadi perpindahan status atau strata antargererasi dari orang tua yang berprofesi dosen ke anaknya yang hanya lulusan sekolah menengah saja. Strata social direpresentasikan dengan prosfesi atau pekerjaan.

Ciri- Ciri Mobilitas Sosial Vertikal

Ciri-ciri mobilitas vertikal adalah sebagai berikut.

a). Mobilitas vertikal terjadi pada masyarakat yang menganut sistem pelapisan sosial terbuka maupun sistem pelapisan sosial tertutup.

2). Mobilitas vertikal terjadi menurut norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

3). Kondisi politik dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan mempengaruhi laju mobilitas vertikal.

4). Saluran-.saluran dalam masyarakat merupakan sarana berlangsungnya mobilitas vertikal.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Mobilitas social selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Terjadinya fenomena  mobilitas sosial didorong oleh beberapa faktor, seperti perbedaan status ekonomi, perbedaan status sosial, masalah kependudukan, ambisi pribadi, situasi politik yang selalu berubah, dan motif  bersifat keagamaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Masyarakat

Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi tingkat mobilitas pada masyarakat modern, yaitu faktor struktural dan faktor individu.

a). Faktor Struktural

Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.

Contoh Faktor Struktural

Contoh faktor struktural adalah ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dengan jumlah pelamar.

b). Faktor Individu

Faktor individu adalah kualitas tiap-tiap orang ditinjau dari tingkat pendidikan, penampilan, dan keterampilan pribadi. Faktor nasib juga dikategorikan sebagai factor individu.

Contoh Faktor Individu

Misalnya, suatu daerah membuka banyak lowongan pekerjaan, tetapi penduduknya tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

c). Perbedaan Status Sosial

Pada dasarnya, manusia akan berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan atau kesejahteraan hidupnya. Sehingga selalu ada kecenderungan untuk terjadinya mobilitas sosial.

d). Perbedaaan  Status Ekonomi

Sebagian Penduduk berusaha pindah ke daerah lain atau berimigrasi atau ke kota besar atau urbanisasi dengan harapan dapat memperbaiki keadaan ekonomi atau taraf hidupnya.

e). Situasi Politik

Mobilitas sosial dapat juga disebabkan oleh politik. Sebagian masyarakat memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan pindah ke negara lain yang mereka anggap cocok dengan pola pikir dan aspirasi politiknya, untuk mendapatkan kenyamanan hidupannya.

f). Motif-Motif Keagamaan

Dalam fakta sejarah telah mencatat bahwa di dalam masyarakat juga terdapat mobilitas penduduk yang disebabkan latar belakang atau motif keagamaan. Contohnya ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk dakwah agama Islam, atau adanya tugas suci dari para misionaris untuk mengajarkan agama ke negara lain.

g). Faktor Kependudukan (Demografi)

Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Pada daerah yang padat penduduknya, terutama di kota-kota besar, anggota masyarakat cenderung melakukan mobilitas sosial untuk menduduki lapisan yang lebih tinggi.

Saluran Mobiltas Sosial Masyarakat

Proses mobilitas sosial vertikal memiliki beberapa saluran penting, yaitu: (1) perkawinan, (2) organisasi politik, ekonomi, dan keahlian, (3) lembaga pendidikan, (4) lembaga keagamaan, dan (5) angkatan bersenjata. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut disebut sebagai social circulation.

a). Saluran Mobiltas Bersenjata

Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Misalnya, dalam keadaan perang. Suatu negara akan mengharap kemenangan dari suatu peperangan.

Jasa seorang prajurit Angkatan bersenjata akan dihargai tinggi oleh masyarakat. Karena jasanya pula seorang prajurit memperoleh kedudukan yang lebih tinggi.

b). Saluran Mobiltas Lembaga Keagamaan

Dapat dikatakan bahwa pemuka-pemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang ini dari lapisan rendah dalam masyarakat. Pemuka agama selalu dihormati dan dipandang sebagai orang yang memiliki kedudukan yang sangat terhormat

c). Saluran Mobiltas Sekolah

Lembaga pendidikan merupakan ssaluran nyata dalam mobilitas sosial vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak dari yang paling rendah ke paling tinggi.

d). Saluran Mobiltas Organisasi Politik

Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk mendapatkan kedudukan, jabatan dan posisi pemimpin dalam masyarakat. Melalui pemilihan umum seseorang bisa menjadi seorang bupati, wali kota dan gubernur.

e). Saluran Mobiltas Organisasi Ekonomi

Keadaan ekonomi seseorang di masyarakat akan menentukan kedudukan dan lapisan sosial seseorang. Bagi orang yang berhasil dalam bidang ekonomi berarti yang bersangkutan berada pada lapisan atas di masyarakat.

f). Saluran Mobiltas Organisasi- Organisasi Keahlian Atau Profesi

Organisasi-organisasi keahlian merupakan suatu wadah yang dapat menampung individu-individu dengan masing masing keahliannya untuk diperkenalkan dalam masyarakat. Jika seseorang memiliki keahlian, orang tersebut berharap dapat menduduki lapisan sosial yang tinggi di masyarakat.

Contoh organisasi keahlian adalah Ikatan Dokter Indonesia, persatuan insinyur Indonesia,  himpunan sarjana ilmu pengetahuan, persatuan sastrawan, dan organisasi pelukis.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Vertikal.

Keberhasilan seseorang di bidang pembibitan tanaman pangan mendapatkan penghargaan kalpataru dari pemerintah, ilustrasi ini menunjukkan cara memperoleh status tersebut melalui….

A..Lembaga ekonomi.    B..Pendidikan formal.   C. Prestasi kerja.   D. Struktur social.   E. Interaksi social.

Jawaban: C

Pembahasan:

Mobilitas vertical ke atas atau social Climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Social climbing memiliki dua bentuk yaitu:

Naiknnya orang- orang berstatus social rendah status social yang lebih tinggi karena adanya peningkatan prestasi kerja.

Terbentuknya suatu kelompok  baru yang lebih tinggi daripada lapisan social yang sudah ada akibat adanya proses peralihan generasi.

Ilustrasi pada soal adalah termasuk social climbing dengan cara memperoleh status akibat prestasi kerja.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, 

Soal 1. Ahli sosiologi yang berpendapat bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

a). Horton

b). Hunt

c). Kimball Young

d). Pitirim A Sorokin

e). Selo Soemardjan

Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

a). khusus

b). perorangan

c). kelompok

d). horisontal

e). vertikal

Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

a). naik

b). turun

c). tetap

d). standar

e). menyeluruh

Daftar Pustaka: