Apresiasi Karya Seni: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Pendekatan Kritik, Analitik Kognitif, Aplikatif, Kesejarahan Problematik, Semiotik

Pengertian Apresiasi Karya Seni: Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris to appreciate yang berarti menghargai, menilai, menyadari, mengerti. Namun dalam New Webster’s Encyclopedic Dictionary diartikan sebagai the act of valuing or estimating – awareness of aesthetic value.

Jadi pengertian apresiasi seni adalah suatu kegiatan dengan melakukan penafsiran terhadap nilai karya seni khususnya seni rupa, sehingga menyadari dan dapat menghargai terhadap nilai yang terkandung di dalamnya.

Pada dasarnya kegiatan apresiasi pada seni adalah suatu proses penghayatan pada seni, kemudian diikuti dengan penghargaan pada seni itu serta pada senimannya.

Secara umum apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya sehingga dapat mengadakan penilaian atau penghargaan terhadapnya.

Menikmati, menghayati dan merasakan suatu objek atau karya seni menjadi lebih baik lagi jika diiringi dengan mencermati karya seni dengan mengerti dan peka terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan memaknai karya-karya tersebut dengan semestinya.

Tujuan Apresiasi Karya Seni

Tujuan apresiasi karya seni rupa diantaranya ialah sebagai berikut ini :

  • Apresiasi bertujuan Untuk mengevaluasi dan mengembangkan nilai estetika karya seni
  • Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berkreasi dan berimajinasi
  • Untuk menyempurnakan keindahan karya seni

Fungsi Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa fungsi apresiasi karya seni adalah

  • Apresiasi karya seni berfungsi sebagai sarana meningkatkan rasa cinta terhadap karya seni .
  • Berfungsi untuk memberikan edukasi, penilaian, empati terhadap karya seni .
  • Apreiasi karya seni sebagai cara untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam berkarya

Manfaat Apresiasi Karya Seni

Beberapa manfaat apresiasi karya seni adalah:

  • Dapat menimbulkan hubungan timbal balik positif antara penikmat karya seni rupa dan seniman.
  • Dapat meningkatkan kecintaan terhadap suatu karya seni.
  • Apresiasi digunakan untuk sarana melakukan hiburan, penilaian dan edukasi.
  • Apresiasi Karya seni akan meberikan pengalaman dan ilmu untuk bekal meciptakan dan mengembangkan karya seni yang lebih baik.

Aspek Apresiasi Karya Seni

Aspek seni rupa yang diapresiasi difokuskan terhadap 1). masalah yang diungkapkan, b). teknik garapan, c). unsur dan pengorganisasiannya, d). gagasan kreatif, e). ekspresi.

a). Aspek Apresiasi Karya Seni: Tema Permasalahan

Tema yang diangkat oleh seniman sangat luas cakupan areanya, oleh karena itu banyak seniman dalam memilih tema dibatasi sesuai dengan preferensi senimannya.

Tema dapat dijadikan sebagai fokus pembahasan dalam berkarya dan dapat membentuk gaya dalam tampilan karya seorang seniman.

b). Aspek Apresiasi Karya Seni: Teknik Garapan

Teknik garapan dalam membuat karya seni rupa sangat pokok dan menentukan karena dapat mempengaruhi nilai estetik karya seni yaitu baik dan buruknya.

Kemahiran menggunakan alat dan bahan menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang seniman. Dalam seni lukis misalnya alat dan bahan yang digunakan akan menentukan Teknik yang dilakukan.

c). Aspek Apresiasi Karya Seni: Unsur dan Pengorganisasian

Aspek yang juga menjadi perhatian dalam melakukan apresiasi adalah kualitas unsur rupa dan kemampuan seniman dalam mengorganisasikan unsur tersebut menjadi suatu komposisi.

Aspek pengorganisasian unsur menjadi sangat menentukan seorang seniman setelah memiliki kemahiran teknik garapan. Aspek Unsur dan Pengorganisasian mencerminkan kepekaan estetik seniman dalam menggunakan unsur tersebut sebagai bahasa rupa untuk dapat menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Kualitas unsur menunjukkan bagaimana kualitas garis, ruang, bentuk, warna, dan tekstur digunakan dalam mewujudkan karya seni.

Kemampuan mengungkapkan rasa yang ingin disampaikan oleh sang seniman tergantung dari kemampuannya mengelola unsur seni rupa serta menguasai penggunaan bahannya.

Mengelola unsur seni rupa maksudnya adalah bagaimana sang seniman mampu menggunakan karakter unsur seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur untuk mewakili persaannya.

d). Aspek Apresiasi Karya Seni: Kreativitas

Tahapan kreativitas yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk melihat kemampuan seniman dalam membuat karya seninya adalah penguasaan teknik, meniru model, melakukan inovasi dan akhirnya kreasi.

Kreasi adalah kemampuan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan orisinal dan hal ini berbeda dengan inovasi yang sifatnya mengubah yang telah ada menjadi kelihatan baru.

Dalam melakukan apresiasi ada beberapa tataran yang dilihat yaitu: rasa (feeling), pendapat kritikus terhadap seniman sebagai pencipta karya seni yang diapresiasi, kemampuan teknik, ide atau yang ditampilkan dalam karya seni, sejarah atau periodesasi senimannya. Sering tanpa disadari, perasaan kita tersentuh ketika menyasikan karya seni.

Pendekatan Apresiasi Karya Seni

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam apresiasi seni rupa adalah pendekatan kritik seni, analitik, dan kognitif.

Apresiasi Karya Seni Pendekatan Kritik

Pendekatan kritik adalah apresiasi yang dilakukan apresiasi dengan cara kritis. Cara kritis terhadap karya seni ada empat jenis dan tiga gaya dalam melakukannya.

a). Jenis Kritik Karya Seni,

Empat jenis kritik seni yaitu: Kritik jurnalistik, pedagogik, ilmiah, dan populer.

  • Kritik Karya Seni Jurnalistik,

Kritik Jurnalistik merupakan upaya mengulas suatu karya seni biasanya ketika ada pameran. Ciri- Ciri Kritik Jurnalistik bahasanya mudah dimengerti namun ulasannya tidak mendalam tetapi singkat dan padat.

Kritik jurnalistik semacam berita dengan ulasan ringan ditujukan kepada pembaca berita surat kabar dan majalah sebagai informasi tentang peristiwa seni yang sedang berlangsung dengan tambahan ringkasan tentang tema yang diungkap dalam karya yang dipamerkan.

  • Kritik Karya Seni Pedagogik,

Kritik pedagogik merupakan kritik yang dilakukan oleh guru seni terhadap siswanya yang bertujuan untuk meningkatkan kematangan teknik dan estetik siswanya.

Ulasan yang diberikan tidak keras dengan kriteria yang tidak terlalu berat. Kritik pedagogic dapat mendorong semangat siswa untuk bekerja dan belajar meningkatkan prestasinya.

Tujuan utama kritik pedagogik adalah untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan siswa dalam hal teknis dan estetiknya. Dengan demikian mampu mengarahkan siswa berdasarkan bakat dan kemampuannya yang tepat.

Kritik pedagogik menuntut seorang guru untuk memiliki kepekaan estetik yang lebih dibanding siswanya sehingga dapat memberikan bimbingan selama dalam proses berkarya dan memberi kesimpulan pada akhirnya.

  • Kritik Karya Seni Ilmiah atau Akademis,

Kritik ilmiah atau akademis merupakan pendekatan apresiasi kritis dengan melakukan analisis yang mendalam dengan data- data lengkap dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Pendekatan Kritik akademis merupakan pendekatan apresiasi seni yang paling mendekati dengan apa yang dimaksud oleh senimannya terhadap gagasan- gagasannya.

Kritik ilmiah akademik merupakan pendekatan analitik dengan tahapan-tahapan yang harus dilaluinya. Kegunaan kritik ilmiah akademis adalah penyelidikannya terhadap prestasi artitistik baik seni tradisional maupun kontemporer.

  • Kritik Karya Seni Populer,

 Kritik popular merupakan pendekatan apresiasai seni rupa yang dilakukan oleh setiap orang yang tertarik dalam bidang seni.

Hasil apresisi pendekatan kritik popular berbeda-beda sesuai dengan perhatian dan intensitas lingkungan individu masing-masing. Namun kecendrungan secara keseluruhan populasi dalam menentukan kualitas seni ditentukan oleh pendapat mayoritas.

Jenis Gaya Kritik Karya Seni,

Beberapa tipe atau gaya kritik seni adalah kontekstual, Intrinsik, dan komparatif.

  • Gaya Kritik Seni Kontekstual,

Gaya kritik seni kotekstual merupakan  kritik yang disampaikan secara kontekstual yang berarti tidak hanya menggunakan kriteria estetik, namun dipertimbangkan norma-norma yang berlaku di masyarakat yang berhubungan dengan moral, psikologi, sosiologi, dan religi.

Kritik kontekstual mempertimbangkan apakah sebuah karya seni pantas di pamerkan di depan umum sementara masyarakatnya sangat religious. Jadi kritik dilakukan dari beberapa sudut pandang yang terkait dengan seni.

  • Gaya Kritik Seni Intrinsik,

Gaya kritik Intrinsik merupakan kritis yang murni untuk kepentingan estetik, dengan ulasan yang  terfokus pada nilai estetikanya tanpa dibebani dengan hal lain.

Nilai-nilai estetiknya meliputi kemahiran teknik dalam menggunakan alat dan bahan, kemahiran dalam menyusun elemen-elemen estetik yang menjadi harmoni dan kesatuan dalam sebuah karya yang utuh.

  • Gaya Kritik Seni Komparatif,

Gaya Kritik Seni Komparatif merupakan kritik yang dilakukan dengan membandingkan karya seorang seniman dengan seniman lain. Gaya komparatif membandingkan karya seniman dengan daerah asalnya, dengan teman sejawatnya atau dengan karya seni suatu kelompok masyarakat.

Apresiasi Seni Pendekatan Analitik

Pendekatan analitik dikembangkan oleh Feldman dan Plummer. Pendekatan analitik  merupakan suatu cara melakukan apresiasi dengan melakukan analisis terhadap sebuah karya seni rupa dilihat dari beberapa sudut pandang dan tahapan deskripsi, Analisis dan interpretasi

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Deskripsi

Deskripsi merupakan kegiatan awal dari apresiasi, yaitu mengenal dan menemukan segala informasi tentang karya yang akan diapresiasi.

Apresiasi dimulai dari identitas senimannya, keterampilan teknik dan bahan yang digunakan, konsep penciptaan, tema yang ditampilkan yang tidak nampak secara kasat mata.

Untuk mendapatkan identitas seniman dilakukan dengan wawancara langsung jika memungkinkan, jika sudah meninggal dunia dilakukan studi literatur atau dokumen saat seniman tersebut masih hidup. Salain itu dapat juaga dengan melakukan wawancara terhadap keluarga terdekat dan teman-teman dekatnya

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analisis

Pendekatan analisis merupakan apresiasi seni untuk menemukan kualitas estetik unsur-unsur yang digunakan, hubungan antar unsur yang disusun, kesesuaian konsep dengan ungkapan visualnya.

Pendekatan apresiasi analisis akan mengetahui bagaimana kualitas dari unsur unsur seni seperti garis, bentuk, warna dan tekstur disusun untuk menjadi suatu susunan kesatuan yang harmonis.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Interpretasi

Pendekatan interpretasi merupakan apresiasi yang mengungkap makna yang terkandung dalam sebuah karya seni.

Makna dalam seni terdiri dari makna fisik (fisikoplastis) dan makna yang ada di balik penampilan fisik tersebut (ideoplastis) sebagai hal yang sulit jika tidak dapat data yang lengkap.

Makna yang terkandung dalam karya memerlukan interpretasi dari ungkapan kualitas fisiknya jika tidak ada data tentang latar belakang penciptaannya.

Makna dibalik penampilan fisiknya (ideoplastisnya) dapat mengacu kepada judulnya, yang diungkap. Contoh seorang pemain biola dapat diinterpretasika bahwa seniman senang memainkan biola atau mengagumi pemain biola dalam suatu pertunjukkan.

  • Apresiasi Seni Pendekatan Analitik Judgement

Apresiasi pendekatan judgement umumnya dilakukan setelah kegiatan interpretasi telah dicapai. Apresiasi Judgement merupakan suatu kegiatan dalam menentukan tingkat nilai baik dan buruk sebuah karya seni.

Apresiasi pendekatan Judgement memerlukan informasi dari kegiatan sebelumnya. Dua hal yang penting dalam menentukan kualitas karya seni yaitu tujuan seniman dalam membuat karya dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut.

Dengan demikian yang menentukan judgement adalah aspek teknik dalam mengungkapkan gagasannya secara estetik, perbandingan secara historis dengan seni yang sejenis, dan keaslian atau originalitas.

Apresiasi Seni Pendekatan Kognitif

Apresiasi seni Pendekatan kognitif dikembangkan oleh Michael Parson. Menurut penjelasan Michael Parson setiap orang berbeda dalam memberikan respon terhadap karya seni karena tergantung dari perkembangan kognitifnya yang berhubungan dengan karya seni.

Ada lima tingkat kemampuan untuk dapat melakukan apresiasi dan kadang masing-masing tingkat overlaping satu dengan lainnya sehingga menjadi sangat rumit. tetapi

  • Pendekatan Kognitif Tinkat Favoritisme

Tahap ini disebut pula tahap pertama, karakteristik utama tahap ini adalah refleksi intuitif yang sifatnya subyektif sangat kuat terhadap karya seni.

Secara psikologis tahap ini tidak mempedulikan pendapat orang orang lain. Dalam hal estetik karya seni terutama lukisan merupakan obyek yang menyenangkan baik figuratif maupun non-figuratif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Keindahan dan Realisme

Tahap ini adalah tahap kedua, yang menonjol cirinya adalah tentang subyek dalam karya seni, representasi yang ditampilkannya.

Karya seni yang baik adalah jika merepresentasikan sesuatu dan realistik yang menampilkan emosi subyeknya seperti tersenyum, sedih, dan gerakan.

Secara psikologis tahap ini menghargai pendapat orang lain, dan secara estetik tahap ini menyadari adanya sesuatu yang dilukiskan pada karya seni secara realistik.

Tahap ini menyangkut tentang karya seni sebagai suatu yang dapat dinikmati oleh wujudnya yang menyenangkan perasaan.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Ekspresi

Tahap ekspresi adalah tahap yang memiliki kesadaran tentang ekspresi yang diungkapkan dalam karya seni yaitu adanya perasaan senimannya atau pengalaman rasa apresiatornya.

Tahap ekspresi beranggapan bahwa tujuan karya seni adalah untuk mengekspresikan pengalaman seseorang, keindahan subyeknya menjadi yang kedua.

Kreativitas, keaslian, kedalaman rasa adalah sangat dihargai. Secara psikologis tahap ini lebih maju dalam mengalami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Secara estetik tahap ekpresi menyadari adanya hal yang tidak relevan dengan keindahan subyek karena yang dicari adalah kualitas ekspresi karya yang ditampilkan.

Contoh Ungkapan Tahap Ekspresi

Ungkapan-ungkapan yang sering terdengar pada tahap ekpresi adalah “lihat distorsi bentuknya sangat kuat mengungkapkan perasaan senimannya” atau “sapuan kuasnya sangat tepat mengekspresikan gerak subyeknya”.

Pada hakekatnya tahap ini menyangkut tiga hal yaitu: pertama tentang subyektivitas, bahwa karya seni harus dipahami secara mental karena karya seni mengandung pemikiran, emosi yang sifatnya subyektif.

Kedua adalah ekspresi individu, oleh karena itu karya seni dipahami secara individual agar mengetahui apa yang dikasud oleh senimannya.

Ketiga adalah interpretasi, yaitu hubungan timbal balik seniman dan apresiatornya dengan media karya seni. Apresiator mengalami apa yang dialami oleh senimannya berupa ekspresi yang ada dalam karya seni.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Gaya dan Bentuk

Tahap gaya dan bentuk merupakan pendekatan apresiasi dimana karya seni bukan lagi bersifat individual, namun lebih bersifat sosial.

Tahap gaya dan bentuk membicarakan karya seni dari segala aspeknya, bisa apresiasi tekniknya, dan bisa juga bentuk-bentuknya atau aspek yang lainnya.

Makna karya seni terangkat oleh perbincangan antar apresiator yang melebihi makna yang diinterpretasikan oleh individual.

Secara psikologis, makna kelompok lebih rumit dibandingkan mendapatkan makna secara individual. Terkadang individu mendapatkan makna dari membaca beberapa interpretasi tentang karya yang dinikmati dan melihat bagaimana masing masing interpretasi memaknainya.

Secara estetik apresiator mendapatkan makna karya seni dari media yang digunakan, bentuk dan gayanya.

Pada tahap gaya dan bentuk, apresiator mampu membedakan makna literal yang ada pada subyek karya seni dengan makna apa yang dicapai dalam karya tersebut. Apresiator akan mengidentifikasi gayanya dengan menghubungkan secara historis.

Tahap gaya dan bentuk menganggap ulasan karya seni dapat menuntun persepsi dan melihat evaluasi karya seni sebagai hal yang obyektif.

Contoh Ungkapan Apresiasi Pendekatan Kognitif Tahao  Gaya dan Bentuk

Beberapa contoh ungkapan yang sering terlontar pada tahap gaya dan bentuk adalah: “ Lihat kesedihan dalam ungkapan warna dan tarikan garisnya” atau “bentuk-bentuk dan warna lukisan ini mengingatkan kepada kaum kubisme”

Kebenaran interpretasi dapat dilakukan melalui dialog dan membandingkannya dengan pendapat orang lain dan karya seni yang diapresiasi, kualitas karya seni tidak dilihat secara subyektif tetapi melalui pendapat kolektif.

  • Pendekatan Kognitif Tahap Otonomi

Tahap otonom merupakan tahap dimana apresiator secara mandiri membuat judgement terhadap karya seni dan menyesuaikan kriterianya dengan perkembangan zaman.

4). Apresiasi Seni Pendekatan Aplikatif

Apresiasi melalui pendekatan aplikatif ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung, di studio, di kampus, di rumah atau di mana saja.

Melalui praktek berkarya, apresiasi tumbuh dengan serta merta akibat dari pertimbangan dan penghayatan terhadap proses berkarya dalam hal keunikan teknik, bahan, dsb.

Pendekatan aplikatif bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman karya seni melalui keterlibatan langsung membuat karya seni.

Apresiasi pendekatan aplikatif sangat efektif karena sang apresiator dapat menghayati langsung dan mendalam bagaimana seluk beluk penciptaan karya seni.

Apresiator dapar mengetahui secara langsung kesulitan menggunakan alat dan bahan, bagaimana mendapatkan warna dan bentuk yang harmonis seorang seniman dalam mewujudkan karya seninya.

Pendekatan applikatif merupakan metode learning by doing yang memberi kesempatan kepada apresiator secara aktif mengalami hingga menghayati proses penciptaan karya seni.

  1. Apresiasi Seni Pendekatan Kesejarahan

Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah perkembangan seni. Apresiasi dimulai dengan meneliti asal usul sebuah karya seni rupa dengan bertanya kepada orang terdekat, seperti ayah, ibu, paman atau siapa saja yang mengertahui tentang riwayat sebuah karya seni.

Pendekatan kesejarahan merupakan pengembangan apresiasi seni melalui penelusuran sejarah perkembangan seni, dari periode ke periode mengikuti perkembangan masyarakat.

Apresiasi pendekatan sejarah akan lebih memahami suatu karya seni misalnya tentang cerita wayang lakonnya diambil dari mana dan apa isi ceritanya.

Dengan mengetahui proses perkembangan sejarah seni akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karya seni.

Pendekatan kesejarahan tidak terlepas dari pendekatan sosiologis jika ingin mengetahui perkembangan seni suatu kelompok masyarakat.  Dalam tataran kehidupan individu tidak dapat lepas dari pendekatan psikologis dan biografis.

Apresiasi Seni Pendekatan Problematik

Apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmati secara semestinya. Apresiasi melalui pendekatan ini dimulai dengan mengenali unsur-unsur fisik dan non fisik (unsur- unsur dan prinsip-prinsip seni rupa) yang terdapat dalam sebuah karya seni.

Pendekatan problematik seni merupkan apresiasi yang dipahami melalui pemahaman makna dan pencarian jawaban seputar seni; seperti makna seni, hubungan seni dengan keindahan, seni dan ekspresi, seni dengan alam, fungsi seni rupa bagi kehidupan manusia, jenis seni rupa, gaya dalam seni rupa dan sebagainya.

Pada pendekatan problematic, apresiator dapat lebih holistic, utuh dan luas dalam memahami seni.

Kelemahan apresiasi pendekatan problematik terlalu teoritis, namun demikian untuk mengurangi kejenuhan teori dapat dilakukan variasi dengan alat peraga visual dan variasi tugas untuk didiskusikan

Apresiaai Seni Pendekatan Semiotik

Istilah semiotika berasal dari Bahasa Yunani semion yang berarti tanda, yang saat ini menjadi cabang ilmu yang berurusan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda.

Semiotika sangat kental dengan masalah bahasa verbal sebagai media komunikasi, namun dalam perkembangannya penggunaannya merambah ke berbagai bidang ilmu termasuk seni rupa.

Oleh karena seni rupa pada dasarnya berupa tanda dan media komunikasi non-verbal, maka pendekatan semiotika dapat digunakan untuk keperluan analisis bahasa visual yang ada pada seni rupa.

Tokoh Pendekatan Semiotika

Tokoh semiotika adalah Ferdinand de Sausure dari Perancis dan Charles Sanders Peirce dari Amerika.

Teori semiotika Sausure berangkat dari bahasa sedangkan Peirce memulainya dari logika. Dalam pembahasan ini semiotika Peirce digunakan untuk melakukan analisis seni rupa melalui identifikasi klasifikasi tanda dengan ciri-cirinya.

Penggunaan tanda dalam seni rupa menurut analisisnya Peirce meliputi ide, objek, dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan makna adalah beban yangterdapat dalam lambang yang mengacu kepada objek tertentu.

Tandamerupakan kajian pokok dalam semiotika. Sesuatu agar dapat berfungsi sebagai tanda memiliki beberapa ciri, yaitu harus dapat diamati, dapat difahami, representatif, interpretatif, dan memiliki latar (ground) berupa perjanjian, peraturan, dan kebiasaan yang dilembagakan yang disebut dengan kode.

Tahapan Kegiatan Apresiasi Seni

Kegiatan apresiasi meliputi :

a). Tahap Persepsi Apresiasi Seni

Kegiatan persepsi mengenalkan pada anak didik akan bentuk-bentuk karya seni di Indonesia, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater yang berkembang di Indonesia, baik tradisi, maupun moderen. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.

b). Tahap Pengetahuan Apresiasi Seni

Pada tahap pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.

c). Tahap Pengertian Apresiasi Seni

Pada tingkat pengertian, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan musik.

d). Tahap Analisis Apresiasi Seni

Pada tahap analisis, dimulai dengan mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.

e). Tahap Penilaian Apresiasi Seni

Pada tahap penilaian, apresiasi lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya- karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.

f). Tahap Apresiasi Seni

Apresiasi merupakan bagian dari tujuan pendidikan seni yang terdiri dari tiga hal; value, empathy dan feeling.

Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat.

Empathy merupakan kegiatan untuk memahami, dan menghargai.

Feeling merupakan kegiatan dengan cara menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni .

    Daftar Pustaka:

    1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
    2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
    3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
    4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
    5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
    6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
    7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
    8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
    9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
    10. Rangkuman Ringkasan: Secara umum apresiasi seni atau mengapresiasi karya seni berarti, mengerti sepenuhnya seluk beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetika.
    11. Apresiasi dapat juga diartikan berbagi pengalaman antara penikmat dan seniman, bahkan ada yang menambahkan menikmati sama artinya dengan menciptakan kembali.
    12. Tujuan pokok penyelenggaran apresiasi seni adalah menjadikan masyarakat “melek seni” sehingga dapat menerima seni sebagai mestinya .
    13. Apresiasi seni dapat dilakukan dengan berbagai metode atau pendekatan sebagai berikut:
    14. a). Pendekatan aplikatif Melalui apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan dengan melakukan kegiatan berkarya seni secara langsung.
    15. b). Pendekatan kesejarahan Apresiasi dengan pendekatan ini ditumbuhkan melalui pengenalan sejarah/ perkembangan seni
    16. c).Pendekatan problematik Melalui pendekatan ini apresiasi ditumbuhkan dengan menyoroti masalah serta liku-liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmatinya secara semestinya

    Seni Musik: Pengertian, Fungsi Simbol, Nilai Estetika, Unsur Dasar, Jenis Bentuk Ekpresi, Aliran Genre Alat Musik

    Pengertian Seni Musik: Musik adalah hasil olahan dari suara atau bunyi yang diberikan irama, sehingga memiliki nilai keselarasan.

