Kemosintesis Pada Anabolisme

Pengertian Anabolisme. Anabolisme adalah peristiwa penyusunan pembentukan zat dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Penyusunan senyawa kimia umumnya memerlukan energi, misalnya energi cahaya dalam fotosintesis dan energi kimia dalam kemosintesis.

Pengertian Kemosintesis.

Karbohidrat dapat dibentuk dari CO2 dan H2O menggunakan energi kimia yang dihasilkan selama oksidasi biologi terhadap substansi kimia tertentu. Bakteri yang tidak berklorofil juga dapat menghasilkan karbohidrat menggunakan energi kimia.

Kemosintesis dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon di mana reduksi CO2 berlangsung dalam kondisi gelap (yaitu reaksi tanpa cahaya), reaksinya menggunakan energi murni hasil oksidasi.

Salah satu bagian penting dari kemosintesis adalah energi hasil reaksi oksidasi digunakan oleh bakteri dalam fosforilasi dan selanjutnya melakukan reduksi CO2 menjadi senyawa organik.

Kemosintesis terjadi pada organisme autotrof, tepatnya kemo-autotrof, yang mampu menghasilkan senyawa organic dari zat- zat anorganik dengan bantuan energi kimia.

Energi kimia adalah energi yang diperoleh dari suatu reaksi kimia yang berasal dari reaksi oksidasi. Kemampuan melakukan proses kemosintesis ini, terdapat pada mikroorganisme dan bakteri autotrof.

Contoh Reaksi Anabolisme Kemosintesis

Kemosintesis terjadi pada bakteri nitrifikasi, bakteri belerang, bakteri besi, serta bakteri hidrogen dan bakteri metan.

  1. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi

Beberapa bakteri nitrifikasi antaranya adalah: bakteri Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter, dan Bactoderma. Nitrosococcus dan Nitrosomonas (bakteri nitrat) mengoksidasi amonia menjadi nitrit.

2NH2 + 3O2 –>HNO2 + 2H2O + energi (158 kkal)

Bactoderma dan Nitrobacter (bakteri nitrat) mengoksidasi nitrit menjadi nitrat dalam keadaan aerob.

2HNO2 + O2 –>2HNO3 + energi (43 kkal)

  1. Kemosintesis oleh Bakteri Belerang

Berdasarkan aspek kemosintesis, bakteri belerang dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut. Bakteri belerang ototrofik tanpa pigmen, contoh Beggiatoa dan Thiospirillum.

Beggiatoa dan Thiospirillum ditemukan pada sumber mata air panas yang mengandung hidrogen sulfida. Kelompok bakteri ini mengoksidasi logam sulfida menjadi sulfur menurut reaksi berikut.

2H2S + O2 –>2S + 2H2O + energi (122,2 kkal)

Ketika cadangan sulfida habis, endapan sulfur akan dioksidasi menjadi sulfat.

2S + 2H2 + 3O2 –>2H2SO4 + energi (284,4 kkal)

  1. Kemosintesis oleh Bakteri Besi

Beberapa bakteri besi pada umumnya, misalnya Leptothrix, Crenothrix, Cladothrix, Galionella, Spiruphyllum, dan Ferrobacillus mengoksidasi ion ferro menjadi ion ferri.

2Fe(HCO3)2 + H2O + O2 –>Fe(OH)3 + 4CO2 + energi (29 kkal)

4FeCO3 + O2 + 6H2O –>4Fe(OH)3 + 4 CO2 + energi (81 kkal)

  1. Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana

1) Bakteri Hidrogen

Salah satu jenis bakteri hidrogen, yaitu Bacillus panctotrophus dapat tumbuh dalam medium anorganik yang mengandung hidrogen, CO2, dan O2 serta dapat mengoksidasi hidrogen dengan membebaskan energi.

Energi ini dapat digunakan dalam proses kemosintesis berikut.

2H2 + CO2 + energi (115 kkal) –>(CH2O) + H2O

2) Bakteri Metana

Methanonas merupakan salah satu contoh bakteri metana yang mampu mengoksidasi metana menjadi CO2. Metana menyediakan karbon dan energi bagi bakteri aerob ini. Perhatikan reaksi berikut.

CH4 + 2O2 –>CO2 + 2H2O + energi

Energi yang diperoleh pada kemosintesis digunakan untuk proses fosforilasi dan reduksi CO2 menjadi karbohidat.

    Daftar Pustaka

    Kemosintesis Pada Anabolisme dengan Pengertian dan Contoh Kemosintesis. Pengertian Anabolisme dan Pengertian Kemosintesis serta Fungsi Kemosintesis dan Fungsi Energi Kimia pada Kemosintesis. Proses asimilasi karbon pada kemosintesis dengan Fungsi Energi reaksi oksidasi kemosintesis bakteri. Kemosintesis pada organisme autotroph serta Pengertian Energi kimia adalah Yang Mampu melakukan kemosintesis.

    Kemosintesis mikroorganisme dan bakteri autotroph dengan Contoh Reaksi Anabolisme Kemosintesis dan Jenis bakteri yang melakukan kemosintesis. Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi sebagai Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Nitrifikasi dan Kemosintesis oleh Bakteri Belerang. Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Belerang adalah Kemosintesis oleh Bakteri Besi dengan Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Besi.

    Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana dengan Contoh reaksi Kemosintesis oleh Bakteri Hidrogen dan Bakteri Metana. Kemosintesis Bakteri Hidrogen dan  Kemosintesis Bakteri Metana sebagai Contoh reaksi Kemosintesis Bakteri Metana dan Proses fosforilasi.

    Cara Mengukur Parameter Kualitas Air Limbah

    Pengertian Pengukuran Indikator Air Limbah. Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah sudah terjadi kerusakan atau pencemaran lingkungan adalah baku mutu lingkungan hidup atau ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai sumber lingkungan hidup (UU RI No. 23 Tahun 1997).

    Pengukuran pencemaran air dapat ditentukan dengan pengukuran secara biologis dan kimia.

    Pengukuran Pencemaran Air secara Biologis

    Pengukuran pencemaran air secara biologis merupakan pengukuran kualitatif (mutu) air tercemar. Pengukuran pencemaran air secara biologis tersebut hanya untuk menentukan besar dan tingkat pencemaran air. Indikator biologi yang sering digunakan biasanya adalah makhluk hidup yang ada di dalam air itu misalnya dengan menggunakan cacing planaria.

    Pengukuran Pencemaran Air secara Kimia

    Pengukuran pencemaran air secara kimia merupakan pengukuran dengan menggunakan bahan kimia. Pengukuran pencemaran secara kimia dapat dilakukan dengan pengukuran kadar CO2, pengukuran pH air, dan pengukuran Biological Oxygen Demand (BOD).

    Indikator Biochemical Oxygen Demand (BOD520)

    Biochemical Oxygen Demand menunjukkan banyaknya oksigen dalam satuan mg/l yang diperlukan oleh mikroba untuk menguraikan bahan organic pada temperatur 20 Celcius selama lima hari. Pengukuran BOD dilakukan dengan cara menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut pada air sampel yang telah disimpan selama 5 hari pada temperature 20 Celcius.

    Kadar oksigen yang terlarut dalam air alami berkisar antara 5 sampai 7 ppm. Satu ppm adalah satu mg oksigen yang terlarut dalam satu liter air. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air adalah akibat terjadinya proses oksidasi bahan organik, reduksi zat hasil aktivitas bakteri anaerob, dan respirasi makhluk hidup air terutama pada malam hari.

    Limbah bahan organik yang masuk ke dalam air diurai oleh mikroba, mikroba membutuhkan oksigen terlarut untuk mengoksidasi bahan organik. Semakin banyak limbah organik, semakin banyak mikroba yang hidup.

    Untuk dapat hidup, mikroba memerlukan oksigen. Semakin banyak mikroba, semakin rendah kadar oksigen terlarut dalam air. Hal ini dapat mengganggu kehidupan di dalam air.

    BOD dapat menggambarkan oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan organik yang dapat didekomposisikan secara biologis (biodegradable).

    Indikator Chemical Oxygen Demand (COD)

    Chemical Oxygen Demand menunjukkan total jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk proses oksidasi bahan organik secara kimiawi baik yang biodegradable maupun yang nonbiodegradable.

    Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen = DO)

    Dissolved Oxygen menunjukkan jumlah kandungan oksigen di dalam air yang diukur dalam 1 mg/1 lt. DO dapat digunakan sebagai indikasi seberapa besar jumlah pengotoran limbah. Semakin tinggi oksigen terlarut, semakin kecil tingkat pencemarannya.

    Total Suspended Solid (TSS), Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS), dan Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS)

    TSS, MLSS, dan MLVSS menunjukkan jumlah berat dalam mg/1 kering lumpur yang ada di dalam air limbah setelah dilakukan penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron. MLSS menunjukkan jumlah TSS yang berasal dari bak pengendap lumpur aktif sesudah dipanaskan pada suhu 103 °C – 105 °C, sedangkan MLVSS merupakan kandungan organic matter yang terdapat pada MLSS sesudah dipanaskan pada suhu 600 °C. Benda volatie yang menguap inilah yang disebut dengan MLVSS.

    Indikator Kekeruhan (Turbidity)

    Kekeruhan air dapat ditentukan dengan menggunakan efek cahaya. Kekeruhan air disebabkan oleh tercampurnya air dengan bahan organic di dalam air.

    Indikator Keasaman pH Air

    Keasaman atau pH air dapat dijadikan sebagai indikasi apakah air tersebut tercemar atau tidak dan seberapa besar tingkat pencemarannya. pH air alami berkisar antara 6,5 – 8,5. Pencemaran air dapat menyebabkan naik atau turunnya pH air.

    Jika banyak tercemar oleh zat yang bersifat asam (bahan organik), maka pH air akan lebih kecil dari 6,5, tetapi jika air tercemar oleh zat yang bersifat basa (kapur), pH air akan lebih besar dari 8,5. Setiap kenaikan 1 angka pada skala pH menunjukkan kenaikan kebasaan sebesar 10 kali.

    Demikian juga sebaliknya, penurunan 1 angka pada skala pH menunjukkan penurunan keasaman sebesar 10 kali.

    Indikator Biologi

    Indikator biologi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kualitas air atau seberapa besar tingkat pencemarannya. Makhluk hidup atau organisme yang ada di dalam perairan tersebut dapat dijadikan indicator ada tidaknya pencemaran di dalam perairan tersebut.

    Makhluk hidup ini mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi dengan perubahan lingkungan yang terjadi, termasuk adanya zat asing dalam lingkungannya. Sebagai contoh, cacing Planaria yang biasa hidup di air jernih akan sangat sensitive dengan pencemaran.

    Ada tidaknya Planaria di dalam perairan itu dapat menunjukkan ada tidaknya pencemaran di perairan tersebut. Semakin tinggi tingkat pencemaran, semakin sulit Planaria itu ditemukan.

    Selain Planaria, hewan lain yang dapat dijadikan indikator biologi adalah Tubifex (indikator pencemaran bahan organik), serangga air, ikan mikro invertebrata, ganggang, dan bentos.

      Daftar Pustaka

      Pengukuran Kualitas Air Limbah dan Parameter Kualitas Air Limbah dengan Cara Pengukuran Kualitas Air Limbah. Indikator Kualitas Air Limbah dan Indikator Air Limbah serta Contoh Indikator Air Limbah. Nomor dan Tahun Undang Undang Lingkungan Hidup atau UU RI No. 23 Tahun 1997 dan Jenis Pengukuran Pencemaran air limbah dengan Pengukuran Pencemaran Air secara Biologis.

      Indikator cacing planaria sebagai Indikator biologi dengan Contoh Indikator biologi dan Indikator Kimia. Contoh pengukuran indicator kimia dengan pengukuran Pencemaran Air secara Kimia dan Contoh Indikator Pencemaran air secara kimia. Biochemical Oxygen Demand (BOD520) dan Indikator Oksigen dalam air dengan Kadar oksigen dalam air limbah dengan Fungsi mikroba dalam air limbah dan Chemical Oxygen Demand (COD).

      Pengertian biodegradable  dan nonbiodegradable dengan Oksigen Terlarut dalam air  (Dissolved Oxygen = DO) serta Total Suspended Solid (TSS) atau Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS). Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS) dengan Contoh Kekeruhan (Turbidity) dan Indikator air limbah Kekeruhan (Turbidity sebagai Indikator air limbah Keasaman pH. Keasaman air yang baik dan sehat sebagai indikator pencemaran bahan organic dengan Contoh makhluk hidup Indikator air limbah.

      Bentuk  Bentuk Negara

      Pengertian Negara. Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati atau dipatuhi oleh rakyatnya.

      Negara dapat diartikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita cita untuk bersatu, hidup dalam Kawasan tempat tertentu dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.

      Pengertian negara mengadung nilai konstiyutif dari sebuah negara yang mensyaratkan adanya unsur dalam sebuah negara, yakni adanya masyarakat atau rakyat, adanya wilayah atau negara dan adanya pemerintah yang berdaulat.

      Bentuk Bentuk  Negara

      Bentuk- bentuk negara yang dikenal sampai saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu negara konfederasi, kesatuan, dan federal. Meskipun demikian, bentuk negara konfederasi jarang diterapkan di dalam bentuk- bentuk negara pada masa kini.

      Negara Berbentuk Kesatuan

      Negara kesatuan Negara yang merdeka serta berdaulat di mana di seluruh wilayah negara yang berkuasa hanyalah satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah disebut dengan negara kesatuan.

      Contoh Negara Kesatuan adalah Republik Rakyat Cina. Pemerintahan di negara ini berpaham sentralistik, di mana pemerintah pusat yang dikuasai Partai Komunis Cina mengatur semua yang berkaitan dengan pemerintahan.

      Pada negara kesatuan pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi dan memiliki kekuasaan penuh dalam  menjalani pemerintahan sehari- hari. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan- satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini, pemerintah daerah atau provinsi).

