Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi

Secara industrial, proses ekstraksi emas dengan menggunakan merkuri praktis sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini karena merkuri merupakan logam berat yang sangat mencemari lingkungan dan mengancam pada kesehatan manusia.

Namun demikian, proses amalgamasi masih banyak dilakukan oleh tambang-tambang rakyat. Beberapa argumen mengapa proses amalgamasi masih banyak dilakukan adalah karena metodanya sangat mudah, biayanya sangat murah, tidak memerlukan peralatan yang rumit dan mahal, dan yang paling penting  lagi adalah recoveri emasnya relatif tinggi.

Amalgamasi  merupakan  metode  ekstraksi  logam  emas  yang  lebih  sesuai  untuk  bijih  dalam  bentuk emas murni  yang  bebas  atau free  native  gold dengan  kadar  emas  tinggi. Dan memiliki ukuran partikel kasar atau lebih besar daripada 74  mikron.

Proses amalgamasi dilakukan dengan cara mencampur bijih emas dengan merkuri cair hingga membentuk suatu paduan Hg-Au. Pada dasarnya, amalgamasi merupakan proses kimia fisika. Air raksa menyelimuti partikel-partikel emas membentuk pasta yang disebut amalgam. Prosesnya mengikuti mekanisme berikut:

Aupadat + Hgcair = (Au,Hg)

Proses amalgamasi pada umumnya dilakukan pada saat proses penggerusan atau grinding.  Hal ini dilakukan untuk mempersingkat jalur operasi dan penghomogenan dari pencampuran. Selama penggerusan merkuri akan teraduk bersama dengan bijih yang digerus. Hal ini akan meningkatkan efektivitas pencampuran.

Beberpa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi merkuri adalah: melakukan upgrading atau proses konsentrasi terlebih dahulu untuk membuang sebagian tailing. Aplikasi konsentrasi dengan menggunakan metoda gravitasi seperti sluice box, atau palong, meja goyang atau shaking table, humprey spiral atau jig consentrator merupakan langkah yang cukup efektif dalam menurunkan pemakai merkuri.

Untuk mengambil emas dari paduan amalgam atau proses Recovery Au, maka amalgam dipanaskan dalam sebuah retort. Proses pemanasan ini akan mengurai paduan amalgam menjadi unsur-unsur pembentuknya yaitu emas dan merkuri. Temperatur tinggi akan menguapkan merkuri menjadi uap merkuri, sedangkan emas tertinggal sebagai padatan yang disebut bullion. Proses pemanasan ini biasa disebut dengan retorting. Proses pemanasan selama recoveri emas ini mengukuti mekanisme berikut:

(Au,Hg)amalgam = Aupadat +  Hguap

Merkuri atau Hg adalah logam berat yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan operator. Sehingga, jika uap merkuri dibiarkan bebas ke udara maka akan sangat berbahaya untuk kesehatan para penambang dan lingkungan sekitarnya.

Uap Air raksa  dari proses pemanasan dapat dikonversi menjadi bentuk cair kembali dengan cara kondensasi. Air raksanya  dapat  dipergunakan  untuk proses amalgamasi selanjutnya.