Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.

Pengertian Material – Burden. Pada gambar di bawah dapat dilihat kebutuhan bahan baku/material yang dibutuhkan untuk terjadinya proses reduksi bijih besi yang menggunakan teknology rotary kiln.

Material yang terlibat pada proses  pembuatan sponge besi melalui reduksi bijih besi dalam rotary kiln adalah, bijih besi atau pellet, batubara, flux, dan udara.

Karakterisasi Bijih Besi Di Rotary Kiln

Bijih besi yang dapat digunakan umumnya memiliki ukuran diameter antara 8 – 20  mm. Atau, jika pellet yang digunakan dapat berukuran 6 – 22 mm. Bijih besi/pellet yang dibutuhkan adalah 1,5 ton untuk mendapatkan sekitar 1 ton sponge besi.

Batubara Reduktor Di Rotary Kiln Putar


Sebagai bahan bakar dan reduktor dapat digunakan batubara yang memiliki ukuran diameter 0 – 15 mm dan kandungan Fix Carbon antara 30 – 50 persen dan volatile mater 25 – 30 persen. Total batubara yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu ton sponge besi adalah 1 ton.

Bahan Imbuh Fluks Adatif Batu Kapur

Sebagai fluks atau bahan aditif atau bahan imbuh dapat digunakan batu kapur atau limestone yang mengandung CaO sedikitnya 51 persen. Ukuran limestone yang dapat digunakan adalah ukuran 0 -3 mm.

Kebutuhan Material Proses Reduksi Rotary Kiln
Kebutuhan Material Proses Reduksi Rotary Kiln

Proses Reduksi Bijih Besi Di Rotary Kiln

Proses reduksi bijih besi dalam rotary kiln menghasilkan produk yang terdiri dari sponge iron, atau sponge besi, sisa batubara yaitu char atau arang, dan sisa batu kapur yaitu kapur bakar atau burnt lime.

Pada proses ini diperlukan udara sebagai sumber oksigen yang akan mengkonversi batubara menjadi gas reduktor CO melalui pembakar parsial. Dari pembakaran ini diperoleh panas yang dibutuhkan untuk reaksi reduksi.

Kebutuhan udara adalah 5000 Nm3 untuk mendapatkan satu ton sponge besi. Gas buang dari proses reduksi ini adalah 6000 Nm3 per ton sponge besi

Sponge besi dapat dipisah dari char dan kapur bakar dengan menggunakan magnetic separator. Sedangkan arang dapat dipisah dengan menggunakan metoda gravitasi.

Komposisi Kimia Sponge Produk Hasil Reduksi Di Rotary Kiln

Typical komposisi kimia sponge besi yang direduksi dengan batubara dapat dilihat pada gambar dibawah.

Metalisasi %

C %

SiO2 %

Al2O3 %

P %

S %

88,0

0,1

2,0

0,6

0,01

0,02

90,0

0,3

4,0

3,0

0,04

0,06

Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.

Pengertian Material - Burden . Pada gambar di bawah dapat dilihat kebutuhan bahan baku/material yang dibutuhkan untuk terjadinya proses reduksi bijih besi...

Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media

Diameter dan berat total grinding media yang akan digunakan dalam ball mill dapat ditentukan dengan menggunakan lembar kerja di bawah. Masukkan data yang...

Pengolahan Bijih Emas Dan Perak

Pengertian Karakteristik Bijih Emas.  Bijih  emas secara umum dapat diklasifikasikan menjadi  bijih free milling dan refractory . Tipe free milling m...

Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi

Pengolahan Bijih Emas Perak . Secara industrial, proses ekstraksi emas dengan menggunakan merkuri praktis sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini karena merkuri...

Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone

Pengertian Kalsinasi, Calcination: Pengertian Kalsinasi adalah. Kata kalsinasi berasal dari bahasa Latin yaitu calcinare yang artinya membakar kapur....

Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing

Pengertian Pelletisasi Bijih Besi Proses pelletizing adalah proses aglomerasi/penggumpalan konsentrat bijih atau mineral yang berukuran halus, umumnya...

Proses Reduksi Bijih Besi, Pembuatan Sponge Besi Pada Rotary Kiln, Tanur Putar.

Skematika Lay Out Tahapan Pembuatan Sponge Besi.  Pabrik pembuatan besi spons (sponge iron) terdiri dari beberapa Peralatan utama yaitu sistem pengumpanan ...

Tahap Metoda Pengolahan Batubara

Pengertian Pengolahan Batubara. Batubara sudah mulai terbentuk jauh sebelum manusia lahir di bumi. Diperkirakan pada awal sejarah planet bumi. Beberapa...

