Faktor Yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang

Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang biasa disebut dengan nonkonformitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok dengan menghidar dari nilai dan atau norma yang berlaku atau dianut dalam suatu masyarakat.

Perilaku menyimpang bukanlah kualitas yang dilakukan seseorang, melainkan konsekuensi atau akibat adanya peraturan dan penerapan sangsi yang dilakukan oleh pihak lain (atau masyarakat) terhadap pelaku tindakan tersebut.

Penyimpangan terjadi ketika tindakan yang dilakukan diluar batas norma – norma yang berlaku dalam suatu sistem social. Penyimpangan ini menyebabkan adanya usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku pelakunya.

Penyimpangan dianggap oleh sejumlah orang sebagai perilaku yang tercela dan di luar batas toleransi. Dengan demikian dapat disederhanakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma – norma kelompok atau masyarakat.

Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang.

Terjadinya penyimpangan sosial dapat diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah:

  1. Penyimpangan terjadi akibat adanya perubahan nilai dan norma dari suatu periode ke periode waktu lain.
  2. Penyimpangan terjadi karena tidak ada norma atau aturan yang bersifat mutlak yang bisa diberlakukan atau digunakan untuk menentukan benar tidaknya perilaku seseorang sepanjang waktu.
  3. Individu atau anggota masyarakat yang tidak mematuhi norma disebabkan karena mengamati pihak lain yang tidak mematuhi atau karena mereka tidak diajarkan untuk mentaatinya.
  4. Adanya individu atau anggota masyarakat yang belum memahami dan mendalami norma atau belum menyadari kenapa suatu norma itu harus dipatuhi. Hal ini dapat disebabkan karena proses sosialisasi yang belum sampai atau utuh pada seseorang.
  5. Adanya individu atau anggota masyarakat yang kurang atau tidak yakin dengan kebenaran atau kebaikan norma. Atau individu dihadapkan dengan situasi di mana terdapat norma – norma yang tidak sesuai.
  6. Penyimpangan terjadi akibat adanya konflik peran dalam seorang individu karena menjalankan beberapa peran dengan tuntutan perilaku yang berbeda.
  7. Penyimpangan terjadi akibat lemahnya ikatan dengan lembaga – lembaga sosial di masyarakat, seperti keluarga, sekolah dan pekerjaan.
  8. Penyimpangan terjadi akibat adanya masyarakat kompleks yang cenderung menjadi masyarakat tanpa norma. Pada masyarakat kompleks tidak ada pedoman atau aturan jelas yang dapat dipelajari dan dipatuhi.
  9. Penyimpangan dapat terjadi akibat ketidakmampuan individu atau anggota masyarakat dalam menyesuaikan diri secara psikologis.

Daftar Pustaka: