Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill.

Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill.

Ada Beberapa definisi yang terkait dengan istilah-istilah yang digunakan dalam penentuan jumlah mill atau ball mill atau rod mill. Definisi-definisi ini harus dipahami benar sebelum dapat menghitung jumlah mill yang akan digunakan dalam suatu pabrik pengolahan.

Dimensi Mill dan Variabel Operassi Ball Mill

Diameter mill adalah diameter dari mill baik ball mill atau rod mill, biasanya dinotasikan dengan huruf D dalam meter.

Panjang mill adalah panjang dari mill, baik ball mill atau rod mill, biasanya dinotasikan dengan huruf L, dalam meter.

Charge (%) adalah rasio volume muatan terhadap volume ball mill.  Istilah ini biasa juga disebut dengan persen mill loading atau persen charge.

Speed (%) adalah rasio kecepatan putar mill terhadap kecepatan kritits, Nc. Istilah ini biasa juga disebut dengan speed factor atau persen critical speed.

sg ore adalah spesifik gravitasi bijih yang akan diolah

sg gm adalah spesifik gravitasi grinding media yang digunakan. Dia. Gm adalah diameter grinding media, diameter media maksimum yang dapat dipakai.

Tipe Mill

Tipe mill adalah jenis-tipe mill yang dipakai dan didasarkan pada cara pengeluran, jenis grinding media, dan cara operasinya basah atau kering.  Setiap tipe mill memiliki indeks tersendiri. Indeknya dinotasikan dengan KMt. Jadi nilai KMt merupakan nilai dari pengaruh perbedaan tipe mill.  Untuk ball mill dengan pengeluaran overflow cara basah maka indeks dari pengaruh tipe mill  atau KMt adalah 1,0. Untuk ball mill cara basah dengan diaphragma dan rod mill peripheral cara basah nilai KMt adalah 1,13. Untuk ball mill diaphragm cara kering dan rod mill peripheral cara kering nilai KMt adalah 1.25.

Power Draft

Power draft adalah energy yang diperlukan untuk operasi penggerusan oleh satu mill. Mill yang digunakan memiliki diameter mill D, panjang mill L dengan persen charge dan persen speed tertentu. Power draft dinyatakan dalam daya listrik, kilowatt, atau kw. Power draft dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

Power draft = 8,4 x( D)2,5 x L x KL x KSP x KMt

KL adalah Loading factor yang menyatakan nilai dari pengaruh persentase muatan mill, atau charge persen atau persen mill loading.

KSP adalah speed factor yang menyatakan nilai dari pengaruh kecepatan putar mill, atau persen speed, atau persen critical speed.

KMt adalah mill type factor yang menyatakan nilai dari pengaruh perbedaan jenis-tipe mill grinding.

Untuk menentukan nilai dari KL dan KSP  gunakan kurva pada Gambar 1 di bawah.

Kurva Hubungan Charge Factor dan Speed Factor Dengan Persen Charge Dan Persen Speed

Gambar 1. Kurva Hubungan Charge Factor dan Speed Factor Dengan Persen Charge Dan Persen Speed

Hitung besarnya power draft jika penggerusan dilakukan dengan ball mill ukuran D x L = 2200 mm x 5500 mm, operasi cara basah dan overflow. Sedangkan muatan mill sebanyak 45 persen, dengan kecepatan putar  75 persen dari kecepatan kritisnya.

Jawab:

Power Draft = 8,4 x (2,2)2,5 x 5,5 x 5,195 x 0,1838 x 1,0

Power Draft = 316,7 kw

Power Grinding

Power Grinding adalah energy yang dibutuhkan untuk menggerus bijih dari ukuran umpan, d1 menjadi ukuran produk, d2 untuk laju pengumpanan tertentu dalam ton/jam. Power grinding biasa dinyatakan dalam daya listrik, kilowatt, atau kw. Power grinding dihitung dengan persamaan berikut:

Power Grinding

 

m = laju pengumpanan, ton/jam

D = diameter mill.

wi = work index, kwh/ton

Menghitung Jumlah Ball Mill

Jumlah mill adalah jumlah mill yang digunakan untuk menggerus bijih dari ukuran umpan, d1 menjadi ukuran produk d2 pada laju pegumpanan tertentu dalam ton/jam. Jumlah mill dihitung dengan persamaan berikut:

Jumlah mill = Power Grinding/Power Draft

Hitung jumlah ball mill yang diperlukan untuk mereduksi bijih besi berukuran 20 mm menjadi produk berukuran 0,075 mm, jika laju pengumpanan 50 ton/jam. Ball mill yang akan digunakan berukuran 2,2 m x 5,5 m yang dioperasikan secara basah dan overflow.

