Fungsi Ginjal bagi manusia, fungsi asam lambung HCL bagi manusia, Fungsi manfaat alkohol, fungsi karbohidrat bagi manusia, fungsi protein bagi tubuh manusia
Pengertian Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) atau dalam bahasa Indonesia Asam Deoksiribo Nukleat adalah senyawa kimia berupa polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan kepada makhluk keturunannya.
DNA ditemukan pada tahun 1869 oleh seorang dokter muda yaitu Friedrich Miescher yang percaya bahwa rahasia kehidupan dapat diungkap melalui penelitian kimia pada sel – sel makhluk hidup.
DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya.
Model Struktur DNA dibangun berdasarkan pada data kimia dan fisiknya yang kemudian disebut struktur untai-ganda atau double helix. Untai ganda DNA ini dibangun oleh dua rantai yang berpilin.
Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau metoda DNA rekombinan.
Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan
Komponen DNA Rekombinan
Adapun komponen yang terlibat dalam proses DNA rekombinan adalah DNA donor (insert ), Enzim Endonuklease Restriksi, Enzim Endonuklease Restriksi, Vektor, DNA Ligase, Sel Inang (Host Cell ).
DNA donor (insert )
DNA donor (insert ) merupakan Sumber dari DNA atau gen yang digabungkan atau disisipkan atau disambungkan kepada DNA dari organisme lain.
Enzim Endonuklease Restriksi
Endonuklease restriksi adalah enzim yang digunakan untuk memotong DNA donor dan vector pada lokasi spesifik, sehingga DNA donor dapat disambungkan ke dalam vektor
Vektor
Vektor adalah Plasmid atau bakteriofage yang digunakan untuk mengintroduksi gen agar dapat ditransform ke dalam suatu sel inang yang cocok
DNA Ligase
DNA ligase merupakan Enzim yang digunakan untuk menggabungkan ujung sambungan (splice ) dari vektor dan DNA donor, dan kemudian membentuk suatu vektor rekombinan
Sel Inang (Host Cell )
Sel inang yang umum digunakan Biasanya adalah suatu bakteri atau yeast. Tempat diintroduksikan vektor rekombinan ke dalam sel inang.
Tahap DNA Rekombinan.
Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah mengisolasi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.
Isolasi DNA
Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor maupun organisme vector.
Isolasi Vector plasmid atau DNA donor yang diinginkan bertujuan mengekstrak plasmid atau DNA donor yang diinginkan dan memisahkannya dari berbagai komponen selular bakteri dan Organismes lainnya, seperti protein, lemak, RNA, dan DNA kromosomal.
Prinsip dasar isolasi DNA dari jaringan adalah dengan memecah dan mengekstraksi jaringan tersebut sehingga akan terbentuk ekstrak sel yang terdiri atas sel- sel jaringan dan DNA.
Langkah pertama untuk mendapatkan DNA plasmid adalah dengan menumbuhkan sel- sel bakteri yang mengandung plasmid rekombinan. Setelah itu sel dipanen, dinding serta membran sel dipecah sehingga isi sel (ekstrak sel) keluar. Ekstrak sel ini kemudian dipurifikasi dengan serangkaian perlakuan sehingga diperoleh DNA plasmid yang murni.
Memotong Dan Menyambung DNA
Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi.
DNA insert donor dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen- segmen kecil dengan menggunakan enzim endonuklease restriks. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor.
Vektor ini harus mampu berikatan dengan DNA insert donor, memperbanyak diri, dan mengekspresikan gen tersebut. Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus.
Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. DNA Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor.
Enzim yang digunakan adalah sama dengan enzim untuk memotong DNA Insert donor yang dikehendaki. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.
Isolasi Pemotongan DNA Insert Yang Dinginkan Donor, Vector Plasmids.
DNA insert Donor yang telah diisolasi dan dipotong selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid vector. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen atau DNA. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) DNA insert donor yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vector.
Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka plasmid vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing).
Dengan demikian, didapatkan organisme baru yang memiliki rantai DNA gabungan atau kombinasi baru. Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan.
Penyambungan DNA Insert Donor Diinginkan Dan Vector Plasmid Dengan Enzim Ligase.
Memasukan Ke Sel Hidup
DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus. Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi.
Transformasi DNA Rekombinan Ke Vector Plasmid
Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Escherichia coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak.
DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.
Daftar Pustaka:
Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Ardra.Biz, 2019, “DNA Rekombinan, manfaat alkohol, manfaat polimer, Manfaat Tahapan Teknologi DNA Rekombinan Bagi Kehidupan, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Pembahasan, Rekayasa Genetika,
Ardra.Biz, 2019, “Pengertian DNA (Deoxyribonucleic acid), Contoh Soal ujian Materi DNA, Gambar DNA, Susunan DNA, Struktur DNA, Untaian DNA, Perubahan susunan DNA, Cara rekombinan DNA, Tujuan rekombinan DNA, Manfaat Rekombinan DNA,
Ardra.Biz 2019, “Contoh Rekombinan DNA, Teknologi Rekombinan DNA, Tahap DNA Rekombinan, Media Perantara Rekombinan DNA, Proses Isolasi DNA, memilih dan memisahkan DNA, cara mengekstrak kromosom dari organisme donor, Fungsi enzim endonuklease restriksi pada DNA rekombinan,
Ardra.Biz, 2019, “Cara memotong gen uantaian DNA, Memotong Dan Menyambung DNA, Fungsi Vektor pada Rekombinan DNA, Fungsi plasmid atau virus pada rekombinan DNA, plasmid atau virus, Pengertian transplantasi gen, Cara mencangkokkan (atau menyambung) gen,
Ardra.Biz. 2019, “Fungsi enzim ligase pada rekombinan DNA, Memasukan Ke Sel Hidup, Fungsi larutan NaCl pada DNA rekombinan, proses elektroporasi DNA, Escherichia coli, organisme transgenic, transplantasi gen, prinsip fusi protoplasma, Rekayasa genetika, Cara rekayasa genetika, Fungsi Manfaat rekayasa genetika,
Pengertian Adenosin Trifosfat (ATP). Di dalam sel terdapat energi bebas yang terkandung dalam molekul kecil dari bahan makanan yang diubah menjadi energi dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat (ATP).
ATP bisa dipakai untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat. Jadi adenosin Trifosfat (ATP) merupakan senyawa kimia yang memiliki energi tinggi.
Struktur Adenosin Trifosfat (ATP)
ATP tersusun dari ikatan adenin purin terikat pada gula yang mengandung 5 atom C, yaitu ribose dan tiga gugus fosfat. Meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi, namun demikian ikatan kimianya labil dan mudah melepaskan gugus fosfatnya.
Adenosine triphosphate (ATP) memiliki struktur adenosin yang terikat dengan tiga gugus fosfat seperti pada Gambar di bawah.
Adenosin adalah nukleosida yang mengandung basa nitrogen adenin dan gula pentosa ribosa. Tiga gugus fosfat yang terikat pada gula pentosa dilabeli dengan nama α, β, dan γ. Gugus fosfat tersebut merupakan gugus konstituen yang kaya dengan energi.
Secara kimiawi, ATP terdiri dari adenosine dan tiga kelompok phosphate. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3, rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. Massa molekulernya adalah sebesar 507.18 g mol−1.
Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia
Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP)
1). Ketika sel memerlukan energi, maka ATP dapat segera dipecah atau dikonversi melalui reaksi hidrolisis (yaitu reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil. Energi yang terbentuk ini dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut.
2). Hidrolisis ATP terjadi dalam metabolisme selular seperti mekanika, transport dan kimia.
3). Ikatan antara gugus-gugus fosfat pada ekor ATP dapat diputuskan melalui hidrolisis. Reaksi hidrolisis melepaskan 2 ikatan fosfat, yaitu antara ikatan fosfat kedua dan ketiga kemudian dihasilkan Adenosin Difosfat (ADP).
