Ciri – Ciri Masyarakat Modern di Indonesia

Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyamai kemajuan dunia Barat. Penilaian bahwa suatu Masyarakat lebih modern adalah berdasarkan pada perekonomian yang makmur dan situasi politik yang stabil.

Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli

Beberapa Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli diantaranya adalah

a). Modernisasi Menurut Eisenstadt

Modernisasi merupakan proses perubahan menuju tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah maju di Eropa Barat dan Amerika Utara dari abad ke-17 hingga 19 dan kemudian menyebar ke negara Eropa lain dan dari abad ke-19 dan 20 ke negara Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

b). Modernisasi Menurut Wilbert Moore

Modernisasi adalah transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya makmur dan situasi politiknya stabil.

c). Modernisasi Menurut Chodak

Modernisasi merupakan contoh khusus dan penting dari kemajuan masyarakat, contoh usaha sadar yang dilakukan untuk mencapai standar kehidupan yang lebih tinggi.

ciri-ciri-masyarakat-modern
ciri-ciri-masyarakat-modern

Syarat Menjadi Masyarakat Modern

Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

Untuk dapat menjalani proses modernisasi dibutuhkan enam syarat yaitu cara berpikir ilmiah, good governance, system informasi yang baik, system komunikasi masa, kesadaran masyarakat berorganisasi, dan pemusatan wewenang dalam perencanaan social.

a). Cara berpikir masyarakat yang ilmiah (scientific thinking) baik kelompok penguasa ataupun masyarakat. Ini menuntut adanya suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik.

b). Adaya Sistem administrasi negara yang baik yaitu sistem yang benar benar mewujudkan birokrasi.

c). Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Ini menuntut adanya penelitian yang berkesinambungan sehingga data selalu kekinian.

d). Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat- alat komunikasi massa.

e). Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.

f). Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planing).

Ciri – Ciri Masyarakat Modern

Adapun beberapa ciri yang dapat menunjukkan bahwa suatu masyarakat telah menjalani kehidupan secara modern di antaranya adalah:

Ciri Individualisme Masyarakat Modern.

Individu merupakan memegang peran sentral dalam Masyarakat modern, bukan komunitas, kelompok atau bangsa. Seseorang sangat bebas dari tekanan ikatan kelompok, bebas berpindah dari satu kelompok menuju kelompok lain. Bebas pula menentukan tindakannya yang bertanggung jawab secara pribadi atas keberhasilan dan kegagalannya. Individu juga sangat bebas memilih keanggotaan sosialnya.

Ciri Deferensiasi Masyarakat Modern.

Pada masyarakat yang sudah modern akan terjadi spesialisasi pekerjaan dan keahlian. Berbagai bidang keahlian dan keterampilan khusus berkembang pesat di masyarakat modern. Selain itu, bidang konsumsi juga terjadi deferensiasi.

Sebagai akibatnya, deferensiasi pekerjaan dan konsumsi akan memberikan berbagai kesempatan kepada setiap orang untuk memilih perkerjaan, pendidikan, dan gaya hidup sesuai kebutuhannya masing – masing.

Ciri Rasionalitas Masyarakat Modern.

Birokrasi dan manejamen organisasi dalam masyarakat modern dilaksanakan dengan mengacu pada perhitungan atau rasionalitas tinggi dengan menganut prinsip – prinsip efisiensi.

Ciri Ekonomisme Masyarakat Modern.

Aspek kehidupan masyarakat didominasi oleh kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi dan prestasinya diukur secara ekonomi pula. Yang menjadi pusat perhatian masyarakat modern adalah produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Semua kegiatan dalam masyarakat modern diukur dengan uang sebagai alat tukarnya. Bahkan, pada sebagian masyarakat, hubungan kekeluargaan dikesampingkan hanya untuk kepentingan ekonomi.

Ciri Perkembangan Masyarakat Modern.

Proses ke arah kehidupan modern cenderung berkembang meluas ke seluruh bagian dunia. Sehingga perubahan menjadi secara global. Selain itu, modernitas akan menjangkau kehidupan paling pribadi. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan keagamaan, perilaku hidup bebas, perilaku sex bebas, selera konsumtif, hidup berpola hiburan dan sebagainya.

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern.

Soal 1. Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang merupakan pengertian modernisasi menurut ….

a). Koentjaraningrat

b). Soerjono Soekanto

c). Selo Soemardjan

d). Soelaeman Soemardi

e). Abdul Syani

Soal 2. Berikut ini yang termasuk ciri-ciri masyarakat modern adalah ….

a). orientasi a posteriori

b). bersifat sosioreligius

c). realistis dan praktis

d). organisasi bersifat gemeinschaft

e). kekerabatan masih sangat kuat

Soal 3. Proses industrialisasi dan pengembangan produk- produk yang dihasilkan merupakan salah satu wujud modernisasi di bidang ….

a). agama

b). sosial

c). budaya

d). ideologi

e). ekonomi

Soal 4. Modernisasi didefinisikan sebagai upaya yang bertujuan untuk menyamai standar yang dianggap modern baik oleh rakyat banyak maupun oleh elit penguasa, merupakan pengertian modernisasi dalam konsep … .

a). historis

b). relatif

c). analisis

d). antropologis

e). sosial

Soal 5. Modernisasi tidak selalu berjalan mulus, proses ini kadang-kadang mendapat perlawanan dari sekelompok masyarakat. Salah satu bentuk penghalang modernisasi adalah . . . .

a). kebebasan investasi di negara lain

b). pendidikan dan perkembangan ilmiah yang tertinggal

c). kebebasan melakukan proses bebas

d). adanya peningkatan pendapatan per kapita

e). adanya konflik antarkelompok

    Daftar Pustaka:

    Ciri – Ciri Masyarakat Modern, Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Masyarakat Modern., Pengertian Deferensiasi, Pengertian Ekonomisme, Pengertian Individualisme, Pengertian Perkembangan., pengertian Rasionalitas, Proses Modernisasi Masyarakat Indonesia, Syarat Menjadi Masyarakat Modern, Syarat Masyarakat Modernisasi,

    Pengertian Modernisasi Menurut Para Ahli, Modernisasi Menurut Eisenstadt, Modernisasi Menurut Wilbert Moore, Modernisasi Menurut Chodak,

    Dampak Positf Negatif Modernisasi dan Globalisasi

    Pengertian Modernisasi. Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

    Modernisasi sebagai gejala perubahan sosial memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat dalam tatanan baru. Ada dua dampak modernisasi dan globalisasi bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif.

    dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia
    dampak-positif-dan-negatif-modernisasi-dan-globalisasi-pada-masyarakat-indonesia

    Pengertian Globalisasi

    Globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan atau penyatuan seluruh aspek kehidupan di dunia ini.

