Arsip Penulis: ardraviz

Sifat Kutub Magnet, dan Kegunaan Magnet

Benda Magnetik dan Nonmagnetik

Magnet merupakan bahan yang dapat menarik benda lain yang memiliki sifat magnet. Pada prinsipnya benda dapat dikatagorikan menjadi benda magnetik dan nonmagnetik.

Bahan Magnetik.

Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik, misalnya besi, nikel, baja, dan kobalt.

Bahan Nonmagntik

Bahan-bahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan nonmagnetik, misalnya kayu, plastik, kertas, dan karet.

Berdasarkan kuat atau tidaknya magnet menarik benda, sifat bahan magnet dibedakan menjadi tiga, yaitu ferromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

Bahan Ferromagnetik

Bahan ferromagnetik adalah bahan yang sangat kuat ditarik magnet, misalnya besi, baja, nikel, dan kobalt.

Bahan Paramagnetik

Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat ditarik oleh magnet, tetapi tarikannya sangat lemah. Bahan yang tergolong paramagnetik adalah aluminium, tembaga, dan kaca..

Bahan Diamagnetic

bahan diamagnetic adalah bahan yang apabila didekatkan dengan magnet, maka magnet akan menolaknya atau menjauhinya. Logam mineral yang tergolong bahan diamagnetik di antaranya emas dan timah hitam bismuth.

Sifat kemagnetan yang dimiliki oleh benda dapat dihilangkan dengan cara pemanasan atau pemukulan. Perlakuan tersebut mengganggu atau merubah atau merusak susunan magnet elementer sehingga susunannya kembali tidak teratur dan sifat magnetnya hilang.

Kutub Magnet

Kutub-kutub magnet adalah bagian ujung magnet yang memiliki kekuatan paling kuat untuk menarik partikel besi dibandingkan bagian magnet yang lainnay. Setiap magnet memiliki dua buah kutub, yaitu kutub selatan dan kutub utara.  Garis lurus yang menghubungkan kedua kedua kutub magnet ini disebut sebagai sumbu magnet.

Kutub -kutub magnet memiliki sifat yang unik, yaitu: jika Dua kutub magnet yang sejenis saling didekatkan, maka akan saling tolak menolak atau menjauh. Kutuk magnet selatan dan kutub magnet utara jika didekatkan akan saling Tarik dan mendekat.

Namun jika kedua  kutub magnet yang berlawanan jenis  didekatkan akan saling tarik -menarik. Ketika kutub selatan didekatkan dengan kutub magnet selatan, maka akan saling menjauh.

Sifat-Sifat Magnet

  • Magnet hanya menarik benda yang memiliki sifat magnet yang ada di sekitarnya.
  • Gaya magnet dapat menembus benda.
  • Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
  • Kutub magnet yang sejenis akan saling tolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik.
  • Medan magnet membentuk gaya magnet.
  • Sifat kemagnetan dapat dihilangkan atau dilemahkan.

Medan Magnet

Medan magnet adalah daerah sekitar magnet yang pada daerah itu magnet lain masih dipengaruhi oleh gaya magnetic. Jika di daerah tersebut ditaburkan serbuk besi, maka serbuk besi akan ditarik oleh kutub magnet dan membentuk pola garis, disebut garis gaya magnet.

Garis – garis gaya magnet ini memiliki sifat sifat berikut:

  • garis – garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan,
  • garis – garis gaya magnet tidak pernah berpotongan,
  • tempat dengan garis gaya magnet rapat menunjukkan medan magnet kuat. Sebaliknya, tempat dengan garis gaya magnet renggang menunjukkan medan magnet lemah.

Jenis atau Macan Magnet.

Bentuk magnet yang dinamai karena bentuknya yaitu:

  • Magnet batang berbentuk seperti batang atau pensil atau balok atau kubus kecil.
  • Magnet silinder berbentuk seperti pipa atau tabung panjang.
  • Magnet jarum berbentuk seperti jarum kompas dengan kedua ujung membentuk kutub magnet yang runcing.
  • Magnet U berbentuk huruf U atau tapal kuda dan biasa disebut magnet ladam.
  • Magnet cincin berbentuk menyerupai cincin.
  • Magnet keeping berbetuk koin atau kepingan uang logam.

