Biaya Peluang, Opportunity Cost. Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Biaya Peluang Opportunity Cost. Biaya peluang muncul, karena adanya pilihan yang dilakukan individu- individu, perusahaan, dan masyarakat akibat  kelangkaan sumber daya yang dihadapi.

Karena adanya keterbatasan atau kelangkaan sumber daya, maka sebuah perusahaan harus membuat pilihan. Akibat dari pilihannya, perusahaan tersebut akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh barang yang lain. Hal itulah yang dimaksud dengan biaya peluang. Biaya peluang atau kesempatan adalah biaya yang harus dikorbankan untuk memperoleh kebutuhan barang atau jasa yang lain.

Jadi, biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya karena hilangnya kesempatan akibat dari pemenuhan suatu kebutuhan yang lain.

Biaya peluang merupakan biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika perusahaan dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya, maka alternatif yang tidak dipilihnya menjadi biaya peluang.

Batas kemungkinan produksi menunjukkan jumlah maksimum alternatif kombinasi barang dan jasa yang dapat diproduksi oleh sebuah perusahaan atau masyarakat pada suatu waktu ketika sumber- sumber daya ekonomi dan teknologi didayagunakan sepenuhnya.

Kurva batas kemungkinan produksi tidak hanya menggambarkan kapabilitas produksi yang terbatas dan masalah kelangkaan. Namun, kurva batas kemungkinan produksi juga mencerminkan konsep biaya kesempatan (opportunity cost).

Konsep Opportunity Cost dapat direpresentsikan dengan menggunakan batas kemungkinan produksi (atau production possibility frontier– dan disingkat menjadi PPF). Batas kemungkinan produksi (atau production possibility frontier – PPF) adalah jumlah produksi yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan atau perekonomian, dengan menggunakan sumber daya yang terbaik melalui pengetahuan teknologi dan jumlah input yang tersedia. PPF merepresentasikan daftar barang dan jasa yang tersedia untuk masyarakat.

Batas kemungkinan produksi yang direpresentasikan dalam bentuk grafik disebut kurva batas kemungkinan produksi (atau production possibility frontier curve). Efesiensi sumber daya dalam memproduksi dua komoditas atau produk tidaklah sama. Sehingga Setiap tambahan satuan komoditas atau produk pertama yang diproduksi menyebabkan sejumlah komoditas kedua harus dikorbankan.

Biaya Peluang, Kesempatan Opportunity Cost

Pada Tabel ditunjukkan suatu perusahaan “X” yang mampu memproduksi 15 ribu unit pakaian tanpa memproduksi sepatu. Kondisi ini ditunjukkan oleh kemungkinan A. Pada saat perusahaan memprodusi satu ribu unit sepatu dan 14 ribu unit pakaian ditunjukkan oleh kemungkinan B. Jika Kondisi tersebut berlanjut sampai mendapatkan kombinasi kemungkinan F yang memproduksi lima ribu unit sepatu namun tanpa memproduksi pakaian.

Pergerakan kemunggkinan A ke B menunjukkan adanya pengurangan produksi jumlah produksi pakaian, yaitu dari 15 ribu ke 14 ribu. Pada kondisi Ini faktor-faktor produksi yang dikorbankan sudah cukup untuk memproduksi satu ribu unit sepatu yang pertama. Begitu seterusnya hingga sampai pada titik F. Pada kondisi kemungkinan F, seluruh factor factor produksi dikorbankan untuk memproduksi lima ribu sepatu.

Jadi produksi sepatu dapat terus ditingkatkan jika produksi pakaian terus dikurangi atau dikorbankan, sehingga biaya- biaya yang digunakan untuk faktor-faktor produksi pakaian dapat digunakan untuk membiayai produksi sepatu.

Tabel di atas, bisa digunakan untuk mempelajari kurva batas kemungkinan produksi dalam kurva production possibility frontier PPF.

Kurva Production Possibility Frontier - PPF

Kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier-PPF) ditunjukkan pada garis yang dibentuk dari titik A hingga F. Garis lengkung A-F menjadi batas produksi dari kombinasi pakaian dan sepatu sekaligus merupakan produksi tertinggi yang dapat dicapai oleh perusahaan “X”.

Perhatikan bahwa titik yang ada di luar kurva, yaitu pada titik G, pada kondisi kombinasi tersebut tidak dapat dicapai oleh sumber daya dan teknologi yang tersedia. Sedangkan pada titik H, menunjukkan kegiatan ekonomi tidak memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Jika perusahaan dalam perekonomian memproduksi kedua barang tersebut selalu berada pada posisi garis batas kemungkinan produksi, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan atau perekonomian berjalan secara efisien. Efisiensi diartikan sebagai penggunaan sumber daya ekonomi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat atau konsumen.

Efisiensi produksi terjadi jika produksi barang tertentu tidak dapat ditingkatkan lagi tanpa mengurangi mengorbankan produksi barang lain, yaitu selama perekonomian masih berada pada garis batas kemungkinan produksi.

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa setiap tambahan satuan komoditas pertama akan menyebabkan sejumlah komoditas kedua harus dikorbankan atau dikurangi. Sesuai konsep opportunity cost, biaya dari setiap satuan bahan yang digunakan untuk membuat  komoditas pertama sama dengan kesempatan atau peluang yang hilang atau sama dengan jumlah komoditas kedua yang harus dikorbankan.

Hal ini akan mengakibatkan perusahaan dapat berpindah usaha atau berproduksi di bidang lain atau komoditas lain. Hal ini akan terjadi ketika perusahaan memandang bahwa memproduksi barang komoditas lainnya lebih menguntungkan, sehingga perusahaan terpaksa harus melakukan PHK pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya. PHK dilakukan perusahaan kepada karyawan diakibatkan karena perusahaan tidak lagi memerlukan tenaga atau keahlian dari karyawan tersebut.

Pada akhirnya dapat disimpulkan, bahwa batas kemungkinan produksi mengungkapkan tiga konsep, yaitu keterbatasan (limited), pilihan (choice) dan biaya kesempatan (opportunity cost).

Contoh Soal Ujian Biaya Peluang Opportunity Cost.

Soal 1. Tuan Gemilang ditawari untuk menjadi seorang konsultan pada perusahaan multiasional dengan gaji 30 juta rupiah perbulan. Tuan Gemilang baru saja diminta temannya untuk menjadi manager pada salah satu perusahaan temannya tersebut dengan pendapatan 35 juta ru[iah per bulan. Selain itu tuan Gemilang ditawari juga pada sebuah perusahaan swasta dengan gaji 32 juta rupiah per bulan.

Ternyata tuan Gemilang memilih menjadi wiraswata dangan modal sendiri sebesar 25 juta rupiah, maka biaya peluang yang dikorbankan oleh tuan Gemilang adalah.

a). 30 Juta rupiah

b). 35 jata rupiah

c). 32 juta rupiah

d). 25 juta rupiah

e). 97 juta rupiah.

Jawab.

Biaya peluang opportunity cost adalah biaya yang sementinya diperoleh seseorang, namun tidak jadi karena memilih alternative yang lain. Sedangkan cara menentukan biaya peluangnya adalah dengan memilih biaya dalam hal ini tawaran (atau peluang yang memiliki nilai tertinggi).

Karena tuan Gemilang memilih menjadi wiraswasta dengan modal sendiri, maka ada peluang yang hilang atau dikorbankan. Dan peluang yang tertinggi adalah 35 juta rupiah. Maka biaya peluang yang dikorbankan adalah sebesar 35 juta rupiah.

Jawaban benar adalah b

Soal 2. Sekarang tuan Gemilang bekerja pada sebuah perusahaan sebagai staf ahli informasi teknologi dengan gaji 20 juta ditambah uang tunjangan transport dan makan sebesar 5 juta rupiah. Tuan Gemilang memutuskan untuk berhenti bekerja dan melanjutkan Pendidikan ke tingkat strata 2 (S2) di pergurua tinggi  di luar negeri.

Akibat keputusan yang diambilnya, maka besar biaya peluang tuan Gemilang adalah.

a). Setelah lulus, tuan Gemilang akan mendapatkan penghasil lebih dari 25 juta rupiah.

b). Tuan Gemilang akan kehilangan penghasilan 25 juta rupiah per bulan akibat melepas pekerjaannya.

c). Pekerjaan yang ditunggalkannya akan diganti oleh orang lain.

d). Pendidikan yang dipilih tuan Gemilang menyebabkan dia kehilangan kesempatan bekerja selamannya.

e). Biaya Pendidikan tuan Gemilang akan tersendat dan selalu berkurang 25 juta tiap bulannya.

Jawab.

Biaya peluang merupakan biaya akibat mengambil keputusan untuk memilih alternative tertentu dengan meninggalkan atau mengorbankan alternatif lainnya.

Tuan Gemilang telah memutuskan untuk malanjutkan pendidikannya dengan mengorbankan pekerjaannya sehingga kehilangan penghasilan sebesar 20 juta per bulan ditambah tunjangan 5 juta rupiah.

Jadi, biaya peluang yang dibuang atau hilang atau dikorbankan oleh tuang Gemilang adalah kehilangan peghasilannya sebesar 25juta per bulan yang merupakan gaji, uang transport dan uang makan.

Jawaban Benar adalah a

    Daftar Pustaka:

    1. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
    2. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
    3. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
    4. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
    5. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
    6. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
    7. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
    8. Pengertian Biaya Peluang dengan Biaya Kesempatan dan Opportunity Cost. Biaya kelangkaan sumber daya serta biaya akibat pilihan. Batas kemungkinan produksi dan Faktor Penyebab timbulnya biaya peluang. yang mempengaruhi biaya peluang dan ciri biaya peluang, Konsep Biaya Peluang.
    9. Kurva batas kemungkinan produksi dengan pengaruh biaya peluang terhadap jumlah jenis produksi dan Pengertian production possibility frontier PPF. Cara membuat kurva kemungkinan produksi dan Contoh table biaya peluang serta Gambar Kurva Kemungkinan produksi. Pengaruh Faktor Produksi terhadap biaya peluang dengan efisiensi biaya peluang.

    Reaksi Inti Nuklir: Pengertian Reaksi Fisi Fusi Termonuklir Rumus Contoh Soal Perhitungan 5

    Pengertian Reaksi Inti Atom atau Reaksi Nuklir. Reaksi inti merupakan perubahan suatu inti atom menjadi inti atom lainnya dengan disertai muncunya energi yang sangat besar. Supaya terjadi reaksi inti diperlukan partikel lain yang dapat menggangu kesetimbangan inti atom sehingga inti akan terpecah menjadi dua inti baru. Partikel yang digunakan untuk mengganggu kesetimbangan ini adalah partikel proton dan neutron.

    Reaksi inti terjadi ketika inti atom ditembak atau ditumbuk dengan partikel yang memiliki energi tinggi.  Tumbukan antara inti atom dengan partikel penembak akan mengakibatkan terbentuknya inti baru yang berbeda dengan inti asal. Inti baru ini disebut sebagai inti transmutasi.

    Pengertian Reaksi Fisi.

    Reaksi Fisi adalah reaksi pembelahan inti berat menjadi inti – inti yang lebih ringan dengan disertai pelepasan energi. Inti – inti baru hasil reaksi ini disebut sebagai fragmen fisi. Fisi dapat terjadi spontan atau sebagai akibat irradiasi neutron.

    Reaksi fisi melepaskan sejumlah energi yang setara dengan selisih antara massa diam neutron dan hasil fisi dengan jumlah massa diam inti awal.

    Contoh Reaksi Fisi

    Contoh reaksi fisi yang sering digunakan adalah reaksi pembelahn unsur uranium-235 seperti ditunjukkan pada reaksi berikut.

    92U235 + 0n1 –> 54Xe236 + 38Sr94 + 0n1  + 0n1

    Pada proses reaksi tersebut, uranium tereksitasi setelah menyerap neutron, dan kemudian membelah.

    Neutron yang dihasilkan dari pemelahan reaksi fisi dapat menginduksi fisi, sehingga reaksi fisi dapat berjalan dengan sendirinya. Reaksi fisi melepaskan energi yang sangat besar yaitu sekitar 200 MeV untuk setiap reaksi fisi yang terjadi.

    Dan jika reaksi fisi berlangsung tanpa dikendalikan, maka akan terjadi reaksi berantai yang disertai pembentukan atau pelepasan energi yang sangat besar dan mampu mengakibatkan kerusakan yang luar biasa, seperti pada ledakan bom atom.

    Pegertian Reaksi Fusi

    Reaksi Fusi adalah reaksi penggabungan inti – inti ringan menjadi inti yang lebih berat disertai pelepasan energi. Reaksi fui melepaskan energi sekitar 1 MeV per nucleon. Reaksi fusi atau reakasi penggabungan inti ini merupakan reaksi nuklir.  Reaksi yang melibatkan penggabungan inti- inti atom dengan nomor atom kecil untuk membentuk inti yang lebih berat dengan melepaskan sejumlah besar energi.

    Contoh Reaksi Fusi

    Berikut beberapa contoh yang menunjukkan reaksi fusi.

    1H1 + 1H2 –> 2He3

    1H1 + 6C12 –> 7N13 + γ

     1H2 + 2He3 –> 2He4 + 0n1

    Pengertian Reaksi Fusi Termonuklir

    Reaki fusi secara alamiah terjadi pada matahari. Energi dari hasil reaksi fusi menjadi sumber energi matahari dan bintang bintang. Reaksi fusi pada matahari dan bintang ini disebut sebagai reaksi fusi termonuklir.

    Reaksi fusi termonuklir membutuhkan temperature yang sangat tinggi yaitu sekitar 15.000.000 Celsius. Energi yang dimiliki oleh matahari berasal dari penggabungan inti – inti hydrogen menjadi inti helium, adapun beberapa contoh reaksinya adalah sebagai berikut:

    1H1 + 1H1 –> 2H2 + 1e0 + 0,42 MeV

    1H2 + 1H1 –>2He3 + 0γ0 + 5,49 MeV

    2He3 + 2He3 –> 2He4 + 2 1H1 + 12,86 MeV

    Hukum Hukum Kekekalan Reaksi Inti Atom

    Pada setip reaksi inti selalu berlaku hukum kekekalan seperti berikut:

    1). Hukum Kekekalan Momentum: yaitu jumlah momentum sebelum dan setelah tumbukan adalah sama

    2). Hukum Kekekalan Nomor Atom: yaitu jumlah nomor atom sebelum dan setelah reaksi adalah sama

    3). Hukum Kekekalan Nomor Massa: yaitu jumlah nomor massa sebelum dan setelah reaki adalah sama

    4). Hukum Kekekalan Energi Total: yaitu energi total sebelum dan setelah reaksi adalah sama

    Energi Reaksi Inti Atom

    Suatu reaksi inti dapat menghasilkan atau memerlukan energi. Besarnya energi E dapat dihitung berdasarkan reaksi pada persamaannya.  Dalam perhitungan energi reaksi inti, semua massa inti dinyatakan dalam satuan sma (satuan massa atom).

    Rumus Energi Reaksi Inti Atom

    Menurut Einstein, energi total yang dimiliki suatu massa m adalah:

    E = m.c2 

    dengan

    c = kelajuan cahaya (3 × 108 m/s).

    Satuan massa pada reaksi inti adalah sma. Setiap satu sma, energi yang dimiliki adalah 931,5 MeV. atau dapat dinyatakan seperti berikut

    1 sma = 931,5 MeV

    Persamaan reaksi inti dapat dinyatakan dengan rumus seperti berikut

    X + a → Y + b + E

    atau dapat ditulis seperti berikut

    X (a, b) Y

    X = inti sasaran

    Y = inti baru yang dihasilkan

    a = partikel penembak

    b = partikel yang dihasilkan

    E = Q = energi yang dihasilkan

    Persamaan energi reaksi inti berdasarkan hukum kekekalan energi dapat dinyatakan dengan rumus seperti berikut

    Massa Pereaksi = Massa Produk Reaksi + Energi 

    (mX + ma) 931,5 MeV = (mY + mb) 931,5 MeV + E atau

    E = [(mX + ma) – (mY + mb)] x 931,5 MeV

    m = massa

    Jika diperoleh nilai E  > 0, maka reaksinya disebut reaksi eksoterm, yaitu reaksi di mana terjadi pelepasan energi.

    Sebaliknya, jika E < 0, maka reaksinya disebut reaksi endoterm, yaitu reaksi yang memerlukan energi.

    1). Contoh Soal Perhitungan Energi Reaksi Fisi Inti Atom Uranium

    Perhatikan reaksi fisi inti atom uranium berikut:

    92U235 + 0n156Ba138 + 41Nb93 + 5 0n1 + 5 -1e0  

    Hitung energi yang dihasilkan dari 1 kg atom Uranium

    Diketahui:

    m(92U235) = 235,0439 sma

    m(0n1) = 1,0087 sma

    m(56Ba138 ) = 137,9053 sma

    m(41Nb93) = 92,9064 sma

    m(-1e0) = 0,000549 sma

    Rumus Menghitung Perubahan Massa Reaksi Fisi Inti Atom Uranium

    Perubahan massa pada reaksi fisi inti atom Uranium dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

    Δm = m0 – m

    Δm = perubahan massa

    m0 = massa pereaksi

    m = massa produk reaksi

    Massa Pereaksi m0

    m0 = m(92U235) + m(0n1)

    m0 = 235,0439 + 1,0087

    m0 = 236,0526 sma

    Massa Produk Reaksi m

    m = m(56Ba138 ) + m(41Nb93) + 5. m(0n1) + 5 m(-1e0)

    m = 137,9053 + 92,9064 + (5 x 1,0087) + (5 x  0,000549)

    m = 235,857945

    Δm = m0 – m

    Δm = 236,0526 – 235,857945

    Δm = 0,1947 sma

    Jadi perubahan massa pada reaksi inti atom Uranium adalah 0,1947 sma

    Rumus Menentukan Energi Dihasilkan Reaksi Fisi Inti Atom 1 kg Uranium

    Besarnya energi yang dihasilkan pada reaksi inti atom uranium dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

    E = Δm. 931,5 MeV

    E = 0,1947 x 931,5

    E = 181,363 MeV

    Untuk 1 atom uranium maka Energinya adalah

    E = 181,363/(235,0439)

    E = 0,7716 MeV/sma

    Untuk 1 kg atom Uranium maka energinya dapat dihitung sebagai berikut:

    1 sma = 1,66 x 10-27 kg atau

    1 kg = (1/1,66 x 10-27) sma

    E = (1/1,66 x 10-27) (0,7716)

    E =4,648 x 1026 MeV

    Jadi energi yang dihasilkan adalah 4,647  x 1026 MeV

    2). Contoh Soal Reaksi Fusi Inti Atom Hidrogen

    Reaksi fusi yang berlangsung di Matahari akan menghasilkan energi seperti ditunjukkan reaksi berikut:

    4 1H1 2He4 + 2 +1e0 + Q (Energi)

    Hitunglah besar energi yang dilepaskan oleh 1 kg hydrogen. Jika Massa 1H1 adalah 1,007825 u; 2He4 adalah 4,002604 u dan +1e0  adalah 0,000549 u

    Diketahui:

    m(1H1) = 1,007825 sma

    m(2He4) = 4,002604 sma

    m(+e0) = 0,000549 sma

    Rumus Menghitung Perubahan Massa Inti Reaksi Fusi Hidrogen

    Besarnya perubahan massa inti selama reaksi fusi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

    Δm = [4 x m(1H1)] – [m(2He4) + 2 m(+1e0)]

    Δm = (4 x 1,007825) – (4,002604 + 2 x 0,000549)

    Δm = 4,031300 – 4,003702

    Δm = 0,027598 sma

    Rumus Menghitung Energi Reaksi Fusi Hidrogen

    Besar energi yang dihasilkan dari reaksi fusi hydrogen yang terjadi pada matahari dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

    E = Q = Δm x 931,5 MeV

    E = 0,027598 x 931,5

    E = 25,708 MeV

    Jadi energi yang dihasilkan dari reaksi fusi adalah 25,708 MeV

    Energi yang dihasilkan reaksi fusi di atas adalah dari 4 inti atom hydrogen 1H1 sehingga untuk satu inti atomnya adalah

    E = 25,708/(4×1,007825)

    E = 6,377 MeV/sma

    jadi untuk satu sma hydrogen energinya adalah 6,377MeV

    Rumus Menghitung Energi Reaksi Fusi 1 kg Hidrogen

    Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi satu kilogram hydrogen dapat dihitung dengan rumus berikut:

    1 sma = 1,66 x 10-27 kg atau

    1 kg = (1/1,66 x 10-27) sma
    E = (1/1,66 x 10-27) 6,377

    E = 3,842 x 1027 MeV

    Jadi energi yag dihasilkan adalah 3,842 x 1027 MeV

    3). Contoh Soal Menentukan Energi Reaksi Fusi Di Matahari

    Jika reaksi fusi yang terjadi di matahari mengikuti reaksi seperti di bawah ini

    2He3 + 2He32He4 + 21H1 + E (Energi)

    Maka tentukan energi yang dihasilkan pada setiap reaksi fusi di atas. Diketahui massa inti 1H1 = 1,0078 sma; massa inti 2He3 = 3,0160 sma; massa inti 2He4 = 4,0026 sma. Bila 1 sma setara dengan energi 931,5 MeV,

    Rumus Menentukan Perubahan Massa Reaksi Fusi Matahari

    Perubahan massa inti atom pada reaksi fusi dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut

    Δm = m0 – m

    Δm = perubahan massa

    m0 = massa pereaksi

    m = massa produk reaksi

    Massa Pereaksi, m0

    m0  = 2 x m(2He3)

    m0  = 2 x 3,0160 sma

    m0 =  6,0320 sma

    Massa Produk Reaksi, m

    m = m(2He4) + 2 m(1H1)

    m = 4,0026 + (2 x1,0078)

    m = 6,0182 sma

    Perubahan Massa Inti Atom Pada Reaksi Fusi adalah

    Δm = m0 – m

    Δm = 6,032 – 6,0182

    Δm = 0,0138 sma

    Jadi perubahan massa pada reaksi fusi adalah 0,0138 sma. Ini artiya massa inti atom berkurang sebanyak 0,0138 sma

    Rumus Mencari Energi Reaksi Fusi Matahari

    Energi yang dihasilkan reaksi fusi di matahari dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

    E = Δm x 931,5 MeV

    E = 0,0138 x 931,5

    E  =12,855 MeV

    Jadi energi yang dihasilkan pada reaksi fusi matahari adalah 12,855 MeV

    4). Contoh Soal Perhitungan Energi Reaksi Inti Atom

    Tentukan energi yang dibebaskan pada reaksi fusi inti atom berikut:

    1H2 + 1H32He4 + 0n1 + E

    Diketahui:

    1H2 = 2,0141 sma

    1H3 = 3,0160 sma

    2He4 = 4,0026 sma

    0n1 = 1,0087 sma

    Rumus Menghitung Perubahan Massa Reaksi Inti Atom

    Perubahan massa inti atom pada reaksi fusi dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

    Δm = [m(1H2 ) + m(1H3)] – [m(2H4)+ m(0n1)]

    Δm = [ 2,0141 + 3,0160] – [ 4,0026 + 1,0087]

    Δm = 5,0301 – 5,0113

    Δm = 0,0188 sma

    Jadi Perubahan massa inti pada reaksi adalah 0,0188 sma

    Rumus Mencari Energi Dibebaskan Reaksi Fusi Inti Atom

    Besarnya energi yang dibebaskan selama reaksi inti atom dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

    E = Q = Δm 931,5 MeV

    E = 17,5122 MeV

    Jadi energi yang dibebaskan pada reaksi inti adalah 17,5122 MeV

      Daftar Pustaka:

      1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
      2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
      3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
      4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
      5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
      6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
      7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
      8. Reaksi Inti Nuklir: Pengertian Reaksi Fisi Fusi Termonuklir Rumus Contoh Soal Perhitungan, Rumus Menghitung Perubahan Massa Reaksi Fisi Inti Atom Uranium, Contoh Soal Reaksi Fusi Inti Atom Hidrogen, Satuan Lambang Energi Reaksi Inti Atom, Contoh Soal Menentukan Energi Reaksi Fusi Di Matahari,

      Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran.

      Pengertian Penawaran. Dalam ilmu ekonomi, penawaran (atau supply) didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan barang dan jasa yang akan dijual atau ditawarkan oleh produsen pada berbagai macam tingkat harga.

      Hukum Penawaran

      Hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah barang dan jasa yang ditawarkan selalu berbanding lurus dengan harganya. Ini artinya, jika harga barang dan jasa naik, maka jumlah barang dan jasa yang ditawarkan akan bertambah, dan sebaliknya jika harga turun, maka jumlah barang dan jasa yang ditawarkan berkurang. Dalam hukum penawaran berlaku kondisi ceteris paribus yaitu faktor- faktor lainnya diasumsikan tetap.

      Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran

      Konsep penawaran menunjukkan berbagai jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual di pasar oleh seseorang atau beberapa orang penjual atau perusahaan. Ketersediaan produsen atau perusahaan memproduksi dan menawarkan berbagai jenis barang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yang diantaranya adalah sebagai berikut.

      Harga Barang Yang Dijual

      Produsen atau perusahaan akan menawarkan atau menjual barang lebih banyak jika harga harga barng tersebut naik. Begitupun sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang. Hal ini sesuai dengan hukum penawaran yang menyatakan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang yang ditawarkan.

      Biaya Produksi

      Perusahaan atau Produsen membutuhkan berbagai faktor produksi untuk dapat menghasilkan suatu barang dan jasa. Faktor- faktor produksi tersebut harus  dibeli oleh perusahaan atau produsen dari para pemilik faktor produksi tersebut.

      Oleh karena itu, semakin murah harga faktor produksi, maka biaya produksi akan semakin rendah,  sehingga perusahaan atau produsen dapat lebih banyak memproduksi barang yang akan ditawarkan.  Sebaliknya, jika harga faktor produksi menjadi tinggi, maka barang yang ditawarkan perusahaan atau produsen akan semakin turun untuk setiap tingkat harganya.

      Tingkat Teknologi

      Teknologi yang digunakan memiliki peranan yang sangat penting dan menentukan dalam kegiatan Produksi suatu barang dan jasa. Perusahaan yang menggunakan teknologi lebih maju dapat meningkatkan hasil produksinya dengan lebih efisien, seperti lebih cepat, lebih banyak, lebih murah, lebih berkualitas. Sehingga biaya produksi yang digunakan secara keseluruhan  menjadi semakin murah.

      Peningkatan hasil produksi dan biaya produksi yang semakin murah akan menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak pada tingkat harga tertentu.

      Kebijakan Pemerintah

      Pemerintah mengeluarkan kebijakan kebijakan dengan tujuan untuk menjaga kondisi perekonomian berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan. Kebijakan pemerintah di antaranya adalah pajak dan subsidi.

      Semakin besar pajak yang harus dibayarkan oleh para produsen, jumlah barang yang ditawarkan akan semakin menurun, begitu pula sebaliknya. Pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan akan dibebankan pada barang produksi. Sehingga harga barang menjadi lebih mahal.

      Adapun subsidi yang diberikan pada produsen akan mengurangi biaya produksi. Sehingga harga barang akan lebih murah. Jika harga barang lebih murah, maka jumlah barang yang ditawarkan akan lebih banyak.

      Kondisi Alam atau Cuaca atau Iklim

      Pengaruh alam terutama akan memengaruhi penawaran produk pertanian dan perikanan. Misalnya, bagi para petani, iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan gagal panen sehingga jumlah barang yang ditawarkan (contohnya beras) akan berkurang.

      Secara umum, barang yang selama produksinya dipengaruhi oleh keadaan alam, maka ketika keadaan alam berubah, produksi barangpun juga bisa berubah. Misalnya Produksi garam memerlukan sinar matahari. Jadi Ketika musin hujan, jumlah produksi akan berkurang.

      Ekspektasi atau Harapan Produsen

      Harapan produsen di masa yang akan datang menjadi bagian dari rencana produksinya. Sehingga jumlah barang yang akan diproduksi dan kemudian ditawarkan akan dipengaruhi oleh  harapan para produsen dimasa yang akan datang. Dalam hal ini, harapan menjadi sebuah prediksi perekonomian di masa yang akan datang.

      Jika produsen memperkirakan harga barang dan jasa akan turun dikemudian hari, missal pada akhir tahun, dengan sendirinya para produsen akan mengurangi produksinya sehingga mengurangi penawaran. Dan ketika para produsen menilai bahwa kondisi perekonomian akan membaik dikemudian hari, maka para produsen akan memprodusi barang atau jasa lebih banyak.

        Daftar Pustaka

        Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran barang dan jasa dengan Pengertian Penawaran atau supply sedangkan Hukum Penawaran. Ceteris paribus yaitu faktor- faktor lainnya diasumsikan tetap dengan Faktor yang Memengaruhi Penawaran dan  Pengaruh Harga Barang Yang Dijual terhadap pemawaran.

        Pengaruh Biaya Produksi terhadap penawaran dan Pengaruh Tingkat Teknologi pada penawaran meskipun Pengaruh Kebijakan Pemerintah terhadap penawaran dan Pengaruh pajak terhadap penawaran. Pengaruh subsidi terhadap penawaran dan Pengaruh Kondisi Alam atau Cuaca atau Iklim terhadap penawaran. Pengaruh Ekspektasi atau Harapan Produsen pada penawaran.

        Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan.

        Pengertian Permintaan. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen atau pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap atau ceteris paribus. Yang dimaksud periode tertentu adalah bisa hanya satu jam, satu hari, bisa juga satu tahun atau periode lainnya.

        Hukum Permintaan.

        Hukum permintaan menyatakan: Jika harga suatu barang dan jasa naik (dalam keadaan ceteris paribus, dengan faktor-faktor lain dianggap tetap), kuantitas barang yang diminta akan berkurang. Demikian juga sebaliknya, jika harga- harga barang dan jasa turun, kuantitas yang diminta akan bertambah.

        Jenis atau Macam Permintaan.

        Jenis atau Macam Permintaan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

        Permintaan absolut

        Permintaan absolut adalah permintaan yang tidak didukung oleh daya beli, tetapi lebih merupakan keinginan saja yang sifatnya angan- angan. Setiap orang dapat dipastikan mempunyai permintaan absolut.

        Permintaan potensial

        Permintaan potensial adalah permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang dimiliki. Artinya, permintaan ini didukung dengan daya beli yang memadai, tetapi masih belum dilaksanakan, punya rencana membeli barang dan jasa dengan anggaran terrencana. Misalnya, dengan uang sebesar Rp200.000,00 di tabungan, seseorang berniat membeli baju, dan sedang memikirkan baju merk apa yang akan dibelinya. Orang-orang yang memiliki permintaan potensial ini yang umumnya menjadi target iklan dan berbagai bentuk promosi lainnya.

