Modal Bank: Pengertian Fungsi Kecukupan Modal Minimum Bank Contoh Perhitungan ATMR CAR Bank

Pengertian Modal:  Modal adalah sejumlah dana yang ditempatkan oleh pihak pemegang saham sebagai pendiri badan usaha yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank dan untuk memenuhi kewajiban regulasi yang telah ditetapkan oleh otoritas monoter.

Modal juga merupakan investasi yang dilakukan oleh pemegang saham yang harus selalu berada dalam bank dan tidak ada kewajiban pengembalian atas penggunaannya.

Pengertian Modal Menurut Dahlan Siamat

Modal bank adalah dana yang diinvestasikan oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank disamping memenuhi peraturan yang ditetapkan

Pada dasarnya modal bank merupakan dana yang diinvestasikan oleh pemilik untuk membiayai kegiatan usaha bank yang jumlahnya telah ditetapkan.

Pengertian Modal Menurut Komaruddin Sastradipoera

Modal bank sebagai sejumlah dana yang diinvestasikan dalam berbagai jenis usaha (ventura) perbankan yang relevan

Pengertian Modal Menurut N Lapoliwa

Modal bank merupakan modal awal pada saat pendirian bank yang jumlahnya telah ditetapkan dalam suatu ketentuan atau pendirian bank

Fungsi Modal Bank


Beberapa fungsi dari modal bank diantaranya adalah:

a). Fungsi Modal Bank Sebagai Pelindung Deposan

Modal bank akan melindungi para deposan dari segala kerugian usaha perbankan akibat salah satu atau kombinasi risiko usaha perbankan, misalnya terjadi likuidasi dan insolvency – pailit, terutama dana yang tidak dijamin oleh pemerintah

b). Fungsi Modal Bank Untuk Kepercayaan Masyarakat

Modal bank akan memastikan bahwa bank tetap beroperasi sehingga memperoleh pendapatan yang mampu menutup semua kerugian kerugian sehingga mampu meningkatkan kepercayaan para deposan dan pengawas bank yang cukup terhadap bank.

Modal bank berkemampuan untuk memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo dan memberikan keyakinan mengenai kelanjutan operasi bank meskipun terjadi kerugian.

c). Fungsi Modal Bank Untuk Operasi Bank

Modal bank secara operasional digunakan untuk membiayai kebutuhan aktiva tetap seperti penyediaan dana untuk pembelian tanah, Gedung, peralatan sebagai sarana terlakasananya kegiatan perbankan.

d). Fungsi Modal Bank Untuk Regulasi Permodalan

Modal bank berfungsi sebagai dana yang digunakan untuk memenuhi ketentuan atau regulasi permodalan yang sehat menurut otoritas moneter.

Modal bank berfungsi untuk memenuhi persyaratan minimum yang diperlukan agar tetap dapat izin beroperasi.

e). Fungsi Modal Bank Sebagai Representatif Kepemilikan

Modal bank menjadi representasi dari kepemilikan pribadi pada bank bank komersial. Adanya saham modal akan membedakan bank komersial dari bank tabungan bersama dan asosiasi kredit lainnya.

Komponen Modal Bank

Modal bank dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu modal inti dan modal pelengkap.

1). Modal Inti – Primary Capital – Tier 1,

Modal inti merupakan modal yang disetor para pemilik bank dan modal yang berasal dari cadangan yang dibentuk ditambah dengan laba yang ditahan.

Komponen terbesar dari modal inti adalah modal saham yang disetor. Sedangkan selebihnya tergantung pada laba yang diperoleh dan kebijakan rapat umum pemegang saham.

Komponen modal inti pada prinsipnya terdiri atas modal disetor dan cadangan – cadangan yang dibentuk dari laba setelah pajak dan goodwill.

a). Modal Disetor – Bank

Modal disetor adalah modal yang pertama kali disetor secara efektif oleh pemilik atau pemegang saham bank pada waktu pendirian bank tersebut.

b). Agio Saham – Bank

Agio saham adalah selisih kelebihan setoran modal yang diterima oleh bank sebagai akibat harga saham yang melebihi nilai nominalnya.

c). Cadangan Umum – Bank

Cadangan umum adalah cadangan yang dibentuk dari penyisihan laba yang ditahan atau dari laba bersih setelah dikurangi pajak yang disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

d). Cadangan Tujuan – Bank

Cadangan tujuan adalah bagian laba setelah dikurangi pajak yang disisihkan untuk tujuan tertentu dan telah mendapat persetujuan pemilik – pemegang saham.

e). Laba Ditahan – Retained Earning  – Bank

Laba yang ditahan (retained earnings) adalah laba bersih setelah dikurangi pajak yang disetujui oleh pemilik pemegang saham untuk tidak dibagikan.

f). Laba Tahun Lalu – Bank

Laba tahun lalu adalah laba bersih tahun- tahun lalu setelah dikurangi pajak, dan belum ditetapkan penggunaannya oleh pemiliki -pemegang saham.

Jumlah laba tahun lalu yang diperhitungkan sebagai modal inti hanya sebesar 50 %. Jika bank mempunyai saldo rugi tahun-tahun lalu, maka seluruh kerugian tersebut menjadi faktor pengurang dari modal inti.

g). Laba Tahun Berjalan – Bank

Laba tahun berjalan adalah laba yang diperoleh dalam tahun buku berjalan setelah dikurangi taksiran utang pajak. Jumlah laba tahun buku berjalan yang diperhitungkan sebagai modal inti hanya sebesar 50%.

Jika pada tahun berjalan bank mengalami kerugian, maka seluruh kerugian tersebut menjadi faktor pengurang dari modal inti.

h). Rugi Tahun Bejalan – Bank

Rugi tahun berjalan, merupakan rugi yang telah diderita dalam tahun buku yang sedang berjalan.

2). Modal Pelengkap – Secondary Capital – Tier 2,

Modal pelengkap terdiri atas cadangan – cadangan yang dibentuk tidak dari laba setelah pajak serta pinjaman yang sifatnya dipersamakan dengan modal.

a). Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap – Bank

Cadangan revaluasi aktiva tetap adalah cadangan yang dibentuk dari selisih penilaian kembali aktiva tetap yang telah medapat persetujuan Direktorat Jendral Pajak

b). Cadangan Penghapusan Aktiva Produktif – PPAP – Bank

Cadangan penghapusan aktiva yang diklasifikasikan adalah cadangan yang dibentuk dengan cara membebani laba rugi tahun berjalan, dengan tujuan agar dapat menanggung kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari tidak diterimanya kembali sebagian atau seluruh aktiva produktif.

Cadangan ini termasuk cadangan piutang ragu- ragu dan cadangan penurunan nilai surat-surat berharga. Jumlah maksimum cadangan penghapusan aktiva yang diperhitungkan adalah sebesar 1,25% dari jumlah aktiva tertimbang menurut resiko.

c). Modal Pinjaman – Modal Kuasi – Bank

Modal Pinjaman adalah modal yang didukung oleh instrumen atau warkat yang memiliki sifat seperti modal atau utang dengan nilai maksimum pinjaman 50% dari jumlah modal inti.

Ciri – Ciri Modal Pinjaman Modal Kuasi – Bank

  • Bank tidak menjamin pengembalian dananya
  • Pelunasan dan penarikan bukan inisiatif pemiliki namun harus persetujuan Bank Indonesia
  • Modal pinjaman dapat digunakan oleh bank untuk menanggung kerugian yang melebihi retained earning dan cadangan lainnya yang termasuk modal inti.
  • Bank berhak menangguhkan pembayaran bunga, jika bank mengalami kerugian atau laba bank tidak cukup untuk membayar bunga tersebut.

d). Pinjaman Subordinasi – Bank

Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang memenuhi syarat syarat yang sudah ditentukan oleh otoritas monoter

Syarat – Syarat Pinjaman Subordinari – Bank

  • Adanya perjanjian tertulis antara bank dengan pemberi pinjaman.
  • Pinjaman subordinasi harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia.
  • Pinjaman subordiasi tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan perjanjian lainnya
  • Bank harus menyampaikan program pembayaran kembali pinjaman subordinasi tesebut.
  • Pinjaman minimal berjangka waktu 5 (lima) tahun.
  • Pelunasan sebelum jatuh tempo harus mendapat persetujuan dari BI, dan pelunasan tersebut tidak mempengaruhi permodalan bank tersebut.

Modal Pelengkap Tambahan – Tier 3,- Bank

a). Bank dapat menggunakan modal pelengkap tambahan – tier 3 dengan tujuan untuk memenuhi Kebutuhan Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau Capital Adequcy Ratio (CAR) secara individual dan atau secara konsolidasi dengan anak perusahaan.

b). Modal pelengkap tambahan – tier 3 pada penentuan KPMM hanya digunakan ketika bank memperhitungan risiko pasar.

Kebutuha – Kecukupan Modal Bank – Bank

Kecukupan modal bank merupakan suatu ketentuan tentang pengelolaan modal yang berlaku pada sebuah bank berdasarkan pada standar yang ditetapkan oleh otoritas monoter.

Modal harus cukup untuk memenuhi fungsi dasar sebagai sebuah badan usaha perbankan. Setidaknya setiap bank harus mempunyai jumlah modal minumun yang harus dipenuhi.

a). Modal harus cukup untuk membiayai organisai dan operasi sebuah bank

b). Modal harus dapat memberikan rasa perlindungan pada penabung dan kreditor lainnya

c). Modal harus memberikan rasa percaya pada para penabung dan pihak berwenang.

Modal Minimum Bank (Sesuai Peraturan OJK)

Ketentuan modal minimum bank umum yang berlaku di Indonesia mengikuti standar Bank for International Settlements (BIS).

Ketentuan modal minimum ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 /POJK.03/2016 tentang kewjiban penyediaan modal minimum Babk Umum.

Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko seperti berikut:

a). 8% (delapan persen) dari Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) bagi Bank dengan profil risiko Peringkat 1;

b). 9% (sembilan persen) sampai dengan kurang dari 10% (sepuluh persen) dari ATMR bagi Bank dengan profil risiko Peringkat 2;

c). 10% (sepuluh persen) sampai dengan kurang dari 11% (sebelas persen) dari ATMR bagi Bank dengan profil risiko Peringkat 3; atau

d). 11% (sebelas persen) sampai dengan 14% (empat belas persen) dari ATMR bagi Bank dengan profil risiko Peringkat 4 atau Peringkat 5.

Rasio Kecukupan Modal Bank

Salah satu cara untuk mengetahui kecukupan modal sebuah bank adalah dengan melihat rasio modal terhadap barbagai asset bank yang bersangkutan.

Rasio modal dapat diketahui dengan membandingkan antara modal dengan berbagai rekening (komponen) necara seperti total deposit, total asset, total asset beresiko.

Indikator yang digunakan untuk mengukur kecukupan modal adalah dengan Capital Adequacy Ratio (CAR).

Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank yang mengandung unsur risiko seperti kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain yang dibiayai oleh modal sendiri.

Rumus Capital Adequacy Ratio – CAR – Bank

Nilai capital adequacy ratio CAR suatu bank dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut:

CAR = (Modal Sendiri)/(ATMR) x 100 %

ATMR = aktiva tertimbang menurut risiko

Dari rumusnya dapat diketahui bahwa Capital Adequacy Ratio CAR merupakan rasio yang membandingkan antara modal sendiri dengan aktiva berisiko.

Risiko kredit adalah risiko yang timbul akibat kegagalan pihak debitur atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada bank.

Rasio ini menunjukkan risiko atas modal yang diinvestasikan terhadap aktiva berisiko rendah maupun berisiko tinggi.

Aktiva Tertimbang Menurut Risiko merupakan penjumlahan dari nilai nominal komponen aktiva setelah dikalikan dengan masing- masing bobot risikonya.

Aktiva yang paling tidak berisiko diberi bobot 0% dan aktiva yang paling berisiko diberi bobot 100%.

 

Bobot risiko untuk tiap tiap komponen (pos) keuangan dalam neraca mengikuti standar yang ditetapakn dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 /POJK.03/2016 tentang kewajiban penyediaan modal minimum Babk Umum.

Bobot risiko yang digunakan untuk perhitungan nilai ATMR dapat dilihat pada table berikut:

Nilai Standar Bobot Risiko - Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ATMR - Bank 1
Standar Bobot Risiko – Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ATMR – Bank 1

Dengan demikian ATMR menunjukkan nilai aktiva berisiko yang memerlukan antisipasi modal dalam jumlah yang cukup.

Contoh Soal Perhitungan Capital Adequacy Ratio CAR Bank

Sebuah bank memiliki data keuangan seperti yang ditunjukkan dalam contoh laporan neraca (sisi aktiva) yang disederhanakan berikut:

Contoh Soal Perhitungan Capital Adequacy Ratio CAR Bank 2
Contoh Soal Perhitungan Capital Adequacy Ratio CAR Bank 2

Tentukanlah Aktiva Terimbang Menurut Risiko – ATMR bank, Modal minimum bank, nilai Capital Adequacy Ratio – CAR Bank tersebut.

Menghitung Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ATMR  Bank

Komponen aktiva yang dihitung dalam ATMR adalah Kas dengan bobot 0%, Penempatan pada bank dengan bobot 20%, Kredit yang diberikan dengan bobot 50%, Aktiva tetap inventaris dan Aktiva lainnya diberi bobot 100%.

Secara keseluruhan, masing masing pos aktiva dikenversi menjadi ATMR dengan bobot risikonya seperti ditunjukkan pada tabel berikut

Menghitung Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ATMR Bank 3
Menghitung Aktiva Tertimbang Menurut Risiko ATMR Bank 3

Nilai ATMR masing masing komponen (pos) aktiva dihitung dengan mengalikan kolom (a) dan kolom (b).

Total ATMR merupakan jumlah seluruh nilai ATMR pada kolom (a x b) dan total ATMR-nya adalah Rp 994 miliar rupiah. Ini artinya, bank memiliki aktiva senilai 994 miliar rupiah yang berisiko dengan bobot antara 20 – 100%.

Rumus Menghitung Kebutuhan – Kecupkupan Modal Minimum Bank

Kecukupan penyediaan modal minimum (KPMM) atau Modal minimum yang harus dimiliki oleh bank dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut

Modal Minimum = ATMR x 8%

Modal Minimum = 994 x 8%

Modal Minimum = 79,52 miliar rupiah

Jadi, bank setidak tidaknya memiliki modal sebesar 79,52 miliar rupiah.

Menghitung Total – Kelebihan – Modal Bank Bank

Untuk dapat mengitung kebutuhan – kecukupan suatu bank, maka diperlukan data keuangan yang masuk dalam komponen modal bank yang terdiri dari modal inti dan modal pelengkap. Sebagai contoh modal bank ditunjukkan seperti berikut:

Menghitung Total – Kelebihan – Modal Bank Bank 4
Menghitung Total – Kelebihan – Modal Bank Bank 4

Rumus Menghitung Total Modal Bank

Dengan menggunakan data di atas maka total modal bank  dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

TM = MI + MP

TM = total modal bank

MI = modal inti = 392,7

MP = modal pelengkap = 12,4

TM = 405,1 miliar

Menghitung Capital Adequacy Ratio – CAR – Bank

Rasio kecukupan penyediaan modal minimum (KPMM) atau Capital adequacy rasio CAR suatu bank dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

CAR = (Modal)/(ATMR) x 100%

CAR = (405,1)/(994) x 100%

CAR = 40,75 %

Dengan nilai CAR sebesar 40,75% maka modal bank akan mampu menanggung risiko dari aktiva sebesar 40,75 persen. Artinya setiap 100 rupiah aktiva berisiko yang disalurkan pada masyarakat dapat ditanggung dengan 40,75 rupiah dari modal bank.

Seandainya materi ini memberikan manfaat, dan anda ingin memberi dukungan Donasi pada ardra.biz, silakan kunjungi SociaBuzz Tribe milik ardra.biz di tautan berikuthttps://sociabuzz.com/ardra.biz/tribe

Uji Coba…Cukup dengan Intel UHD Graphic 620 bisa main game

Simak “Pieck hugged the panzer squad | Attack On Titan Final season episode 06 [ HD ]” Sangat Memukau

    Daftar Pustaka:

    1. Ismail, 2010, “Manajemen Perbankan – Dari Teori Menuju Aplikasi” Edisi Pertama, Catakan 5, Prenadamedia Group, Jakarta
    2. Kasmir, 2000, “Manajemen Perbankan”, Edisi Revisi, Cetakan 13, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.
    3. Darmawi, Herman, 2011, “Manajemen Perbankan”, Cetakan 4, PT Bumi Aksara, Jakarta.
    4. Suhardjono, M.K., 2012, “Manajemen Perbankan – Teori dan Aplikasi”, Edisi Kedua, Cetakan 2, BPFE, Yogyakata.
    5. Taswan, 2010, “Manajemen Perbankan – Konsep Teknik dan Aplikasi”, Edisi Kedua, UPP STIM YKPN Yogyakarta.
    6. Kasmir, 2012, “Dasar Dasar Perbankan”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
    7. Djumhana, Muhamad, 2006, “Hukum Perbankan di Indonesia”, Cetakan Kelima, PT Citra Aditya Bakti, Bandung.
    8. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
    9. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    10. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
    11. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
    12. Djamil, Fathurrakman, 2012, “Penerapan Hukum Perjanjian dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah”, Cetakan Pertama, Sinae Grafika, Jakarta.
    13. Fuady, Munir, 2004, “Hukum Perbankan Modern”, Buku Kedua, Citra Aditya Bakti, Bandung.
    14. Machmud, A. Rukmana, H., 2010, “Bank Syariah, Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia”, Penerbit Erlangga, Jakarta.

     

    Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

    Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

    Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

    nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
    nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

    Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

    DI = PI – Pajak Langsung

    Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

    GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

    Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

    1. GDP Rp. 100.000,00

    Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

    1. GNP Rp. 90.000,00

    Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

    1. NNP Rp. 85.000,00

    Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _


    1. NNI Rp. 82.000,00
    • Laba ditahan Rp. 7.500
    • PPh Persh. Rp. 2.500
    • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
    1. PI Rp. 71.000,00

    Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

    1. DI Rp. 66.000,00

    Konsumsi Rp. 47.000,00 _

    Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

    Daftar Pustaka:

    1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
    2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
    3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
    4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
    6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
    7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
    8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
    9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,

    3 Tahap Erosi Detachment Transportasi Sedimentasi Jenis Erosi Stream Bank Erosion Waterfall Erosion Erosi Badan Sungai

    Pengertian Erosi, Erosi atau Pengikisan adalah proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alami dari satu tempat ke tempat lain oleh suatu tenaga yang bergerak di atas permukaan bumi,

    3 Tahapan Erosi,

    Erosi terdiri atas tiga tahapan antara lain sebagai berikut:

    1). Tahap Erosi Detachment,

    Detachment adalah pelepasan Sebagian massa batuan dari massa induknya,

    2). Tahap Erosi Transportasi

    Transpotasi adalah terjadinya perpindahan batuan atau tanah yang terkikis dari suatu tempat ke tempat lain,

    3). Tahap Erosi Sedimentasi,

    Sedimentasi adalah proses terjadinya pengendapan massa batuan yang terkikis setelah berpindah.