      Dalam negara kesatuan, pemerintah pusat bisa melimpahkan banyak tugas  atau melimpahkan wewenangnya kepada kota- kota, kabupaten- kabupaten, atau satuan- satuan pemerintahan local lainnya. Akan tetapi, pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undang- undang yang dibuat parlemen pusat, bukan diatur di dalam konstitusi. Pelimpahan wewenang tersebut bisa saja dibatalkan atau ditarik kembali sewaktu- waktu.

      Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. Hal ini selanjutnya disebut sebagai desentralisasi.

      Meskipun demikian, kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat. Dengan demikian, baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat.

      Miriam Budiardjo menulis bahwa yang menjadi hakikat negara kesatuan adalah kedaulatannya tidak terbagi dan tidak dibatasi. Hal ini dijamin di dalam konstitusi. Meskipun daerah diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya, bukan berarti pemerintah daerah itu berdaulat, sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat.

      Negara Berbentuk Konfederasi

      Konfederasi adalah negara yang terdiri atas persatuan beberapa negara yang berdaulat. Persatuan tersebut di antaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam konfederasi tersebut.

      Contoh Negara Konfederasi. Pada tahun 1963, Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu konfederasi, yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Malaysia dan Singapura mendirikan konfederasi lebih karena alasan pertahanan .

      Dalam konfederasi, aturan- aturan yang ada di dalamnya hanya berpengaruh pada tiap -tiap pemerintah, tidak mempengaruhi warga negara. Artinya, meskipun terikat dalam perjanjian pemerintah tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam konfederasi.

      Menurut Miriam Budiardjo, konfederasi pada hakikatnya bukan negara, baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. Keanggotaan suatu negara ke dalam suatu konfederasi tidak menghilangkan ataupun mengurangi kedaulatan setiap negara yang menjadi anggota konfederasi.

      Bentuk Negara Serikat/Federasi

      Negara serikat ialah negara yang susunan negaranya jamak, terdiri dari negara-negara bagian. Urusan negara dibagi menjadi dua, yaitu yang secara terperinci (limitatif) diberikan kepada pemerintah federal (delegated powers) serta sisanya menjadi urusan negara bagian.

      Contoh Negara dengan bentuk serikat atau disebut juga negara federasi adalah Amerika Serikat. Pemerintah pusat di Amerika Serikat hanya mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan militer dan urusan- urusan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.Adapun kekuasaan sisanya diberikan kepada tiap- tiap negara bagian.

      Dalam hal ini ada serikat negara (konfederasi) dan negara serikat (federasi). G. Jellinek membedakannya berdasarkan kriteria di manakah letak kedaulatan itu. Jika terletak pada negara-negara bagiannya, maka itu merupakan serikat negara.

      Akan tetapi, jika terletak pada gabungannya, maka itu merupakan negara serikat. Sementara, Kranenburg membedakannya berdasarkan kriteria dapat atau tidaknya pemerintah gabungan itu membuat peraturan- peraturan hukum yang langsung mengikat atau berlaku terhadap warga negara dari negara- negara bagiannya. Jika ya, maka itu adalah negara serikat. Jika tidak, maka itu adalah serikat negara.

      Negara Berbentuk Uni

      Disebut uni apabila dua negara atau lebih yang masing- masing merdeka dan berdaulat hanya mempunyai satu kepala negara yang sama. Uni dibedakan menjadi dua kategori, yaitu uni riel dan uni peronal.

      Contoh Negara Uni Riel Dan Personal

      Uni riel (uni nyata), yaitu jika negara- negara tersebut mempunyai alat untuk mengurus kepentingan bersama, seperti Uni Austria- Hongaria tahun 1857–1918 dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815–1905;

      Uni personal, yaitu jika mempunyai kepala negara yang sama seperti Uni Belanda-Luxemburg tahun 1839–1890 dan Uni Inggris- Skotlandia tahun 1603–1707.

      Bentuk Negara Dominion

      Negara -negara yang pada awalnya merupakan bekas jajahan Inggris, kemudian setelah negara negara tersebut merdeka dan berdaulat tetap mengakui raja atau ratu Inggris sebagai pemimpin negara dan lambang persatuan mereka, membentuk semacam organisasi yang dinamakan British Commonwealth of Nations.

      Contoh Negara Dominion. Negara negara ini bebas keluar dari ikatan bersama itu serta berhak mengurus politik dalam dan luar negerinya sendiri. Termasuk dalam kelompok negara ini adalah Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Kepulauan Polynesia, dan Malaysia.

      Koloni atau Jajahan

      Negara koloni atau jajahan adalah suatu daerah yang dijajah oleh bangsa lain. Koloni biasanya merupakan bagian dari wilayah negara penjajah. Hampir semua hal penting negara koloni diatur oleh pemerintah negara penjajah.

      Contoh Negara koloni/ Penjajahan. Oleh karena terjajah, daerah atau negara jajahan tidak berhak menentukan nasibnya sendiri. Dewasa ini tidak ada lagi koloni dalam arti sesungguhnya. Contohnya, negara Indonesia selama 350 tahun menjadi koloni Belanda.

      Bentuk Negara Protektorat

      Protektorat adalah negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang lebih kuat. Dalam hal ini negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, hubungan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan kepada negara yang melindunginya.

      Contoh Negara Protektorat, negara Monaco dan Tunisia merupakan protektorat dari negara Prancis.

        Daftar Pustaka,

        Pengertian Negara dan Bentuk Bentuk Negara. Bentuk Negara Kesatuan dan Contoh bentuk Negara Kesatuan dengan Pengertian Desetralisasi atau Pelimpahan Wewenang Ke daerah. Bentuk Negara Konfederasi dengan Contoh Bentuk Negara Konfederasi. Bentuk Negara Serikat atau Federasi dan Contoh Bentuk Negara Serikat atau Federasi. Negara Berbentuk Uni dengan Contoh Negara Berbentuk Uni.

        Bentuk Negara uni riel nayata dan Contoh Bentuk Negara uni riel nayata serta Bentuk Negara Uni personal dengan Contoh Bentuk negara Uni personal. Bentuk Negara Dominion dan Contoh Bentuk Negara Dominion serta Negara dalam British Commonwealth of Nations.

        Bentuk Koloni atau Jajahan dengan Contoh Negara bentuk koloni penjajahan yang Bentuk Negara Protektorat dengan contoh Bentuk Negara Protektorat. Hakikat negara kesatuan dan Pemerintah federal atau delegated powers.

        Jenis Pencemar Lingkungan Air

        Pengertian Pencemaran Lingkungan. Pencemaran Lingkungan atau environmental pollution adalah masuknya bahan atau zat atau benda asing ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu atau mempengaruhi  dan mengotori kehidupan makhluk hidup yang berada di dalamnya.

        Pencemaran lingkungan terjadi akibat dari adanya sejumlah kegiatan manusia atau populasi atau masyarakat dan bukan akibat kegiatan perorangan atau individu, selain itu pencemaran dapat diakibatkan oleh faktor alam seperti gunung meletus yang mengeluarkan abu vulkanik, gas panas dan gas beracun.

