Mobilitas Sosial Horizontal Vertikal, Pengertian Ciri Faktor Contoh Saluran

Pengertian Mobilitas Sosial Masyarakat.  Di dalam bahasa Indonesia, mobilitas diartikan sebagai gerak. Sehingga, mobilitas sosial atau social mobility  adalah suatu gerak dalam struktur sosial atau social structure. Artinya ada proses perpindahan sosial atau adanya perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial yang lain.

Mobilitas sosial mempunyai kaitan yang erat dengan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial, mengingat mobilitas sosial merupakan gerak pindah dari suatu lapisan ke lapisan yang lainnya, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah.

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa definisi mobilitas sosial diantaranya adalah

1). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Horton dan Hunt

Mobilitas Sosial adalah  gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Perpindahan kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan maupun penurunan.

2). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Kimball Young dan RaymW. Mack,

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola -pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat- sifat hubungan antara individu dengan kelompoknya.

3). Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Robert M.Z. Lawang

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari satu lapisan ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Pada dasarnya jenis mobilitas sosial dibedakan menjadi mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal.

1). Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas horizontal adalah perpindahan kedudukan secara mendatar atau perpindahan dalam lapisan yang sama. Tidak terjadi perubahan derajat atau kedudukan seseorang. Mobilitas sosial horizontal pada dasarnya merupakan perpindahan dari suatu posisi ke posisi lainnya yang sederajat.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal misalnya seorang menteri dalam cabinet sekarang menjadi menteri pula dalam kabinet sebelumnya.

Mobilitas horizontal memiliki dua bentuk yaitu bentuk intragenerasi dan antargenerasi.

a). Mobilitas Horizontal Intragenerasi

Mobilitas sosial horizontal intragenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam diri seseorang, atau terjadi secara individual.

Contoh Mobilitas Sosial Horizontal Intragenerasi

Misalnya seorang guru sebuah sekolah swasta ingin memperbaiki nasibnya. Kemudian mengikuti serangkaian tes agar diterima sebagai guru di sekolah negeri. Akhirnya diterima dan menjadi guru di sekolah negeri.

b). Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Mobilitas horizontal antargenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam dua generasi atau lebih.

Contoh Mobilitas Horizontal Antargenerasi

Misalnya, orang tua adalah seorang anggota TNI dengan pangkat perwira menengah. Sedangkan, anaknya lebih memilih menjadi seorang dosen di perguruan tinggi negeri yang berada pada lapisan menengah pula.

Jenis Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan status atau strata atau jenjang atau tingkatan atau kelas social yang disandang individu atau sekelompok warga masyarakat pada lapisan sosial yang berbeda. Ada perpindahan atau perubahan status sosial atau kedudukan sosial dari yang lebih rendah menuju status sosial atau kedudukan sosial yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi dua, yaitu: Sosial Climbing dan Sosial Sinking

a). Mobilitas Vertikal Naik (Sosial Climbing)

Mobilitas vertikal naik adalah perpindahan dari suatu tingkatan ke tingkatan yang lebih tinggi. Mobilitas vertikal naik memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, Contoh Mobilitas Vertikal Naik adalah sebelumnya sebagai camat, kemudian jadi wali kota.

– Pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi.

b). Mobilitas Vertikal Turun (Sosial Sinking)

Mobilifias vertikal turun adalah perpindahan dari suatu tingkatan tingkatan yang lebih rendah. Mobilitas vertikal turun memiliki dua bentuk utama, yaitu:

– Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya. Contoh mobilitas vertikal turun adalah sebelum wali kota, kemudian menjadi warga masyarakat biasa lagi.

– Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa distntegrasi kelompok sebagai kesatuan.

Selain itu  Mobilitas vertikal dapat dibedakan menjadi mobilitas vertikal intragenerasi dan mobilitas vertikal antargenerasi.

Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Mobilitas sosial vertikal intragenerasi adalah mobilitas social yang terjadi pada individu atau seseorang atau anggota masyarakat. Status sosial berpindah dari suatu status social tertentu ke status social lainnya. Perpindahan status ini, dapat menaik atau menurun.

Contoh Mobilitas Sosial Vertikal Intragenerasi.

Misalnya, seorang tentara atau militer mula-mula pangkatnya adalah sersan, kemudian naik menjadi letnan, dan seterusnya. Di sini terjadi perpindahan status atau jenjang atau tingkatan social individu yaitu seorang tentara. Mobiltas sosialnya dinyatakan dengan kepangkatan pada system tentara atau militer.

Mobilitas sosial intragenerasi dapat terjadi menaik maupun menurun. Contoh mobilitas sosial intragenerasi yang menurun adalah seorang tentara yang diturunkan pangkatnya karena pelanggaran disliplin. Semula pangkatnya letnan diturunkan menjadi seran. Dalam hal ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh kepangkatan pada system militer.