    Jenis Jenis Erosi Air – Ablasi,


    Ablasi adalah erosi oleh air yang mengalir. Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut…

    1). Erosi Percik – Splash Erosion

    Erosi Percik – Splash Erosion  adalah  proses pengikisan tanah atau batuan yang terjadi oleh percikan air atau air hujan. Percikan tersebut berupa partikel tanah dalam jumlah yang kecil dan kemudian diendapkan di tempat lain.

    Erosi percikan menyebabkan material atau batuan yang terkena tetesan air hujan menjadi lapuk dan akhirnya hancur.

    2). Erosi Lembar – Sheet Erosion,

    Erosi Lembar – Sheet Erosion atau erosi permukaan adalah proses pengikisan tanah yang tebalnya sama dan merata dalam suatu permukaan tanah.

    Erosi permukaan menyebabkan hilangnya kesuburan tanah karena hilangnya lapisam humus yang ada dalam tanah,

    3). Erosi Alur – Rill Erosion,

    Erosi Alur – Rill Erosion adalah erosi yang terjadi karena air yang mengalir berkumpul dalam suatu cekungan atau alur alur sehingga di alur alur tersebut terjadi erosi tanah yang lebih besar.

    Alur-alur erosi ini merupakan tempat air mengalir dan mengikis tanah.

    4). Erosi Parit – Gully Erosion,

    Erosi Parit – Gully Erosion adalah proses terjadinya sama dengan erosi alur, tetapi saluran-saluran yang terbentuk telah dalam.

    Alur- alur erosi berkembang menjadi parit-parit atau lembah yang dalam berbentuk huruf U atau V. Erosi parit merupakan bentuk lebih lanjut dari erosi alur.

    Jenis Erosi Air Sungai,

    Di sepanjang aliran sungai terjadi pula proses erosi oleh arus air. Proses pengikisan yang mungkin terjadi sepanjang aliran sungai antara lain sebagai berikut.

    1). Erosi Tebing Sungai – Stream Bank Erosion,

    Erosi tebing sungai adalah erosi yang terjadi pada dinding badan sungai sehingga lembah sungai bertambah lebar.

    2). Erosi Mudik, Waterfall Erosion – Erosi Air Terjun,

    Erosi mudik adalah erosi yang terjadi pada dinding air terjun air jeram. Akibat erosi mudik, semakin lama lokasi air terjun akan mundur ke arah hulu.

    3). Erosi Badan Sungai,

    Erosi badan sungai adalah erosi yang berlangsung ke arah dasar sungai (atau badan sungai) sehingga lembah sungai menjadi semakin dalam.

    Jika erosi badan sungai ini berlangsung dalam waktu geologi yang sangat lama maka akan terbentuk ngarai-ngarai yang sangat dalam.

    Contoh Erosi Badan Sungai,

    Contoh erosi badan sungai seperti Grand Canyon di Sungai Colorado (Amerika Serikat).

    Erosi Marine – Abrasi,

    Abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut sebagai hasil dari erosi marine. Tinggi rendahnya erosi akibat air laut dipengaruhi oleh besar kecilnya kekuatan gelombang.

    Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus-menerus terhadap dinding pantai.

    Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk.

    2). Eksarasi,

    Eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh hasil pengerjaan es. Jenis erosi ini hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau di daerah pegunungan tinggi.

    Proses terjadinya erosi diawali oleh turunnya salju di suatu lembah pada lereng atau perbukitan.

    Lama kelamaan salju tersebut akan menumpuk pada lembah sehingga menjadi padat dan terbentuklah massa es yang berat.

    Dengan gaya gravitasi massa es tersebut akan merayap menuruni lereng pegunungan atau perbukitan.

    Erosi Angin – Deflasi,

    Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh tenaga angin. Pada awalnya angin hanya menerbangkan pasir dan debu. Akan tetapi, kedua benda tersebut dijadikan senjata untuk menghantam batuan yang jauh lebih besar sehingga akan mengikis batuan tersebut.

    Erosi Es – Gletser,

    Erosi es atau gletser adalah Gerakan lapisan es yang mengalir turun dari pegunungan es yang menyebabkan pengikisan disebut dengan erosi es (gletser).

    Aliran es yang mencair itu akan membawa atau menyeret batu-batuan ke bawah atau disebut moraine, seperti Pantai Fyord di Skandinavia.

    Faktor Penyebab Erosi Tanah,

    Sebab terjadinya erosi tanah antara lain adalah..

    1). kondisi tanah yang tidak ada tanamanya

    2). tanah tidak memiliki tanggul pasangan sebagai penahan erosi

    3). tanah miring tidak dibuatkan teras teras dan guludan sebagai penyangga air dan tanah yang larut

    4). tanah berumput digunakan untuk gembala liar sehingga tanah semakin rusak

    5). penebangan hutan secara liar, hutan jadi gundul

    Cara Mencegah Erosi,

    Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya erosi, antara lain sebagai berikut:

    1). Terasering: bercocol tanam dengan membuat terasering yaitu membuat tanah lereng menjadi bertingkat-tingkat, sehingga jika terjadi hujan, kecepatan air dari bagian atas akan berkurang;

    2). Strip – Cropping: melakukan strip-cropping atau metode tanam berseling yang waktu panennya tidak sama;.

    3). Counter Farming: menanam lahan menurut garis kontur kemiringan, agar akar dapat menahan tanah.

    4). Reboisasi: menerapkan sistem reboisasi atau penanaman hutan kembali, terutama dilakukan pada hutan-hutan lindung yang mulai gundul;

    5). Counter – Plowing: menerapakn contour-plowing dengan melakukan pembajakan yang searah dengan kontur.

    6). Crop Rotation: mengganti jenis tanaman agar tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara.

    Pengendapan – Sedimentasi, 

    Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.

    Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen.

    Jenis Jenis Sedimen,

    Berdasarkan tenaga alam yang mengangkut dan tempat pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas berikut.

    Sedimen Berdasarkan Tenaga Alam Yang Mengangkutnya,

    (1) sedimen akuatis oleh air;

    (2) sedimen marine oleh air laut;

    (3) sedimen glasial oleh gletser (es);

    (4) sedimen aeolis (aeris) oleh angin.

    Sedimen Berdasarkan Tempat Pengendapan,

    (1) sedimen fluvial, di sungai;

    (2) sedimen marine, di laut;

    (3) sedimen limnis, di danau atau rawa;

    (4) sedimen terestris, di darat;

    (5) sedimen glasial, di daerah es.

    Pengendapan oleh Air

    Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain, meander, dataran banjir, tanggul alam, dan delta.

    Meander,

    Meander adalah sungai yang bentuknya berkelok- kelok akibat adanya pengendapan. Proses pembentukan meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar.

    Oxbow Lake,

    Oxbox lake atau sungai mati.terbentuk akibat proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus sehingga menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai.

    Oxbow lake terbentuk akibat proses sedimentasi yang terjadi pada lekukan sisa sungai meander.

    Delta,

    Delta adalah Endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau ataupun laut. Delta merupakan tempat pertemuan sungai dengan laut.

    Delta dapat terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus air tidak terlalu cepat.

    Tanggul Alam Sungai,

    Tanggul alam adalah tanggul yang terbentuk di tepi sungai akibat adanya material yang terbawa oleh luapan air sungai saat banjir dan mengendap di bibir kiri kanannya.

    Tanggul Pantai,

    Tanggul  Pantai adalah tanggul yang tebentuk di bibir pantai sebagai hasil dari proses pengendapan oleh air laut.

    Kipas Aluvial,

    Kipas Aluvial  terbentuk di kaki gunung. Pada tempat ini terjadi perubahan kemiringan dari pegunungan ke dataran, sehingga energi pengangkut (air) melemah dan akhirnya material hasil erosi terendapkan

    Dataran Banjir,

    Dataran banjir adalah dataran rendah yang terdapat di kanan kiri sungai yang terbentuk dari material hasil pengendapan banjir aliran sungai.

    Pengendapan oleh Air Laut

    Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain, pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

    Tombolo dan Spit,

    Tombolo adalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil,

    Spit adalah endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung.

    Pengendapan oleh Angin,

    Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pasir dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir

    Gumuk Pasir,

    Gumuk pasir Terbentuk karena adanya akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat sehingga pasir terangkut dan kemudian terendapkan membentuk tumpukan pasir yang disebut gumuk pasir.

    Pengendapan oleh Gletser,

    Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glasial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U.

    3 Unsur Tujuan Manfaat Lingkungan Hidup 1). Unsur Fisik 2). Unsur Hayati 3). Unsur Budaya

    Pengertian Lingkungan Hidup: Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai keseluruhan unsur atau komponen maka tentu saja setiap lingkungan dapat dibedakan menjadi lingkungan fisik dan lingkung an sosial.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Emil Salim,

    Menurut Emil Salim, lingkungan hidup adalah benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf,

    Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf, Lingkungan hidup adalah semua faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengaruhi kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Ahmad,

    Menurut Ahmad lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.

    Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Jonny Purba,

    Menurut Jonny Purba, Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Munadjat Danusaputro,


    Menurut Munadjat Danusaputro, Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Soedjono,

    Menutur Soedjono, lingkungan hidup adalah lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh- tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Sambas Wirakusumah,

    Menurut Sambas Wirakusumah, Lingkungan hidup adalah semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Otto Sumarwoto,

    Menurut Otto Sumarwoto lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang memengeruhi kelamgsungan perikehidupannya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

    Pengertian Definisi Lingkungan Menurut Sri Haryati,

    Menurut Sri Haryati, Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup. termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya

    Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,

    Menurut undang- undang Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

    Unsur Unsur Lingkungan Hidup,

    Unsur lingkungan hidup terdiri dari unsur fisik, unsur hayati, dan unsur budaya.

    1). Unsur Fisik,

    Unsur fisik lingkungan hidup adalah unsur yang berupa benda mati yang mendukung kehidupan makhluk untuk kelangsungan hidupnya.

    Fungsi Unsur Fisik Lingkungan Hidup,

    Adapu fungsi unsur fisik lingkungan hidup adalah sebagai media untuk berlangsungannya kehidupan.

    Contoh Unsur Fisik Lingkungan Hidup,

    Contoh unsur fisik lingkungan hidup adalah air tanah udara sinar matahari, senyawa kimia dan sebagainya.

    2). Unsur Hayati,

    Unsur hayati adalah unusr yang berupa benda hidup atau makhluk hidup yang menghuni disekitar unsur fisik lingkungan hidup,

    Contoh Unsur Hayati Lingkungan Hidup,

    Contoh unsur hayati lingkungan hidup adalah mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, tumbuhan, hewan, dan manusia.

    Fungsi Unsur Hayati Lingkungan Hidup,

    Fungsi unsur hayati adalah membentuk jaringan dengan cara saling berhubungan dari mulai jaringan sederhana hingga ke jaringan yang sangat rumit,

     

     

     

     

     

     

     

    Unsur Budaya.

    Unsur budaya Lingkungan Hidup adalah system nilai, gagasan, keyakinan yang dimiliki manusia dalam menentukan perilaku sebagai makhluk sosial.

    Contoh Unsur Budaya Lingkungan Hidup,

    Contoh unsur budaya lingkungan hidup adalah menciptakan baju ketika musin dingin, Mencipta alat pertanian untuk bercocol tanam dan sebagainya.

    Fungsi Unsur Budaya Lingkungan Hidup,

    Adapun fungsi unsur budaya pada lingkungan hidup adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempermudah hidup. Selai itu untuk menentuka keseimbagan tatanan lingkungan dimana manusia sebagai pemegang kendali.

    Jenis Lingkungan Hidup,

    Pada dasarnya, lingkungan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu lingkungan biotik dan lingkungan nonbiotik (fisik).

    1). Lingkungan Biotik,

    Lingkungan biotik ialah semua benda hidup atau makhluk hidup yang menempati lingkungan dan Tiap unsur ini berinteraksi satu sama lainnya. Lingkungan biotik biasa disebut juga dengan istilah Lingkungan organic,

    Contoh Lingkungan Biotik,

    Contoh Lingkungan biotik adalah semua tumbuhan, semua hewan, mikroorganisme dan manusia,

    2.) Lingkungan Nonbiotik – Fisik,

    Lingkungan nonbiotik adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di dalam lingkungan, Lingkungan nonbiotik atau abiotic dinamakan juga lingkungan anorganik.

    Contoh Lingkungan Nonbiotik – Abiotik– Fisik,

    Contoh lingkungan nonbiotik misalnya sinar matahari, suhu dan kelembapan, batu-batuan, tanah mineral, air, udara dan lain-lain.

    Jenis Lingkungan Hidup Campur Tangan Manusia,

    Berdasarkan campur tangan manusia, lingkungan terbagi menjadi tiga, yaitu:

    1), Lingkungan Hidup Alami,

    Lingkungan hidup alami adalah lingkungan hidup yang belum terkena campur tangan manusia atau mengalami modifikasi oleh manusia.

    Contoh Lingkungan Hidup Alami,

    Contoh lingkungan hidup alami misalnya hutan, laut, hutan lindung. Dalam lingkungan seperti ini, manusialah yang melakukan adaptasi sepenuhnya, disesuaikan dengan keadaan alam.

    2), Lingkungan Hidup Binaan,

    Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup yang dikelola, dimodifikasi, dibentuk dan ditentukan keadaannya oleh manusia dengan menggunakan daya nalar, akar, budi, ilmu dan teknologi serta sistem sosial, budaya, dan ekonomi.

    Contoh Lingkungan Hidup Binaan,

    Contoh lingkungan hidup binaan adalah daerah pertanian, dan peternakan.

    Tujuan Lingkungan Hidup Binaan,

    Tujuan dibentuknya lingkungan hidup binaan adalah efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan oleh manusia.

    3). Lingkungan Hidup Sosial

    Lingkungan hidup sosial adalah kesatuan ruang dengan sejumlah manusia yang hidup berkelompok sesuai dengan suatu keteraturan sosial dan kebudayaan bersama.

    Lingkungan sosial merupakan lingkungan manusia dalam masyarakat yang berada di sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, dan orang lain.

    Manfaat Unsur Lingkungan Hidup,

    Secara umum beberapa manfaat unsur lingkungan hidup bagi manusia antara lain sebagai berikut.

    1). Unsur abiotic Ruang muka bumi sebagai tempat hidup dan beraktivitas sehari-hari.

    2). Unsur abiotic Tanah dapat dijadikan areal lahan untuk kegiatan ekonomi, seperti lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan, aktivitas sosial lainnya.

    3). Unsur abiotic udara (oksigen) sangat bermanfaat untuk bernafas manusia dan hewan.

    4). Unsur biotik seperti hewan dan tumbuhan merupakan sumber bahan makanan bagi manusia.

    5). Sumber daya alam (biotik dan abiotic) yang terkandung dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seharihari.

    6). Unsur biotik seperti Mikroorganisme atau jasad renik sangat berperan dalam proses penguraian sisa-sisa jasad hidup yang telah mati sehingga tidak terjadi penumpukan bangkai makhluk hidup, tetapi hancur dan kembali menjadi unsur-unsur tanah.

    7). Unsur biotik Air merupakan kebutuhan vital dan esensial bagi makhluk hidup. Tanpa adanya air, mustahil akan terdapat bentuk-bentuk kehidupan di bumi ini.

    Jika disederhana manfaat lingkungan hidup adalah menjadi seperti ini

    1). Tempat hidup manusia dan melakukan kegiatannya.

    2). Tempat hidup hewan dan tumbuhan.

    3). Sumber bahan pangan.

    4). Sumber bahan baku atau bahan mentah.

    5). Sumber bahan tambang dan mineral.

    6). Sumber energi atau bahan bakar.

    Contoh Soal Ujian Jawaban Lingkungan Hidup,

    1). Manusia sebagai komponen dari suatu lingkungan akan selalu berinteraksi dengan komponen lingkungan yang lainnya, sehingga akan membentuk suatu sistem ekologi, yang dinamakan…

    a). bioma

    b). ekosistem

    c). lingkungan

    d). kaidah alam

    e). rantai kehidupan

    Jawaban: b

    2). Manusia dan tanah merupakan jenis lingkungan yang bersifat?

    a). biotik-biotik

    b). biotik-nonfisik

    c). nonfisik-nonbiotik

    d). biotik-nonbiotik

    e). fisik-nonfisik

    Jawaban:  d

    3). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat nonfisik (biotik) adalah …

    a). batu, tanah, air

    b). manusia, air, dan tanah

    c). manusia, hewan, dan tumbuhan

    d). hewan, air, dan tumbuhan

    e). suhu, air dan batu

    Jawaban: c

    4). Batu, tanah, air termasuk  komponen lingkungan yang bersifat…

    a). nonfisik

    b). organic

    c). biotik

    d). abiotic

    e). buatan

    Jawaban: d

    5). Berikut ini termasuk komponen lingkungan yang bersifat fisik (abiotik) adalah …

    a). batu, tanah, hewan

    b). manusia, air, dan tanah

    c). manusia, hewan, dan tumbuhan

    d). hewan, air, dan tumbuhan

    e). suhu, air dan batu

    Jawaban: e

    6). Satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut…

    a). ekologi
    b). lingkungan
    c). ekosistem
    d). populasi
    e). sumber daya

    Jawaban: c

    7). Eksosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk ke dalam komponen abiotik adalah ….

    a). herbivora

    b). iklim

    c). bakteri dan jamur

    d). karnivora

    e). omnivore

    Jawaban: b

    8). Patung dan lukisan termasuk pada jenis lingkungan ….

    a). alam

    b). sosial

    c). budaya

    d). ekonomi

    e). politik

    Jawaban: c

    9). Lingkungan terdiri atas biotik dan abiotik. Lingkungan biotik sering dinamakan pula dengan lingkungan ….

    a). anorganik

    b). aerob

    c). organik

    d). anaerob

    e). suburban

    Jawaban: c

    10). Lingkungan terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Berikut ini yang termasuk lingkungan

    biotik adalah ….

    a). udara

    b). mineral

    c). tanah

    d). hewan

    e). air

    Jawaban: d

    11). Undang-undang No. 23 Tahun 1997 berisi tentang pengelolaan ….

    a). sumber daya

    b). alam

    c). lingkungan hidup

    d). region

    e). habitat

    Jawaban: c

    12). Lingkungan biotik diklasifikasikan menjadi ….

    a). produsen, konsumen, mineral

    b). produsen, konsumen, pengurai

    c). batuan, udara, mineral

    d). mineral, pengurai, konsumen

    e). udara, tanah pengurai

    Jawaban b

    13). Ilmu yang mempelajari dan menganalisis interaksi dan interelasi antara manusia dan lingkungannya dinamakan ….

    a). ekonomi

    b). sosial budaya

    c). sosiologi

    d). ekologi manusia

    e). antropologi manusia

    Jawaban d

    15). Perkebunan teh merupakan contoh dari jenis lingkungan…

    a). lingkungan abiotic

    b). lingkungan alami

    c). lingkungan budaya

    d). lingkungan sosial

    e). lingkungan binaan

    Jawaban: e

    16). Candi Borobudur merupakan contoh unsur lingkungan hidup dari…

    a). lingkungan biotik

    b). lingkungan alami

    c). lingkungan budaya

    d). lingkungan organik

    e). lingkungan binaan

    Jawaban: c

    Ringkasan Rangkuman Lingkungan Hidup,

    Ilmu lingkungan mempelajari hubungn antarmakhluk hidup atau biotis, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan beserta segala sesuatu dengan yang berada di sekitanya baik unsur fisik, seperti : batu-batuan, air, udara, angin, dan sebagainya, yang membentuk suatu kesatuan atau system (ekosistem) serta hubungannya yang bersifat timbal balik.