        Zat yang dapat mencemari atau mengotori lingkungan dan dapat mengganggu atau mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup disebut sebagai polutan. Jenis Polutan yang dapat mempengaruhi lingkungan adalah zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas. Contoh Polutan di antaranya adalah  racun, kuman penyakit, radioaktif, dan bersifat mudah larut.

        Berdasarkan UU RI No.23 tahun 1997, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

        Zat, energi, dan makhluk hidup yang dimasukkan ke dalam lingkungan hidup biasanya berupa sisa usaha atau kegiatan manusia yang disebut dengan limbah. Sebagian besar pencemaran lingkungan disebabkan oleh adanya limbah yang dibuang ke lingkungan hingga daya dukungnya terlampaui.

        Indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah sudah terjadi kerusakan atau pencemaran lingkungan adalah baku mutu lingkungan hidup atau ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai sumber lingkungan hidup. Batasan ini merujuk pada UU RI No. 23 Tahun 1997.

        Baku mutu yang dikenal di Indonesia adalah baku mutu air, baku mutu air limbah, baku mutu udara ambien, baku mutu udara emisi, dan baku mutu air laut. Untuk mencegah terjadinya pencemaran, komponen-komponen limbah yang dibuang ke lingkungan tidak diizinkan melebihi ketentuan dalam baku mutu lingkungan hidup.

        Pencemaran Air.

        Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau terjadinya berubah tatanan atau kualitas air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Definisi ini merujuk pada PP RI No. 82 tahun 2001.

        Polutan yang mencemari air dapat berupa cairan (zat cair) atau padatan (zat padat) yang berasal dari limbah rumah tangga, industri, pertanian, dan sebagainya. Jika dilihat di daerah perkotaan, parit dan sungai sungainya sudah berubah warna, berwarna tidak jernih lagi, tetapi telah berubah menjadi warna cokelat, hitam, dan sangat berbau.

        Sumber Utama Pencemaran Air

        Secara umum, pencemaran air dapat dikategorikan sebagai berikut.

        Sumber Pencemar Air Infection Agent

        Infection agent merupakan bahan pencemar yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia (sumber penyakit). Bahan pencemar ini terdiri dari mikroorganisme patogen yang berasal dari excreta manusia dan hewan yang tidak dikelola dengan baik.

        Untuk mengetahui atau mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen di dalam air, dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri Coliform sebagai bakteri penunjuk (indicator organism). Jika dalam sampel air itu ditemui indicator organism, air tersebut sudah tercemar oleh tinja (mikroorganisme patogen). Akan tetapi, jika di dalam air tidak ditemukan indicator organism, air tersebut tidak tercemar oleh tinja (mikroorganisme patogen).

        Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen

        Dissolved Oxygen atau jumlah oksigen terlarut merupakan indicator yang cukup baik untuk menentukan kualitas air. Kandungan oksigen dalam air lebih dari 6 ppm dapat mendukung kehidupan tumbuhan, ikan, dan makhluk hidup dalam air.

        Sedangkan Kandungan oksigen kurang dari 2 ppm hanya dapat mendukung kehidupan cacing, bakteri, jamur, dan mikroorganisme pengurai. Oksigen yang terlarut dalam air berasal dari difusi oksigen dan proses fotosintesis fitoplankton. Oksigen dibutuhkan untuk proses respirasi makhluk hidup air dan proses kimia dalam air.

        Sumber Pencemar Air Sedimen

        Sedimen terdiri dari tanah dan pasir yang masuk ke air akibat terjadi erosi atau banjir. Sedimen menyebabkan pendangkalan aliran sungai. Selain itu, proses sedimentasi dapat menyebabkan kekeruhan air yang menghalangi masuknya cahaya matahari, sehingga mengganggu proses fotosintesis fitoplankton, hal ini berarti berkurangnya pasokan oksigen dalam air.

        Sumber Pencemaran Air Nutrisi atau Unsur Hara (Nitrat dan Posfat)

        Nutrisi atau unsur hara dapat menyebabkan terjadinya peningkatan produktivitas primer yang ditimbulkan oleh adanya penyaringan air dengan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan (Eutrofikasi).

        Keadaan ini dapat meningkatkan populasi ganggang dan bakteri dalam perairan tersebut. Akibatnya, air menjadi keruh dan bau. Selain itu, juga menghambat proses masuknya oksigen ke perairan yang secara tidak langsung dapat menurunkan kadar oksigen di dalam air.

        Sumber Pencemar Air Anorganik

        Yang Termasuk dalam Bahan pencemar anorganik adalah logam, garam, asam, dan basa. Merkuri, kadmium, timbel, dan nikel merupakan logam dengan kadar yang relatif kecil sudah dapat mengakibatkan pencemaran. Asam dapat masuk ke dalam air dari produk samping proses industri dan pelapisan logam.

        Asam dan basa ini dapat menyebabkan perubahan pH air yang dapat mengganggu kehidupan di dalam air. Contoh lain, kasus keracunan kobalt yang terjadi di Nebraska merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh kontaminasi kobalt di dalam air. Akibat keracunan ini timbul penyakit jantung, kerusakan kelenjar gondok, darah tinggi, dan kaki bengkak.

        Sumber Pencemar Air Zat Kimia Organik

        Banyak zat kimia organik yang mempunyai toksisitas yang tinggi. Kontaminasi antara zat kimia organik dengan air dapat mengancam kesehatan makhluk hidup. Zat kimia organik digunakan dalam industri kimia, misalnya, untuk pembuatan pestisida, plastik, produk farmasi, pigmen, dan produk lainnya.

        Sumber Pencemar Air Energi Panas

        Kualitas air akan turun jika terjadi perubahan temperatur. Pembuangan air limbah yang mengandung panas mengakibatkan kenaikan temperatur yang menyebabkan turunnya kadar oksigen dalam air. Air yang panas pada permukaan air dapat menghambat masuknya oksigen ke dalam air di level bawah.

        Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif

        Zat radioaktif yang teraplikasi dalam teknologi nuklir yang digunakan pada berbagai bidang dapat menimbulkan sisa pembuangan. Dapat saja sisa zat radioaktif tersebut terbawa ke dalam lingkungan air. Pengaruh radioaktif ini dapat mengakibatkan gangguan pada proses pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem reproduksi dan sel tubuh.

          Daftar Pustaka

          Pencemaran Lingkungan Air dengan Pengertian Pencemaran Lingkungan serta environmental pollution. Pengertian Polutan dengan Contoh Polutan dan Pengertian Limbah. Contoh Limbah dengan Jenis Polutan dan Jenis Limbah. Baku Mutu dan baku mutu air dan baku mutu air limbah dan baku mutu udara ambien dan baku mutu udara emisi serta   baku mutu air laut.

          Jenis Baku Mutu dengan Contoh Baku Mutu dan Sumber Utama Pencemaran Air. Sumber Pencemar Air Infection Agent dengan Contoh Pencemar Air Infection Agent seperti mikroorganisme pathogen dan  bakteri Coliform.  Indicator organism dengan Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen  dengan Contoh Sumber Pencemar Air Zat Pengikat Oksigen. Dissolved Oxygen dengan Batas Kandungan Oksigen dalam Air.

