Usus Halus (Intestinum Tenue) Usus Besar (Kolon)

Pengertian. Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar.

Usus halus berfungsi sebagai alat pencernaan secara enzimatik dan penyerapan sari- sari makanan ke dalam sel darah.

Pencernaan di dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau enzimatis. Usus halus terletak di atas pinggang.

Usus halus membentuk struktur yang disebut dengan vili  atau jonjot dan mikrovili usus. Struktur vili berfungsi untuk memperluas permukaan dalam usus halus sehingga dapat meningkatkan penyerapan.

Enzim- enzim yang bekerja di usus halus berasal dari hati, pankreas, dan sel- sel pada dinding usus halus tersebut. Enzim- enzim tersebut memecah molekul -molekul kompleks yang terkandung dalam makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dan mengabsorpsinya dalam aliran darah.

Pada ujung usus halus terdapat katup yang disebut katup bauhini (atau katup ileosekal).  Katup ileosekal berfungsi mencegah makanan masuk kembali ke dalam usus halus.

Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

Gambar Anatomi Fungsi Usus Halus Intestinum Tenue, Duodenum, Jejunum, Ileum
Gambar Anatomi Fungsi Usus Halus Intestinum Tenue, Duodenum, Jejunum, Ileum

Duodenum (Usus Dua Belas 12 Jari)

Duodenum disebut usus duabelas jari karena memiliki panjang sekitar 12 jari orang dewasa atau kira kira 30 cm..

Usus duodenum (dua belas jari) bentuknya melengkung seperti ladam. Duodenum memliki dua saluran, yaitu saluran empedu (duktus koledukus) dan saluran pankreas (ductus pankreatikus).

Saluran Empedu

Pada saat proses pencernaan berlangsung, kantung empedu akan melepaskan cairan atau getah empedu menuju duodenum melalui saluran empedu. Hormon yang berfungsi untuk merangsang empedu adalah hormon kolesistokinin

Getah Empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu mengandung zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin dan garam empedu, yaitu natrium glukolat.

Empedu tidak mengandung enzim, namun berperan dalam proses pengurangai lemak. Empedu berfungsi membantu memecah lemak agar mudah dicerna dan berfungsi untuk mengemulsi lemak. Selain itu cairan empedu memberi warna kuning pada feses.

Saluran Pankreas

Pada saat proses pencernaan berlangsung, pankreas akan melepaskan getah pancreas yang disebut dengan Pancreatic juice menuju duodenum melalui saluran pancreas atau saluran pankreatik. Pancreatic juice adalah sekresi pankreas yang bercampur dengan air.  Hormon yang berfungsi untuk merangsang getah pankreas adalah Hormon sekretin.

Pankreas memiliki dua fungsi utama, yaitu menghasilkan hormon yang mengatur glukosa darah dan menghasilkan pancreatic juice.

Pancreatic juice berfungsi untuk menetralkan kandungan asam pada makanan sebelum masuk ke usus halus. Pancreatic juice mengandung beberapa enzim pencernaan, yaitu lipase, amilase, tripsin, kemotripsin dan karbo peptidase.

Dinding Usus Halus

Dinding bagian dalam usus memiliki lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar-kelenjar bunner yang mensekresikan getah intestinum berupa musin dan enzim proteolisis (pemecah protein).

Jejunum

Jejunum disebut usus kosong karena pada orang yang telah meninggal dunia, bagian usus ini kosong. Jejunum (usus kosong) memiliki panjang kurang lebih 7 meter,

Dinding usus jejenum ini memiliki kelenjar liberkuhn yang dapat mengeluarkan getah usus. Getah usus mengandung sejumlah enzim yang diantaranya adalah sebagai berikut.

Tabel Jenis Enzim Pencernaan Usus Halus Dan Besar
Tabel Jenis Enzim Pencernaan Usus Halus Dan Besar

1) Erepsinogen yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin atau dipeptidase yang berfungsi untuk mengubah dipeptida menjadi asam amino.

2) Maltase befungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

3) Sakarase berfungsi untuk mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa.

4) Laktase berfungsi untuk laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

5) Lipase berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

6). Disakarase berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida.

7). Peptidase berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.

8). Sukrase berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

Zat Makanan yang masuk ke dalam usus jejenum akan berinterakasi dengan enzim enzim dari getah usus. Enzim akan bekerja sesuai dengan fungsinya masing masing. Enzim akan mecah senyawa amilum, protein, dan lemak sehingga dihasilkan komponen- komponen yang kecil sederhana.

Ileum

Ileum disebut usus penyerapan karena pada bagian tersebut zat-zat makanan diserap oleh tubuh. Ileum (usus penyerapan) memiliki panjang sekitar 1 meter. Permukaan dinding dalam ileum terdapat vili yang dapat memperluas daerah penyerapan zat makanan sehingga proses menjadi lebih sempurna.

Zat- zat makanan di usus halus di absorpsi oleh pembuluh darah kapiler dan saluran limfa yang terdapat dalam permukaan vili. Zat atau molekul seperti Glukosa, asam amino, vitanium, air, dan mineral, diabsorpsi oleh pembuluh darah kapier. Kemudian zat zat ini dibawa menuju hati melalui vena porta hepatika. Di dalam hati, sebagian mengalami perubahan bentuk dan sebagian lagi diditribusikan ke seluruh tubuh melalui vena hepatika.

Asam lemak dan gliserol bersama dengan empedu membentuk senyawa berupa larutan yang disebut misel. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh getah bening (atau pembuluh kil) masuk ke dalam peredaran darah. Garam empedu yang masuk ke darah menuju ke hati dibuat empedu kembali.

Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan vitamin K diserap oleh usus halus dan disalurkan melalui pembuluh getah bening. Kemudian vitamin – vitamin tersebut masuk ke peredaran darah.

Selain pencernaan secara kimia, usus halus melakukan pencernaan secara mekanik, yaitu dengan gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik menyebabkan kim dapat bergerak dan meningkatkan absorpsi zat-zat makanan. Kim adalah makanan yang telah dicerna di dalam lambung yang memiliki tekstur halus.

Sari zat makanan diserap ketika sampai di akhir usus halus. Sedangkan sisa zat makanan yang tidak diserap, secara perlahan akan bergerak ke usus besar.

Usus halus memiliki ujung yang bermuara ke dalam sisi usus besar sehingga terbentuk usus buntu, yaitu suatu bagian pendek usus besar yang buntu.

Usus halus mempunyai otot-otot polos yang letaknya bertumpuk dan bersilangan. Ketika otot-otot ini berkontraksi, kim teraduk dan bersentuhan dengan dinding usus sehingga terdorong melewati usus halus. Sebagian zat diserap, sedangkan zat yang tidak dapat diserap terdorong menuju usus besar akibat gerakan otot-otot usus halus.

Usus Besar (Kolon)

Usus besar merupakan alat pencernaan setelah usus halus. Usus besar disebut kolon. Kolon mempunyai panjang antara 1,5 sampai dengan 1,7 meter.

Usus besar terdiri dari usus besar ascending (menaik), transvers (melintang), descending (menurun), dan berakhir pada rektum,

Gambar Anatomi Fungsi Usus Besar Kolon, Rectum Sekum Ascending, transvers, Descending
Gambar Anatomi Fungsi Usus Besar Kolon, Rectum Sekum Ascending, transvers, Descending

Usus besar tidak memiliki vili, sehingga tidak terjadi penyerapan sari-sari makanan, tetapi terjadi penyerapan air sehingga feses menjadi lebih padat.

Zat Makanan yang tidak dapat dicerna dan tidak dapat diserap oleh usus halus, seperti serat sayuran, serat buah- buahan atau lemak dan protein yang tidak dapat diurai, semuanya bercampur dengan air dan akan masuk ke dalam usus besar kolon.

Fungsi utama usus besar adalah menyerap air yang masih tersisa pada makanan. Sisa makanan yang siap dikeluarkan dari tubuh disebut feses.

Pada usus besar kolon terjadi proses pembusukan sisa pencernaan zat makanan yang tidak dapat diserap usus halus. Pembusukan terjadi oleh bakteri Escherichia coli. Bakteri E.coli menyekresikan beberapa zat seperti thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B3), vitamin B12, biotin (vitamin H), dan vitamin K. Zat-zat tersebut kemudian diserap oleh dinding usus besar kolon.

Antara usus besar dan usus halus terdapat katub yang berfungsi mencegah sisa zat makanan yang sudah masuk ke dalam usus besar tidak kembali ke usus halus, Katup tersebut disebut katup ileosekal. Feses akan dikeluarkan oleh usus besar melalui rektum.

Pangkal usus besar disebut sekum dan memiliki bagian memanjang yang disebut rumbai cacing (atau apendiks).

Sekum berfungsi menyimpan makanan agak lama sehingga dalam sekum terjadi pencernaan makanan oleh bakteri, terutama pencernaan selulosa. Bakteri bakteri ini mengasilkan enzim selulosa untuk memecahkan selulosa menjadi glukosa.

Feses dalam usus besar kolon akan terdorong sedikit demi sedikit oleh gerakan peristaltik sehingga mendekati poros usus (rektum). Di dalam rektum terjadi penyerapan air dan mineral yang masih dikandung feses semisolid tersebut. Hasilnya adalah feses yang solid.

Ketika rektum penuh, akan timbul rangsangan ingin buang air besar (defekasi) sebagai mekanisme untuk membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna. Rangsangan itu disebut gastrokolik. Feses akhirnya dikeluarkan dri tubuh melalui anus.

Contoh Soal Ujian Saluran Pencernaan Usus Halus atau Kecil dan Besar

Soal 1. Enzim yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltosa adalah ….

  1. lipase
  2. peptin
  3. amilase
  4. renin
  5. pepsin

Soal 2. Di dalam duodenum terjadi absorpsi ….

  1. lemak
  2. protein
  3. asam amino
  4. air
  5. elektrolit

Soal 3. Zat-zat makanan yang diserap oleh pembuluh darah kapiler di dalam usus halus seperti berikut, kecuali .…

  1. air
  2. asam amino
  3. gliserol
  4. vitamin
  5. glukosa

Soal 4. Pembuluh kil menyerap zat makanan berupa .…

  1. mineral
  2. vitamin
  3. glukosa
  4. asam amino
  5. asam lemak

Soal 5. Bakteri Escherchia coli di dalam kolon membantu proses .…

  1. penyerapan elektrolit
  2. penyerapan air
  3. penyerapan mineral
  4. pembentukan feses
  5. pembusukan sisa-sisa makanan

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “=================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Usus Halus (Intestinum Tenue), Usus Besar Kolon, Saluran Pencernaan, Pengertian Usus halus atau usus kecil,  Letak usus halus antara, saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar,  Usus halus berfungsi,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Cara kerja enzimatik usus halus,  Sistem Pencernaan usus halus secara,  Vili,  pengertian vili Usus halus atau jonjot, mikrovili usus, Fungsi mikrovili usus, Struktur vili berfungsi, Enzim yang berperan di usus halus berasal dari,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi enzim pada usus halus, Fungsi hati pada pencernaan usus halus, fungsi pancreas pada usus halus, Tabel enzim pencernaan pada usus halus, katup antara usus halus usus besar, fungsi katup bauhinia, fungsi katup ileosekal, ileosekal, bauhinia, berfungsi mencegah makanan masuk kembali ke dalam usus halus,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Usus halus terdiri dari,  duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), ileum (usus penyerapan), Duodenum (Usus 12 Dua Belas Jari), Duodenum disebut usus duabelas jari karena,   panjang usus halus,  Bentuk Usus duodenum (dua belas jari), Saluran pada Duodenum, saluran empedu (duktus koledukus),
  12. Ardra.Biz, 2019, “saluran pankreas (ductus pankreatikus), Fungsi Saluran Empedu, fungsi hormone kolesistokinin, hormone yang merangsang empedu, Pengertian  kolesistokinin, Fungsi getah empedu, Organ yang menghasilkan getah empedu, kandungan getah empedu, zat warna empedu disebut,
  13. Ardra.Biz, 2019, “penjelasan bilirubin, fumgsi bilirubin, contoh garam empedu, Saluran Pankreas, saluran yang dilalui carian pancreas, Pengertian Pancreatic juice, Fungsi Pancreatic juice, Organ penhasil Pancreatic juice, kandungan Pancreatic juice, saluran pankreatik, Fungsi saluran pankreatik,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Getah Pankreas, Fungsi getah pancreas pada pencernaan,  fungsi pancreas, Enzim pada Pancreatic juice, Yang  menetralkan kandungan asam makanan sebelum masuk ke usus halus, Dinding Usus Halus,  kelenjar bunner, yang mensekresikan getah intestinum,  fungsi musin dan enzim proteolisis (pemecah protein),
  15. Ardra.Biz, 2019, “yang menghasilkan kelenjar burner, Jejunum, Jejunum disebut usus kosong karena, Panjang Jejunum (usus kosong), Letak kelenjar liberkuhn, Fungsi kelenjar liberkuhn, enzim pada kelenjar liberkuhn, kelejar yang mengeluarkan getah usus, Kandungan kelenjar liberkuhn,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Kandungan Getah usus, Enzim yang mengubah dipeptida menjadi asam amino, Erepsinogen Diaktifkan oleh, Fungsi enterokinase, Fungsi erepsin, Fungsi dipeptidase, yang diaktifkan oleh enterokinase, Fungsi erepsin atau dipeptidase, Fungsi Maltase,unt Enzim yang berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa, Fungsi Sakarase,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Enzim yang  berfungsi mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa, Fungsi Laktase, Enzim yang  berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, Fungsi Lipase, Enzim yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Disakarase, Enzim yang berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida, Fungsi Peptidase, Enzim yang  berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino, Fungsi Sukrase, Enzim yang  berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, Jenis enzim getah usus, Contoh Ezim getah usus,
  19. Ardra.Biz, 2019, “fungsi enzim getah usus, Ileum, Fungsi ileum, Panjang ileum, misel, Fungsi misel, Pembuluh yang menyerap zat makanan, fungsi pembuluh darah kapiler, pembuluh yang bawa sari makanan ke hati, fungsi vena porta hepatica, Pembuluh yang absorp sari makanan,
  20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi pembuluh getah bening, fungsi pembuuh kil, pembuluh yang bawa asam lemak dan gliserol, pembuluh yang bawa larutan misel, Garam empedu, fungsi garam empedu, yang buat empedu, vitamin A, D, E, dan vitamin K diserap oleh, vitamin yang diserap di absorp usus halus, pembuluh yang bawa vitamin,
  21. Ardra.Biz, 2019, “cara usus halus melakukan pencernaan mekanik, fungsi gerak peristaltic, gerak yang menyebabkan kim bergerak, pegertian kim chyme, Usus Besar (Kolon), Fungsi Usus besar kolon, Panjang usus besar kolon, Usus besar terdiri dari,  usus besar ascending (menaik), transvers (melintang), descending (menurun), rectum,
  22. Ardra.Biz, 2019, “Penususn Usus besar, Fungsi usus besar ascending (menaik), Fungsi transvers (melintang), Fungisi descending (menurun), Fungsi rectum, Usus besar tidak memiliki vili, Contoh makanan yang tidak diserap absorpsi oleh usus halus, proses pembusukan pada usus besar,
  23. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Escherichia coli, Bakateri yang membusukan sisa makanan di usus besar, hasil sekresi bakteri Escherichia coli, Contoh zat yang disekresikan oleh bakteri Escherichia coli, bakteri di usus besar, contoh bakteri di usus besar, katup antr usus besar dan usus halus,
  24. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi katup ileosekal, fungsi rectum, Pangkal usus besar, fungsi sekum, rumbai cacing, apendiks, fungsi rumbai cacing apendiks, bakteri penghasil enzim selulosa, fungsi enzim selulosa, enzim yang mengubah selulosa menjadi glukosa,
  25. Ardra.Biz, 2019, “penyebab fases terdorong ke poros usus rectum, fungsi Gerakan peristaltic di rectum, rangsangan ingin buang air besar (defekasi), fungsi gastrokolik,

Peredaran Darah Kecil Pulmonalis dan Besar Sistemik

Pengertian. Pada prinsipnya, sistem peredaran darah memiliki empat komponen utama sebagai berikut.

  1. Darah berfungsi sebagai medium pengangkut untuk nutrisi, udara, dan zat buangan.
  2. Jantung berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh.
  3. Pembuluh darah merupakan saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh.
  4. Sistem lainnya yang berfungsi menambah atau mengurangi kandungan darah. Contoh system lain sebagai pendukung adalah usus halus dalam sistem pencernaan tempat darah mendapatkan nutrisi yang akan dibawa ke seluruh tubuh, atau ginjal tempat darah mengurangi konsentrasi urea yang dikandungnya.

Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia

Beberapa fungsi yang dimiliki oleh sistem peredaran darah adalah sebagai berikut

1). Mengangkut zat makanan dan zat sisa hasil metabolisme.

2). Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (atau dinetralkan) atau ke ginjal untuk dibuang.

3). Mendistribusikan hormon dari kelenjar dan organ yang memproduksinya ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya.

4). Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.

5). Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah.

6). Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan sel darah putih.

Organ Peredaran Darah Manusia

Organ peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Fungsi utama jantung sebagai pemompa darah, sedangkan pembuluh darah berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

Struktur Jaringan Penyusun Jantung

Jantung memiliki empat ruangan, yaitu atrium sinister atau serambi kiri, atrium dexter atau serambi kanan, ventrikel sinister atau bilik kiri, dan ventrikel dexter atau bilik kanan.

Jantung bagian kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat berupa otot padat yang disebut septum cordi. Sekat yang memisahkan serambi dan bilik disebut Septum atrio ventriculorum.

Sekat antara serambi kiri dan serambi kanan pada fetus masih terdapat lubang yang disebut foramen ovale dan akan tertutup dengan sendirinya setelah kelahiran.

Serambi berfungsi sebagai tempat masuknya aliran darah sebelum darah masuk ke bilik dan dipompa ke seluruh tubuh atau ke paru-paru. Serambi akan berkontraksi agar darah mengalir menuju bilik.

Struktur Jantung dan Peredaran Darah Kecil Pulmonalis, arteri pulmonalis
Struktur Jantung dan Peredaran Darah Kecil Pulmonalis, arteri pulmonalis

Antara serambi kanan dengan bilik kanan terdapat katup atrioventrikuler, yang berfungsi mencegah aliran balik dari bilik kanan ke serambi kanan saat bilik berkontraksi. Katup atrioventrikuler kanan memiliki tiga lembar (daun) katup yang disebut katup valvula trikuspidal.

