Tahap Proses Pembentukan Urin. Menyebabkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

Pengertian. Pembentukan urin dalam tubuh manusia melibatkan tiga proses yaitu Filtrasi, Reabsorbsi, dan Augmentasi.

Filtrasi.

Pembentukan urin dimulai dengan proses filtrasi darah di glomerulus. Filtrasi darah adalah proses penyaringan zat – zat sisa metabolism. Zat yang masih berguna dikembalikan de dalam tubuh, sedangkan  zat yang tidak berguna selanjutnya dibuang.

tahapan-proses-pembentukan-urin-rasa-ingin-buang-air-kecil
tahapan-proses-pembentukan-urin-rasa-ingin-buang-air-kecil

Selain penyaringan, Glomerulus melakukan penyerapan kembali sel – sel darah, keeping darah, dan sebagian protein plasma.  Bahan dan zat – zat kecil yang terlarut di dalam plasma darah seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian yang diendapkan.

Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrate glomerulus atau urin primer. Urin primer mengandung zat seperti asam amino, glokosa, natrium, kalium, dan garam – garam lainnya.

Reabsorbsi.

Reabsorbsi adalah proses penyerapan kembali filtrate glomerulus yang masih mengandung bahan zat – zat yang masih bermanfaat untuk tubuh manusia.

Penyerapan kembali zat yang masih bermanfaat ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat – zat sisa dan urea.

Penyerapan zat pada tubulus ini melalui dua acara yaitu difusi dan osmosis. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. Sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Proses penyerapan air terjadi dalam tubulus proksimal dan tubulus distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke dalam darah. Zat ammonia, obat – obatan seperti penislin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan bersama dengan urin.

Setelah reabsorbsi, maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang disebut dengan filtrate tubulus. Dalam urin sekunder tidak mengandung zat – zat yang tidak berguna lagi untuk tubuh. Zat – zat ada hanya kotoran yang jumlahnya bertambah. Zat kotoran ini merupakan sisa metabolisme yang bersifat racun.

Augmentasi.

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa yang tidak lagi berguna atau diperlukan oleh tubih. Augmentasi mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Peristiwa ini disebut sebagai sekresi tubuler. Sel – sel tubulus mengeluarkan zat – zat tertentu yang mengandung ion hydrogen dan ion kalium.

Dari tubulus – tubulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal. Selanjutnya urin menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih sudah terisi penuh oleh urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.

Kandungan urin yang dibuang melalui uretra adalah air, urea, garam, dan sisa substansi lain. Substansi lain misalnya pigmin empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Sistem Ekskresi Manusia.

Soal No 1.

Faktor Yang Menimbulkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

adalah….

A… adanya zat – zat sisa metabolism yang bersifat racun

B…bertambahnya zat – zat sisa pada filtrate tubulus

C…adanya pigmen empedu

D…terlalu banyak minum

E…adanya tekanan urin pada dinding kantong kemih.

Jawaban: E

Pembahasan:

Urin yang dihasilkan akan bergerak dari tubulus – tubulus ginjal menuju rongga ginjal. kemudian urin menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Ketika kantong kemih terisi penuh oleh urin, maka urin akan menekan dinding kantong kemih. Akibat tekanan inilah yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil.

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urin

Pengertian Pembentukan urin dan tiga tahap proses pembentukan urin yaitu Filtrasi Pembentukan Urin dan Reabsorbsi Pembentukan Urin dan Augmentasi Pembentukan Urin. Penyebab Rasa ingin Buang Air Kecil dan Fungsi glomerulus yaitu filtrate glomerulus atau urin primer.

Penyerapan Zat di tubulus kontortus proksimal dengan filtrate tubulus dan tubulus menghasilkan urin sekunder. Sekresi tubuler dan  Urin keluar melalui uretra atau dinding kantong kemih tertekan timbul rasa ingin buang air kecil. Sedangkan pigmin empedu berfungsi memberi warna dan bau pada urin dengan kandungan urin.

Fungsi Struktur Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja Enzim

Pengertian Enzim. Enzim merupakan suatu protein berukuran cukup besar yang berfungsi untuk mempercepat reaksi metabolisme dalam sel makhluk hidup tanpa ikut bereaksi.

Enzim adalah protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Sehingga  enzim disebut juga sebagai biokatalisator. Enzim dibuat di dalam sel – sel yang hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel atau enzim intraselular sebagai contoh adalah katalase.

cara-kerja-fungsi-dan-ciri-struktur-enzim
cara-kerja-fungsi-dan-ciri-struktur-enzim

Katalase memecah senyawa berbahaya seperti H2O2 (hydrogen peroksida) di dalam sel – sel hati. Pada percobaan dengan menggunakan hati sapi, aktivitas enzim semakin tinggi jika kandungan hydrogen peroksida semakin tinggi. Tingginya aktivitas enzim ditunjukkan dengan tingginya gelembung oksigen.

Struktur Enzim.

Enzim atau holoenzim terdiri dari dua bagian yaitu:

  • Apoenzim merupakan bagian enzim sifatnya tidak tahan panas
  • Gugus Prostetik merupakan senyawa non protein, sifatnya relative tahan panas dan terdiri dari Koenzim dan Kofaktor. Koenzim merupakan molekul organic kompleks dan kebanyakan merupakan derivative dari vitamin. Contohnya NADG, FADH, Vitamin B. kofaktor terdiri dari ion organic contohnya Zn, Fe, Mn.

Cara Kerja Enzim

Substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim. Sisi aktif adalah bagian yang berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. Peningkatan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energy aktivasi.

Penurunan energy aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Setelah produk dihasilkan dari reaksi enzim lalu dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain.

Teori enzim dapat dijelaskan dengan teori gembok dan kunci (lock dan key theory) dan teori kecocokan yang terinduksi (induced fit theory).

Sifat – sifat Enzim Sebagai Biokatalisator

Beberapa sifat yang dimiliki oleh enzim di antaranya adalah:

Enzim merupakan protein

Enzim bekerja secara spesifik, setiap enzim hanya bekerja pada satu substrat

Enzim berfungsi sebagai biokatalisator, enzim dapat mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi,

Enzim diperlukan dalam jumlah yanf terbatas

Enzim dapat bekerja secara bolak – balik, enzim tidak menentukan arah reaksi, hanya mempercepat sampai terjadi kesetimbangan reaksi.

Faktor Yang mempengaruhi Kerja Enzim

Beberapa factor yang dapat mempengaruhi  system kerja enzim di antaranya adalah:

Temperatur.

Aktivitas enzim akan meningkat dengan meningkatnya temperature sampai pada titik tertentu. Enzim bekerja optimum pada temperature 30 – 37 Celcius. Dapat bereaksi lebih cepat pada temperature lebig daripada 50 Celcius.

Pada 60 – 70 Celcius kecepatan reaksi menurun karena enzim menggumpal. Enzim mengalami denaturasi atau hilang kemampuannya sebagai katalisator.

Derajat Keasaman, pH

Enzim bekerja pada pH tertentu, umumnya pada pH netral, kecuali beberapa enzim yang bekerja pada suasana asam atau basa. Contoh enzim Ptialin hanya dapat bekerja pada pH netral. Enzim pepsin bekerja pada pH asam, sedangkan enzim tripsin bekerja pada suasana basa.

Denaturasi dan Renaturasi

Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim. Kerusakan bentuk ini akan menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya. Sedangkan renaturasi adalah kembalinya bentuk enzim ke bentuk semula. Sehingga enzim dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

Aktivator dan Inhibitor.

Activator adalah molekul yang mempermudah terjadinya ikatan antara enzim dengan subtratnya. Sedangkan inhibitor adalah molekul yang menghambat terjadinya ikatan antara enzim dengan substratnya.

Konsentrasi Enzim

Semakin tinggi konsentrasi enzim, maka waktu kerja yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin cepat.  Walaupun kecepatan reaksi pada kondisi tetap.

Konsentrasi Substrat

Semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin cepat kerja enzim. Tapi jika kerja enzim telah mencapai kondisi maksimal, maka kerja enzim selanjutnya akan konstan.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Enzim

Soal No 1.

Dalam proses metabolism, enzim merupakan senyawa yang bekerja mendorong laju reaksi kimia sehingga sel mampu….

