Ikatan Logam: Pengertian Contoh Sifat Teori Lautan Awan Elektron Bebas Valensi Teori Drude-Lorentz

Pengertian Ikatan Logam. Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi antara atom-atom logam, baik atom-atom logam sejenis maupun yang berlainan. Electron pada kulit terluar dari atom logam memiliki ikatan yang lemah dengan inti atomnya. Hal ini membuat atom-atom logam cenderung melepaskan electron pada kulit terluarnya dan berubah menjadi ion positif. Electron-elektron pada kulit terluar ini dikenal sebagai electron valensi.

Dalam bentuk padat, atom-atom logam tersusun dalam susunan yang sangat rapat (closely packed). Atom-atom logam yang berada diantara atom-atom logam yang lainnya cenderung akan saling menutupi kelemahan ikatan dengan intinya dan membentuk suatu kesatuan yang disebut sebagai awan electron. Electron-elektron valensi dapat bergerak atau beredar dengan bebas.

Electron yang mudah bergerak ini merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh logam yaitu sifat konduktivitas listrik.  Karena Electron-elektron pada logam dapat bergerak dengan bebas, maka logam dikatakan sebagai material yang memiliki sifat konduktivitas listrik yang baik.

Teori Ikatan Logam

Teori ikatan logam kali pertama diperkealkan oleh Drude (1902), kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Lorentz (1916). Teori ikatan logam lebih dikenal dengan teori elektron bebas atau teori lautan elektron dari Drude-Lorentz.

Menurut teori Drude-Lorentz, electron electron dalam logam dapat berada dalam dua jenis  yaitu:

  • electron electron berada pada kulit kulit bagian dalam yang dekat inti dan terikat pada kisi ion – ion positf.
  • electron electron valensi atau electron konduksi yang bergerak bebas dan mengisi ruang antarkisi logam. Elektron electron valensi dipengaruhi oleh medan listrik atau panas.
ikatan-logam-pengertian-penjelasan-contoh-soal-perhitungan
Teori Ikatan-Logam-Lautan Elektron Valensi

Menurut teori Drude-Lorentz ini, kristal logam tersusun atas kumpulan ion – ion logam yang bermutan positif di dalam lautan electron bermuatan negative.

Ion ion positif terkunci di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal.  Ion ion positif atau kation- kation logam dan elektron valensi membetuk ikatan logam yang sangat kuat.

Elektron- elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruang ruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas.

Contoh Ikatan Logam

Contoh ikatan logam adalah ikatan yang terjadi logam besi, emas, perak, alumunium, nikel dan semua logam padat.

Sifat Sifat Logam

Adanya ikatan logam menyebabkan logam bersifat padat berwujud pada suhu kamar kecuali Hg, bersifat keras tapi lentur dan dapat ditempa, mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi, bersifat penghantar listrik dan panas yang baik, memiliki sifat mengilap.

a). Sifat Mengkilap Logam

Salah satu sifat yang dimiliki logam adalah sifat kilap permukaannya. Sifat ini dapat dijelaskan dengan teori Drude-Lorentz.

Teori Drude-Lorentz menjelaskan bahwa, ketika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam dapat menimbulkan sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi.

Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan semulai, maka akan disertai dengan pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. Peristiwa ini menimbulkan sifat mengkilap pada permukaan logam.

b). Sifat Konduktor Listrik Logam

Semua logam bersifat konduktor yaitu mampu menghantarkan listrik dengan baik. Daya hantar listrik yang dilimiliki oleh logam disebabkan adanya electron valensi yang bergerak bebas dalam kristal logam.

Artinya elektron-elektron bebas dapat membawa muatan listrik jika diberi suatu beda potensial.

Ketika sebuah logam diberi aliran listrik, maka elektron-elektron valensi logam membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam.

c). Sifat Konduktor Panas Logam

Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam, elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. Akibatnya, kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas.

d). Sifat Ulet – Lentur – Tidak Kaku Logam

Logam memiliki sifat lentur yaitu mudah untuk dibengkokkan, mudah ditempa, namun tidak mudah patah.