    Adapun globalisasi berasal dari kata global yang berarti secara umum dan keseluruhan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

    Namun, secara umum globalisasi dapat berarti proses integrasinya bangsa-bangsa di dunia ke dalam sebuah sistem global yang melintasi batas-batas suatu negara.

    Dampak Positif Modernisasi dan Globalisasi

    Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi sebenarnya mengarah pada kemajuan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal ini dijadikan sebagai harapan masyarakat. Dengan adanya manfaat yang positif dari modernisasi maka masyarakat dapat mewujudkan harapan dan tujuan dalam hidupnya.

    Dampak positif dari perubahan sosial budaya yang timbul akibat modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut:

    Adanya kemudahan dalam berkomunikasi. Globalisasi mampu menembus batas antar daerah bahkan antar negara menjadi hilang. Contohnya seperti fasilitas handphone yang bisa dengan mudah dijumpai di berbagai lapisan masyarakat. masyarakat dapat berkomunikasi ke seluruh dunia tanpa hambatan daerah maupun negara.

    Kemajuan teknologi di berbagai bidang. Kemajuan teknologi mampu menyelesaikan kegiatan yang sulit atau lama menjadi mudah dan cepat. Bahkan sebagian teknologi mampu menggantikan tenaga manusia.

    Hal-hal positif yang berkaitan dengan teknologi sebaiknya diadopsi untuk kepentingan yang bersifat positif. Meskipun tidak bisa dipungkiri di samping dampak positif juga selalu disertai dengan dampak negatifnya.

    Dampak Positif Medernisasi

    Beberapa keuntungan dari adanya modernisasi dapa masyarakat adalah

    a). Memperkuat Integrasi dalam Masyarakat

    Modernisasi mampu membentuk sikap yang terbuka terhadap segala bentuk pengalaman dan perubahan. Dengan adanya sikap ini akan memperlancar proses komunikasi dan interaksi antarindividu dalam masyarakat.

    b). Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek)

    Modernisasi mendorong masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang dapat membantu meringankan beban pekerjaan serta menghemat waktu dan tenaga, membuat mereka yakin bahwa dengan iptek akan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya.

    c). Kemajuan di Bidang Industri

    Modernisasi menunjang kemajuan di bidang industri. Kemudahan, fasilitas teknis yang ada akan lebih mempercepat proses produksi dan distribusi barang dan jasa yang dihasilkan.

    d). Meningkatkan Kesadaran Politik dan Demokrasi

    Mudahnya mengakses informasi, baik dari media cetak maupun media elektronik, maka semakin banyak pula pengetahuan politik yang didapatkan oleh masyarakat.

    e). Kemajuan di Bidang Transportasi

    Modernisasi membuat masyarakat menjadi dimanjakan dengan fasilitas fasilitas transportasi yang mengedepankan kenyamanan, keterjangkauan harga, dan ketepatan waktu.

    Dampak Negatif  Modernisasi dan Globalisasi

    Dampak negative cenderung mengarah pada kemunduran. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tindak kriminalitas, kesenjangan sosial, konflik sosial, dan berbagai masalah sosial lainnya. Hal – hal seperti inilah yang membuat masyarakat merasakan adanya titik jenuh dari perubahan social.

    Adapun dampak negatif dari perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi yang dapat dijumpai saat ini di antaranya adalah:

    Bergesernya selera dan kebiasaan masyarakat. sebelumnya biasa makan nasi di rumah, namun sekarang ini lebih menyukai makanan siap saji (fast food), seperti Mc. Donald dan KFC atau yang lainnya.

    Masyarakat cenderung tidak lagi makan hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa lapar yang dialaminya. Namun saat ini lebih didasari oleh adanya rasa gengsi atau prestise. Masyarakat merasa pretisenya lebih tinggi apabila makan di restoran terkenal dibandingkan makan di rumah.

    Dari cara berpakaian, pengaruh modernisasi dan globalisasi juga tampak jelas. Sebagian masyarakat lebih menyukai berpakaian dan atributnya dengan meniru atau bahkan membeli dari luar negeri atau impor.

    Cara bergaul pun menunjukkan perubahan dari kebiasaan lamanya. Sebagian masyarakat mengadopsi cara pergaulan dari luar negeri seperti pergaulan bebas dan seks bebas. Mereka sudah tidak malu lagi bila hidup bersama tanpa menikah.

    Keadaan ini membuktikan bahwa budaya malu telah bergeser akibat adanya perilaku hedonisme (kesenangan duniawi). Hedonimes menyebabkan kontrol social menjadi hilang atau kalaupun masih ada, perannya sangat lemah sekali.

    Dampak Negatif Modernisasi

    Beberapa dampak negatif yang dapat muncul akibat gejala modernisasi adalah sebagai berikut.

    a). Kesenjangan Sosial dan Ekonomi

    Modernisasi berdampak pada kesenjangan sosial yang terjadi dalam masyarakat, Timbulnya kelompok- kelompok sosial tertentu, seperti pengangguran, kelompok asongan, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya.

    Adanya perbedaan kelas yang didasarkan pada tinggi rendahnya pendidikan yang ditempuh.

    Terjadinya berbagai masalah sosial dalam keluarga, terutama antara orang tua dengan anak-anaknya.

    b). Pencemaran Lingkungan Alam

    Modernisasi ditandai dengan dibangunnya berbagai industri dan pembangunan di segala bidang kehidupan telah menyebabkan atau menimbulkan permasalahan baru dalam lingkungan hidup seperti  pencemaran lingkungan air udara dan daratan.

    c). Kriminalitas

    Modernisasi menimbulkan berbagai Tindakan kriminal atau kejahatan umumnya dilihat sebagai perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum dan norma agama yang berlaku di masyarakat.

    d). Kenakalan Remaja (Juvenille Delinquency)

    Modernisasi mendorong timbulnya kenakalan remaja yang dirumuskan sebagai suatu kelainan tingkah laku, perbuatan, ataupun tindakan remaja yang bersifat asosial bahkan antisosial yang melanggar normanorma sosial, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.

    Dampak Modernisasi Pada Perubahan Sosial  dan Budaya

    Perubahan  sosial dan budaya yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi tidak jarang berdampak terhadap beberapa gejala sosial lainnya seperti anomie, culture shock dan culture lag.

    Anomie

    Anomie adalah keadaan dimana seseorang atau masyarakat sudah tidak lagi mempunyai pegangan apapun dalam menjalani kehidupannya. Nilai-nilai yang ada sudah mulai berkurang atau luntur bahkan hilang sama sekali. Sebagai contoh, maraknya pornografi dan pornoaksi serta timbulnya berbagai kasus bunuh diri pada anak – anak atau remaja.