Sedangkan, antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat dua lember katup yang disebut katup valvula bikuspidal. Katup ini berfungsi mencegah darah dalam bilik kiri agar tidak mengalir kembali ke serambi kiri saat jantung berkontraksi.

Pada pangkal aorta dan pangkal arteri pulmonalis (pembuluh nadi paruparu) terdapat katup berbentuk bulan sabit yang disebut katup valvula semilunaris. Fungsi katup valvula semilunaris adalah untuk mencegah aliran darah tidak kembali ke jantung.

Dinding jantung tersusun dari otot otot jantung yang disebut miokardium. Otot jantung memiliki kemampuan berkontraksi sehingga menjadikan jantung dapat berdenyut.

Jantung bagian luar dilapisi oleh selaput jantung yang disebut perikardium. Perikardium tersusun dari 2 lapisan yaitu lapisan luar disebut lamina panistalis dan lapisan dalam yang menempel pada dinding jantung disebut lamina viseralis.

Di antara kedua lapisan tersebut terdapat cairan yang berfungsi untuk mencegah gesekan permukaan luar jantung dengan organ-organ lainnya karena gerak jantung yang terus-menerus sebagai pemompa darah

Otot jantung mendapatkan zat-zat makanan dan oksigen dari darah melalui arteri koroner yang bercabang ke seluruh bagian jantung. Jika arteri koroner mengalami penyumbatan, maka kerja otot jantung menjadi terganggu atau bahkan terhenti. Peristiwa penyumbatan pada arteri coroner disebut koronariasis. Kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner  disebut infark miokardium.

Otot jantung memiliki saraf tak sadar yang menempel ke jantung bagian tengah di antara dua bilik sebagai berkas yang menyebar. Berkas saraf ini disebut berkas Hiss.

Otot jantung memiliki satu siklus kontraksi – relaksasi yang disebut siklus jantung. Periode relaksasi disebut diastol, yaitu ketika serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang (otot bilik relaksasi). Adapun periode kontraksi disebut sistol, terjadi ketika otot bilik berkontraksi (ruang bilik menguncup) dan darah terdorong keluar.

Selama satu denyut jantung terjadi perubahan tekanan darah pada dinding aorta. Pada orang dewasa dalam keadaan normal tekanan yang tertinggi, yaitu tekanan sistol sekitar 120 mm Hg. Tekanan darah ini dapat diukur dengan menggunaka tensimeter atau sphygmomanometer dan hasilnya biasa dituliskan sistol/diastol = 120/80 mm Hg.

Jenis Peredaran Darah Manusia

Darah mengalir melewati jantung dua kali sehingga disebut pembuhuh darah ganda. Peredaran darah terdiri atas peredaran darah besar atau peredaran darah sistemik dan sistem peredaran darah kecil atau peredaran darah paru.

Peredaran Darah Kecil (Peredaran Darah Pulmonalis)

Peredaran dimulai ketika Ventrikel atau bilik kanan memompa darah agar mengalir ke paru- paru. Aliran darah ini akan melewati arteri pulmonalis. Ketika darah masuk ke dalam paru-paru melewati kapiler, terjadi pertukaran antara CO2 dengan O2 di dalam darah.

Pertukaran antara CO2 dengan O2 ini akan membuat darah yang masuk ke atrium kiri menjadi kaya dengan kandungan O2. Darah mengair dari paru- paru ke atrium atau serambi kiri melalui vena pulmonalis. Kemudian darah yang kaya dengan O2 akan masuk ke ventrikel kiri.

Ventrikel kiri memiliki dinding yang lebih tebal dibandingkan dengan dinding ventrikel kanan. Hal ini sesuai dengan fungsi dari ventrikel kiri yaitu untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Peredaran Darah Besar (Peredaran Darah Sistemik)

Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali paru paru. Peredaran darah besar dimulai dari bilik kiri jantung menuju ke tubuh bagian atas dan bagian bawah dengan membawa oksigen ke seluruh sel- sel tubuh. Selanjutnya, darah masuk kembali ke jantung melalui serambi kanan dengan membawa karbon dioksida.

Peredaran Darah Besar Sistemik, Aorta, Vena, Arteri
Peredaran Darah Besar Sistemik, Aorta, Vena, Arteri

Peredaran darah besar dimulai ketika vertikel kiri memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh.  Darah yang kaya O2 akan meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta. Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang bercabang tiga. Cabang pertama aorta adalah arteri koronaria yang akan membawa aliran darah menuju otot -otot jantung.

Cabang kedua aorta adalah arteri yang menuju ke anggota tubuh bagian atas yaitu kepala, dada, dan lengan. Adapun cabang ketiga aorta adalah arteri yang menuju ke anggota tubuh bagian bawah yaitu perut dan kaki.

Pada setiap organ tubuh, memiliki jaringan jaringan kapiler yang berhubungan dengan venula yang akan mengembalikan darah menuju jantung melalui vena.

Darah yang kaya dengan kandungan CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian atas akan masuk ke jantung melalui vena cava superior. Sedangan darah yang kaya dengan kandungan CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian bawah akan masuk ke jantung melalui vena cava inferior. Kedua vena cava tersebut mengalirkan darah menuju atrium kanan. Dari atrium kanan, darah akan kembali ke ventrikel kanan.

Pada sistem peredaran darah besar, ada suatu sistem peredaran darah yang disebut sistem porta hepatica. Dalam sistem porta ini, sebelum darah kembali ke jantung darah terlebih dahulu masuk ke dalam hati untuk dibersihkan dari racun-racun yang diserap oleh usus halus. Selanjutnya, darah kembali ke jantung melalui pembuluh balik (vena).

Contoh Soal Ujian Sistem Peradaran Manusia

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Peredaran Darah Manusia, Pengertian Peredarah darah, Peredarana darah, Komponen Peredaran Darah Manusia, empat komponen utama peredaran darah, Fungsi Peredaran Darah, Fungsi jantung pada peredaran darah,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi pembuluh pada peredaran darah, Organ Peredaran Darah, Jenis Organ peredaran darah, Fungsi utama jantung,  Fungsi pembuluh darah, Struktur Jaringan Penyusun Jantung, Jantung memiliki empat ruangan, atrium sinister atau serambi kiri, atrium dexter atau serambi kanan, ventrikel sinister atau bilik kiri, ventrikel dexter atau bilik kanan,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi atrium sinister, Fungsi serambi kiri, Fungsi atrium dexter, Fungsu serambi kanan, Fungsi ventrikel sinister, Fungsi bilik kiri, Fungsi ventrikel dexter, Fungsi bilik kanan, foramen ovale, Pengertian Fungsi foramen ovale, Sekat Pemisah Jantung bagian kiri dan kanan,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian  Fungsi septum cordi, Fungsi septum cordi, Sekat pemisah serambi dan bilik, Fungsi Septum atrio ventriculorum, septum cordi, Septum atrio ventriculorum, Pengertian Fungsi foramen ovale, Fungsi Serambi, Gambar bagian dan fungsi jantung, katup atrioventrikuler, Fungsu katup atrioventrikuler,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian katup atrioventrikuler, Jumlah katup atrioventrikuler,  Fungsi katup valvula trikuspidal, Jumlah  katup valvula trikuspidal, Pengertian katup valvula trikuspidal,  Katup antara serambi kanan dengan bilik kanan,  katup valvula bikuspidal, Jumlah katup valvula bikuspidal, Fungsi katup valvula bikuspidal,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Katup antara serambi kiri dan bilik kiri, katup valvula semilunaris, Pengertian katup valvula semilunaris, Fungsi katup valvula semilunaris, Jumlah katup valvula semilunaris, katup antara aorta dan bilik kiri, katup antara bilik kanan dengan arteri pulmonalis, Miokardium,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi miokardium, Pengertian miokardium, otot penyusun jantung adalah, Pericardium, Pengertian Pericardium, Fungsi Pericardium, selaput jantung, lamina panistalis, lamina viseralis, Fungsi lamina panistalis, Fungsi lamina viseralis, Pengertian lamina panistalis, Pengertian lamina viseralis, Lapisan pericardium, jumlah lapisan pericardium,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi arteri coroner, Pengertian arteri coroner, arteri coroner, pembuluh zat makanan ke jantung, pembuuh jantung, penyumbatan arteri coroner, penyebeb koronariasis, pengertian koronariasis,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner, infark miokardium, Penyebab infark miokardium, Pengertian infark miokardium, Pencegahan infark miokardium, Pencegahan koronariasis, berkas Hiss, Pengertian berkas Hiss, Fungsi berkas Hiss, saraf pada jantung,
  17. Ardra.Biz, 2019, “satu siklus kontraksi – relaksasi, siklus jantung, Pengertian dan Fungsi siklus jantung, Penjelasan Periode relaksasi, Pengertian dan Fungsi diastol, Penjelasan periode kontraksi, Pengertian dan fungsi sistol,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Alat ukur tekanan darah, tensimeter, sphygmomanometer, Pengertian Fungsi tensimeter, Pengertian dan fungsi sphygmomanometer, cara penulisan tekanan darah, sistol/diastole = 120/80, Pengertian sistol/diastole = 120/80,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Peredaran Darah Kecil, Peredaran Darah Pulmonalis, Penjelasan pengertian Peredaran Darah Kecil, Penjelasan pengertian Peredaran Darah Pulmonalis, Fungsi Peredaran Darah Kecil, Fumgsi Peredaran Darah Pulmonalis, Jenis Peredaran Darah Manusia,
  20. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan peredaran darah ganda, Mekanisme Peredaran Darah Keci Cara kerja Peredaran Darah Pulmonalis, Cara kerja jantung, aliran darah kaya CO2 karbon dioksida, Aliran darah kaya kandungan O2 oksigen, atrium kiri kaya kandungan O2, tempat pertukaran CO2 dengan O2, darah kaya O2 masuk ke ventrikel kiri,
  21. Ardra.Biz, 2019, “dinding Ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan dinding ventrikel kanan, Peredaran Darah Besar, Peredaran Darah Sistemik, Penjelasan Fungsi Peredaran Darah Besar, Penjelasan Fungsi Peredaran Darah Sistemik, Contoh Soal Ujian Sistem Peradaran Darah Manusia,
  22. Ardra.Biz, 2019, “Gambar peredaran darah dan fungsi, Fungsi Aorta, Jumlah cabang aorta, Fungsi vena cava superior, Penjelasan vena cava superior, Pembuluh darah kotor, pembuluh darah bersih, pembuluh kaya oksigen, pembuluh kaya karbon dioksida, Pembuluh ke otot jantung,
  23. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi vena cava inferior, Fungsi vena cava, Pembuluh darah bagian bawah tubuh, Pembuluh darah bagian atas tubuh, porta hepatica, Pengertian porta hepatica, Fungsi porta hepatica, Contoh Soal Ujian Sistem Peredaran Darah Manusia,

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Pengertian. Secara garis besar, sistem pertahanan tubuh dibedakan menjadi system pertahanan tubuh nonspesifik dan system pertahanan tubuh spesifik.

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik tidak membedakan mikroorganisme patogen satu dengan pathogen yang lainnya. Sistem ini merupakan pertahanan pertama tubuh dalam melawan sumber penyakit atau infeksi. Pathogen adalah mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit.

System pertahanan tubuh spesifik bekerja hanya jika patogen tertentu memasuki tubuh dan telah melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik internal.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik merupakan sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme pathogen satu dengan yang lainnya.

Tubuh dapat melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan identitas organisme penyerang. Artinya, system pertahanan tubuh nonspesifik langsung bekerja dengan memberi perlawanan ketika ada benda asing (atau antigen) yang akan masuk tubuh.

Antigen (antibody generating) adalah zat yang dapat memicu dibentuknya antibodi. Patogen memiliki antigen yang berbeda-beda. Antigen dapat berupa karbohidrat, lemak, atau protein.

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik terdiri dari dua jenis, yaitu eksternal dan internal.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik eksternal meliputi jaringan epitel, mukosa, dan sekresi jaringan tersebut.

Pertahan Nonspesifik Kulit

Pertahanan tubuh terbesar yang dimiliki manusia untuk menjaga tubuh dari infeksi adalah kulit. Permukaan kulit mampu mencegah mikroorganisme patogen untuk tidak memasuki tubuh.

Kulit merupakan garis pertahanan pertama tubuh terhadap serangan patogen. Kulit yang utuh terdiri atas epidermis yang tersusun atas sel-sel epitel yang sangat rapat. Dengan demikian kulit menjadi sulit ditembus oleh bakteri dan virus atai pathogen lainnya.

Namun demikian, adanya kerusakan pada kulit walaupun berukuran kecil dapat menjadi jalan masuk bakteri dan virus ke dalam tubuh.

lapisan sel-sel yang mati membuat permukaan kulit selalu berganti sehingga bakteri yang berada di permukaan kulit tersebut juga selalu terbuang dengan sel yang mati.

Pertahan Nonspesifik Mukosa

Membran mukosa terdapat pada saluran pencernaan, pernapasan, dan saluran kelamin. Membran mukosa ini berfungsi sebagai penghalang mikroorganisme agar tidak dapat memasuki tubuh.

Membran mukosa tidak dapat ditembus oleh bakteri dan virus karena antara satu membran dan membran lain sangat rapat.

Pertahan Nonspesifik Sekresi Jaringan Kulit dan Mukosa

Selain sebagai penghalang secara fisik, jaringan epitel kulit dan jaringan mukosa menghalangi mikroorganisme patogen dengan pertahanan kimiawi. Sekresi yang dilakukan oleh kelenjar lemak dan kelenjar keringat pada kulit akan menghasil keasaman (pH) permukaan kulit sekitar 3 – 5. Dengan kondisi yang cukup asam ini, kulit akan mampu mencegah banyak mikroorganisme untuk tidak hidup di kulit.

Jaringan epitel dapat mensekresikan air liur dan air mata, sedangkan mukosa dapat mensekresikan mucus. Hasil sekresi ini digunakan untuk melawan dan membunuh bibit penyakit yang berbahaya.

Kulit mampu mensekresikan protein anti mikroba seperti lisosim. Lisozim merupakan suatu enzim yang dapat menguraikan dinding sel bakteri.

Membran mukosa menghasilkan mukus yang merupakan cairan kental untuk mengikat dan menggumpalkan bakteri. Gumpalan ini kemudian akan dibuang oleh tubuh dalam bentuk cairan kental.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal

Sistem Pertahanan kedua dilakukan oleh System pertahanan nonspesifik internal meliputi pertahanan tubuh yang dipicu oleh sinyal kimia (kemotaksis) dan menggunakan protein antimikroba serta sel fagosit.

Sistem pertahanan tubuh nonspesifik internal ini menyerang semua mikroba atau zat asing atau pathogen yang dapat melewati pertahanan terluar tubuh.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Internal Sel Fagosit

Sel-sel fagositosit selalu beredar dalam jaringan, pembuluh darah dan sistem limfa. Setelah beredar ke jaringan, sel-sel fagositosit tidak kembali ke pembuluh darah, tetapi ke sistem limfa.

Sel-sel fagosit menelan dan mencerna (fagositosis) benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Fagositosis dilakukan oleh sel darah putih. Jenis-jenis sel darah putih yang dapat melakukan fagositosis adalah neutrofil, monosit, eosinofil, dan sel pembuluh alami (natural killer, NK).

Sel Neutrofil

Sel neutrifil memiliki plasma yang bersifat netral, inti selnya berjumlah banyak dengan bentuk yang beragam. Neutrofil merupakan fagositosis terhadap patogen, dan jaringan mati.

Jumlah Neutrofil dalam darah putih antara 60 sampai dengan 70 persen. Sel neutrofil akan mendekati sel yang diserang mikroba atau pathogen setelah ada sinyal kimiawi (atau kemotaksis).

Neutrofil akan meninggalkan peredaran darah menuju jaringan yang terinfeksi dan membunuh mikroba penyebab infeksi. Sel neutrofil akan ikut mati setelah mampu menghancurkan mikroba atau pathogen.

Sel Monosit

Monosit dapat bergerak seperti Amoeba dan mempunyai inti yang bulat/ bulat panjang. Monosit diproduksi pada jaringan limfa dan bersifat fagosit.

Jumlah Sel monosit hanya sekitar 5 persen dari seluruh sel darah putih. Sel monosit akan memberikan pertahanan fagosit yang cukup efektif.

Sel monosit yang sudah matang akan bersirkulasi dalam darah untuk beberapa jam. Kemudian, Sel monosit bergerak menuju jaringan dan berubah menjadi makrofag yaitu sel fagositosis yang besar.

Makrofaga melakukan fungsinya dengan memperpanjang kaki pseudopodia untuk menarik mikroba dan menelannya. Di dalam sel makrofaga, mikroba kemudian akan dicerna oleh enzim lisosom.

Sel Eosinophil

Plasmanya bersifat asam dan bersifat fagosit. jumlahnya akan meningkat ketika tubuh terkena infeksi.

Jumlah Eosinofil  dalam sel darah putih hanya sekitar 1,5 persen. Eosinofil memiliki aktivitas fagositosit yang terbatas, namun mengandung enzim penghancur di dalam granul sitoplasmanya.

Eosinofil berperan dalam pertahanan tubuh terhadap cacing parasit. Eosinofil memposisikan diri di permukaan cacing dan menyekresikan enzim dari granul untuk membunuh cacing tersebut.

Sistem Pertahanan Tubuh Imunitas Nonspesifik Internal Protein Antimikroba

Protein yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik disebut dengan sistem komplemen. Protein komplemen dapat secara langsung membunuh mikroorganisme ataupun mencegah reproduksinya.

Terdapat sekitar 20 jenis protein yang termasuk dalam sistem komplemen protein ini. Contoh jenis protein komplemen adalah Histamin dan interleukin..

Protein komplemen beredar bersama aliran darah dalam bentuk tidak aktif. Jika beberapa molekul dari satu jenis protein komplemen aktif, maka akan memicu terjadinya reaksi dari protein lain yang tidak aktif

Protein komplemen aktif akan mengaktifkan banyak molekul komplemen lainnya. Setiap molekul yang teraktifkan, akan mengaktifkan jenis protein komplemen lain dan begitu seterusnya.

Aktivasi protein komplemen terjadi jika protein komplemen tersebut berikatan dengan protein yang disebut antigen. Antigen telah dimiliki oleh patogen. Aktivasi dapat terjadi ketika protein komplemen berikatan langsung dengan permukaan bakteri.

Beberapa protein komplemen dapat bersatu membentuk pori kompleks yang menginduksi lisis (kematian sel) pada patogen.