4). Ketika ikatan fosfat terminal diputuskan, suatu molekul fosfat anorganik (yang disingkat Pi) meninggalkan ATP yang kemudian menjadi adenosin difosfat atau ADP.
5). Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik atau reversible.
6). Reaksi hidrolisis bersifat eksergonik yaitu reaksi yang menghasilkan energi. Energi yang dilepaskan berasal dari perubahan kimia ke tingkat energi yang lebih rendah. Energy yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai aktivitasnya.
7). Hidrolisis ATP akan menghasilkan adenosine diphosphate (ADP) dan gugus fosfat anorganik (Pi).
8.) Reaksi eksergonik hidrolisis ATP melepasakan energgi sebesar 7,3 kkal energi per mol ATP.
Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP dapat dituliskan sebagai berikut.
ATP + H2O → ADP + Pi + 7,3 kal/mol
∆G = -7,3 kkal/mol (-31 kJ/mol)
Karena fungsi ATP sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal (reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier. Sel mampu menggunakan energi ATP tersebut dengan sangat efektif. Hal ini karena penggunaan energy ini hanya berlangsung satu sistem yaitu dengan hanya mengambil energi dari sumber ATP.
Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP)
Proses transformasi energi dalam sistem biologi dapat dibedakan menjadi tiga proses berikut.
Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil
Melalui proses fotosintesis, energi radiasi sinar matahari yang diserap oleh klorofil tumbuhan hijau diubah menjadi energi kimia. Energi kimia ini digunakan untuk mengkonversi karbon dioksida CO2 dan molekul air H2O menjadi senyawa kompleks seperti karbohidrat dan glokosa.
Pada proses fotosintesis terjadi transformasi dari energi cahaya yang berupa energi kinetic menjadi energi kimia yang merupakan energi potensial.
Jadi, energi radiasi matahari yang berbentuk energi kinetik diubah menjadi energi potensial dan energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan bahan makanan lainnya sebagai energi ikatan yang menghubungkan atom-atom bakuny
Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria
Energi kimia yang tersimpan dalam karbohidrat dan senyawa organik lainnya akan dipecah melalui proses respirasi di dalam sel organisme.
Proses respirasi ini akan membebaskan sejumlah energi, yang selanjutnya akan digunakan untuk membentuk senyawa dengan ikatan fosfat yang mengandung energi tinggi yang disebut Adenosin Tri Phosfat (ATP).
Pengangkutan energy kimia lainnya di dalam sel adalah melalui proses pengangkutan electron oleh koenzim khusus pembawa elekton, yaitu Nikotinamida Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP).
Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel
Energi di dalam ikatan fosfat (ATP) dengan segera dihasilkan ketika akan digunakan oleh sel untuk berbagai aktivitas kehidupan.
Jika sel melakukan kegiatan, maka energi kimiawi dari ikatan fosfat akan terlepas dan berubah menjadi energi bentuk lain seperti energi mekanik untuk kerja kontraksi otot.
Energi kimia akan dikonversi menjadi energi listrik untuk meneruskan impuls saraf, atau dirubah menjadi energi sintesis untuk membangun senyawa pertumbuhan, serta sisanya akan mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai energi panas.
Ringkasan Rangkuman: Struktur Adenosin Trifosfat (ATP), ATP, Pengertian ATP, Rumus Kimia Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Empiris Adenosin Trifosfat (ATP), Massa Molekuler Adenosin Trifosfat (ATP), Proses Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Mekanisme Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP),
Produk Reaksi Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Jenis Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Jumlah Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Sifat Reaksi Hidrolisis, Reaksi Eksergonik Hidrolisis Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Klorofil,
Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) oleh Mitokondria, Transformasi Energi Adenosin Trifosfat (ATP) Oleh Sel, Contoh Penggunaan Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Fungsi Energi Adenosin Trifosfat (ATP), Rumus Bangun Struktur Adenosin Trifosfat (ATP),
Otot Manusia. Otot sering disebut juga sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi. Otot dapat menggerakkan tulang- tulang karena adanya kerjasama otot yang menempel pada tulang- tulang tersebut.
Tulang tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Persendian tulang sebagai suatu konstruksi untuk pergerakan, dikelilingi oleh otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena adanya sel otot dan dengan alasan ini maka otot disebut sebagai alat gerak aktif.
Otot mempunyai tiga karakteristik, yang terdiri dari kontraksibilitas, ekstensibilitas, dan elastisitas. Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk berkontraksi (mengerut) sehingga otot menjadi lebih pendek. Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk berelaksasi atau memanjang dari ukuran semula. Sedangkan, elastisitas adalah kemampuan otot untuk dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi.
Fungsi Utama Otot
Fungsi utama otot manusia adalah sebagai alat gerak aktif. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan dari sel – sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi sel – sel otot dikendalikan oleh sel –sel saraf. Otot rangka melekat pada tulang melalui tendon. Tendon ini merupakan jaringan ikat padat.
Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Ukuran Otot dapat berubah sesuai dengan seberapa sering otot dilatih atau digerakan.
Energi Untuk Kontraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.
Otot yang sering dilatih akan membesar dan sebaliknya yang jarang dilatih akan mengecil. Otot yang membesar disebut hipertrofi sedangkan yang mengecil disebut atrofi.
Mekanisme Kontraksi Otot
Mekanisme kontraksi otot dipengaruhi oleh aktivitas protein aktin dan myosin. Pergeseran filament aktin yang tipis pada filament myosin yang tebal menyebabkan otot berkontraksi. Mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam beberapa tahapan.
Pusat motoric di otak mengirimkan impul atau rangsangan menuju otot melalui saraf motoric atau saraf kranial dan saraf spinal.
Sesampainya di ujung akson saraf motoric, rangsang dilanjutkan oleh neorohumor (atau hormone saraf) berupa asetilkolin atau epinefrin (adrenalin) menuju ke otot (atau reseptor pada otot) yang memiliki aktin.
Setelah rangsang sampai di reseptor, energy akan dilepaskan. Aktin akan bergesar. Zona H mengecil bahkan dapat menghilang dan sarkomer memendek. Garis saling mendekat dan otot berkontraksi atau berkerut. Jarak anta garis Z satu dengan garis Z lainnya disebut sarkomer.
Setelah kontraksi, ujung saraf motoric mengeluarkan suatu zat yang dapat menetralisasi atau menghambat kerja neurohumor yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu terjadi kolinesterasi untuk menghambat asetil kolin dan mono amina oksida (MAO) serta menghambat epinefrin adrenalin. Sehingga aktin (atau miofilamen tipis) dan myosin (miofilamen tebal) merenggang. Zona H terbuka. Garis Z satu dan Garis Z lainnya saling menjauh. Otot kembali relaksasi.
Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot.
Energy awal yang dibutuhkan untuk berkontraksi berasal dari penguraian ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat) yang tersedia di dalam otot. ATP dan CP yang dapat digunakan adalah ATP dan CP yang memiliki energi tinggi. Energy ini akan menggerakan filament penghubung antara aktin dan myosin.
Adapun proses penguraian ATP- nya adalah sebagai berikuti:
ATP → ADP + P + Energi
ADP → AMP + P + Energi
Proses penguraian kratin fosfatnya adalah sebagai berikut:
Kreatin fosfat → Kreatin + P + Energi
Energy dari penguraian ATP dan Kreatin dalam otot ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan otot selama 15 detik. Jika aktivitas otot berlanjut dan persediaan kreatin habis, maka energinya diperoleh dari penguraian glukogen yang ada di otot.
Selain dari penguraian glukogen, glokosa darah juga dimanfaatkan sebagai sumber energy untuk kontraksi otot.
Jika energy untuk kegiatan otot secara aerob tidak mencukupi, maka proses glukolisis akan dipercepat dan terjadi proses pembentukan asam laktat. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:
Asam Piruvat + 2 NADH2 → Asam Laktat + 2 NAD
Asam Laktat + O2 → CO2 + H2O
Asam laktat yang terbentuk dalam otot akan dirubah menjadi karbon dioksida dan air. Penguraian asam laktat ini berlangsung dengan adanya oksigen.