A…menyerap energy dari lingkungan

B…membebaskan energy ke lingkungan

C…meningkatkan penggunaan energy aktivasi

D…menurunkan penggunaan energy aktivasi

E…meningkatkan temperature reaksi

Jawaban: D

Pembahasan:

Enzim merupakan senyawa yang bekerja mendorong laju reaksi kimia. Enzim berperan sebagai katalisator. Peningkatan kecepatan reaksi kimia tersebut menyebabkan sel mampu menurunkan penggunaan energy aktivasi.

Soal No 2.

Di bawah ini yang bukan merupakan sifat dari enzim adalah….

A…sama dengan protein

B…dapat bekerja bolak – balik

C…ikut bereaksi

D…aktivitasnya dipengaruhi temperature

E…bekerja secara spesifik.

Jawaban: C

Pembahasan.

Enzim merupakan suatu protein yang berukuran cukup besar. Enzim berfungsi untuk mempercepat reaksi metabolisma dalam sel tanpa ikut bereaksi.

Aktivitas enzim akan meningkat jika temperature dinaikkan sampai pada titik tertentu. Enzim bekerja optimum pada temperature 30 – 37 Celcius. Dapat bereaksi lebih cepat pada temperature lebig daripada 50 Celcius.

Enzim dapat bekerja secara bolak – balik, namun enzim tidak menentukan arah reaksi, hanya mempercepat sampai terjadi kesetimbangan reaksi.

Enzim bekerja secara spesifik, setiap enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat.

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” amilum, anabolisme lemak, apa yang dimaksud dengan enzim metabolisme, apa yang dimaksud enzim, asam lemak dan gliserol.,
  8. Ardra.Biz, 2019, “biomolekul, cara kerja enzim, ciri ciri enzim, dan Lipas, dan pancreas, enzim adalah, enzim amilase, enzim beserta fungsinya, enzim enzim, enzim ligase, enzim lipase, enzim metabolisme, Enzim pepsin berasal dari pepsinogen, enzim pepsin berfungsi untuk,
  9. Ardra.Biz, 2019, “enzim tripsin, enzim yang ada di lambung, Fungsi peran Enzim, Fungsi Struktur Enzim, Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja Enzim, hati, jelaskan sifat sifat enzim, kelenjar lambung, kelenjar ludah,
  10. Ardra.biz, 2019, “kelenjar pencernaan, kelenjar usus, kerja enzim, komponen enzim, komponen komponen enzim, maltose, mengapa enzim disebut sebagai biokatalisator, mengubah lemak trigliserida, metabolisme protein dalam tubuh,
  11. Ardra.Biz, 2019, “nama nama enzim dan fungsinya, pengertian enzim, Pengertian Sistem Pencernaan Manusia, penjelasan, pepsin dan rennin, pepton, sifat enzim, sifat sifat enzim, Sistem pencernaan, struktur enzim, susunan enzim, tentang enzim, Pengertian enzim, Fungsi katalase,
  12. Ardra.biz, 2019, “Contoh soal ujian struktur enzim, Struktur Enzim, holoenzim, Apoenzim, Gugus Prostetik, Pengertian Koenzim dan Kofaktor, Contoh Koenzim, Cara Kerja Enzim, Teori enzim gembok dan kunci, lock dan key theory, teori kecocokan enzim terinduksi , induced fit theory, Sifat Enzim Sebagai Biokatalisator, Faktor mempengaruhi Kerja Enzim, Temperatur kerja enzim,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Derajat Keasaman pH suasan enzim, Keasaman pH suasana kerja Enzim, Contoh Enzim Pada pH basa, Contoh Enzim pada suasana Basa, Denaturasi dan Renaturasi Enzim, Denaturasi Enzim, Renaturasi Enzim, Aktivator dan Inhibitor Enzim,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Konsentrasi Enzim, Konsentrasi Substrat Enzim, Aktivator Enzim,  Inhibitor Enzim, Contoh activator enzim, contoh enzim inhibitor enzim, Pengertian holoenzim, Pengertian Apoenzim, Pengertian Gugus Prostetik,

Ciri Klasifikasi Reproduksi Jamur Fungi

Pengertian Jamur/Fungi. Jamur adalah makhluk hidup eukariot yang mempunyai membrane nucleus, dan tidak memiliki klorofil. Jamur mempunyai dinding sel yang mengandung kitin. Jamur umumnya bersel banyak atau multiseluler, walaupu ada jenis jamur bersel satu atau uniseluler.

Ciri – Ciri Jamur.

Struktur tubuh jamur multiseluler terdiri dari miselium dan spore. Miselium merupakan kumpulan beberapa hifa. Hifat jamur ada yang ersekat dan tiap sekat mengandung satu sel. beberapa jamur yang tidak bersekat namun memiliki banyak inti sel.

klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi
klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi

Jamur tidak melakukan fotosintesis, sehingga bersifat heterotrof. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit memperoleh makanannya dari senyawa organic yang telah diuraikan.

Jamur memiliki enzim – enzim tertentu yang dapat merombak senyawa – senyawa organic. Biasanya hidup di bagian organisme yang telah mati, seperti pada seresah, batang kayu yang telah lapuk dan bangkai hewan.

Sedangkan jamur parasit adalah jamur yang menyerap makanan dan organisme yang ditumpanginya, contohnya jamur panu.

Cara Reproduksi Jamur Fungi

Jamur dapat berreproduksi secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas pada jamur uniselular, dengan fragmentasi pada jamur multiselular, dan dengan pembentukan spora.

Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora dan konidia.

Beberapa contoh tipe spora seksual adalah zigospora, askospora, dan basidiospora. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi.

Klasifikasi Jamur Fungi

Kingdom Jamur Fungi dibagi menjadi tiga divisi, yaitu Divisi Zygomycota, Divisi Ascomycota, dan Divisi Basidiomycota. Klasifikasi ini didasarkan pada cara jamur berreproduksi seksualnya. Sedangkan jamur – jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui, diklasifikasikan ke dalam satu divisi, yaitu Divisi Deuteromycota.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Jamur

Soal No 1.

Ciri – ciri berikut merupakan ciri – ciri jamur kecuali….

A…eukariotik

B…memiliki klorofil

C…memiliki dinding sel

D…bersifat heterotrof

E…sebagai saprofit

Jawaban: B

Pembahasn:

Jamur memiliki ciri – ciri antara alain:

  • Eukariotik: memiliki membrane nekleus
  • Memiliki diding sel yang mengandung kitin
  • Tidak memiliki klorofir sehingga bersifat heterotroph sebagai saprofit maupun parasit

Soal No 2

Perbedaan jamur dengan tumbuhan adalah….

A…jamur adalah organisme prokariotikdan memiliki tubuh talus

B…jamur adalah organisme eukariotik dan memiliki tubuh talus

C…jamur memiliki dinding sel kitin dan memiliki klorofil

D…jamur memiliki dinding sel selulosa dan tidak memiliki klorofil

E…jamur memiliki dinding sel selulosa dan memiliki tubuh talus.

Jawaban: B

Pembahasan:

Bebeapa perbedaan jamur dengan tumbuhan dapat dilihat pada table di bawah

JamurTumbuhan
Membran Nukleusada (eukariotik)ada (eukariotik)
Klorofiltidak adaada
Dinding Selkitinselulosa
Struktur akar, batang, daunberupa talusnyata

30+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Mikroorganisme: Virus – Bakteri – Jamur

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian Mikroorganisme: virus – bakteri – jamur yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

30+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Mikroorganisme: Virus – Bakteri – Jamur

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Cara Reproduksi Jamur, Ciri _ciri Jamur, Contoh spora aseksual, contoh tipe spora seksual, Fungsi Jamur, jamur ascomycota, jamur deuteromycota, jamur multiselular contohnya, jamur saprofit dan parasit,
  8. Ardra.Biz, 2019, “jamur zygomycota, jamura basidiomycota, Klasifikasi Jamur, konjugasi pada jamur, kontak gametangium pada jamur, mitosis jamur, Pengertian Contoh Soal Ujian Nasional Jamur Fungi, Reproduksi aseksual jamur,
  9. Ardra.Biz, 2019, “sifat heterotrof jamur, spora aseksual dan spora seksual, spore jamur, struktur miselium jamur, Struktur Tubuh Jamur, tempat hidup jamur, contoh jamur saprofit dan parasit, temperature hidup jamur,

Ciri dan Struktur Virus

Beberapa Ciri yang Dimiliki Oleh Virus adalah: Virus merupakan mikro-organisme subrenik yang berukuran lebih kecik daripada bakteri. Ukuran virus antara 20 sampai dengan 300 mili mikron. Oleh karenanya hanya dapat dilihat atau diamati dengan bantuan mikroskop elektron.