    Culture Shock

    Culture shock atau goncangan budaya merupakan keadaan dimana seseorang atau masyarakat tidak siap menerima kebudayaan baru yang sifatnya asing yang datangnya secara tiba-tiba. Misalnya, ketika seseorang datang dari desa melakukan urbanisasi ke kota, maka banyak hal baru yang membuatnya terpana atau terperangah oleh kehidupan kota yang memiliki berbagai budaya yang berbeda.

    Perbedaan mulai dari cara berpakaian, berbahasa, bekerja, dan seterusnya. Ketika hal ini tidak diantisipasi sebelumnya, maka orang atau masyarakat tersebut akan mengalami kegoncangan jiwa atau mental dalam menyikapi pola hidup yang berbeda tersebut.

    Culture Lag.

    Culture lag atau ketertinggalan budaya merupakan kondisi dimana salah satu komponen budaya tidak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan komponen budaya lainnya yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.

    Sebagai contoh, seseorang yang terbiasa merokok di sembarang tempat, akan sulit untuk tidak merokok di tempat yang dilarang untuk merokok. Kota Jakarta mempunyai aturan tidak boleh merokok di tempat umum, dan apabila melanggar maka akan dikenai denda atau hukuman.

    Ketika orang yang biasa merokok disembarang tempat dan tidak bisa mematuhinya karena tidak terbiasa atau tidak mampu beradaptasi di Jakarta, maka akan terkena sanksi peraturan tersebut.

    Contoh Soal Ujian Dampak Modernisasi Dan Globalisasi.

      Daftar Pustaka:

      Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

      Pengertian Mobilitas. Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

      Proses Terjadinya Mobilitas Sosial

      Proses terjadinya mobilitas sosial disebabkan adanya perubahan sosial. Faktor- faktor yang memengaruhi perubahan sosial adalah tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

      a). Tingkat Reproduksi Pada Mobilitas Sosial

      Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya mobilitas adalah adanya suatu lapisan yang tidak dapat memproduksi sesuai kebutuhannya.

      Contohnya, tenaga ahli dalam suatu daerah terbatas sehingga tidak dapat menangani semua pekerjaan. Akibatnya, orang-orang yang tidak ahli akan berpindah pekerjaan ke lapisan pekerja ahli tersebut.

      b). Perbedaan Tingkat Migrasi Pada Mobilitas Sosial

      Sejalan dengan perkembangan sosial dan perkembangan ekonomi masyarakat, kondisi politik, keamanan, dan mobilitas penduduk di Indonesia semakin rumit (kompleks).

      Tingkat migrasi dari suatu tempat ke tempat lain merupakan salah satu pendorong mobilitas sosial.

      Contoh mobilitas internasional berupa perpindahan antara negara, dan mobilitas internal berupa migrasi desa- ke desa termasuk mobilitas musiman, migrasi antarwilayah (antarprovinsi) termasuk transmigrasi,

      c). Perubahan Teknologi Pada Mobilitas Sosial

      Adanya perubahan teknologi telah mampu mendorong mobilitas sosial masyarakat.

      Contoh dahulu transportasi menggunakan delman dan becak, sekarang telah berubah dengan taksi angkutan, ojol dan taksi on line. Begitu juga dulu seorang kusir kini berubah menjadi sopir.

      d). Perubahan Kemampuan Pada Mobilitas Sosial

      Pendidikan dan keterampilan akan memengaruhi perubahan kemampuan seseorang. Secara otomatis akan berpengaruh terhadap mobilitas sosial.

      Contoh, seorang tukang ojek setelah mengikuti kursus stir mobil maka ia mampu menjadi sopir.

      e). Perubahan Sikap Pada Mobilitas Sosial

      Perubahan sikap dapat mendorong dan menghambat terjadinya mobilitas sosial.

      Contoh sikap yang mendukung mobilitas adalah keinginan untuk maju maupun menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sikap yang menghambat mobilitas antara lain bersikap masa bodoh, tidak peduli dengan lingkungannya, dan pasrah dengan keadaan tanpa mau berusaha.

      Pengaruh Mobilitas Sosial

      Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

      Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

      Dampak Mobilitas Terhadap Timbulnya Konflik

      Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

      Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

      a). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Antarsosial

      Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

      b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Kelompok Sosial

      Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

      Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

      c). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Antargenerasi

      Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

      d). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status dan Konflik Peran

      Konflik status dan konflik peran akan terjadi jika masing-masing status yang melekat pada diri seseorong harus diperankan dalam waktu yang bersamaan.

      Konflik status dan/ atau konflik peran merupakan pertentangan antara status/ peran yang satu dengan status peran yang lain yang terjadi pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan antar status tersebut sekaligus karena adanya keterbatasan waktu dan tenaga.

      Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu

      Dampak mobilitas sosial tidak hanya dialami oleh kelompok masyarakat, namun dapat dialami oleh individu. Adapun dampak mobilitasbagi individu ini berupa:

      a). Dampak Mobilitas Sosial Pada  Konflik Status (Status-Conflict)

      Seseorang dalam masyarakat umumnya memiliki beberapa kedudukan sekaligus. Namun umumnya masyarakat melihat pada kedudukan utama yang menonjol pada orang tersebut.

      Contoh Konflik Status  Seseorang yang memiliki kedudukan sebagai kepala keluarga, ketua RT, dan anggota kepolisian. Kedudukan paling menonjol, yaitu sebagai anggota kepolisian. Ketika orang tersebut harus menangkap anaknya sendiri karena melakukan tindak kejahatan, maka statusnya sebagai anggota kepolisian mengharuskan melakukan kewajibannya.

      Jadi, konflik status dalam kehidupan individu ini berupa pertentangan antara dua status yang saling berbeda dalam diri seseorang, yang disebabkan adanya kepentingan dari status-status yang saling bertentangan.

      b). Dampak Mobilitas Sosial Pada Konflik Peranan (Conflict of Roles)

      Peranan (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan atau status. Jika seseorang  berubah statusnya, maka peranan pun ikut pula berubah sejalan dengan adanya konflik status.

      Contoh Apabila dalam suatu masyarakat terdapat individu yang tidak mampu menjalankan peranannya seperti yang diharapkan oleh masyarakat, maka individu tersebut dapat disebut mengalami konflik peranan.

      Jadi, konflik peranan adalah suatu keadaan dalam diri seorang individu yang tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan peranan yang disandangnya.

      Penyesuaian Pasca Konflik

      Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

      a). Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.

      b). Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.

      c). Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

      Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat

      Soal 1. Ahli sosiologi yang menyatakan bahwa tujuan mempelajari mobilitas sosial adalah untuk mendapatkan keterangan tentang kelanggengan dan keluwesan struktur sosial masyarakat adalah ….

      a). Kimball Young

      b). Hunt

      c). Horton

      d). Pitirim A Sorokin

      e). Selo Soemardjan

      Soal 2. Perpindahan kedudukan sosial dari kedudukan strata (statas) yang rendah ke yang lebih tinggi atau sebaliknya disebut mobilitas sosial ….

      a). perorangan

      b). horisontal

      c). kelompok

      d). khusus

      e). vertikal

      Soal 3. Social climbing adalah salah satu jenis gerak sosial vertical yang arahnya ….

      a). tetap

      b). turun

      c). naik

      d). standar

      e). menyeluruh

      Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat

      1). Mobilitas sosial adalah gerak perpindahan seseorang ataupun sekelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain.