Contoh Soal Ujian Otot
Otot disebut sebagai alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan untuk ….
memecah ATP
berelaksasi
berkontraksi
memanjang
Otot jantung disebut otot istimewa karena ….
bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara sadar
bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara sadar
bentuknya seperti otot polos, bekerjanya secara tak sadar
bentuknya seperti otot lurik, bekerjanya secara tak sadar
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Ardra.Biz, 2019, “Cara Otot Berkontraksi, Energi Untuk Konstraksi Otot, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot, Fungsi Otot Manusia,
Ardra.Biz, 2019, “Contoh Fungsi utama otot, Fungsi sel saraf pada otot, Fungsi Jaringan ikat tendon, Fungsi insersi tendon otot, Tendon otot origo, hipertrofi otot membesar, Otot mengecil atrofi, Mekanisme Kontraksi Otot,
Ardra.Biz, 2019, “Fungsi aktivitas protein aktin dan myosin pada otot, Penyebabkan otot berkontraksi, Tahapan Kontraksi otot, Pusat motoric untuk otot, Fungsi saraf kranial dan saraf spinal pada Gerakan otot, Fungsi neurohumor pada otot,
Ardra.Biz, 2019, “reseptor pada otot, Fungsi asetilkolin atau epinefrin pada otot, sarkomer otot, asetil kolin dan mono amina oksida (MAO), Fungsi kolinesterasi, epinefrin adrenalin, miofilamen, Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot,
Ardra.Biz, 2019, “Fungsi ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat), proses Reaksi penguraian ATP, Proses Reaksi penguraian kratin fosfat, Fungsi Kreatin, penguraian glukogen pada otot,
Ardra.Biz, 2019, “glokosa darah untuk otot, proses reaksi pembentukan asam laktat, proses glukolisis untuk otot, Fungsi Oksigen pada kontraksi otot,
Ardra.Biz, 2019, “kontraksibilitas otot, ekstensibilitas otot, dan elastisitas otot.
Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama seperti archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri ini antara lain:
Bakteri mempunyai dinding sel yang mengandung peptidoglikan
Bakteri telah memiliki organel sel yaitu berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase.
Bakteri memiliki membran plasma yang mengandung lipid dan ikatan ester.
Bakteri memiliki sel yang mampu mensekresikan lender ke permukaan dinding selnya.
Lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya.
Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul.
Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil – kecil yang disebut ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN.
Jenis – Jenis Bakteri
Berdasarkan pada cara memperoleh makanannya, bakteri dapat dibagi mencadi dua jenis yaitu autotroph dan juga yang heterotrof.
Berdasarkan pada kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.
Berdasarkan pada alat geraknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang memiliki alat gerak berupa flagel dan bekteri yang tidak berflagel.
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang berbentuk batang, bola, dan spiral.
Fungsi Manfaat Bakteri Bagi Kehidupan Sehari Hari
Selain merugikan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, bakteri juga banyak memberikan keuntungan bagi kehidupan. Berbagai bakteri yang menguntungkan antara lain:
Bacillus Thuringensis.
Bacillus Thuringensis merupakan bakteri yang berperan sebagai agensia pengendali hayati untuk tanaman kobis, kapas, jagung, tembakau, dan pemberantasan nyamuk vektor penyakit malaria dan demam berdarah.
Agrobacterium Tumefaciens
Agrobacterium tumefaciens merupakan bakteri yang digunakan untuk pembuatan tanaman transgenik, baik untuk tujuan resistensi terhadap hama dan penyakit, daya simpan produk, maupun untuk peningkatan nutrisi.
Rhizobium Leguminosarum
Rhizobium leguminosarum merupakan bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman Leguminoceae.
Bakteri ini mampu mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga dapat menyuburkan tanaman. Jenis lain yang mampu memfiksasi nitrogen adalah Azotobacter.
Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter
Bakteri Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter memiliki bermanfaat dalam menyuburkan tanaman.
Lactobacillus Bulgaricus
Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan youghurt.
Acetobacter Xylinum
Acetobacter xylinum merupakan bakteri yang bermanfaat untuk membuat nata de coco dari air kelapa.
BacillusBrevis
Bacillus brevis merupakan bakteri yang memiliki manfaat sebagai penghasil antibiotic tirotrisin,
Bacillus Polymyxa
Bacillus polymyxa merupakan bakteri yang dapat menghasilkan polimiksin,
Bacillus substilis
Bacillus substilis merupakan bakteri yang mengasilkan basitrasin.
Methanobacterim
Methanobacterim merupakan bakteri yang berperan dalam pembuatan bio gas sebagai bahan bakar.
Daftar Pustaka.
Pengertian dan Contoh Bakteri dan organisme inti selnya bersifat prokarioti dengan Inti sel organisme hanya satu molekul AND. Organisme tidak memiliki membrane inti atau kariotika dengan monera uniseluler dan mikroskopis. Jenis Archaebacteria dan Eubacteria dan Ciri _ Ciri Bakteri atau Eubakteria disebut bakteri sejati. Archaebacteria bersifat prokariotik dengan dinding sel Bakteri.
Peptidoglikan bakteri dan organel sel ribosom Bakteri atau jenis ARN polymerase Bakteri. Membran plasma Bakteri dengan lipid dan ikatan ester bakteri atau Sitoplasma bakteri. Kromatofora bakteri dan organel sel bakteri atau asam nukleat bakteri. Jenis – Jenis Bakteri dengan bakteri aerob dan anaerob dan Bakteri autotroph dan heterotroph.
Alat gerak flagel bakteri dan bekteri tidak berflagel dengan Peran Bakteri Bagi Kehidupan. Fungsi Bakteri untuk kehidupan dengan manfaat bakteri dan Bacillus thuringensis pengendali hayati. Agrobacterium tumefaciens bakteri transgenic atau Rhizobium leguminosarum mengikat nitrogen udara. Bakteri Nitrosococcus Nitrosomonas dan Nitrobacter penyubur tanaman.
Lactobacillus bulgaricus untuk membuat youghurt. Acetobacter xylinum bakteri membuat nata de coco. Bacillus brevis bakteri penghasil antibiotic tirotrisin. Bacillus polymyxa menghasilkan polimiksin. Bacillus substilis mengasilkan basitrasin dan Methanobacterim bakteri pembuatan bio gas.
Protozoa merupakan organisme uniseluler. Kata Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu protos yang artinya pertama dan zoa berarti hewan. Dengan demikian protozoa dapat diartikan sebagai hewan permulaan atau awal.
Protozoa masuk dalam klasifikasi Protista. Protista bersifat heterotroph, dapat bergerak aktif, dan tubuhnya belum terdiferensiasi secara jelas.
Protozoa mempunyai bentuk dan ukuran bervariasi. Pada umunmnya Ukuran tubuh protozoa kurang dari 10 mikro. Namun ada yang sampai berukuran 6 mm.
Bentuk tubuh Protozoa ada yang memiliki bentuk tubuh tetap, ada yang berubah ubah, dan ada yang bercabang. Jika lingkungan untuk hidupnya dianggap tidak menguntungkan, maka protozoa melindungi diri dengan membentuk sel tidak aktif yaitu kista. Setelah lingkungan membaik, dinding kista pecah, dan protozoa dapat hidup secara normal.
Struktur tubuh protozoa hanya terdiri dari satu sel atau uniseluler. Protozoa mempunyai organel – organel sel seperti membrane plasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan inti sel.
Habitat protozoa adalah di tanah, di perairan, dan di dalam organisme lain. Protozoa dapat hidup baik secara soliter maupun secara berkelompok.