Virus tidak memiliki sel oleh sebab itu bersifat aseluler. Tubuh virus terdiri dari asam nukleat yang diselimuti oleh protein yang disebut kapsid.

Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yaitu DNS saja atau RNA saja.

ciri-ciri-struktur-virus-pengertian-penjelasan
ciri-ciri-struktur-virus-pengertian-penjelasan

Virus hanya memerlukan asam nukleat dalam proses reproduksinya. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel – sel hidup.

Hal ini menunjukkan bahwa virus merupakan makhluk hidup yang memanfaatkan sel – sel hidup dalam memperbanyak diri.

Virus bersifat parasit obligat atau hanya dapat berkembang biak dalam sel hidup. Makhluk hidup yang dapat menjadi inang virus diantaranya adalah bakteri, fungi, tumbuhan, hewan dan manusia.

Virus tidak  berbentuk sel karena tidak memiliki protoplasma, Dinding sel, sitoplasma dan tidak pula memiliki nukleus.

Sifat Virus lainnya adalah dapat dicairkan dan dapat pula dikristalkan.

Struktur Virus

Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari asam nukleat dan kapsid.

Virus memiliki bentuk yang bervariasi, antara lain oval, silider, polyhedral, dan kompleks.

Contoh virus yang memiliki bentuk kompleks adalah bakteriofag. Bakteriofak adalah virus yang yang dapat menginfeksi bakteri, memiliki struktur berupa kepala, ekor, dan serabut ekor.

Kepalanya terdiri dari asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid. Ekor menancap pada kepala dan memiliki serabut ekor sebagai perpanjangan ekor yang berfungsi untuk menempel pada bakteri.

Asam Nukleat.

Virus mengandung asam nukleat dalam bentuk DNA saja atau RNA saja.  Namun genom yaitu kumpulan gen virus tersebut mungkin berupa DNA untai – ganda, DNA untai – tunggal, RNA untai – ganda, atau RNA untai – tunggal, tergantunga tipe virusnya.

Kapsid

Kapsid merupakan kulit protein yang melindungi / menyelimuti genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut dengan kasomer. Kapsid bertanggung jawab terhadap bentuk tubuh virus.

Tubuh virus dapat berbentuk batang (kapsomer yang berulir), polyhedral (virus bersegi banyak), atau virus kompleks.

Virus kompleks memiliki struktur tambahan berupa selubung ekor dan serabut ekor. Serabut ekor berfungsi untuk melekat pada sel inang. Gabungan asam nukleat dengan kapsid disebut nukleokapsid.

Pada beberapa virus, kapsid diselubungi oleh suatu membrane pembungkus yang tersusun dari lipid dan protein yang disebut dengan sampul virus atau envelope, misalnya pada HIV dan virus influenza.

Sedangkan virus yang tidak memiliki sampul disebut dengan virus telanjang.

Bagaimana virus berkembang biak dan mempertahankan hidupnya dapat dibaca pada artikel berikut

Cara Virus Mempertahankan Hidup Dan Berkembang Biak.

Bagaimana peran virus dalam kehidupan manusia dapat dijelaskan pada artikel berikut

Peran Virus Bagi Kehidupan Manusia.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Virus

Soal No 1.

Organisme tingkat molekuler ditunjukkan oleh….

A…Amoeba

B…Paramecium

C…Eschericia coli

D…Cacing

E…Virus

Jawaban: E

Pembahasan:

Virus merupakan contoh organisme tingkat molecular. Struktur virus sangat sederhana dan tersusun dari asam nukleat dan kapsid.

Soal No 2.

Virus memiliki ciri seperti makhluk hidup, yaitu…

A…mengandung asam nukleat

B…menyerang bakteri

C…memperbanyak diri dalam sel hidup

D…dapat dikristalkan

E…dapat melewati penyaring bakteri

Jawaban: A

Pembahasan:

Setiap makhluk hidup memiliki asam nukleat. Virus memiliki asam nukleat yang diselubungin oleh kapsid, yaitu DNA saja atau RNA saja.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Ardra.Biz, 2019, “Sedangkan Virus bersifat aseluler dengan Jenis asam nukleat virus dan Kandungan virus adalah Protein virus sebagai pengertian Kapsid. Cara reproduksi virus dengan cara memperbanyak virus sebagai  parasite obligat virus.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam atikel. Ciri Ciri Virus dengan Ciri Kandungan dan Struktur Virus dan Contoh Soal Virus. Sifat Sifat Virus dengan Struktur Virus atau Virus mikro-organisme subrenik dengan Ukuran Virus. Cara mengamati virus dengan mikroskop virus.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Cara berkembang biak virus dengan Sifat – sifat virus karena Virus tidak punya protoplasma. Struktur Virus dan bentuk bentuk virus sebagai Contoh virus bentuk kompleks dan Contoh virus bentuk sederhana.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Virus Bakteriofak, adalah Bentuk virus bakteriofag dengan Asam Nukleat virus dan bentuk DNA  atau RNA virus, Kapsid virus, Fungsi kapsid virus, Kandungan Kapsid virus.
  10. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian nukleokapsid sebagai Fungsi serabut virus atau sampul virus atau envelope virus dengan contoh virus diselubungi membrane lipid dan protein. Contoh Soal Ujian Nasional Materi Virus dan  Contoh soal dan pembahasan virus.

Contoh Soal Ujian Nasional Biologi Materi Metabolisme

Pengertian Metabolisme. Metabolisme adalah semua proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata metabole yang artinya berubah. Berubah di sini memiliki dua pengertian, Yaitu Anabolisme dan Katabolisme.

Pertama, berubah menjadi senyawa yang lebih kompleks disebut anabolisme, asimilasi, atau sintesis. Kedua, berubah menjadi senyawa yang lebih sederhana disebut katabolisme atau disimilasi. Dengan demikian metabolisme meliputi dua macam reaksi, yaitu anabolisme dan katabolisme.

Proses metabolisme ini melibatkan berbagai reaksi kimia dengan sejumlah energi yang menyertainya. Metabolisme dalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu katabolisme dan anabolisme.

Contoh Soal dan Pembahasan Metabolisme

Contoh Soal Ujian 1

Proses penyusunan energy kimia melalui sintesis senyawa – senyawa organic disebut ….

A.Fotosintesis

B.Anabolisma

C.Katabolisma

D.Metabolism

E.Kemosintesis

Jawaban: B

Pembahasan:

Proses penyusunan energy kimia melalui sintesis senyawa – senyawa organic disebut proses anabolisme.

Contoh Soal Ujian 2.

contoh-soal-ujian-nasional-biologi-materi-metabolisme
contoh-soal-ujian-nasional-biologi-materi-metabolisme

Tumbuhan akan menyimpan energy dalam bentuk …

A.energi kimia

B.energi radiasi

C.energi cahaya

D.energi potensial

E.energi panas

Jawaban: A

Pembahasan:

Energy yang berasal dari cahaya matahari akan disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk energy kimia.

Contoh Soal Ujian 3.

Enzim lengkap atau holoenzim tersusun atas ….

A.koenzim dan apoenzim

B.apoenzim dan kofaktor

C.gugus prostetik dan inhibitor

D.apoenzim dan gugus prostetik

E.gugus prostetik dan kofaktor

Jawaban: D

Pembahasan:

Holoenzim tersusun dari apoenzim bagian protein yang bersifat labil atau mudah berubah, dan gugus prostetik bagian bukan protein yang merupakan gugusan yang aktif.

Contoh Soal Ujian 4.

Pernyataan berikut yang sesuai untuk glikolisis adalah ….

A.berlangsung di sitisol secara aerob

B.berlangsung di sitisol secara anaerob

C.berlangsung di mitokondria secara aerob

D.berlangsung di mitokondria secara anaerob

E.berlangsung dalam sitoplasma secara anaerob

Jawaban: E

Pembahasan:

Glikolisis terjadi di sitoplasma secara anaerob

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme – Katabolisme – Fotosintesis yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

Daftar Pustaka:

  1. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kata dalam artikel.