Beberapa protein komplemen yang teraktifkan akan menyebabkan terjadinya respons dari system pertahanan tubuh nonspesifik yang disebut peradangan (atau inflamasi). Selain itu, protein komplomen ini akan menarik sel sel fagosit menuju sel atau jaringan yang rusak.

Peradangan

Ketika mikroba mampu merusak jaringan tubuh, maka sel-sel jaringan yang telah rusak tersebut akan mengirimkan sinyal. Sinyal pertama adalah histamin yang mengakibatkan terjadinya peradangan, sedangkan sinyal yang kedua adalah interferon yang akan menyiapkan sel-sel lain.

Histamin

Sinyal yang dikirim oleh sel yang rusak atau terinfeksi akan diterima oleh sel darah putih jenis basophil. Kemudian Basophil akan melepaskan histamin ke jaringan.

Histamin ini akan menyebabkan pembuluh darah prakapilker sekitar jaringan menjadi besar, sedangkan pembuluh vena menjadi kecil. Keadaann ini, menyebabkan jaringan mengalami pembengkakan atau peradangan.

Peradangan ini mengakibatkan terjadinya demam pada tubuh. Deman terjadi karena sel sel leukosit melepaskan senyawa pirogen. Senyawa pirogen akan merangsang tubuh untuk menaikkan suhu dengan tujuan untuk meningkatkan pertahanan tubuh, menghambat pertumbuhan beberapa jenis mikroba, memudahkan fagositosis, mempercepat reaksi tubuh, dan mempercepat perbaikan jaringan.

Interferon

Interferon merupakan senyawa kimia spesifik yang dimiliki setiap spesies dan diproduksi oleh sel yang terkena serangan virus. Interferon berfungsi mengaktifkan sel-sel yang dekat dengan sel yang telah terkena serangan virus agar dapat menghadapi serangan virus patogen. Dengan adanya sinyal interferon ini sel tersebut  akan melawan serangan virus.

Respons Tubuh pada Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Infeksi yang disebabkan oleh mikroba patogen akan direspons oleh tubuh dengan membentuk peradangan (inflamasi) yang disertai dengan demam. Radang merupakan reaksi tubuh terhadap kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan oleh infeksi, zat-zat kimia, ataupun gangguan fisik lainnya, seperti benturan dan panas.

Gejala yang timbul saat radang dapat berupa sakit, panas bengkak, kulit memerah dan gangguan fungsinya pada daerah yang terkena radang. Contoh bentuk peradangan adalah Bisul, bengkak, dan gatal.

Demam merupakan salah satu respons tubuh akibat terjadinya  peradangan. Ketika demam, suhu tubuh akan naik sampai melebihi suhu tubuh normal. Bakteri, virus, sel- sel kanker, dan sel- sel yang mati akan menghasilkan zat yang disebut pyrogenexogen.

Zat pyrogenexogen merangsang makrofag dan monosit mengeluarkan zat pyrogen-endogen yang merangsang hipotalamus menaikkan suhu tubuh sehingga timbul perasaan dingin, menggigil, dan suhu tubuh yang meningkat.

Suhu tubuh yang tinggi menguntungkan karena bakteri dan virus akan lemah sehingga mati pada suhu tinggi. Metabolisme, reaksi kimia, dan sel-sel darah putih akan lebih aktif dan cepat sehingga mempercepat penyembuhan.

Namun, terdapat efek lain dari naiknya suhu tubuh ini. Sakit kepala, pusing, lesu, kejang, dan kerusakan otak permanen yang membahayakan tubuh dapat terjadi akibat naiknya suhu tubuh.

Contoh Soal Ujian Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Berikut ini yang termasuk pertahanan pada permukaan tubuh adalah ….

  1. kulit dan membran mukosa
  2. air mata dan air liur
  3. bakteri flora normal tubuh
  4. urine
  5. semua jawaban benar

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh dihancurkan oleh ….

  1. IgA
  2. Sel T pembantu
  3. Antibiotik
  4. Fagosit
  5. Histamin

Naiknya suhu tubuh saat demam bertujuan ….

  1. mempercepat perkembangbiakan bakteri
  2. mempercepat metabolisme
  3. mempercepat kerja sel fagosit
  4. jawaban b dan c benar
  5. jawaban a, b, dan c benar

Demam yang terlalu tinggi membahayakan tubuh karena ….

  1. metabolisme terlalu cepat
  2. melemahkan virus dan bakteri
  3. melemahkan sel fagosit
  4. merusak jaringan saraf
  5. merusak sel otot

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==================
  8. Ardra.Biz, 2019, “ Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik, Imunitas Nonspesifik, Kekebalan Nonspesifik, Kekebalan Bawaan, pertahanan pertama tubuh, Jenis sistem pertahanan tubuh dibedakan menjadi,
  9. Ardra.Biz, 2019, “ sumber penyakit atau infeksi, Pengertian Pathogen, Contoh pathogen, System pertahanan tubuh spesifik,  Pengertian Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik, Pengertian pertahanan pertama, Pengertian Antigen (antibody generating),
  10. Ardra.Biz, 2019, “ Contoh Antigen (antibody generating), Antigen (antibody generating) adalah, Sistem pertahanan tubuh nonspesifik terdiri dari, Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal, Jenis Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Eksternal,
  11. Ardra.Biz, 2019, “ Mekanisme pertahanan tubuh pertama, mekanisme pertahanan tubuh kedua, mekanisme pertahanan nonspeifik, Sistem pertahanan nonspesifik eksternal jaringan epitel, mukosa, Sistem pertahanan nonspesifik sekresi jaringan, Pertahanan Nonspesifik Kulit,
  12. Ardra.Biz, 2019, “ Fungsi jaringan epitel kulit pada pertahanan nonspesifik, Kulit garis pertahanan pertama, Contoh pertahanan nonspesifik pertama, Pengertian Pertahanan Nonspesifik Mukosa, Letak Membran mukosa terdapat pada, Fungsi Membran mukosa pada pertahanan nonspesifik,
  13. Ardra.Biz, 2019, “letak membran mukosa, Pertahanan Nonspesifik Sekresi Jaringan Kulit dan Mukosa, Fungsi sekresi jaringan epitel dan mukosa,
  14. Ardra.Biz, 2019, “pH keasaman kulit, Fungsi keasaman pH kulit pada pertahanan tubuh, Hasil sekresi Jaringan epitel, fungsi lisosim pada pertahanan nonspesifik, Fungsi mucus membran mukosa pada pertahanan tubuh,
  15. Ardra.Biz, 2019, “cara membran mukosa membunuh pathogen bakteri virus, cara kulit mencegah kuman pathogen bakteri virus, Fungsi Sistem Pertahanan Nonspesifik Internal, Sistem Pertahanan Nonspesifik Internal, Pengertian Sistem Pertahanan kedua, Fungsi darah putih pada pertahanan tubuh,
  16. Ardra.Biz, 2019, “ mekanisme pertahanan darah putih, mekanisme pertahanan tubuh fagosit, mekanisme pertahanan tubuh monosit, mekanisme pertahanan tubuh protein komplemen, mekanisme pertahanan tubuh membran mukosa, protein antimikroba, sel fagosit, Fungsi protein antimikroba,  mekanisme pertahanan tubuh kulit
  17. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi sel fagosit, Cara sel fagosit mencegah penyakit pathogen kuman bakteri, Jenis sel darah putih bersifat fagositosis, Sel Neutrofil, Fungsi Sel Neutrofil, Neutrofil fagositosis pathogen, Jumlah Neutrofil dalam darah putih, Sel neutrofil akan ikut mati setelah, Sel Monosit, Fungsi Sel Monosit, Cara Sel Monosit melawan kuman bakteri virus pathogen,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Jumlah Sel monosit dalam darah putih, Fungsi makrofag pada sel monosit,  pengettian Makrofaga sel monosit, sel fagositosis sel monosit, Sel Eosinophil,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Cara Sel Eosinophil melawan kumuan,  Fungi Sel Eosinophil, Jumlah Eosinofil  dalam sel darah putih, Fungsi sistem komplemen,  Fungsi Protein komplemen,  Contoh jenis protein komplemen,
  20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Histamin dan interleukin, Cara Protein komplemen melawan pathogen, Contoh jenis protein komplemen pertahanan tubuh,  peradangan (atau inflamasi),
  21. Ardra.Biz, 2019, “mekanisme sel fagosit membunuh pathogen, mekanisme lisosom melawan kuman pathogen, Pengertian dan Fungsi Peradangan Pertahanan Tubuh,  Pengertian dan Fungsi Histamin,
  22. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Basophil pertahanan tubuh, Mekanisme peradangan histamin, Interferon, Fungsi Interferon, Mekanisme Interferon pada pertahanan tubuh,
  23. Ardra.Biz, 2019, “Respons Tubuh pada Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik, Contoh bentuk peradangan inflamasi adalah, Gejala peradangan inflamasi,
  24. Ardra.Biz, 2019, “Contoh gejala peradangan inflamasi,  pyrogenexogen, Fungsi pyrogenexogen pada pertahanan tubuh, Zat yang dikeluarkan pyrogenexogen, pyrogen-endogen, Pengertian pyrogen-endogen, Fungsi pyrogen-endogen pada pertahanan tubuh, Contoh Soal Ujian Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik,

Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik

Pengertian. Tubuh manusia memiliki dua sistem susunan saraf, yaitu system saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sedanglakn Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ yang terdapat dalam tubuh.  Di dalam sistem saraf tepi inilah, neuron sensorik dan motorik bekerja.

Sistem saraf tepi berfungsi menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengatur. Sistem saraf tepi pada dasarnya terdiri dari lanjutan sel saraf. Sel-sel saraf ini berfungsi membawa impuls saraf atau rangsang saraf menuju dan dari sistem saraf pusat.

Berdasarkan fungsi dan impuls saraf yang dibawanya, sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen (sistem saraf sensoris) dan sistem saraf eferen (system saraf motoris).

a) Sistem saraf aferen,

Sistem saraf aferen tersusun atas neuron yang membawa implus dari reseptor menuju sistem saraf pusat.

b) Sistem saraf eferen,

sistem saraf eferen tersusun atas neuron yang membawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor.

System saraf tepi dibentuk oleh dua tipe sel saraf, yaitu sel saraf somatik dan sel saraf otonom. Baik sel saraf somatik maupun sel saraf otonom dibentuk oleh sistem saraf sensorik dan motoric. Sel saraf tepi merupakan perantara impuls antartubuh dengan sistem saraf pusat.

Sistem Saraf Sadar Somatik

Sistem saraf somatik membawa impuls pesan dari organ reseptor tubuh menuju sistem saraf pusat. Sistem saraf somatis bekerja secara sadar.

Sistem saraf sadar disebut juga system saraf somatic tersusun atas saraf kranial (menuju atau berasal dari otak) dan saraf spinal (menuju atau berasal dari sumsum tulang).

Saraf Kranial

Sistem saraf kranial dibangun oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kranial berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala, di antaranya mata, telinga, hidung, lidah, dan wajah.

Meskipun saraf kranial tampaknya hanya merespons rangsang di sekitar kepala, ada beberapa pasang saraf yang merespons kotak suara, pangkal tenggorokan, detak jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

Saraf Spinal

Sumsum tulang belakang membentuk banyak pasangan saraf. Setiap pasang saraf ini merespons rangsang kegiatan tubuh, di luar daerah kepala. Seluruh saraf spinal merupakan gabungan saraf sensorik (aferen) dan motoric (eferen). Saraf spinal berhubungan dengan sistem kerja saraf otonom

System saraf spinal dibangun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf spinal menangani reseptor dan efektor lainnya yang berada dalam tubuh.

Saraf spinal merupakan gabungan neuron sensorik dan motorik. Semua saraf sensorik masuk ke sumsum tulang belakang melalui akar dorsal, dan semua dendritnya berasal dari reseptor.

Sedangkan semua saraf motorik keluar dari sumsum tulang belakang, melalui akar ventral dan semua neuritnya menuju ke efektor.

Sistem Saraf Tidak Sadar (Otonom)

Saraf yang mengendalikan gerakan organ dalam (visceral) tubuh secara otomatis dan tidak di bawah kehendak saraf pusat disebut saraf otonom. Sistem saraf otonom biasanya disebut sebagai sistem motor.

System saraf otonom bekerja di luar kesadaran dan memengaruhi kerja otot organ dalam, seperti usus halus, keringat, pencernaan, dan sekresi hormon dan enzim oleh kelenjar dan denyut jantung . Sistem saraf otonom dibentuk oleh saraf sensorik dan saraf motorik.

Sistem saraf otonom dibangun oleh sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik.

1). Saraf Simpatetik

Saraf simpatetik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum tulang belakang (medula spinalis) di daerah dada dan pinggang. Fungsi Saraf simpatetik umumnya bekerja untuk memacu atau mempercepat kerja organ-organ tubuh.

Saraf simpatetik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang punggung dan menempel pada sumsum tulang belakang. Saraf simpatetik memiliki serabut praganglion yang pendek dan serabut pascaganglion yang panjang.

2) Saraf Parasimpatetik

Saraf parasimpatetik adalah saraf yang berpangkal pada sumsum lanjutan (atau medula oblongata) dan dari sakrum yang merupakan saraf pre-ganglion dan post-ganglion. Fungsi saraf parasimpatetik umumnya bekerja untuk memperlambat atau menurunkan kerja organ-organ tubuh.

Susunan saraf parasimpatetik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.

Dari sini dapat dikatakan bahwa Sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik bersifat antagonis. Bekerja pada organ target yang sama namun dengan hasik saling bertolak belakang.

Jika saraf simpatetik menyebabkan kontraksi pada suatu efektor, saraf parasimpatetik menyebabkan relaksasi pada efektor tersebut. Mekanisme kerja seperti itu bertujuan agar proses-proses di dalam tubuh berjalan dengan normal.

Sistem saraf parasimpatetik mengatur banyak sistem kerja tubuh, seperti mengendurkan laju detak jantung, penyempitan pupil, dan kontraksi kandung kemih.

Sementara itu, saraf simpatetik bekerja sebaliknya, seperti mempercepat detak jantung, pelebaran pupil, dan relaksasi kandung kemih.

Contoh pengaruh saraf simpatetik dan parasimpatetik terhadap efektor adalah saraf simpatetik menyebabkan kecepatan dan volume kecepatan jantung bertambah, sedangkan saraf parasimpatetik menyebabkan kecepatan volume kecepatan jantung berkurang.

Efek yang berbeda ini disebabkan neurotransmiter yang dihasilkan juga berbeda. Neurotransmiter saraf simpatetik adalah noradrenalin, sedangkan neurotransmiter saraf parasimpatetik adalah asetilkolin.

Jenis dan Fungsi Saraf Kranial

1 Saraf Olfaktori berfungsi dalam Penciuman

2 Saraf Optik berfungsi dalam Penglihatan

3 Saraf Okulomotor berfungsi untuk Pergerakan otot bola mata dan kelopak mata

4 Saraf Troklear berfungsi dalam Pergerakan otot bola mata

5 Saraf Trigeminal berfungsi dalam Sensoris: sensasi di wajah dan mulut; Motoris: mengunyah

6 Saraf Abdusena berfungsi dalam Pergerakan bola mata

7 Saraf Fasial berfungsi sebagai Sensoris: rasa (kecap), motorik: pergerakan di wajah dan kelenjar pencernaan

8 Saraf Auditori berfungsi dalam Pendengaran dan keseimbangan tubuh

9 Saraf Glosofaring berfungsi sebagai Sensoris: rasa (kecap), motorik: menelan

10 Saraf Vagus berfungsi untuk Pengontrol otot dan kelenjar di organ-organ dalam

11 Saraf Aksesoris berfungsi dalam proses Menelan dan pergerakan leher

12 Saraf Hipoglosal berfungsi dalam Pergerakan lidah

Contoh Soal Ujian Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik

Soal 1. Neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari alat indra menuju ke otak atau sumsum tulang belakang adalah ….

  1. neuron sensorik
  2. neuron motorik
  3. neuron bipolar
  4. neuron unipolar
  5. neuron konektor

Soal 2. Di bawah ini adalah organ-organ yang memiliki saraf otonom, kecuali ….

  1. jantung
  2. anggota gerak
  3. ginjal
  4. alat pernapasan
  5. sistem pencernaan

Soal 3. Susunan saraf otonom erat kaitannya dengan ….

  1. berpikir
  2. pencernaan
  3. mendengar
  4. melihat
  5. aktivitas di luar kesadaran

Soal 4. Saraf motorik membawa rangsangan dari ….

  1. alat-alat panca indra ke sarat parasimpatetik
  2. otot-otot ke susunan saraf simpatetik
  3. pusat saraf ke otot-otot
  4. alat-alat panca indra ke pusat saraf
  5. alat-alat indra ke saraf parasimpatetik

Soal 5. Bagian mata yang merupakan resptor cahaya adalah ….