Jenis atau Macam Magnet yang dinamai karena sifat ketahanannya yaitu magnet tetap atau permanen dan magnet sementara atau buatan.

Cara Membuat Magnet.

Cara membuat benda menjadi bermagnet yaitu dengan digosok digosok oleh sebuah magnet permanen, atau dengan induksi yaitu dengan mendekatkan benda tak bermagnet ke salah satu ujung kutub magnet permanen. Selain itu, benda tidak bermagnet dapat dibuat menjadi bermagnet dengan cara listrik yaitu dengan cara melilitkan kawat berarus pada benda tersebut. Cara listrik ini biasa disebut dengan  cara elektromagnetik.

Kegunaan Magnet

Magnet banyak digunakan dalam peralatan yang bekerja dengan listrik seperti loadspeaker pada radio atau televisi,  pada pintu lemari perndingin atau lemari pakaian agar pintu tertutup rapat, selain itu magnet digunakan pada dynamo sepeda untuk lampu.

Pada industry berat, magnet digunakan untuk menarik besi tua dari benda lainnya. Pada indutri pengolahan mineral dan makanan atau air, magnet digunakan untuk pemurnian memisahkan besi dari bahan olahan.

 

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Pengertian Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembelian barang dagangan atau produk jadi atau produk akhir atau finished goods dan kemudian menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan atau pengolahan terlebih dahulu. Sama halnya dengan perusahaan lain, tujuan perusahaan dagang adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba.

Sedangkan yang dimaksud dengan barang dagangan atau merchandise inventory adalah barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan, bahwa kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa mengubah bentuk.

Ciri -Ciri Perusahaan Dagang

Dari keterangan tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan dagang yang berbeda dengan ciri-ciri perusahaan jasa. Adapun ciri-ciri perusahaan dagang di antaranya sebagai berikut.

  • Aktivitasnya adalah pembelian dan penjualan barang dagangan.
  • Pendapatannya diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan.
  • Terdapat perhitungan harga pokok penjualan, HPP, untuk menentukan nilar laba atau rugi.
  • Beban biaya untuk operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri atas kegiatan – kegiatan sebagai berikut:

Tahap Pencatatan

Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus ada buktinya. Dalam melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau memperoleh bukti transaksi. Adapan langkah kegiatannya adalah Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, Pencatatan dalam jurnal, dan Pemindahbukuan ke buku

Tahap Pengikhtisaran

Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa.

Adapun langkah kegiatannya adalah Pembuatan neraca saldo, Pembuatan jurnal penyesuaian, dan Pembuatan neraca lajur

Tahap Pelaporan

Penghitungan harga pokok penjualan, Pembuatan laporan keuangan, Pembuatan jurnal pembalik,  Pembuatan jurnal penutup, dan Pembuatan neraca saldo setelah penutup besar.

Penentuan Harga Pokok Penjualan Perusahaan

Pada perusahaan dagang, akun-akun yang dilaporkan dalam laba rugi adalah penghasilan dan beban. Penghasilan atau revenues diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan dan pendapatan lain di luar usaha pokok. Beban – beban terdiri atas harga pokok penjualan atau cost of goods sold, beban penjualan, dan beban di luar usaha.

HPP = persediaan awal +    pembelian   –   persediaan akhir

Harga pokok penjualan, HPP adalah harga jual dasar dari barang dagangan sebelum ditambah keuntungan yang diinginkan perusahaan.

Harga pokok penjualan dibentuk dari nilai barang yang dimiliki atau persediaan awal ditambah nilai seluruh pembelian bersih dan dikurangi dengan nilai persediaan akhir.

Harga pokok penjualan dipergunakan untuk menentukan laba atau rugi. Ketika harga jual barang lebih besar daripada harga pokok penjualan maka perusahaan mendapatkan keuntungan laba. Sebaliknya, jika harga jual lebih rendah daripada harga pokok penjualan maka perusahaan menjadi rugi.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Contoh laporan keuangan Perusahaan Dagang dapat dilihat pada gambar di bawah.