Adanya elektron-elektron bebas menyebabkan logam bersifat lentur. Hal ini dikarenakan elektron-elektron bebas akan berpindah mengikuti ion-ion positif yang bergeser sewaktu dikenakan gaya luar.

Kisi-kisi kation bersifat kaku yaitu tetap di tempatnya. Sedangkan electron valensi logam bergerak bebas. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kation- kation, tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan elektron

e). Sifat Padat Logam Pada Suhu Kamar

Atom- atom logam selalu bergabung karena adanya ikatan logam yang sangat kuat membentuk struktur kristal yang rapat. Hal itu menyebabkan atom- atom sulit untuk bergerak bebas. Pada umumnya logam pada suhu kamar berwujud padat, kecuali raksa (Hg) berwujud cair.

f). Sifat Titik Leleh Titik Didih Logam Tinggi

Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi sehingga diperlukan energi dalam jumlah besar untuk memutuskan ikatan logam yang sangat kuat pada atom-atom logam.

g). Sifat Efek Foto Listrik dan Efek Termionik

Apabila elektron bebas pada ikatan logam memperoleh energi yang cukup dari luar, maka akan menyebabkan terlepasnya elektron pada permukaan logam. Jika energi yang datang berasal dari berkas cahaya maka disebut efek foto listrik, tetapi jika dari pemanasan maka disebut efek termionik.

Ikatan Ion Elektrovalen: Pengertian Rumus Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Ikatan Ion.  Ikatan ion adalah suatu ikatan yang terjadi pada atom yang mempunyai muatan yang besarnya sama namun memiliki muatan yang berlawanan ...

Ikatan Kovalen: Pengertian Rumus Struktur Lewis Contoh Soal.

Pengertian Ikatan Kovalen.  Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi antara unsur nonlogam dengan unsur nonlogam yang lain dengan cara pemakaian bersama ...

Ikatan Logam: Pengertian Contoh Sifat Teori Lautan Awan Elektron Bebas Valensi Teori Drude-Lorentz

Pengertian Ikatan Logam.  Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi antara atom-atom logam, baik atom-atom logam sejenis maupun yang berlainan. Electron ...

Pengertian Ikatan Van der Waals

Pengertian Ikatan Van der Waals. Ikatan Van der Waals  merupakaan ikatan yang dimiliki oleh gas-gas mulia yang mengalami proses kondensasi, sehingga ...

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad, 1996, “Kimia Larutan”, Citra Aditya Bakti,
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Ikatan Logam: Pengertian Sifat Teori Lautan Awan Elektron Valensi Drude-Lorentz, Teori Elektron Bebas Teori Lautan Elektron Drude-Lorentz, Sifat Logam Sifat Sifat Logam Mengkilap Konduktor Listrik Panas Lentur Titik Leleh Titik Didih Logam Tinggi, Sifat Efek Foto Listrik dan Efek Termionik Logam, Contoh Ikatan Logam,

Pengertian Ikatan Kimia Atom

Pengertian Itakan Kimia Atom. Bagian terkecil dari suatu materi baik gas, cairan maupun zat padat adalah atom. Atom-atom tersebut umumnya saling berinteraksi satu dengan yang lainnya akibat adanya gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak antar sesamanya.

Gaya-gaya yang berkerja pada atom-atom tersebut akan saling menyeimbangkan sehingga atom-atom berada pada posisi-posisi yang tetap. Posisi tetap ini sangat tergantung pada besarnya gaya-gaya yang berkerja. Pada kondisi ini, maka  atom-atom tersebut dikatakan saling berikatan.

Ikatan yang paling kuat dimiliki oleh zat padat sehingga letak atom-atomnya selalu tetap. Sedangkan ikatan yang paling lemah dimiliki oleh gas. Akibat lemahnya ikatan pada gas, maka atom-atom gas dapat bergerak dengan energinya sendiri secara bebas. Oleh sebab itu, gas dapat berubah volumenya akibat perubahan tekanan dan temperature yang diberikan dari luar.