Jawab:

work index bijih besi, wi =13,00 kwh/ton

Power Grinding, P =

P = 10 x 13,00  kwh/ton x 50 ton/jam x (1/(75)0.5 – 1/(20000)0.5) x (2,44/2,2)0.2

P = 719,34 kw

jumlah ball mill = 719,34/316,7 = 2,27 dibulatkan

jumlah ball mill = 3

Untuk menghitung jumlah mill dapat menggunakan lembar kerja di bawah. Masukkan semua data yang diperlukan, kemudian klik update.

Pustaka:

Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.

Pengertian, Definisi Material/Burden Pada gambar di bawah dapat dilihat kebutuhan bahan baku/material yang dibutuhkan untuk terjadinya proses reduksi...

Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media

Diameter dan berat total grinding media yang akan digunakan dalam ball mill dapat ditentukan dengan menggunakan lembar kerja di bawah. Masukkan data yang...

Pengolahan Bijih Emas Dan Perak

Karakteristik Bijih Emas Bijih  emas secara umum dapat diklasifikasikan menjadi  bijih free milling dan refractory . Tipe free milling merupakan b...

Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi

Secara industrial, proses ekstraksi emas dengan menggunakan merkuri praktis sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini karena merkuri merupakan logam berat yang...

Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone

Pengertian, Definisi Kalsinasi, Calcination: Kata kalsinasi berasal dari bahasa Latin yaitu calcinare yang artinya membakar kapur. Proses Kalsinasi yang...

Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing

Pengertian, Definisi Pelletisasi Bijih Besi Proses pelletizing adalah proses aglomerasi/penggumpalan konsentrat bijih atau mineral yang berukuran halus,...

Proses Reduksi Bijih Besi, Pembuatan Sponge Besi Pada Rotary Kiln, Tanur Putar.

Skematika Lay Out Tahapan Pembuatan Sponge Besi. Pabrik pembuatan besi spons (sponge iron) terdiri dari beberapa Peralatan utama yaitu sistem pengumpanan...

Tahap Metoda Pengolahan Batubara

Pengertian Istilah Dan Definisi Batubara sudah mulai terbentuk jauh sebelum manusia lahir di bumi. Diperkirakan pada awal sejarah planet bumi. Beberapa...

Tahap Pengolahan Bijih Mineral Tembaga

Karakterisasi Bijih Tembaga Umumnya Tembaga ditemukan di kerak bumi dalam bentuk mineral-mineral tembaga sulfida seperti chalcocite (Cu2 S) dan bornite...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Nikel Laterite

Pengertian, Definisi Bijih Nikel Pada lapisan bumi, Genesa endapan nikel terdapat dalam dua bentuk yang bebeda, yaitu nikel sulfida dan nikel laterite...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Timah

Karakterisasi Bijih Timah Bijih  timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan ...

Pengertian Teori Tujuan Kominusi, Operasi Pengecilan Ukuran

Pemahaman Operasi Kominusi, Comminution Kominusi merupakan salah satu tahapan pada pengolahan bijih, mineral atau bahan galian. Pada kominusi,  bijih ...

Teori, Tipe, Jenis Alat Mesin Peremukan, Crushing

Operasi Peremukan, Crushing Operasi crushing biasanya melibatkan beberapa tahapan yaitu primary crushing, secondary crushing dan tertiary crushing....

Teori, Tipe, Jenis Alat Mesin Penggerusan, Grinding

Definisi Pengertian Penggerusan, Grinding Operasi penggerusan merupakan tahap akhir dari operasi pengecilan ukuran bijih, atau kominusi. Pada tahap...

Mekanisme Penggerusan Pada Ballmill, Grinding Operation

Mekanisme Penggerusan Penngecilan ukuran pada pengggerusan, grinding tergatung pada seberapa besar peluang dari partikel bijih untuk dapat digerus....

Menghitung Daya Listrik Crusher Dan Ball Mill.

Energi Kominusi, Daya Listrik Untuk Pengecilan Ukuran. Secara umum energy yang dibutuhkan untuk operasi pengecilan ukuran bijih, mineral atau bahan galian...

Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill.

Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill . Ada Beberapa definisi yang terkait dengan istilah-istilah yang digunakan dalam penentuan jumlah mill atau ball...

Tahap Proses Pengolahan Pasir Besi

Pasir Besi Pasir besi merupakan salah satu sumber besi yang dalam pemanfaatannya masih belum optimal. Di Indonesia pasir besi sampai saat ini masih terbatas...

Pemisahan Secara Gravitasi, Gravity Separation

Prinsip Pemisahan Secara Gravitasi, Gravity Separation Gravity separation merupakan Operasi konsentrasi atau pemisahan satu mineral atau lebih dengan...

Pengolahan Bijih-Mineral Dengan Jig Konsentrator

Pengertian Definisi Pemisahan Mineral Dengan Jig Konsentrator Jig konsentrator merupakan alat pengolahan bijih atau mineral yang digunakan untuk meningkatkan...
  1. Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
  2. Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son,  New York.