          Sumber Pencemar Air Sedimen denganContoh Sumber Pencemar Air Sedimen dan Sumber Pencemaran Air Nutrisi atau Unsur Hara (Nitrat dan Posfat). Pengertian tumbuhan Eutrofikasi dan Sumber Pencemar Air Anorganik dengan Contoh Sumber Pencemar Air Anorganik. Sumber Pencemar Air Zat Kimia Organik dengan Contoh Sumber Pencemar Air Zat Kimia.

          Sumber Pencemar Air Energi Panas dengan Contoh Sumber Pencemar Air Energi Panas dan Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif serta Contoh Sumber Pencemar Air Zat Radioaktif,

           

          Fungsi Tujuan Misi Visi Negara Indonesia

          Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan. Berdasarkan  Pasal 1 UUD RI Tahun 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Definisi tersebut diperkuat lagi oleh Pasal 18 UUD RI Tahun 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah- daerah provinsi yang dibagi lagi atas kabupaten dan kota. Tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintah daerah yang diatur oleh undang-undang.

          Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

          Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem desentralisasi. Secara etimologis, istilah tersebut berasal dari bahasa latin, de, artinya lepas, dan centrum, yang berarti pusat, sehingga dapat diartikan lepas dari pusat.

          Dalam undang-undang disebutkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

          Artinya, daerah diberi kewenangan dan hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kesempatan tersebut dilaksanakan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali dalam urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.

          Penerapan asas desentraslisasi secara teoritis didasari oleh keinginan untuk menciptakan demokrasi, pemerataan, dan efisiensi. Melalui partisipasi masyarakat lokal diharapkan desentralisasi akan menciptakan demokrasi.

          Sistem demokratis ini diharapkan mampu mendorong tercapainya pemerataan pembangunan, terutama di daerah pedesaan yang merupakan tempat terbesar masyarakat tinggal. Efisiensi kerja pemerintahan dapat meningkat karena jarak antara pemerintah lokal dengan masyarakat menjadi lebih dekat.

          Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

          Pada dasarnya negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tujuan negara tercapai.

          Fungsi negara merepresentasika yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannnya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas negara. Negara sebagai organisasi kekuasaan dibentuk untuk menjalankan tugas tugas negara.

          Pada dasarnya, negara dibentuk agar dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia, baik pribadi maupun kelompok. Dengan membentuk suatu negara diharapkan keinginan dan kebutuhan hidup manusia dapat lebih mudah dicapai.

          Setidaknya ada lima fungsi negara yang dikenalkan oleh para
          ahli kenegaraan Prancis pada abad XVI sebagai berikut.

          1) Fungsi diplomatik (diplomatic), yaitu negara harus mampu mengadakan diplomasi-diplomasi dengan negara lain yang bermanfaat bagi kemajuan negara.
          2) Fungsi pertahanan (defencie), yaitu negara bertugas membuat suatu pertahanan untuk menjamin kedaulatannya sendiri.
          3) Fungsi penyediaan (financie), yaitu negara bertugas menyediakan segala keperluan, baik sarana maupun prasarana untuk kepentingan warga negaranya.
          4) Fungsi keadilan (justicie), yaitu negara bertugas menegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan.
          5) Fungsi pengawasan (policie), yaitu negara bertugas mengawasi rakyatnya terhadap kemungkinan pelanggaran hukum. Tujuan pengawasan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tertib dan damai.

          Adapun Fungsi mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

          • Negara memberikan perlindungan pada para penduduk dalam wilayah tertentu.
          • Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dlam bidang social, ekonomi, dan kebudayaan.
          • Negara menjadi penengah yang tidak memihak antara pihak yang bersengketa di masyarakat dan menyediakan suatu system peradilan bebas da independent yang menjamin keadilan dalam hubungan social masyarakat.
          • Negara wajib Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,
          • Negara Menegakkan keadilan dan menciptakan supremacy of law melalui badan badan peradilannya,
          • Negara Melaksanakan penertiban (law and order) sehingga terjadi kestabilan dan mencapai tujuan bersama, dan
          • Negara wajib melakukan Pertahanan untuk menjaga kemungkinan timbulnya serangan dari luar.

          Tujuan Negara Replublik Indonesia

          Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya. Tujuan negara merupakan pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.

          Tujuan dari tiap-tiap negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan.

          Beberapa pendapat mengenai tujuan negara dari ahli kenegaraan sebagai berikut.

          1) Menciptakan keadaan agar rakyat dapat mencapai keinginan keinginannya secara maksimal.

          2) Memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.

          3) Mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tenteram dengan taat kepada Tuhan. Pemimpin negara dalam menjalankan kekuasaannya berdasarkan kekuasaan Tuhan.

          4) Mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketenteraman agar tercapai tujuan negara yang tertinggi, yaitu kemakmuran bersama.

          5) Memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak asasi manusia. Kekuasaan penguasa dibatasi oleh hak-hak asasi manusia.

          Berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945, negara Indonesia bercita- cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD RI Tahun 1945 alinea IV adalah :

          “ melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” .

          Visi Negara Replublik Indonesia

          Mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin merupakan visi bangsa Indonesia.

          Misi Negara Republik Indonesia

          Misi untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia di masa depan tersebut, antara lain, sebagai berikut.

          • Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermanfaat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
          • Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, dan
          • berketrampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
          • Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
          • Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
          • Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
          • Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, dengan mengembangkan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang proaktif, mandiri, maju, berdaya saing, serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
          • Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
          • Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas, dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.
          • Penjaminan kondisi aman, damai, tertib, dan ketenteraman masyarakat.
          • Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai.
          • Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.
          • Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

            Daftar Pustaka

            Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Pengertian sistem pemerintahan desentralisasi dengan Sistem Demokratis dan Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan Negara Replublik Indonesia dengan Cita cita negara republic Indonesia dan Visi Negara Replublik Indonesia beserta Misi Negara Republik Indonesia.

            Prinsip Asas Seni Rupa Murni

            Pengertian Seni Rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang bentuk perwujudannya dapat dilihat dan diraba atau biasa disebut juga dengan visual art. Seni rupa merupakan ungkapan perasaan dan pengalaman artistik dari seniman, desainer, dan pengrajin yang dapat diwujudkan melalui berbagai media, bahan, teknik, bentuk, dan sifat sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seni.

            Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.

            Seni Rupa Dua Dimensi

            Bentuk karya seni rupa terdiri dari bentuk dua dimensi atau dwimatra dan tiga dimensi atau trimatra. Bentuk dua dimensi memiliki ukuran panjang dan lebar atau hanya dapat dinikmati dari satu sudut pandang. Contoh seni rupa dua dimensi adalah lukisan, batik, dan ilustrasi.

            Seni Rupa Tiga Dimensi

            Adapun bentuk karya seni rupa tiga dimensi memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah patung, arsitektur, wayang golek, diorama, meja, dan kursi.

            Pengertian Seni Rupa Murni

            Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni.

            Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. Kelompok seni ini terdiri atas seni lukis dan seni patung.