    Pembagian jenis lingkungan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu lingkungan biotik dan nonbiotik.

    Di bawah ini terdapat contoh dari maraknya kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkannya, seperti: Perubahan keragaman jenis (biodiversitas), kerusakan hutan, erosi dan sedimentasi, hujan asam.

    Pemanfaatan lingkungan yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui bidang pertanian, pariwisata, industri dan pertambangan.

    Contoh upaya penanganan dalam pengendalian DAS dapat dilakukan dengan cara seperti berikut. 1. Reboisasi atau penghijauan di sekitar hulu DAS, fungsinya ialah selain untuk mencegah terjadinya erosi juga dapat menyimpan air. 2. Penanganan pembuatan rumah disekitar bantaran sungai. 3. Tindakan tegas terhadap pelanggar sesuai peraturan dan undangundang yang berlaku

    21+ Soal Ujian: Pembentukan Jagad Raya Tata Surya Teori Pasang Surut Bintang Kembar

    Berikut contoh contoh soal ujian: Pembentukan Jagad Raya Tata Surya Teori Pasang Surut Bintang Kembar yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

    1). Contoh Soal Ujian Jawaban: Ciri Khas Teori Pasang Surut Gravitasi Bintang Lain,

    Ciri khas Teori Pasang Surut dalam pembentukan tata surya adalah adanya

    a). ledakan besar

    b). gravitasi bintang lain

    c). Proses pendinginan kabut

    d). Tabrakan dua bintang besar

    e). Gaya sentrifugal partikel jagat raya

    Jawab: b

    2). Contoh Soal Ujian Jawaban: Teori Bintang Kembar – Awal Matahari,


    Teori yang menjelaskan bahwa pada mulanya matahari adalah bintang kembar yang saling mengelilingi, lalu salah satunya meledak karena ditabrak bintang lain yaitu..

    a). Big bang

    b). Planetesimal

    c). Bintang kembar

    d). Nebula

    e). Awan debu

    Jawaban: c

    3). Contoh Soal Ujian Jawaban: Bentuk Galaksi Bima Sakti (Milky Way) Galaksi Spiral,

    Galaksi Bima Sakti – Milky Way berdasarkan bentuknya termasuk

    a). Galaksi elips

    b). Galaksi Spiral

    c). Galaksi awan debu

    d). Galaksi nebular

    e). Galaksi tidak berarturan

    Jawab: b

    4). Contoh Soal Ujian Jawaban: Teori Pembentukan Bumi Jagad Raya Big Bang ,

    Teori tentang pembentukan bumi dan jagat raya yang paling terkenal diantara berbagai teori yang lain adalah..

    a). Planetesimal

    b). Kabut/ nebula

    c). Awan debu

    d). Big bang

    e). Bintang kembar

    Jawaban: d

    5). Soal Ujian Jawaban: Ciri Ciri Planet,

    Ciri ciri planet adalah

    1). memiliki 2 satelit

    2). masa rotasi 24 jam 37 menit

    3). masa rotasi 23 jam 56 menit

    4). termasuk  eksterior planet

    5). tampak sebagai bintang pagi

    Yang termasuk sebagai ciri ciri planet Mars adalah

    a). (1) (2) dan (3)

    b). (1) (2) dan (4)

    c). (1) (4) dan (5)

    d). (2) (3) dan (4)

    e). (3) (4) dan (5)

    Jawab b

    6). Contoh Soal Ujian: Teori Pasang Surut Jeans Dan Jeffreys,

    Teori pasang surut merupakan pendapat dari …

    a). Weizsaecker dan Kuiper

    b). Jeans dan Jeffreys

    c). Moulton dan Chamberlain

    d). Lyttleton

    e). Immanuel kant

    Jawaban: b

    7). Contoh Soal Ujian Kekurangan Teori Keadaan Tetap,

    Kekurangan dari teori keadaan tetap yaitu …

    a). Jagad raya diibaratkan dengan atom maka atom yg mengelilingi inti atom itu jatuh ke pusat.

    b). Kurang bisa menjelaskan kenapa jagat raya memapat

    c). Kurang bisa menjelaskan perbedaan dengan teori osilasi

    d). Kurang bisa menjelaskan kenapa jagat raya mengembang

    e). Seharusnya terdapat sisa radiasi ledakan yang melingkupi seluruh alam semesta dalam bentuk alam.

    Jawaban: e

    8). Contoh Soal Ujian: Teori Dentuman Besar William Lane Craig,

    Teori yang dikemukakan oleh William Lane Craig dinamakan …

    a). Konveksi

    b). Quantum

    c). Pasang surut

    d). Dentuman besar

    e). Awan debu

    Jawaban: d

    9). Contoh Soal Ujian: Teori Pembentukan Jagat Raya Teori Steady State,

    Pernyataan teori Steady State tentang Pembentukan jagat raya adalah…

    a). Alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir tetapi keadaanya tetap

    b). Terdapat keseimbangan materi penyusun yang selalu tetap dan tidak berubah

    c). Alam semesta selalu berkembang dari waktu ke waktu dan keadaan berubah

    d). Alam semesta diciptakan dari ketiadaan kemudian menjadi ada dan berkembang

    e). Terdapat interaksi antarruang di dalam raya dan memungkinkan terbentuknya planet baru

    Jawab: b.

    10). Contoh Soal Ujian Jawaban: Asumsi Teori Big Bang Ledakan Dahsyat Semesta Keadaan Panas Padat,

    Pembentukan jagat raya menurut Teori Big Bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami….

    a). Gaya gravitasi antara materi dan planet

    b). Perubahan materi secara terus-menerus dan statis

    c). Ledakan dahsyat dan mengembang

    d). Pembentukan atom-atom hidrogen dan helium

    e). Pergeseran bintang-bintang di alam raya dan planet

    Jawab: c

    11). Contoh Soal Ujian: Hipotesis Tidal James Jeans Harold Jeffreys,

    Hipotesa yang dikemukakan James Jeans dan Harold Jeffries adalah hipotesa ….

    a). Kabut

    b). Planetisimal

    c). Tidal

    d). Apungan

    e). Kontraksi

    Jawab: c

    12). Contoh Soal Ujian: Hipotesis Kabut Kant – Laplace – Teori Pembentukan Tata Surya,

    Pada teori pembentukan tata surya, Hipotesis Kabut dikemukakan oleh ….

    a). Chamberlain–Moulton

    b). Kant–Laplace

    c). Aristoteles

    d). Weizsacker dan Gerald P. Kuiper

    e). James–Jeffreys

    Jawab: b

    13). Contoh Soal Ujian: Fenomena Muka Bumi Aspek Antroposfer

    Peristiwa yang terjadi di muka bumi seperti kemiskinan, pengangguran,  serta  tawuran pelajar banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena tersebut termasuk aspek geosfer dari unsur

    a). Hidrosfer

    b). Antroposfer         

    c). Litosfer

    d). Atmosfer

    e). Biosfer

    Jawab: b

    14). Contoh Soal Ujian: Prinsip Interelasi – Fenomena Pemanasan Global Prinsip Geografi,

    Pemanasan global terjadi akibat pengelolaan lingkungan kurang balk, seperti penebangan hutan  tak  terkendali,  penggunaan  bahan  bakar  fosil  yang  terus  bertambah,   dan  perkembangan  industri yang menyebabkan  peningkatan polusi.

    Prinsip geografi  untuk mengkaji fenomena  tersebut adalah:

    a). Prinsip korologi

    b). Prinsip interelasi

    c). Prinsip deskripsi

    d). Prinsip temporal

    e). Prinsip persebaran

    Jawab: b

    15). Contoh Soal Ujian: Pendekatan Keruangan – Atasi Banjir Jakarta,

    Di kota besar seperti Jakarta, banyak terdapat permukiman   kumuh,   gelandangan,   dan
    pengemis   memanfaatkan   daerah   aliran  sungai  untuk  permukiman  sehingga  pada
    musim hujan terjadi banjir. Untuk mengatasi terjadinya banjir dibangun Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat.

    Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji kasus itu adalah

    a). Pendekatan regional

    b). Pendekatan kewilayahan

    c). Pendekatan keruangan

    d). Pendekatan kelingkungan

    e). Pendekatan kompleks wilayah

    Jawab: c

    16). Contoh Soal Ujian: Konsep Lokasi Wilayah Indonesia – Antara Samudra,

    Wilayah Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia, dan Benua  Asia dengan Benua Australia, serta pada 61U — 11°LS dan 95°BT — 141°BT.

    Konsep   geografi   yang   berkaitan   dengan informasi tersebut adalah

    a). Konsep sating ketergantungan

    b). Konsep perbedaan wilayah

    c). Konsep pola keruangan

    d). Konsep lokasi

    e). Konsep aglomerasi

    Jawab: d

    17). Contoh Soal Ujian: Ledakan Besar Mengembang Big Bang Jagat Raya,

    Pembentukan jagat raya menurut teori Big Bang menyatakan bahwa jagat raya diawali
    dengan

    a). Zat baru diciptakan dan menggantikan zat yang hilang

    b). Adanya ledakan besar dan mengembang

    c). Planet sudah  ada sejak dulu dan ada selamanya

    d). Bintang mengembang dan terjadi pembaruan

    e).  Adanya siklus materi dan diawali dengan masa ekspansi

    Jawab: b

    18). Contoh Soal Ujian: Bintang Hancur Tabrakan Dua Bintang,

    Pembentukan matahari dan planet menurut teori bintang kembar adalah terbentuk dari

    a). Filamen panas yang berkobar mendekati matahari

    b). Bintang yang hancur akibat tabrakan dua bintang

    c). Planetesimal yang berputar mengelilingi Matahari

    d). Debu panas berpijar yang memadat menjadi planet

    e). Percikan gas Matahari  akibat gravitasi bintang

    Jawab: b

    19). Contoh Soal Ujian: Gempa Tektonik Bukti Bumi Alami Pergeseran Lempeng,

    Salah satu bukti bahwa Bumi sampai saat ini masih  mengalami  pergeseran  lempeng
    adalah

    a). Keluar lumpur panas Sidoarjo

    b). Dasar laut semakin dangkal

    c). Terjadi gempa tektonik

    d). Hilangnya beberapa kepulauan

    e). Terjadinya tanah longsor di beberapa tempat

    Jawab: c

    20). Contoh Soal Ujian: Terbentuk Danau Laguna Tumbukan Lempeng Eurasia Lempeng Indi- Australia,

    Dampak tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo – Australia bagi kehidupan adalah…

    a). Terbentuk tanggul dan gunung

    b). Aktivitas vulkanisme dan seisme

    c). Terbentuk palung dan basin

    d). Terbentuk danau dan laguna

    e). Sering terjadi bencana banjir

    Jawab: d

    21). Contoh Soal Ujian: Klimatik Faktor Persebaran Hewan Bulu Tebal Bison Beruang Amerika Utara Kanada,

    Hewan berbulu tebal seperti bison, beruang kutub, dan panda memiliki habitat di wilayah Amerika Utara, Kanada, dan Siberia. Faktor yang paling berpengaruh  terhadap persebaran hewan tersebut adalah….

    a). Biotik

    b). Edafik

    c). Klimatik

    d). Geografik

    e). Fisiografik

    Jawab: c

    Batuan Beku Sedimen Matamorf: Pengertian Jenis Batuan Pembetuk Kulit Bumi,

    Batuan Pembetuk Permukaan Kulit Bumi: Batuan yang terkandung dalam kulit bumi dapat dikelompokan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan dan natuan meramorf.

    Batuan Beku – Igneous Rock,

    Batuan beku atau Igneous Rock berasal dari bahasa latin Inis yang artinya api (fire).

    Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar (cair) yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan.

    Tekstur batuan beku – igneous rock yang terbentuk sangat tergantung pada kondisi proses pembekuannya.

    Jenis Batuan Beku – Igneous Rock,

    Berdasarkan tempat terjadinya pembekuan, batuan beku dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu batuan beku dalam – batuan tubir, batuan beku luar – batuan leleran, batu beku gang – batuan korok,

    Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir –  Plutonik – Abisik,

    Batuan beku dalam atau batuan tubir atau plutonik atau abis adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan ketika masih berada di dalam kulit bumi,

    Batuan beku dalam – batuan tubir hanya terdiri dari bongkahan kristal akibat pendinginan yang berjalan sangat lambat,


    Contoh Batuan Beku Dalam – Batuan Tubir – Plutonik,

    Contoh Batuan beku dalam – batuan tubir – plutonik – abisik adalah granit, diotit dan gabbro,

    Batuan Beku Luar – Batuan Lelehan – Effusif,

    Batuan beku luar – batuan lelehan – effusive adalah batuan beku yang Pembekuannya terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat.

    Jadi batuan beku luar atau batuan beku lelehan terjadi ketika Sebagian magma yang membeku setelah sampai di permukaan bumi.

    Batuan beku luar – epusif  dapat membentuk kristal- kristal kecil, kristal besar dan bahan amorf.

    Contoh Batuan Luar – Batuan Lelehan – Effusif,

    Contoh batuan luar atai effusif adalah batuan basalt, diorite, andesit, scoria dan batu apung atau bumice. Indonesia banyak dijumpai terutama di daerah gunung api.

    Batuan Beku Gang – Batuan Korok – Porfirik,

    Batuan beku gang atau sela atau batuan beku korok adalah batuan yang terbentuk ketika magma bertekanan bergerak ke atas atau keluar melalui sela- sela atau celah -celah (korok -korok) dalam kulit bumi mengalami proses pendinginan.

    Batuan beku gang memiliki struktur kristal- kristal kecil yang di sana-sini tersebar kristal kristal agak besar,

    Contoh Batuan Beku Gang – Batuan Korok– Porfirik,

    Contoh batuan beku sela – gang adalah granit fosfir,

    Batuan Sedimen – Batuan Endapan,

    Batuan sedimen adalah batuan hasil pengendapan dari batuan beku yang lapuk yang terbawa oleh air, angin, atau cairan es – gletser.

    Jenis Tempat Batuan Sedimen – Batuan Endapan,

    Berdasarkan tempat pengendapannya, batuan sedimen dibagi menjadi sebagai berikut.

    Batuan Sedimen Terisentris,

    Batuan sedimen terisentris adalah batuan sedimen yang diendapkan di daratan yang dipengaruhi oleh tenaga air, es, dan angin.

    Contoh Batuan Sedimen Terisentris,

    Hasil dari proses ini akan menghasilkan sebuah bentukan lahan baru.

    Batuan Sedimen Marine,

    Batuan sedimen marine adalah batuan yang diendapkan di laut, yang pada umumnya banyak mengandung mineral karbonat (kapur).

    Batuan sedimen marine terbentuk dari sisa-sisa cangkang hewan laut, seperti moluska, alga, dan foraminifera.

    Contoh Batuan Sedimen Marine,

    Contoh sedimen marine adalah batuan karbonat yang antara lain batu gamping, dolomit, dan kalkarenit.

    Batuan Sedimen Limnis,

    Batuan sedimen limnus aadalah Batuan sedimen yang diendapkan di danau atau rawa yang banyak mengandung unsur-unsur organik.

    Batuan Sedimen Fluvial,

    Batuan sedimen fluvial adalah Batuan sedimen yang diendapkan di sekitar wilayah sungai dan merupakan akumulasi dari berbagai pengerjaan air sungai.

    Batuan Sedimen fluvial banyak ditemukan di wilayah hilir atau muara sungai, di mana aliran air sudah melambat,

    Contoh Batuan Sedimen Fluvial,

    Contoh batuan batuan sedimen fluvial adalah delta.

    Batuan Sedimen Glasial,

    Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan di ujung pengerjaan sebuah massa es.

    Contoh Batuan Sedimen Glasial,

    Contoh batuan sedimen glasial adalah iceberg. Iceberg adalah bongkahan es besar di ujung gletser dan mengapung di laut. Bongkahan Es yang pecah tersebut disebut pemahatan.

    Jenis Proses Batuan Sedimen,

    Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibedakan atas batuan sedimen klastik, batuan sedimen kimiawi, dan batuan sedimen organik.

    Batuan Sedimen Klastik,

    Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang memiliki susunan kimia sama dengan susunan kimia batuan asal.

    Contoh Batuan Sedimen Klastik,

    Batuan sedimen klastik hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil ketika penganngkutan dan pengendapan contohnya batuan pasir dan batu lempung shale,

    Batuan Sedimen Kimiawi,

    Batuan sedimen kimiawi adalah batuan sedimen yang saat pengendapan terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya, hasilnya dinamakan batuan sedimen kimiawi,

    Contoh Batuan Sedimen Kimiawi,

    Contoh batuan sedimen kimiawi adalah stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua

    Batuan Sedimen Organik,

    Batuan sedimen organic adalah batuan sedimen yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme.

    Contoh Batuan Sedimen Organik,

    Contoh batuan sedimen organic adalah batuan yang terbentuk dari sisa rumah atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung guano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan sebagainya.

    Jenis Energi Batuan Sedimen,

    Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu sebagai berikut.

    Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,

    Batuan sedimen aerik atau aeolis adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dibantu oleh angin.

    Contoh Batuan Sedimen Aerik – Aeolis,

    Contoh batuan sedimen aerik atau aeolis adalah  tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.

    Batuan Sedimen Glasial,

    Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang pengangkutannya dan pengendapannya dibantu oleh es.

    Contoh Batuan Sedimen Glasial,

    Contoh batuan sedimen glasial adalah: moraine dan gletser,

    Batuan Sedimen Aquatic,

    Batuan sedimen aquatic adalah batuan sedimen yang pengangkutan dan pengendapannya dilakukan oleh air yang mengalir.

    Contoh Batuan Sedimen Aquatic,

    Contoh batuan sedimen aquatic adalah delta,

    Batuan Sedimen Marine,

    Batuan sedimen marin adalah batuan sedimen yang  pengangkutan dan pengendapannya oleh tenaga (gelombang) air laut.

    Contoh Batuan Sedimen Marine,

    Contoh sedimen marine adalah pasir pantai seperti pasir putih, pasir besi sepanjang pantai selatan pula jawa.

    Batuan Malihan – Metamorf,

    Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku, batuan endapan, dan batuan malihan) akibat proses metamorfosis.