        Permintaan efektif

        Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang atau jasa yang dilakukan sesuai dengan daya beli yang dimiliki. Misalnya, sesorang memiliki tabungan Rp 200.000,00. Orang terebut pada akhirnya membeli baju dengan merk B seharga Rp175.000,00 sesuai dengan jumlah uang yang dimilikinya. Artinya membeli barang dan jasa sesuai dengan kemampuan belinya.

        Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Terhadap Barang dan Jasa.

        Harga barang atau jasa merupakan salah satu factor yang mempengaruhi tingkat permintaan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang atau jasa. Factor factor tersebut diantranya  ketersediaan barang yang berkaitan (bisa barang substitusi dan barang komplementer), pendapatan konsumen, dan selera atau preferensi konsumen terhadap barang tersebut.

        Harga Barang dan Jasa.

        Harga barang merupakan faktor penting atau utama yang memengaruhi permintaan seorang konsumen  atau pasar. Sutau produk atau jasa yang dijual dengan Harga yang murah dengan mutu yang baik akan menyebabkan permintaan menjadi tinggi. Namun sebaliknya, harga yang tinggi atau mahal cenderung menurunkan permintaan. Kondisi lainnya adalah harga murah dengan kualitas produk rendah akan mengakibatkan permintaan menjadi turun.

        Dalam hal ini, harga menjadi penentu apakah suatu barang atau jasa akan jadi dibeli atau tidak, ketika barang dan jasa tersebut sudah diketahui mutunya secara jelas.

        Pendapatan Masyarakat.

        Pendapatan yang diperoleh masyarakat menunjukkan memampuan beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Dengan Kata lainnya, pendapatan adalah daya beli. Sehingga pendapatan akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya permintaan. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka permintaan terhadap barang dan jasa cenderung meningkat. Begitupun sebaliknya semakin rendah pendapatan, maka akan semakin rendah pula permintaan terhadap barang dan jasa.

        Perubahan Harga Barang yang Berkaitan

        Barang yang berkaitan terdiri dari barang substitusi dan barang komplementer. Baik harga barang substitusi maupun harga barang komplementer dapat merubah tingkat permintaan barang dan jasa.

        Barang Substitusi atau barang yang berkaitan erat merupakan barang yang dalam penggunaannya bisa saling menggantikan atau bisa ditukar. Sebagai contoh: barang yang bisa saling ganti, Jika kompor gas disubstitusikan dengan kompor minyak tanah maka ketika harga gas mengalami kenaikan, maka permintaan terhadap kompor minyak tanah akan naik sebagai barang pengganti karena dianggap lebih murah.

        Barang Komplementer atau melengkapi adalah barang yang dalam penggunaannya harus saling melengkapi, atau harus ada keduannya saat digunakan. Contohny adalah barang yang harus saling melengkapi, jika gas adalah barang komplementer dari kompor gas, maka ketika harga gas naik akan menyebabkan permintaan kompor gas menjadi turun.

        Dengan demikian, Jumlah permintaan suatu barang dipegaruhi oleh harga barang yang berkaitan. Artinya harga barang berubah ketika harga barang substitusi atau komplementer berubah.

        Selera/Taste Masyarakat Konsumen Terhadap Barang atau Produk.

        Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera konsumen terhadap suatu barang meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera konsumen terhadap suatu barang menurun maka permintaan terhadap barang tersebut menurun.

        Contoh, selera konsumen terhadap suatu barang yang berhubungan dengan mode. Model pakaian/celana panjang yang sedang trend saat ini adalah celana yang relatif ketat, maka jumlah permintaan model celana ini cenderung meningkat. Sebaliknya model pakaian yang sudah ketinggalan (out of date) seperti model rok mini atau model longgar, jumlah permintaannya cenderung menurun atau berkurang.

        Contoh lainnya, Misalnya, setelah ditemukan alat komunikasi berupa telepon selular, selera masyarakat beralih dari telepon rumah ke telepon selular sehingga permintaan akan jenis telepon tersebut semakin meningkat.

        Jumlah Penduduk.

        Pertambahan jumlah penduduk cenderung menyebabkan meningkatnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah penduduk yang besar secara potensial akan mampu menambah permintaan. Jika jumlah penduduk yang besar disertai dengan kesempatan kerja yang luas maka pada akhrnya akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan. Penerimaan pendapatan akan menambah daya beli yang pada akhirnya akan menambah permintaan.

        Dengan kata lain, Semakin banyak jumlah penduduk suatu daerah maka semakin besar pula permintaan barang di daerah tersebut.

        Tingkat Kebutuhan Terhadap Suatu Barang (Intensitas Kebutuhan)

        Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang dan jasa yang diinginkan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang dan jasa tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka konsumen tidak akan menunda permintaan terhadap barang tersebut, tetapi jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen cenderung menunda permintaan terhadap barang tersebut.

        Kebutuhan barang pokok, seperti pangan, papan, dan sandang di daerah bencana sangat mendesak sehingga tingkat permintaan terhadap kebutuhan pangan, papan, dan sandang sangat tinggi dibandingkan di daerah lainnya.

        Mode (Trend) atau Model

        Mode atau Model atau tipe termasuk spesifiksi teknis akan mendorong orang untuk menyesuaikan diri sesuai dengan tuntutan zamannya. Dengan demikian Mode atau model sangat memengaruhi permintaan akan barang karena jika tidak membeli barang sesuai dengan mode atau trendnya saat itu, akan cenderung ketinggalan zaman.

          Dafrar Pustaka

          Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan barang dan jasa. Pengertian Permintaan dengan pengertian ceteris paribus dan Hukum Permintaan atau Jenis atau Macam Permintaan. Permintaan absolut atau permintaan tidak didukung daya beli dan Permintaan potensial atau permintaan didukung daya beli. Permintaan efektif atau permintaan sesuai daya beli dengan Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Barang dan Jasa termasuk barang substitusi.

          Barang komplementer atau Pengaruh Harga Barang dan Jasa terhadap permintaan dan Pengaruh Pendapatan Masyarakat terhadap permintaan. Pengaruh Perubahan Harga Barang yang Berkaitan terhadap permintaan dan Pengaruh Barang Substitusi terhadap permintaan dengab Pengaruh Barang Komplementer terhadap Permintaan.

          Pengaruh Selera Konsumen Terhadap permintaan Barang termasuk Pengaruh Jumlah Penduduk terhadap permintaan. Pengaruh Tingkat Kebutuhan Terhadap permintaan dan  Pengaruh Intensitas Kebutuhan pada permintaan atau Pengaruh Mode Trend pada permintaan,

          Waktu Paruh Aktivitas Konstanta Peluruhan Inti Atom Zat Radioaktif Rumus Contoh Soal Perhitungan 7

          Pengertian Waktu Paruh Peluruhan Radiaktif  Inti Atom: Proses peluruhan radioaktif akan terus berlangsung hingga dihasilkan inti atom yang stabil. Jumlah inti dan aktivitas pancaran zat radioaktif berkurang setiap saat.

          Walaupun terus berkurang, namun selalu bersisa. Aktivitas pancaran zat radioaktof adalah banyaknya inti atom zat radioaktif yang meluruh setiap satuan waktu.

          Rumus Laju Peluruhan Inti Radioaktif – Aktivitas Radioaktif

          Laju peluruhan inti radioaktif disebut sebagai aktivitas radioaktif yang besarnya dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan seperti berikut.

          dN/dt= – λ N

          Keterangan

          dN/dt = laju pengurangan inti (peluruhan/detik)

          λ = konstatnta peluruhan

          Satuan Notasi Aktivitas Radioaktif

          Besaran λN diketahui sebagai aktivitas radioaktif dan disimbolkan dengan R.

          Satuan untuk dalam SI dinyatakan dalam becquerel (Bq). Dimana

          1Bq = 1 peluruhan/detik.

          Pada kenyataannya aktivitas radioaktif adalah sangat tinggi. Sehingga digunakan satuan lain, yaitu curie (Ci) dimana

          1 Ci = 2,70 x 1010 Bq.

          Hukum Peluruhan Radioaktif

          Aktivitas radioaktif menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah partikel sebelum dan sesudah terjadinya peluruhan. Hubungan antara jumlah partikel sebelum dan sesudah terjadi peluruhan dapat ditentukan dengan mengintegralkan persamaan di atas.

          Dengan demikian diperoleh suatu hubungan seperti berikut.

          N = N0 eλt N

          Keterangan:

          N = jumlah partikel sisa yang belum meluruh

          N=jumlah partikel awal atau mula mula

          t = selang waktu peluruhan.

          Setiap selang waktu t yang menghasilkan sisa partikel yang belum meluruh jumlahnya separuh dari sebelumya dinyatakan dengan notasi T1/2  atau dapat ditulis T saja.  Atau dengan kata lain,

          Selang waktu yang diperlukan sehingga aktivitas radioaktif tinggal separuh aktivitas awal disebut waktu paruh dengan notasi T atau T1/2.

          Untuk menghitung waktu paruh peluruhan inti atom dapat menggunakan formulasi dari rumus peramaan berikut.

          T1/2= T = (ln2)/λ atau

          T = 0,693/λN

          Dengan substitusi atau menggabung kedua persamaan di atas akan diperoleh hubungan antara partikel sisa dengan waktu peluruhan dan waktu paruh sesuai dengan formulasi rumus persamaan berikut:

          N = N0(1/2)t/T 

          Rumus persamaan tersebut dikenal dengan Hukum Peluruhan Radioaktif. Dari persamaannya diketahui bahwa partikel zat tersisa dari peluruhannya dipengaruhi secara eksponensial oleh waktu peluruhan dan waktu paruhnya.

          Ketika zat atau partikel radioktif meluruh selama waktu paruhnya atau t sama dengan T, maka sisa zat partikel radioaktifnya adalah separuh atau setengah dari awalnya.

          Jadi ketika t = T

          Maka

          N = N0(1/2)T/T  atau

          N = N0 (1/2)1  atau

          N = (1/2)N0

          Jika zat partikel radioaktif meluruh selama dua kali waktu paruhnya, maka t=2T

          Sehingga partikel sisa peluruhannya adalah.

          N = N0 (1/2)2T/T  atau

          N = N0 (1/2)2  atau

          N = (1/4) N0 atau

          Dengan dimikian setiap satu kali meluruh akan menjadi separuhnya dan dua kali meluruh akan menjadi ¼ nya.

          1). Contoh Soal Perhitungan Waktu Paruh Aktivitas Inti Radium Ra

          Hitunglah aktivitas inti 20 gram inti radium 82Ra226 yang mempunyai waktu paruh 1620 tahun

          Diketahui:

          T½ = T = 1620 tahun

          T = 1620 × 365 × 24 × 3600 detik

          T = 5,1 x10 10 detik

          m = 20 gram

          ARa = 226

          Rumus Menentukan Jumlah Zat Radioaktif

          Jumlah zat radioakatif dapat dihitung dengan menggunakan dua persamaan berikut

          N = m.NA/ARa dan

          R = λ N atau

          R = (0,693 x N)/T

          NA = bilangan Avogadro

          NA = 6,025 x 1023

          N = (20 x 6,025 x 1023)/226

          N = 5,33 x 1022 partikel atom

          substitusikan  kepersamaan berikut

          R = (0,693 x N)/T

          R = (0,693 x 5,33 x 1022)/(5,1 x10 10)

          R = 7,24 x 1011 partikel atom/detik atau

          R = (7,24 x 1011)/(3,70 × 1010)

          R = 19,6 Ci

          Jadi aktivitas zat radioaktif Radium adalah 19,6 Ci

          Catatan Konversi Satuan Aktivitas Zat Radioaktivitas

          Kekuatan suatu zat radioaktivitas memancarkan radiasi, atau aktivitas radiasi, dinyatakan dalam satuan Curie (Ci)

          1 Ci = 3,70 × 1010 peluruhan/sekon.

          Satuan SI untuk aktivitas radiasi yang biasa adalah Becquerel (Bq) yang didefinisikan sebagai:

          1 Bq = 1 peluruhan/sekon

          1 Ci = 3,70 × 1010 Bq

          2). Contoh Soal Perhitungan Peluruhan Partikel Pengion Waktu Paruh 4 Tahun,

          Sebuah zat radioaktive memiliki waktu paruh 2 tahun, hitunglah tetapan peluruhan zat radioaktive tersebut.

          Diketahui

          T = T1/2 = 2 tahun

          Rumus Menentukan Tetapan Peluruhan Zat Partikel Radioactive

          Tetapan perluruhan suatu zat radioactive dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

          T = 0,693/ λ atau

          λ = 0,693/T

          λ = 0,693/2

          λ = 0,3465/tahun

          Jadi tetapan peluruhan zat radiaoaktive adalah 0,3465 per tahun

          3). Contoh Soal Perhitungan Waktu Paruh Dan Tetapan Peluruhan Zat Radioaktif

          Aktivitas sebuah zat radioaktif berkurang 1/16 bagian dari aktivitas awalnya dalam selang waktu 16 jam. Tentukan waktu paruh dan tetapan peluruhannya.

          Diketahui:

          R = 1/16 R0

          t = 16 jam

          Rumus Menentukan Waktu Paruh Zat Radioaktif

          Waktu paruh suatu zat radioaktif dapat dirumuskan dengan menggunakan dua persamaan berikut:

          R = (½)n A0 dan

          t/T = n

          menentukan nilai n dengan rumus berikut:

          R/R0 = (½)n

          (1/16) = (½)n

          (½)4 = (½)n

          n = 4

          waktu paruhnya dengan menggunakan rumus berikut

          t/T = n

          T = t/n

          T = 16/4

          T = 4 jam

          Jadi, waktu paruh zat radioaktif adalah 4 jam

          Rumus Mencari Tetapan Peluruhan Zat Radioaktif

          Tetapan peluruhan zat radioaktif dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

          T = 0,693/ λ atau

          λ = 0,693/T

          λ = 0,693/4

          λ = 0,1733/ jam

          Jadi, tetapan peluruhan zat radioaktifnya adalah 0,1733/ jam

          4). Contoh Soal Perhitungan Sisa Peluruhan Zat radioaktif

          16 gram Zat bahan radioaktif memiliki waktu paruh 12 jam disimpan dalam suatu bejana yang terisolasi. Tentukan sisa zat radioaktif yang belum meluruh setelah 36 jam

          Diketahui:

          No = 16 gram (massa zat mula mula)

          T = T1/2 = 12 jam

          Rumus Menghitung Sisa  Peluruhan Zat Radioaktif

          Sisa zat radioaktif setelah meluruh dapat dirumuskan dengan menggunakan persamaan berikut:

          N = N0(1/2)t/T 

          N = 16 (1/2)36/12

          N = 16(1/2)3

          N = 16 (1/8)

          N = 2 gram

          Jadi Sisa zat radioaktif adalah 2 gram.

          5). Contoh Soal Menghitng Aktivitas Zat Radioaktif  Radium 88Ra226,

          Inti Radium 88Ra226 memiliki waktu paruh 1,6×103 tahun dan jumlah inti 3 × 1016. Hitunglah berapa aktivitas inti Radium pada saat itu

          Diketahui:

          N = 3× 1016

          T = (1,6× 103 x 365 x 24 x 60 x60

          T = 5 × 1010 detik

          Rumus Menentukan Aktivitas Zat Radioaktif Inti Radium 88Ra226 

          Aktivitas zat radioaktf dapat dinyatakan dengan menggunakan dua persamaan berikut:

          T = 0,693/ λ dan

          R = λ N

          Substitusikan kedua persamaan tersebut sehingga menjadi seperti ini

          R = (0,693 x N)/T

          R = (0,693 x 3× 1016)/(5 × 1010)

          R = 4,16 x 105 peluruhan/detik atau

          R = 4,16 Bq

          Jadi aktivitas zat radioaktifnya adalah 4,16 Bq

          6). Contoh Soal Perhitung Partikel Sisa Peluruhan Zat Radioaktif.