            Prinsip Asas Seni Rupa Murni

            Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

            Asas- asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa. Asas -asas tersebut meliputi komposisi dan proporsi. Karya seni yang baik selalu dibuat berdasarkan pada kaidah komposisi dan proporsi tersebut.

            Asas Prinsip Komposisi Seni Rupa

            Komposisi adalah tata susunan yang meliputi keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

            Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis, apabila tersusun sesuai prinsip- prinsip seni rupa. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.

            Asas Prinsip Keseimbangan Balance Seni Rupa

            Keseimbangan atau balans adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.

            Keseimbangan atau balance merupakan kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan unsur- unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain).

            Asas Prinsip Kesatuan Unity Seni Rupa

            Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.

            Kesatuan atau unity adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Dengan kesatuan, elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.

            Asas Prinsip Irama Rhythm

            Irama atau biasa disebut ritme adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.

            Irama atau rhythm adalah uraian kesan gerak yang ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang.

            Asas Prinsip Keselarasan Harmony Seni Rupa

            Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah alpukat yang ukurannya lebih besar daripada buah kelapa, hal ini menunjukkan kestidak selarasan.

            Asas/ Prinsip Proporsi Seni Rupa

            Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni.

            Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa. Penggambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan terlihat janggal. Misalnya, gambar kaki manusia yang ukurannya lebih pendek dari ukuran tangannya.

            Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

              Daftar Pustaka

              Asas Seni Rupa Murni dengan Contoh Asas Seni Rupa Murni dan Prinsip Seni Rupa Murni sebagai Contoh Prinsip Seni Rupa Murni. Pengertian Seni Rupa dengan Contoh karya seni rupa danJenis macam seni rupa. Seni Rupa Dua Dimensi dengan Contoh karya seni rupa dua dimensi. Seni Rupa Tiga Dimensi dengan Contoh karya Seni Rupa Tiga Dimensi.

              Pengertian Seni Rupa Murni dengan Contoh Karya seni rupa murni. Asas Komposisi seni rupa dengan contoh asas komposisi karya seni rupa dan prinsip Keseimbangan Balance seni rupa beserta Contoh asas Keseimbangan Balance seni rupa. Asas Prinsip Kesatuan Unity dengan Contoh Asas Prinsip Kesatuan Unity.

              Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa serta Contoh Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa. Asas Keselarasan Harmony seni rupa dengan Contoh Asas Keselarasan Harmony seni rupa. Prinsip asas Proporsi seni rupa dengan Contoh Prinsip asas Proporsi seni rupa.

               

              Unsur Seni Rupa

              Pengertian Unsur Seni Rupa. Unsur -unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

              Seorang perupa seperti seniman, desainer, kriyawan, perajin, dan sebagainya. mengolah unsur- unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan atau kemampuan atau keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni.

              Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba, sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah- kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.

              Unsur- unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur -unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-  benda yang ada di sekeliling.

              Unsur Unsur Seni Rupa

              Unsur seni rupa adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelapterang, dan ruang.

              Penataan unsur- unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip- prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

              Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip- prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.

              Unsur Seni Rupa Titik /Bintik

              Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.

              Unsur Seni Rupa Garis (Line)

              Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.

              Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Garis merupakan unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat -sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya.

              Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, dan keras.

              Garis digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

              Karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas, akan menghasilkan kesan karakter yang berbeda.

              Unsur Seni Rupa Raut (Bidang dan Bentuk)

              Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik (segitiga, persegi, dan persegi panjang) maupun bidang organik (lengkung bebas). Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

              Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya

              Raut atau bidang dan bentuk merupakan unsur yang tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).

              Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus.

              Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi,
              ornamental, tak teratur dan sebagainya.

              Sedangkan bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

              Unsur Seni Rupa Ruang

              Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

              Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang gelap, atau menggunakan Teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

              Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).

              Unsur Seni Rupa Tekstur

              Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan.

              Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.

              Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.

              Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

              Unsur Seni Rupa Warna

              Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

              Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa Teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik.

              Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

              Unsur Seni Rupa Gelap-Terang

              Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

              Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat

                Daftar Pustaka

                Unsur Unsur Seni Rupa, dengan Contoh Unsur Seni Rupa dan Pengertian Seni Rupa. Unsur Fisik Seni Rupa dan Unsur Visual Benda Seni Rupa sebagai Unsur Non Fisik Seni Rupa. Jenis Unsur Seni rupa dengan Unsur Titik /Bintik Karya Seni Rupa dan Unsur Seni rupa Garis (Line). Fungsi Unsur seni rupa beserta Kesan makna unsur garis seni rupa dan Karakter unsur seni rupa.

                Unsur seni rupa Raut (Bidang dan Bentuk) dengan Contoh Unsur seni rupa bidang atau bentuk dan Unsur seni rupa Ruang beserta contoh unsur seni rupa ruang. Unsur seni rupa Tekstur dengan contoh unsur seni rupa tekstur dan Unsur seni rupa barik sebagai contoh unsur seni rupa barik.

                Tekstur asli  dan tekstur buatan adalah Kesan permukaan objek dengan unsur seni rupa warna. contoh unsur seni rupa warna dengan Unsur seni rupa Gelap-Terang dan Contoh unsur seni rupa terang gelap.

                Sifat, Fungsi Benzena dan Turunannya

                Pengertian Struktur Benzene. Senyawa benzena pertama kali disintesis oleh Michael Faraday pada tahun 1825, dari gas yang dipakai sebagai bahan bakar lampu penerang.

                Sepuluh tahun kemudian diketahui bahwa benzena memiliki rumus molekul C6H6 sehingga disimpulkan bahwa benzena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak daripada alkena.

                Benzena adalah senyawa organik siklik (berbentuk cincin) dengan enam atom karbon yang bergabung membentuk cincin segi enam.

                Pada  tahun 1872 Friedrich August Kekule mengusulkan bahwa benzena mengandung tiga ikatan tunggal dan tiga ikatan rangkap yang berselang-seling.

                Pengukuran spektroskopik menunjukkan bahwa molekul benzene adalah planar dan semua ikatan karbon-karbonnya sama panjang yaitu 1,39 À (Angstrom). Ikatan karbon-karbon pada benzena panjangnya di antara ikatan karbon-karbon tunggal (1,47 Á ) dan ikatan karbon-karbon rangkap (1,33 Â ).

                Struktur Benzena dan Fungsinya
                Struktur Benzena dan Fungsinya

                Hal ini dapat dibenarkan karena ikatan karbon-karbon pada benzene mengalami resonansi (berpindah- pindah). Inilah sebabnya mengapa benzene sukar mengalami adisi.

                Ikatan karbon-  pada benzena terdiri atas ikatan sigma (σ) dan ikatan phi ( π ). Menurut teori ini ikatan valensi orbital molekul terbentuk dari tumpang tindih orbital-orbital atom. Ikatan kovalen yang terbentuk dari tumpang tindih ujung dengan ujung disebut ikatan sigma (σ ), sedangkan ikatan kovalen yang terbentuk dari tumpang tindih sisi dengan sisi disebut ikatan phi ( π ).