      2). Mobilitas sosial berdasarkan jenisnya dibagi menjadi mobilitas vertical dan horizontal.

      3). Saluran-saluran mobilitas sosial, antara lain angkatan bersenjata, lembaga keagamaan, sekolah, organisasi politik, organisasi ekonomi, dan organisasi-organisasi keahlian.

      4). Faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas sosial, antara lain tingkat reproduksi, perbedaan tingkat migrasi, perubahan teknologi, perubahan kemampuan, dan perubahan sikap.

      5). Dampak mobilitas sosial, antara lain akan timbul konflik dan

        Daftar Pustaka:

        1. Konflik Status dan Konflik Peran, Dampak Mobilitas Sosial Terhadap Individu, Konflik Status (Status-Conflict), Contoh Konflik Status (Status-Conflict), Konflik Peranan (Conflict of Roles), Contoh Konflik Peranan (Conflict of Roles), Proses Terjadinya Mobilitas Sosial, Tingkat Reproduksi,
        2. Contoh Tingkat Reproduksi, Perbedaan Tingkat Migrasi, Contoh Perbedaan Tingkat Migrasi, Perubahan Teknologi, Contoh Perubahan Teknologi, Perubahan Kemampuan, Contoh Perubahan Kemampuan, Perubahan Sikap,
        3. Contoh Perubahan Sikap, Contoh Soal Ujian Mobilitas Sosial Masyarakat, Rangkuman Ringkasan Mobilitas Sosial Masyarakat, Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat., Pengaruh Mobilitas Pada Konflik Di Masyarakat,

        Ciri Pasar Persaingan Monopolistik

        Pengertian Pasar Monopolisitk. Bentuk pasar monopoli dan bentuk pasar persaingan murni merupakan dua bentuk pasar yang ekstrem. Namun pada kenyataannya, bentuk pasar baik untuk barang maupun untuk jasa, kebanyakan berada di tengah – tengah kedua sisi ekstrem tersebut.

        Kebanyakan pasar berada di antara bentuk pasar monopoli dan pasar persaingan murni. Bentuk pasar yang berada di antara kedua pasar ekstrem tersebut dikenal dengan istilah pasar persaingan monopolisitk.

        ciri-pasar-persaingan-monopolisitk
        ciri-pasar-persaingan-monopolisitk

        Pasar Persaingan monopolistik sering disebut juga sebagai pasar monopolistik atau pasar monopolistis yaitu salah satu jenis pasar yang memiliki banyak produsen yang menghasilkan barang sejenis atau serupa namun mempunyai perbedaan dalam beberapa aspek.

        Penjual dalam pasar monopolistic tidak terbatas jumlahnya, namun demikian produk- produk yang dihasilkan memiliki karakter sendiri – sendiri, sehingga terdapat perbedaan antara satu produk dengan produk lainnya.

        Ciri – Ciri Pasar Persaingan Monopolistik.

        Di dalam pasar monopolistic barang yang diperjualbelikan hanya satu jenis, namun memiliki perbedaan – perbedaan dalam hal tertentu. Perbedaan bisa karena bentuknya, mutunya, atau ukuran dan sebagainya. Struktur pasar persaingan monopolistic mempunyai ciri utama sebagai berikut:

        • Banyak Perusahaan dan Banyak Pembeli

        Ciri ini merupakan ciri dari pasar persaingan sempurna. Ini artinya struktur pasar persaingan monopolistic terdapat banyak perusahaan dan pembeli yang dapat bertindak secara bebas dalam bertransaksi.

        • Produk Yang Dibedakan

        Produk yang ditawarkan di pasar mempunyai perbedaan dalam satu hal atau lebih (barang diferensiasi). Perbedaan ini terjadi akibat adanya promosi penjualan dan iklan. Perbedaan mungkin saja dari segi fisik, seperti kemasan produk, dan juga bias dalam bentuk image konsumen terhadap produk tersebut.

        • Promosi Penjualan Sangat Aktif

        Harga tidak menjadi penentu utama besarnya pasar untuk perusahaan-bperusahaan dalam pasar persaingan monopolistik. Untuk memengaruhi cita rasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan bukan harga. Caranya antara lain dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberi bonus penjualan, dan sebagainya.

        Perusahaan mungkin dapat menjual barangnya dengan harga relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak pembeli. Sebaliknya suatu perusahaan lain mungkin harga barang yang ditawarkan rendah tetapi tidak banyak menarik pembeli.

        Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak. Ini menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli.

        Dengan demikian untuk memenangkan persaingan, setiap penjual produsen harus aktif melakukan promosi iklan.

        • Barang yang Diperjualbelikan Terdiferensiasi (memiliki perbedaan corak)

        Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.

        • Adanya Kemampuan Penjual Untuk Memengaruhi Harga

        Dalam pasar persaingan monopolistik, produsen mempuyai kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun tidak sekuat pada pasar monopoli. Kemampuan mempengaruhi harga terlihat dari upaya produsen untuk mempertahankan ciri khas dan keunggulan dari produk yang dihasilkannya.

        Misalnya untuk industri deterjen, produk dari perusahaan A terkenal dengan keharumannya sedangkan  produk dari peusahaan B terkenal dengan lebih lembut di tangan.

        • Bebas Masuk dan Bebas Keluar.

        Hal ini berbeda dengan pasar monopoli atau duopoly, pasar persaingan monopolistic tidak mempunyai hambatan untuk dimasuki oleh para pelaku, sehingga perusahaan dapat keluar dan masuk pasar secara bebas.

        Dalam jangka pendek, perusahaan yang berada dalam pasar persaingan monopolistic biasanya mendapatkan laba super normal. Laba super normal ini diperoleh dari kombinasi harga dan output ketika biaya marginal sama dengan pendapatan marginal

        Dalam jangka panjang, laba super normal yang diperoleh pelaku pasar persaingan monopolistic akan menyebabkan datangnya pesaing – pesaing baru di pasar. Para pesaing baru ini akan berlangsung terus sampai menyebabkan laba super normal menjadi tidak ada lagi.

        Contoh Pasar Monopolistik.

        Contoh pasar monopolistic adalah: pasar produk – produk untuk peralatan mandi seperti shampoo, pasta gigi, sabun mandi dan sebagainya. Meskipun fungsi semua produk – produk tersebut adalah  sama yaitu untuk keperluan saat mandi, tetapi setiap produk memiliki ciri khusus sesuai dengan produsennya. Misalnya perbedaan kemasan, aroma, komposisi bahan, warna, dan sebagainya.