25+ Contoh Soal Dan Jawaban: Indera Pendengaran Telinga Membran Timpani Eustachius Korti Kanalis Semisirkulis

Berikut contoh contoh soal dan jawaban Indera Pendengaran Telinga sebagai Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

1). Contoh Soal Ujian: Fungsi Gendang Telinga Menerima Getaran Dari Lubang Telinga,

Suara yang dikumpulkan oleh daun telinga kemudian masuk ke lubang telinga dan menggetarkan bagian…

a). saluran telinga

b). gendang telinga.

c). saluran eustachius

d). tulang martil

e). tulang landasan

Jawab: b

2). Contoh Soal Jawaban: Fungsi Daun Telinga Kumpulkan Suara,

Bagian telinga yang berfungsi mengumpulkan suara dan menyalurkannya ke dalam telinga melalui saluran telinga luar adalah…

a). lubang telinga

b). telinga tengah

c). daun telinga

d). tulang pendengaran

e). gendang telinga

Jawab: c

3). Contoh Soal Ujian: Gendang Telinga Batas Telinga Luar Dan Tengah,

Antara telinga bagian luar dan telinga bagian tengah dibatasi oleh sebuah membran yang disebut….

a). inkus

b). jendela oval

c). maleus

d). membran pendengaran

e). gendang telinga

Jawab: e

4). Contoh Soal Jawaban: Saluran Eustachius Penghubung Telinga Tengah – Faring,

Telinga bagian tengah berhubungan dengan faring melalui…

a). tulang sanggurdi

b). jendela oval

c). kupula

d). saluran eustachius

e). saluran tengah telinga

Jawab: d

5). Contoh Soal Jawaban: Fungsi Membran Timpani Menerima Getar Dari Saluran Telinga Luar,

Selaput tipis yang berfungsi untuk menerima getaran suara dari saluran telinga luar adalah…

a). inkus

b). jendela oval

c). maleus

d). membran pendengaran

e). membran tipani

Jawab: e

6). Contoh Soal Ujian: Fungsi Saluran Eustachius Mengurangi Tekanan Udara Di Rongga Telinga Tengah,

Bagian telinga yang dapat mengurangi tekanan udara yang ada di rongga telinga tengah adalah…

 a). tulang sanggurdi

b). jendela oval

c). kupula

d). saluran eustachius

e). saluran tengah telinga

Jawab: d

7). Contoh Soal Ujian: Cara Membuka Saluran Eustachius,

Untuk membuka saluran Eustachius dapat dilakukan dengan cara…

a). menutup mulut

b). membuka mulut dan menelan.

c). meludah

d). menggerakan lidah

e). berkurmur kumur

Jawab: b

8). Contoh Soal  Ujian: Saluran Telinga Yang Menghasilan Zat Racun Benda Asing,

Saluran yang menghasilkan semacam zat yang berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing, seperti debu atau hewan. Zat tersebut dapat menjadi racun bagi hewan-hewan yang mencoba masuk ke dalam telinga. Saluran tersebut adalah…

a). saluran eustachius

b). saluran tengah telinga

c). saluran telinga luar

d). saluran telinga dalam

e). saluran kanalis

Jawab: c

9). Contoh Soal Ujian: Fungsi Bulu Dan Tahi Kuping Dalam Saluran Telinga,

Bulu-bulu tersebut berfungsi untuk penghalang masuknya serangga dan debu. Jika ada serangga atau debu yang berhasil masuk, maka tahi kuping akan menjeratnya. Tahi kuping juga berfungsi mencegah terjadinya infeksi telinga terutama jika kita berenang di air yang kurang bersih. Bulu bulu tersebut berada di…

a). saluran eustachius

b). saluran tengah telinga

c). saluran telinga luar

d). saluran telinga dalam

e). saluran gelung

Jawab: c

10). Contoh Soal Ujian: Penyusun Telinga Bagian Tengah,

Tulang-tulang pendengaran terdapat pada…

a). telinga bagian lura

b). telinga bagian tengah

c). telinga bagian dalam

d). daun telinga

e). saluran telinga luar

Jawab: b

11). Contoh Soal Ujian: Tulang Pendengaran Tulang Martil Tulang Landasan dan Tulang Sanggurdi,

Tulang yang yang berfungsi memancarkan getaran bunyi dari gendang telinga menuju ke jendela oval yang menjadi pintu masuk ke telinga dalam. Tulang tersebut adalah…

a). tulang martil, tulang stapes, dan tulang sanggurdi

b). tulang martil, tulang incus, dan tulang landasan

c). tulang martil, tulang landasan, dan tulang malleus

d). tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi

e). tulang dalam, tulang tengah, dan tulang telinga luar

Jawab: d

12). Contoh Soal Jawaban: Saluran Eustachius Menjaga Keseimbagan Tekanan Udara Luar Dalam Telinga,

Saluran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara antara udara luar dan dalam telinga adalah…

a). saluran eustachius

b). saluran tengah telinga

c). saluran telinga luar

d). saluran telinga dalam

e). saluran kanalis

Jawab: a

13). Contoh Soal Ujian: Saluran Eustachius Penghubung Telinga Dengan Rongga Mulut,

Di dalam telinga bagian tengah terdapat saluran berisi udara yang berfungsi untuk menghubungkan telinga dengan rongga mulut. Saluran penghubung tersebut adalah…

a). saluran eustachius

b). saluran tengah telinga

c). saluran teliang luar

d). saluran telingan dalam

e). saluran gelung

Jawab: a

14). Contoh Soal Ujian: Jendela Oval Bagian Telinga Dalam Menerima Getaran Dari Tulamg Sanggurdi,

Getaran dari telinga tengah akan diteruskan oleh tulang sanggurdi ke telinga bagian dalam yang disebut..

a). inkus

b). jendela oval

c). maleus

d). membran pendengaran

e). membran tipani

Jawab: b

15). Contoh Soal Jawaban: Organ Corti Mengandung Sel Sensorik,

Organ yang mengandung sel-sel sensoris untuk menyampaikan getaran bunyi ke otak agar diolah menjadi suara adalah…

a). limfe

b). jendela oval

c). kupula

d). resptor

e). corti

Jawab: e

16). Contoh Soal Ujian: Cairan Limfe Dalam Saluran Kohlea,

Semua saluran dalam kohlea dipenuhi oleh cairan yang sama komposisinya dengan cairan sel. Cairan tersebut adalah…

a). cairan saliva

b). cairan limfe

c). cairan mucus

d). cairan telinga

e). cairan kupula

Jawab: b

17). Contoh Soal Ujian: Fungsi Cairan Limfe Dalam Kohlea,

Cairan yang berfungsi sebagai medium untuk merambatnya bunyi dalam kohlea adalah…

a). cairan saliva

b). cairan limfe

c). cairan mucus

d). cairan telinga

e). cairan kupula

Jawab: b

18). Contoh Soal Jawaban: Helikotrema Penguhubung Skala Vestibuli Skala Timpani,

Antara skala vestibuli dan skala timpani dihubungkan dengan lubang kecil yang disebut…

a). jendela oval

b). helikotrema.

c). saluran gelung

d). kanalis semisirkularis

e). saluran eustachius

Jawab: b

19). Contoh Soal Jawaban: Fungsi Kanalis Semisirkulis Sebagai Reseptor Gravitasi,

Saluran setengah lingkaran yang berjumlah 3 buah dan tersusun saling tegak lurus pada sudutnya, dan terdapat pada tulang pelipis serta memiliki fungsi sebagai reseptor gravitasi. Saluran tersebut adalah…

a). jendela oval

b). helikotrema.

c). saluran  tengah

d). kanalis semisirkularis

e). saluran eustachius

Jawab: d

20). Contoh Soal Jawaban:  2 Otot Pendengaran Tensor Timpani dan Stapedius,

Pada bagian telinga tengah terdapat dua otot pendengaran. Kedua otot pendengaran tersebut adalah

a). tensor timpani dan kanalis

b). tensor timpani dan stapedius

c). eustachius dan stapedius

d). polos dan lurik

e). malleus dan incus

Jawab: b

21). Contoh Soal Jawaban: Fungsi Otot Tensor Timpani dan Stapedius,

Otot yang meredam atau mengurangi gerakan gendang telinga untuk mencegah getaran getaran yang terlalu kuat yang dapat merusak telinga dalam…

a). tensor timpani dan kanalis

b). tensor timpani dan stapedius

c). eustachius dan stapedius

d). polos dan lurik

e). malleus dan incus

Jawab: b

22). Contoh Soal Jawaban; Makula Reseptor Kesimbangan Kepala,

Sakulus dan utrikulus berisi reseptor untuk mengetahui kedudukan atau keseimbangan kepala. Reseptor tersebut adalah..