Contoh lainnya, pegawai yang diturunkan jabatannya karena tidak mampu meningkatan keuntungan perusahaan dalam beberapa tahun. Semula jabatannya manager, kemudian diturunkan menjadi staf. Pada kasus ini, mobilitas socialnya direpresentasikan oleh jabatan yang dipegang pegawai.

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Mobilitas sosial vertikal antargenerasi adalah mobilitas sosial yang tidak terjadi dalam satu orang atau individu, tetapi terjadi dalam duagenerasi. Kakek dengan orangtua, bapak atau ibu, orang tua dengan anak – anaknya. Dibandingkan dengan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal lebih banyak memberikan dampak atau pengaruh terhadap masyarakat.

Contoh Mobilitas sosial vertikal antargenerasi

Misalnya, bapak atau orangtuanya dahulu berprofesi seorang dosen, sedangkan sekarang anaknya hanya lulus sekolah menengah atas saja. Hal itu menunjukkan mobilitas vertical yang menurun. Pada kasus ini terjadi perpindahan status atau strata antargererasi dari orang tua yang berprofesi dosen ke anaknya yang hanya lulusan sekolah menengah saja. Strata social direpresentasikan dengan prosfesi atau pekerjaan.

Ciri- Ciri Mobilitas Sosial Vertikal

Ciri-ciri mobilitas vertikal adalah sebagai berikut.

a). Mobilitas vertikal terjadi pada masyarakat yang menganut sistem pelapisan sosial terbuka maupun sistem pelapisan sosial tertutup.

2). Mobilitas vertikal terjadi menurut norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.

3). Kondisi politik dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan mempengaruhi laju mobilitas vertikal.

4). Saluran-.saluran dalam masyarakat merupakan sarana berlangsungnya mobilitas vertikal.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Mobilitas social selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat. Terjadinya fenomena  mobilitas sosial didorong oleh beberapa faktor, seperti perbedaan status ekonomi, perbedaan status sosial, masalah kependudukan, ambisi pribadi, situasi politik yang selalu berubah, dan motif  bersifat keagamaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Masyarakat

Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi tingkat mobilitas pada masyarakat modern, yaitu faktor struktural dan faktor individu.

a). Faktor Struktural

Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya.

Contoh Faktor Struktural

Contoh faktor struktural adalah ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dengan jumlah pelamar.

b). Faktor Individu

Faktor individu adalah kualitas tiap-tiap orang ditinjau dari tingkat pendidikan, penampilan, dan keterampilan pribadi. Faktor nasib juga dikategorikan sebagai factor individu.

Contoh Faktor Individu

Misalnya, suatu daerah membuka banyak lowongan pekerjaan, tetapi penduduknya tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

c). Perbedaan Status Sosial

Pada dasarnya, manusia akan berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan atau kesejahteraan hidupnya. Sehingga selalu ada kecenderungan untuk terjadinya mobilitas sosial.

d). Perbedaaan  Status Ekonomi

Sebagian Penduduk berusaha pindah ke daerah lain atau berimigrasi atau ke kota besar atau urbanisasi dengan harapan dapat memperbaiki keadaan ekonomi atau taraf hidupnya.

e). Situasi Politik

Mobilitas sosial dapat juga disebabkan oleh politik. Sebagian masyarakat memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan pindah ke negara lain yang mereka anggap cocok dengan pola pikir dan aspirasi politiknya, untuk mendapatkan kenyamanan hidupannya.

f). Motif-Motif Keagamaan

Dalam fakta sejarah telah mencatat bahwa di dalam masyarakat juga terdapat mobilitas penduduk yang disebabkan latar belakang atau motif keagamaan. Contohnya ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk dakwah agama Islam, atau adanya tugas suci dari para misionaris untuk mengajarkan agama ke negara lain.

g). Faktor Kependudukan (Demografi)

Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Pada daerah yang padat penduduknya, terutama di kota-kota besar, anggota masyarakat cenderung melakukan mobilitas sosial untuk menduduki lapisan yang lebih tinggi.

Saluran Mobiltas Sosial Masyarakat

Proses mobilitas sosial vertikal memiliki beberapa saluran penting, yaitu: (1) perkawinan, (2) organisasi politik, ekonomi, dan keahlian, (3) lembaga pendidikan, (4) lembaga keagamaan, dan (5) angkatan bersenjata. Proses mobilitas sosial vertikal melalui saluran-saluran tersebut disebut sebagai social circulation.

a). Saluran Mobiltas Bersenjata

Angkatan bersenjata berperan dalam masyarakat dengan sistem militerisme. Misalnya, dalam keadaan perang. Suatu negara akan mengharap kemenangan dari suatu peperangan.