  1. sklera
  2. retina
  3. vitreous humor
  4. kornea
  5. fovea

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==============
  8. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Saraf Tepi, Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik, Pengertian Sistem Saraf Tepi, Pengertian Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Sistem Saraf Tepi, Contoh Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik, Fungsi Sistem Saraf Tepi, Fungsi Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik, organ oleg saraf otonom,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Jenis sel saraf, Jenis system susunan saraf, Saraf yang bawa impuls menuju dan dari sistem saraf pusat, system saraf pusat, sistem saraf tepi, Sistem saraf  otak, system saraf sumsum tulang belakang, tempat neuron sensorik dan motorik bekerja, organ oleh saraf tepi,
  11. Ardra.Biz, 2019, ” Jenis saraf tepi, Sistem saraf aferen, Fungsi Sistem saraf aferen, Saraf yang bawa implus dari reseptor menuju sistem saraf pusat, Sistem saraf eferen, Fungsi sistem saraf eferen, saraf yang bawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor,
  12. Ardra.Biz, 2019, “sel saraf somatic, sel saraf otonom, pengertian sel saraf somatik dan sel saraf otonom, Penyusun saraf tepi, Penjelasan Sistem Saraf Sadar Somatik, Contoh Sistem Saraf Sadar Somatik, Fungsi Sistem saraf somatic, organ oleh saraf somatic,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Sistem saraf somatis, saraf sadar, Fungsi Sistem saraf sadar , system saraf somatic tersusun dari,  saraf kranial, yang bawa impul menuju atau berasal dari otak, saraf spinal, yang bawa impul menuju atau berasal dari sumsum tulang,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan penjeasan fungsi Saraf Kranial, jumlah pasangan saraf kranial, letak Saraf kranial, organ oleh sarf kranial,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Saraf Spinal, jumlah pasangan saraf spinal, letak saraf spinal, fungsi saraf spinal, Pengertian dan penjelasan fungsi saaf spinal, fungsi akar dorsal, organ oleh saraf spinal,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Saraf Tidak Sadar (Otonom), organ dalam (visceral), Pengertian dan Penjelasan fungsi saraf otonom, system saraf motoric, jenis saraf tak sadar otonom, Fungsi saraf otonom, Sistem saraf otonom membawa impuls dari, Saraf yang mengendalikan Gerakan tubuh secara otomatis, contoh saraf otonom tak sadar, organ oleh saraf otonom,
  17. Ardra.Biz, 2019, “System saraf otonom bekerja di, Letak saraf otonom, fungsi saraf tak sadar otonom, contoh organ yang berkerja dengan saraf otonom, pembentuk saraf otonom, Jenis saraf otonom tidak sadar, Sistem saraf otonom dibangun oleh saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik, Fungsi Saraf Simpatetik,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Cara Kerja saraf otonom, Cara kerja saraf simpatetik, saraf yang berpangkal pada sumsum tulang belakang, Contoh Saraf simpatetik, saraf memacu atau mempercepat kerja organ tubuh, Saraf Simpatetik, Organ oleh Saraf Simpatetik,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Saraf serabut praganglion yang pendek,  saraf serabut pascaganglion yang Panjang, Pengertian dan fungsi Ganglion,
  20. Ardra.Biz, 2019, “Saraf Parasimpatetik, Saraf parasimpatetik adalah, saraf yang berpangkal pada sumsum lanjutan (atau medula oblongata),  yang merupakan saraf pre-ganglion dan post-ganglion,  Fungsi saraf parasimpatetik,
  21. Ardra.Biz, 2019, “saraf bekerja untuk memperlambat atau menurunkan kerja organ tubuh, Susunan saraf parasimpatetik, saraf berhubungan dengan ganglion, saraf simpatetik menyebabkan kontraksi, Sistem saraf parasimpatetik mengatur,
  22. Ardra.Biz, 2019, “saraf simpatetik bekerja pada, Organ yang dikendalikan oleh saraf simpatetik parasimpateti, Organ oleh Saraf Parasimpatetik,
  23. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi neurotransmitter, Neurotransmiter pada saraf simpatetik, Fungsi noradrenalin, neurotransmiter saraf parasimpatetik, fungsi asetilkolin,
  24. Ardra.Biz, 2019, “Jenis dan Fungsi Saraf Kranial, Fungsi Saraf Olfaktori, Sel Saraf Penciuman, Fungsi Saraf Optik, Sel saraf Penglihatan, Fungsi Saraf Okulomotor, Sel Saraf  Pergerakan otot bola mata dan kelopak mata,  Fungsi Saraf Troklear, Sel Saraf Pergerakan otot bola mata,
  25. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Saraf Trigeminal, Sel Saraf sensasi di wajah dan mulut, Sel saraf mengunyah,  Fungsi Saraf Abdusena, Sel saraf Pergerakan bola mata, Fungsi Saraf Fasial, Sel saraf Sensoris rasa (kecap),
  26. Ardra.Biz, 2019, “Sel saraf motoric pergerakan di wajah dan kelenjar pencernaan,  Fungsi Saraf Auditori, Sel Saraf Pendengaran dan keseimbangan tubuh,  Fungsi Saraf Glosofaring, Sel saraf Sensoris rasa (kecap), Sel saraf motorik menelan,
  27. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Saraf Vagus, Sel saraf Pengontrol otot dan kelenjar di organ-organ dalam, Fungsi Saraf Aksesoris, sel saraf Menelan dan pergerakan leher, Fungsi Saraf Hipoglosal, Sel Saraf Pergerakan lidah, Contoh Soal Ujian Sel Saraf Somatik Otonom Simpatetik dan Parasimpatetik,

Sel Saraf Sensorik Motorik Multipolar Bipolar

Pengertian. Sistem saraf merupakan sistem yang menyebabkan manusia dapat melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, berkomuniksi, makan, tertawa, berlari, duduk, dan melakukan sejumlah kegiatan lainnya yang berlangsung secara harmonis.

Bahkan ketika sedang tidur pun, sistem saraf tetap bekerja agar denyut jantung terus berdetak, dan paru-paru terus bernapas.

Fungsi Sistem Saraf Manusia

Beberapa fungsi sistem saraf pada manusia adalah sebagai berikut:

  1. Mengatur organ-organ atau alat-alat tubuh agar terjadi keserasian kerja.
  2. Menerima rangsangan sehingga dapat mengetahui dengan cepat keadaan dan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar.
  3. Mengendalikan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan yang terjadi pada tubuh.

Sistem saraf tersusun atas berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistem saraf menerima berjuta-juta informasi yang berasal dari berbagai organ. Semua rangsangan tersebut akan bersatu untuk memberikan respon.

Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh dan dari luar tubuh. Rangsang yang berasal dari luar tubuh dapat berupa bau, rasa (pahit, manis), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan atau gaya berat. Sedangkan rangsang dari dalam tubuh berupa rasa lapar, kenyang, sakit, dan lelah.

Untuk bereaksi terhadap rangsangan, tubuh manusia memerlukan reseptor, system saraf, dan efektor. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor, sistem saraf, dan efektor.

Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Sistem saraf berperan menerima, mengolah, dan meneruskan hasil olahan rangsangan ke efektor.

Efektor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Efektor yang berperan penting dalam sistem regulasi adalah otot dan kelenjar.

Reseptor (penerima rangsang) dibagai menjadi dua yaitu

  1. Reseptor luar/eksoreseptor, berfungsi menerima rangsang bau, rasa, sentuhan, cahaya, suhu, dan lain-lain.
  2. Reseptor dalam/ interoreseptor, berfungsi menerima rangsang rasa lapar, kenyang, nyeri, kelelahan, dan lain-lain.

Struktur Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Sel-sel neuron terdiri dari   beberapa bagian yaitu badan sel (cell body), dendrit, dan neurit (akson).

Sel Saraf Neuron Badan Sel (cell body), Dendrit, dan Neurit (akson). Mielin, Sel Schwann,
Gambar Struktur Sel Saraf Neuron Badan Sel (cell body), Dendrit, dan Neurit (akson). Mielin, Sel Schwann,

a). Badan Sel

Badan sel atau cell body berwarna kelabu, dan terdiri dari membran sel, sitoplasma (neuroplasma), nukleus, nukleolus, dan reticulum endoplasma. Retikulum endoplasma yang mengelompok pada sel saraf disebut badan nissl. Nissl merupakan modifikasi dari retikum endoplasma kasar.

Pada badan sel terdpat dua jenis serabut saraf, yaitu serabut dendrit dan akson (atau neurit).

b). Dendrit

Dendrit merupakan kelanjutan atau percabangan atau penjuluran dari badan sel saraf. Fungsi Dendrit adalah menerima impuls yang datang dari ujung akson lain, selanjutnya membawa impuls tersebut ke dalam badan sel saraf. Dendrit disebut juga serabut pendek neuron.

c). Neurit atau Akson

Neurit (akson) disebut juga sebagai serabut panjang neuron. Fungsi Neurit adalah meneruskan impuls yang berasal dari badan sel saraf ke sel-sel saraf yang lain.

Bagian badan sel saraf yang berhubungan dengan akson berbentuk segitiga dinamakan akson hillcok.

Akson memiliki bagian- bagian yang spesifik, yaitu sebagai berikut.

1) Neurofibril

Neurofibril merupakan bagian terdalam dari akson yang berupa serabut serabut halus. Bagian bagian Neurofibril inilah yang memiliki fungsi utama atau pokok untuk meneruskan implus.

2) Selubung Mielin

Selubung Mielin terbentuk dari sel-sel pipih yang disebut sel Schwann. Selubung mielin merupakan bagian paling luar dari akson yang berfungsi untuk melindungi akson.

Mielin juga berfungsi memberikan nutrisi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan dari akson.

3) Nodus Ranvier

Nodus ranvier merupakan bagian akson yang menyempit dan tidak dilapisi selubung mielin. Nodus Ranvier terbentuk dari sel-sel pipih. Dengan adanya Nodus Ranvier ini, bagian akson tampak menjadi berbuku-buku. Fungsi Nodus ranvier adalah  mempercepat jalannya impuls.

Ujung neurit disebut terminal akson atau terminal percabangan yang akan bertemu dengan ujung dendrit sel neuron yang lain. Pertemuan kedua ujung sel neuron yang berbeda disebut dengan sinapsis.

Jenis Sel Saraf (Neuron)

Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf (neuron) dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motorik, dan sel saraf intermediet (asosiasi).

Sel Saraf Sensorik (neuron aferen)

Sel saraf sensorik berfungsi menerima rangsang dari luar untuk dihantarkan menuju sel saraf berikutnya, kemudian meneruskan impuls sarat ke pusat saraf, yaitu otak atau sumsum tulang belakang.

Badan sel dari neuron sensori ini bergerombol membentuk ganglia. Bagian dendrit berhubungan langsung dengan alat indera (reseptor). Sel saraf ini sangat berhubungan erat dengan alat indra, sehingga disebut juga saraf indra.

Sedangkan bagian aksonnya berhubungan dengan sel saraf yang lain. Akson akan berakhir di interneuron atau saraf asosiasi ( intermediet).

Sel Saraf Motoric (neuron efektor)

Sel saraf motoric berfungsi untuk menerima rangsang atau pesan dari pusat saraf yaitu otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis) dan meneruskan impulsnya ke efektor.

Efektor adalah bagian tubuh yang melakukan kontraksi misalnya ke otot atau kelenjar sebagai respons terhadap rangsang. Sel saraf motorik memiliki badan sel yang terletak di dalam pusat saraf.  Dendritnya berukuran pendek, sedangkan neuritnya berukuran relative panjang.

Sel Saraf Intermediet atau neuron internunsial atau intercalated atau Interneuron

Sel saraf intermediet atau penghubung, terletak di pusat saraf.  Sel saraf intermediet berfungsi untuk  menghubungkan sel-sel saraf tepi (sensorik ataupun motorik) atau mengghubungkan ke sel saraf lainnya yang ada di dalam system saraf pusat.

Sel saraf penghubung memiliki bentuk berukuran pendek. Neurit dan dendrit ukurannya sama. Dendritnya terhubung dengan ujung saraf sensorik, dan terhubung dengan dendrit saraf motorik.

Saraf penghubung atau intermediet menerima impuls saraf dari saraf sensorik, kemudian meneruskan impuls tersebut ke pusat saraf. Setelah pusat saraf menerjemahkan impuls saraf menjadi sebuah pesan, selanjutnya pesan tersebut diteruskan oleh saraf penghubung melalui aksonnya kepada saraf motoric

Berdasarkan tempatnya, neuron penghubung atau asosiasi dibedakan menjadi dua, yaitu :

1) Neuron konektor

Merupakan penghubung antara neuron yang satu dan neuron yang lain.

2) Neuron ajustor

Merupakan penghubung antara neuron sensorik dan neuron motoric yang terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang.

Berdasarkan struktur dendrit dan akson, neuron dapat dibagi menjadi Neuron multipolar, Neuron bipolar, Neuron unipolar

Jenis Sel Saraf Neuron Multipolar Bipolar Unipolar,
Jenis Sel Saraf Neuron Multipolar Bipolar Unipolar,

Neuron Multipolar

Neuron multipolar adalah sel saraf (neuron) yang mempunyai beberapa dendrit tetapi hanya memiliki satu akson. Contoh neuron multipolar adalah Sebagian besar neuron- neuron otak dan sumsum belakang.

Multi artinya banyak, dan polar artinya kutub. Pengetian kutub pada multipolar adalah bagian yang keluar atau menjulur dari badan sel). Pada multipolar yang keluar atau menjulur dari badan sel adalah beberapa dendrit dan satu akson.

Jadi neuron multipolar adalah sel saraf yang memiliki banyak kutub yaitu kutub berupa beberapa dendrit  dan satu kutub berupa akson.

Neuron Bipolar

Neuron bipolar adalah sel saraf (neuron) yang hanya memiliki satu dendrit dan memiliki satu akson. Contoh neuron bipolar adalah yang ditemukan di dalam retina mata, hidung dan ganglion spiralis dari telinga dalam.

Bi artinya dua, sedangkan polar adalah kutub. Yang menjadi kutub pada neuron bipolar adalah satu dendrit dan satu akson. Jadi neuron bipolar adalah sel saraf yang memiliki dua kutub yaitu satu kutub berupa dendrit dan satu kutub berupa akson

Neuron Unipolar

Neuron unipolar adalah sel saraf (neuron) yang hanya memiliki satu penjuluran, yaitu satu akson, Sel saraf neuron jenis ini sangat langka, dan hanya ditemukan pada embrio.

Uni artinya satu. Jadi neuron unipolar adalah sel saraf yang mempunyai satu kutub. Hanya ada satu yang keluar menjulur dari badan sel. Satu kutub ini kemudian bercabang menjadi dua akson yaitu akson sentral dan akson peripheral.

Mekanisme Penghantar Impuls

Impuls dapat ditransmisikan melalui beberapa cara, di antaranya adalah melalui sel saraf dan sinapsis.

Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf

Impuls saraf atau rangsang saraf adalah pesan saraf yang dialirkan sepajang akson dalam bentuk gelombang listrik. Jika sebuah saraf tidak menghantarkan impuls, maka serabut saraf terebut dalam keadaan istirahat.

Sifat sel saraf adalah pada permukaan bagian luar sel bermuatan positif dan bagian dalam bermuata negative. Jika sel saraf mendapat rangsangan, maka akan terjadi perubahan muatan pada kedua permuakaan sel saraf tersebut. Permukaan bagian luar sel bermuatan negative, sedangkan bagian dalam sel bermuata positif, keadaan ini disebut depolarisasi.

Potensial Listrik Permukaan Membran Sel Saraf, Perambatan Impuls Akson
Potensial Listrik Permukaan Membran Sel Saraf, Perambatan Impuls Akson

Pengiriman atau penghantaran impuls baik rangsangan ataupun tanggapan yang melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel.

Pada saat sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Potensial listrik ketika sel saraf dalam kondisi istirahat disebut potensial istirahat. Dan ketika sedang aktif, kutub positif berada di bagian dalam dan kutub negative berada di bagian luar. Potensial listrik ketika sel saraf sedang aktif disebut potensial aktif.

Rangsangan (atau stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya perubahan kutub potensial listrik sesaat. Perubahan potensial (disebut depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf.

Depolarisasi menyebabkan bagian luar sel bermuatan negative, sedangkan bagian dalam sel bermuatan positif.

Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah yang mengalami polarisasi timbul aliran listrik. Aliran listrik ini disebut arus local. Adanya arus lokal ini mengakibatkan depolarosasi di daerah sebelahnya. Kemudian diikuti arus local dan depolarisasi di daerah sebelahnya lagi, demikian seterusnya.

Depolarisasi akan menjalar atau merambat sepanjang serabut saraf, hal ini disebut impul ssaraf.

Kecepatan perjalanan gelombang menyebabkan perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengan 120 m per detik. Kecepatan hantaran ini tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin.

Ketika impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan potensial yang kembali seperti potensial semula yaitu potensial istirahat.

Agar dapat berfungsi kembali maka dibutuhkan waktu antara 1/500 sampai  dengan1/1000 detik. Energi yang digunakan dalam proses pengiriman rangsang berasal dari hasil pernapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf.

Rangsangan atau Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang batas (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Namun jika kekuatan impuls di atas ambang, maka impuls akan dilewatkan atau sampai ke ujung akson.

Rangsangan atau stimulasi yang kuat dapat menghasilkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada stimulasi yang lemah.

Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis

Sinapsis adalah Titik temu antara terminal akson dari salah satu sel saraf (neuron) dengan neuron lainnya.

Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma, tonjolan sinapsis memiliki struktur yang merupakan kumpulan membran kecil yang berisi neurotransmiter dan disebut dengan vesikula sinapsis.

Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron prasinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut postsinapsis.

Setelah impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran prasinapsis. Vesikula akan melepaskan neurotransmiter berupa asetilkolin.

Neurotransmiter adalah suatu zat kimia yang dapat melewatkan impuls dari neuron prasinapsis ke postsinapsis.

Neurotransmiter terdiri dari beberapa jenis, misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamine serta serotonin yang terdapat di otak.

Kemudian Asetilkolin akan berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor di membran postsinapsis. Akibat menempelnya asetilkolin pada reseptor akan menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya.

Ketika asetilkolin sudah menyelesaikan fungsinya, maka akan diurai oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran postsinapsis Pada Sel otot.

Enzim ini menyebabkan asetilkolin tidak aktif dan sel otot relaksasi. Sel otot akan berinteraksi kembali jika asetilkolin dilepaskan kembali oleh akson.

Jenis Jenis Neurotransmitter

Beberapa jensi neurotransmitter adalah sebagai berikut.

Asetilkolin

Asetilkolin banyak ditemukan di otak. Asetilkolin adalah satu- satunya neurotransmitter yang ditemukan di sinapsis dan otot.

Dopamin

Neurotransmitter merupakan neurotransmitter dikeluarkan oleh bagian neuron yang mengalami kerusakan. Dopamin banyak ditemukan pada sinapsis penderita penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson adalah jenis penyakit dengan ciri-ciri susah mengendalikan pergerakan dan goncangan pada tangan (tremor). Penyakit yang diderita oleh petinju legendaris Mohammad Ali,

Serotonin

Serotonin merupakan jenis neurotransmitter yang terletak di otak dan sumsum tulang belakang. Serotonin berfungsi dalam penghambatan impuls rasa sakit. Serotonin juga dapat  memengaruhi tidur dan perasaan manusia (mood).

Norepinefrin

Norepinefrin merupakan jeis neurotransmitter yang banyak dikeluarkan pada sinapsis yang berhubungan dengan alat kerja organ dalam, seperti jantung, hati, paru-paru, serta alat pencernaan. Struktur kimia Norepinefrin mirip dengan hormon adrenalin yang bekerja pada saat kondisi tubuh tertekan (stress).

Neuropeptida

Neuropeptida merupakan neurotransmitter yang banyak berpengaruh dalam pengaturan kondisi tubuh, seperti rasa lapar, temperatur tubuh, rasa marah, dan perasaan-perasaan lain yang ditimbulkan secara emosional. Contoh dari neuropeptida adalah opioid.

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Rambat Impuls

Kecepatan rambat impuls dipengaruhi oleh beberapa factor yang di antaranya adalah sebagai berikut.