a). ampula

b). kupula

c). makula.

d). malleus

e). incus

Jawab: c

23). Contoh Soal Ujian:  Radang Telinga – Otitas Media,

Penyakit yang disebabkan karena virus atau bakteri dan sering menyerang pada anak-anak. Gejalanya adalah sakit pada telinga, demam, dan pendengaran berkurang. Telinga akan mengeluarkan nanah dan kelainan ini dapat memecahkan gendang telinga. Penyakit tersebut adalah…

a). otitis media

b). labirintitis

c). mabuk perjalanan

d). vertigo

e). vestibulum

Jawab: a

24). Contoh Soal Jawaban: Penyakit Telingan Labirintitis,

Gangguan pada labirin dalam telinga yang disebabkan oleh infeksi, gegar otak, dan alergi. Gejalanya antara lain telinga berdengung, mual, muntah, vertigo, dan berkurang pendengaran. Gangguan tersebut adalah…

a). otitis media

b). labirintitis

c). mabuk perjalanan

d). vertigo

e). vestibulum

Jawab: b

25). Contoh Soal Jawaban:  Mabuk Perjalanan Gangguan Keseimbangan Vestibulum,

Dalam perjalanan di laut, udara maupun darat kadang-kadang terjadi semacam rasa mual, pusing, dan muntah-muntah. Orang sering mengatakan ini sebagai mabuk perjalanan. Keadaan ini terjadi karena gangguan pada fungsi keseimbangan yang terjadi karena gerakan atau getaran kendaraan. Bagian telinga yang memiliki fungsi keseimbangan adalah…

a). vertigo

b). vestibulum

c). telingan bagian luat,

d). membran timpani

e). tingkap oval

Jawab: b

26). Contoh Soal Ujian: Kanalis Semisirkularis Statoresptor Perubahan Tubuh,

Bagian telinga dalam yang memiliki organ otolith atau makula dan berfungsi sebagai statoreseptor sehingga dapat merespons terhadap perubahan kedudukan tubuh adalah…

a). jendela oval

b). kanalis semisirkularis.

c). saluran  tengah

d). helikotrema

e). saluran eustachius

Jawab: b

27). Contoh Soal Jawaban: Tulang Pendengaran Penghubung Gendang Telinga Dengan Jendela Oval,

Tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai menghubungkan gendang telinga dengan…

a). jendela oval

b). kanalis semisirkularis.

c). saluran  tengah

d).  helikotrema

e). saluran eustachius

Jawab: a

28). Contoh Soa Jawaban: Gangguan Konduktif Penurunan Pendengaran,

Gangguan Pendengaran yang ditandai dengan  penurunan pendengaran yang diakibatkan oleh adanya hambatan pada hantaran gelombang suara di telinga luar atau telinga tengah. Gangguan tersebut adalah…

a). sensorineural

b). konduktif

c). otitis media

d). vertigo

e). labirintitis

Jawab: b

29). Contoh Soal Ujian: Penurunan Pendengaran Konduktif Akibat Adanya Benda Asing  Infeksi Pada Telinga Tengah,

Gangguan pendengaran  yang terjadi karena adanya benda asing, penimbunan kotoran telinga, atau infeksi pada telinga tengah. Gangguan tersebut adalah….

a). sensorineural

b). konduktif

c). otitis media

d). labirintitis

e). vertigo

Jawab: b

30). Contoh Soal Jawaban: Gangguan Pendengaran Sensorineural Akibat Dsfungsi Organ Korti Saraf Auditorius Otak,

Gangguan pendengaran yang ditandai dengan penurunan pendengaran akibat disfungsi dari organ korti, saraf auditorius atau otak.

a). konduktif

b). sensorineural

c). labirintitis

d). vertigo

e). otitis media

Jawab: b

31). Contoh Soal Ujian: Penurunan Pendengaran Sensorineural Akibat Suara Bising Terus Menerus

Gangguan pendengaran yang terjadi karena selalu terpajan pada suara bising secara terus menerus, setelah mendapatkan pengobatan yang bersifat ototoksik, atau karena pengaruh penyakit sistemik.

a). konduktif

b). sensorineural

c). vertigo

d). labirintitis

e). otitis media

Jawab: b

32). Contoh Soal dan Pembahasan Proses Pendengaran

1.. Proses Pendengaran dimulai dengan adanya gelombang bunyi yang masuk melalui lubang telinga dan menggetarkan membrane timpani, selanjutnya getaran akan dilanjutkan ke nervus auditorius melalui ….

A. inkus – malleus – koklea – stapes

B. malleus – Inkus – stapes – koklea

C. stapes – malleus – Inkus – koklea

D. koklea – Inkus – malleus – stapes

E. malleus – stapes – Inkus – koklea

Jawaban adalah: B

Pembahasan:

Urutan jalannya getaran melelui tulang – tulang pendengaran:  malleus – inkus – stapes – koklea

33).Contoh Soal Pembahasan Fungsi Koklea

Perhatikan tanda X yang terdapat pada gambar bagian telinga manusia, sebutkan fungsi dari bagian X tersebut ….

soal-ujian-nasional-indra-pendengaran-telinga
soal-ujian-nasional-indra-pendengaran-telinga

A. Meneruskan geteran ke jendela oval

B. Menerusakan getaran ke osikula

C. Keseimbangan tekanan udara

D. Reseptor gravitasi

E. Reseptor suara

Jawaban: B

Pembahasan:

Koklea atau biasa disebut sebagai rumah siput berfungsi untuk meneruskan getaran menuju osikula sebelum dibawa ke otak.

34). Contoh Soal Pembahasan Peyeimbang Tekanan Udara Luar Telinga

Yang berfungsi menyeimbangkan udara pada telinga luar dan telinga tengah adalah ….

A. Koklea

B. Gendang telinga

C. Maleus

D. Saluran eustachius

E. Daun telinga

Jawaban: D

Pembahasan:

Bagian dari indra pendengaran yang berfungsi menyeimbangkan udara antara telinga bagian luar dan bagian dalam adalah saluran eustachius.

Daftar Pustaka.

Reaksi Terang Gelap Fotosintesis: Pengertian Fotosistem Transfer Elektron Siklus Calvin Benson Contoh Soal

Pengertian Fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses penyusunan atau pembentuk senyawa organic karbohidrat dengan bantuan energi cahaya atau matahari. 

Dengan adanya energi cahaya atau matahari tumbuhan hijau dapat membuat makanannya sendiri. Pembuatan makanan ini hanya terjadi pada bagian tumbuhan yang mengandung klorofil.

Pada tumbuhan tingkat tinggi seperti tumbuhan paku dan tumbuhan biji,  klorofil terdapat pada sel batang muda, buah yang belum matang, dan pada daun.

Organ- organ tumbuhan tersebut merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis. Karena tumbuhan mampu membuat makanan sendiri, maka tumbuhan disebut sebagai organisme autotrof.

Komponen Proses Fotosintesis

Komponen – komponen yang terlibat selama proses fotosintesis berlangsung adalah cahaya matahari, gas karbondioksida, molekul air, dan pigmen fotosintesis.

Tempat Reaksi Fotosintesis

Fotosintesis terjadi pada sel yang mempunyai klorofil atau pigmen hijau. Klorofil terdapat pada kloroplas. Kloroplas merupakan organel utama dalam proses fotosintesis.

Bentuk kloroplas berlembar- lembar dan dibungkus oleh membran. Bagian di sebelah dalam membran dinamakan stroma, yang berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk proses fotosintesis.

Di dalam kloroplas terdapat lembaran- lembaran datar yang saling berhubungan, disebut tilakoid. Beberapa tilakoid bergabung membentuk suatu tumpukan yang disebut grana.

Reaksi total yang terjadi selama proses fotosintesis adalah:

6 CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2

Reaksi Terang Dan Gelap Fotosintesis
Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan, berlangsung melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Gambar berikut dapat memberikan penjelasan yang lebih sederhana.