        Contoh lainnya adalah pasar kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor. Produk sepeda motor cenderung bersifat homogen, namun demikian masing – masing memiliki ciri yang khas sendiri. Ciri khususnya misalkan pemakaian bahan bakar yang irit. Atau bisa saja memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan untuk jarak jauh. Karena setiap merek mempunyai ciri khas maka, tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia tersendiri.

        Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukan merupakan faktor utama untuk meningkatkan nilai penjualan. Namun lebih kepada kemampuan perusahaan dalam menciptakan citra yang baik pada masyarakat.

        Citra yang baik mampu membuat masyaratakat untuk membeli produk atau barang produksi dari suatu perusahaan walaupun dengan harga mahal. Oleh karena itu, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif berinovasi dalam mempromosikan produk yang disertai dengan peningkatan citra perusahaan.

        Faktor Penyebab Terbentuknya Pasar Monopolistik, 

        Beberapa factor yang menimbulkan terbentukna pasar monoplistik adalah:

        1). Produsen dapat dengan mudah masuk ataupun keluar dari pasar monopolistik.

        2). Banyak alternative untuk membuat produk yang sebenarnya sama namun berbeda corak dari desain, kemasan, mutu dan sebagainya.

        3). Dapat menentukan harga sesuai dengan keingingan keuntungan dan kemampuan pasar.

        4). Dapat mempengaruhi atau mengikuti keinginan pasar dengan melakukan promosi dan iklan.

        5). Jumlah produser tidak terlalu banyak, sehingga persaingannya juga tidak terlalu banyak.

        Fungsi Iklan Pada Pasar Monopolistik.

        Kegiatan promosi atau iklan dalam pasar monopolistik bertujuan untuk dapat memengaruhi citra masyarakat terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, karena dalam pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah satu- satunya faktor yang bisa memengaruhi konsumen.

        Cara Penentuan Harga Produk Pasar Monopolistik

        Dalam pasar persaingan monopolistik, produsen mempuyai kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun tidak sekuat pada pasar monopoli. Kemampuan mempengaruhi harga terlihat dari upaya produsen untuk mempertahankan ciri khas dan keunggulan dari produk yang dihasilkannya.

        Kebaikan Keunggulan Pasar Monopolistik

        Adapun kelebihan pasar monoplistik antara lain sebagai berikut.

        1) Konsumen memiliki banyak pilihan barang. Setiap perusahaan persaingan monopolistik akan berusaha memproduksi barang yang mempunyai sifat khusus. Sehingga konsumen menerima imbalan berupa tersedianya bermacam-macam mutu, model, dan warna dari barang-barang yang dihasilkan persaingan monopolistik.

        2) Produsen dapat menentukan harga sendiri- sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.

        3) Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungan sendiri- sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendiri sendiri.

        4) Dari segi distribusi pendapatan, pasar persaingan monopolistik lebih merata karena tidak ada perusahaan yang dominan dan tidak terdapat keuntungan lebih dalam jangka panjang.

        Kelemahan Kekurangan Pasar Monopolistik

        Kelemahan pasar monopolistik  antara lain sebagai berikut.

        1) Tidak efisiennya produksi karena produsen tidak berproduksi dengan biaya rata-rata (Average Cost AC) yang minimum. Perusahaan dalam persaingan monopolistik umumnya berukuran kecil sehingga masih bekerja kurang efisien dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi disbanding dengan pasar monopoli.

        2) Terlalu banyak perusahaan kecil.

        3) Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut, atau harga P lebih besar dari marginal cost MC. Sebaliknya, tenaga kerja dibayar hanya setinggi MC, yang lebih rendah dari nilai barang yang diproduksi (harga). Hal ini karena harga P lebih besar dari marginal cost MC. Jadi, ini mirip pasar monopoli tetapi dalam derajat atau tingkat yang kecil.

        4). Persaingan sangat berat karena pasar biasanya didominasi oleh produk-produk yang telah ternama.

        Contoh Soal Ujian Bentuk Pasar Monopolistik

        Soal 1. Perhatikan bentuk pasar berikut!

        1) Pasar oligopoli.

        2) Pasar monopoli.

        3) Pasar persaingan monopolistik.

        4) Pasar persaingan sempurna.

        5) Pasar monopsoni.

        Penggunaan iklan akan efektif dalam bentuk pasar . . . .

        1. 1) dan 2)
        2. 3) dan 4)
        3. 1) dan 3)
        4. 4) dan 5)
        5. 1) dan 5)

          Daftar Pustaka:

          1. Sukirno, S, 2011, “Mikroekonomi Teori Pengantar”, PT Raja Grafindo Persada, Edisi Ketiga, Cetatakan Ke 26, Jakarta.
          1. Joesron, Suharti, Tati. Fathorrrazi, M., 2012, “Teori Ekonomi Mikro”, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
          2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
          3. Ahman H., Eeng. Rohmana, Yana, 2007, “Ilmu Ekonomi dalam PIPS”, Edisi Pertama, Penerbit Unuversitas Terbuka, Jakarta.
          4. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
          5. Ahman, H., E., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta.
          6. Kata dalam artikel Pengertian Pasar Monopolisitk atau Bentuk antara pasar monopoli dan pasar persaingan murni. Pasar Persaingan monopolistic, adalah pasar memiliki banyak produsen. Ciri – Ciri Pasar Persaingan Monopolistik, atau contoh produk pasar monopolistic yaitu Pasar Banyak Perusahaan dan Pembeli,.
          7. Produk Yang Dibedakan barang diferensiasi yang Pasar yang Bebas Masuk maupun Keluar. Pengertian laba super normal pada monopilstik dan Pasar tanpa hambatan. Contoh Pasar Monopolistik maupun factor yang menyebabkan timbulnya pasar monopolistic.

          Dampak Negatif Perubahan Sosial Pada Kehidupan Masyarakat

          Pengertian Perubahan Sosial.

          Pada dasarnya perubahan sosial merupakan alternatif dari cara-cara atau tatanan hidup yang sudah ada dan diterima.

          Perubahan – perubahan yang terjadi dapat berupa kebudayaan, kondisi geografis, material, ideologi, komposisi penduduk.

          Perubahan juga mungkin akibat adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru dalam masyarakat.

          Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan – perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

          Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa yang mengalami perubahan adalah struktur sosial dan sistem sosialnya.

          Perubahan sosial sebagai bentuk nyata adanya perubahan pada lembaga – lembaga  kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem social, nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat.

          Penekanan definisi ini tertumpu pada lembaga – lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

          Dampak Negatif Perubahan Sosial Terhadap Masyarakat.