Ikatan atom tercipta karena  setiap  atom cenderung untuk memenuhi keadaan idealnya. Keadaan ideal atom adalah suatu keadaan dimana jumlah electron yang dimiliki oleh atom yang berada pada kulit terluar berjumlah delapan. Keadaan ideal ini sesuai dengan keadaan dari atom gas mulia. Pada keadaan ini atom menjadi stabil, dan tidak mudah bereaksi dengan atom lain.

Jenis Ikatan Atom

Ikatan atom dapat dikelompokkan menjadi dua katagori, yaitu ikatan primer dan ikatan sekunder. Ikatan primer meliputi ikatan kovalen, ikatan ion, dan ikatan logam. Sedangkan ikatan sekunder meliputi ikatan-ikatan yang relative lemah dan gaya yang bekerja pada ikatan tersebut dikenal dengan gaya van der Waals.

Baja Perkakas, Jenis Komposisi, Sifat Kekerasan, Pengertian Perlakuan Panas Tool Steel

Pengertian Tool Steel Baja Perkakas. Baja perkakas mengacu pada baja paduan apa saja yang dikeraskan dan digunakan sebagai perkakas. Baja perkakas adalah...

Diagram Continuous Cooling Transformation CCT, Pengertian Fungsi Cara Aplikasi

Pengertian Diagram Continuous Cooling Transformation , atau biasa disebut CCT Diagram, merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara...

Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida, Contoh Soal Perhitungan Fraksi Fasa

Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida.  Diagram kesetimbangan besi-besi karbida dapat dijadikan sebagai dasar untuk mempelajari paduan besi baja. Diagram ...

Mekanisme Pembentukan Struktur Pearlite, Contoh Soal Perhitungan Reaksi Eutectoid

Reaksi Eutectoid Pada Diagram Fasa Besi – Besi Karbida Reaksi eutectoid adalah reaksi dekomposisi larutan padat intertisi austenite yang mengandung k...

Pembentukan Struktur Upper Lower Bainite Diagram CCT

Pengertian Struktur Bainit.  Bainit adalah struktur antara yang terbentuk pada temperatur di atas temperatur awal martensit namun di bawah temperatur...

Struktur Kristal Austenit, Ferit, Lath Plate Martensit, Pengaruh Karbon Kekerasan

Struktur Kristal Face Centered Cubic FCC Besi Baja Austenit, Austenit mempunyai struktur sel FCC, face centered cubic, atau kubik pusat sisi, kps. Pada...

Jenis Baja Tahan Karat, Pengertian Contoh Sifat Mekanik Stainless Steel,

Pengertian Baja Tahan Karat.  Baja tahan karat merupakan kelompok dari baja paduan yang mempunyai sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari baja ...

Tipe Jenis Baja Tahan Karat Duplex

Pengertian/ Definisi Baja Tahan Karat Duplex.  Baja tahan karat duplex merupakan baja tahan karat dengan dua fasa. Baja ini mempunyai struktur austenit ...

Karakteristik Sifat Material Bahan Logam

Pengertian Sifat Material Bahan logam. Secara umum sifat atau karakteristik bahan atau material dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: Sifat Mekanik,...

Contoh Soal Perhitungan Rumus Modulus Elastisitas Young Bulk Volume Geser, Pengertian Diagram

Pengertian Modulus Young.  Modulus Young sering disebut juga sebagai Modulus elastisitas yang merupakan perbandingan antara tegangan dan regangan aksial ...

Kata dalam artikel Pengertian Itakan Kimia Atom dan Gaya-gaya yang berkerja pada ikatan atom. Penyebab adanya Ikatan atom Untuk memenuhi keadaan ideal atom dan Jenis Ikatan Atom. Ikatan atom primer dan ikatan atom sekunder serta Ikatan primer terdiri.

Ikatan kovalen dan ikatan ion serta ikatan logam juga ikatan gaya van der Waals. Contoh senyawa dengan ikatan gaya van der waals atau contoh ikatan primer dan sekunder. contoh ikatan kovalen ion dan logam sebagainya.

error: Content is protected !!