Diameter Serabut Saraf

Sel saraf yang memiliki diameter besar akan lebih cepat merambatkan impuls dibandingkan dengan sel saraf yang memiliki diameter kecil.

Selubung Mielin

Daerah akson yang tertutup mielin akan menghantarkan impuls lebih cepat dibandingkan dengan akson yag tidak tertutup mielin.

Temperatur

Hingga ambang batas tertentu, temperature yang lebih tinggi akan mempercepat pengiriman impuls dibandingkan ketika temperature rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan lebih cepatnya perambatan impuls pada hewan homoioterm, seperti Mammalia dibandingkan hewan berdarah dingin poikiloterm, seperti Reptilia atau Amphibia.

Contoh Soal Ujian Sistem Jenis Fungsi Sel Saraf Sensorik Motorik Multipolar dan Bipolar

Soal 1. Sel-sel saraf akan saling berhubungan melalui ….

  1. neuron
  2. sinapsis
  3. akson
  4. dendrit
  5. sel Schwann

Soal 2. Prinsip dasar perambatan impuls pada sel saraf adalah karena ….

  1. perbedaan tekanan parsial
  2. perbedaan konsentrasi oksigen
  3. perbedaan konsentrasi ion pada membran sel
  4. neurotransmiter dari sel saraf
  5. hubungan antar sel saraf

Soal 3. Sel saraf yang sifatnya membawa rangsang dari pusat saraf menuju alat-alat panca indra disebut ….

  1. neuron
  2. motorik
  3. sensorik
  4. ganglion
  5. sensibel

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Sistem Saraf Manusia, Yang mengatur organ alat tubuh agar kerja, Yang menerima rangsangan perubahan ingkungan sekitar, Yang mengendalikan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh dan dari luar tubuh, Conoth Rangsang yang berasal dari luar tubuh, Contoh rangsang dari dalam tubuh, Pengertian Reseptor, Contoh reseptor, Fungsi reseptor, Pengertian Efektor,  Fungsi Efektor, Contoh Efektor,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian  Reseptor luar/eksoreseptor,  Fungsi Reseptor luar/eksoreseptor,  Contoh  Reseptor luar/eksoreseptor,  Reseptor dalam/ interoreseptor, Pengertian Reseptor dalam/ interoreseptor, Fungsi Contoh Reseptor dalam/ interoreseptor,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Sel Saraf (Neuron), Susunan sel saraf neuron, Gambar struktur sel sarf neuron, Badan Sel saraf, Badan sel atau cell body, Badan sel atau cell body terdiri dari, Nissl merupakan modifikasi dari retikum endoplasma kasar, Retikulum endoplasma yang mengelompok, Jenis serabut sel saraf,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Dendrit, Fungsi Dendrit, Pengertian Dendrit, Dendrit disebut juga serabut pendek neuron, serabut panjang neuron,  Pengertian  Neurit atau Akson,  Fungsi Neurit atau Akson, Neurit atau Akson, Pengertian akson hillock, Fungsi akson hillock, Fungsi Neurofibril, Contoh Neurofibril, Fungsi Neurofibril,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Selubung Mielin, Pengertian Selubung mielin, Fungsi Selubung Mielin, Sel Schwann, Fungsi Sel Schwann, Pengertian sinapsis, Fungsi sinapsis, Penghubung antara sel saraf, Penghubung dendrit dengan akson antar sel saraf, Fungsi  Nodus Ranvier, Pengertian Nodus Ranvier, Nodus ranvier,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Sel Saraf (Neuron), Gambar Penjelasan Penjalaran Impuls Sel saraf, Gambar Penjelasan Jenis Sel Saraf, Sel saraf sensorik (neuron aferen), Pengertian Sel saraf sensorik (neuron aferen), Fungsi Sel saraf sensorik (neuron aferen), Ganglia, Pengertian  Ganglia, Fungsi Ganglia,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Sel saraf motoric (neuron efektor), Pengertian Sel saraf motoric (neuron efektor), Fungsi Sel saraf motoric (neuron efektor), Sel yang mengirim rangsang impuls, Sel saraf yang menerima rangsang atau pesan dari pusat saraf, ensefalon, medula spinalis,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Sel saraf intermediet, Interneuron, neuron internunsial atau intercalated, Fungsi Interneuron, Fungsi Sel saraf intermediet atau penghubung,   Jenis sel neuron penghubung atau asosiasi, Neuron konektor,  Fungsi Neuron konektor, Pengertian Neuron konektor, Neuron adjustor, Fungsi Neuron adjustor, penghubung antara neuron sensorik dan neuron motoric,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Neuron multipolar, Pengertian Neuron multipolar, Fungsi Neuron multipolar, Contoh neuron multipolar, Neuron bipolar adalah, Fungsi Neuron bipolar, Pengertian Neuron bipolar, Contoh neuron bipolar adalah, ganglion spiralis dari telinga dalam, Neuron unipolar, Pengertian Neuron unipolar, Fungsi Neuron unipolar, ContohNeuron unipolar, Jenis akson, akson sentral dan akson peripheral,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Mekanisme Penghantar Impuls, Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf, Impuls saraf, Pengertian Impuls saraf, Fungsi Impuls saraf, Contoh Impuls saraf,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Impuls saraf atau rangsang saraf adalah, Pengertian sel saraf keadaan istirahat, Pengertian depolarisasi, Pengertian polarisasi, Pengertian Polarisasi aktif, Penyebab impuls dapat menghantar atau terkirim, perbedaan potensial listrik sel saraf, Fungsi potensial listrik sel saraf, Yang menyebabkan perubahan kutub potensial listrik sel saraf, muatan listrik membran sel bagian dalam adalah, muatan listrik membran sel bagian luar, sel saraf  panca indra,
  20. Ardra.Biz, 2019, “Faktor yang mempengaruhi kecapatan rambat impuls, Pengaruh diameter akson pada kecepatan rambat impuls, Pengaruh selubung meilin pada kecepatan rambat impuls,  Penyebab serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls,  Energi untuk pengiriman impuls, Threshold rangsangan stimulus,
  21. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis, Pengertian Sinapsis adalah, Fungsi sinapsis, Fungsi neurotransmitter, Fungsi vesikula sinapsis, prasinapsis, postsinapsis, Pengertian Fungsi prasinapsis, Pengertian Fungsi postsinapsis,
  22. Ardra.Biz, 2019, “Neurotransmiter, Jenis Neurotransmiter, asetilkolin, Fungsi asetilkolin, dopamine, serotonin noradrenalin, enzim asetilkolinesterase, Fungsi enzim asetilkolinesterase,
  23. Ardra.Biz, 2019, “Letak Asetilkolin, neurotransmitter di sinapsis, Letak  Dopamin, Neurotransmitter di sinapsis penderita penyakit Parkinson, Fungsi  Dopamin, Penyakit Parkinson adalah, Fungsi Serotonin, jenis neurotransmitter yang terletak di otak dan sumsum tulang belakang, Norepinefrin, neurotransmitter di jantung, Fungsi Norepinefrin, Neuropeptida, Fungsi Neuropeptida, neurotransmitter yang pengaturan kondisi tubuh seperti rasa lapar, Contoh dari neuropeptida adalah opioid,
  24. Ardra.Biz, 2019, “Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Rambat Impuls, Pengaruh Diameter Serabut Saraf pada kecepatan rambat impuls, Pengaruh Selubung Mielin pada kecepatan impuls, Pengaruh  Temperatur pada kecepatan impuls,
  25. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Sistem Jenis Fungsi Saraf Sensorik Motorik, Contoh Soal Ujian Sistem Jenis Fungsi Saraf Multipolar  Bipolar,

Teori Nilai Barang, Teori Gossen.

Pengertian Nilai Barang. Nilai  barang dapat diartikan sebagai kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ini artinya barang- barang yang memiliki nilai berarti barang itu mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Jenis Nilai Barang

Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu barang berdasarkan nilai pakai dan nilai tukar.

Nilai Pakai (Value in Use)

Suatu barang dikatakan mempunyai nilai pakai apabila barang tersebut mampu memenuhi kebutuhan pemiliknya secara langsung. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  • Nilai Pakai Subjektif,

Nilai pakai subjektif adalah nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhannya secara pribadi (untuk diri sendiri).

Contoh nilai pakai subjuktif adalah kursi roda bagi orang yang tidak dapat berjalan memiliki nilai pakai yang tinggi, tetapi bernilai pakai rendah bagi orang yang sehat. Kursi memiliki nilai subjektif terhadap perorangan. Hanya dibutuhkan oleh orang orang tertentu.

  • Nilai Pakai Objektif,

Nilai pakai objektif adalah kemampuan dari suatu barang untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia pada umumnya.

Contoh nilai pakai objektif adalah air memiliki nilai pakai yang tinggi bagi setiap orang. Sebagai barang atau objek, air memiliki nilai pakai yang sangat tinggi, karena air merupakan sumber kehidupan dan dibutuhkan oleh setiap orang.

Nilai Tukar (Value in Exchange)

Suatu barang dapat dikatakan mempunyai nilai tukar apabila memiliki kemampuan untuk ditukarkan dengan barang lain.

Berdasarkan nilai tukarnya, suatu barang dapat dikatagorikan menjadi nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.

  • Nilai Tukar Subjektif,

Nilai tukar subjektif adalah nilai yang diberikan oleh seseorang (secara pribadi)  terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain.

Contoh nilai tukar subjektif adalah bagi seseorang nilai tukar sebuah lukisan tertentu lebih tinggi dari nilai tukar sebuah mobil baru, tetapi tidak demikian bagi yang lain. Nilai tukar yang dinilai menurut perorangan. Tiap orang akan memberikan nilai tukar yang berbeda untuk barang yang akan ditukarnya.

  • Nilai Tukar Objektif,

Nilai tukar objektif adalah kemampuan dari suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang yang lain.

Contoh nilai tukar objektif adalah semua orang mengakui bahwa berlian memiliki nilai tukar yang tinggi maka berlian akan memiliki harga yang tinggi di setiap tempat. Nilai yang secara umum diberikan pada barang akan sama.

Teori Nilai

Teori Nilai Objektif

Beberapa ahli ekonomi melakukan penelitian tentang bagaimana terjadinya nilai terhadap barang/ jasa melahirkan teori nilai objektif sebagai berikut.

Teori Nilai Biaya Produksi Adam Smith

Adam Smith menyatakan nilai suatu barang dan jasa ditentukan oleh biaya yang dikeluarkan produsen untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Semakin tinggi biaya produksi, maka semakin tinggi pula nilai dari barang tersebut.

Jika biaya produksi untuk suatu barang yang dikeluarkan oleh produsen adalah Rp 500.000, maka nilai dari barang tersebut juga sebesar Rp500.000 pula.

Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja David Ricardo

Berdasrkan teori David Ricardo, nilai suatu barang ditentukan oleh biaya tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi barang tersebut.

Yang dimaksud Tenaga kerja adalah meliputi tenaga kerja manusia, mesin, dan peralatan lain yang digunakan.

Teori Nilai Lebih Karl Marx

Berdasarkan teori Karl Marx, barang dinilai berdasarkan pada biaya rata- rata tenaga kerja di masyarakat. Karl Marx juga berpendapat bahwa upah yang diberikan kepada buruh tidak sesuai dengan harga barang yang dijual sehingga timbul pemerasan terhadap buruh.

Laba yang diterima pengusaha didapat dari selisih nilai jual dengan biaya produksi yang rendah. Rendahnya biaya karena adanya pemerasan terhadap buruh disebut nilai lebih. Oleh karena itu, teori ini disebut dengan teori nilai lebih.

Teori Nilai Reproduksi Carey

Berdasarkan teori ini, nilai suatu barang ditentukan oleh biaya pembuatan kembali atau biaya saat barang tersebut direproduksi. Oleh karena itu, nilai barang ditentukan oleh harga- harga bahan pada saat barang tersebut akan dibuat kembali.

Teori Nilai Pasar Hummed and Locke

Berdasarkan teori ini, nilai suatu barang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran yang ada di pasar atau nilai suatu barang ditentukan oleh harga pasar.

Teori Nilai Subjektif

Berdasarkan teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh utilitas dari barang tersebut. Setiap orang akan mempunyai utilitas yang berbeda untuk suatu barang yang sama. Teori nilai subjektif yang terkenal berasal dari Herman Heinrich Gossen dan Carl Menger.

Hukum Gossen I

Hukum Gossen I ini menyatakan tentang gejala tambahan kepuasan yang tidak proporsional yang dikenal dengan The Law of Diminishing Marginal Utility (Hukum Tambahan Kepuasan yang Semakin Menurun).

Hukum Gossen I berbunyi sebagai berikut. ”Jika jumlah suatu barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah maka kepuasan total yang diperolah juga bertambah, akan tetapi kepuasan marjinal (tambahan kepuasan yang diperoleh jika dikonsumi ditambah dengan satu unit) pada titik tertentu akan semakin berkurang.

Bahkan jika konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoleh akan menjadi negatif dan kepuasan total menjadi berkurang.”

Hukum Gossen II

Uraian di atas mengemukakan perilaku konsumen terhadap satu macam barang saja. Pada kenyataannya, konsumen membutuhkan beraneka macam barang. Masalahnya adalah berapa pengorbanan yang harus dilakukan agar bermacam- macam kebutuhannya dapat terpenuhi dengan sebaik- baiknya dan tercapai kepuasan maksimal.

 Hal ini dikemukakan dalam Hukum Gossen II, yaitu sebagai berikut.

”Manusia akan berusaha memuaskan yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama.”

Artinya manusia akan membagi- bagi pengeluaran uangnya sedemikian rupa sehingga kebutuhannya terpenuhi secara seimbang.

Teori Nilai Subjektif Carl Menger

Menurut Menger, nilai ditentukan oleh faktor subjektif dibandingkan faktor objektif. Nilai berasal dari kepuasan manusia.

Karena kebutuhan manusia lebih banyak daripada barang dan jasa yang tersedia maka untuk memuaskan kebutuhannya manusia akan memilih secara rasional di antara barang/jasa alternatif yang tersedia.

Dalam teori ini dikemukakan tentang prinsip- prinsip pengkatagorian barang/jasa menurut tingkat intensitasnya.

Katagori I adalah barang- barang untuk mempertahankan hidup, katagori II barang dan jasa untuk kesehatan, dan katagori III adalah barang/jasa untuk memberikan kesejahteraan individu. Semakin penting barang dan jasa tersebut bagi seorang individu maka nilai barang/jasa tersebut semakin tinggi.

Daftar Pustaka:

  1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
  2. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  6. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==============
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Teori Nilai Barang,  Pengertian Nilai Barang,  Jenis Nilai Barang,
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Nilai Pakai (Value in Use), Pengertian Nilai Pakai (Value in Use), Nilai Pakai Subjektif, Pengertian Nilai Pakai Subjektif, Contoh Nilai Pakai Subjektif,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Nilai Pakai Objektif, Pengertian Nilai pakai objektif, Contoh Nilai Pakai Objektif, Nilai Tukar (Value in Exchange), Pengertian Nilai Tukar (Value in Exchange), Nilai Contoh Tukar (Value in Exchange),
  11. Ardra.Biz, 2019, “Nilai Tukar Subjektif, Pengertian Nilai Tukar Subjektif, Contoh Nilai Tukar Subjektif, Nilai Tukar Objektif, Pengertian Nilai Tukar Objektif, Contoh Nilai Tukar Objektif, Teori Nilai Barang. Contoh Teori Nilai Objektif,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Teori Nilai Biaya Produksi Adam Smith, Contoh Teori Nilai Biaya Produksi Adam Smith, Penjelasan  Teori Nilai Objektif,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja David Ricardo, Penjesan Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja David Ricardo, Contoh Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja, David Ricardo,
  14. Ardra.Biz, 2019, Teori Nilai Lebih Karl Marx, Penjelasan Teori Nilai Lebih Karl Marx, Contoh Teori Nilai Lebih Karl Marx, teori nilai lebih, Penjelasan teori nilai lebih, Teori Nilai Reproduksi Carey, Penjelasan Teori Nilai Reproduksi Carey, Teori Nilai Pasar Hummed and Locke, Penjelasan Teori Nilai Pasar Hummed and Locke, Teori Nilai Subjektif, Penjelasan Teori Nilai Subjektif,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Hukum Gossen I, Penjelasan  Hukum Gossen I, gejala tambahan kepuasan yang tidak proporsional, Bunyi Hukum Gossen I, Kepuasan total hukum Gossen I, Pengertian kepuasan marjinal,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Hukum Gossen II, Bunyi hukum Gossen II, Penjelasan Hukum Gossen II, Penjelasan Teori Nilai Subjektif Carl Menger, Katagori barang I adalah, katagori barang  II, katagori barang III,

Pengertian Unsur Senyawa Campuran

Pengertian Unsur. Unsur adalah zat tunggal murni yang paling sederhana dan tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.

Bagian terkecil dari sebuah unsur disebut atom. Sebuah unsur terdiri dari kumpulan atom-atom.

Contoh unsur adalah emas dengan lambang Au (dari Aurum), tembaga Cu, aluminium Al, besi Fe, dan seng Zn, timah Sn, perak Ag, oksigen O, karbon C, kalsium K, belerang S, dan Hydrogen H.

Berdasarkan sifat-sifat yang dimilikinya, unsur dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu unsur logam dan unsur bukan logam (nonlogam).

Contoh unsur Logam

Contoh dari unsur logam adalah aluminium, perak, besi, tembaga, emas, platina, dan raksa

Sifat Unsur Logam

Sifat-sifat unsur logam di antaranya adalah

  1. Umumnya berwujud padat pada suhu kamar (25°C)
  2. Sifat konduktor dapat menghantarkan arus listrik, penghantar listrik yang baik
  3. Pemukaan mengkilap;
  4. Dapat dibentuk ditempa dan dirol;
  5. titik didih dan titik leleh relatif tinggi.

Contoh Unsur Bukan, Non Logam

Contoh dari unsur bukan logam adalah karbon, oksigen, neon, nitrogen, dan hidrogen

Sifat Unsur Bukam Logam, Non Logam,

Unsur bukan logam atau nonlogam memiliki sifat-sifat, di antaranya adalah:

  1. Non logam dapat berwujud padat, cair, atau gas;
  2. Sifat non konduktor, tidak dapat menghantarkan arus listrik (atau merupakan penghantar listrik yang buruk);
  3. Permukaan tidak mengilap;
  4. Bahan non logam tidak dapat ditempa;
  5. Titik didih dan titik leleh relative rendah.

Aturan Penulisan Lambang Unsur Kimia

Berzelius  pada tahun 1813 membuat suatu aturan penulisan lambang unsur dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Nama unsur menggunakan bahasa Latin.

2) Lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur tersebut dan ditulis dengan huruf besar kapital.

3) Jika ada dua atau lebih unsur yang memiliki nama Latin dengan huruf pertama yang sama, maka lambang salah satu unsur tersebut ditambah satu huruf lagi yang dipilih dari namanya. Huruf tambahan ditulis dengan huruf kecil setelah huruf pertama.

Aturan penulisan lambang unsur menurut Berzelius kemudian dijadikan sebagai aturan internasional berdasarkan hasil konvensi lembaga kimia sedunia, yaitu IUPAC dan dijadikan dasar dalam penulisan lambang-lambang unsur yang terdapat dalam Sistem Periodik Unsur. IUPAC kependekan dari International Union of Pure and Applied Chemistry.

Contoh Lambang Unsur Kimia

a) Karbon nama Latinnya adalah Carbonium. Huruf pertamanya adalah C. Jadi, lambang unsur karbon adalah C. Karbon merupakan unsur yang dilambangkan dengan satu huruf besar

b) Klorin nama Latinnya adalah Chlorium. Huruf awalnya sama dengan karbon, maka lambang unsur klorin ditulis dengan dua huruf. Jadi, lambang unsur klorin adalah Cl.

c) Kalium nama Latinnya adalah Kalium. Huruf pertamannya adalah K. Jadi, lambang unsur kalium adalah K. Lambang unsur kalium ditulis dengan satu huruf besar.

Tabel berikut menunjukkan contoh penulisan lambang unsur berdasarkan aturan dari Berzelius.

Tabel berikut menunjukkan contoh penulisan lambang unsur berdasarkan aturan dari Berzelius.
Tabel berikut menunjukkan contoh penulisan lambang unsur berdasarkan aturan dari Berzelius.

Sejalan dengan bertambahnya penemuan unsur- unsur baru maka IUPAC menetapkan aturan lain pemberian lambang unsur, khususnya mulai unsur yang ke-104 dan selanjutnya, yaitu sebagai berikut.

1) Nama semua unsur diakhiri dengan –ium, baik unsur yang berupa logam maupun bukan logam.

2) Lambang unsur terdiri atas tiga huruf yang merupakan rangkaian huruf awal dari akar kata nomor ( atom) unsur tersebut.

3) Lambang unsur diberikan berdasarkan nomor ( atom) unsur tersebut, yaitu:

0 = nil

1 = un

2 = bin

3 = tri

4 = quard

5 = penta

6 = hex

7 = sept

8 = okt

9 = enn

Berdasarkan aturan tersebut di atas, sebagai contoh unsur nomor 104 diberi lambang Unq (seperti pada unsur Unnilquardium), unsur nomor 107 diberi lambang Uns (seperti pada unsur unnilseptium), dan unsur nomor 109 diberi lambang Une (seperti pada unsur unnilennium).

Contoh Unsur dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari hari, kebanyakan benda tidak dibentuk oleh satu unsur melainkan gabungan dari beberapa unsur. Contoh benda yang yang hampir murni adalah perhiasan dari emas, intan dan perak.

Benda benda lainnya yang sering terlihat dan digunakan dalam kehidupan sehari hari merupakan gabungan. Contoh panci di dapur terbuat dari aluminium sebagai unsur utamanya. Pagar besi di halaman rumah terbuat dari Besi dengan unsur lainnya.

Kabel listrik di rumah terbuat dari unsur utama tembaga dengan beberapa unsur lainnya. Unsur – unsur utama yang terkandung dalam benda biasanya lebih dari 90 persen.

 Pengertian Senyawa.

Senyawa  adalah zat yang tersusun oleh dua unsur atau lebih yang berbeda dan dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana melalui suatu reaksi kimia.

Contoh senyawa adalah garam. Garam dapat diuraikan menjadi natrium dan klorin melalui suatu reaksi kimia.

Bagian terkecil dari senyawa disebut molekul. Molekul-molekul yang bergabung dalam jumlah yang banyak akan membentuk senyawa.

Contohnya adalh air. Senyawa air terdiri dari jutaan molekul air.

Aturan Penulisan Rumus Kimia dan Nama Senyawa Sederhana

Senyawa sederhana adalah zat yang tersusun oleh dua unsur yang berbeda. Contoh senyawa sederhana adalah air (H2O), garam (NaCl), sulfur dioksida (SO2), metana (CH4), dan sejenisnya.

Tabel Aturan Penulisan Rumus Kimia dan Nama Senyawa Sederhana
Tabel Aturan Penulisan Rumus Kimia dan Nama Senyawa Sederhana

Senyawa sederhana dapat disusun oleh unsur logam dan unsur nonlogam atau unsur nonlogam dengan nonlogam. Penamaan senyawa ditentukan oleh jenis unsur pembentuknya.

Penamaan senyawa dibagi menjadi dua bagian, yaitu penulisan nama dari sebuah senyawa sederhana yang disusun oleh unsur logam dan nonlogam serta penulisan nama dari sebuah senyawa sederhana yang disusun oleh unsur nonlogam dan nonlogam.

Senyawa Logam dan Nonlogam

Penulisan nama dari senyawa sederhana yang disusun oleh unsur logam dan nonlogam adalah:

1) Nama unsur logam ditulis terlebih dahulu.

2) Nama unsur nonlogam ditulis setelah nama unsur logam dan ditambahkan akhiran -ida.

Contoh Senyawa Logam dan Nonlogam

Senyawa Garam NaCl disusun oleh natrium sebagai unsur logam dan klorin sebagai unsur nonlogam. Dengan demikian, nama untuk NaCl adalah: natrium klorida.

Senyawa MgCl2 disusun oleh magnesium sebagai unsur logam dan klorin sebagai nonlogam.

Dengan demikian, nama untuk MgCl2 adalah magnesium klorida

Senyawa Nonlogam dan Nonlogam

Untuk senyawa sederhana yang disusun oleh unsur nonlogam, penulisan nama senyawa tersebut adalah:

1) Nama unsur nonlogam yang pertama dituliskan terlebih dahulu.

2) Apabila jumlah atom unsur nonlogam yang pertama lebih dari satu, maka penulisannya diawali dengan jumlah atom unsur tersebut dalam bahasa Latin.

3) Nama unsur nonlogam yang kedua dituliskan setelah nonlogam yang pertama dengan diawali oleh jumlah atom unsur tersebut dalam bahasa Latin dan diakhiri dengan akhiran -ida.

Contoh Senyawa Nonlogam dan Nonlogam

Senyawa CO2 disusun oleh 1 atom karbon sebagai umsur nonlogam dan 2 atom oksigen sebagai unsur nonlogam. Dengan demikian, nama untuk CO2 adalah karbon dioksida.

Senyawa N2O4 disusun oleh 2 atom nitrogen sebagai unsur nonlogam dan 4 atom oksigen sebagau nonlogam. Dengan demikian, nama untuk N2O4 adalah Dinitrogen tetraoksida.

Tabel berikut menunjukkan Jumlah atom suatu unsur dalam bahasa Latin  berikut ini.

Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-Hari

Senyawa dapat diperoleh langsung dari alam atau dihasilkan oleh manusia melalui proses kimiawi. Senyawa yang tersedia di alam bebas terbentuk melalui proses kimiawi yang terjadi secara alamiah, misalnya aktivitas gunung merapi yang menghasilkan gas SO2.

Senyawa yang diperoleh langsung dari alam berupa mineral, contohnya air, garam pada air laut, batu kapur, gas SO2, gas karbon dioksida. Senyawa yang merupakan buatan manusia contohnya adalah gula, alkohol, sabun, penyedap rasa, dan berbagai jenis protein.

Pengertian Campuran

Campuran disusun oleh dua atau lebih zat murni yang masing-masing masih memper tahankan sifat-sifat asalnya.

Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang sifat asalnya tidak hilang sama sekali. Campuran dapat dibentuk dari gabungan unsur dengan unsur, senyawa dengan senyawa atau senyawa dengan unsur.

Contoh campuran adalah air laut, air sungai yang kotor, air kopi, air teh, sirup buah, baja, kuningan, udara, dan tanah.

Kuningan merupakan contoh campuran padat, tersusun atas tembaga (Cu) dan seng (Zn). Persentase seng dalam kuningan bervariasi antara 10–60%.

Jenis-Jenis Campuran

Jika dua zat dicampurkan, maka akan terbentuk suatu campuran. Sifat campuran yang dihasilkan ditentukan oleh sifat-sifat zat yang dicampurkan. Contohnya, sifat campuran air kopi akan berbeda dengan sifat campuran air gula. Berdasarkan sifatnya, campuran dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen.

Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran dua zat atau lebih yang sudah tidak dapat terlihat lagi bidang batas antara zat-zat yang dicampurkannya atau serbasama. Campuran homogen juga dapat disebut dengan nama lain, yaitu larutan.

Larutan terdiri atas dua bagian, yaitu zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut jumlahnya sedikit, misalnya gula. Sementara itu, pelarut jumlahnya lebih banyak, misalnya air. Larutan pekat berarti jumlah zat terlarutnya banyak, sedangkan larutan encer berarti zat terlarutnya sedikit.

Gula yang dilarutkan ke dalam air akan larut secara sempurna dan merata pada setiap bagian air sehingga gula tidak terlihat lagi wujudnya. Campuran yang seperti ini disebut campuran homogen.

Pada campuran homogen, zat-zat yang menyusunnya tidak dapat diamati secara langsung. Contoh campuran homogen yang lainnya adalah sirop yang merupakan campuran gula, pewarna, dan air. Contoh lainnya adalah larutan oralit, udara (campuran gas-gas), dan air garam.

Ciri Ciri Campuran Homogen

Campuran homogen (larutan) memiliki ciri-ciri, yaitu

1) ukuran partikel zat yang bercampur berukuran molekul;

2) partikel-partikel zat yang bercampur akan tercampur merata;

3) campuran tidak akan mengendap jika didiamkan (tidak diaduk);

4) bening dan tembus cahaya.

Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran dua zat atau lebih yang masih terlihat bidang batasnya.

Perhatikanlah sifat sifat air kopi tersebut.  Kopi yang dilarutkan ke dalam air semula larut, tetapi setelah didiamkan beberapa saat akan terbentuk endapan kopi. Campuran yang seperti ini disebut campuran heterogen.

Pada campuran heterogen, zat-zat yang menyusunnya dapat diamati secara langsung. Contoh campuran heterogen yang lainnya adalah campuran antara air dan tanah, campuran air dan minyak, campuran gula dan garam, campuran air dan kapur, dan sejenisnya.

Ciri Ciri Campuran Heterogen

Campuran heterogen memiliki ciri-ciri, yaitu

1) ukuran partikel yang bercampur lebih besar dari molekul;

2) pencampuran partikelnya tidak merata;

3) larutan akan mengendap (partikel zat pelarut dan terlarutnya berpisah) jika didiamkan;

4) keruh dan tidak tembus cahaya.

Menentukan Kadar Zat dalam Campuran

Suatu campuran disusun oleh zat terlarut dan zat pelarut. Zat terlarut jumlahnya lebih sedikit dari zat pelarut. Kadar zat dalam campuran menyatakan banyaknya zat terlarut dalam campuran tersebut.

Penilaian kuantitatif untuk larutan adalah kadar zat atau lebih umum dinyatakan konsentrasi (C). Konsentrasi suatu larutan merupakan perbandingan antara massa zat terlarut terhadap massa larutannya. Salah satu cara menyatakan konsentrasi larutan dengan % (persen).

Konsenstradi atau Kadar suatu zat dalam campuran dapat dinyatakan dalam persen massa (% massa) atau persen volume (% volume).

Persen massa digunakan untuk menentukan kadar zat dalam campuran yang berupa zat padat, sedangkan persen volume digunakan untuk menentukan kadar zat dalam campuran yang berupa zat cair.

Rumus untuk menghitung kadar zat dalam campuran dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut

Konsentrasi atau Kadar zat dalam campuran dihitung berdasarkan persen massa terlarut

Persen (%) massa = (mt/(mt+mp) )x 100%

Dengan keterangan

mt = massa zat terlarut

mp = massa zat pelarut

Konsentrasi atau Kadar zat dalam campuran dihitung berdasarkan pada persen volume terlarut

Persen (%) volume = (vt/(vt+vp) )x 100%

dengan keterangan

vt = volume zat terlarut

vp = volume zat pelarut

Pengertian Daya Larut

Kemampuan melarut suatu zat terlarut dalam zat pelarut pada umumnya ada batasnya. Itu artinya, pada suatu saat larutan tidak dapat melarutkan lagi.

Kemampuan suatu larutan untuk melarutkan suatu zat sehingga menjadi larutan jenuh disebut daya larut larutan.

Daya larut suatu zat dalam zat pelarut adalah massa zat terlarut dibanding volume zat pelarut pada keadaan larutan jenuh. Daya larut dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut

D = mp/V

Dengan keterangan

D = daya larut (dalam g/L)

mp = massa zat yang dapat larut (g)

V = volume zat pelarut (Liter)

Contoh Soal Daya Larut Pada Suatu Campuran

Jika 1000 mL air hanya dapat melarutkan 100 gram zat padat, berapakah daya larutnya?

Diketahui:

V= 1000 mL = 1 L

mp = 100 gram

Ditanya:

daya larut (D) = …?

Jawab

D =mp/V

D = 100g/1 liter

 D = 100 g/L

Jadi, daya larutnya = 200 g/L.

Jenis Daya Larut

Daya Larut Tak Terbatas

Daya larut tak terbatas terjadi ketika dua zat dimana masing-masing dapat menjadi pelarut maupun terlarut. Antara kedua zat ini tidak pernah terjadi larutan jenuh. Contoh Daya Larut Tak Terbatas adalah air dengan alkohol.

Daya Larut Terbatas

Daya larut terbatas artinya, suatu saat dapat terjadi larutan jenuh. Salah satu zatnya hanya dapat berfungsi sebagai pelarut. Contoh Daya Larut Lerbatas adalah garam dengan air.

Tidak Memiliki Daya Larut

Tidak memiliki daya larut artinya, antara kedua zat tidak dapat saling melarutkan. Kedua zat itu akan selalu terpisah jika dicampur. Contoh Tidak Memiliki Daya Larut adalah air dengan minyak.

Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

Tabel berikut menunjukkan perbedaan sifat sifat antara  unsur, senyawa, dan campuran.

Contoh Soal Ujian Kadar Campuran Zat

Soal 1. Dalam 1000 gram bijih besi yang merupkan campuran besi dengan pengotornya terdapat 600 gram besi. Berapakah kadar pengotor yang terlarut dalam bijih besi tersebut?

Jawab:

diketahui :

mp = 600 gram

mt + mp = 1000 gram

maka :

mt = 400 gram

Persen (%) massa pengotor (% MP)

 % MP = (mt/(mt+mp) )x 100%

% MP = 400/(400 +600) x 100%

% MP = 40 %

Jadi massa pengotor dalam bijih besi adalah 20%

Soal 2. alkohol murni sebanyak 60 ml dilarutkan ke dalam 140 ml air sehingga terbentuk suatu larutan alkohol dengan kadar tertentu. Tentukan kadar alkohol dalam larutan alkohol tersebut

Jawab:

diketahui :

vt = volume alkohol = 60 ml

vp = volume air = 140 ml

Persen (%) volume alcohol (% VA)

 % VA = (vt/(vt+vp) )x 100%

% VA = 60/(60+140) x 100%

% VA = 30%

Jadi, kadar alkohol dalam larutan alkohol tersebut adalah 30%.

Contoh Soal Ujian Unsur Senyawa dan Campuran

Soal 1. Unsur dibedakan menjadi dua golongan, yaitu logam dan nonlogam. Kelompokkanlah unsur- unsur di bawah ini ke dalam golongan logam atau nonlogam.

  1. helium
  2. karbon
  3. besi
  4. tembaga
  5. natrium
  6. platina
  7. hidrogen
  8. magnesium
  9. nitrogen

Soal 3. Di antara zat berikut yang tergolong unsur adalah ….

  1. air
  2. kayu
  3. besi
  4. tanah

Soal 4. Berikut ini yang bukan merupakan contoh dari larutan adalah ….

  1. udara
  2. kuningan
  3. air gula
  4. batu granit

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Unsur Senyawa Campuran, Fungsi Contoh Soal Ujian Unsur Senyawa Campuran, Pengertian Unsur, Unsur adalah, Pengertian zat tunggal murni, Penjelasan zat tidak dapat diuraikan menjadi zat lain, Contoh unsur adalah,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian unsur logam, Contoh unsur Logam, Sifat Unsur Logam,  Contoh Unsur Bukan Logam , Pengertian Non Logam, Sifat Unsur Bukam Logam, Sifat Non Logam, Aturan Penulisan Lambang Unsur Kimia, penulisan lambang unsur menurut Berzelius,  Pengertian  IUPAC,  IUPAC kependekan dari,  International Union of Pure and Applied Chemistry,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Lambang Unsur Kimia,  Tabel contoh penulisan lambang unsur berdasarkan aturan dari Berzelius, Contoh Nama semua unsur diakhiri dengan –ium,  contoh unsur nomor 104 diberi lambang Unq,  Contoh unsur nomor 107 diberi lambang Uns, Contoh unsur nomor 109 diberi lambang Une, lambang unsur unnilennium, Contoh Unsur dalam Kehidupan Sehari-Hari,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Senyawa, Senyawa  adalah,  Contoh senyawa adalah garam,  Aturan Penulisan Rumus Kimia, Nama Senyawa Sederhana, Senyawa sederhana adalah, Contoh Penulisan Rumus Kimia, ContohNama Senyawa Sederhana, Contoh Senyawa sederhana adalah,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Penyusun senyawa sederhana, Penulisan Senyawa Logam dan Nonlogam, Contoh Senyawa Logam dan Nonlogam, Penulisan Senyawa Nonlogam dan Nonlogam, Contoh Senyawa Nonlogam dan Nonlogam,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Tabel Jumlah atom suatu unsur dalam bahasa Latin,  Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-Hari,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Campuran, Penjelasan campuran, Campuran adalah,  Contoh campuran adalah, contoh campuran padat, Kuningan merupakan contoh campuran padat, Kandungan kuningan, Jenis-Jenis Campuran, Pengertian  Campuran Homogen, Contoh Campuran Homogen,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Ciri Ciri Campuran Homogen, Pengertian  Campuran Heterogen, Campuran heterogen adalah, Contoh Campuran heterogen, Ciri Ciri Campuran Heterogen,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Menentukan Kadar Zat dalam Campuran, Cara Mengitung Kadar Zat dalam Campuran, Rumus Mengitung Kadar Zat dalam Campuran, Mengitung Kadar Zat dalam Campuran, Rumus Mengitung Konsentrasi Zat dalam Campuran, Pengertian Kadar Zat Campuran, Pengertian konsentrasi campuran, satuang kadar zat, satuan konsentrasi campuran,  konsentrasi larutan dengan % (persen), Kadar dengan persen volume (% volume),
  16. Ardra.Biz, 2019, “
  17. Pengertian Daya Larut , Contoh daya larut, satuan daya larut, rumus daya larut, cara menentukan daya larut campuran, contoh soal menghitung daya larut zat, Contoh Soal Daya Larut Pada Suatu Campuran, Jenis Jenis Daya Larut,  Daya Larut Tak Terbatas, Contoh Daya larut tak terbatas, Daya Larut Terbatas, Contoh Daya larut terbatas, Zat Tidak Memiliki Daya Larut, Contoh Zat Tidak memiliki daya larut,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Perbedaan Sifat Unsur Senyawa dan Campuran, Tabel Perbedaan Sifat Unsur Senyawa dan Campuran,  Contoh Soal Ujian Kadar Campuran Zat,

Fungsi Indra Pengecap Lidah Manusia

Pengertian. Lidah berperan dalam pencernaan makanan secara mekanik. Lidah membantu dalam proses mengunyah, menelan, mengenali rasa, dan mengenali tekstur makanan. Lidah memiliki saraf yang sensitif terhadap panas, dingin, dan tekanan.