          Missal 100 gram unsur X yang memiliki waktu paruh 10 hari. Unsur X meluruh menjadi unsur Y. Ketika X meluruh selama satu bulan, tentukan jumlah unsur X yang tersisa, hitung jumlah unsur Y dan tentukan konstanta peluruhannya.

          Diketahui

          N0 = 100 gram

          t = 1 bulan=30 hari

          T= 10 hari

          N=100 (1/2)30/10 atau N=100(1/2)3

          N= 100 x (1/8)

          N=12,5 gram. (ini adalah Jumlah sisa peluruhan unsur X)

          Jumlah Unsur Y yang terbentuk  adalah = 100 -12,5

          Rumus Menentukan Tetapan Peluruhan Zat Radioaktif

          Jumlah Unsur Y=87,5 gram, Ini merupakan jumlah unsur yang berkurang dari unsur X. sedangkan konstanta atau tetapan dari peluruhannya adalah

          T= (0,693/λ atau

          λ= 0,693/T atau

          λ= 0,693/10

          λ= 0,0693 per hari

          Rumus Aktivitas Zat Radioaktif.

          Sedangkan untuk menghitung aktivitas zat radioaktif setelah meluruh dapat dihitung dengan menggunakan rumus persamaan berikut

          R = R0(1/2)t/T 

          Keterangan

          R = aktivitas zat radioaktif setelah meluruh (kejadian/s)

          R0 = aktivitas zat radioaktif awal atau mula mula

          T = T1/2  waktu paruh (s)

          7). Contoh Soal Perhitungan Waktu Paruh Zat Radioaktif Inti Atom.

          Jika Tetapan atau konstanta peluruhan zat radioaktif adalah 6,93 x10-5 Bq. Setelah 200 detik aktivitas pancarannya menjadi 4 x 106 Bq. Hitunglah aktivitasa awal atau mula mula zat radioaktif tersebut.

          Diketahui

          λ = 6,93 x10-3

          T = 200 s

          R = 4 x 106 Bq

          R0 = …

          Rumus Menentukan Aktivitas Awal Zat Radioaktif

          Aktivitas zat radioaktif dapat dirumuskan dengan menggunakan dua persamaan berikut

          T1/2=T= (ln2)/λ

          T = 0,693/λ dan

          R = R0 (1/2)t/T

          T = (0,693)/( 6,93 x 10-3)

          T =100 detik

          substitusikan ke persamaa kedua

          R = R0 (1/2)t/T

          4 x 106 = R0 (1/2)(200/100)

          R0=16×106 Bq

          Jadi aktivitas zat radioaktif adalah 16×106 Bq

            Daftar Pustaka:

            1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
            2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
            3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
            4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
            5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
            6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,  Jakarta.
            7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
            8. Waktu Paruh Aktivitas Konstanta Peluruhan Inti Atom Zat Radioaktif Rumus Contoh Soal Perhitungan 7

            Sistem Asas Stelsel Pajak: Official Semi Self Assessment System – Riel Fictive Stelsel Campuran Stelsel – Four Canons Taxation Adam Smiths

            Pengertian Pajak: menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani: Pajak adalah iuran kepada negara (dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjukkan dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan

            Pengertian Pajak Menurut UU No. 16 Tahun 2009,

            Definisi pajak menurut UU No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan: Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

            Cara Pemungutan Pajak

            Cara pemungutan pajak meliputi system, asas dan stelsel pajak.

            Sistem Pemungutan Pajak

            Supaya berjalan lancar tanpa mengalami hambatan yang berarti, maka pelaksanaan pemungutan pajak terhadap masyarakat harus menggunakan sistem yang sudah diberlakukan oleh pemerintah atau negara.

            Ada empat macam sistem pemungutan pajak yang bisa digunakan, yaitu sebagai berikut.

            1). Official Assesment System,

            Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak. Para wajib pajak dapat langsung membayar sesuai hasil perhitungan yang sudah dilakukan oleh aparatur pajak atau kantor pajak.

            2). Self Assesment System,

            Dalam sistem ini, penghitungan pajak dilakukan sendiri oleh wajib pajak dan kemudian pajak dibayarkan sesuai dengan yang sudah dihitungnya.

            3). Semi-Self Assesment System,

            Dalam sistem ini penghitungan pajak dilakukan oleh wajib pajak bersama dengan aparatur pajak. Kemudian wajib pajak dapat membayar pajak yang sudah dihitung secara bersama.

            4). With Holding System,

            Dalam sistem ini penghitungan pajak tidak dilakukan oleh wajib pajak dan aparatur pajak, tetapi dilakukan oleh pihak ke tiga yang ditunjuk. Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan, pemungutan pajak penghasilan menggunakan Self Assesment System dan pemungutan pajak penjualan atas barang mewah menggunakan With Holding System.

            Asas Pemungutan Pajak – Four Canons Taxation – Adam Smith

            Supaya tercipta keadilan dan tidak memberatkan anggota masyarakat, pemungutan pajak perlu memperhatikan asas- asas atau prinsip- prinsip pemungutan pajak yang sudah diperkenalkan  oleh Adam Smith dengan istilah Smith’s Canon, yang terdiri dari:

            1). Prinsip Keadilan/ Kesamaan (Equity),

            Pemungutan pajak harus dilakukan seara adil dan sesuai dengan kemampuan masing masing individu wajib pajak.

            Pembebanan pajak di antara subjek pajak hendaknya seimbang dengan kemampuannya, yaitu seimbang dengan penghasilan yang dinikmatinya dibawah perlindungan pemerintah.

            2). Prinsip Kepastian (Certainly),

            Pemungutan pajak harus jelas dan pasti sehingga dapat dipahami atau dimengerti oleh wajib pajak agar mudah dalam perhitungan dan administrasinya.

            Dalam asas ini kepastian hukum yang diutamakan adalah mengenai subjek pajak, objek pajak, tariff pajak, dan ketentuan mengenai pembayarannya.

            3). Prinsip Kelayakan (Convenience of Payment)

            Pemungutan pajak tidak boleh memberatkan wajib pajak sehingga wajib pajak bisa merasa nyaman dan sukarela dalam membayar pajak. Jika ada kelebihan dalam pembayaran pajak, pemerintah wajib mengembalikannya pada wajib pajak dalam jangka waktu satu bulan.

            Pajak hendaknya dipungut pada saat yang paling baik bagi wajib pajak, yaitu saat sedekat-dekatnya dengan saat diterimanya penghasilan/keuntungan yang dikenakan pajak.

            4). Prinsip Ekonomi (Economy of Collections)

            Pemungutan pajak harus memenuhi syarat ekonomi, yaitu hasil pajak mampu memenuhi kebutuhan negara dan pemungutan pajak tidak menghambat kemajuan ekonomi.

            Pemungutan pajak hendaknya dilakukan sehemat (seefisien) mungkin, jangan sampai biaya pemungutan pajak lebih besar dari penerimaan pajak itu sendiri. Karena tidak ada artinya pemungutan pajak kalau biaya yang dikeluarkan lebih besar dari penerimaan pajak yang akan diperoleh.

            Asas Pemungutan Pajak – W.J. de Langen,

            W.J. de Langen merupakan seorang ahli pajak berkebangsaan Belanda dan menyebutkan asas pokok dalam pemungutan pajak, yaitu sebagai berikut:

            Asas Kesamaan

            Asas kesamaan berarti setiap orang dalam keadaan yang sama seharusnya dikenakan pajak yang sama pula. Dalam asas ini tidak boleh ada diskriminasi dalam pemungutan pajak.

            Asas Daya Pikul

            Asas daya pikul menyatakan bahwa setiap wajib pajak hendaknya dikenakan beban pajak sesuai dengan tingkat pendapatannya. Ini berarti semakin tinggi pendapatan seseorang, maka semakin tinggi pula beban pajak yang harus dibayar.

            Asas Keuntungan Istimewa

            Asas keuntugan istimewa mengatakan bahwa seseorang yang mendapatkan keuntungan istimewa, maka harus dikenakan pajak yang istimewa pula. Artinya semakin besar keuntungan yang didapatkan maka akan semakin besar pula pajak yang

            Asas Manfaat

            Asas Manfaat menjelaskan bahwa pajak yang dipungut oleh negara harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum.

            Asas Beban Yang Sekecil- Kecilnya,

            Asas Beban Yang Sekecil-kecilnya menjelaskan bahwa pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendah- rendahnya) jika dibandingkan dengan nilai obyek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak.

            Asas Kesejahteraan

            Asas Kesejahteraan mengatakan bahwa pajak yang dipungut oleh negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

            Asas Keseimbangan

            Asas Keseimbangan Asas ini menyatakan bahwa dalam melaksanakan berbagai asas tersebut mungkin saling bertentangan. Akan tetapi hendaknya selalu diusahakan sebaik mungkin. Artinya tidak mengganggu pelaksanaan hukum, perasaan dan kepastian hukum.

            Asas Pemungutan Pajak – Adolf Wagner

            Adapun Adolf Wagner menjelaskan asas asas pemungutan pajak seperti berikut:

            Asas Politik Finansial

            Asas Politik Finansial menjelaskan bahwa pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai atau mendorong semua kegiatan negara.

            Asas Ekonomi

            Asas Ekonomi menyatakan bahwa penentuan obyek pajak harus tepat, misalnya: pajak pendapatan, pajak untuk barang-barang mewah

            Asas Keadilan

            Asas Keadilan menyatakan bahwa pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi, untuk kondisi yang sama diperlakukan sama pula.

            Asas Administrasi

            Asas Administrasi menyatakan bahwa menyangkut masalah kepastian perpajakan (kapan, dimana harus membayar pajak), keluwesan penagihan (bagaimana cara membayarnya) dan besarnya biaya pajak.

            Asas Yuridis

            Asas Yuridis menjelaskan bahwa segala pungutan pajak harus berdasarkan undang-undang.

            Stelsel Pajak

            Stelsel pajak terdiri dari stelsel nyata, stelsel anggapan dan stelsel campuran dengan penjelasan seperti berikut:

            a). Stelsel Nyata – Riel Stelsel

            Menurut stelsel nyata pengenaan pajak didasarkan pada objek atau penghasilan atau penghasilan yang sesungguhnya diperoleh, sehingga pemungutannya dilakukan pada akhir tahun pajak setelah penghasilan riel diketahui secara pasti.

            Kelebihan stelsel ini adalah pajak yang dipungut lebih realistis, sedangkan kekurangannya adalah pajak dapat dipungut pada akhir periode setelah penghasilan riil diketahui. Sedangkan pemerintah butuh penerimaan pajak di sepanjang tahun

            b). Stelsel Anggapan – Fictive Stelsel,

            Menurut stelsel anggapan, pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur oleh undang-undang.

            Misalnya, penghasilan tahun ini dianggap sama dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian pada awal tahun pajak sudah dapat ditetapkan untuk tahun pajak berjalan.

            Kelebihan stelsel adalah pajak dapat dibayarkan sepanjang tahun berjalan, tanpa menunggu akhir tahun. Dengan demikian penerimaan pajak pemerintah dapat diperoleh sepanjang tahun. Sedangkan kekurangnya adalah pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya atau tidak realistis.

            c). Stelsel Campuran

            Stelsel campuran merupakan perpaduan antara stelsel nyata dan stelsel anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak ditentukan berdasarkan stelsel anggapan, pada akhir tahun besarnya pajak disesuaikan dengan hitungan stelsel nyata.

            Ketika besarnya pajak menurut stelsel nyata lebih besar daripada pajak menurut stelsel anggapan, maka wajib pajak harus menambah. Sebaliknya, jika besar pajak menurut stelsel nyata lebih kecil dari stelsel anggapan maka kelebihannya dapat diminta kembali (restitusi) atau dikompensasi pada periode berikutnya.

            Teori Pemungutan Pajak – Teori Asuransi,

            Teori Asuransi menyatakan negara bertugas melindungi orang dan/atau warganya dengan segala kepentingannya, yaitu keselamatan dan keamanan jiwa dan harta bendanya.

            Teori asuransi menyatakan bahwa pajak seperti premi asuransi, di mana pembayar pajak (wajib pajak) disamakan dengan pembayar premi asuransi, yakni pihak tertanggung.

            Sedangkan Negara disamakan dengan perusahaan asuransi yang memberikan perlindungan dan warga negara membayar pajak sebagai premi.

            Negara menjadi pihak penanggung dalam perjanjian asuransi. Dalam perjanjian asuransi, hubungan antara prestasi dan kontraprestasi itu terjadi secara langsung.

            Adanya pembayar premi yang merupakan kewajiban tertanggung berhubungan langsung dengan haknya untuk menerima ganti rugi bila terjadi evenement.

            Sebaliknya, hak sipenanggung untuk menerima pembayaran premi itu diimbangi dengan adanya kewajiban untuk membayar ganti rugi bila terjadi evenement

            Teori Pemungutan Pajak – Teori Kepentingan (Aequivalentie),

            Teori Kepentingan menekankan pembebanan pajak pada penduduk seluruhnya harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas negara/pemerintah (yang bermanfaat baginya), termasuk juga perlindungan atas jiwa orang-orang itu serta harta bendanya.

            Pembayaran pajak dihubungkan dengan kepentingan orang-orang tersebut terhadap negara, maka semakin besar kepentingan seseorang terhadap negara semakin besar pajak yang harus dibayar.

            Teori ini mengatakan bahwa negara mengenakan pajak terhadap rakyat karena negara telah melindungi kepentingan rakyat.

            Teori ini menunjukkan bahwa dasar pembenar mengapa negara mengenakan pajak adalah karena negara telah berjasa kepada rakyat selaku wajib pajak, di mana pembayaran pajak itu besarnya ekuivalen (setara) besarnya jasa yang sudah diberikan oleh negara kepadanya.

            Teori ini mengukur besarnya pajak sesuai dengan besarnya kepentingan wajib pajak yang dilindungi. Jadi semakin besar kepentingan yang dilindungi maka semakin besar pula pajak yang harus dibayar

            Makin banyak individu yang mendapatkan jasa dari pekerjaan pemerintah, maka makin besar pajaknya. Walaupun teori ini masih berlaku, namun sulit untuk dipertahankan karena orang kurang mampu dan pengangguran memperoleh bantuan dari pemerintah namun mereka tidak membayar pajak

            Teori Pemungutan Pajak – Teori Kewajiban Pajak Mutlak

            Teori ini sering disebut juga Teori Bakti. Teori Pajak Mutlak   pada organ theory dari Otto Von Gierke.

            Teori Bakti didasarkan pada paham organisasi negara yang mengajarkan bahwa negara sebagai organisasi mempunyai tugas untuk menyelenggarakan kepentingan umum.

            Tanpa ada “organ” atau Lembaga – organisasi, individu tidak mungkin dapat hidup. Karena Lembaga telah memberi hidup kepada warganya, maka Lembaga dapat membebani setiap anggota masyarakatnya dengan kewajiban- kewajiban, yang antara lain kewajiban membayar pajak, kewajiban ikut mempertahankan hidup/negara dengan milisi/wajib militer.

            Negara mempunyai hak mutlak untuk memungut pajak dan rakyat harus membayar pajak sebagai tanda baktinya terhadap negara. Dengan demikian, dasar hukum pajak terletak pada hubungan masyarakat dengan negara

            Teori Pemungutan Pajak – Teori Daya Pikul

            Teori Daya Pikul berkesimpulan bahwa dasar keadilan dalam pemungutan pajak adalah terletak pada jasa jasa yang diberikan oleh negara kepada warganya, yaitu perlindungan atas jiwa dan harta bendanya

            Untuk mendapatkan kepentingan tersebut diperlukan biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat yang berbentuk pajak. Pokok teori daya beli adalah asas pajak, yaitu beban pajak itu harus sama beratnya untuk setiap orang.