    Proses metamorphosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang sama- sama meningkat.

    Jenis Pembentukan Batuan Metamorf.

    Berdasarkan faktor pembentuknya, batuan metamorf dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

    Batuan Metamorf Kontak – Termik,

    Batuan metamor Temik – Kontak adalah batuan metamorf yang terbentuk karena adanya kenaikan suhu yang cukup tinggi untuk merubah batuan asal.

    Contoh Batuan Metamorf Kontak – Termik,

    Contoh batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer di Tulung Agung, Jawa Timur, dan batubara di Bukit Asam, Sumatra.

    Batuan Metamorf Dinamik – Metamorfosis Regional,

    Batuan metamorf dinamik adalah batuan malihan yang terbentuk karena faktor tekanan dan waktu yang cukup lama. Batuan metamorf dinamo disebut juga batuan metamorf kinetis.

    Contoh Batuan Metamorf Dinamo – Metamorfosis Regional,

    Contoh batuan metamorf dinamo adalah batuan sabak yang terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama.

    Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis,

    Batuan metamorf kontak – pneumatalitis adalah adalah batuan malihan yang pembentukan batuan akibat adanya penambahan suhu disertai masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu.

    Contoh Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis

    Contoh batuan metamorf kontak pneumatalitis adalah kwarsa yang mengandung fluorium akan menjadi topaz, batu permata berwarna kuning. azurit mineral (pembawa tembaga), dan turmalin (batu permata)

     

    Jenis Rumus Kepadatan Piramida Penduduk Aritmatik Fisiologis Agraris

    Pengertian Kepadatan Penduduk: Kepadatan penduduk atau densitas penduduk adalah banyaknya jumlah penduduk per satuan unit wilayah.

    Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.

    Rumus Kepadatan Penduduk,

    Kepadatan penduduk yang bertempat tinggal di suatu daerah dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut…

    KP = JPW/ LW

    KP = kepadatan penduduk (jiwa/km2)

    JPW = jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)

    LW = luas wilayah (km2)

    Jenis Pengukuran Kepadatan Penduduk,

    Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi empat, yaitu kepadatan penduduk aritmetik, kepadatan penduduk fisiologis, kepadatan penduduk agraris, kepadatan penduduk ekonomi.


    Kepadatan penduduk ialah perbandingan rata -rata antara jumlah penduduk di suatu daerah dengan luasnya daerah tersebut dihitung setiap km2, sedangkan kepadatan penduduk agraris, yang dihitung hanya penduduk petaninya saja dan tanah yang dihitung hanya tanah yang produktif. Jadi, lahan tidur, lapangan udara, dan sungai tidak dihitung.

    Kepadatan Penduduk Aritmatik

    Kepadatan penduduk aritmatik (kasar) adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam satuan wilayah tertentu. Satuan yang biasa digunakan untuk menggambarkan angka kepadatan adalah orang/hektar atau orang/km2.

    Kepadatan penduduk aritmetika menunjukkan kepadatan penduduk secara umum yang dihitung per km2 dengan tanpa mempedulikan apakah lahan tersebut daerah permukiman, perkantoran, pertanian sawah, kebun, kolam, atau tambak. Pokoknya dihitung per satuan luas kawasan tersebut.

    Rumus Kepadatan Penduduk Kasar,

    Besarnya Kepadatan penduduk kasar dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut…

    KPK = JP/LW

    Keterangan:

    KPK = kepadatan penduduk aritmatik kasar (orang/ha atau orang/km2)

    JP = jumlah penduduk

    LW = luas wilayah

    Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kasar,

    Satu tahun terakhir, suatu daerah yang memiliki luas 100 km2 ditempati oleh 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk kasar wilayah tersebut…

    dikatahui

    JP = 40.000 jiwa

    LW = 100 km2

    Kepadatan penduduk kasar dihitung dengan rumus berikut

    KPK = JP/LW

    KPK = 40.000/100

    KPK = 400 jiwa/km2

    Jadi. untuk tiap satu kilometer persegi dari daerah tersebut ditempati oleh 400 jiwa.

    Contoh Soal Ujian Jawaban Rumus Perhitungan Kepadatan Penduduk Aritmatik Kabupaten,

    Sebuah Kabupaten memiliki jumlah penduduk sebanyak 300.000 jiwa dengan luas wilayah permukiman 80 km2. Areal pertanian seluas 160 km2 dan areal bangunan lainnya di luar permukiman, termasuk yang digunakan untuk jalan raya, sebesar 60 km2. Hitung kepadatan aritmetikanya.

    Diketahui

    JP = 300.000

    JW = 80 + 160 + 60

    JW = 300 km2

    KPK = 300.000/300

    KPK = 1000 jiwa/km2

    Jadi, setiap satu km2 lahan pada kabupaten tersebut dihuni oleh 1000 jiwa orang. Tanpa membedakan jenis kawasannya.

    Kepadatan penduduk aritmatik kurang spesifik, karena ada kawasan yang bukan permukiman juga dihitung, seperti tambak, kolam, perkantoran, atau sawah.

    Kepadatan Penduduk Fisiologis,

    Kepadatan penduduk fisiologis adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk dengan luas lahan pertanian.

    Rumus Kepadatan Penduduk Fisiologis

    Besarnya Kepadatan penduduk fisiologis dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut.

    KPF = KP

    Keterangan:

    KPF = kepadatan penduduk fisiologis (orang/ha atau orang/km2)

    JP = jumlah penduduk

    LT = luas lahan pertanian

    Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologi,

    Satu tahun terakhir, suatu daerah memiliki total lahan seluas 100 km2  dari luas lahan tersebut digunakan untuk pertanian sebesar 80 km2.. Daerah tersebut ditempati oleh penduduk sebanyak 40.000 jiwa. Hitunglah kepadatan penduduk fisiologis wilayah tersebut…

    Diketahui

    JP = 40.000 jiwa

    LT = 80 km2

    KPF = 40.000/80

    KPF = 500 jiwa/km2

    Jadi, kepadatan penduduk fisiologia daerah tersebut adalah 500 jiwa untuk tiap satu kilometer persegi lahan pertanian.

    Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Fisiologis Kabupaten Kota Provinsi,

    Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.100.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

    Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk fisiogi kabupaten tersebut…

    JP = 2100.000 jiwa

    LT = 7000 km2

    KPF = 2100.000/7000

    KPF = 300 jiwa/km2

    Jadi. setiap satu km2 lahan pertanian kabupaten tersebut digunakan untuk 300 jiwa penduduk.

    Kepadatan Penduduk Agraris,

    Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk petani dengan luas lahan pertanian.

    Rumus Kepadatan Penduduk Agraris,

    Kepadatan penduduk agraris dapat dihitung dengan menggunakan rumus  sebagai berikut.

    KPA=JPT/LT

    Keterangan:

    KPA = kepadatan penduduk agraris (orang/ha atau orang/km2)

    JPT= jumlah penduduk petani

    LT = luas lahan pertanian.

    Contoh Soal Perhitungan Kepadatan Penduduk Agraris,

    Suatu daerah berpenduduk 40.000 jiwa. Sebanyak 16.000 jiwa diantaraya adalah petani. Penduduk tersebut menempati lahan seluas 100 km2 dengan luas lahan pertaniaannya sebesar 80 km2. Hitunglah kepadatan penduduk agraris daerah tersebut.

    Diketahui

    JPT = 16.000 jiwa

    LT = 80 km2

    Kepadatan penduduk agraris dihitung dengan cara seperti ini.

    KPA = 16.000/80

    KPA = 200 jiwa/km2

    Jadi, kepadatan penduduk agraris daerah tersebut adalah 200 jiwa untuk tiap km persegi-nya

    Contoh Soal Ujian Menentukan Kepadatan Penduduk Agraris Kabupaten Kota Provinsi,

    Pada akhir tahun 2021 sebuah provinsi memiliki jumlah penduduk 2.000.000 orang. Jumlah penduduk yang berpenghasilan dari pertanian adalah 1400.000 jiwa.

    Kabupaten tersebut memiliki Kawasan permukiman seluas 1.500 km2, dan areal yang digunakan untuk sekolah, perkantoran, dan jalan raya seluas 1.000 km2, sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 7.000 km2. Hitung kepadatan penduduk agraris kabupaten tersebut…

    Diketahui

    JPT = 1400.000 jiwa

    LT = 7000 km2

    Besarnya kepadatan penduduk agraris kabupaten kota dapat dihitung dengan cara berikut…

    KPA = 1400.000/7000

    KPA = 200 jiwa/km2

    Jadi, kabupaten tersebut memiliki kepadatan penduduk agraris sebesar 200 jiwa/km2.

    Kepadatan Penduduk Ekonomi,

    Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan pada kemampuan penduduk wilayah yang bersangkutan..

    Kemampuan wilayah yang dimaksud adalah kapasitas produksi wilayah tersebut. Pengukuran kapasitas produksi suatu wilayah relatif sulit ditentukan sehingga pengukuran kepadatan ini sangat jarang digunakan.

    Selain instilah di atas, ada Beberapa pengertian tentang kepadatan penduduk seperti Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, Kekurangan penduduk, dan Kepadatan penduduk optimum,

    1). Kepadatan Penduduk Absolut – Mutlak,

    Kepadatan penduduk absolut atau mutlak, ialah keadaan negara/daerah yang sebagian besar penduduknya masih sulit mencukupi kebutuhan pokoknya, biasanya melanda negara yang sedang berkembang dan negara miskin.

    2). Kekurangan Penduduk,

    Kekurangan penduduk, terjadi bila suatu negara jumlah penduduk sedemikian kecilnya sehingga sulit untuk mengolah kekayaan alam guna mencukupi kebutuhan hidupnya.

    Jadi, baik kepadatan penduduk dan kekurangan penduduk sama-sama kurang menguntungkan bagi negara.

    3). Kepadatan Penduduk Optimum,

    Kepadatan penduduk optimum, yaitu kepadatan penduduk yang sebaikbaiknya. Jumlah penduduk yang ada di negara itu cukup untuk mengolah kekayaan alam yang ada di negaranya guna mencukupi kebutuhan hidup.

    Piramida Penduduk – Piramida Umur

    Piramida penduduk – piramida umur adalah grafik susunan penduduk menurut umur pada saat tertentu yang berbentuk piramid

    Piramida penduduk mencerminkan apakah suatu wilayah mempunyai penduduk usia tua atau muda.

    Cara Membuat Piramida Penduduk,

    Cara menyusun piramida penduduk sebagai berikut.

    1). Penduduk dibagi menurut jenis kelamin (dari hasil sensus), golongan pria (laki -laki) ada di sebelah kiri garis umur, golongan Wanita (perempuan) ada di sebelah kanan.

    2). Tiap-tiap golongan (L dan P) dibagi menurut umur, misalnya dengan periode 5 tahunan (dalam contoh tersebut periode 4 tahunan), diwujudkan pada garis tegak lurus.

    Manfaat Piramida Penduduk,

    Adapun manfaat piramida penduduk diantaranya adalah…

    1). Mengetahui laju pertumbuhan penduduk suatu wilayah negara atau daerah

    2). Mengetahui jumlah penduduk laki laki dan perempuan

    3). Mengetahui kelompok penduduk yang  produktif dan tidak prduktif

    4). Memperkirakan jumlah penduduk suatu wilayah di masa depan

    Macam Jenis Piramida Penduduk,

    Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

    1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,
    1) Tabel Jemis Piramida Penduduk,

    1).  Piramida Penduduk Muda – Ekspansif

    Grafik – piramida muda merepresntasikan penduduk yang tumbuh. Jadi, jumlah pertambahannya masih terus meningkat, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian.

    2). Piramida Penduduk Stasioner,

    Grafik – Piramida penduduk stasioner menunjukkan penduduk yang tidak berubah- ubah. Jumlah kelahiran relative sama  dengan jumlah kematian.

    3). Piramida Penduduk Tua – Konstruktif, 

    Piramida penduduk tua mencermikan penurunan angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan angka kematian.

    Bila hal ini terjadi terus-menerus, akan menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk daerah – negara yang bersangkutan.

    2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif
    2) Gambar Piramida Ekspansif Stasioner Kunstrutif

    Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR,

    Rasio jenis kelamin merupakan angka perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan.

    Rumus Rasio Jenis Kelamin – Sex Ratio – SR

    SR = L/P x 100

    SR = rasia jenis kelamin

    L = jumlah pemduduk laki laki

    P = jumlah penduduk perempuan

    Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

    Rasio ketergantungan (depedency ratio) atau angka beban ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan besarnya beban yang harus ditanggung oleh kelompok usia produktif atas penduduk usia nonproduktif.

    Rumus Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,

    Untuk mengetahui berapa besar angka ketergantungan, secara umum digunakan rumus sebagai berikut.

    DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

    P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

    P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

    P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

    Usia Produktif,

    Usia produktif adalah usia penduduk antara 15 tahun sampai 64 tahun. Disebut produktif karena pada usia ini diperkirakan orang ada pada rentang usia masih bisa bekerja, baik di sektor swasta maupun sebagai Pegawai Negeri Sipil.

    Usia Tidak Produktif,

    Usia nonproduktif adalah penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Pertimbangannya, bahwa pada usia ini penduduk dipandang tidak produktif untuk bekerja atau tidak diperkenankan untuk bekerja, baik di sektor swasta ataupun sebagai pegawai negeri.

    Contoh Soal Ujian Perhitungan Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR,  

    Suatu wilayah pada  tahun 2021 memiliki  penduduk umur muda (0 – 14 tahun) sebanyak 50.000 jiwa,  penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun) sebanyak 100.000 jiwa dan penduduk umur tua (65 tahun ke atas) sebanyak 5.000 jiwa. Hitunglah berapa beban ketergantungan wilayah tersebut…

    Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

    DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

    P14 =penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

    P15-64 =   penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

    P65 = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

    P14 = 50.000.

    P65 = 5.000

    P15-64 = 100.000

    DR = (50.000 + 5000)/(100.000) x 100

    DR = 55

    Setiap 100 orang penduduk produktif harus menanggung 55 orang dari kelompok yang tidak produktif.

    Contoh Soal Cara Menghitung Rasio Ketergantungan – Dependency Ratio – DR Suatu Wilayah Negara,

    Data penduduk negara tahun 2021, jumlah anak nonproduktif 40%, jumlah nonproduktif tua 10 %, dan jumlah usia produktif 50%. Hitunglah rasio ketergantungan negara tersebut,

    Dari data tersebut, rasio ketergantungan wilayah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti berikut

    DR = (P14 + P65)/P15-64 x 100

    P14 = anak non produktif = penduduk umur muda (0 – 14 tahun)

    P15-64 =  usia produktif = penduduk umur dewasa/ produktif (15 – 64 tahun)

    P65 = usia nonproduktif  = penduduk umur tua (65 tahun ke atas)

    P14 = 50 %

    P65 = 10%

    P15-64 = 40%

    DR = (40+10)/50 x100

    DR = 100

    Ini berarti setiap 100 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 100 orang penduduk nonproduktif.

    Ini berarti setiap 1 orang penduduk yang produktif, harus menanggung beban 1 orang penduduk nonproduktif.

    Jadi, semakin besar pembilang (orang-orang yang tidak menghasilkan) makin besarlah angka ketergantungan ini. Makin besar angka ketergantungan, makin besar pula beban tanggungan suatu negara.

    Komposisi Penduduk,

    Komposisi penduduk merupakan gambaran penggolongan atau pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

    Contoh Komposisi Penduduk,

    Beberapa contoh dasar penggolongan penduduk antara lain umur dan jenis kelamin, status perkawinan, tempat tinggal (desa atau kota), jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, pendapatan, dan agama.

    Jenis Ciri Komposisi Penduduk,

    Berdasarkan kecenderungan bentuknya, komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

    1). Komposisi Penduduk Muda – Ekspansif,

    Memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai kerucut.

    Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut.

    a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.

    b). Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.

    c). Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.

    d). Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

    2). Komposisi Penduduk Dewasa – Stasioner,

    Komposisi penduduk dewasa (Stasioner) memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai batu nisan.

    Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

    a). Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.

    b). Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.

    c). Pertumbuhan penduduk kecil.

    d). Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

    3). Komposisi Penduduk Tua – Konstruktif,

    Komposisi penduduk tua (Konstruktif), memiliki bentuk piramida penduduk yang menyerupai guci terbalik.

    Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut.

    a). Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.

    b). Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.

    c). Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.

    d). Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.

    e). Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.

    f). Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.

    Komposisi Penduduk Biologis,

    Komposisi penduduk biologis adalah pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin dan usia.

    Berdasarkan jenis kelamin berarti melihat penduduk dari jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Sedang berdasarkan usia, berarti mengelompokkan penduduk berdasarkan rentang usia tertentu, misalkan per dua tahun, per lima tahun, dan seterusnya.

    Komposisi Penduduk Geografis,

    Komposisi penduduk geografis artinya susunan penduduk berdasakan area tempat tinggalnya. Perbedaan area tempat tinggal ini bisa dilihat dari garis batas teritorialnya, seperti garis batas desa, kota, kecamatan, kabupaten, provinsi, atau antarnegara.

    Komposisi Penduduk Menurut Sosial

    Komposisi penduduk dari sisi sosial memiliki karakter yang cukup luas, di antaranya dilihat dari tingkat pendidikan, strata ekonomi, status perkawinan, agama, dan banyak lagi.

     

     

     

    Contoh Soal Ciri Planet Akibat Rotasi Revolusi Bulan Bumi Matahari

    Berikut contoh soal Ciri ciri planet, Gerhana Bumi Bulan Matahari, Rotasi Revolusi Bumi Bulan yang dapat dipelajari untuk Latihan. Soal merupakan modifikasi dari bentuk soal soal ujian agar lebih mudah dipahami dan tentu mudah untuk dihafalkan.

    1). Contoh Soal Ciri Planet Saturnus,

    Perhatikan ciri ciri planet berikut…

    1). planet terbesar kedua

    2). memiliki satelit titan

    Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah

    a). yupiter

    b). saturnus

    c). Uranus

    d). venus


    Jawaban: b

    2). Contoh Soal Dasar Perhitungan 354 – 355 Hari Revolusi Bulan,

    Umur satu tahun dalam kalender 354 – 355 hari. Dasar perhitungan kalender tersebut adalah…

    a). rotasi bulan

    b). rotasi bumi

    c), revolusi bulan

    d). revolusi bumi

    Jawaban: c

    3). Contoh Soal Pergantian Siang Malam Akibat Rotasi Bumi,

    Akibat rotasi bumi adalah…

    a). gerak semu tahunan matahari

    b). pergantian siang malam

    c). perubahan musin

    d). perubahan fase fase bulan

    jawaban: b

    4). Contoh Soal Ciri Planet Uranus,

    Planet yang sumbu rotasinya miring 97,770 sehingga seperti sebuah bola yang menggelinding adalah…

    a). Jupiter

    b). saturnus

    c). neptunus

    d). Uranus

    Jawaban: d

    5). Contoh Soal Revolusi Bumi Perhitungan Kalender Syamsiah,

    Perhitungan penanggalan syamsiah di dasarkan pada…

    a). revolusi bulan terhadap  bumi selama 29,5 hari

    b). revolusi bumi terhadap matahari selama 364,25 hari

    c). revolusi bulan terhadap matahari selama 366 hari,

    d). revolusi bumi terhadap matahari selama 356 hari.

