Pengertian Ikatan Kimia Atom

Definisi Dan Istilah

Bagian terkecil dari suatu materi baik gas, cairan maupun zat padat adalah atom. Atom-atom tersebut umumnya saling berinteraksi satu dengan yang lainnya akibat adanya gaya tarik menarik dan gaya tolak menolak antar sesamanya.

Gaya-gaya yang berkerja pada atom-atom tersebut akan saling menyeimbangkan sehingga atom-atom berada pada posisi-posisi yang tetap. Posisi tetap ini sangat tergantung pada besarnya gaya-gaya yang berkerja. Pada kondisi ini, maka  atom-atom tersebut dikatakan saling berikatan.

Ikatan yang paling kuat dimiliki oleh zat padat sehingga letak atom-atomnya selalu tetap. Sedangkan ikatan yang paling lemah dimiliki oleh gas. Akibat lemahnya ikatan pada gas, maka atom-atom gas dapat bergerak dengan energinya sendiri secara bebas. Oleh sebab itu, gas dapat berubah volumenya akibat perubahan tekanan dan temperature yang diberikan dari luar.

Ikatan atom tercipta karena  setiap  atom cenderung untuk memenuhi keadaan idealnya. Keadaan ideal atom adalah suatu keadaan dimana jumlah electron yang dimiliki oleh atom yang berada pada kulit terluar berjumlah delapan. Keadaan ideal ini sesuai dengan keadaan dari atom gas mulia. Pada keadaan ini atom menjadi stabil, dan tidak mudah bereaksi dengan atom lain.

Jenis Ikatan Atom

Ikatan atom dapat dikelompokkan menjadi dua katagori, yaitu ikatan primer dan ikatan sekunder. Ikatan primer meliputi ikatan kovalen, ikatan ion, dan ikatan logam. Sedangkan ikatan sekunder meliputi ikatan-ikatan yang relative lemah dan gaya yang bekerja pada ikatan tersebut dikenal dengan gaya van der Waals.