Klasifikasi atau Jenis Protozoa
Berdasarkan pada alat geraknya, protozoa dibedakan menjadi
Rhizopoda atau Sarcodina
Ciliata
Flagellata atau Mastigophora
Sporozoa
Cara Berkembang Biak Protozoa
Sebagian besar protozoa bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner. Sebagian lagi bereproduksi secara seksual melalui penyatuan materi genetic yang disebut konjugasi.
Dalam kehidupan protozoa memiliki peran atau manfaat yang menguntungkan dan merugikan.
Peran Menguntungkan
Adapun manfaat yang menguntungkan dari protozoa di antara adalah:
Protozoa berperan dalam mengontrol jumlah polpulasi bakteri
Protozoa sebagai komponen penyusun plankton yang merupakan sumber makanan hewan air. Protozoa merupakan konsumen tingkat pertama dalam ekosistem di perairan.
Foraminifera sebagai penunjuk adanya sumber daya minyak bumi
Radiolarian yang telah mati dan mengendap di perairan digunakan sebagai bahan penggosok dan bahan peledak.
Peran Merugikan:
Peran Protozoa yang merugikan di antaranya adalah:
Penyebab beberapa penyakit pada ternak seperti sapi, kembing dan kuda
Penyebab beberapa penyakit pada manusia seperti malaria, diare, dan kala azar.
Penyebab penyakit malaria adalah protozoa jenis plasmodium. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Protozon ini menyerang sel – sel hati serta sel darah merah manusia.
Jenis – Jenis Protozoa Plasmodium Penyebab Malaria:
Plasmodium vivax dan plasmodium ovale menyebabkan penyakit malaria tertian
Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana
Plasmodium falcifarum menyebabkan penyakit malaria tropikana.
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh yang letaknya dibagian kanan atas rongga perut. Hati merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi dalam system pencernaan dan juga berfungsi dalam system ekskresi.
System Pencernaan.
Merupakan system yang terdiri dari saluran dan kelenjar pencernaan yang berfungsi memecah bahan – bahan makanan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh tubuh.
fungsi-empedu-pada-pencernaan-ekskresi-manusia
System Ekskresi.
System ekskresi merupakan system yang terdiri dari organ – organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.
Fungsi Hati.
Fungsi hati dalam system ekskresi adalah menghasilkan empedu secara kontinyu terus menerus. Empedu merupakan cairan jernih kehijauan.
Hati menyerap zat racun seperti obat – obatan dan alcohol dari system peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. Di sini hati berfungsi sebagai penetral dan pembersih tubuh dari zat – zat racun.
Empedu berasal dari penghancuran Hb eritrosit yang telah tua. Hb akan diuraikan menjadi hemin, zat besi dan globin. Zat besi dan globin akan disimpan dalam hati kemudian dikirim ke sumsum tulang merah untuk membentuk antibody atau Hb baru.
Hemin akan dikonversi menjadi zat warna empedu yang berwarna hijau biru atau bilirubin dan biliverdin. Zat warna ini dalam usus akan dioksidasi dan berubah menjadi urobilin. Urobilin memberikan warna feses dan urin menjadi kekuningan.
Kandungan Cairan Empedu.
Kandungan atau komposisi cairan empedu adalah: Garam empedu, Kalesterol, Bilirubin, dan Bakteri serta obat – obatan.
Garam empedu berfungsi untuk mereduksi tegangan permukaan lemak agar lemak dapat diubah menjadi emulsi.
Kalesterol merupakan sisa metabolisme lemak yang harus dikeluarkan dari tubuh.
Bilirubin merupakan zat warna empedu yang berasal dari perombakan eritrosit yang telah tua.
Fungsi Empedu.
Beberapa fungsi dari empedu antara lain adalah:
Absorsi lemak pada usus halus.
Mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
Pengertian Sistem Pencernaan. System pencernaan berfungsi untuk memecah bahan – bahan makanan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh tubuh. System pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Saluran Pencernaan.
Saluran pencernaan terdiri dari organ – organ yang dilalui oleh bahan makanan dalam proses pencernaan. Salah satu saluran pencernaan adalah rongga mulut.
fungsi-kelenjar-air-liur-ludah-pada-pencernaan
Fungsi Rongga Mulut.
Dalam mulut terjadi proses pencernaan dengan cara mekanik dan cara kimia. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi. Sedangkan proses pencernaan secara kimiawi dilakukan dengan bantuan enzim. Enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan adalah enzim ptialin.
Fungsi Gigi Pada Sistem Pencernaan
Manusia memiliki tiga jenis gigi dengan fungsi yang berbeda.
Gigi seri atau insisivus berfungsi sebagai pemotonga makanan.
Gigi taring atau kaninus berfungsi sebagai pengoyak dan untuk merobek makanan.
Gigi geraham premolare dan molare memiliki fungsi sebagai penguyah makanan yang sudah dipotong – potong.
Kelenjar Pencernaan.
Kelenjar pencernaan merupakan organ – organ pencernaan yang berperan dalam menghasilkan enzim – enzim yang digunakan dalam proses pencernaan makanan. Salah satu organ penyusun kelenjar pencernaan tersebut adalah kelenjar ludah.
Kelenjar Ludah, (Glandula Salivaris)
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang ada di rongga mulut. Mempunyai fungsi untuk memproduksi larutan mucus ke dalam mulut yang disebut ludah atau air liur atau saliva.
Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (atau amilase) yang berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat ( amilum) menjadi gula sederhana jenis maltosa.
Normalnya tubuh memproduksi air liur sekitar 1 samapi dengan 1,5 liter setiap harinya. Cairan ludah mempunyai komposisi air 97 – 98 %, glukoprotein, enzim ptialin (atau amilase), dan garam-garam alkali. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6.8 – 7 dan suhu 37 °C.
Amilase atau ptyalin merupakan enzim yang berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa atau glukosa.
Fungsi Kelenjar Ludah.
Dalam rongga mulut terdapat tiga kelenjar ludah yaitu kelenjar parotis, kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibularis.
Kelenjar Parotis
Kelenjar parotis terletak pada bagian akhir dari rahang atas di depan telinga. Kelenjar parotis memiliki saluran untuk sekresi yang disebut duktus stensen. Saluran ini bermuara di pipi sebelah dalam.
Fungsi Kelenjar parotis adalah menghasilkan ludah yang berbentuk cair (serosa) dan enzim ptyalin atau amilase.
Kelenjar Submandibularis
Kelenjar submandibularis terletak di bawah rongga mulut bagian belakang. Kelenjar submandibularis mekiliki saluran sekresi yang disebut duktus wharton yang bermuara di dasar mulut.
Fungsi Kelenjar submandibularis adalah menghasilkan ludah yang mengandung air dan lendir (seromukosa).
Kelenjar Sublingualis
Kelenjar sublingualis letaknya di bawah selaput lender dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut dan saluran ekresinya bermuara ke dalam dasar mulut.
Fungsi Kelenjar sublingualis adalah untuk menghasilkan ludah yang mengandung air dan lendir (atau seromukosa).
Kelenjar ludah mengeluarkan air liur yang mengandunga enzim ptyalin atau amilase. Enzim ptialin berfungsi memecah amilim menjadi maltosa. Makanan di mulut kemudian dibentuk menjadi lunak atau lembek dan bulat yang disebut bolus. Bolus kemudian didorong menuju faring gengan bantuan lidah.
Aliran saliva dirangsang oleh adanya makanan dalam mulut, melihat makanan, mencium bau, dan memikirkan makanan.
Apabila salah satunya dari ketiga kelenjar tersebut terkena infeksi atau terserang penyakit, maka akan terjadi pembengkakan pada kelenjar tersebut, penyakitnya disebut gondongan (atau parotitis).
Makanan yang telah dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
Fungsi Air Liur Saliva Ludah
Beberapa fungsi air liur saliva ludah diantaranya adalah:
berfungsi untuk membasahi makanan agar mudah ditelan,
membantu memudahkan pencernaan;
mencegah kekeringan di mulut,
mencernakan amilum oleh enzim ptialin,
membunuh kuman oleh lisosom,
melancarkan faal pengecap,
sebagai pelindung selaput mulut dari panas dan dingin,
Ardra.Biz, 2019, “Sistem Pencernaan dan Pengertian System pencernaan Fungsi system pencernaan atau Contoh system pencernaan. Sedangkan Contoh Saluran pencernaan
Ardra.Biz, 2019, “Contoh kelenjar pencernaan namun Pengertian kelenjar pencernaan. Fungsi kelenjar pencernaan dan System pencernaan terdiri terdiri Contoh organ pencernaan.
Ardra.Biz, 2019, “Pencernaan mekanik dan Pencernaan kimiawi dengan Contoh pencernaan mekanik dan kimiawi. Fungsi enzim percernaan dan Fungsi enzim ptyalin adalah Fungsi rongga mulut.
Ardra.Biz, 2019, “Sedangkan Fungsi gigi pada pencernaan dan Fungsi gigi seri insisivus serta fungsi gigi taring maupun Fungsi gigi geraham.
Ardra.Biz, 2019, “Fungsi gigi geraham premolare dan Fungsi Kelenjar Ludah serta Fungsi kelenjar ludah parotis dengan Fungsi kelenjar ludah sublingualis. Sedangkan Fungsi kelenjar submandibularis
Ardra.Biz, 2019, “Letak kelenjar parotis dan Letak kelenjar ludah serta submandibularis adalah Letak Kelenjar sublingualis. Beserta contoh soal ujian nasional.
Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar ludah, Pengertian dan Fungsi Glandula Salivaris, Glandula Salivaris, Pengertian Kelenjar ludah, kandungan air liur ludah saliva, Fungsi enzim ptyalin, Fungsi amilase, Enzim yang mengubah karbohidrat menjadi gula jenis maltose,
Ardra.Biz, 2019, “Enzim yang mengubah amilum menjadi gula jenis maltose, Jumlah produksi air liur sehari, Keasaman air liur ludah saliva, komposisi air liur ludah saliva, temperature enzim ptyalin amilase, Jenis kelenjar ludah, Fungsi kelenjar ludah,
Ardra.Biz, 2019, “Letak Kelenjar Parotis, Fungsi kelenjar parotis, duktus stensen, Pengertian dan fungsi duktus stensen, saluran kelenjar ludah, Pengertian Kelenjar parotis, Fungsi cairan serosa,
Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar Submandibularis, Kelenjar submandibularis terletak, duktus Wharton, saluran eksresi ludah Kelenjar submandibularis, Fungsi duktus Wharton, Fungsi Kelenjar submandibularis, Fungsi seromukosa,
Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar Sublingualis, Kelenjar sublingualis terletak, Fungsi Kelenjar sublingualis, Pengertian parotitis, penyebab parotitis, Pengertian bolus, Fungsi Air Liur Saliva Ludah ,
Pengertian Kultur Jatingan, Kultur jaringan adalah menambahkan bagian tanaman yang ditumbuhkan dalam media buatan sehingga tumbuh menjadi tanaman sempurna. Teknik ini juga dikenal dengan nama kultur in vitro. Pada dasarnya, prinsip kultur jaringan tidak berbeda dengan cara reproduksi vegetatif, yaitu menyetek.
Kultur jaringan tumbuhan atau Tissue Culture merupakan suatu metoda menumbuh kembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik atau bebas dari mikro organisme. Metoda ini dilakukan secara in vitro dalam tabung atau botol menjadi tumbuhan yang lengkap bagian – bagiannya. Hal ini karena sel tumbuhan bersifat autonom dan mempunyai totipotensi.
Sel bersifat autonom artinya dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri. Dalam hal ini, sel tumbuhan dapat melakukan metabolisma serta tumbuh dan berkembang secara independen jika diisolasi dari jaringan induknya.
Totipotensi diartikan sebagai kemampuan dari sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.
Ciri dari metoda kultur jaringan ini adalah kondisi kultur yang aseptic. Selain itu teknik ini menggunakan media kultur atau media tanam dengan nutrisi yang dilengkapi oleh Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT. Metoda kultur jaringan dilakukan pada kondisi temperature dan pencahayaan yang sangat terkontrol.
budidaya-tanaman-dengan-teknik-kultur-jaringan
Pengertian.
Sifat totipotensi adalah sifat sel tumbuhan yang menunjukkan kemampuan membentuk individu organisme tumbuhan secara utuh.
Jadi totipotensi merupakan Kemampuan Sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan daitauruh dalam lingkungan yang sesuai.
Melalui pemanfaatan sifat totipotensi, tumbuhan baru dapat dibudidayakan dengan teknik tertentu yaitu teknik kultur jaringan.
Sifat Titopotensi Sel Tumbuhan.
Teori totipotensi sel atau total genetic potencial cell dikemukakan oleh Schleiden dan Schwann pada tahun 1838. Teori ini menyatakan bahwa setiap set tumbuhan yang hidup memiliki informasi genetic dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan utuh jika kondisinya sesuai. Teori ini baru dapat dibuktikan setelah ditemukannya auksin, indol acetic acid atau IAA dan naphthalene acetic acid atau NAA pada tahun 1930.
Sifat Totipotensi Dasar Kultur Jaringan
Tumbuhan atau tanaman dapat tumbuh dan berkembang berdasarkan pada sifat totipotensi selnya. Sifat totipontensi dapat diartikan sebagai kemampuan sel, jaringan, atau organ tumbuhan untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi suatu orgnisme yang utuh.
Para ahli memanfaatkan sifat ini sebagai dasar perkembangbiakan tumbuhan dengan suatu teknik atau metoda tertentu. Salah satu teknik atau metoda yang sering digunakan adalah kultur jaringan.
Bagian Tumbuhan Untuk Kultur Jaringan.
Bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk teknik atau metoda kultur jaringan adalah kalus, pucuk tunas, serbuk sari, embrio, kuncup bunga, dan suspense sel. Bagian tumbuhan yang digunakan ini disebut eksplan.
Eksplan yang dipilih harus memiliki jaringan muda yang sedang tumbuh aktif agar memiliki daya regenerasi tinggi. Eksplan harus diambil dari tumbuhan atau tanaman yang sehat dan bebas dari hama penyakit.
Tanaman yang dihasilkan dan teknik kultur jaringan ini memiliki sifat genetic yang sama dengan induknya. Teknik kultur ini sangat berguna untuk membudidayakan tanaman yang memiliki nilai keekonomian yang tinggi seperti anggrek atau tanaman – tanaman yang keberadaannya sudah semakin langka.
Jenis Teknik Kultur Jaringan.
Meristem Culture
Merupakan teknik budidaya jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari jaringan muda atau meristem. Jaringan meristem adalah jaringan yang terdiri dari sekelompok sel yang selalu membelah diri.
Pollen Culture atau Anther Culture
Merupakan teknik budidaya jaringan tumbuhan atau tanaman yang menggunakan eksplan dari pollen atau benang sari.
Protoplas Culture
Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari protoplas.
Chloroplas Culture.
Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari kloroplas untuk keperluan fusi protoplas.
Somatic Cross (Silang Protoplas atau Fusi Protoplas)
Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menyilangkan dua macam protoplas. Hasil penyilangan dibudidayakan sampai menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat baru.
Manfaat Teknik Kultur Jaringan.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan teknik kultur jaringan ini diantaranya adalah:
Dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan mutu sama atau lebih baik dari induknya.
Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit hama, virus, dan bakteri.
Dapat digunakan untuk mendapatkan varietas dengan sifat yang baru.
Dapat digunakan untuk melestarikan jenis tanaman langka yang hampir punah
Dapat digunakan untuk mempertahankan keaslian sifat – sifat dari tumbuhan tanaman yang sudah ada, ataupun yang sudah hampir punah.