Reaksi Terang Gelap Fotosintesis, Siklus Calvin Benson
Reaksi Terang Gelap Fotosintesis, Siklus Calvin Benson

Reaksi Terang Pada Fotosintesis

Reaksi terang adalah reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya. Reaksi terang merupakan reaksi ketika energy matahari digunakan oleh pigmen fotosintesis dan terjadi di grana atau tumpukan tilakoid. Jadi reaksi ini bergantung pada cahaya matahari.

Pada reaksi gelap terjadi pemecahan molekul- molekul air menjadi hidrogen, oksigen, dan sejumlah energi. Pada reaksi terang, terjadi  pengubahan energi cahaya matahari menjadi energi kimia.

Energi yang terbentuk kemudian disimpan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk reaksi gelap.

Reaksi terang merupakan tahap awal serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat) dan NADPH (Nicotinamida Adenin Dinucleotid Phosphat).

Jadi Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH. Untuk menangkap sinar matahari (foton), tumbuhan menggunakan seperangkat alat yaitu fotosistem. Fotosistem merupakan molekul protein yang tertanam pada membrane tilakoid.

Ada dua macam fotosistem yaitu fotosistem I dan fotosistem II.

Fotosistem I.

Di  dalam fotosistem I terdapat molekul klorofil yang terletak pada pusat reaksi dari fotosistem I dan dinamakan P700. Disebut dengan P700 karena sangat baik dalam menyerap energy cahaya matahari dengan panjang gelombang 700 nanometer.

Fotosistem II

Di dalam fotosistem II terdapat molekul klorofil yang terletak pada pusat reaksi fotosistem II dan dinamakan P680. Disebut P680 karena sangat baik dalam menyerap energy cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer.

Tehapan Reaksi Terang

  • Penangkapan cahaya matahari oleh fotosistem. Ketika sinar foton mengenai fotosistem, salah satu elektronnya tereksitasi keluar. Dan ketika electron kembali pada kedudukan semula, electron tersebut mangeluarkan energy.
  • Setelah fotosistem menyerap energy matahari, energy ini digunakan untuk fotolisis yaitu memecah molekul air.
  • Air akan pecah menjadi ion hydrogen (2H+), gas oksigen (O2) dan electron (e).
  • Ion hydrogen 2H+ ditangkap NADP+ menjadi NADPH.
  • Gas Oksigen O2 dilepas ke udara
  • Elektron bebas yang terbentuk akan mengalami pemindahan atau transfer electron melalui fosforilasi siklik dan fosforilasi nonsiklik

Foton dari Cahaya matahari yang mengenai fososistem akan menyebabkan elektron tereksitasi dan keluar dari fotosistem.

Elektron yang dihasilkan ini akan keluar dan masuk ke sistem transfer elektron. Reaksi transfer elektron ini dapat dibedakan menjadi reaksi nonsiklik dan reaksi siklik

Jalur Reaksi Transfer Elektron Siklik

Pada jalur transfer electron siklik hanya dihasilkan ATP. Electron bergerak berputar dalam siklus dari fotosistem I ke system transfer electron dan kembali ke fotosistem I.

Gambar berikut dapat menjelaskan perputaran electron dalam siklus dan pembentukan energi ATP dengan lebih sederhana. Istilah Tranfer electron terkadang disebut juga transport electron.  Istilah system kadang diganti dengan istilah rantai. Yang sebenarnya digunakan untuk pengertian yang sama.

Rantai Transpor Elektron Siklik Reaksi Terang Fotosintesis
Rantai Transpor Elektron Siklik Reaksi Terang Fotosintesis

Jalur elektron siklik dimulai setelah kompleks pigmen fotosistem I menyerap energi matahari. Energi foton menyebabkan electron tereksitasi. Electron tereksitasi memiliki energi yang tinggi

Pada jalur ini, elektron berenergi tinggi (e) meninggalkan pusat reaksi fotosistem I, tetapi akhirnya elektron itu kembali lagi.

Elektron berenergi (e) meninggalkan fotosistem I (dari pusat reaksi klorofil a) dan ditangkap oleh akseptor elektron kemudian meneruskannya ke system transfer elektron dan akhirnya kembali ke fotosistem I.  Electron yang kembali ini akan segera menggantikan electron yang tereksitasi akibat foton sinar matahari.

Pada sistem transferr elektron, pembawa electron (electron carrier) mengalirkan atau memindahkan elektron dari satu pembawa electron ke pembawa electron berikutnya, yaitu dari Feredoksin (Fd), Plastoquinon (Pq), Komplek Sitokrom (Cty), dan terakhir ke  Plastosianin (Pc).

Ketika bergerak dalam system transfer electron tersebut, electron akan melepaskan energi yang kemudian energi akan digunakan untuk pembentukan ATP.

ATP terbentuk karena adanya penambahan gugus fosfat P pada senyawa ADP ( Adenosin Di Phosphat) seperti reaksi berikut.

ADP + P –>ATP

Pembentukan ATP yang terjadi melalui rute transfer electron siklis disebut dengan Fotofosforilasi Siklis. Fotosistem I ini umumnya ditemukan pada bakteri dan mikroorganisme autotrof lainnya.

Jalur Reaksi Transfer Elektron Nonsiklik

Pada jalur transfer electron nonsiklik dihasilkan ATP dan NADPH. Electron yang tereksitasi bergerak dari fotosistem II ke system transfer electron kemudian ke fotosistem I lalu ke sistem transfer electron baru dan berakhir pada reaksi pembentukan NADPH. Disini electron tidak kembali ke fotosistem II.

Gambar berikut menjelaskan pergerakan electron dalam jalur nonsiklus yang disertai pembentukan energi ATP dn NADPH dengan cara yang lebih sederhana.

Rantai Transpor Elektron Nonsiklik Reaksi Terang Fotosintesis
Rantai Transpor Elektron Nonsiklik Reaksi Terang Fotosintesis

Reaksi ini dimulai ketika kompleks pigmen fotosistem II (P 680) menyerap energi cahaya dan menyebabkan terksitasinya electron. Electron yang dihasikan memiliki energi yang tinggi. Kemudian elektron berenergi tinggi ini meninggalkan molekul pusat reaksi (klorofil a) sehingga Fotosistem II kehilangan electron.

Selanjutnya, Fotosistem II mengambil elektron dari hasil penguraian air (fotolisis) melalui reaksi berikut.

H2O –> 2H+ + 2e + 1/2 O2

Sedangkan Oksigen hasil fotolisis dilepas oleh kloroplas sebagai gas oksigen meninggalkan sel. Sementara itu, ion hidrogen (H+) untuk sementara waktu tinggal di ruang tilakoid.

Elektron- elektron berenergi tinggi meninggalkan fotosistem II dan ditangkap oleh akseptor elektron dan kemudian dikirim ke sistem transfer elektron. Pada system transfer electron, electron ini dibawa oleh pembawa electron plastoquinone (pq), Komplek sitokrom (Cty ), dan plastosianin (pc).

Selama proses transfer electron tersebut, electron melepaskan energi yang kemudian ditangkap oleh ADP menjadi ATP. Selanjutnya elektron mencapai fotosistem I.

Pada reaksi ini, elektron yang dilepas fotosistem II tidak kembali lagi ke fotosistem II. Pembentukan ATP dari reaksi nonsiklik ini disebut juga Fotofosforilasi Nonsiklik.

Ketika fotosistem I menyerap energi cahaya, elektron- elektron berenergi tinggi meninggalkan pusat reaksi (klorofil a) dan ditangkap oleh akseptor elektron. Elektron yang terlepas dari fotosistem I segera digantikan oleh elektron dari fotosistem II.

System transfer electron memindah elektron- elektron ini melalui pembawa electron Feredoksin (Fd). Selanjutnya Electron ditransfer ke NADP+. Tahap berikutnya NADP+ mengikat ion H+ membentuk NADPH2, seperti reaksi berikut.

NADP+ + 2e + 2H+ –> NADPH + H+

Electron tersebut digunakan untuk mereduksi NADP+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate) menjadi NADPH.

Dengan demikian jalur elektron nonsiklis menghasilkan ATP, dan NADPH. Energi ATP  dan NAPDH yang dihasilkan dalam elektron nonsiklik akan digunakan dalam reaksi tahap kedua proses sintesis karbohidrat yaitu pada tahap reaksi gelap.

Catatan: Ion ion hydrogen H+ yang berada dalam kompartemen tilakoid bergerak melalui bagian interior ATP sintase. Gerakan aliran ini disebabkan oleh adanya gradien kosentarasi dari ion hydrogen tersebut.

