Dampak Positf Negatif Modernisasi dan Globalisasi

Pengertian.

Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi sebagai gejala perubahan sosial memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat dalam tatanan baru. Ada dua dampak modernisasi dan globalisasi bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif.

dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia
dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia

Dampak Positif Modernisasi dan Globalisasi

Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi sebenarnya mengarah pada kemajuan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal ini dijadikan sebagai harapan masyarakat. Dengan adanya manfaat yang positif dari modernisasi maka masyarakat dapat mewujudkan harapan dan tujuan dalam hidupnya.

Dampak positif dari perubahan sosial budaya yang timbul akibat modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut:

Adanya kemudahan dalam berkomunikasi. Globalisasi mampu menembus batas antar daerah bahkan antar negara menjadi hilang. Contohnya seperti fasilitas handphone yang bisa dengan mudah dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. masyarakat dapat berkomunikasi ke seluruh dunia tanpa hambatan daerah maupun negara.

Kemajuan teknologi di berbagai bidang. Kemajuan teknologi mampu menyelesaikan kegiatan yang sulit atau lama menjadi mudah dan cepat. Bahkan sebagian teknologi mampu menggantikan tenaga manusia.

Hal-hal positif yang berkaitan dengan teknologi sebaiknya diadopsi untuk kepentingan yang bersifat positif. Meskipun tidak bisa dipungkiri di samping dampak positif juga selalu disertai dengan dampak negatifnya.

Dampak Negatif  Modernisasi dan Globalisasi

Dampak negative cenderung mengarah pada kemunduran. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tindak kriminalitas, kesenjangan sosial, konflik sosial, dan berbagai masalah sosial lainnya. Hal – hal seperti inilah yang membuat masyarakat merasakan adanya titik jenuh dari perubahan social.

Adapun dampak negatif dari perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi yang dapat dijumpai saat ini di antaranya adalah:

Bergesernya selera dan kebiasaan masyarakat. sebelumnya biasa makan nasi di rumah, namun sekarang ini lebih menyukai makanan siap saji (fast food), seperti Mc. Donald dan KFC atau yang lainnya.

Masyarakat cenderung tidak lagi makan hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa lapar yang dialaminya. Namun saat ini lebih didasari oleh adanya rasa gengsi atau prestise. Masyarakat merasa pretisenya lebih tinggi apabila makan di restoran terkenal dibandingkan makan di rumah.

Dari cara berpakaian, pengaruh modernisasi dan globalisasi juga tampak jelas. Sebagian masyarakat lebih menyukai berpakaian dan atributnya dengan meniru atau bahkan membeli dari luar negeri atau impor.

Cara bergaul pun menunjukkan perubahan dari kebiasaan lamanya. Sebagian masyarakat mengadopsi cara pergaulan dari luar negeri seperti pergaulan bebas dan seks bebas. Mereka sudah tidak malu lagi bila hidup bersama tanpa menikah.

Keadaan ini membuktikan bahwa budaya malu telah bergeser akibat adanya perilaku hedonisme (kesenangan duniawi). Hedonimes menyebabkan kontrol social menjadi hilang atau kalaupun masih ada, perannya sangat lemah sekali.

Perubahan  sosial dan budaya yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi tidak jarang berdampak terhadap beberapa gejala sosial lainnya seperti anomie, culture shock dan culture lag.

Anomie

Anomie adalah keadaan dimana seseorang atau masyarakat sudah tidak lagi mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupannya. Nilai-nilai yang ada sudah mulai berkurang atau luntur bahkan hilang sama sekali. Sebagai contoh, maraknya pornografi dan pornoaksi serta timbulnya berbagai kasus bunuh diri pada anak – anak atau remaja.

Culture Shock

Culture shock atau goncangan budaya merupakan keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang datangnya secara tiba-tiba. Misalnya, ketika seseorang datang dari desa melakukan urbanisasi ke kota, maka banyak hal baru yang membuatnya terpana atau terperangah oleh kehidupan kota yang memiliki berbagai budaya yang berbeda.

Perbedaan mulai dari cara berpakaian, berbahasa, bekerja, dan seterusnya. Ketika hal ini tidak diantisipasi sebelumnya, maka orang atau masyarakat tersebut akan mengalami kegoncangan jiwa atau mental dalam menyikapi pola hidup yang berbeda tersebut.

Culture Lag.

Culture lag atau ketertinggalan budaya merupakan kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa merokok di sembarang tempat, akan sulit untuk tidak merokok di tempat yang dilarang untuk merokok. Kota Jakarta mempunyai aturan tidak boleh merokok di tempat umum, dan apabila melanggar maka akan dikenai denda atau hukuman.

Ketika orang yang biasa merokok disembarang tempat dan tidak bisa mematuhinya karena tidak terbiasa atau tidak mampu beradaptasi di Jakarta, maka akan terkena sanksi peraturan tersebut.

Contoh Soal Ujian Dampak Modernisasi Dan Globalisasi.

Daftar Pustaka: