Pengertian, Perhitungan, Stoikiometri Reaksi Kimia, Koefisien Reaksi.

Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan jumlah partikel dari zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Setiap satu mol zat mengandung jumlah partikel yang sama, dengan demikian, perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan jumlah mol. Jadi, koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi tersebut.

Perhatikan persamaan reaksi pembakaran sempurna untuk karbon berikut:

C padat + O2 gas = CO2 gas

Reaksi pembakaran tersebut menunjukkan bahwa koefisien reaksinya menyatakan bahwa satu  molekul padatan karbon bereaksi dengan satu molekul gas O2 membentuk satu molekul gas CO2 (karbon diaoksida). Ini artinya sama dengan bahwa satu  mol padatan karbon bereaksi dengan satu mol gas O2 membentuk satu mol gas CO2 (karbon diaoksida).

Koefesien reaksi C padat adalah 1

Koefesien reaksi O2 gas adalah 1

Koefesien reaksi CO2 gas adalah 1

Persamaan reaksi tersebut pada posisi yang sudah setara atau setimbang antara reaktan dan produk. Jika ditulis lengkap dengan koefesien reaksinya adalah:

1 C padat + 1 O2 gas = 1CO2 gas

Perlu diingat bahwa angka 1 untuk koefisien reaksi tidak pernah ditulis.  Dengan pengertian contoh tersebut, maka banyaknya zat yang diperlukan atau dihasilkan dalam reaksi kimia dapat dihitung dengan menggunakan persamaan reaksi setara atau setimbang. Apabila jumlah mol salah satu zat yang bereaksi diketahui, maka jumlah mol zat yang lain dalam reaksi itu dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan koefisien reaksinya.

Jika reaksi pembakaran sempurna tersebut hanya setengah mol karbon direaksi dengan gas Oksigen, maka jumlah mol gas CO2 yang dihasilkan adalah:

0,5 C padat + n O2 gas = m CO2 gas

n adalah Jumlah mol O2 gas =( koefesien O2/koefesien C ) x 0,5 mol C

n = (1/1) x 0,5 mol C = 0,5 mol

m adalah jumlah mol CO2 =( koefesien CO2/koefesien C ) x 0,5 mol C

m = (1/1) x mol C = 0,5 mol

jika ditulis lengkap, maka reaksi pembakar sempurna dengan jumlah karbon setengan mol adalah:

0,5 C padat + 0,5 O2 gas = 0,5  CO2 gas

Jadi untuk reaksi pembakaran sempurna, ketika karbon, C yang direaksikan jumlahnya hanya setengah mol, maka jumlah mol gas oksigen, O2 yang diperlukan adalah setengah mol juga. Dan reaksi ini akan menghasilkan setengah mol gas CO2, karbon dioksida.

Perhatikan juga reaksi pembakaran tidak sempurna berikut:

C padat + 0,5 O2 gas = COgas

Reaksi tersebut dilakukan hanya dengan menambahkan setengan kebutuhan oksigen dari reaksi pembakaran sempurna di atas. Artinya jumlah mol karbon dibuat tetap, namun jumlah oksigen yang ditambahkan dikurangi. Reaksi tersebut melibatkan satu mol karbon yang direaksikan dengan setengah mol oksigen akan menghasilkan satu mol gas monoksida. Reaksi ini memiliki koefesien reaksi sebagai berikut:

Koefesien reaksi C padat adalah 1

Koefesien reaksi O2 gas adalah 0,5

Koefesien reaksi CO gas adalah 1

Dari contoh ini dapat dijelaskan bahwa koefesien reaksi dapat ditentukan setelah persamaan reaksinya diketahui dan setara. Perubahan koefesien dari salah satu zat yang terlibat akan merubah koefesien reaksi, dan dapat pula merubah persamaan reaksi kimia atau merubah produk reaksinya.

Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Perhatikan reaksi pembakaran karbon menjadi gas karbon dioksida seperti ditunjukan dengan persamaan reaksi berikut: Reaksi satu Tahap C + O2   → CO...

Contoh Soal Perhitungan Perubahan Entalpi Reaksi Pembakaran.

Penjelasan Contoh soal berikut merupakan penjelasan tentang perubahan entalpi reaksi yang hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Entalpi tidak...

Elektron, Proton, Neutron. Partikel Dasar Struktur Atom. Pengertian Penjelasan Contoh.

Atom dibangun oleh partikel- partikel subatom yaitu elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom, sedangkan elektron berada...

Entalpi Reaksi Kimia, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Entalpi. Entalpi adalah kalor yang terlibat dalam suatu reaksi kimia yang dilakukan pada kondisi tekanan tetap. Entalpi dinotasikan dengan...

Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.

Pengetian . Gaya van der waals adalah  gaya tarik listrik yang terjadi antara partikel – partikel yang memiliki muatan. Partikel – partikel dimaksud dapa...

Hukum Avogadro. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan.

Pengertian . Hukum Avogadro menyatakan, bahwa  pada temperatur dan tekanan yang sama, gas- gas dengan volume yang sama, akan mempunyai jumlah molekul ...

Hukum Boyle – Gay Lussac. Pengertian, Penjelasan Contoh Soal Perhitungan

Hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari tiga hukum yang menjelaskan tentang perilaku variabel gas, yaitu hukum Boyle, Hukum Charles, dan hukum G...

Hukum Faraday Pada Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis

Pengertian Definisi Hukum Faraday Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan...

Hukum Hess, Contoh Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Pengertian Hukum Hess. Hukum Hess menyatakan bahwa kalor (dalam hal ini entalpi) yang menyertai suatu reaksi kimia tidak bergantung pada jalan yang ...

Hukum Kekekalan Massa Pada Reaksi Kimia

Pengertian, Definisi Kekekalan Massa Awalnya hukum kekekalan massa diajukan oleh ilmuwann bernama Mikhail Lomonosov (1748) setelah dapat membuktikannya...