Struktur Lidah

Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lender dan reseptor pengecap (reseptor rasa) berupa tunas atau kuncup pengecap.

Kuncup atau tunas rasa merupakan reseptor yang sangat peka terhadap adanya rangsang yang berbentuk zat zat kimia. Reseptor untuk zat kimia disebut kemoreseptor.

Kuncup atau Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. Kuncup pengecap yang terdapat pada celah-celah tonjolan lidah disebut papila.

Ketika makanan masuk ke dalam kuncup pengecap, sel- sel reseptor rasa akan aktif dan mengirimkan impuls saraf.

Impuls saraf dikirim ke otak melalui neuron. Kemudian organ otak mengolah impuls menjadi bentuk rasa.

Setiap sensasi rasa yang diberikan akan diterima oleh reseptor di dalam kuncup pengecap yang akan membuat perbedaan potensial sehingga impuls saraf dapat dialirkan ke sistem saraf pusat.

Bagian otak yang menerima rangsangan ini adalah saraf kranial VII (fasial) dan saraf kranial IX (atau glosofaringeal).

Sensasi rasa yang diterima dari sistem saraf pengecap, biasanya berhubungan dengan kerja dari sistem saraf penciuman di hidung. Oleh karenanya, pada saat pilek dan indra penciuman tersumbat, makanan yang dimakan seakan tidak memiliki rasa.

Fungsi Lidah:

Beberapa fungsi yang dimiliki oleh indra pengecap lidah diantaranya adalah:

  1. Sebagai indra pengecap untuk merasakan makanan dan minuman manis, asin, asam, dan pahit.
  2. Membantu mengunyah makanan dan menggerakkannya ke seluruh rongga mulut.
  3. Membersihkan gigi-gigi dari makanan yang terselip di antara gigi.
  4. Membentuk suara pada waktu berbicara.
  5. Membantu menelan makanan
  6. Mencerna makanan dengan bantuan enzim lipase

Lidah berakar di rahang bawah, pada otot-otot geniohioid dan milohioid, dan pada tulang hioid di bagian atas leher. Indra pengecap hanya mampu mengecap 4 citarasa, yaitu manis, asin, asam, dan pahit.

Jenis Jenis Papila Lidah

Permukaan lidah bersifat kasar, karena memiliki tonjolan yang disebut papila. Menurut bentuknya papila dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

Funsgi Struktur Jenis Otot Indra Pengecap Lidah Manusia, Papila
Funsgi Struktur Jenis Otot Indra Pengecap Lidah Manusia, Papila

Papila Filiformis atau Papila Benang

Papila filiformis merupakan papilla berbentuk benang yang banyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah yang berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari rasa pengecapan.

Papila Fungiformis atau Papila Jamur

Papila fungiformis merupakan papilla berbentuk tonjolan seperti kepala jamur, banyak terdapat pada bagian permukaan depan lidah dan bagian sisi lidah.

Papila Circumvalata atau Papila Melingkar

Papila sirkumvalata merpakan papilla yang dilingkari saluran dan memiliki bentuk V serta terdapat 8 –12 jenis yang terletak di bagian dasar lidah. Papila ini berukuran paling besar dibandingkan dengan papila yang lain.

Papila Foliata

Papila foliata merupakan papila yang jumlahnya sedikit dan terletak pada tepi samping kiri kanan lidah bagian dalam, Papila ini berbentuk seperti tonjolan daun.

Di dalam satu papila terdapat banyak reseptor pengecap yand disebut tastebud. Setiap tasebud terdiri dari  dua jenis sel, yaitu sel penyokong dan sel pengecap.

1) Sel penyokong berfungsi untuk menopang.

2) Sel pengecap atau sel rambut sebagai reseptor yang memiliki tonjolan, seperti rambut yang menonjol keluar dari reseptor pengecap.

Lidah dapat merasakan empat macam rasa, yaitu, manis, asin, asam, dan pahit. Setiap makanan yang masuk akan merangsang beberapa tipe reseptor.

Kuncup pengecap untuk masing-masing citarasa terletak pada daerah lidah yang berbeda, yaitu:

  • Reseptor untuk rasa pahit, terutama terletak pada pangkal lidah.
  • Arean rasa manis berada pada tepi depan lidah
  • Asin banyak terdapat sisi kiri kanan depan agak ke dalam lidah setelah area manis,
  • Area rasa asam terdapat di sisi samping lidah bagian dalam setelah area rasa asin.

Jenis Jenis Pengecap Rasa

Berdasarkan pada zat kimia atau senyawa yang menimbulkan rasa pada lidah, indra pengecap dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1) Rasa pahit ditimbulkan oleh senyawa alkaloid tumbuhan, seperti kina, zat ini banyak yang bersifat racun.

2) Rasa asin ditimbulkan oleh kation pembentuk senyawa garam seperti ion Na+ , K+, dan Ca+.

3) Rasa manis ditimbulkan oleh gugus OH yang banyak terdapat pada senyawa gula, keton dan asam amino tertentu.

4) Rasa ssam ditimbulkan oleh ion hydrogen H+ yang merupakan pembentuk senyawa asam.

Funsgi Letak Rasa Asin Asam Manis Pahit Lidah
Funsgi Letak Rasa Asin Asam Manis Pahit Lidah

Jenis Otot Indra Pengecap Lidah

Otot yang menyusun lidah adalah otot rangka yang terdiri dari dua kelompok otot yaitu otot intrinsic dan otot ekstrinsik.

Otot Intrinsik Lidah

Otot intrinsik berfungsi untuk melakukan semua gerakan lidah. Otot instrinsik juga berperan dalam proses berbicara, menelan dan makan.

Musculus Longitudinal Superior

Otot lingitudinal superior merupakan otot yang melintang di permukaan superior lidah, dibawah membran mukus. Meningkatkan kemampuan untuk menarik lidah serta membelokkan ujung lidah.

Musculus Longitudinal Inferior

Otot longitudinal inferior merupakan otot yang  melintang dibagian sisi lidah dan bergabung dengan otot styloglossis

Kedua otot ini berfungsi untuk aktivitas seperti, melebarkan, mengangkat, dan menurunkan ujung lidah.

Musculus Tranversus Linguae

Otot transversi  merupakan otot yang melintang di tengah lidah dan melekat pada selaput lendir yang ada disepanjang sisi lidah

Musculus Tranversus Linguae  berfungsi untuk memanjangkan dan melebarkan lidah bersama dengan musculus verticalis Linguae.

Musculus Verticalis Linguae

Otot vertikal merupakan otot yang terletak di bagian tengah lidah dan bergabung dengan otot longitudinal superior dan otot longitudinal inferior

Musculus Verticalis Linguae berfungsi untuk melebarkan lidah bersama dengan musculus tranversus linguae.

Otot Ekstrinsik Lidah

Otot ekstrinsik berfungsi mengaitkan lidah pada bagian- bagian sekitarnya serta melakukan gerakan- gerakan kasar yang sangat menekannya pada langit- langit dan gigi, kemudian mendorongnya masuk ke faring.

Otot Ekstrinsik dapat merubah posisi lidah sehingga mampu menjulur, melakukan gerak dari sisi ke sisi dan melakukan gerakan retraksi.

Otot ekstrinsik lidah terdiri dari Musculus Genioglosus, Musculus Hypoglosus, Musculus Styloglosus, dan Musculus Palatoglosus

Musculus Genioglosus berfungsi untuk menjulurkan lidah. Otot ini merupakan otot lidah yang dapat menggerakkan lidah ke depan.

Musculus Hypoglosus berfungsi untuk menekan dan meretraksikan lidah sehingga punggung lidah lebih cekung.

Musculus Styloglosus berfungsi dalam system pencernaan yaitu untuk memanjangkan dan menarik lidah ke belakang sehingga membentuk cekungan lidah yang dapat membantu menelan makanan dengan mudah.

Musculus Palatoglosus berfungsi untuk mengankat bagian posterior (belakang lidah) dan membantu proses inisiasi menelan. Otot berfungsi juga untuk mencegah mengalirnya air liur dari ruang depan orofaring dengan membentuk lengkungan palatoglossal.

Proses Pengecapan Lidah

Zat makanan atau minuman bila masuk ke dalam mulut akan terlarut dalam ludah, mengadakan kontak dengan reseptor rasa, merangsang sel rambut, timbul impuls pada sel rambut yang akan dijalarkan sepanjang saraf otak VII dan IX bagian sensoris menuju otak.

Impuls ini akan diinterpretasikan sebagai rasa pada korteks orak dilobus parientalis daerah kecap primer dan memulai terjadinya refleks pengeluaran air ludah melalui saraf otak VII dan IX bagian motoris.

Contoh Soal Ujian Fungsi Struktur Indra Pengecap Lidah Manusia,

Soal 1. Makanan yang dapat dirasakan bagian-bagian lidah pada ujung, pinggir (tepi) depan, dan pangkal berturut-turut adalah ….

  1. pahit, asam, manis
  2. asam, manis, pahit
  3. manis, asin, asam
  4. manis, asin, asam
  5. manis, asam, pahit

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Fungsi indra Pengecap Lidah, Fungsi Indra Pengecap Manusia, Pengertian Lidah, Fungsi Lidah, Pelapis permukaan lidah, Penjelasan lapisan epitelium, Pengertian lapisan epitelium,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi lapisan epitelium, kelenjar lender, reseptor pengecap, reseptor rasa, tunas kuncup, pengertian kelenjar lender, pengertian reseptor pengecap, pengertian reseptor rasa, pengertia tunas kuncup lidah,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi kelenjar lender lidah , Fungsi reseptor pengecap lidah , fungsi reseptor rasa, fungsi tunas kuncup lidah, pengertian kemoreseptor, fungsi kemoreseptor lidah, Penyusun kuncup lidah, penyusun Tunas pengecap lidah,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian papilla, fungsi papilla, Fungsi Impuls saraf lidah, Fungsi saraf kranial VII (fasial), Bagian otak yang menerima rangsangan lidah, pengertian saraf kranial IX (atau glosofaringeal), Fungsi saraf kranial IX (atau glosofaringeal),
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Lidah, Fungsi indra pengecap lidah, Fungsi enzim lipase, Jenis Jenis Papila Lidah, Papila Filiformis, Papila Benang, Pengertian Papila Filiformis, Pengertian Papila Benang, Fungsi  Papila Filiformis, Penjelasan Fungsi Papila Lidah,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Papila Benang,  Papila Fungiformis, Papila Jamur,   Pengertian Papila Fungiformis, Pengertian Papila Jamur, Fungsi Papila Fungiformis, Fungsi Papila Jamur,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Papila Circumvalata, Papila Melingkar, Pengerian Papila Circumvalata, Pengertian Papila Melingkar, Fungsi Papila Circumvalata, Fungsi Papila Melingkar, Pengertian dan Fungsi  Papila Foliata, Papila berbentuk tonjolan daun,  Pengertian tasebud, fungsi tasebud jenis sel tastebud,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi sel penyokong dan sel pengecap tastebud, jenis rasa pada lidah, gambar peta rasa lidah, posisi rasa manis lidah, letak rasa asin lidah, area rasa asam pada lidah, Lidah merasakan empat macam rasa, Jenis Jenis Pengecap Rasa, indra pengecap dibedakan menjadi, Senyawa Penimbul Rasa pahit,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Senyawa Penimbul Rasa pahit, senyawa alkaloid penimbul rasa, Contoh Senyawa penimbul rasa manis lidah, Contoh senyawa penimbul rasa ssam, Jenis Otot Indra Pengecap Lidah, Pengertian Otot Intrinsik Lidah, Fungsi Otot intrinsic lidah, Musculus Longitudinal Superior,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Otot lingitudinal superior, Fungsi Musculus Longitudinal Inferior, Fungsi Otot longitudinal inferior, Fungsi  otot styloglossis, Fungsi Musculus Tranversus Linguae,Fungsi Otot transversi, Musculus Tranversus Linguae,
  18. Ardra.Biz, 2019, “musculus verticalis Linguae, Musculus Verticalis Linguae, Otot vertical, Fungsi Musculus Verticalis Linguae,   Otot Ekstrinsik Lidah, Fungsi Otot ekstrinsik, Fungsi Musculus Genioglosus, Fungsi Musculus Hypoglosus,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Musculus Styloglosus, Fungsi Musculus Palatoglosus, lengkungan palatoglossal, Proses Pengecapan Lidah, saraf otak VII dan IX, Contoh Soal Ujian Fungsi Struktur Indra Pengecap Lidah Manusia,

Dasar Metode Pemisahan Campuran

Pengertian Pemisahan Campuran.  Zat sebagian besar ditemukan di alam dalam bentuk campuran atau senyawa. Suatu campuran disusun oleh materi- materi yang memiliki sifat fisika dan sifat kimia yang berbeda.

Prinsip Pemisahan Campuran

Prinsip pemisahan campuran adalah adanya perbedaan sifat fisika dan sifat kimia yang dimiliki oleh komponen komponen yang membentuk campuran.

Berdasarkan perbedaan sifat- sifat materi yang menyusunnya, maka suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara- cara tertentu.

Memisahkan suatu zat dari campurannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu ukuran partikel, titik didih, kelarutan, dan adsorbs dan lainnya.

Ada beberapa cara memisahkan zat dari campurannya, yaitu dekantasi, penyaringan, distilasi, sublimasi, penguapan, kromatografi, sentrifugasi, corong pisah, dan amalgamasi.

Pemisahan Campuran dengan Dekantasi

Prinsip pemisahan dekantasi adalah menggunakan perbedaan massa jenis zat dari komponen komponen pembentuk campuran. Semakin besar perbedaannya, maka semakin mudah pemisahannya.

Metoda dekantasi merupakan metode pemisahan yang tergolong sederhana. Dekantasi digunakan untuk memisahkan zat padat dari campuran larutannya. Contoh pemisahan dekantasi adalah pada pejernihan air yaitu memisahkan lumpur dari air kotor. Jadi, pemisahan campuran yang terdiri dari kotoran dan air. Dimana kotorannya adalah lumpur.

Untuk memudahkan pemisahan pengotor, biasanya campuran didiamkan atau diendapkan terlebih dahulu. Setelah mengendap, larutan dipisahkan secara perlahan laha agar kotoran lumpur tidak terbawa campuran larutan kembali.

Selain digunakan untuk menjernihkan air, dekantasi dapat digunakan untuk memisahkan pati singkong dari campurannya.

Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi)

Prinsip pemisahan dengan penyaringan adalah adanya beda ukuran antara zat yang akan dipisahkan. Jadi, Campuran dua zat yang memiliki ukuran berbeda dapat dipisahkan dengan teknik penyaringan (filtrasi).

Teknik ini membutuhkan alat berpori (penyaring/filtrasi).  Contohnya adalah Campuran air dan kopi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat yang memiliki ukuran lebih besar dari lubang atau pori akan tertinggal di atas saringan (penyaring), dan zat yang memiliki ukuran lebih kecil dari lubang atau pori penyaring akan lolos menembus penyaring.

Penyaringan akan menghasilkan dua produk. Produk yang ukurannya lebih besar dari ukuran lubang penyaring dan satu lagi produk yang ukurannya lebih kecil dari lubang penyaring.

Di Laboratorium, proses penyaringan biasanya dilakukan dengan kertas saring. Penyaringan ini akan menghasilkan produk filtrasi (atau filtrat) yang biasanya bening dan residu (atau ampas).

Produk Hasil dari penyaringan (filtrasi) disebut filtrat. Hasil penyaringan yang dapat melewati kertas saring adalah partikel yang berukuran molekul. Filtrat ditentukan oleh

  1. tingkat kerapatan alat penyaring;
  2. ukuran partikel zat yang disaring;
  3. jenis zat yang disaring.

Pemisahan zat dengan cara penyaringan dapat dilakukan pada pencampuran zat padat dalam zat padat lainnya. Misalnya, memisahkan pasir halus dari campuran pasir batu (sirtu).

Pemisahan campuran dengan cara penyaringan digunakan juga di pabrik tahu. Kedelai yang telah dihancurkan dengan penumbuk, kemudian diberi zat tambahan yang selanjutnya campuran itu disaring dengan kain putih tipis.

Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi)

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metoda pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih dari komponen- komponen penyusun campuran.

Distilasi dapat dilakukan jika titik didih zat-zat yang bercampur berbeda. Contoh destilasi adalah penyulingan pada daun dan kayu dari tanaman minyak kayu putih yang dilakukan untuk membuat minyak kayu putih, yaitu obat gosok yang umum dijual.

Destilasi digunakan untuk memisahkan campuran dari dua atau lebih cairan yang mempunyai titik didih berbeda.

Dengan cara distilasi, komponen zat penyusun campuran yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap ini, kemudian dilewatkan melalui suatu pendingin dan selanjutnya keluar dari pendingin dalam bentuk cairan yang disebut destilat.

Komponen yang akan keluar sebagai destilat adalah air murni, sedangkan garam dapur sebagai residunya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa distilasi merupakan cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen zat penyusunnya.