Ardra.Biz, 2019, “Contoh Kultur Jaringan Tumbuhan, Temperatur dan pencahayaan kultur jaringan, Sifat totipotensi adalah, Manfaat sifat totipotensi, Teknik Kultur Jaringan, total genetic potencial cell, Schleiden dan Schwann, Teori totipotensi sel, informasi genetic dan perangkat fisiologis tumbuhan,
Ardra.Biz, 2019, “Fungsi auksin dalam kultur jaringan, Fungsi indol acetic acid atau IAA dalam kultur jaringan, Fungsi naphthalene acetic acid atau NAA dalam kultur jaringan, Sifat Totipotensi Dasar Kultur Jaringan, Bagian Tumbuhan Untuk Kultur Jaringan, Contoh Bagian Tumbuhan untuk Kultur Jaringan,
Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Eksplan Kultur Jaringan, Fungsi Teknik Kultur Jaringan, Jenis Teknik Kultur Jaringan, Teknik Budidaya tumbuhan, Kultur Jaringan Meristem Culture, Kultur Jaringan Pollen Culture atau Anther Culture, eksplan dari pollen atau benang sari,
Ardra.Biz, 2019, “Teknik Kultur jaringan Protoplas Culture, Teknik Kultur jaringan Chloroplas Culture, Teknik Kultur jaringan Somatic Cross, Silang Protoplas atau Fusi Protoplas, Manfaat Teknik Kultur Jaringan,
Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Struktur dan Fungsi Alat Indera Penglihatan (Mata). Pengetian Indra Penglihatan Mata. Indra penglihatan pada manusia adalah mata. Manusia dapat melihat karena adanya kerja sama antara mata dengan otak. Mata sensitive terhadap cahaya. Cahaya yang mengenai suatu objek benda akan dipantulkan ke mata, sehingga objek benda tersebut dapat dilihat.
Fungsi Struktur Bagian – Bagian Mata
Kelopak mata, alis mata, bulu mata berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing seperti debu dan kotoran dari lingkungan luar seperti udara, air atau keringat dari dahi.
Gambar Fungsi Struktur Bagian – Bagian Indera Penglihatan Mata
Sklera,
Sklera Merupakan lapisan dinding bola mata yang paling luar dan terdiri dari jaringan fibrosa yang kuat. Sklera, merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat, berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan yang disebut kornea.
Konjungtiva
Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan Konjungtiva berfungsi melindungi bola mata dari gangguan. Pada konjungtiva mengalir air mata yang dihasilkan oleh kelenjar mata.
Fungsi Air Mata
Air mata berfungsi untuk menjaga kelembaban mata, sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikro organisme ke dalam mata, membersihkan mata saat berkedip.
Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata juga dapat Membunuh bakteri karena air mata mengandung enzim lisozim.
Kornea,
Kornea disebut juga selaput bening merupakan bagian yang terletak paling depan. Kornea befungsi untuk memfokuskan bayangan benda pada retina dan untuk pembiasan sinar cahaya.
Koroid,
Koroid merupakan lapisan tengah dari bola mata. Mengandung banyak pembuluh darah dan mempunyai pigmen. Pigmen ini yang membuat bagian bola mata berwarna gelap. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar).
Pembuluh darah berfungsi memasok makanan dan oksigen ke jaringan mata. Sedangkan pigmen berfungsi menyerap cahaya yang menyebar.
Iris,
Iris merupakan bagian terdepan dari koroid berwarna gelap. Bagian tengahnya berlubang yang disebut pupil. Iris tersususn dari otot polos sirkuler dan radier yang memungkinkan pupil untuk dipersempit atau diperlebar untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.
Pada bagian belakang iris terdapat lensa mata. Lensa mata berwarna bening dan bentuknya bikonkaf. Lensa melekat pada otot – otot bersilia melalui ligament suspensori. Otot – otot ini berfungsi mengubah bentuk lensa sehingga dapat memfokuskan cahaya pada retina.
Iris disebut juga selaput pelangi merupakan bagian mata yang dapat mengkerut. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar cahaya yang masuk ke mata
Iris akan mengkerut sehingga pupil membesar pada keadaan kurang cahaya sehingga cahaya yang masuk lebih banyak.
Sebaliknya iris akan mengendor sehingga pupil mengecil pada keadaan terang akibatnya cahaya yang mmasuk agak berkurang. Iris sesorang dapat berwarna biru, hitam, atau coklat, hal ini berkait dengan keturunan.
Pupil,
Pupil merupakan lubang yang terbentuk atau dikelilingi oleh iris. Jika iris mengkerut akaan menyebabkan pupil membesar, dan sebaliknya. Pupil berfungsi untuk lewat masuk sinar cahaya ke dalam mata.
Lensa Mata,
Lensa merupakan bagian mata yang dapat menggembung atau menipis. Lensaberfungsi untuk menyatukan (memfokuskan) arah sinar cahaya. Lensa mata berbentuk cembung. Kecembungan lensa mata dapat diatur oleh otot lensa. Jika melihat benda jauh
lensa mata akan menipis, dan sebaliknya lensa mata akan menebal. Menebal dan menipisnya lensa disebut akomodasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, mata dapat berperan sebagai indera penglihatan karena mata tersusun atas bagianbagian yang dapat meneruskan dan dapat menerima rangsang sinar cahaya.
Penerima rangsang berperan mengubah rangsang fisik yaitu sinar cahaya menjadi aliran listrik pada serabut syaraf kemudian diteruskan ke otak untuk dipahami.
Aqueous Humor,
Ruang bagian depan lensa diisi cairan aqueous humor yang berfungsi memasok makanan ke lensa dan kornea. Lensa dan kornea tidak memiliki pembuluh darah.
Aqueous humor terus menerus diproduksi aman terus menerus pula diserap oleh saluran Schlemm untuk dialirkan ke pembuluh darah.
Vitreous Humor,
Bagian belakang lensa diisi vitreous humor yang berfungsi menyumbang tekanan pada bola mata. Sehingga bola mata tidak mengempis dan retina tetap menempel pada koroid.
Retina,
Retina merupakan lapisan terdalam dari bola mata. Retina mengandung fotoreseptor dan sel – sel saraf yang sensitive terhadap sinar atau cahaya. Fotoreseptor terdapat dua jenis, yaitu sel batang dan sel kerucut atau konus.
Retina disebut juga selaput jala merupakan lapisan sebelah dalam mata yang banyak mengandung reseptor penglihatan. Retina berfungsi untuk menerima rangsang cahaya.
Sel Batang,
Sel batang peka terhadap cahaya, namun tidak bias membedakan warna. Sel ini diperlukan untuk melihat pada kondisi cahaya remang saat malam hari.
Sel Kerucut Konus,
Sel kerucut perka terhadap cahaya dan dapat membedakan warna. Sel ini diperlukan untuk melihat cahaya terang ketika siang hari.
Fovea,
Retina memiliki bagian yang disebut fovea yang merupakan tempat berkumpulnya sel kerucut dan berfungsi untuk memfokuskan cahaya.
Saraf Optik,
Serat – serat saraf sensori mata membentuk optic saraf untuk mengirim impuls ke otak.
Bintik Buta,
Bintik buta merupakan bagian mata yang tidak mengandung fotoreseptor. Jika cahaya jatuh pada bintik buta, mata tidak dapat melihat.
Otot Mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
Cara Menentukan Ukuran Lensa Kacamata Positif Negatif Rabun Jauh Dekat,
Sifat Optik Indra Penglihatan Mata,
Mata merupakan organ tubuh yang berperilaku seperti alat optic. Hal ini disebabkan mata memiliki lensa yang dapat menebal dan menipis agar bayangan objek atau benda jatuh tepat di Retina mata.
Daya Akomodasi Mata
Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk dapat menebal dan menipis agar bayangan objek benda jatuh tepat di Retina Mata.