          Dampak negative perubahan social terhadap kehidupan masyarakat antara lain adalah:

          • Disorientasi pada nilai dan norma yang ada pada masyarakat.
          • Akan terjadi perubahan yang nyata pada perilaku dan budaya masyarakat.
          • Lunturnya jadi diri bangsa menjadi seperti konsumtif, kebarat – baratan, hedonis, individualis, sekuler, cultural lag, cultural shock dan degradasi moral seperti pergaulan dan sek bebas.
          • Dapat menimbulkan konflik social secara vertical dan horizontal
          • Lembaga social yang ada tidak berfungsi maksimal
          • Kehilangan kesempatan kerja sehingga terjadi peningkatan pengangguran.

          Daftar Pustaka:

          Pengaruh Perubahan Sosial Tehadap Perilaku Masyarakat.

          Pengertian Perubahan Sosial.

          Perubahan sosial dapat diartikan sebagai perubahan – perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa yang mengalami perubahan adalah struktur sosial dan sistem sosialnya.

          Perubahan – perubahan sosial merupakan alternatif dari cara-cara atau tatanan hidup yang sudah ada dan diterima. Perubahan – perubahan yang terjadi dapat berupa kebudayaan, kondisi geografis, material, ideologi, komposisi penduduk. Perubahan juga mungkin akibat adanya difusi ataupun penemuan – penemuan baru dalam masyarakat.

          Perubahan sosial sebagai bentuk nyata adanya perubahan pada lembaga – lembaga  kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem social, nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok masyarakat. Penekanan definisi ini tertumpu pada lembaga – lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

          Perubahan sosial merupakan segala bentuk perubahan yang terjadi pada masyarakat. Perubahan ini mempengaruhi sistem social yang berlaku seperti nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok – kelompok yang ada dalam masyarakat. Perubahan social ini secara langsung berpengaruh terhadap masyarakat yang bersangkutan baik secara materiil maupun immateriil.

          Pengertian Modernisasi.

          Modernisasi adalah proses perubahan sikap hidup dan tujuan hidup sesuai dengan tuntutan kehidupan sekarang dalam bentuk perubahan sosial yang terarah, berdasarkan pada perencanaan yang melibatkan banyak bidang.

          Modernisasi merupakan fenomena transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat berteknologi dengan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia Barat yang ekonominya dinilai makmur dan situasi politik yang stabil.

          Syarat penting untuk terjadinya modernisasi adalah kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk mencoba menerapkan atau menggunakan metode baru yang sebelumnya tidak ada atau belum dikenali.

          Pengertian Globalisasi.

          Globalisasi dapat diartikan sebagai pengglobalan (atau menduniakan) atau penyatuan seluruh aspek kehidupan di dunia ini. Penyatuan ini dilakukan melalui upaya penyeragaman yang mendunia meliputi seluruh negara yang ada.

          Globalisasi merupakan suatu proses hubungan sosial secara relatif yang tidak dibatasi jarak dengan menghilangkan batasan – batasan secara nyata. Sehingga ruang lingkup kehidupan manusia menjadi semakin besar dengan memainkan peran yang lebih luas di dunia sebagai satu kesatuan.

          Globalisasi menciptakan perpindahan barang dan jasa antar – negara di seluruh dunia dapat bergerak secara  bebas tanpa halangan apapun.

          Dampak Perubahan Sosial  Akibat Modernisasi dan Globalisasi

          Gejala modernisasi dapat diamati dari berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, politik, ideologi, agama, dan lain sebagainya. Adapun perubahan sosial budaya dapat berdampak positif maupun negatif. Sedangkan gejala-gejala sosial sebagai akibat perubahan sosial yang dapat diamati berupa anomie, culture shock, dan culture lag.

          Perilaku masyarakat akibat dampak dari perubahan sosial budaya, dapat berupa penyesuaian atau adjusment dan ketidakpenyesuaian atau maladjusment. Penyesuaian dapat dibedakan menjadi dua kriteria, yakni penyesuaian lembaga-lembaga kemasyarakatan dan penyesuaian individual.

          Proses perubahan sosial budaya terjadi melalui saluran atau saran proses perubahan dalam masyarakat. Sarana perubahan ini pada umumnya adalah lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, politik, dan lain sebagainya.

          Pada kenyataannya, tidak semua perubahan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, melainkan ada pula yang ditolak.

          Menurut beberapa ahli, suatu perubahan akan mengalami penolakan jika perubahan tersebut diterapkan secara paksa. Atau perubahan sosial yang tidak dipahami oleh masyarakat. Atau  perubahan sosial budaya tersebut dinilai sebagai ancaman terhadap nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

          Dampak sosial akibat perubahan sosial budaya setidaknya dapat dikelompokkan menjadi dampak beruntun dari sebuah perubahan mekanik dan dampak sosial budaya lanjutan dari sebuah perubahan. Ini berarti sebuah perubahan menciptakan perubahan baru, lalu perubahan tersebut mengakibatkan perubahan baru selanjutnya, kemudian munculnya beberapa pengaruh dari beberapa perubahan secara bersamaan.

            Daftar Pustaka:

            Jenis Sanksi Dan Norma Yang Berlaku di Masyarakat Indonesia

            Pengertian Norma.

            Norma merupakan kaidah atau ketentuan yang mengatur tata kelakuan seluruh anggota masyarakat. Norma sangat berkaitan dengan nilai, karena norma adalah bentuk nyata dari nilai. Norma merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh nilai.

            Jenis dan Sanksi Norma

            Perwujudan norma sosial yang berlaku pada suatu masyarakat dapat berbentuk tertulis dan tidak tertulis. Berdasar kekuatan yang mengikat sistem nilai dalam kehidupan masyarakat, norma sosial dapat digolongkan dalam beberapa macam, yaitu cara (usage), kebiasaan (folkways), tata susila (mores), adat istiadat (customs), hukum (laws), dan agama (religion).

            norma-dan-sanksi-yang-berlaku-pada-masyarakat
            norma-dan-sanksi-yang-berlaku-pada-masyarakat

            Usage (cara)

            Cara atau Usage adalah norma yang memiliki sanksi sangat lemah dan tidak mengakibatkan adanya hukuman. Usage (cara) merupakan suatu bentuk kegiatan yang sering digunakan pada hubungan individu dalam masyarakat, yang apabila dilanggar tidak akan mendapat hukuman yang berat, apabila dilanggar hanya akan mendapat celaan atau predikat tidak sopan. Contoh mengambil makanan dengan tangan kiri atau mengeluarkan bunyi karena kenyang setelah makan.

            Folkways (kebiasaan)

            Folkway adalah bentuk perbuatan yang dilakukan secara berulang oleh banyak orang menjadi bentuk kebiasaan. Norma ini diakui keberadaannya di tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu standar dalam interaksi sosial. Bila terjadi pelanggaran si pelaku bisa dicemooh atau digunjingkan. Contohnya adalah  memberi hormat kepada orang tua, memberi salam atau menegur sapa ketika bertemu dengan teman.