Tahap Pengolahan Bijih Mineral Tembaga

Karakterisasi Bijih Tembaga. Umumnya Tembaga ditemukan di kerak bumi dalam bentuk mineral-mineral tembaga sulfida seperti chalcocite (Cu2 S) dan bornite...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Nikel Laterite

Pengertian Bijih Nikel, Pada lapisan bumi, Genesa endapan nikel terdapat dalam dua bentuk yang bebeda, yaitu nikel sulfida dan nikel laterite atau nikel...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Timah

Karakterisasi Bijih Timah.  Bijih  timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan t...

Teori Kominusi: Pengertian Tujuan - Diagram Alir - Alat Crushing Grinding – Gaya Pengecilan Ukuran

Pengertian Kominusi: Kominusi merupakan salah satu tahapan yang diterapkan pada pengolahan bijih, mineral atau bahan galian secara umum. Umumnya bijih,...

Teori Crusher: Prinsip Kerja - Jenis Jaw Crusher – Cone Crusher - Gyratory Crusher - Roller Crusher

Prinsip Kerja Operasi Peremukan, Crushing: Operasi crushing biasanya melibatkan beberapa tahapan yaitu primary crushing, secondary crushing dan tertiary...

Teori, Tipe, Jenis Alat Mesin Penggerusan, Grinding

Definisi Pengertian Penggerusan, Grinding.  Operasi penggerusan merupakan tahap akhir dari operasi pengecilan ukuran bijih, atau kominusi. Pada tahap ...

Mekanisme Penggerusan Pada Ballmill, Grinding Operation

Mekanisme Penggerusan.  Penngecilan ukuran pada pengggerusan, grinding tergatung pada seberapa besar peluang dari partikel bijih untuk dapat digerus. ...

Biaya Daya Listrik Crusher Ball Mill – Rumus Menghitung Energi Rittingger – Kick – Bond Pengecilan Ukuran

Energi Pengecilan Ukuran Crusher Ball Mill:   Secara umum energy yang dibutuhkan untuk operasi pengecilan ukuran bijih, mineral atau bahan galian dapat ...

Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill.

Menentukan-Menghitung Jumlah Ball Mill . Ada Beberapa definisi yang terkait dengan istilah-istilah yang digunakan dalam penentuan jumlah mill atau ball...

Tahap Proses Pengolahan Pasir Besi

Pasir Besi Pasir besi merupakan salah satu sumber besi yang dalam pemanfaatannya masih belum optimal. Di Indonesia pasir besi sampai saat ini masih terbatas...

Prinsip Pengolahan Pemisahan Mineral Bijih Cara Gravitasi Jig Concentrator,

Pengertian Pengolahan - Pemisahan Secara Gravitasi.  Gravity separation merupakan Operasi konsentrasi atau pemisahan satu mineral atau lebih dengan mineral ...

Pengolahan Bijih-Mineral Dengan Jig Konsentrator

Pengertian Definisi Pemisahan Mineral Dengan Jig Konsentrator Jig konsentrator merupakan alat pengolahan bijih atau mineral yang digunakan untuk meningkatkan...

  1. Sarangi, A., Sarangi, B., 2011,” Sponge Iron Production In Rotary Kiln ”, Eastern Economy Edition, PHI Learning Private Limited, New Delhi.
  2. Tupkary, R. H., Tupkary, V. R.,  2007, “ An Introduction To Modern Iron Making ”, Third Edition, Khanna Publishers, Nath Market, Nai Sarak, Delhi.
  3. Rosenqvist T., 2004, “ Principles Of Extractive Metallurgy ”, Second Edition, Tapir Academic Press, Trondheim.

Pengertian Material  Burden rotary kiln adalah proses reduksi bijih besi menggunakan rotary kiln, proses  pembuatan sponge. Bijih besi atau pellet dan fungsi batubara di rotary kiln, flux rotary kiln, udara di rotary kiln.

Karakterisasi Bijih Besi untuk Rotary Kiln dan Batubara Reduktor Di Rotary Kiln Putar adalah bahan bakar rotary kiln reduktor rotary kiln.

Bahan Imbuh Fluks Adatif Batu Kapur rotary kiln serta Kebutuhan Material Balance Proses Reduksi Rotary Kiln. Proses Reduksi Bijih Besi Di Rotary Kiln dengan kapur bakar rotary kiln atau burnt lime rotary kiln atau gas reduktor CO di rotary kiln dan pembakar parsial di rotary kiln.

Komposisi Kimia Sponge Produk Hasil Reduksi Di Rotary Kiln, Typical komposisi kimia sponge besi rotary kiln, Rotary kiln adalah, Furnace adalah, fungsi rotary kiln adalah. Magnetic separator pada rotary kiln, metoda gravitasi pada rotary kiln.