Contoh Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Contoh Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Dari hasil laporan laba rugi di atas dapat diketahui bahwa keuntungan PT Ardra.biz adalah Rp109.824.000,00.

Pustaka:

  1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta

Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi

Pengetian Akuntansi.

Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi, yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Akuntansi merupakan suatu proses yang mengolah data-data atau dokumen ekonomi dengan tujuan menghasilkan informasi

Masukan atau input dari akuntansi adalah berupa data-data atau dokumen ekonomi dari berbagai kegiatan transaksi organisasi ataupun perusahaan. Kemudian data – data tersebut diolah melalui proses identifikasi, pengukuran, pelaporan untuk menghasilkan suatu keluaran atau output berupa informasi yaitu laporan keuangan. Output berupa laporan tersebut kemudian digunakan sebagai argumen atau sebagai landasan pengambilan keputusan bisnis oleh pengguna informasi tersebut.

Pemakai Informasi Akuntansi.

Informasi akuntansi digunakan oleh pihak – pihak yang membutuhkan atau yang berkepentingan, sebagai acuan atau landasan untuk membuat penilaian dan keputusan. Pemakai informasi akuntansi tersebut dapat kita bedakan menjadi dua pihak, yaitu pihak intern dan pihak ekstern.

Pemakai Internal.

Pemakai internal adalah pihak yang pelaku usaha, seperti rumah tangga konsumsi  dan rumah tangga produksi. Dalam hal ini adalah pimpinan dan para pengelola perusahaan seperti manajer yang bertanggung jawab dalam pengambilan suatu keputusan.

Pemakai Eksternal.

Pihak eksternal adalah pihak – pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak di luar perusahaan. Misalnya bank yang memberikan fasilitas kredit atau pinjaman. Bank harus memastikan apakah debiturnya (perusahaan yang pinjam uang) dapat melunasi seluruh pinjamannya pada waktu yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan agar bank terhindar dari permasalahan kredit macet.

Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi adalah metode atau tata laksana dan prosedur (aturan) untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan untuk suatu organisasi bisnis atau perusahaan. Sistem akuntansi yang diterapkan pada suatu perusahaan tergantung pada kompleksitas kegiatan bisnisnya. Perusahaan besar dengan kompleksitas besar maka, sistem yang digunakan juga lebih kompleks. Hal ini disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh para pengelola perusahaannya.

Sistem akuntansi merupakan Bidang akuntansi khusus yang berkaitan dengan perencanaan dan pembuatan prosedur akuntansi dan peralatannya dan disertai dengan penentuan langkah – langkah pengumpulan data dan pelaporan data keuangan suatu keuangan.

Sistem akuntansi terdiri dari dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu sistem akuntansi meliputi tiga tahapan:

Tahap Pencatatan.

Mengidentifikasi dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.

Pada tahap ini, transaksi keuangan yang terjadi dicatat dalam suatu formulir pencatatan yang disebut jurnal. Pencatatan dilakukan secara kronologis (berurutan) sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi seperti yang tertera dalam bukti transaksi. Selanjutnya jurnal tersebut dipindahbukukan atau diposting ke buku besar.

Tahap Pengikhtisaran atau Ringkasan

Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca percobaan/neraca saldo/neraca sisa serta kertas kerja/neraca lajur.

Pada tahap ini, transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal dipindahkan ke buku besar sehingga transaksi yang terjadi selama periode tersebut diringkas dan tergambar dalam saldo masing-masing akun yang disusun dalam neraca saldo. Pada tahap ini, juga dibuat jurnal penyesuaian, kertas kerja, jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik.

Tahap Pelaporan

Meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Tahap penyusunan laporan keuangan, meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas.

 

Pustaka:

  1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
  3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.

Aktiva Total dalam Neraca, Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Terbuka

Penegrtian Aktiva atau Aset Perusahaan

Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kegiatan masa lalu dan mendapatkan manfaat atau keuntungan di masa depan.