            Pajak harus dibayar sesuai dengan daya pikul seseorang dan untuk mengukur daya pikul dapat dilihat dari penghasilan, kekayaan dan besarnya pengeluaran seseorang dan memperhatikan besar kecilnya jumlah tanggungan keluarga

            Teori Pemungutan Pajak – Teori Asas Daya Beli

            Teori Asas Daya Beli menjelaskan fungsi pemungutan pajak yaitu memindahkan daya beli dari rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga negara. Kemudian menyalurkan kembali ke masyarakat dengan tujuan untuk memelihara kehidupan masyarakat dan untuk kesejahteraan.

            Jadi penyelenggaraan kepentingan masyarakat inilah yang dianggap sebagai dasar keadilan pemungutan pajak, bukan kepentingan individu, juga bukan kepentingan negara, melainkan kepentingan-kepentingan masyarakat yang meliputi keduanya.

            Syarat – Syarat Pemungutan Pajak

            Agar pemungutan pajak yang dilaksanakan tidak menimbulkan hambatan atau tentangan dari masyarakat, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat seperti berikut:

            Pemungutan Pajak Harus Adil – Syarat Keadilan

            Pemungutan pajak harus memenuhi syarat keadilan dalam hak dan kewajiban para wajib pajak. Pajak berlaku bagi setiap warga Negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak, serta memberikan sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan.

            Pemungutan Pajak Berdasarkan Undang- Undang – Syarat Yuridis

            Pemungutan pajak mengacu kepada undang-undang yang telah dibuat agar dapat menjamin hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi Negara maupun warga negaranya. Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: “Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang”.

            Tidak Mengganggu Perekonomian – Syarat Ekonomis

            Pemungutan pajak tidak boleh mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksi, perdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak tidak boleh merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat sebagai wajib pajak, terlebih masyarakat kecil dan menengah.

            Pemungutan Pajak Harus Efisiensi – Syarat Finansial

            Biaya- biaya yang timbul dalam pemungutan pajak harus benar- benar efisien. Biaya yang digunakan untuk melakukan pemungutan pajak tidak lebih besar dari jumlah pajak yang diterima.

            Sistem Pemungutan Pajak Harus Sederhana

            Sistem pemungutan harus sederhana untuk memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai. Sistem yang sederhana akan memberikan dampak positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak.

            Contoh Soal Ujian Sistem Asas Teori Pemungutan Pajak,

            1). System self-assessment adalah sistem pemungutan pajak yang memberikan…

            a). kebebasan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai kemampuannya

            b). kepercayaan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai kemampuannya

            c). kepercayaan kepada masyarakat untuk membayar pajak sesuai undang-undang perpajakan

            d). semua jawaban benar

            Jawab: c

            2). Keunggulan system self assessment adalah….

            a). memberikan kemudahan bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi membayar pajak

            b). memberikan kemudahan bagi untuk mendaftar menjadi Wajib Pajak

            c). memberikan wewenang bagi anggota masyarakat turut memungut pajak

            d). semua jawaban benar

            Jawab : a

            3). Keberhasilan system self assessment sangat ditentukan oleh…

            a). peran dari kejelasan Undang-undang perpajakan

            b). peran masyarakat dalam memetuhi undang undang

            c). peran administrasi dalam membina dan mengawasi pelaksanaannya

            d). semua jawaban benar

            Jawab; d

            4). Pemberian kepercayaan kepada Wajib Pajak memotong atau memungut pajak pihak lain mempunyai kelemahan, oleh karenanya…

            a). kebijakan itu perlu dicabut karena bertentangan dengan hak asasi manusia

            b). kebijakan itu efektif sepanjang diikuti dengan pengawasan yang ketat

            c). kebijakan itu menguntungkan masyarakat karena kesederhanaannya.

            d). semua jawaban salah

            Jawab: c

            5). Agar system self-assessment bermanfaat bagi masyarakat maka langkah yang perlu dilakukan adalah …

            a). administrasi perpajakan meningkatkan pemberian sanksi perpajakan

            b). administrasi perpajakan meningkatkan kualitas pelayanan

            c). penyuluhan kepada masyarakat ditingkatkan

            d). semua jawaban salah

            Jawab: b

            6). Menurut UU No. 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang- undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan …

            a). Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan Untuk keperluan pribadi

            b). Untuk membiayai keperluan pembuat Undang-Undang Perpajakan

            c). Untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

            d). Untuk keperluan eksekutif dan legislative

            Jawab c

            7). pemerintah untuk membiayai pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan. Fungsi ini disebut ..…

            a). Fungsi distribusi dan alokasi

            b). Fungsi budgetair

             c). Fungsi mengatur (Regulerend)

            d). Fungsi pengawasan

            Jawab b

            8). Pengenaan pajak yang tinggi terhadap minuman keras untuk mengurangi konsumsi minuman keras adalah contoh dari …..

            a). Fungsi pengawasan

            b). Fungsi distribusi dan alokasi

            c). Fungsi budgetair

            d). Fungsi mengatur (Regulerend)

            Jawab d

            9). Negara bertugas melindungi orang dan/atau warganya dengan segala kepentingannya, yaitu keselamatan dan keamanan jiwa dan harta bendanya. Teori ini sesuai dengan …….

            a). Teori Kepentingan

            b). Teori Asuransi

            c). Teori Bakti

            d). Teori Daya Pikul

            Jawab b

            10). Pembebanan pajak pada penduduk seluruhnya harus didasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas negara/pemerintah (yang bermanfaat baginya), termasuk juga perlindungan atas jiwa orang-orang itu serta harta bendanya. Hal ini mengacu pada ……

            a). Teori Bakti

            b). Teori Asuransi

            c). Teori Kepentingan

            d). Teori Asas Daya Beli

            Jawab c

              Fungsi Contoh Pajak: Budgeter Regulasi Distribusi Stabilisasi Proteksi – Retribusi Jasa Usaha Umum Perizinan,

              Pajak adalah iuran yang wajib dibayar oleh rakyat kepada negara tanpa mendapat balas jasa (kontraprestasi) secara langsung, dan digunakan untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran kolektif negara.

              Pajak merupakan kontribusi wajib masyarakat terhadap negara yang berdasarkan undang undang yang bersifat memaksa.

              Tujuan Fungsi Peran dan Manfaat Pajak,

              Pajak mempunyai tujuan untuk meniningkatkan penerimaan negara, namun juga digunakan sebagai alat untuk kebijakan fiscal dan menjaga perekonomian nasional sehingga tercapai tujuan tujuan tertentu.

              Pajak mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi anggaran – budgeter dan fungsi mengatur – regulator

              Fungsi Pajak Sebagai Budgeter – Pendapatan Negara,

              Sebagai budgeter, pajak adalah salah satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN)

              Pada saat ini, pajak merupakan sumber utama pendapatan pemerintah atau negara. Hal ini dapat dilihat dan diamati pada APBN. Sebelumnya, beberapa tahun lalu, Indonesia pernah menggantungkan pendapatan negara dari sector minyak dan gas.

              Namun seiring dengan harga minyak dan gas yang menurun dan produksinya yang tidak seimbang dengan jumlah konsumsi di dalam negeri, pemerintah kemudian mengalihkan sumber pendapatan negara kepada sektor pajak.

              Hal ini diiringi dengan perbaikan tata cara perpajakan, sehingga saat ini pajak menjadi sumber utama pendapatan negara.

              Fungsi Pajak Sebagai Regulasi – Pengatur Kegiatan Ekonomi,

              Sebagai regulator, pajak dipergunakan sebagai alat kebijakan pemerintah untuk mencapai tujua tertentu. Sebagai contoh, pajak dapat difungsikan sebagai alat untuk menarik modal luar negeri dan dalam negeri dengan cara memberikan keringan pajak.

              Contoh Fungsi Pajak Sebagai Regulasi,

              Pajak dapat digunakan oleh pemerintah untuk merekayasa kegiatan ekonomi, contohnya, ketika pemerintah ingin meningkatkan daya saing barang dalam negeri, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan atau regulasi dengan menurunkan tarif pajak ekspor.

              Hal ini dilakukan agar barang dalam negeri bisa dijual dengan harga yang lebih murah di luar negeri. Harga yang lebih murah akan lebih menarik atau kompetitif di negara lain.

              Masyarakat Negara lain lebih tertarik untuk membeli barang Indonesia. Di sini, pajak digunakan untuk pendorong barang yang diproduksi di dalam negeri untuk diekspor ke luar negeri.

              Namun jika pemerintah ingin melindungi industri dalam negeri, pemerintah dapat membuat kebijkan atau regulasi dengan menaikkan tarif pajak impor untuk barang -barang yang sudah diproduksi di dalam negeri.

              Sedangkan untuk bahan baku industri yang masih diimpor, pemerintah dapat menetapkan tarif pajak impor yang sangat rendah atau bahkan bila perlu tarif pajak impornya = 0 (tidak ada pajaknya sama sekali walaupun hal ini sangat sulit dilakukan). Dalam hal ini, pajak digunakan untuk memproteksi barang yang diproduksi di dalam negeri.

              Fungsi Pajak Sebagai Distribusi – Pemerataan Pendapatan,.

              Pajak dapat digunakan oleh negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembangunan. Penggunaan pajak untuk pembangunan dilakukan secara merata di seluruh wilayah tanah air.

              Pembangunan secara langsung dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian terjadi pemerataan terhadap lapangan kerja.

              Contoh Fungsi Pajak Sebagai Distribusi,

              Kegiatan pereonomian yang dibiayai oleh negara tidak terpusat di satu wilayah saja. Pemerintah dapat mensubsidi masyarakat kurang mampu,seperti subsidi pupuk bagi petani atau subsidi dalam bentuk beras untuk rakyat masyarakat kurang mampu agar menghindari ketimpangan pendapatan di masyarakat.

              Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan antara yang mampu  dan tidak mampu, pemerintah bisa menaikkan tarif pajak atas penjualan barang barang mewah yang umumnya hanya dibeli oleh orang mampu.

              Dalam hal ini, pajak dapat digunakan untuk mendistribusikan iuran wajib dalam bentuk pajak dari orang mampu kepada orang kurang mampu.

              Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi – Penstabil Kegiatan Ekonomi,

              Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi ekonomi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan. Pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas ekonomi seperti stabilitas harga.

              Contoh Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi,

              Contoh fungsi pajak sebagai stabilator misalnya pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan pajak yang tinggi, untuk mengatasi inflasi.

              Hal ini dapat terjadi karena jumlah uang yang beredar menjadi berkurang. Pajak tinggi berdampak pada pengurangan pendapatan.

              Sebaliknya untuk mengatasi deflasi atau kelesuan ekonomi,pemerintah dapat menurunkan nilai pajak. Dengan menurunkan pajak ini, jumlah uang yang beredar dapat ditambah sehingga kelesuan ekonomi dapat diatasi.

              Kelesuan ekonomi di antaranya ditandai dengan sulitnya pengusaha memperoleh modal. Penambahan uang beredar akan mampu disalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan modal.

              Fungsi Pajak Sebagai Proteksi – Pelindung

              Pajak dapat digunakan sebagai sarana untuk perlindungan barang barang industry dalam negeri. Perlindungan dilakukan dengan penerapan pajak terhadap barang barang impor. Barang impor dikenai pajak yang relative tinggi. Sehingga harga barang dalam negeri dapat bersaing di dalam negeri.

              Contoh Fungsi Pajak Sebagai Proteksi,

              Barang seperti televisi dikenai pajak impor sebagai perlindungan terhadap televisi buatan local.

              Fungsi dan Peran Pajak Dalam APBN,

              Dalam APBN, penerimaan pajak merupakan bagian terbesar dari keseluruhan penerimaan negara. Artinya pajak menjadi sumber penerimaan yang menentukan apakah APBN dapat terlaksana atau tidak.

              Alokasi dana dalam APBN digunakan untuk pembiayaan atau pengeluaran termasuk pembangunan.

              Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pajak merupakan kontribusi langsung masyarakat dalam pembangunan yang digunakan sebesar besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

              Pungutan Resmi Selain Pajak,

              Dalam kehidupan sehari hari, selain pajak ada pengutan yang didasarkan pada tujuan dan manfaat yang akan dicapai. Jenis pungutan tersebut adalah retribusi dan sumbangan.

              Pungutan Retribusi,

              Retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan / atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

              Orang pribadi yang membayar retribusi dapat langsung mendapatkan manfaat dari pembayaran retribusinya.

              Jenis Retribusi,

              Adapun jenis jenis retribusi diantaranya retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan perizinan tertentu.

              Retribusi Jasa Umum,

              Retribusi Jasa Umum merupakan pungutan atas pelayanan yang disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan

              Contoh Retribusi Jasa Umum,

              Contoh retribusi jasa umum adalah: retribusi pelayanan Kesehatan, retribusi pelayanan sampah atau kebersihan, retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil, retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat, retribusi pelayanan parkir tepi jalan, retribusi pelayanan pasar, retribusi pegujian kendaraan bermotor.

              Retribusi Jasa Usaha,

              Retribusi Jasa Usaha adalah retribusi yang dikenakan kepada pihak yang menggunakan jasa tertentu yang disediakan daerah untuk melakukan usaha dan memperoleh keuntungan.

              Contoh Retribusi Jasa Usaha,

              Contoh Retribusi jasa usaha adalah pungutan atas jasa pada tempat layanan umum yang berupa retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi pasar grosir dan atau pertokoan, retribusi tempat pelelangan, retribusi terminal, retribusi tempat parkir.

              Restribusi Perizinan Tertentu,

              Retribusi Perizinan Tertentu adalah restibusi atas pelayanan perizinan tertentu yang diberikan oleh Pemerintah Daerah baik untuk Orang Pribadi atau Badan. Retribusi ini ditujukan untuk pengaturan dan pengawasan atas aktivitas pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana, atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.

              Contoh Restribusi Tertentu,

              Contoh Restribusi perizinan adalah pungutan atas izin tertentu yang dikeluarkan yang berupa retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol, retribusi izin trayek dan retribusi izin usaha perikanan.

              Sumbangan,

              Sumbangan adalah pungutan yang mengedepankan unsur gotong royong kelompok masyarakat tertentu. Sumbangan tidak mengadung unsur paksaan melainkan bersifat sukarela.

              Contoh Sumbangan,

              Contoh sumbangan adalah sumbangan kepada korban bencana alam, sumbangan ke panti asuhan dan lainnya.

                Daftar Pustaka

                Fungsi Pajak Bagi Pemerintan dan Perekonomian dengan Pengaruh pajak pada Pendapatan Negara dan Fungsi Pajak Sebagai Budgeter. Pajak Pengatur Kegiatan Ekonomi dengan Fungsi Pajak Sebagai Regulasi dan Pajak Sektor Minyak dan Gas Migas. Contoh Pajak Sebagai Budgeter dengan Pajak Untuk Pemerataan Pendapatan dan Fungsi Pajak Sebagai Distribusi.

                Contoh Pajak Sebagai Distribusi yang Penstabil Kegiatan Ekonomi namun Fungsi Pajak Untuk Stabilisasi. Contoh pajak sebagai penstabil ekonomi dan Pajak sebagai pelindung barang domestic dalam negeri,

                Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah, Pengertian Dan Contoh

                Pengertian Penerimaan pemerintah. Penerimaan Pemerintah dapat pula disebut sebagai pendapatan negara adalah semua penerimaan yang berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri.