Aliran ion H+ menyebabkan ATP sintase mengikatkan gugus fosfat P ke ADP sehingga terbentuk ATP.

Reaksi Gelap Pada Fotosintesis.

Reaksi gelap disebut juga reaksi Siklus Calvin Benson. Reaksi gelap adalah reaksi yang tidak tergantung atau memerlukan cahaya secara langsung. Dalam reaksi gelap berlangsung serangkaian reaksi pembentukan gula dengan menggunakan gas karbondioksida CO2 dan hidrogen dari air.

Reaksi ini berlangsung dengan bantuan ATP dan NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang. Hasil dari reaksi gelap adalah molekul karbon berenergi tinggi seperti glukosa, fruktosa, dan amilum.

Siklus Calvin Benson

Proses pembentukan glokosa dari CO2 melalui Siklus Calvin berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap fiksasi, tahap reduksi, dan tahap regenerasi.

Gambar berikut menjelaskan reaksi reaksi yang terjadi pada pembentukan Glukosa melalui siklus Calvin- Benson dengan cara yang lebih sederhana.

Reaksi Pembentukan Glukosa Melalui Siklus Calvin Benson Fotosintesis
Reaksi Pembentukan Glukosa Melalui Siklus Calvin Benson Fotosintesis

Tahapan Reaksi Gelap.

  • Tahap Fiksasi Karbondioksida.

Gas CO2 dari lingkungan akan berdifusi ke dalam daun dan akan difiksasi (bergabung untuk bereaksi) oleh RuBP (ribulose Biphosphat), suatu molekul yang mengandung atom 5-C hingga terbentuk molekul fosfogliserat (PGA = 3-fosfogliserat atau 3-phosphoglycerate). PGA ini memiliki tiga karbon.

Penambatan enam CO2 oleh enam RuBP akan menghasilkan dua belas PGA. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim ribulose bifosfat karboksilase (Rubisco). Adapun Reaksinya adalah sebagai berikut:

6 CO2 +6  RuBP –> 12 PGA

  • Tahap Reduksi PGA

Pada tahap ini, tiap molekul PGA menerima gugus fosfat dari ATP serta ion hydrogen H+ dan electron dari NADPH. ATP yang digunakan pada reaksi ini adalah ATP dari reaksi terang.

Reaksi reduksi PGA oleh NADPH ini akan membentuk dua belas PGAL (glyceraldehyde-3-phosphat atau glukosa 3-fosfat, G3P).

Dua PGAL diantaranya bergabung dan membentuk satu molekul glukosa enam karbon. Kemudian Glukosa masuk ke reaksi untuk membentuk karbohidrat lain seperti sukrosa dan kanji.

  • Tahap Regenerasi

Tahap regenerasi adalah tahap pembentukan kembali RuBP. Sepuluh PGAL yang tersisa dari tahap reduksi akan menerima gugus fosfat dari ATP dan membentuk RuBP.

Dengan terbentuknya RuBP, maka reaksi penambatan CO2 dapat berlangsung lagi, sehingga siklus Calvin berjalan kembali.

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan.

Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membrane akan memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya. Baca Selanjutnya …..

Kemosintesis Pada Anabolisme

Kemosintesis dapat diartikan sebagai salah satu bentuk asimilasi karbon di mana reduksi CO2 berlangsung dalam kondisi gelap (yaitu reaksi tanpa cahaya), reaksinya menggunakan energi murni hasil oksidasi.  Baca Selanjutnya …..

Tahap Reaksi Katabolisme Protein 

Pembongkaran protein menjadi asam amino memerlukan bantuan dari enzim protease dan air untuk melakukan proses hidrolisis pada ikatan- ikatan peptida.    Baca Selanjutnya ….

Tahap Reaksi Katabolisme Lemak

Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Namun Sebelum digunakan, sel akan menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol, kemudian gliserol diubah menjadi 3 fosfogliseraldehid dan memasuki jalur glikolisis.  Baca Selanjutnya ….

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

Berikut Beberapa Contoh Soal Ujian dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme – Katabolisme – Fotosintesis yang merupakan soal soal yang diujikan pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri.

25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme: Anabolisme Katabolisme Fotosintesis

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  3. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.  
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  10. Ardra.biz, 2019, “Pengertian Tahap Regenerasi Pada Fotosintesis dengan Tahap Reduksi PGA. Tahapan Reaksi Terang dan Gelap pada Proses Fotosintesis Tumbuhan.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.  Tahap Fiksasi Karbondioksida dengan  tempat terjadinya reaksi gelap terang fotosintesis.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Jalur Reaksi Transfer Elektron Siklik Fotosintesis, Produk Transpor Elektron Siklik, Gambar Sistem Rantai Transfer Elektron Siklik, Pengertian Fungsi Fotosistem, Beda Fotosistem I dan II, Fungsi Energi Foton Fotosintesis, Fungsi Akseptor Elektron, Fungsi Rantai Transpor Elektron,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Pembawa Elektron Fotosintesis, Electron Carrier Feredoksin (Fd), Electron Carrier Plastoquinon (Pq), Electron Carrier Komplek Sitokrom (Cty), Electron Carrier Plastosianin (Pc), Fungsi Electron Carrier Fotosintesis, Fungsi Gugus Fosfat Fotosintesis, Pengertian Fotofosforilasi Siklis, Contoh Tumbuhan dangan Fotosistem I,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Jalur Reaksi Transfer Elektron Nonsiklik, Produk dari system transfer electron nonsiklik, Fungsi air pada reaksi nonsiklik, Fungsi NADPH, Gambar Rantai Transpor Elektron Nonsiklik, Fungsi Pusat Reaksi Fotosistem, Pengertian P680 dan P700, Pengertian fotolisis,
  15. Ardra.Biz, 2019, “reaksi fotolisis fotosintesis, Reaksi Pembentukan ATP adenosin trifosfat, Tempat reaksi fotosintesis, fungsi tilakoid, fungsi grana, Fungsi ADP pada rantai transfer electron, Pengertian Fotofosforilasi Nonsiklik,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi pembawa electron Feredoksin (Fd), Reaksi reduksi pembentukan NADPH, Fungsi ATP sintase pada fotosintesis,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Gambar Siklus Calvin, Reaksi Siklus Calvin, Fungsi Enzim ribulose bifosfat karboksilase (Rubisco), Reaksi Tahap Fiksasi Karbon Dioksida, Tahap Reduksi Siklus Calvin, Fungsi NADPH pada siklus Calvin, Reaksi reduksi Siklus Calvin, Reaksi Tahap Regenerasi Siklus Calvin,

Fungsi Gen dan Alel. Pengertian, Contoh Soal dan Pembahasan

Pengertian Gen. Gen adalah substansi hereditas yang merupakan persenyawaan kimiawi dan penentu sifat individu.

Sifat -Sifat Gen

Adapun beberapa sifat yang dimiliki oleh gen diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Gen Mengandung informasi genetika
  • Gen Dapat menduplikasi diri pada peristiwa pembelahan sel
  • Setiap gen mempunyai tugas dan fungsi tertentu
  • Sifat gen ditentukan oleh kombinasi basa nitrogennya

Gen tersimpan pada kedudukan tertentu dalam kromosom yang disebut lokus. Manusia setidaknya memiliki 100.000 gen. Secara skematika, lokus merupakan simpul berbentuk bulat yang berderet dengan jarak yang diukur oleh satuan milimorgan, mM.

pengertian fungsi -gen-dan-alel-materi-laporan
pengertian fungsi -gen-dan-alel-materi-laporan

Pengertian Alel.

Alel adalah gen – gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog.

Gen terdiri dari sepasang alel yang sejenis atau berlainan. Gen pengendali sifat tertentu biasa diberi symbol dengan huruf pertama dari sifat tersebut. Lambang huruf besar merupakan karakter dominan, sedangkan huruf kecil merupakan karakter resesif.

Karakter dominan dan resesif yang dimiliki oleh gen menyebabkan penampakan organisme tidak selalu mengungkapkan komposisi genetiknya.

Contoh Soal Pembahasan dan Penjelasan :

Gen B (huruf besar) adalah symbol untuk sifat bijih bulat, sedangkan gen b (huruf kecil) untuk sifat biji keriput. Istilah dominan digunakan karena gen ini dapat mengalahkan ekspresi gen alelnya.