Aktiva merupakan sumber – sumber ekonomi yang dimilik peusahaan yang pada umumnya dinyatakan dalam satuan uang. Sumber sumber ekonomi ini disebut sebagai harta atau aset atau aktiva.

Harta perusahaan dapat berasal dari pemilik perusahaan yang disebut modal, dan juga berasal dari pinjaman (dari luar perusahaan) yang disebut kewajiban. Hubungan antara aktiva atau harta perusahaan dengan kewajiban dan modal dinnyatakan dalam persamaan akuntansi sebagai berikut:

Aktiva = Kewajiban + Modal

Persamaan akuntansi menjelaskan bahwa nilai aktiva selalu sama dengan penjumlahan nilai kewajiban dan modal. Artinya, aktiva dipengeruhi oleh dua variabel, yaitu kewajiban dan modal.

Kewajiban

Kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada saat tertentu di masa yang akan datang atau saat jatuh tempo. Kewajiban ini merupakan tagihan para kreditur yang memberikan pinjaman pada perusahaan.

Karena utang menimbulkan suatu kewajiban untuk mengembalikan pinjamannya maka disebut kewajiban.

Modal

Modal pada hakikatnya adalah hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan sebagai akibat adanya modal pokok yang diserahkan untuk memulai usaha. Besarnya hak pemilik sama dengan aktiva bersih perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban.

Aktiva pada Laporan Keuangan Neraca.

Dalam akuntansi keuangan, ketiga komponen ini tercatat dalam laporan posisi keuangan yaitu neraca. Neraca ini dibuat dengan maksud untuk menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Dengan demikian Neraca berisi suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki suatu perusahaan.

Contoh cara membuat laporan posisi keuangan atau neraca suatu perusahaan dapat dilihat pada gambar di berikut. Pada ilustrasi aktiva dinyatakan sebagai “aset”. Format laporan keuangan ini mengacu pada keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-347/BL/2012 Tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Terbuka atau Publik atau Go Public.

 

Total aktiva atau Aset Perusahaan

Aktiva Total dalam Neraca, Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Terbuka

Dalam laporan posisi keuangan terebut dapat diketahui bahawa Aktiva atau aset terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.

Aktiva Lancar atau Aset Lancar.

Aktiva lancar adalah aset yang berupa uang tunai atau aktiva yang mudah dijual dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Aktiva lancar merupakan harta yang dalam satu masa perputaran kegiatan usaha umumnya satu tahun dapat dicairkan atau dijual atau dipakai habis.

Yang termasuk dalam katagori aktiva lancar adalah kas dan setara kas, piutang usaha pihak ketiga, piutang pihak berelasi. Aset lancar lainnya seperti persedian, pajak dibayar dimuka, biaya dibayar dimuka, aset tidak lancar atau kelompok lepasan dimiliki untuk dijual. Jumlah dari Semua komponen ini menjadi total aset lancar perusahaan.

Aktiva Tidak Lancar atau Aset Tidak Lancar.

Aset tidak lancar yang dalam Bahasa Inggris disebut long-term asset atau disebut juga sebagai aset jangka Panjang merupakan jenis aset yang diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu tahun.

Komponen aset tidak lancar terdiri dari Piutang pihak berelasi non-usaha, Aset keuangan tidak lancar lainnya, Investasi pada entitas asosiasi, Properti Investasi, Aset Tetap. Aset Takberwujud dan aset pajak tangguhan.

Aset – aset dalam katagori ini merupakan harta kekayaan milik perusahaan yang dapat dilihat dan diukur dengan jelas atau tangible dan memiliki sifat tahan lama biasanya lebih dari satu tahun.

Total Akitva atau Total Aset.

Pada laporan posisi keuangan suatu perusahaan dapat diketahui Total harta atau aset yang dimiliki perusahaan yaitu dengan cara menjumlahkan total aktiva lancar dengan total aktiva tidak lancar.

Pustaka:

  1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
  3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.

Fluks magnetic, Rumus Dan Cara Menghitungnya.