    Musik merupakan seni yang timbul dari perasaan atau pikiran manusia sebagai pengungkapan ekspresi diri, yang diolah dari suatu nada-nada atau suara-suara yang diatur dengan irama atau hitungan, dan mengandung unsur harmonis atau keselarasan.

    Pengertian Musik Menurut Para Ahli

    Beberapa pengertian music menurut para ahli di antaranya  sebagai berikut :

    a). Pengertian Musik Menurut Koentjaraningrat,

    Menurut Koentjaraningrat, musik merupakan bagian dari kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan manusia.

    b). Pengertian Musik Menurut Goethe

    Menurut Goethe: musik adalah mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya

    c). Pengertian Musik Menurut Jamalus

    Menurut Jamalus: Musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.

    d). Pengertian Musik Menurut Pythagoras

    Menurut Pythagoras: musik bukan sekedar hadiah atu bakat dari para dewa- dewi, namun musik terjadi karena akal budi manusia dalam membentuk teori-teori.

    e). Pengertian Musik Menurut Djohan,

    Menurut Djohan: Musik adalah produk pikiran. Maka elemen vibrasi dalam bentuk frekuensi, amplitudo, dan durasi belum menjadi musik, sampai semua itu di tranformasi secara neurologis dan di interpretasikan melalui otak menjadi pitch (nada-harmoni), timbre (warna suara), dinamika (keras-lembut), dan tempo (cepat-lambat).

    f). Pengertian Musik Menurut Soeharto M,

    Menurut pendapat Soeharto. M musik adalah pengungkapan melalui gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa gagasan, sifat dan warna bunyi.

    g). Pengertian Musik Menurut Klapinglelang

    Menurut Klapinglelang: musik adalah bunyi yang tersusun rapi dan mengandung beberapa unsur utama. Nada, harmoni, tempo, dinamika, dan warna suara itulah yang termasuk warna music.

    Fungsi Seni Musik

    Beberapa fungsi seni music diantarannya adalah:

    a). Fungsi Musik Sebagai Pengungkapan Emosional,

    Musik berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Pelaku musik dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui musik.

    Para pencipta musik menggunakan kebebasannya untuk mengungkapkan ekspresi emosinya yang dikaitkan dengan berbagai objek cerapan seperti alam, cinta, suka-duka, amarah, pikiran, dan bahkan mereka telah mulai dengan cara-cara mengotak-atik nada-nada sesuai dengan suasana hatinya.

    b). Fungsi Musik Sebagai Penghayatan Estetis,

    Musik merupakan suatu karya seni. Suatu karya dapat dikatakan karya seni apabila dia memiliki unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Melalui musik akan dapat merasakan nilai-nilai keindahan baik melalui melodi ataupun dinamikanya.

    Untuk menikmati rasa indah (estetis), maka seseorang perlu belajar dengan cara membiasakan diri mendengarkan musik-musik kesukaannya sendiri. Kemudian mulai mencoba mendengarkan musik-musik jenis lain yang baru didengarnya dan kemudian akan menyukainya.

    c). Fungsi Musik Sebagai Media Hiburan,

    Musik memiliki fungsi hiburan mengacu kepada pengertian bahwa sebuah musik pasti mengandung unsur- unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari Melodi ataupun liriknya.

    Sebagai hiburan, musik dapat memberikan rasa santai dan nyaman atau penyegaran pada pendengarnya.

    Kini music bahkan ditengarai lebih berfungsi hiburan karena industri music berkembang dengan sangat cepat.

    d). Fungsi Musik Sebagai Media Komunikasi,

    Musik memiliki fungsi komunikasi yang berarti bahwa sebuah musik yang berlaku di suatu daerah mengandung isyarat-isyarat tersendiri yang hanya diketahui oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari teks atau pun melodi music tersebut.

    e). Fungsi Musik Sebagai Perlambangan Atau Simbol

    Musik mempunyai fungsi sebagai lambang atau simbol suatu keadaan. Misalmya tempo sebuah music yang lambat, akan mencerminkan hal- hal yang menyedihkan. Sehingga musik itu melambangkan akan kesedihan

    Kesenangan, kesedihan, kesetiaan, kepatuhan, penghormatan, rasa bangga, dan rasa memiliki, atau perasaan-perasaan khas mereka disimbolkan melalui musik baik secara sendiri maupun menjadi bagian dari tarian, syair-syair, dan upacara upacara.

    f). Fungsi Musik Sebagai Reaksi Jasmani

    Musik dapat merangsang sel-sel saraf manusia sehingga menyebabkan tubuh kita bergerak mengikuti irama musik tersebut. Jika musiknya cepat maka gerakan penikmat menjadi cepat, demikian juga sebaliknya.

    g). Fungsi Musik Sebagai Media Norma Sosial,

    Musik berfungsi sebagai media pengajaran akan norma- norma atau peraturan- peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui teks nyanyian yang berisi aturan aturan.

    Sebagian para pencipta music dan lagu melakukan kritik sosial dan bahkan protes keras terutama ditujukan kepada pemerintah malalui music.

    h). Fungsi Musik Sebagai Pengesahan Lembaga Sosial,

    Musik merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam sebuah upacara, dan tidak sebagai pengiring saja,

    i). Fungsi Musik Untuk Kesinambungan Pelestarian Budaya

    Musik berisi tentang ajaran-ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan kepada generasi selanjutnya.

    Lagu-lagu daerah banyak sekali berfungsi sebagai pelestari budayanya, karena tema-tema dan cerita di dalam syair menggambarkan budaya secara jelas.

    j). Fungsi Musik Sebagai Pemersatu Bangsa

    Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili citarasa estetik, semangat kebangsaan, dan watak dari budaya masing-masing.

    Lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman adalah lagu atau musik yang diciptakan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang mendiami daerah-daerah di wilayah Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil.

    k). Fungsi Musik Sebagai Promosi Dagang

    Musik dikreasi untuk kepentingan promosi dagang yang banyak berkembang seiring dengan laju pertumbuhan iklan yang disiarkan melalui radio-radio siaran dan televisi-televisi swasta terutama kota-kota besar di Indonesia.

    Musik- musik iklan bisa saja dirancang oleh penciptanya secara baru, tetapi juga ada yang berbentuk penggalan lagu yang sudah ada, sudah populer, dan digemari segmen pasar yang dituju.

    Simbol Seni Musik

    Seni musik merupakan simbolisasi pencitraan dari unsur-unsur music dengan substansi dasarnya suara dan nada atau notasi.

    Notasi sebagai salah satu elemen musik merupakan simbol musik utama yang berupa nadanada.

    Melalui notasi dapat ditunjukkan secara tepat tinggi rendahnya nada. Nada ditulis dengan simbol. Simbol musik itu dinamakan not. Simbol musik adalah berupa notasi dan tanda-tanda musik.

    Nilai Estetika Seni Musik

    Seni musik merupakan pengejawantahan rasa estetis manusia sebagai tuntutan rohaniah akan keindahan.

    Seni musik dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan estetis, selain dapat dipergunakan dalam berbagai kepentingan budaya mulai dari kegiatan ritual keagamaan sampai kepada propaganda politik dan kegiatan pendidikan.

    Nilai Estetis dalam seni yang merupakan untaian mutiara nilai estetis yang artistik, dapat mendekatkan manusia pada nilai-nilai keindahan.

    Keindahan yang identik dengan estetis, dapat terlukiskan dalam bentuk karya seni musik. Keindahan yang mau dicapai dalam seni musik didukung oleh unsur pokok musik dan unsur penunjangnya, seperti sastra lagu dan media ungkapnya.

    Unsur- Unsur Seni Musik

    Unsur-unsur musik terdiri dari beberapa kelompok yang secara bersama merupakan satu kesatuan membentuk suatu lagu atau komposisi musik.

    Pada dasarnya unsur musik dapat dikelompokkan menjadi unsur-unsur pokok dan unsur-unsur ekspresi. Unsur-unsur pokok meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau stuktur lagu. Sedangkan  Unsur-unsur ekspresi meliputi: tempo, dinamik dan warna nada

    Unsur Unsur Pokok Utama Musik

    Adapun unusr unsur pokok music adalah suara

    a). Unsur Seni Musik: Suara

    Suara merupakan perubahan getaran udara yang memiliki panjang gelombang, periode dan frekuensi. Aspek-aspek dasar suara dalam musik adalah tala (tinggi nada), durasi (beberapa lama suara ada), intensitas dan timbre (warna bunyi).

    b). Unsur Seni Musik Nada

    Suara dibagi menjadi nada berdasarkan tinggi nada atau tala tertentu. Tinggi nada atau tala disusun menurut frekuensinya ataupun jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut sebagai interval.

    Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Tangga nada yang paling umum adalah tangga nada mayor, minor, dan pentatonik. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.

    Tangga Nada: adalah susunan berjenjang nada- nada pokok sebuah sistem nada, dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya.3

    c).Unsur Seni Musik Ritme atau Irama

    Irama adalah suatu ketertiban terhadap gerakan melodi dan harmoni atau suatu ketertiban terhadap tinggi rendahnya nada-nada.

    d). Unsur Seni Musik Melodi

    Melodi adalah rangkaian nada-nada dalam sebuah musik yang dinyanyikan secara berurutan. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendiri yaitu tanpa iringan atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu

    e). Unsur Seni Musik Harmoni

    Harmoni adalah kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan.

    Harmoni merupakan kombinasi dan hubungan antara melodi utama dan unsur akor, yang di dalamnya terdapat interval atau jarak-jarak nada yang sudah ditentukan.

    Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akor. 

    f). Unsur Seni Musi Notasi

    Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu digambarkan secara horizontal.

    Kedua unsur tersebut membentuk paranada, disamping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo, dinamika, dan sebagainya.

    g). Unsur Seni Musik Akor

    Akor merupakan susunan harmoni nada yang interval atau susunan nadanya sudah diatur sedemikian rupa. Pola Liau pun tidak akan lepas dari pengaruh pergerakan akor.

    Unsur Unsur Ekspresi Seni Musik

    Unsur- unsur ekspresi dalam musik terdiri dari tempo atau tingkat kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya suara dan warna nada yang tergantung dari bahan, sumber serta cara memproduksi suaranya.

    Ekspresi seni musik adalah ungkapan pemikiran dan perasaan yang mencakup semua suasana dari tempo, dinamika, dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam penyampaian yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi kepada pendengarnya.

    a). Unsur Ekspresi Musik: Tempo

    Tempo adalah kecepatan lagu yang dituliskan berupa kata- kata dan berlaku untuk seluruh lagu dan istilah itu ditulis pada awal tulisan lagu.

    Fungsi Tempo: tempo berfungsi untuk mempermudah dalam menyanyikan lagu yang ada.

    b). Unsur Ekspresi Seni Musik: Dinamik

    Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi.

    Fungsi Dinamik: Dinamik berfungs untuk menciptakan ketegangan (tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik, maka semakin kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin lembut musiknya maka semakin lemah ketegangannya.

    c). Unsur Ekpresi Seni Musik: Warna Nada

    Warna nada merupakan ciri khas bunyi yang terdengar bermacam- macam, yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda- beda, dan yang dihasilkan oleh cara memproduksi nada yang berbeda pula.

    Struktur Seni Musik

    Struktu musik terdiri dari beberapa bentuk komponen, antara lain motif, tema, frase, dan kalimat.

    a). Bentuk Struktur Motif Seni Musik

    Motif adalah unit terkecil dari struktur lagu yang mengandung suatu unsur musikal. Tetapi harus didukung dengan semua unsur-unsur musik seperti melodi, ritmis, dan harmoni.

    Meskipun unsur terkecil dalam musik adalah nada, tetapi nada yang berdiri sendiri belum merupakan suatu musik.

    b). Bentuk Struktur Tema Seni Musik

    Tema merupakan ide-ide pokok yang mempunyai unsur-unsur musikal utama pada sebuah komposisi, yang masih harus dikembangkan lagi, hingga terbentuknya sebuah komposisi secara utuh.

    Dalam sebuah karya bisa mempunyai lebih dari satu tema pokok dimana masing-masing akan mengalami pengembangan.

    c). Bentuk Struktur Frase Seni Musik

    Frase adalah satu kesatuan unit yang secara konvensional terdiri dari 4 birama panjangnya dan ditandai dengan sebuah kadens.

    Frase dibagi menjadi dua yaitu frase antesenden, dan frase konsekuen. Berikut dijelaskan pengertian frase antesenden dan konsekuen.

    • Frase Anteseden Seni Musik

    Frase anteseden adalah frase tanya atau frase depan dalam suatu kalimat lagu yang merupakan suatu pembuka kalimat dan biasanya diakhiri dalam kadens setengah dan pada umumnya jatuh pada akord dominan.

    • Frase Konsekuen Seni Musik

    Frase konsekuen adalah frase jawab atau frase belakang dalam suatu kalimat dalam lagu dan pada umumnya jatuh pada akord tonika.

    d). Bentuk Struktur Kadens Seni Musik

    Kadens merupakan sejenis fungtuasi dan untuk mencapai efeknya menggunakan rangkaian akord-akord tertentu pada tempat tertentu dalam struktur musik. Terdapat beberapa macam kadens, antara lain:

    – Kadens Authentic:  progresi akor V – I

    – Kadens Plagal:  progresi akor IV –I

    – Deceptif Kadens: progresi akor V – VI

    – Kadens Setengah: progresi akor I – V – I – IV

    e). Bentuk Struktur Periode atau Kalimat Seni Musik

    Periode adalah gabungan dua frase atau lebih dalam sebuah wujud yang bersambung sehingga bersama-sama membentuk sebuah unit seksional. Dalam kalimat atau periode, frase yang terdapat didalamnya bisa dibentuk dari frase antesedenanteseden, ataupun frase anteseden-konsekuen.

    Jenis Fungsi Alat Musik

    Sesuai dengan fungsi dan perannya, maka alat musik musik dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:

    a). Fungsi Alat Musik Melodis

    Alat musik melodis adalah alat musik yang berfungsi untuk memainkan rangkaian nada-nada yang merupakan melodi dari sebuah lagu.

    Fungsi ini berarti bahwa alat musik yang disajikan dalam pertunjukan musik hanya memainkan melodi sebagai susunan dari notasi nada yang dimainkan oleh musik vokal dalam bentuk lagunya.

    Contoh Alat Musik Melodis:

    Beberapa contoh alat musuk melodis adalah biola,, pianika, dan gitar, serta saron dalam gamelan, bonang pada gamelan degung, angklung melodi, suling, recorder dan lain-lain.

    Contoh Alat Musik Melodis Biola
    Contoh Alat Musik Melodis Biola

    Sumber: tokopedia.com

    b). Fungsi Alat Musik Ritmis

    Alat musik ritmis berfungsi untuk menghidupkan irama atau ritme dalam penyajian musik. Jenis alat musik Ritmis merupakan bentuk alat musik yang tidak bernada.

    Selain memberikan irama (ritme/ritmis), alat musik ritmis mampu memberikan warna terhadap suasana pertunjukan. Melalui bunyi ritmis yang ditimbulkan dalam sajian komposisi musik, biasanya suasana atau karakter pertunjukan akan lebih terasa berbeda.

    Contoh Alat Musik Ritmis

    Beberpa contoh alat musik yang sering dimainkan sebagai ritmis diantaranya adalah triangle, tamborin dan timpani, waditra kendang, drum, tamburin, dog-dog, terbang, bongo, tifa, bedug, genjring, dan tam-tam.

    Contoh Alat Musik Ritmis
    Contoh Alat Musik Ritmis

    Sumber: tokopedia.com

    c). Fungsi Alat Musik Harmonis

    Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi untuk mengiringi perjalanan melodi (dengan menggunakan akord-akord tertentu).

    Dalam pertunjukan musik terdapat alat musik yang dimainkan untuk mengharmoniskan atau menyelaraskan antara melodi dan ritme.

    Fungsi harmoni diperankan oleh alat bantu musik lain, atau bisa disebutkan sebagai alat musik penyelaras dari alat musik yang lain.

    Contoh Alat Musik Harmonis

    Beberapa Contoh Alat music sebagai alat hamornis adalah Contoh: piano dan gitar. keyboard atau piano, dan gitar, serta alat musik daerah misalnya kacapi, saron, suling yang difungsikan selain sebagai melodi juga sebagai harmoni.

    Contoh Alat Musik Harmonis Piano
    Contoh Alat Musik Harmonis Piano

    Sumber: tokopedia.com

    Aliran- Aliran Musik

    Aliran utama dalam musik sering disebut genre. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi sub-genre. Pengelompokan musik merupakan hal yang subyektif, namun merupakan bagian dari satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

    a). Aliran Genre Musik Klasik

    Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra. Mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

    b). Aliran Genre Musik Keagamaan

    Musik ini dapat berupa musik gambus, kasidah, hadrah dan nasyid. Bentuk musik ini sering dipentaskan dalam berbagai upacara keagamaan. Misalnya perkawinan, menyambut kelahiran bayi dan sebagainya.

    c). Aliran Genre Musik Blues

    Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak afrika di AS.

    d). Aliran Genre Musik Jazz

    Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Musik jazz banyak menggunakan gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

    e). Aliran Genre Musik Rock

    Rock adalah salah satu aliran musik yang berirama keras. Aliran-aliran dalam rock adalah Progressive Rock, Alternative Rock, Punk Rock, Heavy Metal.

    f). Aliran Genre Musik Populer

    Musik populer adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh pendengarnya dan kebanyakan bersifat komersial. Musik populer memiliki aliran seperti Aliran R & B, Pop, Reggae, Musik Elektronik.

      Daftar Pustaka:

      1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
      2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
      3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
      4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
      5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
      6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
      7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
      8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
      9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
      10. Rangkuman Ringkasan: Musik adalah suatu hasil karya seni melalui media bunyi atau suara dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik.
      11. Unsur musik terdiri dari: irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur, dan ekspresi sebagai satu kesatuan yang utuh.
      12. Musik yang bersifat auditif merupakan seni pengungkapan gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa irama, melodi, dan harmoni, dengan unsur pendukung berupa bentuk ekspresi yang mengungkapkan gagasan, sifat, tempo, dinamik, timbre atau warna bunyi.
      13. Seni suara yang sifatnya auditif adalah bentuk-bentuk panyampaian isi hati manusia melalui suara yang indah. Suara dapat dibedakan atas desah dan nada.
      14. Media dari jenis seni suara atau bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagailagu atau nyanyian. Unsur-unsur lagu adalah nada, irama, syair/lirik.
      15. Karya seni musik yang tumbuh dan berkembang di Indonesia terdiri dari karya musik vokal dan karya musik instrumen.
      16. Musik yang lahir di wilayah Indonesia ini memiliki hasil karya seni yang beraneka ragam, baik berupa musik vokal maupun musik instrumen. Kedua rumpun bentuk musik ini sebagai cerminan seni budaya daerah masing-masing di Indonesia.
      17. Media seni musik adalah suara atau bunyi alat, nada, dan kata syair. Medium dari jenis bunyi-bunyian wujudnya adalah sebagai lagu, nyanyian, dan instrumentalia. Berdasarkan karakteristik dan asalnya, ragam seni music instrumen dapat dibedakan atas instrumen musik barat (Internasional), musik nusantara (Nasional) dan musik daerah.
      18. Jika dipandang dari sudut seniman, seni berfungsi sebagai: (1) Alat ekspresi yaitu sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan isi hati sang seniman pencipta, (2) Mata pencaharian yang dapat menghasilkan materi, dan bisa membiayai hidupnya.
      19. Adapun jika dilihat dari sudut pandang sosial sebagai apresiator, seni dapat berfungsi sebagai (1) Alat hiburan dan mampu memenuhi kebutuhan estetik, (2) Alat pendidikan untuk mengajak masyarakat berbuat sesuatu dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak biasa menjadi biasa, dari yang sukar menjadi mudah, artinya melalui pendidikan seni masyarakat dapat berubah dan berkembang positif, (3) Alat komunikasi untuk menyampaikan pesan.

      Seni Tari: Pengertian Fungsi Unsur Dasar Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

      Pengertian Seni Tari: Seni Tari adalah ungkapan perasaan jiwa seseorang yang disajikan dengan bentuk dan gerak tubuh sesorang. Unsur utama tari adalah gerak, Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain.

      Tari merupakan bentuk gerak yang indah, lahir dari tubuh yang bergerak, berirama dan berjiwa sesuai dengan maksud dan tujuan tari. Tari menunjukkan aktivitas alamiah dari berbagai bentuk yang telah berkembang di dunia bergantung pada pola budaya dan ritual.

      Gerak tari diperagakan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota tubuh manusia. Unsur-unsur anggota tubuh tersebut di dalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri ataupun bersambungan.

      Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografi.

      Tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis yang indah. Gerak seni tari diiringi musik untuk mengatur gerakan penari dan menyampaikan pesan yang dimaksud.

      Pengertian Tari Menurut Para Ahli

      a). Pengertian Tari Menurut Aristoteles

      Tari merupakan gerakan ritmis yang tujuannya untuk memberikan gambaran karakter dan kehidupan manusia sebagaimana mereka berperilaku ataupun menderita.

      b). Pengertian Tari Menurut Bagong Sudito

      Menurut Bagong, seni tari ialah gerak ritmis yang sesuai dengan irama dan bertujuan mengekspresikan perasaan.

      c). Pengertian Tari Menurut Cooric Harting

      Seni tari menurut Cooric adalah serangkaian gerakan ritmis disertai irama yang dilakukan dalam satu waktu dan ruang.

      d). Pengertian Tari Menurut Soedarsono

      Seni tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan dalam bentuk gerakan tubuh yang indah dan ritmis.

      e). Pengertian Tari Menurut Yulianti Parani

      Tari merupakan gerak ritmis seluruh atau sebagiannya dari tubuh yang baik secara individu ataupun berkelompok yang disertai ekspresi tertentu.

      Fungsi Seni Tari

      Beberapa fungsi tari diantaranya adalah sarana upacara, hiburan, terapi, media Pendidikan, dan pertunjukkan.

      a). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Upacara

      Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat. Tari upacara sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi yang berfungsi sebagai sarana ritual.

      Tari keagamaan tujuannya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan biasanya bersifat sacral dan tidak terlalu memperhatikan faktor keindahan. Tari upacara lebih mengutamakaan kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya.

      Tari yang dijadikan sebagai sarana upacara sangat mempertimbangkan pemilihan tempat, waktu, penari, dan sesajian yang tepat.

      • Fungsi Tari Upacara Keagamaan

      Upacara keagamaan yaitu jenis tari-tarian yang digunakan dalam peristiwa keagamaan. Jenis tarian semacam ini masih bisa dilihat di pulau Bali sebagai pusat perkembangan agama Hindu. Jenis tarian ini diselenggarakan di Pura-Pura pada waktu tertentu dan merupakan tarian sesaji yang bersifat religius.

      • Fungsi Tari Upacara Adat

      Upacara adat yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat di lingkungannya selama adat masih dipergunakan. Upacara adat yang berkaitan dengan peristiwa kehidupan manusia seperti kelahiran, perkawinan, penobatan, dan kematian.

      Contoh Tari Upacara adalah: tari Kecak di Bali yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan para Dewa dan leluhurnya.

      b). Fungsi Seni Tari Sebagai Hiburan

      Tari sebagai hiburan memiliki tujuan untuk memberikan hiburan dengan lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan.

      Tari yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan memiliki gerak spontan. Selain itu, jenis tari ini menggunakan tema dan iringan lagu yang sederhana.

      Tari hiburan sering disebut tari gembira yang pada dasarnya tidak bertujuan untuk ditonton akan tetapi cenderung untuk kepuasan para penarinya sendiri. Keindahan bukan yang diutamakan, tetapi lebih kepada kepuasan individual yang bersifat spontanitas dan improvisasi.

      Tarian hiburan yang bertujuan untuk konsumsi public terkait dengan berbagai kepentingan terutama aspek hiburan atau untuk kegiatan amal.

      c). Fungsi Seni Tari Sebagai Terapi

      Seni sebagai terapai biasanya ditujukan untuk penyandang cacat fisik atau cacat mental. Penyalurannya dapat dilakukan secara langsung bagi penderita cacat tubuh atau bagi penderita tuna wicara dan tuna rungu, dan secara tidak langsung bagi penderita cacat mental.

      d). Fungsi Seni Tari Sebagai Media Pendidikan

      Seni tari dapat dijadikan sebagai media pendidikan, seperti mendidik anak untuk bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku yang menyimpang dari nilai – nilai keindahan dan keluhuran karena seni tari dapat mengasah perasaan seseorang.

      e). Fungsi Seni Tari Sebagai Pertunjukan

      Tari sebagai pertunjukkan merupakan bentuk komunikasi untuk menyampaikan pesan dan penerima pesan. Tari sebagai pertunjukkan lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya.