            Mores (Tata Kelakuan).

            Mores adalah norma yang mendapat penekanan keras. Tata kelakuan mencerminkan sikap-sikap yang dianut kelompok masyarakat yang dilaksanakan sebagai alat pengawasan, baik secara sadar atau tidak bagi para anggotanya. Anggota masyarakat yang melakukan penyimpangan akan dianggap jahat atau jelek.

            Custom (adat istiadat)

            Custom adalah ide-ide atau gagasan dari orang banyak yang tinggal bersama dalam suatu kelompok masyarakat atau suku tertentu. Custom memberi jiwa dan pedoman untuk bertingkah laku pada masyarakat setempat yang asli dan belum ada unsur campur tangan dari tata aturan atau norma modern. Anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi adat. Pelanggar dikenakan sanksi yang cukup berat, seperti dikucilkan dari masyarakat karena dianggap sebagai pangkal masalah dalam tata kehidupan masyarakat tersebut.

            Laws (hukum)

            Laws adalah norma hukum yang pada umumnya sangat tegas, dan tidak hanya diketahui oleh sekelompok kecil masyarakat. Hukum diundangkan atau diumumkan dan tertulis, walaupun ada juga yang tidak tertulis. Misalnya kebiasaan kenegaraan yang tidak tertulis (biasa disebut dengan konvensi). Pelanggarnya akan dikenakan sanksi melalui sarana hukum pengadilan.

            Contoh Soal Ujian dan Pembahasan.

            Di perempatan jalan biasanya dipasang lampu pengatur lalu lintas. Pemasangan lampu tersebut dimaksudkan agar lalu lintas berjalan teratur. Jika norma tersebut dilanggar oleh warga pengguna jalan, polisi dapat memberikan surat bukti pelanggran atau tilang. Perilaku yang dipatuhi tersebut termasuk jenis norma….

            (A). Mores.   (B). Folkway.   (C). Customs.   (D). Laws.   (E). Usage.

            Jawaban: D

            Pembahasan:

            Pemasangan lampu pengatur lalu lintas bertujuan agar lalu lintas berjalan teratur. Oleh karena itu, pelanggar tata tertib berlalu lintas akan ditilang. Aturan untuk mematuhi rambu – rambu lalu lintas.

            Daftar Pustaka:

            Cara Memilih Kartu Kredit Yang Benar

            Pengertian Kartu Kredit. Kartu kredit merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga non bank. Kartu kredit diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat seperti supermarket, hotel, restoran, pasar swalayan, dan tempat lainnya.

            Pihak Yang Terlibat

            Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit melibatkan berbagai pihak. Masing – masing pihak terikat dengan perjanjian mengenai hak dan kewajibanya. Dalam system kerja kartu kredit ada tiga pihak yang terlibat yaitu bank atau perusahaan yang menerbitkan kartu kredit, pedagang atau merchant tempat belanja dimana kartu kredit dapat digunakan, dan pemegang kartu itu sendiri.

            cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian
            cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian

            Untung Rugi Kartu Kredit

            Nasabah pemegang atau pemilik kartu kredit selalu berharap mendapatkan beragam kemudahan dan keuntungan selama memegang kartunya. Hal ini sesuai dengan tujuan penggunaan kartu kredit tersebut. Untuk menghindari berbagai masalah yang bisa ditimbulkan akibat memegang kartu kredit, maka pemilihan untuk memegang kartu kredit perlu berhati – hati.

            Untuk mendapatkan jenis kartu kredit yang baik dapat dilihat dari berbagai hal. Ada beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik. Tentu saja hal ini lebih banyak disesuaikan dengan keinginan dan tujuan nasabah. Setiap jenis kartu memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

            Memilih Kartu Kredit

            Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila memenuhi kreteria berikut:

            • Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit harus relative ringan.
            • Proses mendapatkan harus cepat dan mudah, tidak berbelit atau bertele – tele
            • Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat digunakan diberbagai tempat yang diinginkan
            • Biaya penggunaan yang relative rendah seperti biaya iuran tahunan, bunga yang dibebankan ke kartu kredit, dan biaya lainnya.
            • Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi.
            • Penggunaan kartu kredit harus memberikan rasa bangga kepada pemakainya

            Ciri Ciri Kartu Kredit

            Beberapa ciri kartu kredit di antaranya adalah:

            • ukuran kecil dan ringan seperti kartu kartu lainnya.
            • bisa digunakan untuk transaksi seperti uang tunai atau kartu atm lainnya
            • transaksi hanya dapat dilakukan pada tempat tertentu
            • pelunasan kartu atas transakas lebih fleksibel, seperti pinjaman dengan suku bunga relatif lebih besar dari bunga pinjaman dari bank
            • lebih aman dari pencurian karena ada sistem keamanan melalui PIN.

            Daftar Pustaka.

            Fungsi Lembaga Sosial Bagi Kehidupan Masyarakat

            Pengertian Lembaga Sosial.

            Beberapa arti dari kata lembaga social yang disampaikan oleh para ilmuwan di antaranya adalah:

            Lembaga social adalah suatu sistem norma yang bertujuan untuk mencapai harapan kemasyarakatan yang berguna bagi kehidupan manusia. Lembaga sosial dapat pula diartikan sebagai keseluruhan tata kelakuan atau kebiasaan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia.

            Lembaga sosial adalah suatu sistem sosial yang tersusun secara rapi dan bersifat permanen, memuat perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu dalam rangka memuaskan atau memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam kehidupannya.

            Lembaga  sosial adalah suatu sistem norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupannya.

            Namun secara sederhana dapat diartikan bahwa Lembaga sosial merupakan sistem norma yang berhubungan dengan segala aktivitas masyarakat yang bersifat terarah dalam rangka melangsungkan kehidupan bermasyarakat dan memenuhi segala kebutuhan pokok manusia.

            Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

            Beberapa definisi lembaga sosial menurut para ahli sosiologi adalah sebagai berikut.

            a). Lembaga Sosial Menurut Robert Mac Iver dan C.H. Page

            Lembaga sosial merupakan merupakan prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang bergabung dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut asosiasi.

            b). Lembaga Sosial Menurut Liopold Von Wilse dan Becher

            Lembaga sosial adalah suatu jaringan proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok sosial yang berfungsi memelihara hubungan serta polanya sesuai dengan minat dan kepentingan manusia dalam kelompoknya

            c). Lembaga Sosial Menurut Harton

            Lembaga sosial adalah suatu sistem hubungan sosial yang mengandung nilai- nilai dan prosedur tertentu dalam usaha memenuhi kebutuhankebutuhan pokok masyarakat.

            d). Lembaga Sosial Menurut Landis

            Lembaga sosial adalah struktur budaya formal yang dirancang untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan sosial pokok.