                Sifat dan Kegunaan Benzena

                Sifat yang dimiliki senyawa turunan benzena sangat beragam bergantung pada jenis substituennya. Sifat-sifat khas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Senyawa benzena dan turunannya banyak digunakan di bidang kesehatan, industri, pertanian, dan sebagai bahan peledak.

                Beberapa pabrik di Indonesia, seperti yang ada di kota Bekasi dan Surabaya telah memproduksi bahan kimia turunan benzena seperti alkil benzena sulfonat yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan detergen.

                Berikut ini beberapa sifat dan kegunaan atau manfaat dari senyawa benzena dan turunannya.

                Benzena

                Benzena merupakan zat kimia yang tidak berwarna, mudah terbakar, dan berwujud cair. Benzena digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan plastik dan bahan kimia lainnya, seperti detergen dan bahan bakar kendaraan.

                Namun, benzena juga diketahui dapat menyebabkan kanker sel darah putih (leukimia) bagi manusia. Jika mengisap benzena dengan kadar yang cukup tinggi, dapat menyebabkan kematian.

                Meminum atau memakan makanan yang mengandung benzena dalam jumlah cukup tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari muntah-muntah, iritasi lambung, kepala pusing, hingga kematian.

                Aspirin Senyawa Turunan Benzena

                Aspirin atau asam asetilsalisilat memiliki sifat analgesik, antipiretik, antiradang, dan antikoagulan. Karena sifat-sifat itulah aspirin biasanya digunakan sebagai obat sakit gigi dan obat pusing. Senyawa ini memiliki titik didih 140 °C dan titik leleh 136 °C.

                Mengonsumsi aspirin secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Di antaranya gangguan pencernaan pada lambung, seperti sakit maag dan pendarahan lambung.

                Anilina Senyawa Turunan Benzena

                Anilina memiliki rumus kimia C6H5NH2 dan biasa dikenal dengan nama fenilamina atau aminobenzena. Senyawa turunan benzena ini mengandung gugus amina. Berikut struktur molekul anilina.

                Anilina memiliki wujud cair pada suhu kamar dan tidak berwarna (colorless). Titik didihnya 184 °C, sedangkan titik lelehnya –6 °C. Senyawa anilina mudah menguap dan menimbulkan bau tak sedap, seperti ikan yang membusuk.

                Anilina banyak digunakan sebagai zat warna. Bukan hanya itu, anilina juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai obat, seperti antipirina dan antifebrin.

                Klorobenzena Senyawa Turunan Benzena

                Klorobenzena adalah senyawa turunan benzena dengan rumus kimia C6H5Cl. Senyawa ini memiliki warna bening (colorless) dan mudah terbakar. Klorobenzena dapat diperoleh dengan cara mereaksikan fenol dan fosfor pentaklorida. Klorobenzena tidak larut di dalam air serta memiliki titik leleh –45 °C dan titik didih 131 °C.

                Parasetamol Senyawa Turunan Benzena

                Parasetamol atau asetaminofen merupakan zat analgesik dan antipiretik yang paling populer. Parasetamol sering digunakan untuk mengobati pusing dan sakit kepala.

                Sifat dari parasetamol antara lain titik leleh 169 °C, kelarutan dalam air 1,4 g/100 mL (20 °C), serta larut di dalam etanol. Asal kata asetaminofen dan parasetamol tersebut berasal dari nama kimia kedua senyawa, yaitu N-acetyl-para-aminophenol dan para-acetyl-amino-phenol. Terlalu banyak mengonsumsi parasetamol dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

                TNT (Trinitrotoluene) Senyawa Turunan Benzena

                TNT (Trinitrotoluene) merupakan senyawa turunan benzena yang bersifat mudah meledak. Senyawa TNT diperoleh melalui reaksi nitrasi toluena. TNT digunakan sebagai bahan peledak untuk kepentingan militer dan pertambangan.

                Senyawa TNT (Trinitrotoluene) dibuat dengan cara mereaksikan toluene dan asam nitrat pekat, serta dibantu katalis asam sulfat pekat

                  Daftar Pustaka

                  Sifat Fungsi Senyawa Benzena dan Turunannya serta Pengertian Struktur Benzena dengan Struktur Benzena cincin segi enam. Rumus Molekul Benzena dan Rumus Kimia Senyawa Benzena dengan Panjang Ikatan antar karbon molekul Benzena. Faktor Penyebab sulitnya reaksi adisi benzena adalah Ikatan sigma dan phi Benzena.

                  Sifat sifat senyawa benzene beserta Kegunaan dan manfaat Benzena dan Contoh senyawa turunan benzene. Manfaat senyawa turunan benzene diantara Aspirin Turunan Senyawa benzene dengan Anilina Turunan senyawa benzene. Rumus kimia aspirin dan rumus kimia anilina serta manfaar aspirin. Manfaat anilina dan Senyawa turunan benzene Klorobenzena rumus kimia klorobenzena.

                  Manfaat klorobenzena dan Parasetamol turunan senyawa benzene serta manfaat parasetamol atau asetaminofen turunan senyawa benzene. Manfaat asetaminofen dengan TNT (Trinitrotoluene) senyawa turunan benzena atau  manfaat TNT (Trinitrotoluene).

                  Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi Kimia

                  Pengertian Laju Reaksi Kimia. Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi persatuan waktu. Atau dapat juga didefinisikan sebagai banyaknya mol zat per liter (untuk gas atau larutan) yang berubah menjadi zat lain dalam satu satuan waktu.

                  r = Δc/ Δt

                  r = laju reaksi

                  Δc = perubahan konsentrasi

                  Δt = perubahan waktu

                  Contoh Soal Perhitungan Laju Reaksi

                  Pada reaksi A menjadi B diketahui bahwa konsentrasi A mula-mula 8 M, setelah 3 detik menjadi 2 M. Tentukan laju reaksinya!

                  Jawab: Δc = (8 – 2) M = 6 M

                  Δt = 3 detik

                  r = Δc/Δt

                  r = 6M/3detik

                  r = 2 M/detik

                  Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi

                  Proses berlangsungnya reaksi kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini akan memengaruhi jumlah tumbukan antarmolekul dari zat-zat yang bereaksi. Suatu reaksi akan berlangsung lebih cepat jika tumbukan antarpartikel dari zat-zat pereaksi lebih sering terjadi dan lebih banyak. Sebaliknya, reaksi akan berlangsung lebih lambat jika hanya sedikit partikel dari zat-zat pereaksi yang bertumbukan.

                  Beberapa faktor yang memengaruhi laju reaksi, antara lain:

                  1. konsentrasi;
                  2. luas permukaan sentuhan;
                  3. temperatur;
                  4. katalis.

                  Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

                  Laju reaksi dari berbagai reaksi biasanya berbedabeda, ada yang cepat dan ada yang lambat. Salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi di antaranya adalah konsentrasi pereaksi.

                  Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat disbanding zat yang konsentrasinya rendah.

                  Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

                  Pengaruh Luas Permukaan Pada Laju Reaksi

                  Luas permukaan sentuhan antara zat-zat yang bereaksi merupakan suatu faktor yang memengaruhi kecepatan reaksi bagi campuran pereaksi yang heterogen, misalnya antara zat padat dan gas, zat padat dengan larutan, dan dua macam zat cair yang tak dapat campur.