      Tarian pertunjukkan diwujudkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Tarian pertunjukkan disusun untuk dipertontonkan.

      Tari sebagai pertunjukkan menitikberatkan pada segi artistik, konsep, ide, interpretasi, tema dan juga tujuan. Contoh tari yang ditampilkan sebagai pertunjukan ialah tari Pendet dari Bali

      f). Fungsi Seni Tari Sebagai Sarana Kominikasi

      Seni tari bersifat kolektif yang melibatkan beberapa orang. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, membutuhkan interaksi dengan individu. Oleh karena itu, seni tari dapat dijadikan salah satu wadah bagi manusia untuk berkomunikasi.

      g). Fungsi Sei Tari Sebagai Katarsis

      Katarsis artinya pembersihan jiwa. Fungsi seni tari sebagai katarsis biasanya dilakukan oleh seniman yang memiliki penghayatan terhadap seni tari yang mendalam.

      Pengertian Komposisi  Seni Tari

      Secara terminologi komposisi atau compocition berasal daribahasa Inggris dan asal katanya adalah to compose yang artinya susunan: gabungan dan kombinasi. Sedangkan kerjanya adalah menyusun, menggabung dari beberapa bagian atau mengkombinasi.

      Elemen-elemen komposisi tari meliputi berbagai hal; gerak, desain lantai, desain atas, tema, musik, komposisi kelompok, penataan panggung, cahaya dan sebagainya.

      Unsur – Unsur Dasar Tari

      Unusr tari memiliki unsur utama dan unsur pendukung. Beberapa unsur utama diantaranya adalah sebagai berikut :

      1). Unsur Unsur Utama Tari

      Unsur unsur utama tari adalah gerak yaitu gerak nyata dan gerak maknawi, Unsur ruang, unusr waktu.

      a). Unsur Utama Tari: Gerak

      Gerak adalah proses perpindahan dari posisi satu ke posisi berikutnya secara utuh dan berkesinambungan.

      Gerak tari terjadi karena adanya suatu tenaga. Dua jenis gerak, yaitu gerak nyata (representasional) dan gerak maknawi.

      • Gerak Nyata

      Gerak Nyata adalah gerak yang menirukan aktivitas yang berasal kehidupana sehari – hari

      • Gerak Maknawi

      Gerak maknawi adalah gerak yang mengandung makna, biasanya gerak dasarnya dari gerak sehari – hari lalu diperhalus atau dirombak sehingga terlihat tidak seperti gerak nyata.

      b). Unsur Utama Seni Tari: Tenaga

      Tanpa tenaga tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik karena tenaga merupakan kekuatan yang mengawali, mengendalikan, dan menghentikan gerak.

      Tenaga tari adalah kualitas estetis dari gerak tari ditentukan oleh mengalirnya dan terkontrolnya energi, energi atau kekuatan adalah sumber gerak, dan gerak juga merupakan unsur-unsur dasar dalam tari.

      Gerak Estetis itu ditentukan oleh terkontrolnya energi secara baik karena bagian tubuh yang digerakkan dengan berbagai cara sangatlah ditentukan oleh banyaknya energi dan tingkatan kekuatan yang digunakan.

      c). Unsur Utama Tari: Ruang

      Ruang adalah tempat dimana seni tari dapat diperagakan dana bergerak. Tempat untuk bergerak dalam pengertian harfiah adalah panggung atau pentas tempat untuk menari, baik panggung tertutup maupun panggung terbuka.

      Namun di dalam tari dikenal pula tempat untuk bergerak yang bersifat imajinatif.

      Ruang tari dibedakan dari ruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari untuk melakukan gerak, yaitu:

      • Ruang Diciptakan Penari

      Ruang yang diciptakan oleh penari, adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak berpindah tempat.

      • Ruang Pentas

      Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak, adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan Gerakan tari.

      d). Unsur Utama Tari: Waktu

      Pengertian waktu dalam tari adalah waktu yang diperlukan oleh penari dalam melakukan gerak. Elemen waktu sangat berkaitan dengan ritme lingkungan Waktu dalam tari sangat tergantung dari cepat lambatnya (tempo) penari dalam melakukan gerak, panjang pendeknya ketukan (ritme) dalam melakukan gerak, dan lamanya (durasi) penari dalam melakukan gerak.

      • Unsur Waktu: Tempo

      Tempo meliputi kecepatan atau lambatnya dari gerak tubuh kita, yang dapat dilihat dari panjang pendeknya waktu yang diperlukan.

      • Unsur Waktu: Ritme

      Ritme dalam gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. Oleh sebab itu ritme lebih mengarah pada pengaturan pola-pola gerak yang terdiri dari serangkaian permulaan, perkembangan, dan akhir. Ketiga pola gerak merupakan suatu struktur yaitu awal-klimak-akhir yang hadir dalam gerak tari melalui tegangan otot.

      2). Unsur Pendukung Tari

      Unsur pendukung tari adalah desain lantai,

      a). Unsur Pendukung Tari: Desain Lantai

      Desain lantai adalah garis – garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis – garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Jenis garis di lantai ada dua macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

      • Garis Lurus Desain Lantai

      Garis lurus dapat menghasilkan bentuk V, V terbalik, segitiga, T, T terbalik dan diagonal. Garis lurus mempunyai kesan sederhana tetapi kuat. Desain lantai garis lurus banyak digunakan pada tari traditional,

      • Garis Lengkung Desain Lantai

      Sementara itu, garis lengkung dapat dibuat bentuk lingkaran, lengkung setengah lingkaran, spiral, angka delapan dan lengkung ular. Desain garis lengkung memberi kesan lembut, teapi juga lemah.

      Desain lantai garis lengkung banyak digunakan pada tari primitif. Penggabugan garis lurus dan garis lengkung bayak digunakan pada tari kreasi.

      b). Unsur Pedukung Tari: Desain atas

      Desain atas adalah desain yang tampak terlukis pada ruang yang berada di atas lantai dan dapat dilihat oleh penonton

      Desain atas dapat ditata atau dibuat yang bertitik tolak pada gerak tradisi maupun gerak baru Desain atas ada bermacam – macam bentuknya. Masing – masing desain menimbulkan kesan sendiri – sendiri bagi penonton yang melihatnya.

      Contoh gerak desain atas misalnya bentuk loncatan, menggambarkan gerakan terbang, berputar dengan tumpuan satu ujung kaki, dan lain sebagainya.

      c). Unsur Pendukung Tari: Desain Musik

      Desain musik adalah pola ritmis dalam sebuah tari. Pola ritmis dalam tari timbul karena gerakan tari yang sesuai dengan melodi. Gerakan tari yang sesuai dengan harmoni dan gerakan tari yang sesuai dengan frasa musik.

      Fungsi musik dalam tari dapat dibedakan menjadi tiga yaitu musik sebagai pengiring tari, musik sebagai pemberi suasana adegan tari, dan musik sebagai ilustrasi yang membantu penciptaan suasana.

      Sebagai pengiring atau iringan tari, musik/karawitan disini tidak menentukan suasana dan dinamika gerak tari. Sebagai pemberi suasana setiap adegan cerita yang ditampilkan dalam tari. Sebagai penghantar sebuah karya tari dengan tempo sesuai gerakan dalam komposisi yang diinginkan.

      d). Unusr Pendukung Tari: Desain Dramatis

      Desain dramatis adalah tahapan – tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Tahap – tahap emosional akan menghasilkan tarian menjadi menarik dan tarian itu tidak terkesan monoton.

      Melalui tahapan dramatis penonton dapat merasakan perbedaan tari bagian awal, kemudian semakin naik mencapai suatu puncak yang paling menarik dan merupakan inti dari tarian itu.

      Klimaks dalam tari dapat dicapai dengan cara mempercepat tempo, memperluas jangkauan gerak, menambah jumlah penari dan menambah dinamika gerak.

      Jenis Desain Dramatik dalam garapan tari yaitu desain dramatik berbentuk kerucut tunggal dan kerucut ganda.

      Desain Kercut Tunggal adalah desain dramatik yang berbentuk segi tiga dalam pencapaian puncak atau klimaks dilakukan secara pelan seperti orang mendaki sebuah gunung. Setelah sampai dipuncak kemudian diadakan penurunan kembali. Penurunan ini bisa dilakukan dengan cepat dan langsung kembali ke dasar, yang berarti cerita tersebut berakhir atau telah selesai.

      Desain Dramatik Kerucut ganda adalah desain dramatik yang dalam pencapaian puncak/klimaks, melalui beberapa tanjakan atau pentahapan. Setiap tnjakan merupakan pencapaian puncak yang kemudian mengendor atau disebut penurunan. Setelah itu dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya yang lebih tinggi, pengendoran kembali, dilanjutkan dengan pencapaian puncak berikutnya dan pengendoran lagi.

      e). Unsur Pendukung Tari: Dinamika

      Dinamika tari merupakan segala perubahan yang terdapat dalam tari yang disebabkan adanya variasi – variasi dalam tari tersebut. Dinamika tari dapat menjadikan tarian menjadi sangat menarik.

      Dinamika tari tercapai dengan adanya variasi dalam penggunaan tenaga gerak, adanya variasi tempo gerak, adanya variasi tinggi rendah (level) gerak, pergantian posisi atau tempat penari dan perubahan suasana.

      Unsur Dinamika menghasilkan tarian menjadi tidak membosankan dan tidak terkesan mon Beberapa faktor dalam mlakukan gerak ialah

      Intensitas atau banyak sedikitnya tenaga yang digunakan dalam melakukan gerak

      Tekanan atau aksen, yaitu penggunaan tenaga yang tidak merata , ada bagian gerak yang hanya memerlukan tenaga sedikit, tetapi ada pula bagian gerak yang memerlukan tenaga besar

      Kualitas atau cara menyalurkan tenaga untuk menghasilkan gerak, misalnya bergetar, mengayun, menusuk dan sebagainya

      Beberapa teknik gerak agar mencapai dinamika antara lain:

      Accelerando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan mempercepat gerak

      Ritardando, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

      Crescendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperkuat/memperkeras gerak

      Decresendo, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan memperlambat gerak

      Piano, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalir

      Forte, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang menggunakan tekanan

      Staccato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak patah-patah

      Legato, adalah teknik dinamika yang mencapai dengan garapan gerak yang mengalun

      f). Unsur Pendukung Tari: Tema

      Tema adalah ide persoalan dalam tari yang merupakan pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar.

      Sumber tema tari dapat dari benda – benda yang ada di sekitar kita, peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi, kegiatan kerja, perilaku binatang, cerita rakyat, cerita kepahlawanan, dan legenda.

      g). Unsur Pendukung Tari: Tata Rias Tata Rambut Tata Busana,

      Tata rias diri adalah pengetahuan cara merawat, mengatur, menghias dan mempercantik diri. Tujuan dari tata rias adalah untuk menghilangkan atau mengurangi atau menutupi cacat pada wajah sehingga kelihatan cantik dan menarik.

      Tata Rias wajah dan pakaian untuk tujuan menari biasanya dibuat khusus untuk mendukung penampilan penari di atas pentas.

      Tata rias dan tata rambut harus tetap aman dan nyaman. Aman artinya bahan – bahan yang dipakai tidak membahayakan bagi penari, sedangkan nyaman artinya penari tidak terganggu ketika memakai tata rias ataupun tata rambut tersebut. Ada 3 jenis tata rias wajah yaitu rias korektif, rias fantasi dan rias karakter.

      h). Unsur Pendukung Tari: Tata Pentas

      Tata pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari. Di atas pentas, biasanya dilengkapi dengan seperangkat benda – benda alat yang berhubungan dengan tari. Seperangkat benda – benda atau alat itu disebut setting.  Bentuk pentas sebagai tempat pertunjukan yaitu pentas terbuka dan pentas tertutup.

      • Bentuk Pentas Terbuka

      Bentuk pentas terbuka adalah tempat pertunjukan yang berada di luar gedung atau bagunan rumah. Contoh bentuk pentas terbuka, misalnya di halaman rumah, lapangan, pendepo.

      • Bentuk Pentas Tertutup

      Bentuk pentas tertutup, misalnya bentuk pentas proscenium, yaitu suatu bentuk pentas yang menggunakan bingkai panggung, yang dirancang khusus untuk pertunjukan, baik pertunjukan tari, musik, dan drama.

      i). Unsur Pendukung Tari: Tata Cahaya

      Tata cahaya adalah seperangkat penataan cahaya di pentas. Penataan cahaya dalam pergelaran tari dibuat untuk penerangan, memperkuat suasana tari, dan jika dalam drama tari, hal itu untuk memperjelas peristiwa dari suatu adegan tarian.

      j). Unsur Pendukung Tari: Tata Suara

      Tata suara adalah seperangkat alat sumber bunyi yang bertujuan sebagai pengaturan musik untuk iringan tari. Apabila suatu tarian diiringi dengan alat musik yang langsung dimainkan, dapat dikatakan bahwa tarian itu tidak memerlukan tata suara.

      Namun, apabila musik iringan tarian itu dengan media rekaman, tata suara menjadi penting sebab memerlukan pengaturan yang khusus dari alat – alat pemutar suara.

      Bentuk Jenis Nilai Estetika Gerak Tari

      Tari tersusun oleh rangkaian beberapa gerak yang satu ke gerak yang lainnya. Gerak tersusun atas motif- motif gerak yang berbeda-beda.

      Gerak juga memiliki jenis tersendiri. Ada gerak yang tidak mendapat sentuhan stilisasi tetapi ada juga gerak yang diberi stilisasi.

      Kedua jenis gerak ini menyatu dalam sebuah tari. perpaduan antara bentuk dan jenis gerak inilah nilai-nilai estetika pada tari dinikmati selain pendukung tari seperti tata rias dan tata busana serta properti

      a). Bentuk Gerak Tari

      Bentuk gera tari terdiri dari bentuk gerak tari represesntasional dan gerak tari non representasional.

      Tari Representasional

      Tari representasional adalah tari yang menggambarkan sesuatu dengan jelas (wantah). Contoh representsional adalah tari tani yang menggambarkan seorang petani, tari nelayan yang menggambarkan nelayan dan tari Bondan yang menggambarkan kasih sayang ibu kepada anaknya.

      Tari Non Representasional

      Tari non representasional yaitu tari yang melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya menggunakan gerak-gerak maknawi. Contoh tari non representasional tari Topeng Klana, tari Srimpi, tari Bedaya.

      b). Jenis Gerak Tari

      Gerak tari yang indah berasal dari proses pengolahan yang telah mengalami stilasi (digayakan) dan distorsi (pengubahan) sehingga lahirlah dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi

      Gerak Tari Murni

      Gerak murni, adalah gerak tanpa arti atau gerak yang tak bermakna, misalnya gerak berlenggang, merentangkan tangan, jinjit dan sebagainya. Adapun gerak murni adalah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk artistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu.

      Gerak Tari Maknawi

      Gerak maknawi (gesture) atau gerak tidak wantah adalah gerak yang yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi, misalnya gerak menirukan orang bersisir, berbedak, dan mengencangkan ikat pinggang

      Contoh gerak tari maknawi, Misalnya gerak ulap-ulap (dalam tari jawa) merupakan stilasi dari orang yang sedang melihat sesuatu yang jauh letaknya.

      c). Nilai Esteika Gerak Seni Tari

      Nilai estetika tari dapat diperoleh melalui penglihatan atau visual dan pendengaran atau auditif.

      Nilsi Estetika Visual Gerak Seni Tari

      Nilai estetika secara visual berdasarkan dari gerak yang dilakukan

      Nilai Estetika Auditif Gerak Seni Tari

      Nilai estetika secara auditif berdasarkan iringan tarinya.

      Nilai estetika bersifat subjektif. Gerak bagi orang tertentu mungkin memiliki nilai estetika baik tetapi bagi orang lain mungkin kurang baik. Penilaian ini tidak berarti tari yang ditampilkan baik atau kurang baik.

      Contoh Nilai Estetika Gerak Seni Tari

      Gerak pada tari merak misalnya, merupakan ungkapan keindahan dari gerak gerik kehidupan burung merak keindahan tersebut dituangkan dari gerak satu ke gerak lain sehingga menjadi satu kesatuan utuh.

      Demikian juga tari yang berkembang di daerah Dayak terinspirasi dari keindahan burung Enggang. Kepak sayap Enggang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang gemulai tetapi cekatan dan tangkas.

      Nilai Estetika Persepsi Dan Impresi Seni Tari

      Nilai estetika dapat pula dikatakan sebagai persepsi dan impresi. Persepsi adalah tahap di mana sensasi itu telah berkesan.

      Persepsi menggerakkan proses asosiasi -asosiasi dan mekanisme lain seperti komparasi (perbandingan), diferensiasi (pembedaan), analogi (persamaan), sintesis (penyimpulan).

      Kesemuanya menghasilkan pengertian yang lebih luas dan mendalam dan menjadi sebuah keyakinan yang disebut impresi.

      Impresi merupakan kesan pertama terhadap gerak yang dilihat dan persepsi merupakan interpretasi terhadap gerak tersebut.

      Pada nilai estetika impresi dan persepsi merupakan dua sisi yang saling melengkapi. Nilai estetika juga dipengaruhi oleh emosi penikmat tari.

      Emosi merupakan perasaan yang perlu digugah dan harus ada untuk dapat menikmati kesenian dan keindahan, serta merupakan perasaan (misalnya: sedih, senang, dan lainlain) yang dapat dikendalikan.

      Emosi dapat terjadi antara penari dengan penikmat ketika gerak sebagai Bahasa komunikasi nonverbal dapat menghadirkan makna sesuai yang ingin disampaikan.

      Jenis-Jenis Tari      

      Beberapa jenis-jenis tari diantarannya adalah sebagai berikut :    

      Jenis Tari Menurut Koreografi     

      Istilah koreogafi adalah suatu istilah yang digunakan untuk penyusun tari. Sedang untuk menyebut orang yang menyusun tari adalah koreografer. Tari menurut koreografi dapat dibedakan menjadi :        

      a). Tari Rakyat     

      Tari rakyat merupakan seni tari yang hidup dan berkembang di linkungan masyarakat tertentu sejak kehidupan primitif sampai saat sekarang.

      Ciri-Ciri Tari Rakyat

      Adapun ciri tari rakyat adalah:       

      • Sederhana dalam pakaian, rias, gerak dan ringan
      • Tidak memperhatikan norma- norma keindahan
      • Memiliki kekuatan magis

      Contoh Tarik Rakyat

      Beberapa contoh tari rakyat: Tari Lengger, Tari Tayub, Tari Orek-orek, Tari Kubrasiwa, Tari Buncis, Tari Ndulalak, Tari Sintren, Tari Angguk, Tari Rodat.

      b). Tari Klasik

      Tari klasik adalah seni tari yang telah mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman feudal. Tari klasik umumnya hidup dilingkungan keraton.

      Ciri Ciri Tari Klasik

      Ciri-ciri tari Klasik adalah sebagai berikut :

      • Mengalami kristalisasi keindahan yang tinggi
      • Hidup di kalangan raja-raja
      • Adanya standarisasi

      Contoh Tari Klasik

      Contoh tari klasik diantaranya adalah bedaya srimpi, lawung ageng, lawung alit, Gathotkaca Gandrung, Bondabaya, Bandayuda, Palguna-palgunandi, Retna Tinanding

      c). Tari Kreasi Baru atau Tari Modern

      Tari kreasi baru atau tari modern adalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai perkembangan lingkungan zaman setempat termasuk juga di Indonesia.

      Tari modern adalah seni tari yang mengekspresikan emosi manusia secara bebas atau setiap penari bebas dalam mewujudkan ekspresi emosionalnya yang tidak terikat oleh sebuah bentuk yang berstandar.

      Contoh Tari Kreasi Modern

      Contoh tari kreasi  baru adalah Tari kupu-kupu, Tari Merak, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis, dan lain-lain. Contoh tari modern adalah : Caca, Break Dance, Penari Latar, Samba.

        Daftar Pustaka:

        1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
        2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
        3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
        4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
        5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
        6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
        7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
        8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
        9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
        10. Ringkasan Rangkuman:  Tari adalah ungkapan seseorang atau sekelompok orang yang dilahirkan atau diproyeksikan melalui gerak-gerak yang indah, ritmis dan dapat dinikmati oleh penonton/penikmat.
        11. Ada beberapa aspek terpenting dalam pengertian tari yaitu; Bentuk ekspresif, jiwa manusia, gerak, indah dan ritmis.
        12. Hasil gerak stilirisasi adalah gerak maknawi dan murni.
        13. Unsur gerak adalah ruang, waktu dan tenaga
        14. Jenis tari berdasarkan pola garapan yakni tari tradisi dan tari kreasi.
        15. Jenis tari berdasarkan bentuk koreografi adalah tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
        16. Jenis tari berdasarkan tema adalah tari dramatik (bercerita), tari non-dramatik (tidak bercerita/gerak yang estetis).
        17. Jenis tari berdasarkan fungsi yakni tari upacara agama dan adapt, pergaulan dan tari pertunjukan/tontonan.
        18. Tari kreasi merupakan tari yang timbul kesadaran untuk mengolah, mencipta ataupun mengubah tarian yang menjadi dasarnya.

        Seni Kriya: Pengertian, Contoh, Fungsi, Jenis, Teknik Rancang

        Pengertian Seni kriya: Pengertian Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni.

        Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan.

        Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

        Syarat Cipta Seni Kriya

        Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menciptakan karya yang layak dan bermutu, yaitu syarat kegunaan dan syarat keindahan.

        1). Syarat Kegunaan Seni Kriya

        Tujuan pembuatan seni kriya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari haruslah mengutamakan nilai praktis benda kriya tersebut. Agar hal tersebut terpenuhi, proses penciptaan karya seni kriya harus mempertimbangkan beberapa factor yaitu  kenyamanan, keluwesan, dan keamanan.

        a). Syarat Kenyamanan Hasil Seni Kriya

        Kenyamanan merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh karya benda kriya. Dalam hal desain, kenyamanan dari penggunaan karya seni kriya disebut ergonomis. Jika tidak terpenuhi, maka benda hasil kriya dapat dikatakan tidak memiliki fungsi dan nilai praktis.

        Setiap benda kriya yang dibuat sebaiknya dapat memberi kenyamanan bagi pemakainya. Sebuah cangkir harus memperhitungkan bentuk yang sesuai dengan mulut dan tangan pemakainya.

        Contoh lainnya adalah kursi, pembuat kursi harus memperhitungkan orang yang akan menggunakannya.

        b). Syarat Keluwesan Hasil Seni Kriya

        Keluwesan hasil kriya terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk benda dengan nilai gunanya.

        Contoh nilai keluwesan dalam hasil seni kriya misalnya dapat dilihat dari sepatu. Bentuk sepatu yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan si penggunanya. Misalnya, sepatu olahraga digunakan untuk berolahraga, sedangkan sepatu pesta digunakan untuk berpesta.

        c). Syarat Keamanan Hasil Seni Kriya

        Keamanan merupakan syarat hasil kriya yang dapat menjamin penggunannya tidak akan mendapat resiko apapun.

        Contoh, ketajaman sebuah pisau harus diimbangi dengan faktor keselamatan kerja pengguna pisau tersebut.

        2). Syarat Keindahan atau Estetika Seni Kriya

        Beberapa syarat estetika yang harus dipenuhi dalam membuat kriya adalah aspek bahan, aspek teknik, aspek kriya, aspek alat, dan aspek fungsi.

        a). Aspek Estetika Bahan Seni Kriya

        Sifat dasar bahan berpengaruh terhadap teknik dan bentuk karya seni terapan yang diinginkan. Pemahaman terhadap karakteristik bahan menjadi perlu untuk dapat memenuhi kualitas benda yang diproduksi.

        Seni terapan seni kriya dapat menggunakan bahan-bahan alami. Kekayaan flora dan fauna memberikan banyak pemilihan yang dapat digunakan sebagai bahan kriya.

        b). Aspek Teknik Seni Kriya

        Aspek teknik harus disesuaikan dengan karakteristik bahan dan keterampilan yang dimiliki seorang pengrajin. Hal untuk menjadi kualitas produk yang ingin dicapai.

        Beberapa teknik yang dapat digunakan dalam seni terapan dengan menyesuaikan bahan dan alat adalah mengukir, menuang, menenun, menempa, menganyam, dan membentuk.

        c). Aspek Kriya

        Salah satu peran seniman karya seni kriya adalah lahirnya bentuk- bentuk ungkapan baru sebagai wujud kreativitas berkesenian yang tak pernah surut.