    Jawaban: b

    6). Contoh Soal Ciri Planet Jupiter,

    Perhatikan ciri ciri planet berikut…

    1). dapat dilihat secara langsung dari bumi

    2). planet raksasa dengan kandungan gas terbesar

    3). kala rotasi paling cepat

    Planet yang memiliki ciri ciri tersebut adalah…

    a). saturnus

    b). Jupiter

    c). venus

    d). mars

    Jawaban: b

    7). Contoh Soal Urutan Letak Planet Setelah Bumi,

    Urutan letak tiga planet setelah bumi adalah…

    a). mars, jupter, saturnus

    b). merkurius, venus, mars

    c). mars, Uranus, neptunus,

    d). Jupiter, saturus, Uranus,

    jawaban a

    8). Contoh Soal Waktu Edar Terlama Planet,

    waktu edar terlama dimiliki oleh planet…

    a). pluto

    b). Uranus,

    c). yupiter

    d). saturnus

    jawaban a

    9). Contoh Soal Akibat Rovolusi Bumi,

    salah satu akibat dari revolusi bumi adalah terjadinya…

    a). perbedaan waktu

    b). pergentian musin

    c). pergantian siang dan malam

    d). gerak semu matahari,

    Jawaban b

    10). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,

    Perhatikan peristiwa peristiwa berikut ini…

    1). pergantian musim

    2). pergantian siang dan malam

    3). perbedaan lama siang dan malam

    4). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia

    5). matahari seolah olah bergerak dari timur ke barat

    6). matahari seolah olah mengalami pergeseran dari khatulistiwa

    Peristiwa yang terjadi akibat rotasi bumi adalah…

    a). 1,3 dan 5

    b). 1,3 dan 6

    c). 2,4 dan 5

    d). 2,4 dan 6

    Jawaban: c

    11). Contoh Soal Akibat Peredaran Bumi,

    Akibat dari peredaran bumi mengitari matahar antara lain adalah…

    a). Pergantian musim

    b). perbedaan waktu di bumi

    c). pergantian siang dan malam

    d). gerak semu harian matahari

    Jawaban: a

    12). Contoh Soal Tahun Kabisat 355 Hari,

    Tahun kabisat berumur 355 hari, penanggalan ini berdasarkan pada Gerakan…

    a). bumi berputar pada porosnya

    b). bulan mengitari matahari

    c). bumi mengitari matahari

    d). bulan mengitari bumi

    Jawaban: d

    13). Contoh Soal Planet Terpanas,

    Planet dalam tata surya dikenal dengan sebutan bintang fajar dan bintang senja, Nama planet tersebut adalah…

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). venus

    d). mars

    Jawaban; c

    14). Contoh Soal Planet Merah,

    Planet yang memiliki dua satelit dan dikenal dengan sebutan planet merah, Nama planet tersebut adalah…

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). venus

    d). mars

    Jawaban; d

    15). Contoh Soal: Planet Terkecil dan Terkecil,

    Planet terdekat dengan matahari dan terkcil adalah…

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). venus

    d). mars

    Jawaban; a

    16). Contoh Soal: Planet Venus Bintang Kejora Bintang Barat Bintang Timur,

    Planet yang dikenal dengan nama bintang kejora adalah,..

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). venus

    d). mars

    Jawaban; c

    16). Contoh Soal: Planet Terluar Neptunus 4 Cincin 11 Satelit,

    Planet terluar dan memiliki 4 cincin dan 11 satelit adalah

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). Neptunus

    d). mars

    Jawaban; c

    17). Contoh Soal Phobos dan Deimos Satelit Mars,

    Planet yang mempunyai satelit phobos dan deimos adalah…

    a). merkurius

    b). Jupiter

    c). Saturnus

    d). mars

    Jawaban; d

    18). Contoh Soal Satelit Benda Langit Mengelilingi Planet,

    Benda ruang angkasa yang mengelilingi sebuah planet disebut dengan…

    a). komet

    b). meteorid

    c). asteroid

    d). satelit

    Jawaban; d

    18). Contoh Soal Meteorid Benda Ruang Angkasa Bebatuan Kecil,

    Kumpulan bebatuan kecil yang mengapung di ruang angkasa adalah..

    a). komet

    b). meteorid

    c). asteroid

    d). satelit

    Jawaban; b

    19). Contoh Soal Revolusi Bulan Kalender Komariah,

    Pernyataan di bawah ini yang benar adalah…

    a). kalender hijriah didasarkan pada lamanya bumi mengelilingi matahari,

    b). kalender syamsiah didasarkan pada lamanya bulan mengelilingi bumi,

    c). kalender komariah didasarkan pada kala revolusi bulan

    d). kalender masehi didasarkan pada kala revolusi bulan

    Jawaban: c

    20). Contoh Soal Dasar Perhitungan Tahun Hijriah,

    Perhitungan tahun hijriah didasarkan pada…

    a). kala revolusi bulan terhadap bumi,

    b). kala revolusi bulan terhadap matahari,

    c). kala revolusi bumi terhadap matahari,

    d). kala revolusi bulan dan kala revolusi bumi,

    Jawaban: a

    21). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,

    Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .

    a). registrasi

    b). rotasi

    c). revolusi

    d). resolusi

    Jawaban: c

    22). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,

    Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

    a). rotasi Bumi

    b). revolusi Bumi

    c). rotasi Bulan

    d). revolusi Bulan

    Jawaban: b

    23). Contoh Soal Gerhana Matahari,

    Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .

    a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris

    b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris

    c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris

    d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku

    Jawaban: a

    24). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,

    Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

    a). perbani

    b). purnama

    c). paruh

    d). maksimal

    Jawaban: b

    25). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,

    Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .

    a). bagian Bumi terkena umbra Bulan

    b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan

    c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi

    d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan

    Jawaban: a

    26). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,

    Gerak bumi pada porosnya disebut ….

    a). revolusi

    b). rotasi

    c). radial

    d). orbital

    Jawaban: b

    27). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

    Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah….

    27). Contoh Soal Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
    27). Contoh Soal Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: c

    28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

    Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa alam yaitu

    28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,
    28). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: a

    Rotasi Revolusi Bulan Bumi – Matahari: Pengertian Pengaruh Gerak Semu Fase Bulan: Contoh Soal Ujian

    Pengertian Planet Bumi: Planet bumi adalah planet yang berpenghuni. Di bumi terdapat atmosfir dan air dengan suhu udaranya sedang.

    Bumi juga terdapat gas oksigen yang memungkinkan makhluk hidup untuk hidup dan berkembang.

    Jarak bumi dari matahari adalah sekitar 149.600.000 km. Sedangkan Diameter Bumi adalah 12.756 km. Permukaan bumi terdiri dari 70% air dan 30% daratan.

    Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan. Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet dan tidak memiliki cahaya sendiri.

    Waktu revolusi bumi adalah 365,25 hari dan waktu rotasinya 23 jam 56 menit atau 24 jam.

    Rotasi Bumi – Bulan Revolusi Bumi Bulan,

    Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Waktu (kala) rotasi bumi adalah 23 jam lebih 56 menit 3 detik (dibulatkan 24 jam), dan dibulatkan 24 jam.

    Bumi berputar dari Barat ke Timur. Akibatnya, matahari selalu terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

    Bagian timur lebih dahulu mengalami siang. Bagian bumi yang terkena matahari akan mengalami siang. Sedangkan bagian bumi yang tidak terkena matahari akan mengalami malam.

    Pengaruh Rotasi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,


    Akibatnya rotasi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

    1). Pergantian siang dan malam hari

    2). Adanya perbedaan waktu dari tempat-tempat yang berbeda derajat bujurnya

    3). Adanya gerak semu harian dari matahari dan benda- benda langit yang seakan -akan bergerak dari timur ke barat

    4). Penggembungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi

    5). Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi

    Revolusi Bumi,

    Revolusi bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Bumi melakukan rotasi bersamaan dengan melakukan revolusi. Arah gerak revolusi bumi sama dengan arah gerak rotasi bumi, yaitu dari Barat ke Timur.

    Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau satu tahun untuk sekali berevolusi. Ketika berevolusi, sumbu bumi miring dengan arah yang sama yaitu 23,5o dari garis tegak lurus pada bidang edar (ekliptika).

    Pengaruh Revolusi Bumi Pada Kehidupan Sehari Hari Bumi,

    Akibatnya revolusi bumi akan menyebabkan hal- hal seperti berikut…

    a). Terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan,

    b). Terjadi perbedaan lamanya waktu malam dan siang,

    c). Perubahan kedudukan matahari.

    Gerak Semu Tahunan Matahari,

    Matahari sebenarnya tidak mengalami perubahan posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Bumi. Matahari seolah olah bergerak atau berpindah tempat. Gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari.

    Gerakan semu matahari menyababkan seolah- olah matahari  bergerak dari timur ke barat mengitari bumi, seolah-olah matahari terbit dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.

    Gambar berikut menunjukkan gerak semu tahunan Matahari.

    Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,
    Gambar Gerak Semu Tahunan Matahari,

    Tanggal 21 Maret – 21 Juni,

    Pada tanggal 21 Maret sampai dengan 21 Juni, belahan bumi utara mengalami siang lebih lama dibanding malam. Hal ini disebabkan kutub utara mendekati ke matahari, sebaliknya kutub selatan menjauhi matahari.

    Selama periode tiga bulan tersebut, belahan bumi utara mengalami musim semi dan belahan bumi selatan mengalami musim gugur.

    Tangal 21 Juni – 23 September,

    Pada tanggal 21 Juni sampai 23 September, kutub utara mulai menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan mendekati matahari.

    Pada periode tiga bulan ini belahan bumi utara mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.

    Tanggal 23 September – 22 Desember,

    Pada tanggal 23 September sampai tanggal 22 Desember belahan bumi utara menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi selatan mendekati matahari.

    Hal ini akan mengakibatkan belahan bumi utara mengalami musim gugur, sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi.

    Tanggal 22 Desember – 21 Maret,

    Pada tanggal 22 Desember sampai 21 Maret, belahan bumi selatan bergerak menjauhi matahari, sedangkan belahan bumi utara bergerak mendekati matahari.

    Pada periode tersebut belahan bumi selatan mengalami musim panas, sedangkan belahan bumi utara mengalami musim dingin.

    Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

    Secara singkat, pergerakan semu matahari dan pengaruhnya terhadap musin di bumi dapat dilihat pada table berikut

    Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,
    Tabel Pengaruh Gerak Semu Revolusi Bumi Terhadap Musim,

    Bulan Satelit Bumi,

    Bulan adalah satelit bumi. Bulan melakukan tiga Gerakan sekaligus, yaitu berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan bersama bumi beredar mengelilingi matahari.

    Periode revolusi bulan mengelilingi Bumi ternyata sama dengan periode rotasinya. Artinya, kecepatan bulan mengitari bumi sama dengan rotasi pada porosnya. Akibatnya, permukaan bulan terlihat dari bumi selalu sama.

    Rotasi Bulan

    Rotasi bulan adalah gerak perputaran Bulan pada porosnya.  Untuk satu kali bergerak berputar mengelilingi bumi, bulan memerlukan waktu selama 27,32  hari yang disebut satu bulan sideris.

    Sebenarnya, pada saat tersebut bumi telah bergerak mengitari matahari sejauh 27º. Jadi, bulan harus menempuh selisih jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relative terhadap matahari.

    Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan adalah 29½ hari yang disebut satu bulan sinodis (komariah).

    Jadi Waktu yang diperlukan Bulan untuk sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan.

    Bulan berotasi dari Barat ke Timur. Oleh karena itu, kita selalu melihat sisi yang sama setiap kali melihat Bulan.

    Pengaruh Rotasi Bulan Terhadap Kehidupan Sehari Hari Bumi,

    Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

    Revolusi Bulan

    Revolusi bulan adalah gerak perputaran Bulan dalam mengelilingi Bumi. Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit yang berbentuk elips.

    Oleh karena Bulan terus beredar mengelilingi Bumi maka tampak perubahan pada bagian Bulan yang terkena sinar matahari.

    Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari.

    Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari.

    Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Akibatnya, Bulan sering terlihat berubah bentuk.

    Perubahan Fase Bulan,

    Perubahan bentuk bulan selama revolusi disebut perubahan fase bulan. Satu daur penuh fase bulan terjadi selama 29,5 hari atau satu bulan.

    Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata- rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.

    Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan
    Gambar Perubahan Fase Bulan Selama Revolusi Bulan

    a). Fase Bulan Baru – Hari Pertama

    Bulan berada pada posisi 0°. Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari (Sisi bulan yang gelap) menghadap ke Bumi.  Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.

    b). Fase Bulan Sabit – Hari Keempat

    Bulan berada pada posisi 45°. Seminggu kemudian, setelah bulan baru, bulan yang berbentuk sabit terlihat di langit barat sesudah matahari tenggelam. Bulan tampak melengkung seperti sabit.

    Fase ini disebut Bulan sabit. Bentuk  Sabitnya menjadi semakin lebar hari demi hari hingga menjadi bulan separuh.

    c). Fase Bulan Separuh – Hari Kedelapan

    Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Separuh permukaan bulan menghadap Bumi dan hanya setengahnya yang terkena sinar matahari.

    Oleh karena itu, Bulan hanya terlihat separuhnya saja. Fase ini disebut Bulan paruh.

    d). Fase Bulan Purnama – Hari Keempat Belas

    Hari keempat belas Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Pada posisi ini Bumi berada di antara Bulan dan Matahari.

    Pada saat ini, Seluruh sisi bulan yang terkena cahaya matahari akan terlihat. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.

    Setelah bulan purnama, Penampakan Bulan mulai mengecil kembali, mulai dari fase bulan separuh, dan akhirnya kembali ke fase bulan baru.

    Bulan separuh dikatakan mengembang bila kenampakan Bulan semakin besar. Dan, Bulan separuh dikatakan menyusut bila kenampakannya menciut atau menjadi lebih kecil.

    Pengaruh Gaya Gravitasi Bulan – Pasang Surut Air Laut,

    Ukuran Bulan lebih kecil daripada bumi dan Gaya gravitasinya pun lebih kecil. Namun demikian, pengaruh bulan pada bumi cukup besar, khususnya tarikan gravitasinya.

    Air laut mengalami pasang surut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan. Pasang surut ialah naik dan turunnya permukaan air laut secara berulang ulang dengan waktu beraturan.

    Pada waktu malam hari, jarak antara bulan  bumi relative dekat, air laut tertarik oleh gravitasi bulan maka permukaan air laut naik atau terjadi pasang.

    Sebaliknya pada saat yang sama, bagian bumi yang mengalami waktu siang hari, posisi bulan dari bumi relatf jauh. Akibat pengaruh gaya gravitasi bulan relative kecil pada permukaan bumi sehingga di daerah ini permukaan air laut turun atau terjadi surut.

    Pasang atau air laut naik yang paling tinggi terjadi pada saat fase bulan utuh atau bulan purnama.

    1). Contoh Soal Akibat Rotasi Bumi,

    Peristiwa yang terjadi akibat rotasi Bumi adalah . . . .

    a). pergantian siang dan malam

    b). pasang surut air laut

    c). pergantian musim

    d). pergeseran posisi Matahari

    Jawaban: a

    2). Contoh Soal Gerakan Benda Mengelilingi Benda Lain,

    Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan . . . .

    a). registrasi

    b). rotasi

    c). revolusi

    d). resolusi

    Jawaban: c

    3). Contoh Soal Geak Semu Tahunan Matahari,

    Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

    a). rotasi Bumi

    b). revolusi Bumi

    c). rotasi Bulan

    d). revolusi Bulan

    Jawaban: b

    4). Contoh Soal Gerhana Matahari,

    Gerhana Matahari terjadi apabila . . . .

    a). Matahari – Bulan – Bumi terletak segaris

    b). Matahari-Bumi-Bulan terletak segaris

    c). Bumi-Matahari-Bulan terletak segaris

    d). Bumi-Matahari-Bulan membentuk sudut siku-siku

    Jawaban: a

    5). Contoh Soal Pasang Naik Pasang Surut Bulan Purnama,

    Pasang naik dan pasang surut yang terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

    a). perbani

    b). purnama

    c). paruh

    d). maksimal

    Jawaban: b

    6). Contoh Soal Gerhana Matahari Total,

    Gerhana Matahari total terjadi bila . . . .

    a). bagian Bumi terkena umbra Bulan

    b). bagian Bumi terkena penumbra Bulan

    c). umbra Bulan tidak sampai pada permukaan Bumi

    d). bagian Bumi terkena umbra dan penumbra Bulan

    Jawaban: a

    7). Contoh Soal Ujian Rotasi Gerak Bumi Pada Porosnya,

    Gerak bumi pada porosnya disebut ….

    a). revolusi

    b). rotasi

    c). radial

    d). orbital

    Jawaban: b

    8). Contoh Soal Waktu Bumi Rotasi,

    Bumi sekali berotasi selama ….

    a). 12 jam

    b). 24 jam

    c). 36 jam

    d). 1 tahun

    Jawaban: b

    9). Contoh Soal Ujian Bulan Matahari Bumi,

    Berikut bukan gerakan yang dilakukan bulan adalah ….

    a). berputar pada porosnya

    b). berputar vertikal

    c). mengelilingi bumi

    d). mengelilingi matahari

    Jawaban: b

    10). Contoh Soal Tahun Kabisat,

    Tahun berikut yang bukan tahun kabisat adalah ….

    a). 1988

    b). 1995

    c). 2000

    d). 2004

    Jawaban: b

    11). Contoh Soal Ujian Gerhana Bulan,

    Pada saat kedudukan bumi berada di antara matahari dan bulan, maka terjadi ….

    a). gerhana bulan

    b). penumbra

    c). gerhana matahari

    d). umbra

    Jawaban: a

    Rangkuman – Ringkasan Rotasi – Revolusi Bumi Bulan,

    Bumi memerlukan waktu sehari untuk satu kali rotasi dan setahun untuk satu kali revolusi.

    Rotasi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian siang dan malam, b). gerak semu harian Matahari, c). perbedaan waktu di berbagai tempat di dunia, dan d). perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi.

    Revolusi Bumi menyebabkan beberapa peristiwa, yaitu: a). pergantian musim dan b). gerak semu tahunan Matahari.

    Bulan melakukan rotasi dan revolusi dalam waktu yang sama, yaitu 29½ hari.

    Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu perbedaan bentuk revolusi, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari.

    Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan, yaitu perbedaan bentuk permukaan bulan yang terang dari hari ke hari.

    Gerhana Bulan terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi.

    Gerhana Matahari terjadi jika sinar Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.

    Pasang purnama terjadi pada saat Bulan purnama dan Bulan baru. Pasang perbani terjadi pada saat Bulan paruh.

    Peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Masehi.

    Peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dijadikan dasar untuk perhitungan tahun Hijriah atau tahun Komariyah.

     

    Gerhana Bulan Matahari – Kalender Masehi Hijriah – Umbra Penumbra Bumi – Contoh Soal Jawaban

    Pengertian Gerhana Matahari: Gerhana matahari adalah gerhana yang terjadi ketika posisi bulan terletak diantara bumi dan matahari sehingga matahari tertutup dan bumi menjadi gelap karna terhadang oleh bulan.

    Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi terletak pada satu garis. Cahaya matahari tidak sampai ke Bumi karena terhalang Bulan.

    Gerhana matahari terjadi ketika bulan sedang berada dalam fase bulan baru, ketika Bulan diapit oleh Matahari dan Bumi

    1 Gambar Gerhana Matahari,
    1 Gambar Gerhana Matahari,

    Jenis Gerhana Matahari,

    Gerhana matahari terdiri dari 3 jenis yaitu; gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari hibrida dan cincin.

    2 Gambar Gerhana Matahari Total Sebagian Cincin.
    2 Gambar Gerhana Matahari Total Sebagian Cincin.

    1). Gerhana Matahari Total,

    Gerhana matahari total adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian bumi berada pada umbra bulan. Sehingga cahaya matahari tertutup seluruhnya. Bagian Bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.

    Gerhana matahari total dapat berlangsung selama 7 menit, namun rata-rata hanya sekitar 2,5 menit.

    Gerhana matahari total dapat diamati oleh pendudukan bumi yang berada di daerah bayangan umbra.

    2). Gerhana Matahari Sebagian


    Gerhana matahari Sebagian adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bagian Bumi berada pada bagian penumbra Bulan.

    Sehingga sinar matahari hanya Sebagian yang masuk ke bumi. Peristiwa gerhana matahari sebagian dialami oleh pengamat di Bumi yang berada di daerah penumbra.

    3). Gerhana Matahari Cincin,

    Gerhana matahari cincin adalah gerhana yang terjadi apabila bulan tidak cukup untuk menutup sinar matahari. Sinar Matahari masih terlihat di sekeliling bayangan Bulan.

    Gerhana matahari cincin terjadi pada saat Bulan berada pada posisi terjauh dari Bumi ketika gerhana matahari total terjadi.

    Pengertian Gerhana Bulan,

    Gerhana bulan adalan gerhana yang terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus.

    Cahaya matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang oleh Bumi sehingga bayangan bumi menutupi sebagian atau keseluruhan bulan.

    3 Gambar Gerhana Bulan
    3 Gambar Gerhana Bulan

    Jenis Gerhana Bulan,

    Gerhana bulan dibedakan menjadi tiga yaitu, gerhana bulam total, gerhana bulan Sebagian dan gerhana bulan penumbra,

    1). Gerhana Bulan Total,

    Gerhana bulan total adalah gerhana bulan yang terjadi ketika bulan terletak di daerah umbra Bumi.

    Gerhana bulan total terjadi jika seluruh bagian bula berada dalam umbra bumi. Warna bulan menjadi suram kemerahan.

    2). Gerhana Bulan Sebagian,

    Gerhana bulan Sebagian adalah gerhana dimana Sebagian bulan berada terletak di daerah umbra bumi dan Sebagian lainnya berada pada daerah penumbra bumi.  Gerhana bulan sebaian bulan menyebabkan sinar buan terlihat Sebagian.

    3). Gerhana Bulan Penumbra Bumi,

    Gerhana bulan penumbra bumi adalah gerhana yang terjadi ketika seluruh bagian bulan berada pada daerah penumbra bumi. Warna bulan hampir sama dengan bulam yang cerah.

    Jenis Bayangan Bumi,

    Ada dua jenis bayangan bumi, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan kabur (penumbra).

    Pengertian Umbra – Bayangan Inti,

    Umbra adalah daerah bayangan jelas bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari.

    Bayangan inti atau bayangan umbra sama sekali tidak dilalui cahaya matahari, sehingga Daerah ini benar -benar gelap.

    Pengertian Penumbra,

    Penumbra adalah daerah bayangan kabur ( semu ) bumi yang terbentuk akibat separuh bagian bumi terkena sinar matahari yang sedikit.

    Bayangan kabur (penumbra) masih dilalui oleh cahaya matahari. Bayangan penumbra mengelilingi bayangan umbra.

    1). Contoh Soal Ujian: Bulan Keluar Dari Daerah Umbra,

    Apa yang terjadi ketika bulan telah keluar dari daerah umbra bumi…

    Jawaban,

    Jika bulan keluar dari umbra bumi maka gerhana bulan total akan berakhir dan menjadi gerhana bulan Sebagian. Jika bulan telah keluar dari umbra bumi akan masuk ke penumbra.

    2). Contoh Soal Ujian: Bulan Tepat Di Daerah Umbra,

    Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi terjadi gerhana…

    Jawaban:

    Ketika seluruh permukaan bulan berada tepat didaerah umbra bumi akan terjadi gerhana bulan total. Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra

    3). Contoh Soal Perbedaan Umbra Penumbra Bumi,

    Sebutkan perbedaan daerah Umbra dan penumbra bumi​

    Jawaban:

    Umbra adalah bayangan gelap/ bayangan inti bumi.

    Penumbra adalah bayangan samar-samar/kabur bumi.

    4). Contoh Soal Gerhana Bulan Terletak Dalam Umbra Bumi,

    Peristiwa gerhana bulan ketika bulan berada dalam daerah Umbra bumi disebut​

    Jawaban:

    Gerhana bulan dan bulan berada dalam daerah umbra Bumi, Maka terjadi gerhana bulan total,

    5). Contoh Soal: Ciri Gerhana Matahari,

    Perhatikan Pernyataan berikut:

    (1). bulan berada pada daerah umbra bumi

    (2). terjadi pada siang hari

    (3). posisi matahari bulan dan bumi berada pada satu garis lurus

    (4). sinar matahari terhalang bumi

    Pernyataan yang benar tentang gerhana matahari total ditunjukkan oleh nomor

    a). 1 dan 2

    b). 2 dan 3

    c). 2 dan 4

    d). 3 dan 4

    Jawaban: b

    6). Contoh Soal Ujian: Posisi Gerhana Bulan Sebagian,

    Perhatikan gambar berikut

    6). Contoh Soal Ujian Posisi Gerhana Bulan Sebagian
    6). Contoh Soal Ujian Posisi Gerhana Bulan Sebagian

    Posisi Bulan terhadap Matahari pada saat terjadi gerhana bulan Sebagian ditunjukkan oleh nomor…

    a). 1

    b). 2  

    c). 3

    d). 4

    Jawaban. b

    7). Contoh Soal: Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,

    Perhatikan gambar berikut

    7). Contoh Soal Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,
    7). Contoh Soal Posisi Awal dan Akhir Gerhana Bulan,

    Posisi bulan terhadap matahari dan bumi pada awal dan akhir gerhana bulan ditunjukkan oleh nomor…

    a). 1  dan 2

    b). 2 dan 3

    c). 3 dan 4

    d). 2 dan 4

    Jawaban. d

    8). Contoh Soal: Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,

    Perhatikan gambar dibawah ini

    8). Contoh Soal Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,
    8). Contoh Soal Posisi Bulan Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian,

    Posisi bulan nomor 2 pada gambar tersebut menunjukkan peristiwa…

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawaban: c

    9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

    Jika bulan berada pada posisi nomor 2 dan 4, gerhana yang terjadi adalah….

    9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,
    9). Contoh Soal: Gambar Posisi Bulan Pada Gerhana Bulan Sebagian,

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: c

    10). Contoh Soal: Gambar Gerhana Matahari Total,

    Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa alam yaitu

    10). Contoh Soal Gambar Gerhana Matahari Total,
    10). Contoh Soal Gambar Gerhana Matahari Total,

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: a

    11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,

    Perhatikan gambar berikut

    11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,
    11). Contoh Soal: Daerah Bumi Yang Mengalami Gerhana Matahari,

    Daerah yang mengalami gerhana matahari sebagian ditunjukkan pada nomor…

    a). 1

    b). 2 

    c). 3

    d). 4

    Jawaban. b

    12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,

    Perhatikan gambar berikut

    12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,
    12). Contoh Soal: Gerhana Matahari Total Di Muka Bumi,

    Gerhana yang dialami oleh penduduk di daerah yang ditunjukkan oleh nomor 2 adalah.

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana bulan Sebagian

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: a

    13). Contoh Soal: Gerhana Bulan – Bumi Antara Bulan Matahari

    Gerhana bulan terjadi jika … .

    a). Bumi berada di antara Bulan dan Matahari

    b). Bulan berada di antara Matahari dan Bumi

    c). Matahari berada di antara Bumi dan Bulan

    d). Bulan diapit Bumi dan Matahari

    Jawaban: a

    System Penanggalan – Kalender Masehi – Hijriah,

    Kalender adalah sebuah sistem untuk memperhitungkan waktu. Waktu dibagi ke dalam hari, minggu, bulan, dan tahun. Terdapat dua system kalender, yaitu Masehi dan Hijriah.

    Kalender Masehi – Syamsiah,

    Kalender masehi ditentukan berdasarkan  perhitungan peredaran Bumi mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi.

    Satu tahun kalender masehi sama dengan waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari.

    Waktu yang dibutuhkan bumi mengelilingi matahari adalah 365 hari 5 jam, 48 menit, 46 detik. Atau dapat diringkas menjadi 365,25 hari.

    Tahun Kabisat Masehi – Syamsiah,

    Sistem penanggalan Masehi – Syamsiah menetapkan bahwa dalam satu tahun terdapat 365 hari.

    Sementara itu, sisa seperempat hari dari setiap tahun dikumpulkan menjadi satu hari, setelah empat tahun.

    Yang 0,25 atau ¼ hari digabung menjadi 4 x ¼ = 1 hari diperoleh selama empat tahun. Yang satu hari ini ditambahkan ke tahun yang ke empat. Sehingga jumlah hari pada tahun ke empat adalah 366 hari.

    Oleh karena itu, setiap 4 tahun sekali, dalam setahun ada 366 hari. Dan tahun yang jumlah harinya 366 disebut tahun k  abisat.

    Satu hari hasil gabungan 4 x ¼ hari ini di letakan pada bulan Februari. Pada tahun tahun biasa (tahun bukan kabisat), jumlah hari dalam bulan Februari adalah 28 hari. Pada tahun kabisat, jumlah hari pada bula Februari menjadi 29 hari.

    Cara Menentukan Tahun Kabisat Masehi,

    Tahun kabisat dapat ditentukan dengan cara seperti berikut…

    a). Tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4, misalnya tahun 2012, 2016, 2020 dan seterusnya.

    b). Untuk tahun pergantian abad yaitu angka tahun kelipatan 100, tahun kabisat adalah tahun yang  angkanya habis dibagi 400. misalnya tahun 1600, 2000, 2400 dan seterusnya.

    Kalender Hijriah – Komariyah,

    Kalender hijriah adalah kalender yang ditentukan berdasarkan pada revolusi bulan. Bulan mengelilingi bumi selama 29,5 hari.

    Dalam satu tahun ada 12 bulan, sehingga jumlah hari dalam satu tahun adalah…

    29,5 x 12 = 354 hari

    Jadi satu tahun Hijriah adalah 354 hari.

    Angka setengah dari 29,5 hari digabungkan sehingga jumlah hari pada bulan bulan Hijriah adalah 29 dan 30 hari. Penentuan awal hari dalam kalender Hijriah dihitung sejak matahari tenggelam.

    Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,

    Tahun kabisat Hijriah memiliki jumlah hari sebayak 355 hari. Satu hari tambahannya diletakkan pada bulan Zulhijah. Dalam periode 30 tahun, kalender Hijriah mengalami 11 kali tahun Hijriah.

    13). Contoh Soal: Dasar Perhitungan Syamsiah Bumi Mengelilingi Matahari,

    Dasar perhitungan kalender Syamsiah adalah…

    a). perputaran bumi pada porosnya selama 23,5 jam

    b). perputaran bulan terhadap bumi selama 29,5 hari

    c). perputaran bumi mengelilingi matahari selama 365,25 hari

    d). perputaran bulan mengelilingi matahari selama 354 hari

    Jawab: c

    14). Contoh Soal: Kalender Hijriah Berdasarkan Revolusi Bulan Terhadap Bumi,

    Satu Tahun pada kalender Hijriah terdiri dari 354 hari, Hal ini didasarkan pada perhitungan

    a), kala rotasi Bulan

    b). kala rotasi bumi

    c). kala revolusi bulan

    d). kala revolusi bumi

    Jawab: c

    15). Contoh Soal: Tahun Syamsiah,

    Dasar perhitungan tahun Syamsiah adalah….

    a).  rotasi Bulan

    b). rotasi bumi

    c). revolusi bulan

    d). revolusi bumi

    Jawab: d

    16). Contoh Soal: Tahun Kabisat 4 Tahun Sekali,

    Setiap 4 tahun sekali, jumlah hari dalam satu tahun menjadi 366 hari. Tahun tersebut disebut…

    a). tahan syamsiah

    b). tahun hijriah

    c). tahun masehi

    d). tahun kabisat

    Jawab: d

    17). Contoh Soal: Kalender Berdasarkan Bulan Mengelilingi Bumi,

    Kalender atau penanggalan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi adalah…

    a). tahan syamsiah

    b). tahun hijriah

    c). tahun masehi

    d). tahun kabisat

    Jawab: b

    18). Contoh Soal: Rovolusi Bumi Terhadap Matahari 365.25 Hari,

    Bumi berevolusi mengelilingi matahari selama…

    a). 366 hari

    b). 365 hari

    c). 354 hari

    d). 365.25 hari

    Jawab: d

    19). Contoh Soal: Kalender Masehi,

    Kalender Masehi dibuat berdasarkan…

    a). perputaran bulan mengelilingi bumi

    b). perputaran bumi mengelilingi matahari

    c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari

    d). perputaran matahari mengelilingi bumi

    Jawab: b

    20). Comtoh Soal: Kalender Hijriah,

    Kalender Hijriah dibuat berdasarkan…

    a). perputaran bulan mengelilingi bumi

    b). perputaran bumi mengelilingi matahari

    c). perputaran bumi dan bulan mengelilingi matahari

    d). perputaran matahari mengelilingi bumi

    Jawab: a

    21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,

    Perhatikan gambar di bawah berikut.

    21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,
    21). Contoh Soal: Gambar Bentuk Gerhana Matahari Cincin,

    Gambar tersebut menunjukkan bentuk gerhana…

    a). Gerhana matahari total

    b). Gerhana bulan total

    c). Gerhana matahari cincin

    d). Gerhana matahari Sebagian

    Jawab: c

    22). Contoh Soal: Bulan Pada Bayangan Inti Bumi,

    Gerhana bulan total terjadi jika…

    a). bulan tertutup oleh bayangan penumbra bumi.

    b). bulan berada di antara matahari dan bumi

    c). bulan berada di bayangan inti bumi

    d). bulan segaris lurus dengan matahari dan bumi

    Jawab: c

    23). Contoh Soal: Akibat Rotasi Bumi,

    Akibat rotasi bumi, antara lain terjadi

    a). perbedaan waktu

    b). perbedaan tempat

    c). pergantian musim

    d). perbedaan iklim

    Jawaban: a

    24). Contoh Soal: Akibat Revolusi Bumi,

    Salah satu akibat revolusi bumi adalah terjadinya

    a). perbedaan waktu

    b). pergantian musim

    c). pergatian siang malam

    d). gerak semu matahari

    Jawaban: b

    25). Contoh Soal: Akibat Bulan Mengelilingi Matahari,

    Perputaran bulan mengelilingi matahari mengakibatkan…

    a). bagian yang menghadap bumi selalu sama

    b). bagian bulan yang menghadap bumi berubah ubah

    c). luas bagian bulan yang terkena sinar matahari berbeda

    d). luas bagian  bulan yang terkena sinar matahari selalu sama,

    Jawaban: c

    Contoh Soal: Penanggalan Satu Tahun 12 Bulan Januari Desember,

    Sistem penanggalan yang membagi tahun ke dalam dua belas bulan yaitu bulan Januari hingga bulan Desember adalah penanggalan menggunakan tahun … .

    a). Hijriah

    b). Komariyah

    c). Masehi

    d). kabisat

    Jawab: c

    Contoh Soal: Revolusi Bumi Dasar Perhitungan Syamsiah,

    Revolusi bumi dijadikan dasar dalam perhitungan tahun … .

    a). Komariyah

    b). Hijriah

    c). kabisat

    d). Syamsiah,

    Jawaban: d

    Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Hijriah – Komariyah,

    Kalender Hijriah mengenal tahun kabisat yang lamanya … .

    a). 364,25 hari

    b). 365 hari

    c). 355 hari

    d). 354 hari

    Contoh Soal Ujian: Jumlah Hari Tahun Kabisat Syamsiah Masehi,

    Kalender Masehi mengenal tahun kabisat yang lamanya … .

    a). 364,25 hari

    b). 365 hari

    c). 366 hari

    d). 354 hari

    Jawaban: c

    Pengindraan Jauh: Pengertian Manfaat Jenis Komponen Citra Foto Wahana Sensor

    Pemgertiam Pengindraan Jauh: Di negara Inggris, pengindraan jauh dikenal dengan remote sensing, di negara Prancis dikenal dengan teledection, di negara Spanyol disebut sensoria remote, di negara Jerman disebut femerkundung, dan di negara Rusia disebut distansionaya. Di Indonesia pengindraan jauh lebih dikenal dengan istilah indraja yang merupakan singkatan dari pengindraan jauh atau remote sensing.

    Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lillesand dan Kiefer,

    Menurut Lillesand dan Kiefer, Pengindraan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, atau gejala yang dikaji.

    Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Curran,

    Menurut Curran, Pengindraan jauh (remote sensing) adalah penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna

    Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Lindgren,

    Menurut Lindgren Pengindraan jauh adalah berbagai teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisis tentang bumi.

    Pengertian Pengindraan Jauh Menurut Everett dan Simonett

    Menurut Everett dan Simonett, penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, karena terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi tentang permukaan bumi. Ilmu ini harus dikoordinasi dengan beberapa pakar ilmu lain seperti ilmu geologi, tanah, perkotaan, dan sebagainya.

    Pengertian  Pengindraan Jauh Menurut American Society of Photogrametry,


    Menurut American Society of Photogrametry Pengindraan jauh adalah pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung atau bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji.

    Manfaat Pengindraan Jauh Bidang Hidrologi,

    1). pemantauan daerah aliran sungai dan konservasi sungai,

    2). pemantauan luas daerah dan intensitas banjir, dan

    3). pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai.