                  Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat- zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran.

                  Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.

                  Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi

                  Pada umumnya reaksi akan berlangsung dengan semakin cepat jika dilakukan dengan pemanasan. Pemanasan berarti penambahan energi kinetic partikel sehingga partikel akan bergerak lebih cepat, akibatnya tumbukan yang terjadi akan semakin sering

                  Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.

                  Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.

                  Pengaruh Katalis Pada Laju Reaksi

                  Katalis dapat mempengaruhi laju reaksi. Umumnya katalis dapat meningkatkan laju reaksi tetapi tidak mengalami perubahan yang kekal dalam reaksi itu.

                  Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.

                    Daftar Pustaka

                    Pengertian Laju Reaksi Kimia dengan Contoh Soal Perhitungan Laju reaksi Kimia. Rumus Kimia Laju reaksi Kimia dan Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi dengan perubahan konsentrasi persatuan waktu. Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi dan Pengaruh Luas Permukaan Pada Laju Reaksi.

                    Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi dengan Pengaruh Katalis Pada Laju Reaksi dan Pengertian Katalis. Contoh Katalis Reaksi Kimia dengan Fungsi Katalis pada reaksi kimia.

                    Kekuatan dan Derajat Keasaman Larutan

                    Pengertian Kekuatan Asam Basa. Berdasarkan banyaknya ion yang dihasilkan pada ionisasi asam dan basa dalam larutan, maka kekuatan asam dan basa dikelompokkan menjadi asam kuat dan asam lemah serta basa kuat dan basa lemah. Kekuatan asam dan basa tersebut dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi.

                    Dalam larutan elektrolit kuat, zat- zat elektrolit terurai seluruhnya menjadi ion-ionnya (ionisasi sempurna) dan dalam larutan elektrolit lemah, zat- zat elektrolit hanya sebagian saja yang terurai menjadi ion- ionnya (ionisasi sebagian).  Sedangkan zat- zat nonelektrolit dalam larutan tidak terurai menjadi ion-ion.

                    Derajat ionisasi (α) adalah perbandingan antara jumlah molekul zat yang terionisasi dengan jumlah molekul zat mula-mula.

                    Seperti yang  telah diketahui, bahwa perbandingan molekul sama dengan perbandingan mol. Dengan demikian, derajat ionisasi (α) dapat diformulasikan dengan persamaan berikut.

                    α = (Jumlah mol zat yang terionisasi)/(jumlah mol zat mula – mula)

                    Larutan elektrolit kuat mengalami ionisasi sempurna, sehingga nilai α mendekati satu. Sementara itu, larutan elektrolit lemah hanya mengalami ionisasi sebagian, sehingga nilai α sangat kecil (α < 1).

                    Berdasarkan rumus di atas, maka nilai a untuk:

                    1. Elektrolit kuat, α = 1
                    2. Elektrolit lemah, 0 < α < 1
                    3. Non-elektrolit, α = 0

                    Suatu asam atau basa yang merupakan suatu elektrolit kuat disebut asam atau basa kuat. Dengan demikian jika asam merupakan elektrolit lemah, maka ia merupakan asam lemah, karena hanya mengandung sedikit ion H+, demikian juga dengan basa lemah akan terdapat sedikit ion OH.

                    Asam Kuat dan Basa Kuat

                    Asam kuat adalah zat yang di dalam pelarut air mengalami ionisasi sempurna (α ≈ 100%). Di dalam larutan, molekul asam kuat hamper semuanya terurai membentuk ion H+ dan ion negatif sisa asam. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, dan H2SO4.

                    Sama halnya dengan asam, zat yang di dalam larutan bersifat basa dapat digolongkan sebagai basa kuat dan basa lemah berdasarkan kesempurnaan ionisasinya. Basa kuat adalah zat yang di dalam air terionisasi sempurna (α ≈ 100%), sedangkan basa lemah terionisasi sebagian.

                    Asam dan Basa Lemah

                    Asam lemah adalah senyawa yang kelarutannya di dalam air terionisasi sebagian, sesuai derajat ionisasinya. Asam lemah terionisasi sebagian. Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa zat- zat yang bersifat asam lemah, di dalam larutan membentuk kesetimbangan antara molekul-molekul asam lemah dengan ion- ionnya.

                    Derajat Keasaman pH

                    Ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan ditentukan oleh konsentrasi ion hydrogen. Untuk memudahkan pengukuran, maka konsentrasi ion hydrogen dinyataka dalam pH (pangkat hydrogen). Konsep pH pertama kali diajukan oleh seorang ahli biokimia dari Denmark yaitu S.P. Sorensen pada tahun 1909. Menurut Sorensen, pH merupakan logaritma negative dari konsentrasi ion hydrogen dan diformulasikan dengan rumus menurut persamaan berikut.

                    pH = -log[H+]

                    untuk mengukur konsentrasi OH dari suatu larutan basa dinyatakan dengan pOH, yang diformulasikan dengan rumus sebagai berikut

                    pOH = -log[OH]

                    hubungan antara pH dan pOH diturunkan dari persamaan tetapan ionisasi air (Kw) pada temperature 25 Celcius yaitu;

                    [H+][OH] = Kw

                    pH + pOH = 14

                    pH = 14 – pOH

                    Contoh Soal Perhitungan Kekuatan dan Derajat Keasaman

                    Berapakan Derajat keasaman air murni.

                    Jawab air murni merupakan larutan netral dimana konsentrasi ion hydrogen [H+] adalah sama dengan konsentrasi ion hidroksi [OH]

                    [H+] = [OH] = 10-7M

                    sehingga

                    pH = pOH

                    pH= -log 10-7

                    pH = 7

                    Contoh Soal Perhitungan Kekuatan dan Derajat Keasaman

                    Hitung pH larutan HCL 0,01M yang merupakan asam kuat dan terionisasi seleuruhnya menjadi ion H+ dan Cl.

                    Jawab .

                    [H+] = [HCl]=0,01M

                    pH = -log[H+]

                    pH = -log 10-2

                    pH = 2

                    pH + pOH = 14

                    pOH = 14 – pH

                    pOH = 12

                      Daftar Pustaka

                      Kekuatan Asam Basa dengan Pengertian Kekuatan asam basa dan pengertian derajat ionisasi beserta rumus persamaan derajat ionisasi. Cara menghitung derajat ionisasi dengan contoh soal derajat ionisasi dan derajat ionisasi larutan elektrolit.  Contoh senyawa larutan ionisasi sempurna dan contoh senyawa ionisasi sebagian.

                      Ionisasi asam dan basa lemah dengan derajat ionisasi asam dan basa lemah serta derajat ionisasi elektrolit kuat dan lemah. Derajat ionisasi nonelektrolit dengan contoh elektrolit kuat dan derajat keasaman pH larutan asam kuat. pH asam kuat dan asam lemah dan pH larutan basa kuat dan lemah. Contoh soal perhitungan pH larutan asam basa dan rumus mencari pH larutan asam basa dengan contoh soal perhitungan kekuatan dan derjata keasaman.