        Peniruan karya sebagian merupakan hal yang lumrah dalam seni kriya. Hal ini justru mendorong lahirnya ekspresi baru yang lebih menarik.

        d). Aspek Alat

        Alat adalah perkakas yang digunakan dalam pembuatan karya seni terapan. Pemilihan alat menjadi bagian yang akan menentukan kualitas dalam aspek estetika.

        e). Aspek Fungsi

        Fungsi yang paling umum dalam seni kriya adalah fungsi pakai. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya untuk kerajinan jenis tertentu adalah fungsi dekorasi atau hias.

        Fungsi Seni Kriya,

        Adapun Fungsi seni kriya secara garis besar dapat dibagi fungsi hiasan, fungsi terapan dan

        Fungsi Hiasan (Dekorasi) Seni Kriya,

        Beberapa produk seni kriya memiliki fungsi sebagai benda pajangan bersifat hiasan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada aspek fungsinya sehingga bentuk bentuknya mengalami perkembangan.

        Benda-benda seni kriya untuk dekorasi biasanya digunakan sebagai hiasan di sebuah ruangan seperti ruangan kantor atau rumah.

        Contoh Fungsi Dekorasi Seni Kriya,

        Beberapa hasil karya seni kriya adalah karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

        Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

        Seni kriya sebenarnya adalah seni menghasil karya yang lebih mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Benda-benda tersebut dapat dipakai langsung sesuai dengan fungsinya.

        Contoh Fungsi Siap Pakai Terapan Seni Kriya,

        Beberapa hasil karya seni kriya diantaranya adalah senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

        Fungsi Produk Benda Mainan Seni Kriya

        Produk karya seni kriya sering diciptakan untuk memenuhi fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dengan harga yang relatif murah. Hasil karya seni ini biasanya dibuat untuk konsumsi anak-anak.

        Contoh Fungsi Benda Mainan Seni Kriya

        Beberapa contoh hasil karya seni kriya yang merupakan produk sebagai mainan adalah boneka, dakon, dan kipas kertas, boneka, mobil-mobilan, pistol-pistolan, dan lego. dan lain lain.

        Jenis Seni Kriya

        Berdasarkan dimensinya, jenisjenis seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.

        a). Seni Kriya Dua Dimensi

        Karya seni kriya dua dimensi terdiri dari sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

        • Seni Kriya Dua Dimensi Bordir

        Kriya bordir adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Bordir biasanya ditempatkan pada ujung-ujung kain yang berfungsi sebagai hiasan dan mempercantik tampilan kain. Sebutan lain untuk bordir adalah sulam.

        Kriya bordir banyak dilakukan dengan mesin bordir. Selain lebih cepat dalam pengerjaannya, pembuat bordir lebih leluasa dalam membuat motif sesuai dengan kreativitasnya.

        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

        Pada awalnya, border diperuntukkan untuk penghias kain saja, namun sekarang border digunakan pada pakaian (baju), tas, kerudung, taplak, dan mukena.

        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.
        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Bordir.

        Sumber: tokopedia.com

        Motif yang dipakai biasanya berupa motif tumpal dan rosetta (setengah lingkaran) dengan variasi motif lain. Daerah penghasil bordir yang terkenal adalah Tasikmalaya (Jawa Barat

        • Seni Kriya Dua Dimensi Lukis

        Lukisan, selain sebagai bentuk hasil ekspresi juga berfungsi sebagai hiasan. Dalam hal ini bentuk lukisan yang dibuat secara massal dan dalam jumlah yang banyak. Karya lukisannya dibuat secara berulang-ulang sehingga gambar pada lukisan sama.

        Bahannya terbuat dari kain kanvas dengan kualitas rendah atau menggunakan kain beludru berwarna hitam, kaca, dan kulit kayu.

        Daerah penghasil lukisan dengan media kanvas terdapat di Jelekong (Jawa Barat), Sokaraja–Banyumas (Jawa Tengah), dan Ubud (Bali).

        Lukisan dengan media kaca terdapat di daerah Trusmi–Cirebon (Jawa Barat). Adapun lukisan dengan media kulit dapat ditemukan di Papua dan Kalimantan.

        • Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

        Kriya ukiran merupakan jenis karya seni yang dilakukan dengan mengolah permukaan suatu benda sehingga dihasilkan suatu bentuk yang indah.

        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran
        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Ukiran

        Sumber: tokopedia.com

        Bahan dasar kriya ukiran sangat beragam seperti kayu, gading, tulang, kulit, logam, dan batu. Daerah penghasil ukiran adalah Jepara (Jawa Tengah), Papua, dan Bali.

        • Seni Kriya Dua Dimensi Batu

        Batu memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk. Namun masih dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah.

        Contoh Seni  Kriya Dua Dimensi Batu

        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu
        Contoh Seni Kriya Dua Dimensi Batu

        Sumber: tokopedia.com

        Di daerah Sukabumi dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akik, jesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.

        b). Seni Kriya Tiga Dimensi

        Karya seni kriya tiga dimensi terdiri dari kerajinan keramik, logam, kulit, kayu, anyaman dan sebagainya.

        • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik

        Istilah keramik berasal dari keramos, yang berarti lempung yang dibakar. Kerajinan keramik adalah seni kriya yang bahan dasarnya menggunakan tanah liat dan kemudian dibakar.

        Tanah liat untuk seni kriya keramik umumnya telah mengalami proses pengolahan dengan ditambah unsur pelengkap seperti kaolin sehingga siap dibentuk.

        Kerajinan keramik membutuhkan teknik tertentu seperti teknik lempeng (slab), teknik putar (throwing), teknik pilin (coiling), teknik pijat (pinching), dan teknik cetak tuang.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

        Produk yang dihasilkan, Contohnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga dan lain lain.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,
        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Keramik,

        Sumber: tokopedia.com

        • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

        Kerajinan logam adalah seni kriya yang menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan.

        Kriya logam dilakukan dengan mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Kerajinan logam umumnya dilakukan dengan mengecor logam panas ke dalam cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.

        Teknik kriya logam terdiri dari dua, yaitu teknik a cire perdue dan Teknik bivalve.

        Teknik A Cire Perdue Cetakan Lilin

        Teknik a cire perdue atau cetakan lilin adalah Teknik dengan membuat pola atau model bentuk benda yang dikehendaki dengan bahan lilin. Setelah membuat model dari lilin, model tersebut ditutup dengan menggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah.

        Setelah itu, cetakan dibakar sehingga lilin akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Kemudian melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu.  Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga diperoleh  benda yang diinginkan.

        Teknik Bivalve Setangkap,

        Teknik bivalve atau setangkap adalah Teknik dengan menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka diperoleh benda yang dikehendaki.  Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

        Produk yang dihasilkan, contohnya adalah perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam
        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Logam

        Pada saat ini, kerajinan logam memiliki variasi bentuk yang lebih beragam. Hasilnya bisa berupa alat rumah tangga, alat musik (kenong dan goong), perhiasan (cincin dan gelang), serta senjata.

        • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

        Kerajinan Kulit adalah seni kriya yang menggunakan bahan kulit untuk mewujudkan karyanya.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

        Bahan Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, contohnya adalah wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana dan lainnya

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit
        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kulit

        Sumber: tokopedia.com

        • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

        Kerajinan Kaya adalah seni kriya yang menggunakan kayu sebagai bahan karyanya.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Kayu

        Produk kriya yang menggunakan Kayu sebagai benda kerajinan contohnya adalah topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.

        • Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan Anyaman

        Kriya anyaman pada prinsipnya adalah teknik berkarya dengan cara mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk tindih-menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat.

        Prinsip ini memanfaatkan jalur horizontal (pakan) dan jalur vertical (lungsin) yang disusun dengan pola tertentu.  Ada pula yang menggunakan pola miring (diagonal) dan melingkar.

        Kerajinan anyaman adalah seni kriya yang biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastic, rotan, pandan, lontar, jaksi, , panama, dan eceng gondok.

        Contoh Seni Kriya Tiga Dimensi Kerajinan anyaman

        Kerajinan anyaman digunakan untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.

        • Kerajinan Lainnya

        Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat dijumpai di beberapa daerah, yang  antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias dan lain lain.

        Teknik dan Corak Seni Kriya

        Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional.

        Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.

        Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya.

        Corak karya seni kriya umumnya didasari dengan mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak karya seni kriya lebih bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

        Contoh Soal Ujian Seni Kriya

        1). Karya seni kriya termasuk karya seni rupa yang diciptakan untuk tujuan ….

        a). fungsional dan seni

        b). keindahan

        c). desain

        d). kebutuhan hidup

        2). Corak karya seni kriya umumnya bersifat dekoratif, artinya ….

        a). kontras

        b). klasik

        c). menggunakan ragam hias

        d). terkesan halus dan lembut

        3). Karya seni berikut yang dapat digolongkan sebagai hasil karya seni kriya daerah setempat adalah ….

        a). lukisan abstrak

        b). gambar poster

        c). wayang golek

        d). seni fotografi

          Daftar Pustaka:

          1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
          2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
          3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
          4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
          5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
          6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
          7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
          8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
          9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
          10. Ringkasan Rangkuman: Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik).
          11. Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan.
          12. Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.
          13. Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan.
          14. Rancangan dan pembuatan karya seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni.
          15. Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana dengan menggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional.
          16. Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.
          17.  

          Seni Karya Patung: Pengertian, Contoh, Jenis, Teknik Subtraktif Aditif, Imitatif, Nonfiguratif ,Deformatif.

          Pengertian Patung: Seni patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan nilai keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi atau volume.

          Seni patung diwujudkan dengan metode subtraktif atau  adiktif  yang bersifat tiga dimensi atau benda bervolume sehingga dapat dilihat dari berbagai arah.

          Metoda Subtraktif Karya Seni Patung

          Metoda subtraktif adalah metoda dengan cara mengurangi bahan, seperti memotong atau  menatah  dan  lain-lain. Dengan kata lain, patung terwujud akibat adanya bagian lain dari bahan yang dibuang. Metode subtraktif menggunakan  media antara lain semen cor, batu- batuan, dan kayu serta media keras lainya,

          Metoda Adiktif Karya Seni Patung

          Sedangkan metoda adiktif adalah metoda dengan cara membentuk model lebih dahulu seperti mengecor, dan mencetak. Metode additive menggunakan media lilin, tanah liat atau media lunak lainnya.

          Bentuk Patung

          Berdasarkan bentuk atau corak karya patung dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu :

          a). Patung Corak Imitatif atau Figuratif,

          Patung corak imitated atau figurative adalah patung yang dibentuk dengan meniru bentuk yang ada dalam alam kehidupan nyata. Contoh patung corak imitative figurative adalah patung berbentuk manusia, bentuk hewan, atau bentuk tumbuhan yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk aslinya.

          b). Patung Corak Deformatif (Dekoratif)

          Patung deformatif adalah patung yang berbentuk alam yang diolah atau digubah menurut gagasan dan imajinasi pematung

          c). Patung Corak Nonfigurative (Abstrak)

          Patung corak non figuratif (abstrak) adalah jenis patung yang bentuknya tidak menyerupai bentuk aslinya. Patung dibuat dengan daya khayal pencipta dan tidak meniru bentuk yang ada di alam.

          Arti bentuk dan fungsinya patung nonfiguratif hanya diketahui secara pasti oleh pematungnya. Patung jenis ini biasanya hanya menampilkan garis, lekukan atau bagian tertentu dari suatu objek.

          Jenis Patung

          Berdasarkan jenisnya, karya patung dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu patung Zonde Bosse dan relief.

          a). Patung Zonde Bosse

          Patung jenis Zonde Bosse merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri (kanan kirinya lepas) dan tidak menempel pada satu sisi.

          b). Patung Relief

          Patung jenis relief merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung relief ini menceritakan adegan penting yang terdapat dalam suatu cerita.

          Contoh Karya Seni Patung Relief

          Contoh Karya Seni Patung Relief
          Contoh Karya Seni Patung Relief

          Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

          Fungsi Patung

          Berdasarkan fungsinya karya patung dapat dikelompokkan menjadi enam fungsi, yaitu

          a).Patung Religi,

          Patung Religi adalah patung yang dibuat untuk tujuan sebagai sarana peribadatan dan bermakna religius bagi sebagian umat beragama.

          Patung religi, selain memiliki nilai estetika tujuan,  patung religi dibuat untuk sarana beribadah, atau bermakna relijius.

          Contoh Patung Religi

          Patung pada zaman dahulu, patung di buat untuk menghormati dewa atau untuk mengenang orang-orang yang yang diagungkan misalnya raja atau pimpinan mereka. Patung juga dianggap memiliki sejarah tinggi atau bahkan yang dianggap sebagai dewa.

          Contoh Fungsi Patung Religi
          Contoh Fungsi Patung Religi

          Arca Prajnaparamita, salah satu arca Jawa kuno terindah di Indonesia.

          Sumber: id.wikipedia.org

          Patung juga menjadi simbol orang-orang yang di teladani dan dimoyangkan kebaikannya. Bahkan patung dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga patung dijadikan sebagai Simbol Tuhan.

          b). Patung Monumen,

          Patung monument adalah patung yang dibuat untuk memperingati atau mengenang suatu peristiwa dan kejadian, atau jasa untuk seseorang pahlawan di masa lampau.

          Contoh Patung Monumen

          Monumen Nasional, Sumber: id.wikipedia.org

          c). Patung Arsitektur,

          Patung arsitektur adalah patung yang dibuat untuk menunjang suatu konstruksi bangunan dan mempunyai nilai estetika atau keindahan.

          d). Patung Dekorasi,

          Patung dekorasi adalah patung yang dibuat dengan tujuan untuk menghiasi suatu bangunan atau lingkungan taman, baik taman rumah, taman kota, ataupun taman bermain.

          Contoh Patung Dekorasi

          Contoh Fungsi Patung Dekorasi
          Contoh Fungsi Patung Dekorasi

          Patung Hias taman rumah, Sumber: tokopedia.com

          e). Patung Seni,

          Patung seni adalah patung yang dibuat sebagai karya seni murni untuk estetika, yaitu karya yang patung yang hanya dinikmati keindahan bentuknya.

          f). Patung Kerajinan,

          Patung Kerajinan yaitu patung yang dibuat sebagai hasil kerajinan, biasanya berupa souvenir dalam berbagai bahan dan ukuran yang dijual di tempat tempat wisata atau toko cindera mata, patung jenis ini biasanya dibuat oleh para pengrajin.

          Contoh Patung Kerajinan

          Contoh Fungsi Patung Kerajinan
          Contoh Fungsi Patung Kerajinan

          Sumber: tokopedia.com

          Alat, Bahan, dan Teknik Membuat Patung

          Alat yang digunakan untuk membuat patung tergantung pada bahan dan tekniknya. Alat-alat yang digunakan dalam mematung terdiri dari :

          a). Butsir Patung

          Butsit adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari kayu dan kawat, jenisnya ada butsir kayu dan butsir kawat.

          Contoh Butsir Kawat Kayu Karya Patung

          b). Meja Putar Karya Patung

          Meja putar, adalah meja untuk membuat patung dan dapat di Gerakan denagan cara diputar, fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.

          Contoh Meja Putar Karya Patung

          c). Pahat dan Palu Kayu Patung

          Pahat dan palu kayu adalah alat untuk memahat agar dapat mengurangi atau membentuk bahan seperti batu atau kayu menjadi patung.

          Contoh Pahat Palu Kayu Patung

          d). Cetakan Patung

           Cetakan berfungsi untuk mencetak bahan menjadi patung.

          e). Sendok Adukan Patung

          Sendok Adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkan pada kerangka patung.

          f). Bahan Patung

          Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya.

          Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi.

          • Pembuatan patung berbahan tanah liat memerlukan butsir dan sudip untuk mengambil dan menambal atau menambahkan bahan serta menghaluskan permukaan yang sulit dijangkau secara langsung oleh tangan.
          • Patung berbahan kayu dalam pembuatannya memerlukan pisau tatah, kapak, martil, gergaji serta ampelas.
          • Patung yang dibuat dari bahan batu memerlukan alat berupa pahat baja, martil besi, dan gerinda.
          • Patung cetak dari bahan logam memerlukan alat pemanas logam berupa kompor, pengecor, alat cetak dan gerinda.
          • Patung pahat dari bahan logam berupa pelat memerlukan alat berupa martil, tatah patah dan gerinda.
          • Patung berbahan semen alat yang diperlukan pisau, cetok, tatah.

          Teknik Membuat Karya Seni Patung

          Beberapa Teknik karya seni patung diantaranya adalah:

          a). Teknik Pahat

          Teknik pahat adalah Teknik membuat karya patung dengan cara mengurangi bahan menggunakan sebuah alat yang disebut pahat. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat yang digunakan adalah pahat dan palu

          b). Teknik Butsir

          Teknik butsir adalah Teknik membuat patung dengan cara dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat keramik dengan bahan dasar tanah liat.  Alat yang digunakan adalah sudip atau butsir.

          c). Teknik Cor

          Teknik cor adalah Teknik membuat karya seni patung dengan membuat alat cetakan terlebih dahulu, kemudian adonan berupa semen, gips, dan sebagainya dituang ke dalam cetakan. Bentuk Patung yang dihasikan sesuai dengan rongga cetakan. Alat yang digunakan adalah cetakan.

          d). Teknik Las

          Teknik las adalah Teknik membuat karya seni patung dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. Misanya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam, atau besi. Alat yang digunakan adalah mesin las.

          e). Teknik Cetak

          Teknik cetak adalah Teknik membuat karya seni patung dengan gara membuat cetakan terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

          Kadang, walaupun sangat jarang, digunakan pula bahan berharga seperti  emas,  perak,  jade,  dan  gading.  Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luas, termasuk kayu, keramik, dan logam.

          Membuat Karya Seni Patung

          Tahap Membuat Patung Bahan Lunak

          Teknik yang digunakan adalah teknik menekan, atau pijat dan langkah- langkah pengerjaanya adalah sebagai berikut:

          a). Membuat model patung dengan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada

          b). Menyiapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, dan meja putar,

          c). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, meja putar dipakai untuk memudahkan dalam membentuk sedikit demi sedikit sambil meja di putar.

          d). Menekan nekan  bahan hingga mendekati bahan yang diinginkan, agar 1ebih mudah dengan cara di basahi air sedikit demi sedikit. Jika bahan dianggap kurang dapat di tambah, dan sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.

          e). Setelah terbentuk secara globa1, Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir dan sempurnakan dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.

          Tahap Membuat Patung Bahan Keras

          Teknik ini dengan cara di pahat atau di ukir, langkah langkahnya sebagai berikut:

          a). Membuat model patung dcngan gambar yang dibuat sendiri atau dari gambar yang sudah ada di majalah atau dari Koran

          b). Menyiapakan balok kayu sesuai ukuran dan rencana yang diinginkan, setelah itu pindahkan gambar/ pola di atas permukaan balok kayu.

          c). Lakukan pemotongan dengan gergaji untuk mengurangi kalau masih terlau besar, dan lakukan pembentukan sedikit demi sedikit dengan alat hingga mendekati bentuk global.

          d). Buatlah bentuk global yang lebih detail, bandingkan dengan gambar rencana.

          e). Lanjutkan dengan membuat yang lebih detail /sempurna dan haluskan dengan amplas.

          f). Di finishing dengan cat melamin atau akrilik

          Tahap Membuat Patung Teknik Butsir

          Teknik butsir merupakan teknik membuat patung yang sederhana dengan menggunakan bahan lunak, seperti tanah liat, plastisin, dan lainnya. Bahan tersebut bersifat plastis dan mudah dibentuk sesuai keinginan.

          Tahapan proses pembuatan patung dengan teknik butsir adalah :

          a). Menyiapkan bahan tanah liat atau plastisin

          b). Menyiapkan alat utama butsir kawat dan butsir kayu, tali pemotong, pisau, dan alat pendukung lainnya

          c). Menyiapkan meja putar (bila ada)

          d). Menyiapkan gambar rancangan patung

          e). Menempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja/ meja putar secara bertahap, sedikit demi sedikit

          f). Membuat bentuk global (mengglobal) patung yang akan dibuat, misalnya bentuk binatang. Dalam proses ini bahan dapat ditambahkan dan dikurangi sambil membentuk secara global

          g). Menyempurnakan bentuk

          h). Memberikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail hingga bentuknya selesai

            Daftar Pustaka:

            1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
            2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
            3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
            4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
            5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
            6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
            7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
            8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
            9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
            10. Rinkasan Rangkuman Seni Tiga Dimensi Karya Patung
            11. Patung merupakan bentuk seni tiga dimensi yang menampilkan keindahan bentuk. Patung digolongkan sebagai seni tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume), sehingga bentuknya dapat dinikmati dari segala arah.
            12. Berdasarkan bentuknya, patung terbagi menjadi dua jenis yaitu Patung Figuratif dan Patung Non Figuratif.
            13. Berdasarkan jenisnya, patung terbagi menjadi dua kelompok yaitu Patung Zonde Bosse dan Patung Relief.
            14. Berdasar teknik pembuatannya patung dapat dibuat dengan beberapa teknik, yaitu Teknik Butsir, Teknik Modeling, Teknik Merakit, Teknik Cor, Teknik Las, Teknik Cetak, dan Teknik Pahat.
            15. Berdasar fungsinya patung dibedakan dalam beberapa fungsi, yaitu Patung Religi, Patung Monumen, Patung Arsitektur, Patung Dekorasi, Patung Seni, dan Patung Kerajinan.
            16. Secara umum tahap pembuatan patung meliputi tahapan awal, berupa penemuan gagasan atau mencari sumber gagasan; tahap pravisual, yaitu tahap pemberian bentuk nyata; dan tahap visualisasi, yaitu tahap mewujudkan bentuk.

            Seni Rupa Tiga Dimensi: Pengertian, Fungsi Ekspresi Pakai, Nilai Estetis Objektif Subjektif, Simbol Unsur, Teknik, Contoh Karya,

            Pengertian Seni Rupa Tiga Dimensi: Konsep tiga dimensi atau 3D merujuk pada sebuah objek atau ruang yang memiliki tiga dimensi yang secara geometris terdiri dari: panjang, lebar dan tinggi. Contoh tiga dimensi suatu objek / benda adalah kubus atau kotak, bola, piramida atau benda spesial seperti kotak kemasan.

            Seni rupa tiga dimensi berbentuk atau berujud secara plastis. Plastis yang dimaksudkan adalah dapat dilihat diraba dan dinikmati melalui pandangan mata secara fisik. Karya seni rupa ini termasuk kategori seni rupa yang memanfaatkan benda berujud dan dibentuk menjadi fungsi baru.

            Seni rupa 3D atau karya 3 dimensi adalah jenis seni rupa yang memiliki tiga sisi, yaitu sisi panjang, lebar, dan tinggi. Seni rupa berbentuk sebuah bangun ruang yang memiliki volume.

            Dalam bahasa sederhananya, seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang mempunyai volume dan menempati sebuah ruang. Sehingga unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa dua dimensi dengan tiga dimensi.

            Seni tiga dimensi terus mengalami perubahan, baik dari sudut pandang, model ruang, pola berkarya hingga jenisnya

            Fungsi Karya Seni Tiga Dimensi

            Karya seni rupa 3 dimensi memiliki fungsi pakai dan fungsi ekspresi seperti berikut:

            a). Fungsi Pakai Seni Tiga Dimensi

            Fungsi pakai merupakan fungsi dari seni rupa terapan. Karya seni rupa tiga dimensi terapan  diwujudkan dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis atau terapan. Pembuatan karya tiga dimensi diharapkan dapat digunakan sesuai fungsi dan tujuan pembuatan tanpa menghilangkan sisi estetika (keindahan).

            Contoh berikut menjelaskan fungsi pakai seni tiga dimensi diantaranya adalah, kursi yang berfungsi untuk diduduki, telepon genggam berfungsi alat komunikasi, dan banyak benda kebutuhan sehari- hari yang juga karya seni rupa tiga dimensi.

            b). Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi

            Fungsi ekspresi merupakan fungsi dari seni rupa murni.  Sifat seni tiga dimensi murni memiliki karakteristik natural dan alami yang dibuat untuk pemenuhan hasrat estetis serta ekspresi dari senimannya.

            Karya seni murni fungsi ekspresi diwujudkan dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.

            Contoh Fungsi Ekspresi Seni Tiga Dimensi adalah seni lukis, grafis/ cetak, dan patung.

            Pengertian Simbol Seni Rupa Tiga Dimensi

            Kata simbol dalam bahasa Inggris adalah symbol, sedangkan dalah Bahasa Latin adalah symbolium, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan.