                Penerimaan negara ini digunakan untuk pembiayaan kegiatan kegiatan perekonomian yang tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan rakyat. 

                Penerimaan pemerintah secara garis besar adalah penerimaan dalam negeri dan hibah. Secara lengkap sumber penerimaan negara dapat dilihat pada tabel berikut.

                Sumber Penerimaan Pendaptan Pemerintah Negara
                Sumber Penerimaan Pendaptan Pemerintah Negara

                Penerimaan dalam negeri

                Penerimaan dalam negeri adalah semua penerimaan yang diterima oleh negara dalam bentuk penerimaan perpajakan dan penerimaan bukan pajak.

                Pendapatan Negara dari Pajak.

                Pajak merupakan pembayaran iuran oleh rakyat kepada pemerintah yang dapat dipaksakan dengan tanpa balas jasa yang secara langsung dapat ditunjuk.

                Penerimaan negara dari pajak terdiri dari penerimaan pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional.

                Pajak Dalam Negeri

                Pendapatan negara dari pajak dalam negeri meliputi Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Ekspor.

                Pajak Perdaganga Internasional

                Pajak Perdagangan Internasional meliputi Bea Masuk dan Cukai. Besarnya tarif pajak yang harus dibayarkan kepada negara diatur dalam undang–undang perpajakan.

                Bea masuk dipungut atas sejumlah barang yang diimpor, sedangkan penerimaan cukai terdiri dari cukai tembakau, gula, bir dan alcohol sulingan.

                Pendapatan Negara dari Non Pajak.

                Penerimaan negara bukan pajak terdiri dari pengelolaan sumber daya alam, Keuntungan Badan UsahaMilik Negara, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang.

                Pendapatan Negara dari Hibah.

                Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan swasta dalam negeri, sumbangan swasta dan pemerintah luar negeri.

                Pendapatan negara dari hibah meliputi penerimaan dana bantuan yang bukan bersifat pinjaman namun sifatnya sukarela tanpa ada kontrak atau ikatan atau perjanjian khusus.

                Dana bantuan yang diterima digunakan untuk membiayai kegiatan perekonomian dan pembangunan.

                Penerimaan hibah dari luar negeri dapat berupa pinjaman program atau pinjaman proyek dengan jangka waktu tertentu.

                Lembaga Keuangan Internasional yang pernah memberikan bantuan pada Pemerintah Indonesia diantaranya adalah IMF (International Monetary Fund). ADB (Asean Development Bank), dan Bank Dunia (World Bank).

                Pengertian Pengeluaran Pemerintah.

                Pengeluaran pemerintah atau Pengeluaran negara adalah semua pengeluaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan- kegiatan pemerintahan suatu negara dalam rangka menjalankan fungsinya agar dapat mewujudkan kesejahteraan pada rakyatnya.

                Sumber Pengeluaran Belanja Pemerintah Negara
                Sumber Pengeluaran Belanja Pemerintah Negara

                Pengeluaran pemerintah terdiri dari belanja pemerintah pusat dan belanja pemerintah daerah.

                Belanja Pemerintah Pusat

                Pengeluaran pemerintah puast terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja hibah, subsidi BBM dan subsidi non BBM, pembayaran Bunga utang dalam negeri dan utang luar negeri.

                Belanja Daerah

                Belanja daerah meliputi pengeluaran untuk dana perimbangan dan dana otonomi khusus. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum DAU dan dana alokasi khusus DAK.

                Dana Perimbangan

                Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

                Dana perimbangan merupakan bentuk pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal pemerintah pusat di era otonomi daerah.

                Dana Alokasi Umum

                Dana Alokasi umum (DAU) adalah bantuan umum yang digunakan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah dengan pengawasan pemerintah pusat yang bertujuan mengurangi ketimpangan horizontal antardaerah.

                Contoh Dana Alokasi Umum

                Contoh dana alokasi umum adalah bantuan blok yang penggunaan dananya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di daerah.

                Dana Alokasi Khusus (DAK)

                Dana alokasi khusus adalah bantuan khusus yang digunakan untuk kegiatan pembangunan yang sasarannya telah ditetapkan oleh pemerintah pusat yang bertujuan mengurangi ketimpangan vertikal antara pusat dan daerah.

                Dana alokasi khusus  bertujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

                Contoh Dana Laokasi Khusus

                Contoh dana alokasi khusus adalah dana untuk pembangunan di daerah yang berbatasan dengan negara lain.

                Pengeluaran pemerintah atau belanja negara juga dapat dibedakan berdasarkan dua klasifikasi yaitu pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.

                Pengeluaran Rutin Pemerintah

                Pengeluaran rutin pemerintah adalah pengeluaran digunakan untuk pemeiharaan atau penyelenggaraan pemerintah sehari- hari. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari:

                a). Belanja pegawai adalah pengeluaran pemerintah untuk membayar gaji pegawai negeri, gaji pensiunan, tunjangan, biaya perjalanan pegawai, dan sebagainya.

                b). Belanja barang adalah pengeluaran pemerintah untuk membeli peralatan atau perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan pemerintahan. Belanja barang terdiri atas belanja barang dalam negeri dan belanja barang luar negeri.

                c). Belanja rutin daerah adalah pengeluaran yang digunakan untuk membiayai gaji pegawai daerah.

                d). Bunga dan cicilan utang adalah pengeluaran yang digunakan untuk membayar bunga dan cicilan dari pinjaman pokok.

                e). Pengeluaran Subsidi adalah pengeluaran negara untuk subsidi BBM dan nonBBM.

                Pengeluaran Pembangunan

                Pengeluaran pembangunan, yaitu pengeluaran untuk pembangunan, baik fisik seperti jalan, jembatan, gedung-gedung dan pembelian kendaraan dinas, maupun pembangunan nonfisik spritual, seperti penataran dan training atau pelatihan.

                Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Pemerintah.

                Besarnya pengeluaran pemerintah yang akan dilakukan dalam satu periode tertentu sangat tergantung pada berapa factor. Diantaranya adalah jumlah pajak yang akan diterima, tujuan kegiatan ekonomi jangka pendek dan pembangunan jangka Panjang, serta pertimbangan politik dan keamanan.

                Proyeksi Pajak Yang Akan Diterima Oleh Pemerintah.

                Salah satu factor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah jumlah pajak yang diproyeksikan. Jadi sebelum menyusun anggaran belanja, pemerintah harus membuat terlebih dahulu prediksi jumlah pajak yang akan diterima. Semakin besar jumlah pajak yang akan diterima, semakin besar pula belanja yang akan dilakukan oleh pemerintah.

                Tujuan Ekonomi yang Ingin Dicapai Pemerintah

                Besarnya rencama anggaran pemerintah dipegaruhi juga oleh tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah. Pengeluaran pemerintah dapat memanipulasi atau mengatur kegiatan ekonomi kea rah yang dinginkan oleh pemerintah.

                Beberapa tujuan dari kegiatan pengeluaran pemerintah adalah mengatasi masalah penangguran, mengurangi inflasi yang berlebihan, dan mempercapat pembangunan ekonomi dalam jangka Panjang. Untuk tujuan tujuan tersebut, pemerintah dapat mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan dari pedapatan yang diperoleh dari pajak.

                Untuk mengatasi pengangguran, pemerintah dapat melakukan pembiayaan pembangunan infrastruktur seperti membangun jalan, jembatan, irigasi, dan pelabuhan atau fasilitas umum lainnya. Upaya seperti itu, tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, yang terkadang tidak cukup hanya dibiayai oleh pendapatan  dari sector pajak. Namun pemerintah meminjam kepada negara lain atau mencetak uang.

                Pertimbangan Politik dan Keamanan.

                Pertimbangan politik dan kestabilan negara menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja negara. Pemerintah mengeluarkan pembiayaan untuk menjaga kestabilan politik dan keamanan lainnya. Hal ini bertujuan agar perekonomian bisa berjalan dengan tujuan pembangunan. Kekacauan akibat perselisihan antara suku pada suatu daerah tentunya membutuhkan biaya untuk penyelesaiannya.

                Selainitu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa dilakukan pada suatu daerah atau negara yang memiliki sengketasocial politik suku dll. Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa saja melampaui dari pendapatannya hanya untuk mengatasi sengketa tersebut.

                  Daftar Pustaka:

                  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
                  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
                  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
                  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
                  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
                  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
                  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
                  8. Pengertian Pengeluaran Pemerintah dengan Pendapatan Negara dari Pajak dan Jenis Pendapatan Negara dari Pajak yang Contoh pendapatan negara dari pajak. Pengertian Penerimaan pemerintah dengan Pengertian Pendapatan negara dan Pendapatan negara dari Pajak Penghasilan atau Pendapatan negara dari Pajak Pertambahan Nilai. Pendapatan negara dari PajakPenjualan atas Barang Mewah dengan Pendapatan negara dari Pajak Bumi dan Bangunan dan Pendapatan negara dari Pajak Ekspor.
                  9. Pendapatan negara dari PajakPendapatan negara dari Perdagangan Internasional dan Pendapatan negara dari Bea Masuk dan Cukai. PendapatanNegara dari Non Pajak dengan Fungsi Pajak Pada Pemerintah dan Fungsi Pajak Untuk Negara dan Contoh Pendapatan Negara non pajak. Contoh Pendapatan negara dari Hibah dan Pengertian Hibah pada Pemerintah Negara. Jenis Penerimaan negara bukan pajak dengan Contoh Negarayang memberi Hibah pada Indonesia dan Pengertian Pengeluaran Pemerintah serta Contoh BelanjaNegara.
                  10. Tujuan Belanja Negara dan Tujuan Pengeluaran Pemerintah atau Faktor yang mempengaruhi pengeluaran pemerintah dengan Faktor yang mempengaruhi belanja negara. Fungsi Belanja negara dan fungsi pengeluaran pemerintah atau Proyeksi Pajak Yang AkanDiterima Oleh Pemerintah dengan  Tujuan Ekonomi yang Ingin Dicapai Pemerintah. PertimbanganPolitik dan Keamanan dan Contoh Pengeluaran untuk politik dengan contoh pengeluaran negarauntuk keamanan.

                  Reaksi Peluruhan Radioaktif: Pengertian Transmutasi Sifat Sinar Alfa Beta Gamma Contoh Soal Rumus Perhitungan 8

                  Pengertian Zat Radioaktif. Inti atom radioaktif adalah inti yang tidak stabil yang secara spontan memancarkan sinar radioaktif (yaitu sinar α, β, dan γ). Pemancaran sinar ini menyebabkan jumlah inti makin lama makin berkurang (meluruh). Inti radioaktif ini mengalami peluruhan (disintegrasi) untuk mencapai kondisi yang lebih stabil.

                  Pengertian Radioaktivitas

                  Peristiwa pemancaran partikel – partikel radioaktif secara spontan ini disebut radiokativitas atau peluruhan radioaktif. Sinar-sinar yang dipancarkannya disebut sinar radioaktif, sedangkan zat yang memancarkan sinar radioaktif disebut dengan zat radioaktif.

                  Jenis Partikel Radioaktif

                  Partikel radioaktif diantaranya adalah proton, neutron, elektron (sinar beta), positron, deutron, triton, sinar alfa, sinar gamma.

                  Dua pertiga inti atom unsur yang ada di alam dalam kondisi yang tidak stabil. Inti atom dengan Z>83 merupakan inti yang tidak stabil. Agar menjadi stabil inti atom ini akan memancarkan partikel radioaktifnya.

                  Kestabilan Inti Atom

                  Beberapa inti atom dapat bertransformasi secara spontan menjadi inti atom lain. Hal ini disebabkan oleh sifat stabilitas inti tersebut. Stabilitas suatu inti ditentukan atau dipengaruhi oleh perbandingan antara jumlah neutron dengan jumlah proton ((atau N/Z).

                  Inti-inti dengan nomor atom 20 ke bawah (Z ≤ 20) akan stabil jika jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya (N = Z) atau N/Z=1. Contohnya adalah 8O16, 11Na22, 2He4 dan 6C12. Hal ini Berarti inti dari 2He3 dan 6C14 relatif tidak stabil atau termasuk radioisotop yang dapat memancarkan zat-zat radioaktif.

                  Sedangkan pada inti dengan Z > 20 relatif lebih stabil jika nilai N lebih besar dari Z atau rasio atau perbadingan N terhadap Z lebih dari 1 (N/Z > 1). Ini  artinya jumlah netronnya harus lebih banyak dari jumlah proton dalam inti.

                  Peleruhan Inti dan Sinar Radioaktif

                  Peluruhan adalah perubahan suatu nuklida menjadi nuklida lain secara spontan dan diikuti dengan pemancaran partikel redioaktif.

                  Inti Induk Inti Anak

                  Inti atom yang mengalami peluruhan disebut inti induk. Sedangkan inti yang dihasilkan dari peluruhan disebut inti anak. Inti anak ini meluruh lagi membentuk inti anak baru. Begitu seterusnya sampai terbentuk deret radioaktif yang memiliki inti stabil.

                  Pemancaran Sinar Alfa α

                  Inti atom radioaktif yang memancarkan sinar alfa α akan menyebabkan nomor atom inti induk berkurang dua dan nomor massa induk berkurang empat sehingga berubah menjadi inti atom yang lain. Sinar alfa α merupakan pemancaran partikel yang terdiri atas dua proton dan dua neutron yang merupakan partikel yang bermuatan positif yang memiliki massa 4 kali massa proton yang diberi lambang 2α4 atau 2He4.

                  Contoh Pemancaran Sinar α yaitu :

                  92U235 –>90Th231 + 2He4

                  88Ra224 –> 84Rn220 + 2He4

                  Sifat Ciri Sinar Alfa

                  Pancaran sinar alfa α menyebabkan ukuran inti menjadi lebih kecil. Partikel alfa α adalah inti atom helium yang memiliki energi tinggi dan bermuatan positif yaitu 2+. Partikel Sinar alfa α akan membelok ketika berada dalam medan magnet maupun medan listrik. Partikel sinar alfa α memiliki daya tembus lebih kecil dibandingkan dengan sinar beta β dan gamma γ.

                  Pemancaran Sinar Beta β

                  Ketika Isotop radioaktif memancarkan sinar beta β, maka akan menyebabkan nomor massa inti induk tetap sedangkan nomor atomnya bertambah satu sehingga berubah menjadi inti atom yang lain. Sinar beta β merupakan pancaran elektron dari inti atom karena perubahan neutron menjadi proton dan diberi lambang -1e0

                  Contoh Pemancaran Sinar Beta β:

                  91Pa233 –> 92U233 + -1e0

                  89Ac227 –> 90Th227 + -1e0

                  Sifat Ciri Sinar Beta

                  Ketika Pancaran sinar beta β berlangsung, secara bersamaan terjadi perubahan neutron menjadi proton. Dengan kata lain, Partikel sinar beta β merupakan electron yang bergerak cepat. Partikel sinar beta β memiliki muatan negative yaitu (1-). Sinar beta akan membelok ketika berada dalam medan magnet dan medan listrik. Partikel sinar beta β memiliki daya tembus lebih kecil dari pada sinar gamma γnamun lebih besar dari pada sinar alfa α.

                  Pemancaran Sinar Gamma γ

                  Inti  atom dapat memiliki energi ikat nukleon yang lebih tinggi dari energi ikat dasarnya (ground state). Dalam keadaan ini dapat dikatakan bahwa inti atom dalam keadaan tereksitasi dan dapat kembali ke keadaan dasar dengan memancarkan sinar gamma γatau foton yang besarnya energi tergantung pada keadaaan energi tereksitasi dengan energi dasarnya.