    Manfaar Pengindraan Jauh Ilmu-ilmu kebumian

    1). pemetaan permukaan bumi,

    2). menentukan struktur geologi,

    3). pemantauan distribusi sumber daya alam,

    4). pemantauan lokasi, kerusakan dan jenis vegetasi hutan,

    5). pemantauan adanya bahan tambang antara lain uranium, emas, minyak bumi, batubara, timah, dan kekayaan laut,

    6). pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut, dan

    7). pemantauan di bidang pertahanan dan bidang militer

    Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Kelautan

    1). pengamatan fisis laut,

    2). pengamatan pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah, dan frekuensi),

    3). mencari lokasi upwelling dan distribusi suhu permukaan, dan

    4). studi perubahan pantai, erosi sedimentasi (Landsat dan SPOT).

    Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Meteorologi

    1). untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan jenis awan dan kandungan air dan udara,

    2). untuk membantu menganalisis cuaca dan peramalan atau prediksi dengan menentukan daerah tekanan tinggi dan daerah tekanan rendah, daerah hujan, serta badai siklon, dan

    3). mengamati sistem atau pola angin permukaan.

    Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Tata Guna Lahan

    Dapat memberikan informasi tentang keadaan lahan, citra dapat digunakan untuk membantu perencanaan tata guna tanah, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, areal pertanian, dan areal hutan.

    Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Bidang Geografi

    1). Bagi para peneliti bidang geografi, citra mampu memberikan data geografi, sehingga memudahkan untuk melihat hubungan antara fenomena yang satu dan fenomena yang lain serta dalam pengambilan suatu keputusan.

    2). Selain itu citra juga dapat digunakan untuk menjelaskan pola keruangan baik secara parsial maupun secara kompleks

    Manfaar Pengindraan Jauh Bidang Tata Ruang dan Pemetaan Daerah Bencana

    1). Citra dapat memberi petunjuk untuk pemetaan daerah bencana alam secara cepat pada saat terjadi bencana. Misalnya pemetaan daerah gempa bumi, daerah banjir, daerah yang terkena angin ribut, atau letusan gunung berapi.

    2). Citra merupakan alat yang baik untuk memantau perubahan yang terjadi di suatu daerah, seperti pembukaan hutan, pemekaran kota, perubahan kualitas lingkungan, dan sebagainya.

    3). Citra juga dapat digunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dan sekaligus untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan kejadian di masa yang akan datang.

    Kelebihan – Keunggulan Citra Pengindraan Jauh

    Citra mempunyai beberapa kelebihan atau keunggulan yang diantaranya adalah  sebagai berikut.

    1). Citra dapat dibuat secara cepat walaupun untuk daerah yang sulit dijelajahi.

    2). Ketelitian citra dapat diandalkan, khususnya untuk daerah teritorial atau daratan.

    3). Daerah jangkauan citra sangat luas.

    4). Pemakaian citra dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya

    Kekurangan – Keterbatasan Citra Pengindraan Jauh

    Kekurangan atau keterbatasan utama dari citra pengindraan jauh adalah sebagai berikut.

    1). Tidak semua data dapat disadap. Data yang diperoleh terbatas pada data objek atau gejala yang tampak langsung pada citra.

    2). Ketelitian hasil interpretasi citra sangat tergantung pada kejelasan wujud objek atau gejala pada citra dan tergantung pula pada karakteristik yang digunakan untuk menyidiknya.

    Citra Penginderaan Jauh,

    Citra adalah gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau.

    Contoh Citra,

    Contoh citra adalah memotret tanaman bunga di sebuah taman rumuah. Citra taman di halaman rumah yang berhasil dibuat merupakan citra taman tersebut.

    Pengertian Citra Menurut Hornby,

    Menurut Hornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau alat sensor lain.

    Pengertian Citra Menurut Simonett dan Kawan-kawan,

    Menurut Simonett dan Kawan-kawan, citra adalah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang diperoleh dengan cara optik, elektroptik, optik-mekanik, atau elektromekanik.

    Jenis Jenis Citra Pengindraan Jauh,

    1). Citra Foto – Foto Udara,

    Citra foto – foto udara adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft) ketinggian antara 1.000–9.000 meter dari permukaan bumi.

    2). Citra Udara dan Multispectral Scanner Data,

    Citra Udara dan Multispectral Scanner Data adalah citra yang diperoleh dengan Pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft) dengan ketinggian sekitar 18.000 meter dari permukaan bumi.

    3). Citra Satelit,

    Citra satelit adalah citra yang diperoleh melalui Satelit dengan ketinggian antara 400–900 km dari permukaan bumi.

    Jenis Citra Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,

    Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto ultraviolet, foto orthokromatik, foto pankomatrik,

    1). Foto Ultraviolet

    Foto Ultraviolet adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.

    Cirinya adalah mudah untuk mengenali beberapa objek karena perbedaan warna yang sangat kontras. Kelemahan dari citra foto ini adalah tidak banyak informasi yang dapat disadap.

    Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, batuan kapur, juga untuk mengetahui, mendeteksi, dan memantau sumber daya air.

    2). Foto Pankromatik Hitam Putih

    Panjang gelombang yang digunakan 0,4–0,7 mm. Wujud objek pada foto ini tampak seperti wujud aslinya. Perbedaan vegetasi sulit ditangkap dari foto jenis ini karena perbedaan nilai pantulan kecil.

    3). Foto Pankromatik Berwarna,

    Sifat-sifat foto ini hampir sama dengan foto pankromatik hitam putih. Tetapi pengenalan objek pada foto ini lebih mudah karena warna serupa dengan warna asli objek yang direkam.

    Proses pembentukan warna pada foto udara ini melalui proses aditif maupun substraktif. Proses aditif dilakukan dengan memadukan warna aditif primer, yaitu warna biru, hijau, dan merah. Seperti proses pembentukan warna pada televisi warna.

    Berbeda dengan aditif, proses substraktif dilakukan dengan memadukan warna kuning, cyan, dan magenta.

    4). Foto Ortokromatik

    Foto Ortokromatik adalah foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer).

    Cirinya banyak objek yang bisa tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai karena filmnya peka terhadap objek di bawah permukaan air hingga kedalaman kurang lebih 20 meter.

    5). Foto Inframerah Hitam Putih,

    Panjang gelombang yang digunakan 0,7–0,9 mm. Pantulan vegetasi bersifat unik karena berasal dari bagian dalam vegetasi. Sehingga baik untuk membedakan jenis vegetasi sehat dan tidak sehat.

    6). Foto Inframerah Berwarna,

    Mempunyai karakteristik yang sama dengan foto inframerah hitam putih. Tetapi pada foto ini lebih mudah membedakan vegetasi dengan objek lain, karena vegetasi tampak dengan warna merah.

    7). Foto Multispektral,

    Foto jamak yang menggambarkan suatu daerah dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda.

    Umumnya digunakan empat saluran, yaitu: biru, hijau, merah, dan inframerah dekat, dengan panjang gelombang 0,4–0,5 mm, 0,5–0,6 mm, 0,6–0,7 mm, 0,6–0,7 mm, dan 0,7–0,9 mm.

    Pada foto ini objek lebih mudah dibedakan satu sama lain pada saluran/pita sempit sehingga pengenalannya lebih mudah.

    Jenis  Citra Foto Berdasarkan Arah Sumbu Kamera ke Permukaan Bumi,

    Berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan bumi, citra foto dapat dibedakan menjadi 2, yaitu foto vertikal (tegak) dan foto condong (miring).

    1). Foto Vertikal – Foto Tegak – Otro Photograph,

    Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph) adalah foto yang menggunakan arah sumbunya tegak luruh dengan objek. Foto dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.

    2). Foto Agak Condong,

    Foto agak condong adalah foto yang menggunakan sumbu kamera yang menghasilkan foto yang agak condong.

    Foto Condong – Miring – Oblique Photograph,

    Foto condong atau miring (oblique photograph) adalah foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi.

    Sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar, tetapi bila sudut condongnya masih berkisar antara 1 – 4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal

    Jenis Citra Foto Berdasarkan Jenis Kamera,

    Berdasarkan jenis kamera yang digunakan, citra foto dapat dibedakan menjadi foto tunggal dan foto jamak.

    1). Foto Tunggal,

    Foto tunggal adalah foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar satu lembar foto.

    2). Foto Jamak,

    Foto jamak adalah beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.

    Jenis Citra Foto Berdasarkan Warna,

    Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi dua, yaitu foto berwarna semu dan foto berwarna asli.

    1). Foto Berwarna Semu – False Color – Foto Infra Merah,

    Foto berwarna semu (false color) atau foto infra merah berwarna adalah  foto yang menggunakan bukan warna sebenarnya. Pada foto ini warna objek tidak sama dengan warna foto.

    Contoh Foto Berwarna Misalnya pada foto suatu vegetasi berwarna merah sedangkan warna aslinya adalah hijau.

    2). Foto Warna Asli – True Color,

    Foto warna asli (true color) adalah foto pankromatik berwarna yang menggunakan warna asli atau sesuai dengan warna objek.

    Dalam foto berwarna asli lebih mudah penggunaannya karena foto yang tergambar mirip dengan objek aslinya.

    Jenis Citra Foto Berdasarkan Wahana yang Digunakan

    Berdasarkan wahana yang digunakan, citra foto dapat dibagi menjadi foto udara dan foto satelit.

    1). Foto Udara,

    Foto udara adalah foto yang dibuat dari pesawat/balon udara.

    2). Foto Satelit – Foto Orbital,

    Foto satelit atau foto orbital adalah foto yang dibuat dari satelit.

    Jenis Citra Non-Foto,

    Citra non-foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor bukan kamera. Citra non-foto juga dapat dibedakan berdasarkan spektrum elektromagnetik, sumber sensor, dan sistem wahana yang digunakan.

    Citrs Non – Foto Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik,

    1).  Citra Inframerah Termal,

    Citra inframerah termal adalah citra yang dibuat berdasarkan spektrum inframerah termal.

    2). Citra Radar – Citra Gelombang,

    Citra radar dan citra gelombang mikro adalah  citra yang dibuat dengan sistem gelombang mikro.

    Jenis Citra Non – Foto Berdasarkan Sumber Sensor

    1). Citra Tunggal,

    Citra tunggal adalah citra yang dibuat dengan sensor tunggal yang salurannya lebar.

    2). Citra Non Foto Multispectral,

    Citra multispectral adalah citra yang dibuat dengan sensor jamak yang salurannya sempit.

    Jenis Citra  Non – Foto Berdasarkan Wahana

    1). Citra Dirgantara,

    Citra dirgantara adalah citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara.

    2). Citra Satelit,

    Citra satelit adalah citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar

    Jenis Sensor Pengindraan Jauh,

    Sensor berfungsi sebagai alat perekam objek yang sedang diselidiki. Setiap sensor mempunyai tingkat kepekaan yang berbeda-beda.

    Sensor dalam pengindraan jauh dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sensor aktif dan sensor pasif.

    1). Sensor Aktif,

    Sensor aktif adalah suatu alat yang dilengkapi dengan pemancar dan alat penerima pantulan gelombang.

    Contoh Sensor Aktif Pengindraan Jauh,

    Contoh pengindraan jauh radar dan pengindraan jauh sonar.

    2). Sensor Pasif,

    Sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima berupa pantulan gelombang elektromegnetik

    Jenis Sensor Berdasarkan Rekamannya,

    Berdasarkan proses perekamannya, sensor dibedakan ke dalam sensor fotografik dan sensor elektronik.

    1). Sensor Fotografik,

    Proses perekamannya berlangsung secara kimiawi. Tenaga elektromagnetik diterima dan direkam pada emulsi film yang bila diproses akan menghasilkan foto.

    Apabila pemotretan dilakukan dari pesawat udara atau wahana lainnya, fotonya disebut foto udara. Tapi bila pemotretan dilakukan dari antariksa atau menggunakan satelit, fotonya disebut citra satelit atau foto satelit.

    2). Sensor Elektronik

    Sensor ini menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik. Alat penerima dan perekamannya berupa pita magnetik atau detektor lainnya.

    Sinyal elektrik yang direkam pada pita magnetik ini kemudian diproses menjadi data visual maupun data digital yang siap dikomputerkan

    Wahana

    Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau. Wahana sering pula dinamakan mediator.

    Komponen Pengindraan Jauh,

    Langkah- Langkah Interpretasi Citra,

    Untuk mendapatkan data geografi dari hasil pengindraan jauh harus dilakukan beberapa langkah terlebih dahulu.

    1). Deteksi

    Deteksi adalah upaya mengetahui benda dan gejala di sekitar lingkungan dengan menggunakan alat pengindera (sensor).

    2). Identifikasi

    Objek yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor. Terdapat tiga ciri-ciri utama yang dapat dikenali, yaitu spektral, spasial, dan temporal.

    Ciri Spektral,

    Spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek yang dinyatakan dengan rona dan warna.

    Ciri Spatial,

    Spatial adalah ciri yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, situs, dan asosiasi.

    Ciri Temporal,

    Ciri temporal adalah ciri yang  terkait dengan kondisi benda pada saat perekaman.

    3). Pengenalan

    Pengenalan adalah proses klasifikasi terhadap objek secara langsung yang tampak didasarkan pengetahuan lokal atau pengetahuan tertentu.

    4). Analisis

    Analisis bertujuan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai citra yang sama dengan identitas objek.

    5). Deduksi

    Deduksi adalah pemrosesan berdasarkan pada bukti yang mengarah kearah yang lebih khusus. Bukti ini diperoleh dari objek yang tampak langsung.

    6). Klasifikasi

    Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal ini merupakan interpretasi citra karena pada tahap inilah kesimpulan dan hipotesis dapat diambil.

    7). Idealisasi

    Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil interpretasi citra kedalam bentuk peta yang siap pakai.

    Rangkuman – Ringkasan

    1). Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji.

    2). Komponen sistem pengindraan jauh terdiri atas sumber tenaga, atmosfer, interaksi antara tenaga dan objek, sensor, perolehan data, dan pengguna data.

    3). Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil pengindraan yang telah dicetak.

    4). Citra hasil pengindraan jauh dibedakan menjadi dua, yaitu citra foto dan citra nonfoto.

    5). Wahana diartikan sebagai kendaraan yang membawa alat pemantau.

    6). Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor yaitu ciri spasial, ciri spektral, dan ciri temporal.

    7). Sensor adalah alat yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu.

    8). Alat untuk menginterpretasi citra dibagi menjadi dua, yaitu stereoskopis dan nonstereoskopis.

    9 Pengenalan objek pada citra dapat dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu deteksi, identifikasi, dan pengenalan akhir.

    10). Dalam menginterpretasi citra, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu rona, bentuk, ukuran, tekstur, pola, atau susunan keruangan, situs, bayangan, dan asosiasi.

    11). Citra hasil pengindraan jauh dapat dimanfaatkan untuk beberapa bidang, antara lain bidang hidrologi, geologi, oceanografi, meteorologi,dan sebagainya.

     

    Peta: Pengertian – Jenis – Fungsi Skala Proyeksi Komponen Simbol Warna Lettering Orientasi Legenda

    Pengertian Peta, Istilah peta diambil dari bahasa Inggris yaitu map. Kata itu berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Secara sederhana Peta dapat diartikan sebagai gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas.

    1). Pengertian Peta Menurut ICA (International Cartographic Association),

    Menurut ICA (International Cartographic Association), Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

    2). Pengertian Peta Menurut Aryono Prihandito,

    Menurut Aryono Prihanndito, Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

    3). Pengertian Peta Menurut Erwin Raisz,

    Menurut  Erwin Raisz, Peta adalah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

    4). Pengertian Peta Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional – Bakosurtanal,

    Menurut badan koordinasi survey dan pemetaan nasional, Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

    Fungsi Peta,


    Beberapa fungsi peta diantaranya adalah…

    1). Peta menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi atau letak suatu daerah terhadap daerah lain yang berada di permukaan bumi

    2). Peta berfungsi menyajikan data tentang potensi yang dimiliki suatu daerah (sebagai sumber data);

    3). Menunjukkan ketinggian tempat atau sudut elevasi berbagai wilayah dan objek geografi lainnya.

    4). Peta sebagai tempat menyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;

    5). Memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.

    Tujuan Pembuatan Peta,

    Tujuan pembuatan peta antara lain adalah sebagai berikut:

    1). Membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,

    2). analisis data spasial, misalnya perhitungan volume,

    3). menyimpan informasi,

    4). membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan

    5). komunikasi informasi ruang.

    Komponen Peta,

    Komponen peta terdiri dari judul peta,  skala peta, garis tepi, sumber peta, garis astronomi, warna dan symbol,insert,

    1). Judul Peta,

    Judul peta merupakan identitas yang menggambarkan isi dan karakteristik peta yang Digambar,

    Contoh Judul Peta,

    Contoh judul peta adalah Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa., Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali, Peta Indonesia, dan lainnya.

    2). Garis Astronomis Peta,

    Garis lintang adalah garis khayal yang sejajar dengan garis khatulistiwa, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa. Garis astronomis berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat.

    Contoh  Garis Astronomis,

    Contoh  garis Astronomis adalah garis lintang dan garis bujur.

    3). Inset Peta,

    Inset adalah peta berukuran kecil yang disisipkan pada peta utama. Peta inset dapat diletakkan pada bagian sisi kiri, kanan, atau bawah peta. Kegunaannya untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan.

    4). Skala Peta,

    Skala peta merupakan perbandingan antara jarak di peta dan jarak sesungguhnya. Penulisan skala dapat berbentuk angka (numerik) dan garis (grafis).

    5). Garis Tepi (Border) Peta,

    Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.

    6). Tata Warna Peta,

    Penggunaan warna pada peta bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.

    7). Simbol Peta,

    Merupakan tanda-tanda konvensional yang umum dipakai untuk mewakili keadaan yang sesungguhnya ke dalam peta.

    8). Lettering Peta,

    Lettering ialah semua tulisan atau pun angka yang lebih mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada.

    9). Tahun Pembuatan Peta,

    Tahun pembuatan atau reproduksi berlainan dengan tahun keadaan peta.

    10).  Tanda Orientasi – Arah Mata Angin Peta,

    Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara.

    11). Legenda Peta,

    Legenda merupakan informasi yang disampaikan oleh peta, berguna untuk menjelaskan simbol-simbol yang terdapat dalam peta.

    Jenis Peta Berdasarkan Skala,

    Berdasarkan skalanya, peta dapat dikelompokan Peta Kadaster – Peta Teknik, Peta Skala Besar, Peta Skala Sedang,  Peta Skala Kecil, Peta Geografi – Peta Dunia.

    1). Peta Kadaster – Peta Teknik,

    Peta Kadaster -atau Peta Teknik mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis.

    Contoh Peta Kadaster – Peta Teknik,

    Contoh peta kadaster atau peta Teknik misalnya peta untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, Peta hak milik tanah dan sebagainya.

    2). Peta Skala Besar,

    Peta Skala Besar mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.

    Contoh Skala Peta Skala Besar,

    Contoh Peta skala besar adalah: Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah, Peta kota, Peta topografi.

    3). Peta Skala Sedang,

    Peta skala sedang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.