            Simbol Karya Seni Rupa TIga Dimensi

            Secara konseptual, kata simbol memiliki beberapa pengertian yang diantaranya adalah:

            • Simbol merupakan tanda yang kelihatan yang mewakili gagasan atau objek tertentu.
            • Simbol adalah kata atau tanda atau isyarat yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti mewakili arti, kualitas, abstraksi, gagasan, dan objek.
            • Simbol adalah sesuatu ketentuan, peraturam yang disetujui secara umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
            • Simbol adalah tanda konvensional, yaitu sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu- individu yang memiliki arti tertentu seperti standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.

            Contoh Simbol Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

            Contoh simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi diantaranya adalah:

            a). Tugu Proklamasi di Jakarta menjadi simbol perjuangan rakyat dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

            b). Monumen Bandung Lautan Api, kota Bandung untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumi hangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

            c). Manumen Pancasila Sakti, Monumen yang memberi symbol tentang perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

            d). Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat merupakan symbol yang menunjukkan tempat yang dilewati oleh garis khatulistiwa

            e). Tugu Jogja merupakan symbol persatuan antara pemimpin dan rakyatnya dalam perjuangan melawan musuh dan menjalankan pemerintahan suatu negara.

            Simbol Objek Seni Rupa Tiga Dimensi

            Simbol yang ditunjukkan langsung oleh objek karya seni. Contohnya patung pahlawan atau orang yang berjasa, dibuat untuk menghormatinya. Patung tersebut juga memiliki simbol kekuatan, kepahlawanan, dan perjuangan.

            Simbol Unsur- Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

            Unsur- unsur seni rupa  tiga dimensi memiliki simbol dengan makna yang berbeda. Misalnya unsur warna hitam digunakan untuk melambangkan duka cita,

            Nilai Estetis Seni Rupa Tiga Dimensi

            Nilai estetis karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.

            Nilai Estetis Objektif

            Nilai estetis obyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri.  Artinya keindahan dari objek seni adalah tampak kasat mata.

            Keindahan sebuah karya seni rupa terbentuk dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur- unsur visual ini yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

            Nilai Estetis Subjektif

            Nilai estetis bersifat subyektif adalah nilai estetis yang memandang keindahan tidak hanya pada unsur- unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, namun ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya.

            Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, Seseorang akan dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya meskipun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya itu.

            Namun, orang lain mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

            Unsur Unsur Seni Rupa Tiga Dimensi

            Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa digunakan untuk memperindah bentuknya atau untuk memberikan makna simbolik.

            Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbeda beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda.

            Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

            Prinsip-prinsip Seni Rupa

            Adapun prinsip-prinsip Seni Rupa meliputi

            Prinsip Kesatuan (Unity) merupakan bahan awal komposisi karya seni. Dengan adanya kesatuan maka unsur seni rupa akan bersatu padu dalam membangun sebuah komposisi yang indah, serasi, dan menarik.

            Keseimbangan (Balance) merupakan pengaturan unsur unusr rupa sehingga karya seni mempunyai daya tarik yang sama di setiap sisinya.

            Balance bisa dibuat secara formal /simetris dan dengan informal /asimetris serta keseimbangan radial /memancar.

            Irama (Rythme) merupakan pengulangan satu atau lebih unsur secara teratur dan terus menerus sehingga mempunyai kesan bergerak.

            Pengulanga berwujud bentuk, garis, atau rupa-rupa warna. Pengulangan unsur bentuk jika diletakkan ditempat yang sama maka akan terlihat statis, berbeda dengan irama harmonis maka menghasilkan nilai estetika yang unik.

            Komposisi merupakan penyusunan unsur-unsur seni rupa sehingga menjadi susunan yang teratur.

            Komposisi akan membentuk dasar keindahan dari sebuah karya seni sehingga menghasilkan karya seni yang bagus dan menarik dan dapat bertujuan untuk menampilkan ekspresi.

            Proporsi (Kesebandingan) merupakan prinsip yang bertanggung jawab membandingkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga terlihat selaras dan enak dipandang.

            Keselarasan (Harmoni) merupakan prinsip yang menyatukan unsur yang ada di dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul dengan adanya kesesuaian, kesamaan, dan tidak bertentangan.

            Keselarasan diwujudkan dengan cara mengatur warna, pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang selaras.

            Jenis Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

            Berikut beberapa contoh karya seni rupa 3D:

            1). Seni Kriya Tiga Dimensi

            Seni Kriya merupakan satu cabang seni rupa yang mengandalkan keterampilan tangan atau hand skill dengan memperhatikan segi keindahan serta kebutuhan dalam membuat karya seni.

            Jenis seni rupa kriya tiga dimeni sering dimanfaatkan sebagai dekorasi, atau benda terapan seperti mainan, furniture, dan lain-lain.

            Beberapa jenis seni kriya diantaranya adalah seni kriya kayu, seni kriya keramik, seni kriya tekstil, seni kriya batu, serta seni kriya kulit.

            2). Patung Seni Rupa Tiga Dimensi

            Patung merupakan salah satu seni rupa 3D yang paling terkenal sehingga mudah dijumpai dan memiliki nilai seni yang tinggi. Seni rupa patung telah mengalami banyak perkembangan dari bahan pembuatnya, cara membuatnya dan teksturnya.

            Biasanya seniman membuat patung dalam bentuk seperti manusia, binatang, atau bentuk-bentuk lainnya.

            3). Keramik Seni Rupa Tiga Dimensi

            Karya seni keramik merupakan karya seni rupa yang bersifat tradisional hingga kontemporer atau modern.

            Seni keramik lebih berfungsi sebagai kerajinan yang memanfaatkan bahan dari tanah liat sebagai bahan utama dengan melalui beberapa tahapan. Seni keramik melipiti proses pijit, butsir, pilin hingga pada tahap pembakaran dan glasir. Kualitas sebuah keramik ditentukan oleh proses dan bahan yang digunakan.

            4). Arsitektur Seni Rupa Tiga Dimensi

            Arsitektur merupakan jenis seni terpakai yang dapat dikategorikan juga sebagai seni rupa tiga dimensi. Seni rupa arsitektur lebih menekankan pada kesatuan, keseimbangan, keserasian, dan irama sebagai jenis seni rupa yang utuh mencakup dalam berbagai aspek.

            Arsitektur, tidak hanya diperhatikan wujud bangunannya, namun juga mempertimbangkan aspek berat, volume tampung, kekokohan bangunan, dan sebagainya.

            Teknik-teknik Seni Rupa Tiga Dimensi

            Beberapa teknik seni rupa tiga dimensi  diantaranya adalah:

            1. Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

            Teknik seni rupa aplikasi adalah teknik karya hias yang dimanfaatkan dalam seni menjahit, yakni dengan cara menempelkan beberapa macam potongan kain yang telah di gunting, seperti bentuk bunga, bintang, bulan, atau bentukbentuk lainnya dalam sebuah kain. Tujuannya adalah sebagai hiasan untuk memperindah pakaian.

            Contoh Teknik Aplikasi Seni Rupa Tiga Dimensi

            Karya hias tiga dimensi yang digunakan untuk menutupi gallon air minum.

            Sumber: tokopedia.com

            1. Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

            Teknik mozaik adalah teknik membuat karya dengan menggunakan bentuk potongan potongan bahan tertentu.

            Tujuan menggunakan potongan bahan adalah sebagai pengganti bahan utama pewarna. Dengan adanya mozaik, media seni tidak terlihat polos, nampak lebih indah, dan lebih memiliki corak tertentu.

            Contoh Teknik Mozaik Seni Rupa Tiga Dimensi

            Karya mozaik tiga dimensi bentuk kubus susun berbahan keramik. Keramik mozaik hexagonal ini terbuat dari bahan granit. Granit dipotong kecil kecil dan kemudian disusun menjadi bentuk hexagon.

            Sumber: indonesian.alibaba.com

            1. Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

            Teknik merakit dilakukan dengan cara menyambungkan potongan -potongan bahan tertentu agar menjadi suatu karya seni yang utuh.

            Cara menyambung nyambung tersebut dinamakan merakit, sedangkan rakitan ialah hasil karyanya. Merakit dapat diterapkan pada benda- benda yang kompleks, seperti miniatur kapal, pesawat, atau alat transportasi lainnya.

            Contoh Teknik Merakit Seni Rupa Tiga Dimensi

            Karya tiga dimensi Rakitan Model Rumah berbahan Kayu

            Sumber: tokopedia.com

            1. Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

            Teknik memahat yakni teknik karya seni dengan membuang atau menyisihkan bahan- bahan yang tidak perlu digunakan. Alat yang biasa digunakan adalah martil, pahat, kikir, dan sebagainya. Biasanya teknik pahat digunakan pada beberapa karya seni seperti patung dan miniatur tertentu.

            Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

            Patung Ganesha tiga dimensi terbuat dari kayu suar bergaya bali

            Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi
            Contoh Teknik Pahat Seni Rupa Tiga Dimensi

            Sumber: indonesian.alibaba.com

            Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

            Teknik cor ialah sebuah teknik karya seni yang diaplikasikan dengan cara menuang zat cair tertentu pada sebuah alat cetakan khusus. Bahan cair yang sering digunakan ialah bahan-bahan yang terbuat dari karet, semen, logam, dan lain-lain.

            Contoh Teknik Cor Seni Rupa Tiga Dimensi

            Patung cor tiga dimensi model Kubera Kuwera Kuvera Jambala berbahan perungu

            Sumber: tokopedia.com

            Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi

            Bentuk karya tiga dimensi antara lain adalah karya seni bangun, seni patung, seni keramik, seni instalansi (termsuk seni kontemporer) dan lain sebagainya.

            Untuk membuat karya tiga dimensi maka perlu mengenal bahan bahan yang digunakan dalam berkreasi dengan karya tiga  dimensi. Adapun bahan-bahan berkreasi karya rupa 3 dimensi setidaknya dapat dikategorikan menjadi tiga  bagian yaitu:

            1). Bahan Lunak Seni Rupa Tiga Dimensi

            Bahan lunak yang digunakan dapat berupa kertas, karton, gabus dan styroform. Bahan- bahan ini mudah didapatkan dan membentuknya dengan alat-alat yang sederhana seperti gunting, silet, cutter, pisau.

            Bahkan karya berbahan kertaspun bisa dibentuk tanpa menggunakan alat, misalnya dengan cara dilipat.

            2). Bahan Liat Seni Rupa Tiga Dimensi

            Bahan liat yang digunakan dalam berkarya tiga dimensi seperti tanah liat, gips, plastisin dan lilin. Bahan inipun juga mudah didapatkan di lingkungan sekitar kita.

            3). Bahan Keras Seni Rupa Tiga Dimensi

            Bahan keras yang dapat digunakan contohnya adalah kayu, batu danl ogam. Ketiganya merupakan bahan yang sering digunakan oleh perupa sejak zaman dahulu.

            Batu dan logam merupakan bahan yang keras namun dapat tahan lama. Karena sifatnya yang keras, maka pengerjaan karya 3 dimensi berbahan batu dan logam memerlukan teknik dan peralatan khusus.

            Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

              Daftar Pustaka:

              1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
              2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
              3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
              4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
              5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
              6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
              7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
              8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
              9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
              10. Rangkuman Ringkasan Seni Rupa Tga Dimensi: Karya tiga dimensi terwujud dari berbagai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai alat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
              11. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa tiga dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis.
              12. Karya seni rupa tiga dimensi ada yang berfungsi sebagai benda pakai yang biasa disebut karya seni terapan (applied art) dan ada yang dibuat dengan tujuan ekspresi semata yang biasa disebut seni murni (pure art)
              13. Nilai estetis karya seni rupa tiga dimensi tampak secara visual dari wujud karya seni rupa tersebut. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi wujud karya yang unik dan menarik.
              14. Nilai estetis karya seni rupa bersifat obyektif dan subyektif. Nilai obyektif terdapat pada karya seni rupa itu sendiri sedangkan nilai subyektif berada pada penikmatnya.
              15. Karya seni rupa ada yang memiliki makna simbolik. Unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi dapat menunjukkan atau menjadi simbol dari sesuatu.
              16. Berkarya seni rupa tiga dimensi dimulai dengan mencari ide gagasan atau model karya yang akan dibuat. Kegiatan ini dapat diawali dengan membuat rancangan berupa sketsa, dilanjutkan dengan memilih medium, bahan, alat dan teknik yang akan digunakan. Alasan-alasan pemilihan gagasan, model hingga teknik berkarya dapat disebut sebagai konsep berkarya seni rupa.

              Seni Grafis: Pengertian Relief, Intaglio, Planography, Screen Print, Prinsip, Alat Bahan Teknik Cetak Tinggi, Dalam, Datar, Saring,

              Pengertian Seni Grafis: Kata grafis dalam bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Grafis dalam bahasa Yunani adalah graphein berarti menulis atau menggambar.

              Seni grafis termasuk karya seni rupa dwimatra, dua dimensi  yang dibuat untuk mencurahkan ide atau gagasan dan emosi seseorang  dengan menggunakan teknik cetak.

              Istilah  seni  grafis  dikenal  juga  dengan  seni mencetak.  Cetakan grafis adalah berupa negatif film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, warna ataupun ragam yang sama.

              Teknik cetak memungkinkan membuat karya dalam jumlah banyak sekaligus. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal.

              Seni grafis diciptakan diatas permukaan yang disebut dengan plat. Plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, plat logam, 1embaran kaga akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis lain yang disebut dengan senigrafi atau cetak saring (screen-printing)  menggunakan  lembaran  kain berpori yang direntang pada sebuah kerangka.

              Teknik Prinsip Karya Seni Grafis

              Prinsip kerja seni grafis adalah melalui proses pencetakan. Ini artinya, dalam pembuatannya, diperlukan suatu acuan cetak yang disebut klise yang terbuat dari berbagai material.

              Klise akan dibubuhi tinta atau pigmen untuk selanjutnya dicetakkan pada bidang permukaan tertentu.

              Jenis Teknik seni grafis dapat dibedakan menjadi: cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), dan cetak saring (serigrafi, screen printing)

              A). Teknik Cetak Tinggi (Relief Print) Seni Grafis

              Disebut cetak tinggi karena bagian dari permukaan acuan cetak yang terkena tinta dan nantinya akan tercetak adalah bagian permukaan yang tinggi atau menonjol. Bagian yang tinggi ini dicapai dengan melakukan menempel atau dengan mencukil bagian yang tidak akan dicetak, dengan menggunakan pisau cukil khusus.

              Disebut pula relief print atau cetak tinggi atau cetak timbul karena bagian permukaan acuan cetak ada yang tinggi dan ada yang rendah sehingga serupa dengan relief. Stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi.

              Acuan permukaan yang timbul atau meninggi berfungsi sebagai penghantar tinta, baik monokrom maupun polikrom.

              Bagian dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedang bagian yang terkena tinta disebut bagian positif.

              Apabila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol akan menerima tinta. Jika klise/ alat cetak itu ditempelkan pada kertas   kemudian   diangkat,   maka  tinta pindah ke kertas dan tampaklah   gambar   pada kertas tersebut.

              Cetak Tinggi memanfaatkan bentuk /permukaan yang paling tinggi dari suatu plat klise. Pada gap/ stempel tersebut dapat dilihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan  suatu  gambar  atau  tulisan  pada  benda  yang diberi warna.

              Untuk mendapatkan bentuk acuan yang timbul dilakukan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan untuk menghantarkan tinta. Dengan demikian  tertinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta.

              Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukanlah satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul, teknik lain dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak.

              Jenis Teknik Cetak Tinggi 

               Adapun Teknik cetak tinggi relief print dapat dibagi menjadi wood cut, wood engraving dan kolase.

              a). Teknik Relief Print Woodcut Seni Grafis

              Dikenal dengan cukil kayu karena pada awalnya klise acuan cetak yang dipakai menggunakan potongan papan kayu.

              Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya adalah dengan menggambar pola gambar atau desain, kemudian mencukil atau membuang bagian yang tidak diperlukan untuk dicetak dengan menggunakan pisau/pahat cukil khusus untuk cukil kayu (woodcut knife).

              Teknik lain yang sama prosesnya namun hanya berbeda materialnya adalah yang disebut linocut karena menggunakan material karet linoleum.

              b). Teknik Relief Print Wood Engraving Seni  Grafis

              Teknik ini secara proses pengerjaannya hampir sama dengan woodcut, hanya saja yang membedakan adalah pada teknik woodcut papan klise menggunakan kayu yang dipotong secara vertikal sehingga memanfaatkan serat kayu yang membujur.

              Sedangkan pada wood engraving papan klise menggunakan kayu yang dipotong horisontal sehingga memanfaatkan serat kayu yang melintang. Dengan perbedaan serat kayu ini maka peralatan yang digunakan juga berbeda, akan tetapi tahapan proses pengerjaannya sama.

              c). Teknik Relief Print Kolase Seni Grafis

              Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya dengan menempelkan materialmaterial tertentu pada suatu bidang material dengan permukaan datar. Material yang ditempel bisa berupa potongan-potongan atau pola dari karton, benang, kain, dan lain sebagainya.

              Bahan Alat Seni Grafis Cetak Tinggi Seni Grafis

              Adapun bahan dan alat yang digunakan untuk Teknik cetak tinggi diantaranya adalah :

              a). Plat atau Acuan Cetak. Plat cetak yang dapat digunakan diantaranya adalah papan kayu (MDF), linoleum, hardboard  permukaan halus, dan karet vinyl.

              Contoh Plat Cetak,  Acuan Cetak, Plat Klise  Seni Grafis

              Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis
              Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis

              Sumber: tokopedia.com

              b).   Pisau Pahat Cukil. Pahat atau pisau cukil berfungsi untuk membentuk gambar pada acuan cetak. Pisau Pahat Cukil digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta.

              Mata pisau pahat terbuat dari besi baja dan tangkainya terbuat dari kayu, plastik, atau besi.

              Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen seperti layaknya menggambar, bukan dipukul seperti pahat ukir. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

              Bentuk mata pisau pahat cukil antara lain adalah bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar.

              Bentuk U (lengkung) berfungsi untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berfungsi untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berfungsi untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar.

              Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

              Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis
              Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

              c). Pensil: Digunakan untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak atau plat. Selain itu juga digunakan untuk menandai ukuran serta memindahkan modul gambar yang dibuat di kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak.

              Pensil untu kertas memiliki jenis ukuran, kekerasan tertentu, contohnya 2B, 4B, 6B dan Pensil untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak dari bahan karet vinyl (karena permukaannya berwarna hitam), agar modul gambar terlihat jelas, dapat menggunakan pensil dermatograph atau pensil warna putih.

              Contoh Pensil Seni Grafis

              Contoh Pensil Seni Grafis
              Contoh Pensil Seni Grafis

              d). Tinta Cetak: Sebagai bahan pewarna untuk mencetak plat atau acuan cetak ke bidang kertas. Tinta cetak yang biasa digunakan di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin. Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.

              Contoh Tinta Warna Seni Grafis Cetak Tinggi, Seni Grafis

              Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,
              Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,

              e). Rol Karet: Berfungsi untuk menghantarkan cat atau tinta dari kaca setelah mengalami proses pengolahan, ke permukaan plat yang timbul atau yang akan dicetak. Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan plastik, kayu, ada pula yang besi.

              Contoh Rol Karet Cetak Tinggi,

              Contoh Rol Karet Seni Grafis
              Contoh Rol Karet Seni Grafis

              f). Lem: Digunakan untuk menempelkan modul gambar pada kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak yang akan dicukil, agar modul gambar tesebut tidak lepas pada saat proses cukil berlangsung.

              g). Kaca: Digunakan sebagai media untuk mengolah tinta sebelum dihantarkan ke plat atau acuan cetak. . Tinta ditorehkan pada kaca untuk diproses.

              Proses Pembuatan Karya Seni Grafis Teknik Cetak Tinggi

              Secara garis bear, Proses pembuatan cetak tinggi terdiri dari 3 (tiga) tahap, dimulai dari pembuatan sketsa gambar di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maupun pembuatan rancangan modul gambar langsung pada plat atau acuan cetak, kemudian proses cukil dan yang terakhir adalah proses cetak.

              Tahapan proses pembuatan cetak tinggi adalah sebagai berikut.

              a). Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak. Proses menggambar dapat dilakukan di atas kertas transparan atau kalkir terlebih dahulu, baru direkatkan pada plat atau acuan cetak, ataupun langsung Digambar pada plat atau acuan cetak.

              Teknik menggambar dapat dilakukan secara manual, menggunakan pensil atau dermatograph putih, atau berupa hasil print-out komputer, baru kemudian dijiplak atau ditempelkan pada plat atau acuan cetak yang diinginkan.

              Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.
              Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.

              b). Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret. Bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang dengan cara dicukil.

              Jika pembuatan sketsa gambar dilakukan di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maka kertas tersebut harus direkatkan terlebih dahulu ke permukaan plat atau acuan cetak yang akan dicukil.

              Material yang digunakan untuk mencukil adalah pisau cukil. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat papan kayu (MDF). Mata pisau yang tajam akan membuat bekas cukilan menjadi bersih dan jelas.

              Bagian yang tidak akan dicetak atau tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) akan dicukil dengan menggunakan pisau cukil, sedangkan bagian yang akan dicetak (bagian positif) akan tetap sejajar dengan permukaan plat atau acuan cetak.

              Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.
              Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.

              c). Meratakan tinta di atas kaca. Ambil tinta secukupnya dengan alat bantu yang misalnya kape.

              Letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang berfungsi sebagai landasan untuk mengolah tinta. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk diproses dengan menggunakan rol karet.

              Meratakan tinta di atas kaca
              Meratakan tinta di atas kaca

              d). Memberi tinta pada permukaan acuan cetak. Caranya adalah pindahkan tinta tersebut pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol karet. Pastikan tinta tersebut merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak.

              Memberi tinta pada permukaan acuan cetak
              Memberi tinta pada permukaan acuan cetak

              e). Apabila tinta telah merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan.

              Meletakkan acuan cetak di atas kertas dengan posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas.

              Meletakkan acuan cetak di atas kertas
              Meletakkan acuan cetak di atas kertas

              f). Untuk memperoleh hasil yang baik, tekanlah permukaan kertas dengan menggunakan rol.

              Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol
              Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol

              g). Mengangkat kertas secara perlahan dari permukaan acuan cetak.

              Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak
              Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak

              h). Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Supaya tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada figura.

              Tempatkan karya pada Figura.
              Tempatkan karya pada Figura.

              B). Teknik Cetak Dalam (Intaglio Print) Seni Grafis

              Cetak  dalam  adalah  seni  cetak  yang  menggunakan  klise dalam,  artinya  bagian  dalam  menyerap  tinta  dan  akan membekas pada kertas. Jenis-jenis cetak dalam antara lain: etsamezzo  tintdrypoint, dan lain sebagainya.

              Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium atau kuningan yang  permukaannya  ditoreh  hingga  menghasilkan  goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan, diratakan atau dirolkan pada bagian yang dalam tersebut.

              Kertas yang sudah dibasahi dengan  air  lalu  diletakkan  di  atasnya.  Tinta  akan  melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, jarum, burin atau logam runging.

              C). Teknik Cetak Datar (Planography Print ) Seni Grafis

              Cetak  datar  adalah  teknik  cetak  yang  menggunakan  klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara tinta dan air. Cetak datar adalah memperbanyak hasil cetakan dengan media permukaan yang datar. Teknik ini ditemukan pada abad ke – 16 di Eropa. Klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) . Selain batu, sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam (seng) untuk memperingan proses kerja.

              Planography   (Cetak  Datar)  dimana  matrix  permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk mengiptakan image/gambar. teknik ini meliputi : litografi, monotype dan teknik digital.

              Cetak datar salah satunya terdapat pada teknik fotografi yaitu proses mengetak foto hasil jepretan kamera. Teknik cetak bisa menggunakan bahan film, kertas foto, dan bahan gugi film. Kemudian dengan teknik cetak digital menggunakan kamera digital, komputer,dan printer.

              D). Teknik Cetak Saring Screen Printing Seni Grafis

              Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan  layar  (screen)  dengan  kerapatan  serat  tertentu. Cetak saring dilakukan dengan menggunakan kain gasa atau kasa yang dibingkai yang disebut screen.

              Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil. 

              Cetak saring di Indonesia lebih dikenal dengan istilah cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon, di Indonesiakan menjadi sablon. Cetak sablon dilakukan dengan menggunakan model cetakan atau mal.

              Sablon  banyak  digunakan  untuk  mencetak  tulisan maupun gambar pada permukaan datar atau rata. Contohnya adalah untuk mengetak tulisan atau gambar pada kertas,  kaos,  kain  span-duk,  undangan,  plastik,  dan  media lainnya. Kain screen ini direntangkan  dengan  kuat  agar  menghasilkan  layar  dan  hasil  cetakan yang datar.