Jadi gen B mengalahkan ekspresi gen b, sehingga ekspresi tanaman yang bergenotip Bb adalah tanaman biji bulat. Walaupun dalam tanaman tersebut mengandung gen untuk sifat keriput.

Gen b menimbulkan karakter resesif, yang artinya ekspresi gen b ditutupi (tidak memiliki efek yang jelas pada penampakan organisme bila bersama – sama dengan gen B. Pengertian resesif adalah sifat yang ditutup oleh sifat lain sehingga tidak terlihat, tidak tampil, atau tidak tampak.

Gen B menimbulkan karakter dominan terhadap gen b karena geb B diekspresikan sepenuhnya pada penampakan fisik organisme. Dominan adalah sifat yang menutupi sifat lain.

Homozigot.

Homozigot adalah individu yang kromosom – kromosomnya memiliki gen – gen identic dari sepasang atau suatu seri alel. Individu homozigot BB hanya membentuk gamet B saja. Oleh karenanya individu homozigot selalu berkembang biak secara murni.

Heterezigot

Heterezigot adalah individu yang kromosom – kromosomnya memiliki gen – gen berlainan dari sepasang ata suati seri alel tertentu.

Misalnya individu dengan genotip Aa, Bb, AaBb adalah heterezigot. Individu heterezogot membentuk lebih dari satu macam gamet. Contohnya individu Aa membentuk gamet – gamet A dan a.

Fungsi Gen

Adapun beberapa fungsi gen diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Gen berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan atau perkembangan dan metabolism individu.
  • Gen berperan dalam Menyampaikan informasi genetic dari generasi ke generasi berikutnya
  • Gen juga berfungsi Sebagai penentu sifat yang diturunkan ke generasi berikutnya

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Gen substansi hereditas dan penentu sifat individu. Sifat -Sifat Gen yang Mengandung informasi genetika dengan  Letak Posisi Gen. Jumlah gen manusia dan Fungsi lokus pada kromoson.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Alel dan Letak posisi alel pada Kromosom Homolog. Karakter dominan dan resesif pada gen. Lambang huruf pada karakter gen pada Contoh soal ujian Gen dan Alel. Homozigot kromosom gen – gen identic dengan Cara berkembang biak Homozigot.
  9. Ardra,Biz, 2019, “Heterezigot dan Kromosom gen – gen berlainan dengan Jumlah gamet heterezigot. Jumlah gamet homozigot dengan Fungsi Gen. Pembawa informasi genetic dan Gen pengatur pertumbuhan dan perkembangan.

 

Peran Virus Bagi Kehidupan Manusia.

Pengertian Virus.  Virus adalah partikel penginfeksi yang mengandung molekul asam nukleat yaitu berupa DNA atau RNA. Virus terbungkus  di dalam kapsid yang merupakan lapisan pelindung protein.

Virus bukan makhluk hidup jika berbentuk virion. Virion adalah Kristal berupa mineral yang merupakan bentuk virus jika hidup soliter  atau sendiri. Virus dikatakan makhluk hidup jika ada pada sel  atau jaringan hidup dan mampu berproduksi.

peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup
peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Peran Virus Dalam Kehidupan

Virus Yang Menguntungkan

  • Penyerang bakteri pathogen, contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri yang sangat berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya jika disisipi profage dalam DNA-nya.
  • Membuat Vaksin, Sejumlah vaksin dibuat dari jenis virus tertentu yang sudah dijinakkan, dilemahkan, atau dimatikan.
  • Alat diagnosis, Fage – fage virulen dapat digunakan untuk mengenali dan mengindentifikasi bakteri – bakteri pathogen yang dimanfaatkan untuk mengetahui penyebaran penyakit di masyarakat.
  • Penghasil Antitoksin, Virus dapat Menghasilkan antitoksin untuk melawan penyakit yang diderita oleh manusia

Virus Yang Merugikan

  • Virus dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit baik pada manusia maupun pada hewan dan tumbuhan. Contohnya adalah:
  • Virus Polio (virus RNA) menyebabkan penyakit polio, virus ini menyerang susunan saraf pada system gerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan di kaki.
  • Virus trachoom virus (virus DNA). Virus ini menyerang organ mata dengan cara menularkan melalui atau lewat dan udara menyebabkan penyakit trachoma mata.

Bagaimana virus berkembang biak dan mempertahankan hidupnya dapat dibaca pada artikel berikut

Cara Virus Mempertahankan Hidup Dan Berkembang Biak.

Ciri Ciri dan Struktur Virus dapat dibaca pada artikel berikut

Ciri dan Struktur Virus

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Virus dengan Virus berbentuk virion atau Virion adalah sebagai Peran Fungsi Virus Dalam Kehidupan. Contoh Virus Yang Menguntungkan dan Virus Penyerang bakteri pathogen atau contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri.
  8. Ardra.Biz, 2019,” Fungsi profage dalam DNA dan Virus untuk Vaksin atau Virus Alat diagnosis. Fungsi Fage – fage virulen dengan Virus Penghasil Antitoksin atau  Contoh Virus Yang Merugikan.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Virus Polio (virus RNA) sebagai Virus menyebabkan penyakit polio atau virus menyerang susunan saraf pada system gerak atau Virus trachoom virus (virus DNA) dengan  Virus menyerang organ mata dan Virus penyakit trachoma mata.

Manfaat Keanekaragaman Hayati, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Pengertian

Sumber daya alam merupakan kekayaan yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Sumber daya alam dapat berupa biotik maupun abiotik. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati.

Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan pengelolaan yang baik dengan pemeliharaan dan pelestarian. Pengelolaan ini menjadi sangat perlu mengingat sumber daya alam bersifat terbatas. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan kelangsungan kehidupan. Beberapa manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut.

manfaat-keanekaragaman-hayati
manfaat-keanekaragaman-hayati

  1. Manfaat Ekonomi

Secara ekonomi keanekaragaman hayati menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan devisa negara. Misalnya untuk bahan baku industri, mebel dan peralatan rumah tangga, bahan obat, bahan makanan, rempah-rempah, tanaman hias, dan perkebunan. Bahan-bahan tersebut dapat diperdagangkan baik di dalam negeri maupun untuk ekspor sebagai bentuk kegiatan ekonomi.

  1. Manfaat Biologis

Secara biologis, keanekaragaman hayati memiliki manfaat sebagai penunjang kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan gas oksigen pada proses fotosintesisnya. Gas oksigen kemudian digunakan oleh hewan dan manusia untuk bernapas. Tumbuhan merupakan produsen yang menghasilkan bahan organik seperti biji, buah, umbi, dan dedaunan sebagai bahan makanan makhluk hidup lain.

Hewan dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sandang, dan hiburan oleh manusia. Jasad renik dapat berperan sebagai dekompser yang mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik. Nilai biologis yang lain adalah sebagai sumber plasma nutfah untuk keperluan pemuliaan guna memperoleh jenis-jenis unggul.

  1. Manfaat Ekologis

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan alam. Setiap komponen ekosistem saling berinteraksi secara harmonis, sehingga gangguan terhadap salah satu komponen dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis yang penting bagi bumi.  Hutan hujan tropis berfungsi sebagai paru-paru bumi, menjaga kestabilan iklim global, dan membantu menurunkan tingkat pencemaran udara, serta mengurangi efek rumah kaca.

  1. Manfaat Sosial

Keanekaragaman hayati secara alami merupakan bagian sistem sosial dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan masyarakat sangat terkait dengan keanekaragaman hayati dilingkungannya. Hal itu dapat diamati dari pola hidup suku-suku di pedalaman yang lebih mengandalkan potensi alam dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan atau kawasan industri. Keanekaragaman hayati juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi, olah raga, hiburan, dan pendidikan.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sumber Daya Alam dan Jenis Sumber daya alam beserta Pengertian Sumber daya alam dan Contoh sumber daya alam biotik dan abiotic. Pengertian Biotik dan Abiotik dan Contoh sumber alam hayati serta Contoh sumber alam nonhayati.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Adapun  Pengertian sumber alam hayati dan nonhayati dan Manfaat Sumber alam secara Ekonomis dan Manfaat sumber alam secara Biologis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat sumber alam secara Ekologis dan Manfaat sumber alam secara Sosial beserta Contoh soal dan pembahasan sumber daya alam. Contoh soal ujian nasional sumber daya alam.
error: Content is protected !!