Konsep tentang fluks magnetik pertama kali dikemukaan oleh ilmuwan Fisika yang bernama Michael Faraday untuk menggambarkan medan magnet.

Medan magnet ini digambarkan dengan menggunakan garis-garis gaya. Medan magnet kuat digambarkan oleh garis gaya yang rapat sedangkan yang kurang kuat digambarkan dengan garis gaya yang kurang rapat. Sedangkan untuk daerah yang memiliki kuat medan yang homogen digambarkan garis-garis gaya yang sejajar. Garis gaya magnet  dilukiskan dari kutub utara magnet dan berakhir di kutub selatan magnet.

Kuat medan magnetik dinyatakan dengan lambang B yang disebut dengan induksi magnet. Sebenarnya Induksi magnetik ini menyatakan kerapatan garis gaya magnet.

Pengertian Fluks Magnetik dan Rumus Untuk Menghitungnya

Fluks magnetik menyatakan banyaknya jumlah garis gaya yang menembus permukaan bidang secara tegak lurus, yang dapat dinyatakan dalam persamaan, sebagai berikut.

Φm = B A

Jika arah B tidak tegak lurus terhadap permukaan bidang atau membentuk sudut tertentu sebesar θ, maka persamaannya menjadi:

Φm = B A cos

dengan :

Φm  =  fluks magnetik (weber atau Wb)

B  =  induksi magnetik (T atau Wb/m2)

A  =  luas penampang (m2)

θ  =  sudut yang dibentuk antara arah B dengan garis normal (radian atau derajat)

Cara Menhitung Fluks Magnetic

Fluks Magnetik, Cara Menghitung

Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa perubahan fluks magnet sangat dipengruhi oleh tiga variable berikut. Yang pertama, terjadi karena perubahan medan magnet B. Kedua, terjadi karena perubahan luas penampang yang dilaluinya. Ketiga, terjadi karena perubahan sudut θ.

Fluks magnetik dapat diukur dengan menggunakan fluksmeter. Alat ini terdiri dari kumparan dan rangkaian yang mampu menghitung fluks magnetik berdasarkan perubahan tegangan yang disebabkan oleh perubahan medan magnet yang melalui kumparan di dalam alat ini.

Fluks magnetic, Rumus Dan Cara Menghitungnya, Konsep fluks, ilmuwan ,  Michael Faraday, medan magnet, garis-garis gaya, garis gaya, garis gaya yang kurang rapat,  kutub utara magnet, kutub selatan magnet, induksi magnet, kerapatan garis gaya magnet, tegak lurus, weber, luas penampang, sudut garis normal, radian atau derajat, luas penampang , perubahan sudut θ, fluksmeter,  kumparan, rangkaian listrik,  menghitung fluks magnetic, perubahan tegangan, tegangan,

 

 

 

 

 

 

 

Harga Pokok Penjualan, HPP

Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan atau biasa disingkat menjadi  HPP adalah istilah yang dipakai dalam laporan  akuntansi dan pajak.  Nilai HPP menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis perusahaan. Ini termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead namun tidak termasuk periode (operasi) biaya untuk penjualan, iklan atau riset dan pengembangan.

HPP muncul pada laporan laba rugi sebagai komponen utama dari biaya operasi. HPP juga sering disebut sebagai biaya penjualan. Perhitungan HPP dilakukan untuk mengetahui besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Harga Pokok Penjualan perusahaan dagang dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang – Persediaan Akhir

Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih

Pembelian Bersih = (Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

Penjualan Bersih = Penjualan – (Retur Penjualan + Potongan Penjualan)

Persediaan awal 

Persediaan awal adalah persediaan barang yang tersedia di awal periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal barang dagang dapat diketahui dalam neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.

Persediaan akhir 

Persediaan akhir  adalah persediaan barang yang tersedia di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan. Saldo persediaan ini dapat diketahui dalam data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

Pembelian bersih

Pembelian bersih adalah seluruh pembelian barang dagang yang dilakukan perusahaan, baik pembelian barang secara tunai maupun secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian dikurangi potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

 

 

Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka

Pengertian Laporan Keuangan  Perusahaan.

Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah dokumen yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap perusahaan baik perusahaan dagang, jasa maupun terbuka untuk membuat dan melaporkan kondisi keuangannnya pada periode tertentu. Dokumen keuangan ini menunjukkan kondisi keuangan saat ini, atau terkini.

Hal ini artinya keadaan keuangan perusahaan merujuk pada tanggal tertentu, ini biasanya untuk neraca keuanga. Atau kondisi dalam periode tertentu, ini artinya laporan merujuk pada rentang waktu tertentu, biasanya satu tahun, ini biasanya untuk pelaporan laba rugi.

Perusahaan terbuka mempunyai kewajiban untuk melaporkan kondisi keuangannya kepada masyarakat sebagai pertanggungjawaban atas pengelolaan selama periode sebelumnya. Laporan Keuangan perusahaan dapat diakses oleh masyarakat umum melalui situs resmi perrusahaan berssangkutan atau media masa termasuk dapat diperoleh di situs Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-347/BL/2012 terkait Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Terbuka atau Publik atau Go Public,

Peraturan ini memberikan pedoman mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang harus disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik, baik kepada masyarakat maupun Bapepam dan LK (Lembaga Keuangan).

Peraturan ini merupakan pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan secara umum yang wajib diterapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam menyusun laporan keuangan.

Hal-hal mengenai struktur, isi, dan persyaratan dalam penyajian laporan keuangan dan pengungkapan yang tidak diatur dalam Peraturan ini, harus mengikuti SAK (Standar Akuntansi Keuangan) dan praktik akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.

Dalam hal terdapat perubahan dalam SAK setelah berlakunya Peraturan ini, Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengikuti ketentuan SAK terkini, sepanjang tidak dinyatakan lain oleh Bapepam dan LK.

Penyajian Laporan Keuangan  Perusahaan Terbuka

Laporan Posisi Keuangan.

Laporan posisi keuangan merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan Aset, Liabilitas, dan ekuitas dari suatu Emiten atau Perusahaan Publik pada tanggal tertentu.

Dalam laporan posisi keuangan, aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang disajikan sebagai klasifikasi yang terpisah, kecuali untuk industri tertentu dimungkinkan penyajian berdasarkan likuiditas apabila hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Dalam hal pengecualian tersebut diterapkan, maka Emiten atau Perusahaan Publik menyajikan seluruh Aset dan Liabilitas berdasarkan urutan likuiditas.

Laporan Laba Rugi Komprehensif.

Laporan laba rugi komprehensif merupakan laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode. Laporan laba rugi komprehensif terdiri dari dua komponen yaitu: laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan seluruh pendapatan dan beban yang diakui dalam suatu periode dalam satu laporan laba rugi komprehensif.

Laporan Perubahan Ekuitas.

Pengertian Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas Emiten atau Perusahaan Publik yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aset neto atau kekayaan bersih selama periode pelaporan.

Laporan Arus Kas.

Pengertian Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran Kas dalam aktivitas Emiten atau Perusahaan Publik selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Catatan Atas Laporan Keuangan.

Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan penjelasan atau rincian dari pos yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi mengenai pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka.

Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.

Laporan-Keuangan-Perusahaan-Terbuka-TBK.

 

Tujuan Kebijakan Uang Ketat Dan Kebijakan Uang Longgar

Tight Money Policy dan Easy Money Policy merupakan instrumen – instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan moneter. Kebijakan ini diterapkan dengan menggunakan fasilitas operasi pasar terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama-sama dengan instrumen lainnya. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual dan membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah.

Operasi pasar terbuka berarti Bank Indonesia membeli atau menjual sekuritas pemerintah bagi kepentingannya sendiri dalam pasar uang terbuka.  Sekuritas dalam bentuk surat-surat berharga dan obligasi seperti sertifikat Bank Indonesia, wesel, surat pembendaharaan negara, dan SBPU.

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah. Instrument ini dapat dilakukan sendiri, atau bersama dengan instrument lain.