              Pembuatan Teknik Cetak Saring Seni Grafis

              1). Alat Bahan Teknik Cetak Saring Seni grfis

              Adapun Alat dan Bahan yang digunakan dalam proses cetak saring diantarannya adalah:

              a). Kerangka Screen Cetak Saring Sablon, Seni Grafis

              Bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium dan  Screen terbuat dari kain kasa atau Monyl  merupakan kain berserat yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan pada benda-benda yang akan disablon.

              Kain screen berpori-pori dan bertekstur sangat halus menyerupai kain sutera. Lubang pori-pori pada screen ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah zat warna yang keluar.

              Ada bermacam-macam jenis kain screen, jenis kain screen terbagi atas kualitas, bahan dasar serat, warna dan besar kecilnya lubang.

              Contoh Screen Cetak Saring Sablon

              Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis
              Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis

              Sumber: tokopedia.com

              b). Meja Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Meja cetak berfungsi sebagai alas atau landasan atau tempat untuk melakukan penyablonan.

              c). Pelapis Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Pelapis digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.

              d). Rakel Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Rakel merupakan alat yang digunakan untuk menyaput zat warna ke atas permukaan kain atau media cetak. Rakel berfungsi untuk meratakan tinta di screen.

              Terbuat dari karet yang dijepit pada kayu atau alumunium. Ada 5 jenis rakel: rakel tumpul, bulat, lancip, miring dan persegi.

              Contoh Karet Rakel Cetak Saring

              Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis
              Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis

              Sumber: tokopedia.com

              Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Proses afdruk dapat menggunakan sinar matahari dan dapat juga menggunakan meja yang dilengkapi dengan lampu neon / TL agar hemat energi jika cuaca mendung atau hujan.

              Waktu penyinaran jika menggunakan lampu neon 6 x 20 watt, pada jarak 20 cm adalah 4 menit atau waktu menyesuaikan dengan jenis film diapositif yang akan diafdruk.

              Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis
              Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              e). Rak Jemuran Cetak Saring Sablon

              Rak jemuran berfungsi untuk mengeringkan benda/ kain hasil sablonan.

              f). Obat Sablon: Emulsi dan Sensitizer Cetak Saring Seni Grafis

              Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya. Obat peka cahaya merupakan larutan pokok dalam proses afdruk screen. Obat peka cahaya atau obat sablon merupakan campuran antara emulsi dan sensitizer (cairan peka cahaya).

              Dipasaran bahan ini terdapat dalam satu kemasan dus kecil yang berisi dua buah botol. Botol besar berisi cairan emulsi, botol kecil berisi cairan sensitizer (larutan Kromatin). Digunakan untuk melapisi screen pada proses afdruk, pelapisan dilakukan pada ruang gelap atau ada cahaya lampu merah.

              Penghapus Screen Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Apabila Screen sudah tidak digunakan, untuk menghapus obat peka cahaya pada screen digunakan ulano 5 atau kaporit. Sedangkan Ulano 8 untuk menghapus bayangan pada screen.

              g). Tinta Zat Warna Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Hampir semua jenis zat warna yang digunakan dalam industri tekstil dapat digunakan untuk proses cetak saring sablon.

              Namun demiian zat warna pigmen banyak digunakan adalah sandy colour walaupun sifatnya hanya menempel pada permukaan serat tekstil atau kain, tetapi penggunaannya sangat mudah, seperti untuk warna pokok Merah, Biru, Kuning dan Hitam atau CMYK (Cian, Magenta, Yellow dan Hitam).

              Industri besar dan kecil banyak menggunakan zat warna Reaktif (Remazol, Procion dan Cibacron) dan Zat warna Dispersi untuk kain sintetis.

              h). Pengental dan Obat Bantu Seni Grafis

              Soda Abu: Soda Ash (Na2CO3) termasuk alkali kuat berfungsi sebagai pengikat dalam pewarnaan zat warna reaktif.

              Soda kue: Sodium bikarbonat (NaHCO3), termasuk alkali lemah berfungsi sebagai fiksasi zat warna reaktif, untuk membuat suasana alkali.

              i). Kodatrace Cetak Saring Sablon Seni Grafis

              Kodatrace digunakan sebagai film diapositif yaitu untuk memisah motif tiap warna sebelum diafdruk.

              2). Proses Pembuatan Klise (Negative Film) Seni Grafis

              Bahan untuk klise harus transparan agar pada saat penyinaran (pengeksposan) bagian yang seharusnya tidak tembus oleh tinta akan terkena sinar secara utuh. Bahan yang digunakan untuk klise adalah kertas kalkir, film dan mika film.

              Teknik Membuat Klise Film Negatif

              Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah:

              • Teknik Langsung Buat Film Negatif Pada Seni Grafis

              Pada teknik ini setelah screen (kain kasa) diberi tulisan atau  gambar corak.  Untuk  area  yang  diinginkan  tidak tembus oleh tinta diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer kemudian dijemur/ penyinaran, setelah kering siap untuk dipergunakan mencetak.

              • Teknik Manual Buat Klise Film Negatif Seni Grafis

              Teknik manual dilakukan dengan menggambar di  kertas putih. Untuk mendapatkan tulisan/ gambar yang jelas dapat digunakan tinta jenis rapido atau drawing pen.

              Kemudian, kertas tersebut kemudian dibasahi dengan menggunakan minyak goreng/ minyak tanah, sehingga menjadi trasnparan. Setelah kertas tersebut kering dapat dilakukan pengeksposan gambar.

              • Setting Komputer Seni Grafis

              Teknik pembuatan klise melalui komputer dilakukan dengan cara membuat gambar /tulisan pada komputer. Terus dicetak dengan menggunakan printer jenis lasser agar tulisan/ gambar hasil cetakan lebih jelas. Kemudian dilumuri minyak goreng /minyak tanah, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk pengekposan gambar (negatif film)

              3). Proses Afdruk Pengekposan Seni Grafis

              Afdruk/ pengeksposan/ penyinaran adalah proses memindahkan gambar berupa selembaran kertas yang akan menjadi model/ desain ke screen dengan bantuan bahan yang disebut emulsi sablon. Berikut ini tahapan afdruk, antara 1ain

              • Pelapisan (Coating) Seni Grafis

              Meliputi proses pencampuran emulsi dengan sensitilizer (obat afdruk siap pakai) dan dioleskan ke screen dengan menggunakan alat yang disebut dengan  coater  (pelapis)  bisa  juga  dipakai  pengaris,  tahap pengolesan ini dilakukan di dalam ruang yang gelap.

              • Pengeringan Awal Seni Grafis

              Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan bantuan dryer seperti hair dryer.  Namun dapat juga didiamkan sampai kering sendiri atau menggunakan kipas angin. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung sinar ultra violet seperti neon. Hal ini untuk mencegah agar cahaya tidak mengenai emulsi yang akan mengakibatkan tidak bisa digunakan untuk proses berikutnya

              • Penyinaran Screen Oleh Panas Matahari, Seni Grafis

              Screen yang sudah kering dari larutan emulsi, lalu bagian  bawah  di  alas  dengan  busa  hitam,  sedangkan  dibagian atas diletakkan klise negatif/ kertas yang siap diekpose.

              Selanjutnya ditutup dengan kaca untuk mengekpos klise supaya menempel rapat ke ke screen. Laksanakan penyinaran sekitar 20 detik untuk cahaya terik dan 50 detik pada cahaya matahari yang redup

              • Pembuatan Klise Seni Grafis

              Semprot dengan air untuk menghilangkan bagian yang bukan desain sehingga tersisa bagian screen yang kita desain, gunakan semprotan yang sesuai

              • Pengeringan Klise  Seni Grafis

              Proses pengeringan dilakukan dengan dryer atau hair dryer atau dapat juga dengan panas sinar matahari

              4).  Proses Pencetakan Seni Grafis

              Scceen kering yang sudah melalui proses pengekposan gambar siap untuk dicetak. Letakan kertas atau media yang akan dicetak  Tuangkan  warna  yang  diinginkan  dan  ratakan  dengan rakel. Proses cetak saring selesai

                Daftar Pustaka:

                1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
                2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
                3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
                4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
                5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
                6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
                7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
                8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
                9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
                10. Rangkuman Ringkasan:

                Aliran Gaya Seni Rupa Lukis: Pengertian, Fungsi, Jenis, Ciri Tokoh, Contoh Soal.

                Pengertian Seni Rupa Lukis. Seni lukis merupakan karya seni yang diciptakan dengan menggunakan unsur unsur seni lukis yang tersusun secara harmony sebagai ungkapan ekspresi dari ide, emosi, pengalaman yang dituangkan pada bidang dua dimensi.

                Pegertian Menurut Para Ahli Seni Rupa Lukis

                Beberapa pengertian seni rupa menurut beberapa ahli seni rupa diantaranya adalah:

                Pengertian Seni Lukis Menurut Aristoteles

                Sebuah lukisan adalah sesuatu karya yang memiliki nilai kebaikan dan juga menyenangkan.

                Pengertian Seni Lukis Menurut Herbert Read,

                Karya lukis adalah sebuah kegiatan rohani yang direfleksikan kepada jasmani, dan memiliki sebuah daya yang dapat membangkitkan jiwa.

                Pengertian Seni Lukis Menurut S. Sundoro

                Seni Lukis adalah suatu pengucapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang pengucapan dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna.

                Pengertian Seni Luki Menurut Ensiklopedia

                Ensiklopedia Indonesia mendefinisikan lukisan sebagai hasil karya seorang pelukis yang berupa penerapan pigmen warna pada permukaan yang datar (kanvas, panel, tembok, kertas) untuk menghasilkan ilusi tentang ruang, gerak, susunan dan bentuk visual dihasilkan oleh kombinasi dari unsur- unsur tersebut.

                Pengertian Seni Lukis Menurut B.S. Myers

                Melukis adalah membubuhkan cat yang kental maupun yang cair diatas permukaan yang datar, yang ketebalannya tidak ikut diperhitungkan, sehingga lukisan itu sering dilihat sebagai karya dua dimensional.

                Pengertian Seni Lukis Menurut Marianto

                Seni lukis adalah suatu kegiatan yang didukung oleh ekspresi maupun pengucapan pengalaman artistik, dituangkan di atas bidang datar dengan menggunakan garis dan warna.

                Pengertian Seni Lukis Menurut Slamet Riyanto

                Seni lukis merupakan salah satu bagian dari sebuah ilmu desain grafis.

                Pengertian Seni Lukis Menurut Jim Supangat,

                Sebuah karya seni lukis merupakan suatu hal yang menegaskan kembali sebuah pengalaman masa lampau pada konteks sekarang.

                Pengertian Seni Lukis Menurut Herry Sulastiono,

                Seni lukis adalah sebuah cabang karya seni rupa murni yang berbentuk dua dimensi, umumnya di buat diatas kanvas menggunakan cat minyak atau cat akrilik.

                Fungsi Seni Rupa Lukis

                Seni lukis berfungsi sebagai media komunikasi secara sosial dan ekspresi seseorang atau seminan secara individual dalam upaya merespon berbagai aspek yang ada di lingkungannya.

                Unsur Unsur Seni Lukis

                Seni lukis ini memiliki dua unsur seni yaitu unsur visual dan unsur

                Unsur Seni Lukis Visual

                Unsur yang mendukung seni lukis yang pertama adalah unsur visual. Berikut ini bentuk-bentuk dari unsur visual.

                • Garis (line)
                • Bidang (field)
                • Ruang (space)
                • Tekstur (teksture)
                • Warna (color)

                Unsur Seni Lukis Non Visual.

                Unsur non visual seni lukis terdiri dari:

                • Pandangan hidup dan pengalaman.
                • Konsep dari lukisan
                • Sikap estetik dan artistik

                Pengertian Aliran Seni Rupa Lukis

                Aliran seni lukis adalah Gaya lukisan seseorang atau kelompok yang memiliki kesamaan pandangan dalam pengungkapan ide, gagasan, tema dan bentuk ungkapan.

                Jenis Aliran Seni Rupa Lukis

                Aliran seni rupa lukis berkembang atau lahir bersamaan dengan karya seni bangunan, seni patung dan relief. Hal tersebut terutama setelah dibangkitkannya nilai-nilai klasik Yunani-Romawi (renaisance).

                Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme

                Naturalisme adalah aliran seni rupa yang mewujudkan sebuah objek lukisan yang sama persis dengan keadaan alaminya. Aliran ini memberikan sentuhan tambahan sehingga menjadi lebih indah dari pada aliran realisme.

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Naturalisme

                Ciri aliran seni Lukis Naturalisme adalah wujudnya yang sama persis dengan sesuatu yang dilihat oleh mata dan biasanya bertemakan alam. Proporsi, perspektif, keseimbangan, pewarnaan, dan prinsip-prinsip seni rupa lainnya terwujud lebih tepat sesuai pemandangan sebenarnya.

                • Tokoh Seni Rupa Lukis

                Beberapa tokoh seni rupa yang mengikuti aliran ini antara lain Basuki Abdullah, Gambir Anom, Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, William Hogarth dan Frans Hall, Trubus,

                Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

                Aliran Realisme adalah aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan nyata seperti apa adanya tanpa ada tambahan unsur lain. Gaya Lukis Realisme mengungkapkan kenyataan alam dan kehidupan sehari hari apa adanya terutama kaum miskin.

                Aliran Realisme lahir sebagai sanggahan atas aliran klasisisme yang statis dan romantisme yang dianggap berlebihan dan mengada- ngada. Alirian realisme terutama didukung oleh bangkitnya sosialis.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

                Contoh karya realisme oleh Gustave Courbet, Bonjour, Monsieur Courbet, 1854. A Realist painting.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

                Ciri aliran seni realisme adalah tema yang mengungkapkan kehidupan sehari-hari seperti rakyat jelata/ kaum miskin lebih terlihat nyata. Penekanannya lebih pada suasana dibanding objek dari kenyataan tersebut. Lukisan yang dibuat lebih terlihat menyatu dengan objek.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Realisme

                Beberapa seniman atau tokoh yang memilih aliran seni ini antara lain Francisco de Goya, Gustave Courbet, dan Honore Daumier, Jean-Baptiste Camille, Corot, Millet,

                Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

                Aliran Romantisme adalah aliran seni rupa yang lebih menampilkan nilai-nilai fantastis, indah, irasional, dan absurd. Umumnya menceritakan kisah-kisah romantis atau dramatis atau sejarah.

                Aliran seni lukis Romantisme mengungkapkan kejadian, kegetiran dan hal-hal yang dianggap istimewa.

                Romantismen lahir sebagai sanggahan terhadap Klasisisme dan Neo Klasisisme yang cenderung statis dan kaku dan istana sentris.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

                Contoh karya romantisme oleh Eugène Delacroix, Liberty Leading the People, (1830)

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

                Beberapa ciri karya seni yang menganut aliran romantisme antara lain permainan warna yang lebih meriah cenderung cerah, objek lebih sedikit, adanya objek pria gagah atau wanita yang lembut. Ungkapan penuh gerak dan cenderung dramatisasi atau kesan dinamis.

                Aliran romatisme lebih emosional yang menyentuh perasaan penikmat lukisan. Lukisan romantisme mempunyai kemewahan yang lebih dari kenyataan.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Romantisme

                Tokoh atau seniman yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Eugene Delacroix, Theodore Gericault, Caspar David Friedrich.

                Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

                Ekspresionisme adalah aliran lukisan yang memandang kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan.

                Ekspresionisme merupakan sebuah aliran yang berusaha melukiskan aktualitas yang sudah didistorsi kearah suasana kesedihan, kekerasan atau tekanan batin yang berat.

                Alira Ekspresionisme lahir sebagai reaksi terhadap impressionisme dan kecenderungan objektif  kubisme Paul Cezanne dan politisme George Seurat yang berkembang pada akhir abad ke-19.

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

                Contoh karya ekspresionisme oleh Franz Marc, Rehe im Walde (Deer in Woods), 1914

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme
                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Ekspresionisme

                Karya karya ekspressionisme umumnya bertendensi kearah individualisme dan fragmentasi, pada pribadi pribadi tidak ditumbuhkan nilai nilai sosialnya melainkan justru dikembangkan kesadarannya akan isolasi dan keterpisahannya.

                Ekspresionisme lebih mengungkap emosional dari seorang seniman yang berwujud gambaran dari sebuah angan-angan.

                Namun batasan yang paling khusus dari ekspressionisme ialah suatu aliran yang berkembang di Jerman sekitar abad ke-20.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

                Gerakan ekspressionisme yang menonjol muncul di Jerman dan dipelopori oleh kelompok Die Brucke dan kelompok Der Blaue Reite, Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Ernst Ludwig, Affandi, Zaini, Popo Iskandar.

                Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

                Aliran seni lukis Impresionisme adalah aliran seni rupa yang lebih mengutamakan kesan dan pesan pada suatu obyek yang tampilkan dalam dilukiskan. Impresionisme memiliki gambar yang sedikit kabur dan kurang detail.

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

                Contoh karya impresionisme oleh Claude Monet, Woman with a Parasol – Madame Monet and Her Son (Camille and Jean Monet), 1875, National Gallery of Art, Washington, D.C.

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme
                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Impresionisme

                Ciri aliran seni rupa ini yang paling menonjol adalah objek yang digambarkan tidak mendetil atau agak kabur. Warna yang didapat karena pencampuran pegmen dari beberapa cat. Adanya gradasi cahaya dan sifat cahaya untuk menambah keindahan dari lukisan tersebut.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Impresionisme

                Beberapa seniman yang menganut aliran impreionisme antara lain Camile Pissarro, Claude Monet, Aguste Renoir, Sisley, Kusnadi, Solichin, Edward Degas, Mary Cassatt, dan Afandi.

                Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

                Kubisme merupakan aliran yang terinspirasi dari patung -patung primitive Afrika dan Liberia yang merupakan hasil penyederhanaan bentuk bentuk alam secara geometris. Begitu pun dengan kubisme yang menyederhanakan objek lukisan menjadi bentuk geometris.

                Aliran kubisme lahir sebagai sanggahan kepada kelompok realis yang semu. Lahirnya kubisme mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang terhadap suatu keindahan seni.

                Kubisme cenderung menunjukan nilai abstraksi suatu objek ke dalam bentuk geometri tertentu untuk mendapatkan sensasi dan nilai seni.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

                Contoh karya aliran kubisme oleh Pablo Picasso, 1910, Girl with a Mandolin (Fanny Tellier), oil on canvas, 100.3 × 73.6 cm, Museum of Modern Art, New York

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

                Corak yang menjadi ciri utama aliran ini adalah adanya gambaran yang bentuknya menyerupai bidang-bidang seperti segiempat, segitiga, silinder, lingkaran, bola, kubus, kerucut, dan kotak-kotak. Lukisan berbentuk geometri dengan memperpadukan warna yang sangat perspektif.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Kubisme

                Tokoh-tokoh yang memilih aliran musik ini misalnya Pablo Picasso, Cezanne, Albert Glazes, Braque, Fernand Leger, Francis Picabia, Robert Delaunay, dan Juan Gris.

                Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

                Aliran abstrak merupakan aliran seni yang menggambarkan sebuah bentuk yang tidak berwujud, non figuratif, niskala.

                Seni Abstrak dalam arti murni adalah ciptaan-ciptaan yang tediri dari susunan garis, bentuk dan warna yang sama sekali terbebas dari ilusi atas bentuk-bentuk di alam,

                Ada dua jenis aliran abstaksionisme, yaitu aliran abstrak kubistis yang mengungkapkan bentuk geometri murni, dan aliran abstrak nonfiguratif yang mengungkapkan perasaan melalui garis dan warna.

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

                Abstraksionime lahir dan berkembang untuk melepaskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasis figuratif suatu obyek dan objek.

                Abstraksionisme tetap menggunakan warna serta bentuk dalam cara non-representasional. Penggunaan garis, warna, serta bentuk yang ditampilkan tidak mengindahkan dari bentuk asli. Abstraksionisme memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif.

                Bentuk-bentuk alam tidak lagi berfungsi sebagai objek ataupun tema yang harus dibawakan, melainkan sebagai motif saja.

                Aliran seni lukis abstrak termasuk kesenian kontemporer yang gambar yang di lukisan tidak menggambarkan objek dunia yang sebenarnya. Abstrakisme memiliki bentuk yang tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

                Contoh Karya aliran Abstrakisme oleh Wassily Kandinsky, tanpa judul (studi untuk Komposisi VII, abstraksi Première), cat air, tahun 1913.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme

                Beberapa Tokoh aliran Seni Rupa Lukis Abstrakisme antara lain adalah Wassily Kandinsky, dan Naum Gabo, Adolph Gottlieb, Mark Rothko, Clyfford Still, Robert Motherwell.

                Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

                Dadaisme dalam seni rupa berusaha menolak hubungan logis antara pikiran dan ekspresi. Nama dadaisme diambil begitu saja dari sebuah kamus Jerman- Perancis yang berarti bahasa anak anak untuk menyebut kuda mainan.

                Aliran ini menentang semua syarat yang berlaku bagi keindahan yang telah ada, bersikap nihilistic, mendukung surealisme dan aliran-aliran yang belakangan lahir.

                Aliran Dadaisme dianggap antiseni dan anti perasaan karena lebih merefleksi kekerasan dan kekasaran.  Aliran dadaisme menyampaikan sebuah karya seni artistik dari bentuk yang menyeramkan, aneh, mengerikan, magic, dan juga kekanak-kanakan.

                Prinsip seni rupa dan ciri-ciri karya yang menggunakan aliran ini antara lain tergambarnya sifat dan karakter aneh dari suatu objek misalnya lukisan Ratu Monalisa yang diberi kumis, WC aneh diberi judul dan dipamerkan.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

                Contoh karya aliran dadaisme oleh Raoul Hausmann, ABCD (self-portrait), a photomontage tahun 1923–24

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

                Dadaisme dalam menciptakan hasil seni memilih bentuk yang spontan dan pencurahan perasaan sepuasnya. Aliran dadaisme lahir sebagai penolakan terhadap semua kode moral, social, maupun estetika.

                Pandangan estetika Dadaisme adalah tidak ada estetika, karena estetika dihasilkan oleh pikiran, sedang dunia telah terbukti tanpa pikiran. Dadaisme menggambarkan karakter yang aneh dengan warna yang kontras dan tajam.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Dadaisme

                Aliran ini lahir sekitar bulan Pebruari 1916 di Cabaret Voltaire, Zurich. Karya-karya yang dilahirkan cukup sinis, seperti lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci yang diberi kumis, dan lain-lain.

                Beberapa tokoh yang menggunakan aliran seni rupa satu ini diantaranya Max Ernst, Juan Gross, Marcel Duchamp, Hans Arp, dan Picabia, Roull Haussmann, Duchamp.

                Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

                Pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra. Surealisme berdasarkan pada keyakinan tentang realitas yang superior dari kebebasan asosiasi yang telah lama ditinggalkan.

                Surealisme merupakan aliran seni rupa yang bertujuan untuk menggambarkan objek yang sering dijumpai dalam mimpi.  Lukisan surealisme sangat dekat dan erat dengan dunia imajinasi atau fantasi.

                Penampilan yang di sajikan seolah-olah seperti di alam mimpi. Bentuk lukisan aliran surealisme biasanya mempunyai bentuk yang aneh dan tidak logis seperti halnya hanya khayalan saja.

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

                Contoh karya aliran Surrealisme oleh Daria Shcherba, Close the Light, We’re eating Pasta, tahun 2019

                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme
                Contoh Karya Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

                Sumber: id.wikipedia.org

                • Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

                Ciri objek dalam aliran ini adalah keanehan dan kontrol di bawah sadar dari bentuk objek tersebut. Lukisan yang dibuat terkesan aneh dengan gambar penuh dengan imajinasi yang unik.

                Surealisme menunjukkan gagasan dan citra yang tidak saling berhubungan namun ditempatkan bersama-sama dalam suatu ruang tertentu dan cara tertentu sehingga melahirkan absurditas yang tidak sama dan sebangun.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Surrealisme

                Beberapa tokoh dalam aliran ini antara lain Salvador Dali, Andre Masson. Joan Miro, Sudiardjo, dan Amang Rahman. Salvador Dali, Daria Shcherba,

                Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

                Futurisme adalah aliran seni rupa yang menggambarkan keindahan dan menjadi aliran pendobrak Kubisme yang dibilang statis.

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

                Objek dalam aliran ini memiliki ciri yang cenderung lebih mengabadikan gerak, misalnya lukisan kucing yang berkaki > 4.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Futurisme

                Adapun beberapa tokoh seni dunia yang menggunakan aliran ini misalnya Severini, Boccioni, Umberto, Carlo Cara, Gioccomo Ballad, dan Ruigi Russalo.

                Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

                Neo klasik adalah aliran seni rupa yang muncul setelah pecahnya revolusi Perancis. Objek dalam aliran ini bersifat rasional, obyektif, dan klasik.

                Aliran seni lukis melanjutkan klasissme yang dipengaruhi oleh hadirnya seniman akademis.

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

                Contoh karya noe klasik adalah Belisarius Begging for Alms; by Jacques-Louis David; 1781; oil on canvas; 288 x 312 cm; Palais des Beaux-Arts de Lille (Lille, France)

                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik
                Contoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

                Adapun beberapa ciri-ciri antara lain adalah objek lukisan terikat pada norma intelektual akademis, bentuknya selalu seimbang, Batasan-batasan warna bersih dan statis, hiperbolis, raut wajah tenang dan terkesan agung, serta mengandung cerita lingkungan istana.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Neo-Klasik

                Adapun tokoh dalam aliran Neo-Klasik ini adalah Jean-Auguste-Dominique Ingres, Jacques-Louis David,

                Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

                Fauvisme adalah sebuah aliran seni rupa yang muncul sekitar abad XX Masehi. Aliran fauisme memberikan sebuah kebebasan berkekspresi, sehingga menghasilkan objek lukisan menjadi kontras dengan lukisan yang aslinya.

                Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme

                Contoh karya aliran Fauvisme oleh Henri Matisse. Woman with a Hat, 1905. San Francisco Museum of Modern Art

                Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme
                Contoh Karya Aliran Seni Lukis Fauvisme

                Sumber: en.wikipedia.org

                • Ciri Ciri Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

                Pelukis-pelukis muda yang lahir di masa itu menghasilkan karya dengan ciri warna yang liar, Aliran Fauvisme memakai unsur garis yang di sederhanakan sehingga penikmat dapat melihat dengan jelas. Penggunaan campuran warna dilakukan hingga tidak menunjukan warna aslinya.

                • Tokoh Aliran Seni Rupa Lukis Fauvisme

                Beberapa tokoh dalam aliran ini antara lain Andre Derain, Henry Matisse, Raoul Dufy, Maurice de Vlaminck, dan Kees van Dongen, Henry Matisse.

                Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Lukis

                Secara umum dalam melukis dibagi dalam dua teknik yang berkaitan dengan material atau bahan, sebagai media untuk melukis adalah Tehnik Aquarel, Teknik Plakat, Teknik Spray, Teknik Pointilis, Teknik Tempera, Teknik basah dan Teknik kering.

                Tehnik Seni Lukis Aquarel

                Teknik aquarel merupakan sebuah teknik melukis menggunakan bahan dasar cat air (aquarelle) dengan menggunakan sapuan warna yang tipis dan halus. Teknik aquarel akam menghasilkan gambar atau lukisan yang bernuansa transparan dan ringan.

                Teknik Seni Lukis Plakat

                Teknik plakat ini merupakan sebuah Teknik melukis dengan menggunakan cat air, cat akrilik, ataupun cat minyak dengan sapuan tebal serta komposisi cat yang kental. Teknik plakat akan memberikan sebuah kesan colorfull pada sebuah karya lukisan.

                Teknik lukis plakat lebih sering digunakan oleh seniman lukis profesional untuk menghasilkan sebuah lukisan indah dan menawan yang  mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

                Teknik Seni Lukis Spray

                Spray atau teknik semprot merupakan sebuah teknik lukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis.

                Penyemprotan bertujuan untuk menghasilkan sebuah lukisan yang lebih halus dan tampak lebih nyata dalam segi visualnya.

                Teknik spray ering digunakan untuk melukis sebuah graffiti di tembok- tembok jalanan ataupun di sebuah gedung atau rumah yang tak terpaikai.

                Teknik Seni Lukis Pointilis

                Teknik seni lukis pointilis merupakan salah satu teknik yang membutuhkan kesabaran tinggia dalam mewujudkan karyanya.

                Tekinik pointilis diwujudkan dengan menggunakan unsur rupa titik hingga menjadi sebuah lukisan yang indah dan menawan.

                Teknik pointilisi terkadang menggunakan beberapa warna sekaligus untuk menciptakan gradasi warna yang indah untuk mengatur gelap terang dari lukisan tersebut.

                Teknik Seni Lukis Tempera

                Teknik lukis tempera merupakan teknik seni lukis dengan cara mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat.

                Teknik tempera dapat menggunakan kayu sebagai kanvasnya atau dapat juga langsung melukiskan ke tembok.

                Teknik Seni Lukis Basah

                Teknik basah adalah sebuah teknik dalam menggambar atau melukis yang menggunakan media yang bersifat basah atau memakai media air dan minyak cair, seperti cat air, cat minyak, tempera, tinta, rapido gram dan lain-lain.

                Teknik basah diwujudkan dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat encer dalam kekentalan tertentu, kemudian di poleskan di atas permukaan kanvas dengan kuas berbulu bulu panjang.

                Jenis karya yang dihasilkan dengan menggunakan Teknik basah diantaranya adalah sketsa tinta cina atau di Jepang disebut sumi.

                Teknik Seni Lukis Kering

                Teknik kering kebalikan dari teknik basah, menggambar atau melukis dengan bahan kering seperti charcoal (arang gambar), pensil, orang dan lain-lain.

                Jika menggunakan cat, maka kuas yang digunakan haruslah dalam keadaan kering serta tidak berminyak. Untuk teknik ini disarankan menggunakan cat yang baru keluar dari dalam tube.

                Teknik kering sudah berusia tua yaitu sejak zaman Paleolitikum sekitar tahun 15.000 SM, dengan menggoreskan warna alam ke dinding gua. Jenis gambar yang dihasilkan dengan teknik kering adalah stippling dan scartcboard.

                Teknik kering cocok digunakan untuk melukis dengan kesan volume serta keruangan, seperti naturalisme, realisme dan surelisme.

                Contoh Soal Ujian Seni Rupa Lukis

                Soal 1. Aliran realisme adalah sebuah aliran yang menyampaikan sebuah karya seni lukis dengan apa adanya seperti tampilan dalam kehidupan nyata sehari-hari. ciri dari lukisan beraliran realisme adalah….

                a). komposisi seimbang

                b). Lukisan yang dibuat lebih terlihat menyatu dengan objek.

                c). Pembuatan gambar penuh dengan imajinasi dan unik.

                d). Lukisan tidak begitu penuh gerak.

                e). Mempunyai sebuah kemewahan yang lebih dari kenyataan.

                Soal 2. Teknik aquarel merupakan sebuah teknik melukis menggunakan bahan dasar cat air (aquarelle) dengan menggunakan sapuan warna yang….

                a). Tebal dan halus

                b). Tipis dan halus

                c). Tipis

                d). Halus

                e). Banyak air

                Soal 3. Tokoh seniman Indonesia yang mempopulerkan aliran ekspresionisme adalah….

                a). Affandi

                b). Raden Saleh

                c). Basuki Abdullah

                d). Sudiarjo

                e). Amang Rahman

                Soal 4. Unsur yang mendukung seni lukis yang pertama adalah unsur visual. Berikut ini bentuk-bentuk dari unsur visual adalah…

                a). Titik, Tekstur dan imajinasi

                b). Titik, garis, bidang, tekstur dan warna

                c). Warna dan Imajinasi

                d). Konsep dan nilai artistik

                e). Warna dan nilai estetik

                  Daftar Pustaka:

                  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
                  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
                  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
                  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
                  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
                  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
                  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
                  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
                  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang

                  Seni Rupa Dua Dimensi: Pengertian, Unsur, Prinsip, Bahan Alat Teknik, Contoh Soal,

                  A.. Pengertian Seni Rupa Dua Dimensi: Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki batas dua sisi, yaitu sisi panjang dan sisi lebar. Seni rupa dua dimensi tidak memiliki ruang karena tidak memiliki ketebalan atau ketinggian.

                  Contoh Seni Rupa Dua Dimensi

                  Dalam kehidupan sehari-hari contoh karya seni rupa dua  dimensi mudah ditemui contohnya adalah lukisan, poster, foto, banner, logo, kaligrafi, mozaik, batik, karikatur, dan lainnya.

                  B.. Unsur Unsur Seni Rupa Dua Dimensi

                  Unsur seni rupa dua dimensi adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelap terang, dan ruang.

                  Titik: Titik atau noktah atau spot adalah unsur-unsur rupa yang paling sederhana dalam suatu karya seni.

                  Titik merupakan unsur yang terkecil yang menjadi dasar dari berbagai ide karya seni yang akan di ciptakan. Titik dapat dibuat dengan variasi jarak yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.  Titik yang satu dengan yang lainnya dapat berjarak dekat, lebar, dan sebagainya.

                  Titik yang diciptakan dapat dipadukan dengan berbagai variasi warna. Kombinasi titik yang bervariasi akan menghasilkan suatu karya seni yang disebut teknik pointilisme.

                  Garis: Garis merupakan rangkaian titik titik yang sambungkan. Untuk membuat garis sedikitnya butuh dua titik. Titik berupa tanda atau markah yang memanjang yang membekas pada suatu permukaan dan mempunyai arah.

                  Garis merupakan unsur seni rupa (visual element) yang paling sederhana setelah titik.  Garis terdiri dari garis nyata (konkret) dan garis maya (imajinatif).

                  Garis menjadi batas suatu bidang atau permukaan, bentuk atau warna. Garis memiliki sifat kualitas yang melekat pada obyek lanjar/ memanjang.

                  Garis yang dibentuk dapat menghasilkan banyak bentuknya seperti lurus, panjang, pendek, vertikal, horizontal, dan lain sebagainya.

                  Raut: raut merupakan unsur seni rupa yang menampilan bentuk suatu objek. Bentuk suatu objek dapat dikenali dari rautnya. Raut suatu bangun dapat pipih datar, menggumpal padat atau berongga bervolume, lonjong, bulat, persegi, dan sebagainya. Raut dapat ditampilkan dengan kontur.

                  Warna: Warna merupakan unsur visual yang penting, warna menjadikan mata kita melihat berbagai macam benda. Warna mempunyai tiga aspek yaitu jenis (hue), nilai (value), dan kekuatan (intensity). Jenis warna yaitu kualitas warna yang membedakan antara warna primer, sekunder, tersier, dan lain sebagainya.

                  Tekstur: Tekstur (texture) atau barik, ialah sifat permukaan.Sifat permukaan dapat halus, polos, kasap, licin, mengkilap, berkerut, lunak, keras, dan sebagainya.Setiap material atau bahan memiliki teksturnya masing-masing. Permukaan kulit kayu,batu atau marmer, kaca, tekstil, anyaman bambu, dan lain-lain, memiliki tekstur masing-masing yang khusus

                  Gelap Terang: Ungkapan gelap terang sebagai hubungan pencahayaan dan bayangan dinyatakan dengan gradasi mulai dari yang paling putih untuk menyatakan sangat terang, sampai kepada yang paling hitam untuk bagian yang gelap.

                  Cahaya selalu dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis dengan tujuan untuk memperjelas unsur-unsur seni rupa lainnya.

                  Gelap terang dapat memperkuat kesan trimatra suatu bentuk dan mengilusikan kedalaman atau ruang. Selain itu, unsur gelap terang dapat menciptakan kontras atau suasana tertentu.

                  Ruang: Ruang (space) memiliki arti sesuatu yang kosong yang memungkinkan untuk ditempati atau diisi dengan sebuah bentuk.

                  Ruang terkait dengan raut dan bentuk. Ruang pictorial adalah ruang yang bersifat maya atau ilusif karena dalam karya dua dimensi ruang tersebut kenyataannya tidak ada, sedangkan ruang fisik adalah ruang actual yang letaknya berdampingan dengan bentuk-bentuk tiga dimensional.

                  C.. Prinsip Seni Rupa Dua Dimensi

                  Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

                  Prinsip seni rupa terdiri dari kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, kesebandingan, komposisi, keseimbangan. Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip-prinsip seni rupa akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.

                  Komposisi dalam seni rupa terdiri dari kesatuan, keserasian, dominasi, keseimbangan, kesebandingan.

                  Kesatuan Unity: berarti setiap unsur dalam sebuah karya seni menyatu padu membentuk terciptanya nilai karya seni. Kesatuan karya tidak memuat unsur-unsur yang tidak perlu. Namun unsur yang hadir harus saling mendukung, saling membutuhkan, saling menanggapi, dan saling menuntut setiap unsur yang lainnya.

                  Kesatuan merupakan prinsip pengorganisasian atau penataan atau pengaturan unsur-unsur rupa yang paling mendasar. Tujuan akhir dari penerapan prinsip- prinsip unsur seni yang lain, seperti keseimbangan, kesebandingan, irama, dan lainnya adalah agar terciptanya kesatuan yang padu atau keseutuhan.

                  Keserasian Harmony:  merupakan prinsip seni rupa yang mempertimbangkan keselarasan dan keserasian antar unsur seni secara keseluruhan, sehingga cocok satu dengan yang lain, serta terdapat keterpaduan yang tidak saling bertentangan.

                  Susunan harmonis menunjukkan adanya keserasian dalam bentuk raut dan garis, ukuran, warna, dan tekstur. Semuanya berada pada kesatupaduan untuk memperoleh suatu tujuan atau makna.

                  Irama (ritme): merupakan pengaturan unsur -unsur seni rupa secara berulang dan berkelanjutan, sehingga tercipta kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian- bagiannya.

                  Dominasi: merupakan pengaturan unsur seni rupa dalam suatu susunan sehingga menjadi pusat perhatian dan tekanan. Dominasi menjadi bagian yang penting atau utama dalam suatu susunan secara keseluruhan.

                  Dominasi disebut juga center of interest/ pusat perhatian. Dominasi adalah pengaturan peran atau penonjolan suatu bagian terhadap bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Dengan peran menonjol pada bagian itu maka terjadi pusat perhatian (center of interest) dan merupakan tekanan, Bagian yang tidak mengambil peran dominasi disebut subordinasi.

                  Keseimbangan Balance merupakan pengaturan unsur-unsur visual seni rupa agar terjadi suasana yang seimbang.

                  Komposisi unsur seni yang tidak seimbang akan membuat kesan tak tenang dan komposisi menjadi tidak utuh atau terganggu. Namun demikian, keseimbangan yang baik akan memberikan kesan yang tenang dan menarik, serta menjaga keutuhan komposisi.

                  Proporsi: adalah aspek kesebandingan yaitu hubungan ukuran antar bagian satu dengan bagian lainnya yang membentuk kesatuan secara keseluruhannya.

                  D.. Bahan Seni Rupa Dua Dimensi

                  Berdasarkan sumber dan proses pengolahannya, bahan yang digunakan untuk kerya seni rupa dibagi menjadi bahan alami dan bahan sintetis.

                  Bahan Alami adalah bahan yang berasal dari alam tanpa melalui pengolahan.

                  Bahan Sintetis adalah bahan yang diperoleh melalui pengolahan atau melalui proses pabrikasi.

                  Berdasarkan sifat materialnya, bahan dikatagorikan ke dalam bahan keras, bahan lunak, cair, dan padat.

                  Beberapa bahan atau alat yang umum di gunakan untuk menghasilkan sebuah karya seni adalah pensil, conte, pensil warna, crayon, canvas, kuas, palet, dan lainnya.

                  a). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pensil

                  Pensil dibuat dengan campuran grafit dan tanah liat. Pensil merupakan alat yang fundamental dalam banyak penciptaan karya seni rupa. Contoh Karya seni yang dihasilkan dengan menggunakan pensil adalah sketsa atau lukisan.

                  Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Pensil Konte Warna Krayon Pena
                  Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Pensil Konte Warna Krayon Pena

                  b). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Konte

                  Konte merupakan sejenis pensil dari bahan lunak bertesktur halus dan berwarna hitam pekat. Konte umum digunakan untuk membuat gambar gradasi atau benda- benda bertekstur halus.

                  Konte terbuat dari bahan dasar bubuk grafit atau arang, dicampur lilin atau tanah liat dengan komposisi tertentu.

                  c). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pensil warna

                  Pensil warna adalah pensil yang dapat memberikan warna jika digoreskan pada bahan kertas atau bahan lukis. Pensil memiliki tekstur yang halus dengan banyak jenis warnanya. Umumnya satu pensil satu warna.

                  Pensil warna merupakan alat melukis yang dikenal banyak kalangan karena penggunaanya terbilang mudah tersedia cukup banyak.

                  d). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Krayon

                  Krayon adalah peralatan gambar berbentuk seperti pensil yang terbuat dari lilin berwana, air, dan talk atau kapur.

                  Krayon memiliki beragam jenis warna dan penggunaanya terbilang mudah. Krayon sangat akrab bagi pelukis pemula, sehingga sangat biasa digunakan untuk membuat karya seni 2 dimensi. Salah satu merk krayon yang populer adalah Crayola.

                  e). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Pena

                  Pena umumnya digunakan untuk menulis. Namun pena sering digunakan adalah alat digunakan untuk menunjang sebuah karya seni rupa 2 dimensi. Pena berbentuk seperti pensil yang bahanya terbuat dari tinta.  dimana tinta yang ada dalam pena sering hanya didominasi tiga warna yaitu warna hitam, biru, dan merah.

                  f). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Cat Air

                  Cat air atau aquarel adalah cat yang yang pewarnaannya dengan sapuan yang tipis, sehingga hasil warna hampir transparan dan mudah larut. Cat air bisa juga diartikan sebagai cat basah. Cat air membutuhkan kuas untuk mengusapkan catnya pada media lukis.

                  Cat air merupakan bahan yang umum digunakan para pelukis. Para pelukis pemula, cat air sangat digemari karena penggunaanya yang mudah dan menimbulkan hasil karya yang cenderung bersifat lukisan klasik.

                  Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air Minyak Kanvas Kuas Palet
                  Bahan Alat Seni Rupa Dua Dimensi Cat Air Minyak Kanvas Kuas Palet

                  g). Bahan Seni Rupa Dua Dimensi: Cat Minyak

                  Cat minyak merupakan salah satu alat yang digunakan seorang seniman lukis untuk membuat karyanya diatas media kanvas. Penggunaan Cat minyak membutuhkan alat bantu sapuan atau usap yaitu kuas.

                  Cat minyak terdiri partikel- partikel pigmen warna yang diikat atau direkat oleh media minyak pengikat. Minyak digunakan seagai pengikat pigmen warna adalah minyak linen, atau dapat juga dengan minyak papaver dalam bentuk pasta.

                  Cat minyak diencerkan terlebih dahulu sebelum digunkan dengan campuran terpentin dan minyak linen.

                  Penggunaan Cat minyak memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Untuk dapay melihat hasil karyanya dibutuhkan waktu beberapa hari. Cat minyak membutuhkan waktu relative lebih lama untuk dapat mengering.

                  Cat minyak lebih disukai karena pelukis dapat menggambarkan imajinasinya lewat perpaduan warna yang didapatnya secara ekslusif.

                  h). Media Seni Rupa Dua Dimensi : Kanvas

                  Kanvas merupakan salah satu media lukis yang banyak digunakan oleh seniman untuk membuat karya seni 2 dimensi nya.

                  Kanvas adalah kain yang dilapisi campuran cat dasar dan lem agar pori porinya tertutup. Kanvas umumnya berwarna putih dan memiliki ukuran yang beragam. Kanvas tersedia dari ukuran kecil sampai ukuran yang besar.

                  Kanvas lebih sering digunakan untuk melukis dengan cat minyak karena cat minyak butuh ketebalan dalam pewarnaannya.

                  i). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Kuas

                  Kuas adalah alat yang digunakan dalam pengerjaan sebuah karya seni rupa 2 dimensi lukisan.

                  Kuas berfungsi untuk menggoreskan atau menempelkan baik itu cat minyak, maupun cat air atau bahan-bahan lainnya kedalam media lukis untuk menghasilkan sebuah gambar.

                  Kuas terbuat dari kayu kecil dengan bulu halus diatasnya yg biasanya digunakan untuk melukis.

                  j). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Palet

                  Palet adalah wadah atau media yang digunakan sebagai alat bantu untuk menaruh cat, palet juga berguna untuk mencampurkan warna-warna cat sesuai dengan keinginan dari pelukis, palet sangat berguna untuk menambah keberagaman warna dalam sebuah karyas seni.

                  k). Alat Seni Rupa Dua Dimensi: Komputer

                  Komputer merupakan alat pendukung dalam membuat karya-karya seni 2 dimensi yang menggunakan teknik teknik tertentu seperti gambar-gambar digital. Komputer bisa menjadi media sekaligus alat yang digunakan sebagai pembuat karya.

                  Teknik Seni Rupa Dua Dimensi

                  Seni rupa memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan sebuah karya seni yang diantaranya adalah:

                  a). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Plakat

                  Teknik plakat adalah teknik melukis yanng menggunakan cat minyak, cat poster atau cat akrelik. Teknik plakat dilakukan dengan sapuan goresan warna yang kental dan tebal, sehingga lukisan akan terlihat tebal dan pekat.

                  Hasil lukisan akan menutupi seluruh bagian media kanvas dengan kombinasi dan paduan warna yang bervariasi.

                  b). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Transparan

                  Teknik transparan adalah teknik untuk melukis seni rupa menggambar dengan menggunakan cat cair. Teknik ini biasa disebut dengan aquarel. Sapuan sapuan warna untuk melukis harus tipis agar hasilnya juga tampak bernuasa atau terkesan transparan.

                  Teknik transaparan dapat dilakukan menggunakan cat yang lebih encer dengan sapuan kuas yang tipis dan ringan.

                  c). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Kolase

                  Teknik kolase adalah teknik yang akan memberikan hasil lukisan yang realis atau abstrak karena terbuat dari potongan – potongan kertas yang di tempel dengan menggunakan lem.

                  Kolase dibuat dengan menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru. Dengan demikian, kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan bahan apa saja ke dalam satu komposisi yang serasi sehingga menjadi satu kesatuan karya.

                  d). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi 3 M (Melipat, Menggunting, Menempel)

                  Teknik 3M adalah teknik dari seni rupa yang juga merupakan proses manipulasi lembaran kertas yang akan menjadi suatu bentuk 3 dimensi.

                  Melipat, menggunting dan menempel merupakan suatu karya seni yang melibatkan gerak motorik halus manusia.

                  Teknik 3M banyak diterapkan dalam pengembangan gerak motorik halus anak- anak. Teknik 3M membutuhan ketelitian dan keuletan yang dapat meningkatkan gerak motoric halus.

                  e). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Linear

                  Teknik linear adalah teknik untuk menggambar objek yang dengan menggunakan pola garis dari pensil atau pena.

                  Teknik linear menggunakan garis lurus atau lengkung atau perpaduannya sebagai unsur utama seni rupa dua dimensinya. Perpaduan garis lurus atau garis lengkung dengan ketebalan dan kerapatan tertentu akan membentuk permukaan objek gambar.

                  f). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Blok

                  Teknik blok adalah teknik yang di gunakan untuk menutupi objek lukis dengan menggunakan satu warna.

                  Seni rupa dua dimensi dengan Teknik blok menghsilkan lukisan dimana yang tampak adalah bentuk globalnya yaitu siluet.

                  g). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Arsir

                  Teknik arsir adalah teknik yang di gunakan untuk menutupi objek lukis yang dengan pulasan garis sejajar atau garis menyilang dengan menggunakan pensil atau pena.

                  Garis-garis sejajar atau menyilang dapat membentuk unsur gelap terang pada objek gambar sehingga menghasilkan kesan bahwa objek tampak seperti tiga dimensi.

                  h). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Dussel

                  Teknik dussel adalah teknik yang di gunakan untuk membuat gelap terang pada objek lukis dengan goresan miring yang menggunakan pensil atau dengan gosokan kapas secara berulag ulang.

                  Teknik dusel menggunakan unsur seni rupa dua dimensi gelap terang dengan cara menggosokan pensil, konte, atau krayon pada objek dengan posisi miring. Goresan posisi miring pensil atau gosokan kapas yang dilakukan secara berulang akan menimbulkan perbedaan tingkatan warna dari gelap sampai terang, sehingga memberikan kesan adanya cahaya, bayangan dan objek tiga dimensi.

                  i). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Pointilis

                  Pointilisme adalah teknik lukisan di mana tersusun atau terbentuk dari titik kecil yang memiliki perbedaan tingkatan warna.

                  Teknik pointilis menggunakan unsur seni rupa titik sebagai unsur utamanya untuk membentuk suatu objek lukisan. Pada Teknik pointilis tidak digunakan unsur garis yang utuh, namun Menyusun titik berdasarkan ukuran dan ketebalan yang berbeda.

                  j). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Aquarel

                  Teknik aquarel adalah teknik yang di gunakan untuk menutup objek lukis yang dilakukan dengan menyapu cat cair secara tipis.