            Fungsi Lembaga Sosial Bagi Masyarakat.

            Secara umum tujuan dari lembaga sosial adalah untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup manusia agar dapat melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

            Lembaga sosial memiliki beberapa fungsi yang sangat mendasar atau fundamental dan di antaranya adalah sebagai berikut.

            1. Lembaga sosial dapat berfungsi sebagai pemberi arahan dan pedoman kepada warga masyarakat agar dapat menyelaraskan diri dengan norma yang berlaku. Dengan demikian dapat tercapai dan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.
            2. Lembaga sosial beperan sebagai stabilisator dan dinamisator dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan peran ini diharapkan dapat mengembangkan kualitas proses sosial.
            3. Lembaga sosial mempunyai fungsi kontrol atau social control terhadap aktivitas – aktivitas yang dilakukan dalam masyarakat.
            4. Lembaga sosial berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, dan menjaga integritas kepribadian bangsa.
            5. Lembaga sosial berfungsi sebagai dinamisator dalam mengembangkan kehidupan bermasyarakat.

            Syarat Lembaga Sosial Masyarakat, 

            Beberapa syarat Lembaga sosial diantaranya adalah

            a). Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma- norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis.

            b). Kelompok- kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.

            c). Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi komplekskompleks kebutuhan tertentu, yang disadari dan dipahami oleh kelompok- kelompok yang bersangkutan.

            d). Mempunyai perlengkapan dan peralatan.

            e). Sistem aktivitas itu dibiasakan atau disadarkan kepada kelompokkelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.

            Contoh Soal Ujian Dan Pembahasan.

            Dalam keluarga diperlukan kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk bermoral. Apabila anak tidak mendapatkannya, dia akan menjadi pribadi yang sulit untuk dikendalikan, nakal, bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka keluarga tersebut telah menjalankan fungsi….

            (A). Reproduksi,   (B). Sosialisai,   (C). Afeksi,   (D). Pemberian status,   (E). Proteksi

            Jawaban: C

            Pembahasan.

            Keluarga berfungsi memberikan kasih sayang kepada anggota keluarganya. Fungsi memberi kehangatan, rasa kasih sayang, dan perhatian adalah sangat diperlukan untuk seorang anak agar tidak terjerumus dalam perilaku yang mengarah pada kejahatan dan lain – lain. Karena pada dasarnya setiap manusia sangat butuh dengan kasih sayang. Hal ini merupakan fungsi keluarga dalam hal fungsi afeksi.

            Contoh Soal Ujian Lembaga Sosial Masyarakat

            Soal 1. Suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting merupakan hakikat dari ….

            a). lembaga sosial

            b). kelompok sosial

            c). organisasi sosial

            d). perubahan sosial

            e). mobilitas sosial

            Soal 2. Lembaga sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib masyarakat menurut tipenya digolongkan dalam ….

            a). basic institutions

            b). crescive institutions

            c). regulative institutions

            d). subsidiary institutions

            e). approved institutions

            Soal 3. Pranata ekonomi dikatakan dapat berfungsi dengan baik, apabila mampu mewujudkan

            a). kesejahteraan

            b). kebahagiaan

            c). kepedulian

            d). kebebasan

            e). kesengsaraan

              Daftar Pustaka:

              1. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Lembaga Sosial, Lembaga social adalah,  sistem norma masyarakat, Pengertian system norma, Fungsi Lembaga social bagi masyarakat, hubungan system norma dengan kegiatan masyarakat,  tujuan dari lembaga social,
              2. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Fundamental Lembaga Masyarakat, Fungsi pemberi pedoman Lembaga social, Fungsi stabilisator dan dinamisator Lembaga social, Fungsi kontrol atau social control Lembaga social, Fungsi menjaga keutuhan persatuan masyarakat Lembaga social,
              3. Ardra.Biz, 2019, “Ciri Ciri Lembaga Sosial, Fungsi Laten Lembaga Sosial, Fungsi Lembaga Agama, Fungsi Lembaga keluarga, Fungsi Lembaga Masyarakat, Fungsi Lembaga Pendidikan, Fungsi Lembaga Politik,
              4. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Lembaga Sosial Bagi Kehidupan Masyarakat Negara, fungsi manifes dalam lembaga sosial, fungsi manifes lembaga politik, fungsi pranata pendidikan, Pengertian Lembaga Sosial.

              Fungsi Sumsum Tulang Belakang Pada Sistem Saraf

              Sistem Raraf.

              System saraf adalah salah satu system yang berfungsi untuk mengontrol tubuh kita. Misalkan pengontrolan terhadap otot – otot, kelenjar – kelenjar, dan organ – organ tubuh. System saraf akan menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, dan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut.

              Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh atau internal, misalkan rasa haus, rasa lapar dan sakit. Tetapi dapat pula datangnya dari luar tubuh atau eksternal, misalkan suara, bau, panas dan cahaya.

              Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sel saraf yang menerima rangsangan disebut reseptor. Reseptor dapat dibedakan menjadi eksteroseptor dan interoseptor.

              Pada sistem koordinasi, sumsum dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sumsum lanjutan (atau medulla oblongata) dan sumsum tulang belakang (atau medulla spinalis).

              fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf
              fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf

              Sumsum Lanjutan, Medulla Oblongata

              Sumsum lanjutan merupakan bagian paling belakang dari otak. Sumsum lanjutan paling atas disebut jembatan Varol. Sumsum lanjutan berfungsi mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa, muntah, serta membantu pernapasan.

              Sumsum Tulang Belakang, Medulla Spinalis

              Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas – ruas tulang belakang yaitu lanjutan dari medulla oblongata memanjang sampai tulang punggung. Tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua atau canalis centralis vertebrae.

              Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dari cairan serebrospinal yang menyerupai cairan yang ada pada otak.

              Pada potongan melintang, bentuk sumsum tulang belakang tampak memiliki dua bagian yaitu bagian luar yang berwarna putih, sedangkan bagian dalamnya memiliki warna abu – abu.

              Warna putih pada bagian luar disebabkan oleh kandungan dendrit dan akson yang berbentuk tiang. Sedangkan bagian dalam berwarna abu – abu berbentuk menyerupai sayap seperti huruf H.

              Sayap  seperti huruf H yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak neuron motoric dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, dan mengandung badan neuron sensorik.

              Fungsi Sumsum Tulang Belakang.

              Adapun beberapa fungsi utama dari sumsum tulang belakang di antaranya adalah:

                1. Sebagai pusat gerak reflex
                1. Penghantar impuls sensorik dari kulit atau otok ke otak
              1. Membawa impuls motoric dari otak ke efektor.

              Daftar Pustaka:

              error: Content is protected !!