    Contoh Peta Skala Sedang,

    Contoh peta sedang adalah peta menggambarkan suatu provinsi,

    4). Peta Skala Kecil,

    Peta skala kecil mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.

    Contoh Peta Skala Kecil,

    Contoh peta kecil adalah peta menggambarkan suatu negara,

    5). Peta Geografi – Peta Dunia,

    Peta geografi atau peta dunia mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

    Contoh Peta Geografi – Peta Dunia,

    Contoh peta geografi adalah peta digunakan untuk menggambar benua atau dunia.

    Peta Umum,

    Peta umum adalah peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.

    Jenis Peta Umum,

    Peta umum dibagi menjadi peta topografi, peta chorografi, peta dunia,

    1). Peta Topografi,

    Peta topografi adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur.

    Garis Kontur,

    Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.

    Ciri – Ciri Garis Kontur,

    Sifat  garis kontur pada peta topografi antara lain adalah sebagai berikut.

    • Semakin rapat jarak antargaris kontur, maka semakin curam daerah tersebut. Begitu juga sebaliknya, semakin renggang jarak antargaris, maka semakin landai daerah tersebut
    • Bila ditemukan ada garis kontur yang bergerigi, hal tersebut menunjukkan di daerah tersebut terdapat depresi atau lembah

    2). Peta Chorografi,

    Peta chorografi adalah sebuah peta yang menggambarkan seluruh atau Sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi adalah atlas.

    3). Peta Dunia,

    Peta dunia adalah peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

    Jenis Peta Tematik,

    Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.

    1). Peta Kepadatan Pendudukan,

    Peta kepadatan penduduk: peta yang memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah.

    2). Peta Lokasi,

    Peta lokasi: peta yang menggambarkan letak suatu tempat.

    3). Peta Tanah,

    Peta tanah: peta yang menggambarkan jenis tanah pada daerah tertentu.

    4). Peta Irigasi,

    Peta irigasi: peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, saluran irigasi, bendungan, dan sebagainya.

    5). Peta Arkeologi,

    Peta arkeologi: peta yang menggambarkan persebaran benda-benda purbakala.

    6). Peta Kriminalitas,

    Peta kriminalitas: peta yang menggambarkan persebaran tingkat maupun jenis kejahatan di suatu daerah.

    7). Peta Geologi,

    Peta geologi: peta yang menggambarkan struktur dan jenis batuan pada suatu wilayah.

    8). Peta Transportasi,

    Peta transportasi: peta yang menggambarkan jalur-jalur lalu lintas, baik di darat, di air, maupun di udara.

    9). Peta Air Tanah,

    Peta air tanah: peta yang menggambarkan lokasi sebaran air tanah di suatu daerah.

    10). Peta Isohiet,

    Peta isohiet: peta yang menggambarkan banyaknya curah hujan di suatu daerah.

    Simbol Peta,

    Simbol pada sebuah peta, secara garis besar dapat digolongkan menjadi simbol warna, simbol titik, symbol garis, dan simbol wilayah.

    Adapun wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan dapat dibedakan atas wujud piktorial, geometrik, dan huruf.

    Simbol warna

    Berikut ini dijelaskan secara singkat penggunaan warna pada peta:

    1). Warna Coklat – Kenampakan Hipsografi atau Relief Muka Bumi,

    Kenampakan hipsografi atau relief muka bumi, menggunakan warna dasar coklat, dari coklat muda sampai coklat tua. Makin tua warna coklat makin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut. Lihat pada contoh peta di atas, warna coklat tua digunakan untuk daerah pegunungan.

    2). Warna Biru – Kenampakan Hidrografi atau Wilayah Perairan,

    Kenampakan hidrografi atau wilayah perairan (sungai, danau, laut), menggunakan warna dasar biru, dari biru muda (hampir putih) sampai biru tua (kehitaman). Makin tua warna biru makin dalam letak suatu tempat dari permukaan air laut. Perhatikan contoh peta, warna biru muda digunakan untuk laut dangkal dan warna biru tua untuk laut dalam.

    3). Warna Hijau – Kenampakan Vegetasi – Hutan, Perkebunan,

    Kenampakan vegetasi (hutan, perkebunan), menggunakan warna dasar hijau. Warna hijau juga digunakan untuk menggambarkan wilayah dataran rendah.

    4). Warna Merah – Hitam – Kenampakan Hasil Budaya Manusia,

    Kenampakan hasil budaya manusia (misal; jalan, kota, pemukiman, batas wilayah, pelabuhan udara), menggunakan warna merah dan hitam. Jalan raya dan kota biasanya digambarkan dengan simbol berwarna merah.

    Jalan kereta api, batas wilayah dan pemukiman, biasanya digambarkan dengan simbol berwarna hitam.

    5). Warna Putih – Kenampakan Es,

    Warna putih pada peta juga digunakan untuk menggambarkan kenampakan es di permukaan bumi, misalnya es di kutub utara dan selatan pada Peta Dunia.

    Simbol Titik – Peta,

    Simbol titik digunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang mengutamakan aspek letak.

    Contoh Simbol Titik Peta,

    Kenampakan- kenampakan yang menggunakan symbol titik  misalnya; gunung api, kota, danau, Pelabuhan udara, dan lain-lain.

    Jenis Simbol Titik Peta,

    Simbol titik pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni: symbol piktorial dan simbol geometrik.

    1). Simbol Piktorial – Peta,

    Simbol piktorial adalah simbol yang menggambarkan kenampakan geografis, khususnya kenampakan budaya (buatan manusia) yang mirip dengan keadaan sebenarnya.

    Contoh Simbol Piktorial,

    Contoh symbol pictorial Misalnya untuk menggambarkan Pelabuhan laut (menggunakan gambar jangkar), pelabuhan udara menggunakan gambar pesawat terbang, masjid (menggunakan gambar bulan bintang), rel kereta api, taman, dan lain-lain.

    Contoh Simbol Piktorial Peta 1
    Contoh Simbol Piktorial Peta 1

    2). Simbol Geometrik – Peta,

    Simbol geometrik adalah simbol yang menggunakan gambar- gambar berbentuk bangun geometrik,

    Contoh Simbol Geometrik,

    Contoh symbol geometric misalnya lingkaran, segitiga, persegi panjang, atau gabungannya.

    Contoh Simbol Geometrik Peta 2
    Contoh Simbol Geometrik Peta 2

    Simbol Huruf – Peta,

    Simbol huruf  merupakan symbol yang menggunakan huruf dan dipergunakan bersama- sama dengan simbol lain dan sifatnya melengkapi.

    Simbol huruf, umumnya menggunakan huruf awal atau inisial dari kata yang akan ditampilkan, bahkan terkadang menggunakan angka.

    Contoh Simbol Huruf – Peta,

    Contoh symbol huruf adalah huruf H = untuk hotel, S = untuk sekolah, P = pemukiman dan lainnya.

    Contoh Simbol Huruf – Peta 3
    Contoh Simbol Huruf – Peta 3

    Simbol Garis – Peta,

    Simbol garis dipergunakan untuk menggambarkan sifat (kualitas) kenampakan geografis yang bentuknya memanjang.

    Contoh Simbol Garis – Peta,

    Contoh symbol garis peta adalah sungai, garis pantai, jalan raya, jalan kereta api, dan batas wilayah.

    Contoh Simbol Garis – Peta 4
    Contoh Simbol Garis – Peta 4

    Jenis Simbol Garis Peta,

    Isolines – Simbol Garis,

    Isoline merupakan Simbol garis yang digunakan untuk menyatakan kuantitas. Isolines adalah garis garis di peta yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kesamaan dalam gejala geografis yang ditonjolkannya.

    Isopleth – Simbol Garis Peta,

    Isopleth adalah garis- garis di peta yang menghubungkan tempat dengan nilai distribusi yang sama. Isopleth dapat berupa sebagai berikut

    1). Isohipse – Simbol Garis Peta,

    Isohipse adalah garis -garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki ketinggian yang sama dari permukaan laut.

    2). Isobar – Simbol Garis Peta,

    Isobar adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.

    3). Isotherm – Simbol Garis Peta,

    Isotherm adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki suhu udara yang sama.

    4). Isohyet – Simbol Garis Peta,

    Isohyet adalah garis -garis yang menghubungkan tempat -tempat yang memiliki curah hujan yang sama.

    5). IsoseistaSimbol Garis Peta,

    Isoseista adalah garis- garis yang menghubungkan tempat- tempat yang memiliki kerusakan fisik yang sama akibat gempa bumi.

    Simbol Wilayah – Peta,

    Simbol wilayah disebut juga dengan simbol bidang atau simbol area. Simbol wilayah dipergunakan untuk menggambarkan kenampakan geografis berbentuk area.

    Contoh Simbol Wilayah – Peta,

    Contoh symbol wilayah adalah: kawasan pemukiman, areal persawahan, areal perkebunan, pulau, benua, dan lain-lain.

    Contoh Simbol Wilayah – Peta 5
    Contoh Simbol Wilayah – Peta 5

    Peta inset (peta sisipan),

    Peta inset merupakan peta yang disisipkan karena wilayah yang digambar

    merupakan bagian dari peta utama atau peta yang menggambarkan wilayah

    yang lebih luas daripada wilayah yang digambarkan.

    Sumber dan tahun pembuatan peta,

    Sumber memberikan kepastian pada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah dapat dipercaya dan akurat, dan bukan data fiktif atau hasil rekaan.

    Tahun pembuatan memberikan informasi apakah informasi dalam peta masih sesuai dengan keadaan sebenanya atau sudah ada perubahan.

    Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.

    Toponim – Peta,

    Toponim merupakan penamaan objek geografi di permukaan bumi. Setiap objek di permukaan bumi memiliki sejarah dan cerita. Oleh karena itu, penamaan objek tersebut harus menggunakan bahasa daerah setempat atau lokal.

    Proyeksi Peta,

    Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan di peta

    Pengertian Proyeksi Peta Menurut Arthur H. Robbinson,

    Menurut Arthur H. Robbinson esensi proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung ke bidang datar atau bidang konvensional.

    Jenis Proyeksi Peta,

    Metode proyeksi peta dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu  proyeksi langsung dan proyeksi double,

    1). Proyeksi Langsung (Direct Projection),

    Proyeksi langsung – direct projection adalah metode transformasi atau penggambaran obyek geografis secara langsung dari bidang elipsoida bidang proyeksi, seperti kertas (bidang datar), silinder, atau kerucut.

    2). Proyeksi Double,

    Proyeksi double adalah transformasi atau penggambaran obyek geografis secara bertingkat, dari bidang elipsoida bidang bola kemudian bidang bola ke bidang proyeksi.

    Bentuk-bentuk Proyeksi Peta,

    Menurut bidang proyeksinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu proyeksi azimuthal, proyeksi kerucut, dan proyeksi silinder.

    A). Proyeksi Azimuthal,

    Proyeksi azimuthal adalah  proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi bentuk ini terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

    1). Proyeksi Gnomonik,

    Proyeksi gnomonic adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak di pusat lingkaran.

    2). Proyeksi Stereografik,

    Proyeksi stereografik adalah proyeksi yang titik Y-nya berpotongan (berlawanan) dengan bidang proyeksi.

    3). Proyeksi Orthografik,

    Proyeksi orthografik adalah proyeksi yang titik Y-nya terletak jauh di luar lingkaran.

    B). Proyeksi Kerucut

    Proyeksi kerucut adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang kerucut yang melingkupinya. Puncak kerucut berada di atas kutub (utara) yang kemudian direntangkan.

    C). Proyeksi Silinder

    Proyeksi silinder adalah proyeksi yang diperoleh dengan jalan memproyeksikan globe pada bidang tabung (silinder) yang diselubungkan, kemudian direntangkan.

    D). Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM)

    Proyeksi UTM merupakan proyeksi silinder yang mempunyai kedudukan transversal, serta sifat distorsinya conform.

    Bidang silinder memotong bola bumi pada dua buah meridian yang disebut meridian standar dengan faktor skala1.

    Proyeksi Peta Modifikasi Gubahan (Proyeksi Arbitrary)

    diperoleh melalui perhitungannya.

    1). Proyeksi Bonne (Equal Area)

    Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)merupakan proyeksi yang baik untuk menggambarkan wilayah Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.

    Proyeksi Proyeksi Bonne (Equal Area)menggambarkan sudut dan jarak yang benar pada meridian tengah dan pada paralel standar, terdapat distorsi yang cukup besar apabila menjauhi meridian tengah.

    2). Proyeksi Mollweide

    Pada proyeksi Mollweide, tiap bagian mempunyai ukuran yang sama luas hingga ke wilayah pinggir proyeksi. Semakin mendekati kutub, ukuran berubah semakin kecil.

    3). Proyeksi Sinusoidal

    Proyeksi Sinusoidal menggambarkan sudut dan jarak yang tepat untuk wilayah meridian tengah. Sedangkan untuk wilayah khatulistiwa bisa digambarkan dengan luasan yang sesuai.

    Proyeksi Sinusoidal lebih dikenal oleh orang-orang di wilayah Amerika Selatan, Australia, dan Afrika, karena sesuai untuk menggambar wilayah tersebut.

    4). Proyeksi Mercator

    Proyeksi Mercator melukiskan Bumi di bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola Bumi, kemudian seolah-olah silindernya dibuka menjadi bidang datar.

    5). Proyeksi Homolografik (Goode)

    Proyeksi Homolografik (Goode) merupakan proyeksi perbaikan kesalahan pada proyeksi Mollweide.

    6). Proyeksi Gall

    Ciri khas yang dimiliki proyeksi ini adalah bentuk yang berbeda pada wilayah lintang yang mendekati kutub.

    Proyeksi Berdasarkan Sifat Asli yang Dipertahankan

    Ditinjau dari klasifikasi ini, proyeksi dibagi menjadi tiga, yaitu:

    1). Proyeksi Equivalent

    Proyeksi equivalent  mempertahankan luas daerah. Artinya luas daerah sebenarnya sama dengan luas daerah pada peta setelah dikalikan skala.

    2). Proyeksi Konform

    Proyeksi konform mempertahankan sudut-sudut sesuai dengan kenampakan di permukaan Bumi. Artinya skala yang dipertahankan adalah ketepatan sudut.

    3). Proyeksi Equidistant

    Proyeksi equidistant mempertahankan jarak sehingga jarak di atas muka Bumi sama dengan jarak di atas peta apabila dikalikan skala.

    Proyeksi Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetri

    Berdasarkan pembagian ini, proyeksi dibedakan menjadi:

    1). Proyeksi Normal

    Pada proyeksi normal adalah proyeksi dimana sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi.

    2). Proyeksi Miring

    Pada proyeksi miring adalah proyeksi dimana sumbu simetri membentuk sudut miring dengan sumbu Bumi.

    3). Proyeksi Transversal

    Sumbu simetri pada proyeksi ini tegak lurus sumbu Bumi atau terletak pada bidang ekuator (disebut juga proyeksi equatorial).

    Skala Peta,

    Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik peta dengan jarak yang sebenarnya di lapangan secara mendatar.

    Skala peta berfungsi sebaik memberi keterangan mengenai besarnya pengecilan atau redusi peta tersebut dari yang sesungguhnya.

    Jenis  Skala Peta

    Skala peta dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

    1). Skala Pecahan (Numeral Scale)

    Skala pecahan dinyatakan dalam rumus:

    Skala = (jarak pada peta)/(jarak sesungguhnya)

    Contoh Skala Pecahan – Numeric Scale

    Pada suatu peta tertulis skala = 1 : 1.000.000.

    Ini berarti jarak 1 cm dalam peta mewakili 1.000.000 cm atau 10 km dalam lokasi sesungguhnya.

    2). Skala Inci – Inci to Mile Scale

    Skala inci adalah  skala yang menunjukkan jarak 1 inci di peta sama dengan sekian mil di lapangan.

    Contoh Skala Inci – Inci to Mile Scale

    Pada suatu peta tertulis skala = 1 inc – 4 miles.

    Ini berarti 1 inci di dalam peta mewakili 4 mil di lapangan.

    3). Skala Grafik – Graphic Scale

    Skala grafik adalah skala yang ditunjukkan dengan garis lurus, yang dibagi menjadi beberapa bagian dengan panjang yang sama. Pada setiap bagian menunjukkan satuan panjang yang sama pula.

    Contoh Skala Grafik – Graphic Scale

    5 cm = 50 km

    Ini artinya jarak 1 cm dalam peta sama panjangnya dengan 10 km dalam lokasi sesungguhnya.

    Contoh Skala Grafik – Graphic Scale Peta 6
    Contoh Skala Grafik – Graphic Scale Peta 6

    Rangkuman – Ringkasan Peta,

    1). Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

    2). Peta dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, skalanya, objek yang dipetakan, dan informasi/isinya,

    3). Fungsi peta:

    a). menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi/letak suatu daerah terhadap daerah lain di permukaan bumi ke dalam bidang datar;

    b). sebagai sumber data yang dapat memberikan data tentang potensi suatu daerah;

    c). sebagai alat bantu analisis;

    d). sebagai alat penyimpan informasi dan alat penyajian hasil analisis;

    e). sebagai suatu hasil karya seni.

    4). Tujuan pembuatan peta antara lain menyimpan data yang ada di permukaan bumi, menganalisis data spasial seperti perhitungan volume, memberikan informasi dalam perencanaan tata kota dan permukiman, memberikan informasi tentang ruang yang bersifat alami, baik manusia maupun budaya

    5). Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala dapat dibedakan menjadi:

    a). skala verbal/inci,

    b). skala angka/pecahan, dan

    c). skala garis.

    6). Komponen-komponen peta antara lain judul peta, garis astronomis, inset, garis tepi peta, skala peta, sumber peta, tahun pembuatan, arah mata angin (orientasi), simbol peta, warna peta, legenda, lettering, dan proyeksi peta.

    7). Analisis lokasi industri terbagi atas dua yaitu berdasarkan teori susut dan biaya angkut barang, dan berdasarkan teori Weber.

    8). Syarat-syarat pembuatan peta adalah

    a). arahnya benar dan tepat,

    b). jarak, bentuk, serta luasnya mendekati yang sebenarnya, dan

    c). memiliki keterangan mengenai keadaan peta tersebut.

    8). Langkah utama pembuatan peta, yaitu

    a). pengumpulan data,

    b). perancangan peta berdasarkan data,

    c). pencetakan.

    9). Mengatur peta dengan benar yaitu menyejajarkan antara utara peta dan utara kompas.

    10). Resection, digunakan bila mengatur peta dengan benar, memilih dua buah titik yang sudah dikenal benar, bidik dengan kompas dan catat sudut-sudut yang didapat, tentukan arah utara peta, hitung dan gambar, buat perpanjangan garis hingga titik A dan B memotong di suatu titik dan perpotongan itu sebagai titik pengamat.

    11). Intersection yaitu menentukan letak suatu titik (sasaran) di medan atau di peta. Kegunaan intersection adalah untuk mengetahui posisi seseorang di peta, mengetahui secara tepat pesawat yang jatuh, atau lokasi kebakaran di suatu tempat di hutan.