Adapun tujuan dilakukannya kebijakan Tight Money Policy dan Easy Money Policy oleh pemerintahan adalah:

Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia

Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia

Tujuan Kebijakan Tight Money Policy,

Tight Money Policy atau dalam Bahasa Indonesianya biasa disebut dengan kebijakan uang ketat adalah kebijakan yang umum diambil oleh pemerintah melalui bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga, menjual Sertifikat Bank Indonesia, menaikan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat atau tigh money policy agar inflasi turun. Ketika masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah, maka jumlah uang beredar berkurang yang diikuti turunnya inflasi.

Tujuan Kebijakan Easy Money Policy,

Easy Money Policy atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut dengan kebijakan uang longgar adalah kebijakan yang biasa diambil oleh pemerintah melalui bank sentral yaitu Bank Indonesia untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Kebikjakan uang longgar ini dilakukan dengan menurunkan tingkat suku bunga (atau kebijakan diskonto), menurunkan cadangan kas (atau kebijakan cash ratio), dan mempermudah pemberian kredit.

Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat untuk melakukan kebijakan easy money policy agar investasi naik. Ketika pemerintah membeli surat-surat berharga dari masyarakat, maka jumlah uang beredar naik dan investasi naik pula. Jika investasi naik, maka dapat diharapkan pertumbuhan ekonomi juga ikut naik.

Daftar Pustaka:

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank Indonesia yang ……..

Pengertian dan Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama……..

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas preferensi). Secara teoritis, uang diperuntukan a…….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijakan berikut: Kebijakan Moneter Kebijakan moneter …….

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara. Pertumbuhan …….

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setidaknya terdapat dua faktor utama yang cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat investasi, yaitu tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga pinjaman adalah biaya investasi yang menjadi……

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money ) yang…….

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga-harga secara umum nilainya turun dan sebaliknya …….

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan…….

Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.

Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

Faktor Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia

Pada prinsinya kebutuhan manusia dapat dikatagorikan menjadi dua yaitu barang dan jasa. Barang merupakan kebutuhan yang berwujud atau tangible , contohnya seperti perumahan,  pakaian, makanan, dan minuman. Sedangkan jasa merupakan kebutuhan yang tidak berwujud atau intangible contohnya adalah kesehatan, pendidikan, rekreasi atau hiburan.

Berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi tiga katagori yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Sedangkan berdasarkan sifatnya, kebutuhan dibagi menjadi kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani..

Faktor Yang Pengaruhi Kebutuhan Manusia,

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingginya kebutuhan manusia di antaranya adalah.

  1. Manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperoleh dan atau dimilikinya.
  2. Pertumbuhan penduduk dunia yang relatif tinggi. Pada tahun 2011, di Indonesia jumlah bayi yang lahir mencapai 10.000 orang per hari atau sekitar empat juta jiwa per tahun. Sedangkan Di seluruh dunia Setiap tahun diperkirakan 135 juta bayi yang baru terlahir.
  3. Kebutuhan manusia cenderung tidak terbatas, dilain pihak, sumber daya yang dapat menghasilkan barang dan atau jasa sangat terbatas.

Keterbatasan sumber daya inilah yang kemudian disebut kelangkaan (scarcity). Adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia menyebabkan manusia dihadapkan pada pilihan – pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Contoh pilihan yang bersifat individu adalah seorang mahasiswa yang dihadapkan pada pilihan untuk membeli buku pelajaran atau pakaian. Sedangkan contoh pilihan kolektif adalah pilihan untuk membangun rumah sakit atau membangun jembatan.

Contoh Soal Ujian Kebutuhan Manusia dan Sumber Daya Alam

Soal 1.

Kebutuhan yang dapat menenteramkan jiwa manusia termasuk kebutuhan ….

  1. tersier
  2. individu
  3. rohani
  4. sosial
  5. jasmani

Soal 2.

Kelangkaan sumber daya ekonomi menunjukkan bahwa sumber daya ….

  1. tidak tersedia
  2. kurang banyak
  3. tidak terbatas
  4. jumlahnya sedikit
  5. jumlahnya relatif terbatas