Jasa seorang prajurit Angkatan bersenjata akan dihargai tinggi oleh masyarakat. Karena jasanya pula seorang prajurit memperoleh kedudukan yang lebih tinggi.

b). Saluran Mobiltas Lembaga Keagamaan

Dapat dikatakan bahwa pemuka-pemuka agama bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang ini dari lapisan rendah dalam masyarakat. Pemuka agama selalu dihormati dan dipandang sebagai orang yang memiliki kedudukan yang sangat terhormat

c). Saluran Mobiltas Sekolah

Lembaga pendidikan merupakan ssaluran nyata dalam mobilitas sosial vertikal. Sekolah juga dapat dikatakan sebagai sosial elevator bergerak dari yang paling rendah ke paling tinggi.

d). Saluran Mobiltas Organisasi Politik

Organisasi politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk mendapatkan kedudukan, jabatan dan posisi pemimpin dalam masyarakat. Melalui pemilihan umum seseorang bisa menjadi seorang bupati, wali kota dan gubernur.

e). Saluran Mobiltas Organisasi Ekonomi

Keadaan ekonomi seseorang di masyarakat akan menentukan kedudukan dan lapisan sosial seseorang. Bagi orang yang berhasil dalam bidang ekonomi berarti yang bersangkutan berada pada lapisan atas di masyarakat.

f). Saluran Mobiltas Organisasi- Organisasi Keahlian Atau Profesi

Organisasi-organisasi keahlian merupakan suatu wadah yang dapat menampung individu-individu dengan masing masing keahliannya untuk diperkenalkan dalam masyarakat. Jika seseorang memiliki keahlian, orang tersebut berharap dapat menduduki lapisan sosial yang tinggi di masyarakat.

Contoh organisasi keahlian adalah Ikatan Dokter Indonesia, persatuan insinyur Indonesia,  himpunan sarjana ilmu pengetahuan, persatuan sastrawan, dan organisasi pelukis.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Vertikal.

Keberhasilan seseorang di bidang pembibitan tanaman pangan mendapatkan penghargaan kalpataru dari pemerintah, ilustrasi ini menunjukkan cara memperoleh status tersebut melalui….

A..Lembaga ekonomi.    B..Pendidikan formal.   C. Prestasi kerja.   D. Struktur social.   E. Interaksi social.

Jawaban: C

Pembahasan:

Mobilitas vertical ke atas atau social Climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Social climbing memiliki dua bentuk yaitu:

Naiknnya orang- orang berstatus social rendah status social yang lebih tinggi karena adanya peningkatan prestasi kerja.

Terbentuknya suatu kelompok  baru yang lebih tinggi daripada lapisan social yang sudah ada akibat adanya proses peralihan generasi.

Ilustrasi pada soal adalah termasuk social climbing dengan cara memperoleh status akibat prestasi kerja.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, 

Soal 1. Ahli sosiologi yang berpendapat bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

a). Horton

b). Hunt

c). Kimball Young

d). Pitirim A Sorokin

e). Selo Soemardjan

Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

a). khusus

b). perorangan

c). kelompok

d). horisontal

e). vertikal

Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

a). naik

b). turun

c). tetap

d). standar

e). menyeluruh

Daftar Pustaka:

Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

Pengertian Mobilitas. Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

Proses Terjadinya Mobilitas Sosial

Proses terjadinya mobilitas sosial disebabkan adanya perubahan sosial. Faktor- faktor yang memengaruhi perubahan sosial adalah tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

a). Tingkat Reproduksi Pada Mobilitas Sosial

Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya mobilitas adalah adanya suatu lapisan yang tidak dapat memproduksi sesuai kebutuhannya.

Contohnya, tenaga ahli dalam suatu daerah terbatas sehingga tidak dapat menangani semua pekerjaan. Akibatnya, orang-orang yang tidak ahli akan berpindah pekerjaan ke lapisan pekerja ahli tersebut.

b). Perbedaan Tingkat Migrasi Pada Mobilitas Sosial

Sejalan dengan perkembangan sosial dan perkembangan ekonomi masyarakat, kondisi politik, keamanan, dan mobilitas penduduk di Indonesia semakin rumit (kompleks).

Tingkat migrasi dari suatu tempat ke tempat lain merupakan salah satu pendorong mobilitas sosial.

Contoh mobilitas internasional berupa perpindahan antara negara, dan mobilitas internal berupa migrasi desa- ke desa termasuk mobilitas musiman, migrasi antarwilayah (antarprovinsi) termasuk transmigrasi,

c). Perubahan Teknologi Pada Mobilitas Sosial

Adanya perubahan teknologi telah mampu mendorong mobilitas sosial masyarakat.