Jangkauan penglihatan mata pada manuasia terletak antara titik dekat mata (punctum proximum) dan titik jauh mata (punctum remotum). Mata normal (sehat) memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tidak terhingga.
Apabila lensa mata dapat menfokuskan sinar cahaya yang masuk mata tepat pada selaput jala (retina), maka disebut mata normal atau emetrop.
Akan tetapi, jika mata tidak mampu memfokuskan bayangan tepat pada retina akan menimbulkan gangguan penglihatan.
Gangguan Pada Indera Penglihatan Mata
Mata dapat melihat dengan jelas jika objek benda terletak dalam jangkauan penglihatan yaitu antara titik jauh mata dan titik jauh mata.
Gangguan penglihatan mata dapat terjadi karena berkurangnya kemampuan lensa mata untuk mengatur posisi jatuh bayangan di dalam mata.
Beberapa gangguan yang umum diderita oleh mata diantaranya adalah myopia, hypermetropia dan presbyopia.
Gangguan Penglihatan Mata Miopia Rabun Jauh,
Miopia lebih umum dikenal dengan istilah rabun jauh adalah gangguan pengihatan yang ditandai bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita myopia atau rabun jauh tidak dapat melihat objek yang letaknya jauh.
Mata miop (rabun jauh), merupakan cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang sehingga penderita tidak dapat melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas (terlihat kabur) karena bayangan jatuh di depan retina.
Penderita gangguan myopia dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa cekung (lensa -) biasanya disebut kacamata minus.
Fungsi Lensa Negatif atau cekung adlah memperpanjang jatuhnya bayangan sehingga bayangan dapat tepat jatuh pada retina.
Gambar Gangguan Penglihatan Mata Miopia Rabun Jauh, Fungsi Lensa Negatif
Dalam gambar ditunjukkan pada penderita myopia bayangan jatuhnya di depan retina mata, dan dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa cekung sehingga bayangan jatuh tepat pada Retina.
Rumus Menghitung Kekuatan Lensa Kacamata Rabun Juah
Untuk menentukan ukuran atau kekuatan lensa yang diperlukan oleh penderita rabun jauh dapat digunakan rumus persamaan berikut:
1/f = 1/S + 1/Sb
f = jarak focus
S= jarak jauh yang diinginkan, biasanya jarak jauh mata normal tidak terhingga (¥), m
Sb = jarak jauh kemampuan mata, m
P = 1/¥ + 1/Sb
P = 1/f = kekuatan lensa, dioptri
PR = Sb, cm
PR = punctum remotum (jarak jauh), cm
Sehingga dapat ditulis
P = -100/PR dioptri
Gangguan Penglihatan Mata Hypermetropia Rabun Dekat,
Hypermetropia lebih umum dikenal dengan istilah rabun dekat adalah gangguan penglihatan yang ditandai bayangan objek benda jatuh di belakang retina. Pada mata penderita rabun dekat tidak mampu melihat dengan jelas objek benda yang letaknya dekat, atau kurang dari jarak titik dekat penderita.
Mata hipermetrop (rabun dekat), merupakan kelainan mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek sehingga penderita tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat dengan jelas (terlihat kabur) karena bayangan jatuh di belakang retina. Penderita hipermetrop dapat dibantu dengan kaca mata yang menggunakan lensa cembung (positif)
Penderita gangguan hypermetropia dapat dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa cembung (lensa +) biasanya disebut kacamata plus.
Fungsi Lensa Cembung adalah lensa yang dapat memperpendek jatuhnya bayangan,
Gambar Gangguan Penglihatan Mata Hypermetropia Rabun Dekat,Fungsi Lensa Cembung
Dalam gambar dapat dilihat bahwa pada penderita hypermetropia bayangan jatuhnya di belakang retina mata, dan dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa cembung sehingga bayangan jatuh tepat pada Retina.
Gangguan Penglihatan Mata Presbyopia
Mata presbiop, merupakan kelainan mata yang disebabkan lensa kehilangan elastisitasnya, karena bertambahnya usia seseorang sehingga lensa mata kurang dapat berakomodasi. Gangguan mata presbiop pada umumnya terdapat pada orang-orang yang lanjut usia (tua).
Pada umumnya mereka dapat melihat jelas bila obyeknya jauh, sedangkan untuk melihat obyek yang dekat perlu bantuan kaca mata dengan lensa cembung (positif).
Kelainan Mata Astigmat,
Kelainan Mata Astigmat terjadi karena kornea mata tidak rata sehingga cahaya sejajar yang masuk mata tidak dapat difokuskan pada satu titik.
Astigmat teratur dan tidak teratur. Astigmat teratur dapat dikoreksi dengan lensa silindris, sedangkan astigmat tidak tetatur tidak dapat dikoreksi.
Kelainan Gangguan Buta Warna
Buta warna, merupakan penyakit keturunan. Mata normal memiliki 3 macam sel konus yang bekerja dengan baik disebut mata trikromat.
Bila satu macam atau lebih sel konus tidak berfungsi, maka menyebabkan buta warna. Buta warna dikromat, bila memiliki 2 sel konus. Dengan demikian, buta warna merah (protanopia), hijau (deuteranopia), biru (tritanopia).
Mata monokromat jika hanya memiliki satu macam sel konus yang normal. Hanya dapat membedakan warna hitam dan putih.
Kelainan Gangguan Mata Rabun Senja
Rabun senja merupakan kelainan atau gangguan pada mata yang disebabkan tubuh yang kekurangan vitamin A.
Mekanisme penerimaan rangsang cahaya
Sinar cahaya yang mengenai mata akan diteruskan melewati bagian bagian mata dari depan ke belakang secara berurut. Cahaya masuk melintasi kornea, pupil lensa, dan beberapa struktur refraksi di dalam orbita.
Cahaya kemudian difokuskan oleh lensa ke bagian saraf mata yang sensitif terhadap cahaya yaitu retina.
Pada retina, rangsang cahaya diterima oleh reseptor cahaya. Reseptor cahaya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu sel batang dan sel konus. Sel konus berfungsi untuk melihat pada keadaan terang sedangkan sel batang untuk melihat pada keadaan gelap.
Sel-sel batang dan kerucut yang akan mengubah impuls cahaya menjadi impuls saraf. Setelah melintasi suatu rangkaian lapisan sel saraf dan sel-sel penyokong informasi penglihatan diteruskan oleh saraf optik ke otak untuk diproses atau diterjemahkan.
Rumus Menghitung Kekuatan Lensa Kacamata Rabun Dekat
Kekuatan lensa yang digunakan oleh penderita rabun dekat dapat ditentukan dengan persamaan rumus berikut:
1/f = 1/Sn + 1/Sb
f = jarak focus
Sn = jarak dekat yang diinginkan, atau biasanya jarak dekat mata normal 25 cm
Tuan Amir menderita penglihatan myopia. Titik jauh mata Tn Amir adalah 75 cm. Jika Tn Amir mau memakai kacamata, berapa kekuatan lensa yang harus dipesan?
Jawab Diketahui
PR = 75 cm
Menghitung Kekeutan Lensa Cekung Kacamata Miopia
Ukuran kekuatan lensa cekung myopia dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:
P = – 100/PR
P = – 100/(75) atau
P = – 4/3 dioptri
Jadi kacamata yang harus dipesan adalah lensa yang memiliki kekuatan -4/3 dioptri
2). Contoh Soal Perhitungan Kekuatan Lensa Cembung Hipermetropia
Ibu Ratih menderita hypermetropia dengan titik dekat 150 cm dan akan membeli kacamata. Agar ibu Ratih dapat membaca dengan jelas seperti mata normal (25cm), berapa ukuran kuat lensa kacamata yang harus dibeli?