                  Pemancaran sinar gamma γ tidak menyebabkan perubahan massa maupun muatan pada inti atom. Inti atom yang dalam keadaan tereksitasi diberi notasi atau tanda bintang setelah lambang seperti yang dipakai pada 38Sr*87.

                  Contoh Pemancaran Sinar Gama γ yaitu:

                  6C*12 –> 6C12 + γ

                  28Ni*61 –> 28Ni61 + γ

                  Sifat Ciri Sinar Gamma

                  Pancaran sinar gamma γ tidak mengubah inti induk atom. Sinar gamma γ memancarkan energi yang berupa gelombang elektromagnetik. Sinar gamma γ ini memiliki frekuensi yang tinggi. Partikel sinar gamma γ tidak bermuatan listrik. Partikel sinar gamma γ memiliki daya tembus lebih besar dibandingkan sinar alfa α maupun sinar beta β . Partikel sinar gamma tidak dibelokan oleh medan magnet maupun medan listrik.

                  Pemancaran Positron

                  Pancaran positron merubah proton menjadi neutron. Secara umum Pancaran positron dapat ditulis dengan persamaan reaksi seperti berikut:

                  ZXA  –>  Z-1YA  +  1e0

                  Contoh Pancaran Positron adalah

                  29Cu64  –>  28Ni64  +  1e0

                  Pancaran positron terjadi karena inti memiliki rasio neutron terhadap proton (N/Z) yang relative rendah. Untuk contoh di atas dapat diketahui bahwa jumlah proton dan jumlah neutron sebelum terjadi pemancaran adalah

                  Jumlah Proton = Z = 29

                  Jumlah Neutron N= A – Z = 64 – 29 = 35

                  Sehingga Rasio Neutron terhadap Proton (N/Z) = 35/29 = 1,207

                  Setelah terjadi pemancaran jumlah proton dan jumlah neutron adalah:

                  Jumlah Proton = Z= 28

                  Jumlah Neutron N = A – Z = 64 – 28 = 36

                  Terjadi pengurangan jumlah proton dari 29 menjadi 28. Dan rasio Neutron terhadap Proton (N/Z) menjadi:

                  Rasio Neutron terhadap Proton (N/Z) = 36/28 = 1,285

                  Sifat Ciri Sinar Positron

                  Setelah peluruhan, rasio neutron terhadap proton (N/Z) meningkat dari 1,207 menjadi 1,285. Dengan demikian pemancaran positron akan menghasilkan jumlah proton (Z) menjadi lebih sedikit dan menghasilkan jumlah Neutron menjadi lebih banyak. Hal ini mengakibatkan rasio N/Z menjadi lebih tinggi, sehingga inti atom menjadi lebih stabil.

                  Reaksi Transmutasi Inti Atom

                  Reaksi transmutasi inti atom adalah penembakan suatu nuklida oleh partikel radioaktif  atau partikel ringan sehingga membentuk nuklida lain (baru).

                  Contoh Notasi Lambang Reaksi Transmutasi Inti Atom

                  Reaksi transmutasi inti atom secara umum dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi inti berikut:

                  A + X → B + Y

                  Reaksi Transmutasi dan Pemancaran Partikel radioaktif bisa dinotasikan sebagai berikut

                  A(x,y)B

                  A = nuklida yang ditembak (mula mula/ asal)

                  B = nuklida hasil reaksi

                  X = x = partikel penembak

                  Contoh Partikel Penembak

                  Partikel ringan adalah sinar, proton, neutron

                  Partikel berat adalah 6C12, 7N14, 8O16

                  Y = y = partikel yang dipancarkan

                  Contoh Reaksi Transmutasi Uranium

                  92U238 + 2He494Pu239 + 3 0n1

                  Contoh Notasi Reaksi Inti

                  Reaksi ini dapat dinotasikan sebagai

                  92U238 (α, n) 94Pu239

                  1). Contoh Soal Reaksi Inti Pemancaran Partikel Zat Radioaktif

                  Pemancaran partikel dari suatu reaksi inti memenuhi persamaan reaksi berikut:

                  86Rn22484P220 + X

                  Tentukan jenis partikel yang terpancar dari reaksi inti tersebut

                  Cara Menentukan Jenis Partikel Yang Dipancarkan Oleh Zat Radioaktif

                  Untuk mengetahui partikel yang dipancarkan pada reaksi inti atom dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi inti berikut:

                  86Rn22484P220 + ZXA

                  ZXA = partikel yang dipancarkan

                  Z = nomor atom

                  A = nomor massa

                  Menentukan Nomor Atom Z Partikel

                  Jumlah Z ruas  kiri  = Jumlah Z ruas kanan

                  ZRn = ZX + ZP

                  ZX = ZRn – ZP

                  ZX = 86 – 84

                  ZX = 2

                  Menentukan Nomor Massa A Partikel

                  ARn = AX + AP

                  AX = ARn – AP

                  AX = 224 – 220

                  AX = 4

                  Jadi partikel yang dipancarkan dari reaksi inti adalah  2X4 yang merupakan partikel sinar alfa α atau 2He4. Jadi reaksi intinya adalah

                  86Rn22484P220 + 2He4

                  2). Contoh Soal Menentukan Persamaan Reaksi Peluruhan Radioaktif Alami Isotop Natrium.

                  Tuliskan persamaan reaksi proses peluruhan zat radioaktif alami dari isotop Natrium 11Na20 yang disertai dengan pemancaran partikel sinar alfa α

                   11Na20 → X + α

                  Diketahui

                  α = 2α4 = 2He4

                  Menentukan Persamaan Reaksi Peluruhan Radioaktif  Inti Natrium

                  Secara umum reaksi pemancaran sinar alfa dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

                  11Na20ZXA + α atau

                  11Na20ZXA + 2He4

                   ZXA = Nuklida (inti atom) hasil reaksi peluruhan

                  Z = nomor atom

                  A = nomor massa

                  Z dan A dapat ditentukan dengan persamaan berikut

                  11Na20Z=11-2XA=20-4 + 2He4

                  11Na209X16 + 2He4

                  Jadi X adalah atom yang memiliki:

                  Nomor massa A = 16 dan

                  Nomor atom Z = 9 yaitu atom Flour = F

                  Jadi persamaan reaksi peluruhannya adalah

                  11Na209F16 + 2He4

                  3). Contoh Soal Menentukan Persamaa Reaksi Peluruhan Radioaktif Inti Isotop Flour 9F21

                  Tentukan persamaan reaksi peluruhan radioaktif alami isotop dari Flour 9F21 yang memancarkan partikel beta β

                  9F21 → X + β

                  Diketahui

                  β = -1β0 = -1e0

                  Menentukan Persamaan Reaksi Peluruhan Radioaktif  Inti Flour

                  Secara umum reaksi pemancaran sinar alfa dari isotop Flour 9F21 dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi inti sebagai berikut

                  9F21ZXA + β atau

                  9F21ZXA + -1e0

                  ZXA = Nuklida (inti atom) hasil reaksi peluruhan

                  Z = nomor atom

                  A = nomor massa

                  Z dan A dapat ditentukan dengan persamaan berikut

                  9F21Z=9-(-1)XA=21-0 + -1e0

                  9F2110X21 + -1e0 atau

                  Jadi X adalah atom yang memiliki

                  Nomor massa A = 21 dan

                  Nomor atom Z = 10 yaitu atom Neon = Ne

                  Jadi persamaan reaksi peluruhannya adalah

                  9F2110Ne21 + -1e0 atau

                  9F2110Ne21 + -1β0

                  4). Contoh Soal Perhitungan Reaksi Inti Atom Alumunium Dengan Partikel Radioaktif

                  Inti Atom alumuium 13Al27 ditembak dengan partikel X untuk menghasilkan isotop Fosfor sesuai reaksi inti berikut:

                  13Al27 + X → 15P30 + 0n1

                  Tentukan jenis partikel X pada reaksi inti tersebut

                  Cara Menentukan Partikel Radioaktif Pada Reaksi Inti Alumunium

                  Partikel yang digunakan untuk menembak inti atom pada reaksi inti dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi inti seperti berikut

                  13Al27 + ZXA  → 15P30 + 0n1

                  ZXA  = partikel yang ditembakan

                  Z = nomor atom

                  A = nomor massa

                  Menentukan Nomor Atom Z dan Nomor Massa A Partikel Radioaktif Reaksi Inti Alumunium

                  13Al27 + ZXA15P30 + 0n1

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  27 + A = 30 + 1

                  A = 31 – 27 = 4

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  13 + Z = 15 + 0

                  Z = 15 – 13 = 2

                  Jadi partikel radioaktif X memiliki nomor massa A = 4 dan nomor atom Z = 2 dan ditulis seperti berikut:

                  2X4 = partikel ini adalah alfa α atau

                  2α4 = 2He4

                  Jadi, reaksi inti atomnya adalah

                  13Al27 + 2He415P30 + 0n1 atau

                  13Al27 + 2α4 15P30 + 0n1

                  5). Contoh Soal Reaksi Inti Peluruhan Isotop Cobal 27Co55 Membentuk Inti Besi 26Fe55

                  Diketahui isotop Cobal 27Co55  mengalami peluruhan membentuk besi 26Fe55  dengan memancarkan partikel radioaktif sesuai reaksi inti berikut

                  27Co5526Fe55 + X

                  Menentukan Partikel Radioaktif Reaksi Peluruhan Inti Isotop Cobal

                  Secara umum reaksi peluruhan isotop Cobal dan pemancaran partikel radioaktif  dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi inti sebagai berikut

                  27Co5526Fe55 + ZXA

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  55 = 55 + A

                  A = 55 – 55 = 0

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  27 = 26 + Z

                  Z = 27 – 26 = 1

                  Jadi partikel radioaktif X memiliki nilai A = 0 dan nilai Z = 1 yang ditulis seperti berikut:

                  1X0= partikel ini adalah positron (positif electron)

                   +1e0

                  Jadi, reaksi inti atomnya adalah

                  27Co5526Fe55 + +1e0

                  6). Contoh Soal Perhitungan Reaksi Transmutasi Inti Alumunium

                  Reaksi transmutasi inti alumunium dilakukan dengan cara menembakan partikel alfa ke inti atom alumunium sehingga terbentuk Fosfor dan memancarkan partikel radioaktif seperti reaksi inti berikut:

                  13Al27 + α  → 15P30 + X

                  Tentukan jenis partikel radioaktif X

                  Diketahui

                  α = 2α4 = 2He4

                  Menentukan Partikel Radioaktif Dipancarkan Reaksi Transmutasi Inti Atom Aluminium

                  Reaksi transmutasi inti atom alumunium dapat ditulis dengan persamaan reaksi inti berikut

                  13Al27 + 2He4  → 15P30 + ZXA

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  27 + 4 = 30 + A

                  A = 31 – 30 = 1

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  13 + 2 =  15 + Z

                  Z = 15 – 15 = 0

                  Jadi partikel radioaktif X memiliki nilai A = 1 dan nilai Z = 0 yang ditulis seperti berikut:

                  0X1= partikel ini adalah neutron dan ditulis seperti berikut

                   0n1

                  Jadi, reaksi inti atomnya adalah

                  13Al27 + 2He4  → 15P30 +  0n1 atau

                  13Al27 + 2α415P30 +  0n1

                  7). Contoh Soal Pembahasan Reaksi Transmutasi Inti Atom Plutonium 94Pu239

                  Reaksi transmutasi inti atom Plutonium dengan cara ditembak partkel alfa sehingga membentul nuklida baru Americium dan memancarkan proton dan neutron seperti reaksi berikut:

                  94Pu239 + α →   Am + p +  2 n

                  Tentukan bilangan nomor atom dan nomor massa inti Americium Am tersebut:

                  Diketahui

                  α = 2α4 = 2He4

                  p = proton = 1p1

                  n = neutron = 0n1

                  Cara Menentukan  Nomor Atom dan Massa Dipancarkan Reaksi Transmutasi Inti Atom Plutonium

                  Reaksi transmutasi inti atom plutonium dapat ditulis dengan persamaan reaksi inti berikut

                  94Pu239 + 2α4  ZAmA + 1p1 +  2 0n1

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  239 + 4 = A + 1 + 2(1)

                  A = 239 + 4 – 1 – 2

                  A = 240

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  94 + 2 = Z + 1 + 2(0)

                  Z = 95

                  Jadi inti atom Americium Am memiliki nilai A = 240 dan nilai Z = 95 yang ditulis atau dinotasikan seperti berikut:

                   95Am240

                  Sehingga, reaksi inti transmutasi atomnya adalah

                   94Pu239 + 2α4  95Am240 + 1p1 + 2 0n1

                  7). Contoh Soal Pembahasan Reaksi Inti Atom Nitrogen

                  Reaksi transmutasi inti atom nitrogen dinotasikan dengan 1N14(α, x) 8O17, tentukan partikel X tersebut:

                  diketahui:

                  α = 2α4 = 2He4

                  Cara Menentukan Partikel Dipancarkan Reaksi Inti Atom Nitrogen

                  Reaksi transmutasi inti atom nitrogen 1N14(α, x) 8O17 dapat dinyatakan dengan reaksi inti seperti berikut

                  7N14 + 2α4  8O17 + ZXA

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  14 + 4 = 17 + A

                  A = 14 + 4 -17

                  A = 1

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  7 + 2 = 8 + Z

                  Z = 1

                  Jadi partikel X memiliki nilai A = 1 dan nilai Z = 1 yang ditulis atau dinotasikan seperti berikut:

                   1X1 yaitu proton = 1p1

                  Sehingga, reaksi inti transmutasi atomnya adalah

                  7N14 + 2α4  8O17 +   1p1 dan dinotasikan dengan

                  1N14(α, p)8O17

                  8). Contoh Soal Perhitungan Reaksi Inti Radioisotop Memancarkan Partikel Sinar Alfa

                  Jika suatu partikel radioisotop 92X238 ditembak dengan 1 partikel sinar alfa maka akan terbentuk suatu partikel 94Y239 dan akan dipancarkan partikel radioaktif. Tentukan jenis partikel yang dipancarkan tersebut:

                  Diketahui

                  92X238

                  2α4

                   94Y239

                  Menentukan Partikel Radioaktif Dipancarkan Reaksi Inti Atom Transmutasi

                  Reaksi transmutasi inti atom dapat ditulis dengan persamaan reaksi inti berikut

                  92X238 + 2α494Y239 + ZRA

                   ZRA = partikel yang dipancarkan dari reaksi inti

                  Jumlah Nomor massa A Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  238 + 4 = 239 + A

                  A = 238 + 4 – 239

                  A = 3

                  Jumlah Nomor atom Z Ruas Kiri dan Kanan adalah Sama

                  92 + 2 =  94 + Z

                  Z = 92 + 2 – 94

                  Z = 0

                  Jadi partikel radioaktif R memiliki nilai A = 3 dan nilai Z = 0. Karena nilai  A untuk partikel yang dipancarkan adalah 1 (satu) atau 0 (nol)  atau 4 (empat) maka, jika A = 3, artinya ada tiga partikel yang dipancarkan dengan nilai A = 1, dan ditulis seperti berikut:

                  3 0R1= partikel ini adalah neutron dan ditulis seperti berikut

                  3 0n1

                  Jadi, reaksi inti atomnya adalah

                  92X238 + 2α494Y239 + 3 0n1

                    Daftar Pustaka:

                    1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
                    2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
                    3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
                    4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
                    5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
                    6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
                    7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
                    8. Reaksi Peluruhan Radioaktif: Pengertian Transmutasi Sifat Sinar Alfa Beta Gamma Contoh Soal Rumus Perhitungan 8. Pita Kestabilan Radioaktif, Sifat Ciri Sinar Alfa Beta Gamma, Contoh Pembahasan Soal Reaksi Peluruhan Radioisotop, Cara Menentukan Jenis Partikel Yang Dipancarkan Oleh Zat Radioaktif,

                    Pemuaian Panjang Luas Volume: Pengertian Koefisien Muai, Contoh Soal Rumus Perhitungan 10

                    PengertianPemuaian. Pemuaian merupakan gerakan atom penyusun benda akibat adanya peningkatan temperature. Makin tinggi temperatur suatu benda, maka semakin cepat getaran antar atomnya. Getaran atom ini menyebar ke segala arah. Karena adanya getaran atom inilah yang menyebabkan benda memuai ke segala arah.