Proses distilasi digunakan juga untuk memisahkan minyak bumi menjadi sejumlah fraksi minyak bumi, seperti bensin, minyak tanah, solar, aspal, dan lain sebagainya

Pemisahan Zat dengan Cara Sublimasi

Sublimisasi adalah perubahan zat dari wujud padat ke gas atau sebaliknya. Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.

Misalnya, kapur barus yang berubah dari wujud padat menjadi gas. Teknik ini digunakan untuk dua zat yang satu menyublim, sedangkan yang lainnya tidak menyublim sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal.

Beberapa zat dapat menyublim atau dapat berubah dari wujud padat ke wujud gas atau dari wujud gas menjadi wujud padat tanpa melalui wujud cair terlebih dahulu. Contoh Zat-zat yang memiliki sifat seperti ini, di antaranya adalah kapur barus (biasa dipakai pengharum pakaian atau ruangan), kafein, kristal iod, dan padatan karbon dioksida yang biasa disebut es kering.

Pemisahan Zat dengan Kristalisasi

Kristalisasi merupakan salah satu teknik untuk memisahkan zat padat dari komponen-komponen lain penyusun campuran. Kristalisasi terdiri dari dua macam, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.

  • Kritalisasi Penguapan

Kristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan tahan terhadap panas dan titik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut.

Contoh kristalisasi adalah garam yang dipisahkan dari air dengan cara menguapkan airnya sampai habis sehingga yang tertinggal adalah residu sebagai garamnya.

Contoh pemisahan Kristalisasi penguapan adalah pemisahan yang dilakukan oleh para petani garam. Pada saat air laut pasang, tambak-tambak garam akan terisi air laut. Pada saat air surut maka air laut yang sudah mengisi tambak garam akan tetap berada dalam tambak.

Pengaruh panas dari sinar matahari mengakibatkan komponen air dari air laut dalam tambak akan menguap dan komponen garamnya akan tetap dalam tambak.

proses penguapan yang terus berlangsung mengakibatkan garam tersebut akan membentuk kristal- kristal garam tanpa harus menunggu sampai airnya habis.

Contoh alinnya adalah pembuatan gula pasir. Caranya, air tebu di saring agar kotorannya tidak terbawa. Larutan gula dari air tebu dipanaskan pada suhu tinggi sehingga air menguap dengan cepat. Hasilnya, gula akan mengkristal.

  • Kristalisasi Pendinginan

Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat yang masih larut akan turun bersama pelarut sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetap tinggal di atas saringan sebagai residu.

Pemisahan Zat dengan Cara Kromatografi.

Kromatografi merupakan cara pemisahan campuran menjadi komponen-komponen zat penyusunnya berdasarkan perbedaan kecepatan zat-zat tersebut bergerak bersama-sama dengan pelarutnya pada permukaan suatu benda penyerap.

Dengan cara ini, zat-zat terlarut akan disebarkan di sepanjang permukaan benda penyerap oleh pelarut yang bergerak di sepanjang permukaan tersebut. Campuran yang berupa cairan dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen penyusunnya dengan cara ini.

Misalnya, dari daun suji, kunyit, bit, dan wortel. Zat pewarna makanan dan minuman tersebut dapat dihasilkan dengan cara kromatografi.

Kromatogram berbentuk pita warna pada kertas saring dengan susunan paling atas (warna yang terpisah awal) adalah xantofil (zat pewarna). Kemudian, pita karotena dan paling bawah adalah pita klorofil. Jika larutan daun dalam alcohol diganti dengan tinta maka terbentuk pita-pita warna yang berurutan sesuai warna yang dikandung tinta tersebut.

Pemisahan dengan Cara Sentrifugasi (Pemusingan)

Sentrifugasi (pemusingan) adalah pemisahan campuran zat padat dengan zat padat atau zat cair dengan zat padat dengan cara diputar.

Pada pemisahan cara ini, campuran diletakkan pada tempat yang lebar, kemudian diputar dengan cepat. Akibatnya, zat yang partikelnya besar akan terkumpul di pusat (tengah-tengah) tempat itu sehingga terpisah dari zat lainnya. Contohnya, pemisahan trombosit dari darah.

Selain pemisahan trombosit, cara ini masih sering digunakan petani untuk memisahkan gabah yang berisi dengan gabah yang kosong dan kotorannya. Caranya, gabah campuran dimasukkan ke dalam tampah, kemudian di putar. Hasilnya, gabah yang berisi berkumpul di tengah tampah

Pemisahan dengan Corong pisah

Prinsip pemisahan ini berdasarkan pada perbedaan massa jenis yang dimiliki oleh komponen yang ada dalam campuran. Umumnya metoda ini dilakukan untuk zat berbentuk cairan.

Metode ini digunakan untuk memisahkan zat cair yang tidak memiliki daya larut. Misalnya, minyak dengan air.

Caranya, campuran air dan minyak dimasukkan ke dalam corong pisah, kemudian didiamkan. Akan terbentuk dua lapisan cairan. Lapisan Zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan berada di bawah dan lapisan zat yang masa jenisnya lebih kecil akan berada di atas. Kemudian kedua lapisan minyak dan air dapat dipisah dengan membuang airnya dan minyak akan tertinggal di corong.

Amalgamasi

Amalgamasi adalah cara pemisahan zat dengan melakukan reaksi. Misalnya, pemisahan zat untuk mendapatkan emas murni dari bijih emas

Contoh Soal Ujian Pemisahan Campuran zat.

Hasil pemisahan zat dengan penyaringan ditentukan oleh

1) tingkat kerapatan alat penyaring;

2) kerapatan zat yang dipisahkan;

3) jenis zat yang disaring;

4) ukuran partikel zat yang disaring.

Pernyataan yang benar adalah ….

  1. 1), 2), dan 3)
  2. 1), 2), dan 4)
  3. 1), 3), dan 4)
  4. 2), 3), dan 4)

Soal 1. Ekstrak adalah hasil penyaringan yang partikelnya berukuran molekul. Alat penyaring yang digunakan untuk mendapatkannya adalah ….

  1. kertas saring
  2. kertas minyak
  3. saringan teh
  4. kain belacu

Soal 2. Cara pemisahan zat dari campurannya dengan menguapkan, kemudian mengembunkan lagi disebut ….

  1. radiasi
  2. kromatografi
  3. sublimasi
  4. distilasi

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”,

========================

Dasar Metode Pemisahan Campuran, Metode Pemisahan Campuran, Teknik Pemisahan Campuran, Pemisahan Campuran, Prinsip pemisahan campuran, Fungsi pemisahan campuran, Jenis pemisahan campuran, macam macam pemisahan campuran,

Pengertian Pemisahan Campuran dengan Dekantasi, Prinsip pemisahan dekantasi, cara kerja pemisahan dekantasi, contoh pemisahan dengan dekantasi, pemisahan dengan perbedaan massa jenis, pengertian dekantasi, Fungsi pemisahan dekantasi,

Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Pengertian Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Contoh Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Pemisahan berdasarkan ukuran zat, pengertian filtrasi, contoh pemisahan dengan perbedaan ukuran zat benda partikel, Pengertian filtrat, pengertian residu, factor yang menentukan pemisahan campuran, Fungsi pemisahan filtrasi penyaringan,

Pengertian Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi), Contoh Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi),  Cara Penyulingan (Distilasi), Prinsip Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi), Fungsi pemisahan distilasi, Pengertian distilasi, Contoh pemisahan dengan beda titik didih, Pengertian Distilasi, Fungsi Distilasi, Contoh Produk Distilasi,

Pengertian Pemisahan Zat dengan Cara Sublimasi,  Pengertian  Sublimasi,  Contoh Pemisahan Zat Cara Sublimasi, Contoh Produk Pemisahan Zat Cara Sublimasi,  Fungsi Sublimasi, Contoh Produk sublimasi,

Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian kristalisasi, Contoh Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Jenis Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian Kritalisasi Penguapan,Contoh  Kritalisasi Penguapan, Kritalisasi Penguapan, Contoh pemisahan dengan penguapan, Kristalisasi Pendinginan, Pengertian Kristalisasi Pendinginan, Contoh Pemisahan dengan Kristalisasi Pendinginan, Contoh pemisahan dengan cara pendinginan,

Pemisahan Zat dengan Cara Kromatografi, Pengertian Kromatografi, Pengertian Pemisahan Zat Cara Kromatografi, Contoh pemisahan kromatografi, Contoh Produk Pemisahan Zat Cara Kromatografi, Fungsi kromatografi, Pengertian xantofil, Fungsi xantofil, pengertian pita karotena, fungsi pita karotena, Pengertian pita klorofil, fungsi pita klorofil,

Pemisahan dengan Cara Sentrifugasi, Pengertian Sentrifugasi, Contoh Pemisahan Cara Sentrifugasi, Contoh Produk Pemisahan Cara Sentrifugasi,

Pemisahan dengan Corong pisah,  pengertian Corong pisah,  Contoh Pemisahan dengan Corong Pisah, Contoh Produk  Pemisahan Corong Pisah,

Fungsi Jenis Gigi Manusia

Penegrtian. Gigi merupakan organ utama pada mulut yang berperan dalam pencernaan secara mekanik. Makanan akan dipotong- potong dan dirobek oleh gigi menjadi ukuran yang lebih kecil.

Makanan dipotong oleh gigi seri, dan dirobek gigi oleh gigi taring kemudian dikunyah oleh gigi geraham. Makanan dengan ukuran lebih kecil akan lebih mudah dicerna.

Jenis dan Fungsi Gigi

Terdapat empat macam gigi, yaitu gigi seri (insisor diberi symbol huruf besar I), gigi taring (caninus diberi symbol huruf besar C), geraham depan (premolar diberi simbol huruf Pm), dan geraham belakang (molar diberi huruf besar M).

a) Gigi seri berbentuk pipih dan tajam seperti pahat yang berfungsi untuk mengiris atau memotong makanan.

b) Gigi taring bentuk ujungnya runcing berfungsi untuk mencabik dan menyobek makanan.

c) Gigi premolar (geraham depan) bentuknya berlekuk- lekuk berfungsi untuk menguyah atau menggerus dan melembutkan makanan.

d) Gigi molar (geraham belakang) bentuknya berlekuk-lekuk berfungsi untuk menguyah atau menggerus dan melembutkan makanan.

Struktur Penyusun Gigi

Struktur luar gigi terdiri atas beberapa bagian yaitu mahkota, leher gigi, dan akar gigi.

Struktur Gigi Mahkota Leher Akar,
Struktur Gigi Mahkota Leher Akar,

Mahkota Gigi Corona

Mahkota Gigi atau biasa disebut Corona merupakan bagian yang dapat terlihat berada di dalam rongga mulut, berfungsi untuk menghancurkan makanan. Untuk masingmasing gigi, yaitu gigi seri, taring, dan geraham memiliki bentuk mahkota yang berbeda-beda.

Gigi seri berbentuk persegi seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti kerucut dan geraham berbentuk agak silindris, permukaan tengahnya melekuk dan mendatar.

Lapisan paling luar dari mahkota gigi yang berwarna putih dan bersifat sangat keras disebut email.

Lapisan Email mengandung kalsium sekitar 97 persen dan bahan organic lainnya sekitar 3 persen. Email biasa disebut juga dengan glazur atau enamel.

Lapisan email tidak memiliki saraf sehingga tidak terasa sakit walaupun tertekan. Bagian yang lebih dalam dari email adalah tulang gigi atau dentin.

Dentin berwarna kuning dan mengandung 70% zat mineral. Lapisan dentin ini juga masih keras, lebih keras daripada tulang manusia, karena tulang hanya mengandung 40% zat mineral.

Di bagian lebih dalam dari dentin terdapat rongga gigi yang disebut pulpa.  Pulpa sering disebut juga sumsum gigi. Di bagian pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan serabut saraf.

Jaringan pulpa inilah yang memberikan kehidupan pada gigi. Bila pulpa mati atau rusak maka gigi juga menjadi mati dan mati rasa. Bagian dentin dan pulpa terhubung sampai ke akar gigi.

Seseorang yang giginya berlubang, jika lubang tersebut sampai pada bagian pulpa ini, maka akan merasakan sangat sakit jika terkena rangsangan mekanik dari luar.

b) Leher Gigi Colum

Leher gigi atau colum merupakan batas antara mahkota gigi dengan akar gigi dan terlindung oleh gusi.

Akar Gigi Radix

Akar gigi radix merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Pada bagian ujungnya mengandung banyak serabut saraf dan pembuluh darah.

Bagian luar dari akar gigi merupakan pelapis dentin yang masuk ke rahang dan disebut semen atau sementum. Sementum memiliki ribuan serat yang mengikat gigi pada tulang rahang.

Serat- serat pengikat ini bersama dengan jaringan ikat lainnya membentuk jaringan periodontal. Jaringan periodontal berfungsi sebagai bantalan gigi yang dapat meredam tekanan ketika sedang mengunyah.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, maka susunan gigi pada manusia mengalami dua tahap, yaitu tahap pada masa bayi dan masa dewasa.

Susunan gigi masa bayi adalah gigi sulung (biasa disebut gigi susu). Gigi susu mulai tumbuh saat anak berumur 6 – 8 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Gigi anak akan lengkap menjadi 20 buah saat berusia 2,5 tahun.

Gambar berikut menjelaskan posisi, jenis dan jumlah gigi susu atau gigi sulung pada anak di bawah usia 2,5 tahun

Fungsi Susunan Gigi Susu Sulung Pada Anak
Fungsi Susunan Gigi Susu Sulung Pada Anak

Susunan gigi susu adalah 8 gigi seri (dens insisivus), 4 gigi taring (dens caninus), dan 8 gigi geraham depan (dens premolare). Ketika usia anak berkisar antara 6 tahun hingga 14 tahun, gigi susu mulai tanggal dan kemudian digantikan oleh gigi permanen .

Susunan gigi masa dewasa disebut gigi permanen (biasa disebut dengan gigi tetap). Gigi permanen mulai tumbuh pada usia 6 sampai 8 tahun. Jumlah gigi permanen yang lengkap adalah 32 buah.

Susunan gigi permanen adalah 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan premolar, dan 12 gigi geraham belakang molar. Apabila gigi molar tanggal, maka tidak akan tumbuh gigi baru lagi.

Gambar berikut menjelaskan posisi, susunan,  jenis dan jumlah gigi permanen atau gigi tetap setelah usia dewasa.

Fungsi Susunan Gigi Permanen Tetap Pada Orang Dewasa, Gambar
Fungsi Susunan Gigi Permanen Tetap Pada Orang Dewasa, Gambar

Rumus Susunan Dan Jenis Gigi Susu dan Gigi Permanen

Tabel berikut menunjukkan rumus susunan gigi susu atau gigi sulung anak dan susunan gigi permanen pada orang dewasa.

Rumus Susunan Gigi Susu Permanen Anak Dewasa
Rumus Susunan Gigi Susu Permanen Anak Dewasa

Contoh Soal Ujian Fungsi Struktur Jenis Gigi Manusia

Soal 1. Gigi yang berfungsi untuk memotong makanan adalah..

a. gigi susu

b. gigi permanen

c. gigi sulung

d. gigi seri

e. gigi taring

Soal 2. Jumlah gigi pada anak usia 20 tahun adalah…

a. gigi taring 8 dan geraham 8

b. gigi taring 8 dan geraham 20

c. gigi seri 8 dan  geraham 8

d. gigi taring 8 dan  gerahan 16

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Gigi, Struktur Gigi, Jenis Jenis Gigi Manusia,  Jenis dan  Fungsi Gigi, Pengertian gigi seri, Pengertian incisor, symbol incisor, Pengertian gigi taring, Pengertian caninus,
  9. Ardra.Biz, 2019, “symbol caninus, pengertian gigi geraham depan, pengertian premolar, simbol premolar,  pengertian geraham belakang, pengertian molar, symbol gigi molar, Fungsi Gigi seri, Jumlah gigi seri orang dewasa,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Gigi taring, Jumlah gigi tarin orang dewasa, Fungsi Gigi premolar, Fungsi gigi geraham depan, jumlah geraham depan orang dewasa, Fungsi Gigi molar geraham belakang, Jumlah gigi geraham belakang dewasa, Struktur Penyusun Gigi, Pengertian Mahkota Gigi Corona,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Mahkota Gigi Corona, Kandungan mahkota gigi, komposisi mahkota gigi, Bentuk Gigi seri, bentuk gigi taring, bentuk gigi geraham, Pengertian email gigi, pengertian enamel gigi, Pengertian glazur gigi, fungsi email gigi, fungsi enamel gigi, fungsi glazur gigi,
  12. Ardra.Biz, 2019, “kandungan email gigi, komposisi email gigi, Pengertian  tulang gigi, pengertian dentin, Fungsi  tulang gigi, Fungsi dentin, kompoisis dentin, kandungan tulang gigi, kandungan dentin, Pengertian pulpa, fungsi pulpa, isi pulpa,
  13. Ardra.Biz, 2019, “dalam pulpa terdapat, kapiler arteri vena dan serabut saraf gigi ada dalam, Pengertian  Leher Gigi Colum, Fungsi Pengertian  Leher Gigi Colum, Pelingdung leher colum gigi, Letak leher gigi adalah, gambar struktur jaringan gigi,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Akar Gigi Radix, Fungsi Akar gigi radix, bagian bagian akar gigi, Pengertian semen gigi, pengertia sementum gigi, fungsi semen gigi, fungsi sementum gigi, yang mengikat gigi pada tulang rahang,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Serat yang membentuk jaringan periodontal adalah, pengertian periodontal, Fungsi jaringan periodontal, bantalan gigi adalah, tahap pertumbuhan gigi, Susunan gigi masa bayi, pengertian gigi susu, Usia mulai tumbuh gigi susu,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Usia mulai tumbuh gigi sulung, pengertian dens lakteus, jumlah gigi susu, jumlah gigi sulung, Pengertian gigi pertama anak, gambar gigi susu, gambar susunan gigi anak, Susunan gigi susu,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Susunan gigi sulung, jumlah gigi seri (dens insisivus) anak, jumlah gigi taring (dens caninus) anak, jumlah gigi geraham depan (dens premolare) anak, usia tumbuh gigi permanen, pengertian gigi permanen, jumlah gigi permanen,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Susunan gigi orang dewasa, Susunan gigi permanen, jumlah gigi seri orang dewasa, jumlah gigi taring orang dewasa, Jumlah gigi geraham depan premolar orang dewasa, jumlah gigi geraham belakang molar orang dewasa,
  19. Ardra.Biz, 2019, “gambar susunan gigi permanen orang dewasa, rumus gigi sulung, rumus gigi susu anak, rumus gigi permanen orang dewasa, rumus gigi permanen orang dewasa,