Jawab
Diketahui
PP = 150 cm
Sn = 25 cm = 0,25 m
Menghitung Ukuran Kekuatan Lensa Cembung Kacamata Hipermetropia
Ukuran kekuatan lensa cembung hipermetropia dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:
Tuan X menderita penglihatan tipe hypermetropia sehingga memerlukan bantuan kacamata berkekuatan lensa +2 dioptri. Ketika membaca pada jarak 80 cm,Tuan X masih belum dapat melihat tulisan dengan jelas. Hal yang perlu dilakukan Tuan X adalah:
a). mendekatkan buku bacaan 20 cm
b). menjauhkan buku bacaan 20 cm
c). mendekatkan buku bacaan 30 cm
d). menjauhkan buku bacaan 30 cm
Jawab
Diketahui
P = +2 dioptri
Sn = 25 cm (jarak baca normal)
Menghitung Jarak Baca Penderitan Hypermetropia
Rumus untuk menentukan jarak dekat kemampuan mata untuk membaca pada penderita penglihatan hypermetropia adalah
P = (100/Sn) – 100/PP
2 = 100/25 – 100/PP
100/PP = 100/25 – 1,5
100/PP = 4 – 1,5
100/PP = 2,5
PP = 100/2,5
PP = 40 cm
Jarak dekat kemampuan mata untuk tuan X adalah 40 cm. Sedangkan tuan X membaca pada jarak 80 cm. Ini lebih jauh dari jarak dekat kemampuan mata PP. Sehingga selisih jarak baca tuan X dengan jarak dekat kemampuan baca PP-nya adalah:
DPP = 80 – 40
DPP = 40 cm
Jadi tuan X harus mendekatkan buku bacaannya 40 cm
4). Contoh Soal Perhitungan Lensa Hipermetropia
Seorang anak dapat membaca dengan jelas pada jarak paling dekat 50 cm. Supaya anak tersebut dapat membaca dengan jelas pada jarak 30cm. Berapak kekuatan lensa kacamata yang harus dipakai
Jawab
PP = 50 cm
Sn = 30 cm
Rumus Ukuran Kekuatan Lensa
Untuk menghitung kekuatan lensa dapat digunakan persamaan rumus berikut:
P = (100/Sn) – 100/PP
P = 100/30 – 100/50
P = 500/150 – 300/150
P = 200/150 = 4/3 dioptri
Jadi kekuatan lensa kacamata yang diperlukan adalah 4/3 dioptri
Seorang anak menderita hypermetropia. Anak tersebut dapar membaca buku pada titik dekat 100 cm. Agar anak tersebut dapat membaca normal 25 cm, maka berapa kekuatan lensa kacamata yang bisa dipakai?
Jawab
PP = 100 cm
Sn = 25 cm
Rumus Kekeuatan Lensa Kacamata Hypermetropia
P = 100/Sn – 100/PP
P = 100/25 – 100/100
P = 4 – 1
P = 3 dioptri
Jadi kekuatan lensa kacamata yang bisa dipakai adalah kacamata berukuran 3 dioptri
Kulit merupakan organ yang paling luas. Orang dewasa bisa memiliki kulit dengan luas mencapai 19.000 cm2.
proses-pembentukan-keringat
Fungsi Kulit
Kulit memiliki Beberapa fungsi di antaranya adalah:
Kulit memiliki fungsi sebagai melapisi jaringan di bawahnya.
Kulit memiliki peran sebagai regulator temperature tubuh
Merupakan bagian dari system ekskresi untuk urea, garam, dan air
Sebagai tempat untuk terjadinya sintesis vitamin D
Lapisan Kulit
Kulit terdiri dari lapisan epidermis dan dermis.
Lapisan Epidermis.
Lapisan epidermis terdiri dari:
Stratum Korneum (lapisan Bertanduk).
Tersusun dari sel – sel pipih berkeratin yang merupakan sel – sel mati. Keratin merupakan suatu protein yang tahan terhadap air. Keratin berfungsi melindungi jaringan – jaringan lebih dalam dari kehilangan air.
Stratum Lusidum
Nampak lebih terang karena akumulasi molekul keratin.
Stratum Granulosum
Merupakan daerah dimana sel – sel mulai mati karena terakumulasinya molekul bakal keratin yang memisahkan sel – sel ini dari daerah dermal.
Stratum Germinativum.
Tersusun dari stratum spinosum dan stratum basale. Dalam stratum basale terdapat melanin. Melamin merupakan pigmen coklat yang diproduksi oleh melanosit. Fungsi melamin adalah untuk melindungi ADN dari pengaruh sinar ultraviolet.
Lapisan Dermis.
Dermis tersusun dari jaringan ikat yang terdiri dari dua daerah utama yaitu:
Daerah Papilar
Daerah papilar merupakan lapisan dermal yang paling atas dan bentuknya tidak rata. Pada daerah ini terdapat reseptor sentuhan. Pada daerah papilar juga terdapat banyak jaringan kapiler yang bertanggung jawab terhadap penyediaan nutrient untuk lapisan epidermal. Daerah ini merupakan tempat merambatkan panas ke permukaan kulit.
Daerah Retikular.
Reticular merupakan lapisan paling dalam. Lapisan ini mengandung banyak arteri, vena, kelenjar keringat dan kelenjar minyak atau kelenjar sebaseus, serta reseptor tekanan.
Fungsi Proses Pembentukan dan Keluarnya Keringat.
Jika temperature tubuh naik atau temperature lingkungan sekitar naik menjadi lebih panas, maka pembuluh – pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini akan menyebabkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut.
Karena Pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah, maka terjadilah penyerapan zat – zat seperti garam, air, dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Selanjutnya air dengan larutannya keluar melalui pori – pori pada lapisan terluar kulit. Pori – pori merupakan ujung dari kelenjar keringat.
Keringat yang keluar membawa panas tubuh. Sehingga temperature tubuh tetap normal. Dengan demikian, Fungsi keringat adalah untuk menjaga agar temperature tubuh tetap normal.
Sejarah Kelahiran Ilmu Ekonomi. Istilah ekonomi sudah muncul sejak zaman Yunani kuno atau sejak Romawi. Istilah ini mulai digunakan oleh ilmuwan bernama ...
Informasi penting dari pasar internasional yang berlaku pada hari ini, secara realtime dapat dilihat dalam artikel/halaman di bawah. Untuk dapat melihat...
Analisis Indikator Teknikal Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini. Rangkuman analisis indikator teknikal untuk harga minyak mentah pada hari ini baik Brent ...
Tabel di Bawah menampilkan resume dari beberapa indikator teknikal untuk kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang berlaku pada hari ini.
Kurs Rupiah terhadap...
Rangkuman Analisis Harian Teknikal Komoditi Hari Ini. Rangkuman analisis indikator teknikal untuk beberapa komiditi yang berlaku hari ini di pasar internasional ...
Perubahan beberapa Kurs valuta asing seperti EUR/USD, GBP/USD, EUR/JPY dan USD/JPY dapat dilihat pada tabel di bawah.
Data menampilkan kurs dari mata...
Harga Baja Cold Rolled Coil Dan Hot Rolled Coil Enam Bulan Terakhir.
Grafik di bawah menunjukkan harga baja lembaran dingin, CRC dan Hot Rolled Coil,...
Kata dalam artikel proses pembentukan keringat atau Fungsi Kulit Lapisan Kulit Lapisan Epidermis. Stratum Korneum (lapisan Bertanduk) dan Senyawa protein Keratin, Fungsi Keratin berfungsi atau Stratum Lusidum Stratum Granulosum, Stratum Germinativum, pigmen coklat Melamin.
Fungsi melamin pada sinar ultraviolet yang Lapisan Dermis dan Daerah Papilar, Daerah Retikular. Fungsi dan Proses Pembentukan dan Keluarnya Keringat adalah Mekanisme Keluarnya Keringat. Fungsi keringat dan senyawa zat yang keluar Bersama keringat. Penyebab keluarnya keringat dan tempat keluarnya keringat.