                    Ada 3 jenis pemuaian pada zat atau benda, yaitu pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, dan pemuaian zat gas. Namun yang akan dibahas hanya untuk pemuaian zat padat.

                    Besar pemuaian yang dialami suatu benda tergantung pada ukuran awal benda, karakteristik benda, dan besar perubahan temperatur benda. Setiap zat padat mempunyai besaran yang disebut dengan koefisien muai panjang.

                    Pengertian Pemuaian Panjang

                    Koefisien muai panjang suatu zat adalah angka yang menunjukkan pertambahan panjang zat apabila temperaturnya dinaikkan satu Celcius. Makin besar koefisien muai panjang suatu zat apabila dipanaskan, maka semakin besar pertambahan panjangnya. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil koefisien muai panjang suatu zat, maka makin kecil pula pertambahan panjangnya.

                    Sebuah benda berbentuk batang atau kawat yang memiliki panjang awal L1 dan koefisien muai panjangnya adalah (α). Batang ini mempunyai temperatur awal T1, kemudian dipanaskan sehingga panjangnya menjadi L2 dan temperaturnya menjadi T2. Kondisi ini dapat diformulasikan dengan rumus persamaan sebagi berikut.

                    Sebuah benda yang memiliki panjang L1 pada temperatur T1 akan mengalami pemuaian panjang sebesar ΔL jika temperatur dinaikan sebesar ΔT.

                    Rumus Pemuaian Panjang

                    Secara matematis, pemuaian panjang benda ini dapat diformulasikan dengan rumus persamaan berikut.

                    L2 = L1+ ΔL

                    Karena ΔL=L1 x α x ΔT

                    maka persamaannya menjadi seperti berikut.

                    L2 = L1 (1 + α  xΔT)

                    Keterangan:

                    L1 = panjang batangmula-mula (m)

                    L2 = panjang batang setelah dipanaskan (m)

                    ΔL= selisih panjangbatang L2 L1

                    α = koefisien muai panjang (/°C)

                    T1 = temperatur batang mula-mula (° C)

                    T2 = temperatur batang setelah dipanaskan (° C)

                    ΔT = selisih temperatur(° C) = T2T1

                    Contoh Soal Dan Pembahasan Pemuaian Panjang Ada Di Akhir Artikel

                    Pengertian Pemuaian Luas

                    Untuk benda yang memiliki bentuk lempengan atau lembaran atau plat (atau dua dimensi), akan terjadi pemuaian dalam arah panjang dan lebar secara bersmaan. Ini artinya, lempengan tersebut mengalami pertambahan luas atau pemuaian luas.

                    Rumus Pemuaian Luas

                    Seperti dengan pertambahan panjang pada kawat, pertambahan luas pada benda dapat dirumuskan sebagai berikut.

                    A2= A1 (1 + β x ΔT)

                    Diketahui β = 2α sehingga persamaannya menjadi seperti berikut

                    A2 = A1 (1 + 2α x ΔT)

                    Keterangan:

                    A1 =luas bidang awal (m2)

                    A2 = luas bidang setelah dipanaskan (m2)

                    β =koefisien muailuas (/°C)

                    ΔT= selisihtemperatur (°C)

                    Contoh Soal Dan Pembahasan Perhitungan Pemuaian Luas Ads Di Akhir Artikel

                    Pengertian Pemuaian Volume.

                    Zat padat yang mempunyai tiga dimensi (panjang, lebar, dan tinggi), seperti bola dan balok, jika dipanaskan akan mengalami muai volume, yakni bertambahnya panjang, lebar, dan tinggi zat padat tersebut. Koefisien pemuaian pada pemuaian volum ini disebut dengan koefisien muai volum atau koefisien muai ruang yang diberi lambang γ.

                    Rumus Pemuaian Volume

                    Jika volume bendamula-mula V1, suhu mula-mula T1, koefisien muai Ruang γ, maka setelah dipanaskan volumenya menjadi V2, dan suhunya menjadi T2 sehingga akan berlaku persamaan, sebagai berikut.

                    V2 = V1 (1 + γ x ΔT)

                    Karena γ = 3α, maka persamaannya menjadi sepertiberikut.

                    V2 = V1 (1 + 3α x ΔT)

                    Keterangan:

                    V1 = volume benda mula-mula (m3)

                    V2 = volume benda setelah dipanaskan (m3)

                    γ = koefisien muairuang (L/°C)

                    ΔT = selisih suhu (°C)

                    1). Contoh Soal Pemuaian Panjang Logam Kuningan Pengaruh Temperatur

                    Sebuah kuningan memiliki panjang 1 m. Tentukanlah pertambahan Panjang kuningan tersebut jika temperaturnya naik dari 10°C sampai 50°C.

                    Jawab

                    Diketahui:

                    L1 = 1 m,

                    ΔT = T2 – T1

                    ΔT = 50°C – 10°C

                    ΔT = 40°C

                    α = 19 × 10–6/C

                    Menghitung Pertambahan Panjang Logam Kuningan Akibat Perubahan Temperatur

                    Pertambahan Panjang logam akibat perubahan tempertur dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

                    ΔL = α.L1.ΔT

                    ΔL = (19 × 10-6)(1)(40)

                    ΔL = 7,6 × 10–4 m

                    Jadi, pertambahan panjang kuningan setelah pemuaian akibat perubahan temperatur 40° adalah 7,6 × 10–4 m

                    2). Contoh Soal Mengitung Pemuaian Panjang Kawat Baja Pada Temperatur

                    Pada temperature 250 C, Panjang kawat baja adalah 25 m, Hitunglah Panjang kawat baja tersebut Ketika berada pada temperature 1000, jika koefisien muai Panjang baja adalah 1,1 x10-5/Celsius

                    Diketahui:

                    L = 25 m

                    α = 1,1 × 10–5/Celcius

                    T1  = 25 Celcius

                    T2 = 100 Celcius

                    Menghitung Pemuaian Panjang Kawat Setelah Kenaikan Suhu

                    Panjang kawat setelah mengalami pemuaian akibat pertambahan temperature dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

                    L = L0[1+ α(T2 – T1)]

                    L = 25[1+(1,1× 10–5 )(100 – 25)]

                    L = 25[1+8,25×10-4]

                    L = 25,0206 m

                    Jadi, Panjang kawat baja setelah muai pada termperatur 100 Celcius adalah 25,0225 m

                    3). Contoh Soal Perhitungan Pemuaian  Panjang Logam Besi

                    Sebatang besi yang panjangnya 40 cm, jika dipanaskan sampai naik 75 oC bertambah panjang 5 mm, maka hitung berapa pertambahan panjang besi tersebut jika panjangnya 25 cm yang dipanaskan sampai naik 90 oC?

                    Diketahui:

                    L1 = 40 cm

                    L2 = 25 cm

                    Δt1 = 75 oC

                    Δt2 = 90 oC

                    ΔL1= 5 mm

                    Rumus Menentukan Pertambahan Panjang Batang Besi

                    Pertambahan panjang batang besi dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

                    α1 = α2

                    diketahui

                    ΔL1 = α1.L1.ΔT1 atau

                    α1 = ΔL1/(.L1.ΔT1)

                    dan

                    α2 = ΔL2/(.L2.ΔT2)

                    maka

                    ΔL2/(.L2.ΔT2) = ΔL1/(.L1.ΔT1) atau

                    ΔL2 = ΔL1(.L2.ΔT2)/(.L1.ΔT1)

                    ΔL2 = 5(25×90)/(40×75)

                    ΔL2 = 3,75 mm

                    Jadi pertambahan Panjang pada batang besi yang panjangnya 25 cm dengan kenaikan suhun 90 Celsius adalah 3,75 mm

                    4). Contoh Soal Perhitungan Pemuaian Luas Pelat Besi Akibat Suhu Naik

                    Pada suhu 26 ° C sebuah pelat besi luasnya 20 m2. Temperatur pelat dinaikkan menjadi 86° C dan koefisien muai panjang besi adalah α = 1,2 x10-5/°C. Tentukan luas pelat besi tersebut pada temperature 86 Celsius.

                    Diketahui :

                    A1 = 20 m2

                    T1 = 26° C

                    T2 = 86° C

                    ΔT = T2 – T1

                    ΔT = = 86 – 26

                    ΔT = 60° C

                    α  = 1,2×10-5/ C

                    Rumus Menghitung Koefesien Muai Luas Besi

                    Koefisien muai luas besi dapat dirumuskan seperti berikut:

                    β = 2 α

                    β = 2 × 1,2x 10-5 /° C

                    β = 2,4 x 10-5 /° C

                    Menghitung Pemuaian Luas Pelat Besi  Pada Temperatur Naik

                    Luas pelat besi setelah kenaikan temperature dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

                    A2= A1 (1 + β x ΔT)

                    A2= 20 [1 + (2,4 x 10-5)(60)]

                    A2 = 20[1+0,00144]

                    A2 = 20,0288 m2

                    Jadi luas pelat besi setelah dipanaskan adalah 20,0288 m2

                    5). Contoh Soal Perhitungan Pemuaian Luas Pelat Alumuium

                    Batang aluminium memiliki luas 100 cm2. Kemudian batang aluminium tersebut dipanaskan mulai dari 26°C hingga mencapai 56°C. Hitung berapakah perubahan luasnya setelah terjadi pemuaian.

                    Diketahui:

                    A1 = 100 cm2

                    T1 = 26 Celcius

                    T2 = 56 Celcius

                     α = 2,6 × 10–5/C).

                    Rumus Menghitung Koefesien Muai Luas Logam Alumunium

                    Koefisien muai luas alumunim dapat dirumuskan seperti berikut:

                    β = 2 α

                    β = 2 × 2,6 x 10-5 /° C

                    β = 5,2 x 10-5 /° C

                    Menghitung Perubahan Temperatur

                    ΔT = T2 – T1

                    ΔT = 56 – 26

                    ΔT= 30° C

                    Rumus Menghtiung Pertambahan Muai Luas Logam Alumuium Suhu Naik

                    Pertambahan luas logam alumunium akibat kenaikan temperature dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

                    ΔA = β A1ΔT

                    ΔA = (5,2 x 10-5)(100)(30)

                    ΔA = 0,156 cm2

                    Jadi, pertambahan luas alumunium setelah kenaikan temperature adalah 0,156 cm2

                    6). Contoh Soal Perhitungan Pemuaian Volume

                    Sebuah bejana yang terbuat dari kuningan memiliki volume 2 liter pada suhu 25° C. Jika koefisien muai panjang bejana 1,8 × 10-5 /°C, maka tentukan volume bejana pada suhu 75° C!

                    Diketahui :

                    α = 1,8 × 10-5/°C

                    T1 = 26 Celcius

                    T2 = 76 Celcius

                    V1 = 2 liter

                    Menghitung Perubahan Kenaikan Temperatur

                    ΔT = T2 – T1

                    ΔT = 76 – 26

                    ΔT= 50° C

                    Rumus Pemuaian Volume Bejana Akibat Perubahan Kenaikan Suhu

                    Volume bejana setelah temperaturnya dinaikkan dapat dirumuskan dengan pesamaan berikut:

                    V2 = V1 (1 + γ x ΔT)

                    Rumus Koefisein Muai Volume Logam Kuningan

                    Koefisien muai volume adalah tiga kali dari koefisien muai Panjang dan dirumuskan seperti berikut:

                    γ = 3.α

                    γ = 3x(1,8 x10-5)

                    γ = 5,4 x 10-5/ ° C

                    Menentukan Pemuaian Volume Logam Kuningan Setelah Dipanaskan

                    V2 = 2 [1 + (5,4 x 10-5)(50)]

                    V2 = 2×1,0027

                    V2 = 2,0054 liter

                    Jadi, volume bejana setelah dipanaskan adalah 2,0054 liter.

                    7). Contoh Saal Pemuaian Volume Baja Pada Temperatur 1026 Celcius

                    Sebuah baja pejal dengan volume 20 cm3 dipanaskan dari temparatur 26 Celcius hingga 1026 Celsius. Pada temperature 26 Celcius koefisien muai Panjang baja adalah 1,1 x10-5/0C dengan massa jenisnya 7,8 g/cm3. Hitung massa jenis baja pada temperature 1026 Celcius.

                    Diketahui:

                    α = 1,1 × 10-5/°C

                    T1 = 26 Celcius

                    T2 = 1026 Celcius

                    ΔT = 1026 – 26

                    ΔT= 1000° C

                    V1 = 20 cm3

                    Rumus Koefisien Muai Volume Baja Pejal

                    Koefisien Muai volume Baja dapat dihitung dengan rumus berikut

                    γ = 3. α

                    γ = 3x(1,1 x10-5)

                    γ = 3,3 x 10-5/ ° C

                    Menentukan Pemuaian Volume Baja Pejal Setelah Dipanaskan

                    Volume baja pejal setelah muai akibat kenaikan temperature dinyatakan dengan rumus berikut

                    V2 = V1 (1 + γ x ΔT)

                    V2 = 20 [1 + (3,3 x 10-5)(1000)]

                    V2 = 20x (1,033)

                    V2 = 20,66 cm3

                    Jadi volume baja setelah muai pada temperature 1026 Celcius adalah 20,66 cm3

                    Menentukan Massa Jenis Akibat Pemuaian Volume Baja

                    Setelah baja muai akabat dipanaskan, volumenya berubah, namun massanya tetap, sehingga massa jenis pada temperature panas dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

                    r1 = m1/V1 atau

                    m1 = r1 x V1

                    r2 = m2/V2 atau

                    m2 = r2 x V2

                    Massa baja tetap, sehingga

                    m1 = m2

                    r1 x V1 = r2 x V2

                    r2 = r1 x V1/ V2

                    r2 = 7,8 x 20/(20,66)

                    r2 = 7,55 g/cm3

                    Jadi massa jenis baja pejal pada temperature 1026 Celcius adalah 7,55 g/cm3

                    8). Contoh Soal Perhitungan Muai Panjang Suatu Batang Kawat.

                    Sebuah kawat yang terbuat dari baja memiliki panjang 1000 cm. Berapakah pertambahan panjang kawat baja tersebut, jika terjadi perubahan temperature sebesar 50 Celcius.

                    Diketahui :

                    L1 = 1000 cm

                    ΔT = 50 °C

                    α = 12 × 10-6 °C-1

                    Menghitung Pertambahan Panjang Kawat Baja

                    ΔL = L1 x α x ΔT

                    ΔL = 1000 x 12 × 10-6 x 50

                    ΔL = 60 cm

                    Jadi pertambahan panjang kawat baja akibat perubahan temperature 50 Celcius adalah 60 cm.

                      Daftar Pustaka:

                      1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
                      2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
                      3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
                      4. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
                      5. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
                      6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,
                      7. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
                      error: Content is protected !!