Contoh dahulu transportasi menggunakan delman dan becak, sekarang telah berubah dengan taksi angkutan, ojol dan taksi on line. Begitu juga dulu seorang kusir kini berubah menjadi sopir.

d). Perubahan Kemampuan Pada Mobilitas Sosial

Pendidikan dan keterampilan akan memengaruhi perubahan kemampuan seseorang. Secara otomatis akan berpengaruh terhadap mobilitas sosial.

Contoh, seorang tukang ojek setelah mengikuti kursus stir mobil maka ia mampu menjadi sopir.

e). Perubahan Sikap Pada Mobilitas Sosial

Perubahan sikap dapat mendorong dan menghambat terjadinya mobilitas sosial.

Contoh sikap yang mendukung mobilitas adalah keinginan untuk maju maupun menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sikap yang menghambat mobilitas antara lain bersikap masa bodoh, tidak peduli dengan lingkungannya, dan pasrah dengan keadaan tanpa mau berusaha.

Pengaruh Mobilitas Sosial

Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

Dampak Mobilitas Terhadap Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

a). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Antarsosial

Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Kelompok Sosial

Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

c). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Antargenerasi

Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

d). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status dan Konflik Peran

Konflik status dan konflik peran akan terjadi jika masing-masing status yang melekat pada diri seseorong harus diperankan dalam waktu yang bersamaan.

Konflik status dan/ atau konflik peran merupakan pertentangan antara status/ peran yang satu dengan status peran yang lain yang terjadi pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan antar status tersebut sekaligus karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga.

Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu

Dampak mobilitas sosial tidak hanya dialami oleh kelompok masyarakat, namun dapat dialami oleh individu. Adapun dampak mobilitasbagi individu ini berupa:

a). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status (Status-Conflict)

Seseorang dalam masyarakat umumnya memiliki beberapa kedudukan sekaligus. Namun umumnya masyarakat melihat pada kedudukan utama yang menonjol pada orang tersebut.

Contoh Konflik Status  Seseorang yang memiliki kedudukan sebagai kepala keluarga, ketua RT, dan anggota kepolisian. Kedudukan paling menonjol, yaitu sebagai anggota kepolisian. Ketika orang tersebut harus menangkap anaknya sendiri karena melakukan tindak kejahatan, maka statusnya sebagai anggota kepolisian mengharuskan melakukan kewajibannya.

Jadi, konflik status dalam kehidupan individu ini berupa pertentangan antara dua status yang saling berbeda dalam diri seseorang, yang disebabkan adanya kepentingan dari status-status yang saling bertentangan.

b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Peranan (Conflict of Roles)

Peranan (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan atau status. Jika seseorang  berubah statusnya, maka peranan pun ikut pula berubah sejalan dengan adanya konflik status.

Contoh Apabila dalam suatu masyarakat terdapat individu yang tidak mampu menjalankan peranannya seperti yang diharapkan oleh masyarakat, maka individu tersebut dapat disebut mengalami konflik peranan.

Jadi, konflik peranan adalah suatu keadaan dalam diri seorang individu yang tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan peranan yang disandangnya.

Penyesuaian Pasca Konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

a). Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.

b). Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.

c). Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat

Soal 1. Ahli sosiologi yang menyatakan bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

a). Kimball Young

b). Hunt

c). Horton

d). Pitirim A Sorokin

e). Selo Soemardjan

Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan strata (statas) yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

a). perorangan

b). horisontal

c). kelompok

d). khusus

e). vertikal

Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

a). tetap

b). turun

c). naik

d). standar

e). menyeluruh

Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat

1). Mobilitas sosial adalah gerak perpindahan seseorang ataupun sekelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain.

2). Mobilitas sosial berdasarkan jenisnya dibagi menjadi mobilitas vertical dan horizontal.

3). Saluran-saluran mobilitas sosial, antara lain angkatan bersenjata, lembaga keagamaan, sekolah, organisasi politik, organisasi ekonomi, dan organisasi-organisasi keahlian.

4). Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas sosial, antara lain tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

5). Dampak mobilitas sosial, antara lain akan timbul konflik dan

Daftar Pustaka:

  1. Konflik Status dan Konflik Peran, Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu, Konflik Status (Status-Conflict), Contoh Konflik Status (Status-Conflict), Konflik Peranan (Conflict of Roles), Contoh Konflik Peranan (Conflict of Roles), Proses Terjadinya Mobilitas Sosial, Tingkat Reproduksi,
  2. Contoh Tingkat Reproduksi, Perbedaan Tingkat Migrasi, Contoh Perbedaan Tingkat Migrasi, Perubahan Teknologi, Contoh Perubahan Teknologi, Perubahan Kemampuan, Contoh Perubahan Kemampuan, Perubahan Sikap,
  3. Contoh Perubahan Sikap, Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat, Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat., Pengaruh Mobilitas Pada Konflik Di Masyarakat,