                  Teknik ini menggunakan media basah agar supaya menghasilkan warna yang transparan. Peralatan yang digunakanpun adalah kuas dan cat berbasis air seperti cat air, tinta, dan cat akrilik.

                  k). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Mozaik

                  Teknik mozaik adalah teknik yang di gunakan untuk melukis dengan cara menempelkan benda – benda 3 dimensi.

                  Montase dibuat dengan cara memotong objek- objek gambar dari berbagai sumber kemudian ditempelkan pada suatu bidang sehingga menjadi satu kesatuan karya dan tema. Istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada karya montase adalah rakitan gambar.

                  l). Teknik Seni Rupa Dua Dimensi Menganyam

                  Teknik menganyam adalah teknik yang di gunakan untuk menumpang tindih dan juga untuk menyilangkan bahan – bahan yang ada sehingga menghasilkan karya seni anyaman

                   Teknik menganyam adalah Suatu proses menyilangkan atau menjaringan suatu bahan bahan dari berbagai serat menjadi satu bentuk yang khas dan dapat digunakan.

                  Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

                  Contoh Soal Ujian Seni Rupa Dua Dimensi

                  1). Seni rupa yang memiliki dimensi ukuran panjang dan lebar disebut …

                  a). Seni rupa 2 dimensi

                  b). Seni rupa 3 dimensi

                  c). Seni rupa 4 dimensi

                  d). Seni rupa murni

                  2). Yang Termasik dalam unsur dasar seni rupa adalah …

                  a). Lukisan

                  b). Banner

                  c). Batik

                  d). Bidang

                  3). Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung, disebut…

                  a). Warna

                  b). Volume

                  c). Garis

                  d). Tekstur

                    Daftar Pustaka:

                    1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
                    2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
                    3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
                    4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
                    5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
                    6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
                    7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
                    8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
                    9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
                    10. Rangkuman Ringkasan: Seni rupa 2 dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki batas dua sisi, yaitu sisi panjang dan sisi lebar.
                    11. Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi adalah titik, garis, bidang, warna, bentuk, tekstur, ruang.
                    12. Prinsip seni rupa sedikitnya ada 8, yaitu: kesatuan, keselarasan, penekanan, irama, gradasi, kesebandingan, komposisi, keseimbangan. Unsur-unsur seni rupa yang diatur sedemikian rupa melalui prinsip-prinsip seni rupa akan menjadi daya tarik bagi para penikmat karya seni.
                    13. Bahan untuk berkarya seni rupa antara lain, pensil, conte, crayon, canvas, kuas, palet, dan lainnya.

                    Wawasan dan Hakikat Seni: Pengertian Ahli, Sifat Dasar, Fungsi, Jenis Macam, Contoh Karya,

                    Pengertian Seni: Definisi yang paling pas dan sering terdengar adalah seni merupakan segala macam keindahan yang diciptakan oleh manusia. Dengan kata lain, seni merupakan produk keindahan, suatu usaha manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah- indah yang dapat mendatangkan kenikmatan.

                    Seni adalah fenomena yang kompleks yang batasan atau maknanya ditentukan oleh banyak faktor, seperti kurator, kritikus, pasar, pranata-pranata, paradigma akademis, kosmologi kultural, perubahan zaman, aliran filsafat, dan sebagainya.

                    Seni memiliki konsep majemuk, dinamis, bergerak bebas, dan mampu mengakomodasi berbagai kecenderungan-kecenderungan individual yang khas, tidak lagi patuh pada klasifikasi historis dalam penciptaan karya seni secara kronologis, ataupun klasifikasi seni berdasarkan aliran seni tertentu.

                    Konsep seni terus berkembang sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Adapun beberapa pengertian seni menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut:

                    Pengertian Seni Menurut Ki Hajar Dewantara

                    Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, sehingga menggerakan jiwa perasaan manusia

                    Pengertian Seni Menurut Aristoteles

                    Seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal.

                    Pengertian Seni Menurut Plato dan Rousseau

                    seni adalah hasil peniruan alam dengan segala seginya.

                    Pengertian Seni Menurut Enslikopedia Indonesia

                    Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihatnya atau mendengarnya.

                    Pengertian Seni Menurut Schopenhauer

                    Seni adalah segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Menurut tiap orang senang dengan seni music meskipun seni musik adalah seni yang paling abstrak

                    Pengertian Seni Menurut Drs Popo Iskandar

                    Seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.

                    Pengertian Seni Menurut Kottak

                    Seni sebagai kualitas, hasil ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria estetis

                    Pengertian Seni Menurut Ahdian Karta Miharja

                    Seni adalah kegiatan rohani yang mereflesikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya.

                    Pengertian Seni Menurut Drs. Sudarmaji

                    Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang,garis,warna,tekstur,volume dan gelap terang.

                    Pengertian Seni Menurut J.J Hogman

                    Kesenian adalah sesuatu yang mempunyai unsur ideas, activities, dan artifacts

                    Pengertian Seni Menurut Prof. Drs. Suwaji bastomi

                    Seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan haru.

                    Perkembangan Pengertian Seni

                    Pengertian seni berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun perkembangan menjadi seni sebagai karya seni (work of art), seni sebagai kemahiran (skill), dan seni sebagai kegiatan manusia (human activity).

                    Arti Seni Sebagai Benda Karya Seni, Work of Art

                    Pengertian seni sebagai benda atau karya seni atau hasil kegiatan ini berarti seni sesuatu yang menghasilkan kesenangan, tetapi berbeda dengan sekadar rasa gembira karena mempunyai unsur transendental atau spiritual.

                    Namun, seni dapat diartikan sebagai artefak yang berhubungan dengan pemahaman tentang posisi benda seni dalam budaya material, yakni klasifikasi benda buatan manusia secara kultural. Sifat fisik benda seni mengandung nilai-nilai untuk diapresiasi.

                    Karya seni pada hakikatnya mewadahi nilai-nilai personal manusia dan nilai-nilai sosial dengan berbagai ragam wujudnya.

                    Contoh seni sebagai benda karya seni adalah lukisan prasejarah, karya lukis abstrak dan sebagainya.

                    Arti Seni Sebagai Kemahiran, Skill

                    Seni dipandang sebagai kemahiran, ini artinya seni menunjukkan kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu yang berhubungan dengan upaya mencapai suatu tujuan yang ditentukan oleh rasio atau logika atau gagasan tertentu.

                    Contoh Seni Sebagai Kemahiran Skill

                    Contoh seni sebagai kemahiran ditunjukkan oleh pematung pematung asal Bali dan Jepara yang mahir dan terampil dalam memahat beragam bentuk patung dan ukiran kayu yang memiliki nilai seni atau fungsional.

                    Seniman Idris Sardi dikenal sebagai pemusik yang memiliki kemahiran dalam memainkan alat musik biola dengan improvisasi-improvisasi nada kreatif.

                    Ki Manteb Sudarsono merupakan seniman sebagai dalang yang mahir dalam menganimasi wayang-wayangnya secara inovatif sehingga pergelaran wayang kulitnya menjadi atraktif dan mengesankan.

                    Arti Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity

                    Seni sebagai kegiatan manusia, ini berarti seni merupakan kegiatan sadar manusia dengan perantaraan tanda- tanda lahiriah tertentu untuk menyampaikan perasaan- perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain.

                    Seni sebagai kegiatan manusia akam membawa penikmat seni kejangkitan perasaan yang sama dan juga mengalaminya.

                    Contoh Seni Sebagai Kegiatan Manusia Human Activity

                    Ekspresi wajah dan gerakan yang lucu dan konyol dari aktor komedi mampu membawa gelak tawa para penonton.

                    Pelukis melalui sapuan kuasnya yang lembut dan warna-warni yang indah mampu membangkitkan rasa keindahan dan kedamaian dalam diri para penikmat/publik seni.

                    Koreografer dan penari yang memiliki kemampuan besar dalam mengungkapkan getaran perasaannya yang meluap-luap melalui gerakan Tari yang lembut mengalir serta dipadukan dengan iringan music.

                    Sifat Dasar Seni

                    Seni memiliki sedikitnya lima ciri menjadi sifat dasarnya. Beberapa sifat dasar seni adalah sebagai berikut:

                    a). Sifat Kreatif Seni: Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru.

                    Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta realitas baru yang tadinya belum ada atau belum pernah muncul dalam gagasan seseorang.

                    b). Sifat Individualitas Seni: Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal, Subyektif dan individual. Walaupun dalam perkembangannya, seni dapat pula merupakan karya bersama atau kolaborasi yang merefleksikan gagasan bersama.

                    c). Sifat Ekspresi atau Perasaan Seni: Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis.

                    Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya dan akan ditransfer ke penikmat seni (apresiator) sehingga dapat dihayati, dipahami dan dapat mengapresiasi karya tersebut melalui perasaannya.

                    d). Sifat Keabadian Seni: sifat keabadian  timbul karena seni dapat hidup sepanjang masa. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu.

                    e). Sifat Semesta atau Universal Seni: Sifat universal tercipta karena seni selalu berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya selalu hadir sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.

                    Fungsi Seni Individual dan Sosial

                    Seni memiliki fungsi individual dan fungsi sosial yang sangat nyata.

                    Seni Sebagai Fungsi Individual

                    Fungsi Individual Seni dipahami sebagai ungkapan pikiran dan pengalaman jiwa terdalam yang diekspresikan dan dikomunikasikan melalui medium tertentu serta di dalamnya terkandung nilai estetis, etis, dan kemanusiaan.

                    Fungsi individual seni bersifat subjektif, individual, spiritual, dan kreatif yang diungkapkan dalam wujud lukisan, patung, tari, musik, wayang, teater/drama, opera, puisi, prosa, dan sebagainya.

                    Seni Sebagai Fungsi Sosial

                    Fungsi sosial seni dipahami sebagai aktivitas berkesenian yang berakar kuat dalam kehidupan kolektif atau masyarakat. Seni selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia.

                    Contoh Fungsi Sosial Seni adalah seni tari dan musik yang diadakan dalam upacara kelahiran, perkawinan, ruwatan, bersih desa, khitanan, kematian, dan sebagainya.

                    Seni juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, olah raga, sarana promosi, hiburan, Pendidikan, terapi dan acara sosial lainnya.

                    Fungsi Seni Dalam Masyarakat Tradisional

                    Secara tradisional seni sering diartikan sebagai hiburan dalam bentuk pertunjukkan. Namun dalam pemahaman yang lebih kompleks, seni merupakan sarana legitimasi, ketika seni itu berada di lingkungan kenegaraan atau istana atau kraton.

                    Fungsi utama seni dalam pertunjukan adalah untuk kepentingan upacara ritual, sebagai hiburan pribadi, dan sebagai penyajian estetis atau tontonan.

                    Sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi, maka seni berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, media terapi, atau sebagai sarana komunikasi.

                    Fungi seni dalam pertunjukkan dan Pendidikan berkembang secara terpisah tanpa mengurangi makna dan tujuan penciptaannya. Secara tradisional fungsi seni dibagai menjadi fungsi ritual atau pemujaan, tutunan dan tontonan atau pertunjukkan.

                    Fungsi Seni Sebagai Pemujaan Ritual

                    Seni digunakan sebagai pemujaan berlangsung ketika peradaban manusia masih sangat terbelakang. Ketika kesenian digunakan untuk pemujaan masih belum ada instrumen musik, busana, dan gerak, tata panggung dan lain-lainnya, seperti kesenian pada masa kini.

                    Seni ritual lebih cenderung menekankan pada misi daripada fisik ataupun bentuk. Bentuk seni ritual untuk pemujaan masih sangat sederhana, baik dari aspek musik iringan, busana (kostum) serta rias, gerak, maupun penggunaan dekorasi sebagai setting pertunjukan.

                    Fungsi Seni Sebagai Tuntunan

                    Fungsi seni sebagai tuntunan lebih menyentuh pada misi yang secara verbal dituangkan dalam karya seni. Pelaku seni dituntut untuk menyampaikan pesan moral yang akan dicapai. Sebagai contoh seorang harus mampu memerankan semua tokoh yang ada di dalam kotak wayangnya sesuai dengan karakternya.

                    Fungsi Seni Sebagai Tontonan Pertunjukkan

                    Fungsi seni sebagai tontonan atau hiburan tidak banyak membutuhkan persyaratan. Seni untuk hiburan tidak terikat pada misi tertentu.

                    Seni yang berfungsi menghibur adalah seni yang mampu memberi hiburan berupa kesenangan pada seseorang atau kelompok orang yang berada di sekitar pertunjukan seni tersebut.

                    Fungsi Seni Bagi Kehidupan Masyarakat Modern

                    Fungsi seni dalam masyarakat modern terus berkembang menyesuaikan keragaman kebutuhan masyarakat yang sangat kompleks. Beberapa fungsi seni dalam masyarakat modern diantaranya adalah:

                    a). Fungsi Seni Sebagai Ekspresi Aktualisasi Diri

                    Fungsi ekspresi atau aktualisasi diri ini merupakan perwujudan dari semboyan seni untuk seni atau l’art pour l’art. Tidak ada orang yang dapat mengganggu gugat ekspresi dalam sebuah hasil karya seni. Kebebasan di sini lebih menekankan pada pencapaian tujuan tertentu yang diperjuangkan. Contohnya adalah seni instalasi, happening art, dan sejenisnya.

                    b). Fungi Seni Sebagai Pendidikan

                    Seni sebagai media pendidikan merupakan elemen mendasar yang perlu dipahami. Hal ini karena esensi seni sebenarnya tidak dapat dipisah dari sifat edukatifnya. Dengan kata lain, konsep yang dituangkan ke dalam berbagai cabang seni merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan agar terbentuk budi pekerti seseorang.

                    c). Fungsi Seni Sebagai Industri

                    Fungsi seni sebagai industri lebih mengarah pada tujuan atau kepentingan tertentu untuk mendukung satu produk tertentu. Seni untuk industri adalah sesuatu yang mampu memberi daya tarik pada produk yang ditawarkan.

                    Misalnya, sebuah gambar dibuat untuk kepentingan iklan suatu produk. Atau ketika seorang penata tari membuat koreografi untuk menggambarkan sesuatu yang terkait dengan keperkasaan seseorang lewat iklan rokok.

                    d). Fungsi Seni Sebagai Terapi

                    Seni untuk terapi digunakan secara khusus untuk memberi ketenangan batin seseorang yang sedang menderita secara psikis. Masalah kejiwaan yang sering dihadapi manusia membutuhkan media untuk penyelesaian.

                    Dengan berolah seni diharapkan seseorang yang memiliki permasalahan kejiwaan, akan terobati. Dengan demikian orang belajar seni untuk terapi hanya sebagai media untuk memberi siraman estetis melalui kegiatan seni yang ia gemari.

                    e). Fungsi Seni Sebagai Komersial Instant

                    Seni dapat juga digunakan sebagai alat mendapatkan keuntungan entertainment. Keuntungan komersial karya seni ini dibuat berdasarkan keperluan dan keinginan penikmat seni. Fungsi Seni komersial terjadi akibat adanya permintaan yang makin banyak.

                    Pada prinsipnya, bentuk dan wujud seni apapun bentuk dapt diciptakan untuk komersial, selama mampu memenuhi keinginan pembeli. Walaupun, terkadang para seniman harus menyimpang dari norma estetis yang berlaku.

                    Jenis Ragam Macam Karya Seni

                    Secara umum seni dapat dikelompokan berdasarkan pada bentuk, medium, teknik, dan fungsi. Berdasarkan pada bentuk dan mediumnya, seni dapat dibagi menjadi tiga jenis kelompok, yaitu kelompok seni rupa, seni pertunjukan, dan seni sastra.

                    Jenis Ragam Macam Karya Seni
                    Jenis Ragam Macam Karya Seni

                    Seni rupa menurut fungsinya terdiri dari seni murni dan seni terapan. Sedangkan seni pertunjukan terdiri dari seni tari, seni musik, seni drama/teater, dan film. Seni sastra meliputi prosa, puisi, dan jenis seni sastra lainnya.

                    Ketiga jenis seni tersebut mempunyai medium dan bentuk yang berbeda satu dengan lainnya. Namun demikian ada kaidah- kaidah estetis yang dapat diterapkan bagi semua ragam seni tersebut.

                    Dalam seni rupa, terdapat unsur irama dan komposisi, yang juga terkandung dalam penciptaan karya seni rupa, seni musik, serta seni sastra.

                    a). Seni Rupa

                    Seni rupa adalah suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan fungsi ekspresi dan fungsi terapan seperti pakai dan hias. Seni rupa diciptakan melalui berbagai medium dalam wujud dua dimensi, tiga dimensi, atau multidimensi yang dapat direspons secara indrawi oleh publik seni.

                    Contoh Seni Rupa

                    Contoh seni rupa adalah karya lukis, patung, dan seni grafis dapat digolongkan sebagai karya seni murni karena dalam penciptaannya mengutamakan unsur gagasan dan kebebasan ekspresi, perasaan/emosi, dan imajinasi dari seniman.

                    Desain grafis, desain tekstil, dan desain perhiasan dapat digolongkan sebagai karya seni terapan yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang berkaitan dengan fungsi komunikasi, fungsi pakai, dan fungsi hias.

                    b). Seni Pertunjukan

                    Seni pertunjukan adalah suatu konsep atau bentuk seni yang diciptakan oleh seorang seniman yang kemudian dipentaskan di hadapan penonton di sebuah panggung atau daerah pertunjukan oleh seorang atau sekumpulan orang sebagai seniman pelaku.

                    Pelaksanaan seni pertunjukan didukung oleh media intrinsik yang berupa busana, make-up, properti, dan instrumen musik pengiring serta media ekstrinsik yang berupa bakat dan keterampilan.

                    Seni pertunjukan mencakup beberapa jenis seni, yaitu seni tari, musik, drama, dan film.

                    Contoh Seni Pertunjukan

                    Contoh seni pertunjukkan adalah pementasan sendratari yang menampilkan sejumlah penari di sebuah panggung terbuka atau tertutup.  Kelompok vokal atau vocal group, music adalah sekelompok orang yang bergabung menyanyikan nyanyian bersama- sama, baik berupa nyanyian satu suara maupun beberapa suara.

                    c). Seni Sastra

                    Seni sastra adalah suatu konsep atau bentuk seni yang menunjukkan ekspresi penghayatan dan pengalaman batin si penutur atau si pengarang terhadap masyarakat dalam suatu situasi dan waktu tertentu.

                    Seni sastra melukiskan keadaan kehidupan sosial suatu masyarakat, ide-ide, nilai-nilai, dan kejadian- kejadian yang membangun cerita yang bahasanya mencerminkan kehidupan suatu masyarakat pada suatu masa tertentu. Dengan demikian seni sastra berguna dalam mengenali kehidupan masyarakat dan zamannya

                    Contoh Seni Sastra

                    Contoh seni sastra adalah, lirik- lirik puisi ― Hampa karya Chairil Anwar ini pendek-pendek, singkat, dan padat kata-katanya, tetapi hidup dan berjiwa sehingga berkesan estetis.

                    Unsur Unusr Karya Seni

                    Nilai-nilai yang terdapat pada suatu karya seni dapat dinikmati dan diapresiasi melalui unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Adapun unsur unsur karya adalah sebagai berikut.

                    a). Unsur Struktur Karya Seni

                    Struktur seni merupakan perpaduan sejumlah unsur dan media yang dapat membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh.

                    Unsur-unsur pembentuk struktur seni dapat berupa unsur- unsur rupa, unsur- unsur musik, dan unsur-unsur tari atau gabungan dari unsur- unsur tersebut. Karakteristik dan jenis karya seni ditentukan oleh jenis unsur yang terdapat di dalamnya.

                    • Unsur pembentuk karya seni rupa adalah unsur-unsur rupa seperti titik, garis, bentuk, warna, tekstur, volume, cahaya, dan lain-lain.
                    • Unsur pembentuk seni musik adalah berupa unsur-unsur musik, seperti irama, melodi, harmoni, dan ekspresi.
                    • Unsur pembentuk Seni tari adalah berupa unsur-unsur tari seperti gerak ruang, dan waktu.

                    b). Unsur Tema Karya Seni

                    Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenali melalui pemilihan subject matter atau pokok soal dan judul karya seninya.

                    Pokok soal dapat berhubungan dengan nilai estetis atau nilai kehidupan yang berupa objek alam, alam kebendaan, suasana atau peristiwa, dan metafora atau alegori.

                    Suatu karya seni tidak selalu menyajikan tema-tema yang menyenangkan, dan tidak semua karya memiliki tema atau pokok soal, seperti karya lukis bergaya abstrak dalam seni rupa.

                    Unsur-unsur rupa yang paling dominan pada karya lukis jenis abstrak, adalah garis, warna, bidang, dan bentuk yang tidak dikenali wujudnya atau nonrepresentational. Karya seni abstrak mengutamakan prinsip komposisi atau penataan unsur-unsur rupa yang mengekspresikan emosi, perasaan, atau pikiran  seniman.

                    c). Unsur Medium Karya Seni

                    Medium adalah sarana yang berupa bahan dan alat serta keterampilan Teknik yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni. Tanpa adanya medium, maka sebuah karya seni tidak dapat diciptakan.

                    Medium karya seni rupa dapat berupa karya seni dua dimensi, karya seni tiga dimensi, media baru. Medium karya seni rupa dua dimensi berupa lukisan cat air, sketsa, cukil kayu dan lainnya.

                    Medium seni rupa tiga dimensi berupa patung batu, relief kayu atau logam dan sebagainya. Medium seni rupa dapat pula medium baru seperti video art, instalasi, performance art, digital art dan lainnya. Sedangkan untuk Medium untuk seni tari berupa Gerakan anggota badan sang penari.

                    Medum seni music adalah bunyi atau susunan nada-nada yang bersumber dari vocal atau suara manusia atau instrumen music seperti piano, keyboard, angklung, gong, calung, batu, dan lain-lain.

                    d). Unsur Gaya atau Style Karya Seni

                    Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri, kepribadian, atau gaya personal yang khas dari seorang seniman.  Gaya adalah ciri bentuk luar yang melekat pada karya seni.

                    Seni tari tradisional Indonesia memiliki tari gaya Yogyakarta, tari gaya Melayu, tari gaya Minang, dan sebagainya.

                    Seni lukis memiliki bermacam gaya dan aliran, seperti naturalisme, realisme, ekspresionisme, surealisme, impresionisme, kubisme, abstraksionisme, minimalisme, dadaisme, pop art, dan sebagainya.

                    Seni batik tradisional Indonesia mempunyai batik gaya Yogyakarta dan batik gaya Surakarta.

                    Seni musik memiliki gaya musik abad pertengahan, gaya musik klasik, gaya musik modern, dan lain-lain.

                    Contoh Soal Ujian Pengertian Fungsi Sifat Dasar dan Contoh Seni Rupa

                    1).Berikut ini adalah contoh fungsi sosial seni dalam kehidupan manusia, kecuali ….
                    a). poster kampanye lingkungan hidup
                    b). seni tari, seni musik, dan seni rupa dapat digunakan sebagai sarana terapi
                    c). seorang pematung menuangkan gagasan kreatifnya melalui botol-botol bekas yang dirakit menjadi sebuah patung yang unik
                    d). pertunjukan musik untuk malam dana para korban HIV

                    2). Ekspresi wajah dan gerakan yang lucu dan konyol dari aktor komedi Mandra mengundang gelak tawa para penonton, adalah salah satu contoh seni sebagai ….

                    a). benda

                    b). kemahiran

                    c). kegiatan

                    d). karya

                    3). Seni adalah semua perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia, adalah pendapat dari….

                    a). K.H. Dewantara

                    b). Akhdiat K. Miharja

                    c). Joganatha

                    d). Tolstoy

                    4). Unsur fisik adalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau di raba dalam sebuah karya seni rupa seperti…

                    a). garis

                    b). bentuk

                    c). tekstur

                    d). semuanya benar

                    5). Prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni diesbut:

                    a). unsur non fisik

                    b). unsur penempatan

                    c). unsur penataan

                    d). semuanya benar

                    6). Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi …

                    a). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah karya

                    b). semua unsur fisik yang terdapat pada sebuah ruang

                    c). semua unsur fisik yang terdapat pada gambar

                    d). semua unsur fisik yang terdapat pada lagu

                    7). Patung yang terdapat pada sebuah gapura sebuah rumah kolektor benda-benda antik termasuk karya seni ….

                    a). rupa

                    b). antik

                    c). murni

                    d). terapan

                      Daftar Pustaka:

                      1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
                      2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
                      3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
                      4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
                      5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
                      6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
                      7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
                      8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
                      9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
                      10. Rangkuman Ringkasan:
                      error: Content is protected !!