Tegangan Sisa Pada Martensit

Pengertian Terbentuknya Tegangan Sisa Pada Martensit. Perbedaan temperature dan laju pendingan tidak hanya menghasilkan struktur mikro yang variatf, tetapi juga dapat menghasilkan tegangan sisa yang dapat mengakibatkan baja atau logam menjadi sangat sensitive terhadap terbentuknya retak, baik retak selama proses manufaktur, maupun selama pemakaian atau aplikasinya. Tegangan sisa yang timbul selama proses quenching ini disebabkan oleh adanya thermal stress dan transformation stress.

Thermal stress timbul akibat adanya perbedaan kecepatan pendinginan antara permukaan dan bagian dalam baja yang di quench. Thermal stress dapat menimbulkan distribusi tegangan pada permukaan dan bagian dalam baja berbeda.

Transformation stress timbul akibat terjadinya perubahan volume struktur kristal selama transformasi austenite ke martensit. Penambahan volume akibat perubahan struktur kristal austenite ke martensit dapat mencapai 4,2 persen. Distorsi yang ditimbulkannya dapat mengakibatkan regangan sebesar 17 persen sepanjang bidang [001] yang sejajar dengan sumbu c.

Perbedaan temperature awal dan laju pendinginan pada daerah permukaan dan bagian tengah menyebabkan awal transformasi pembentukan martensit menjadi tidak sama. Hal ini mengakibatkan distribusi regangan pada bagian permukaan dan tengah baja menjadi berbeda pula. Ketika benda kerja mencapai temperature rendah, ruang, maka pada bagian permukaan akan membentuk tegangan tekan, sedangkan bagian tengah membentuk tegangan tarik.

Pengaruh Tegangan Sisa Pada Baja Hasil Proses Quenching

Komulatif tegangan sisa dari thermal stress dan transformation stress akan meningkatkan tegangan sisa pada logam atau baja secara keseluruhan. Ketika tegangan sisa komulatif ini melebihi kekuatan kritisnya atau kuat luluhnya maka baja akan mengalami retak, baik mikro atau makro. Retakan mikro akibat tegangan sisa sulit diamati secara visual maupun uji fisik seperti uji tidak merusak atau NDT. Sehingga pengaruhnya baru akan terlihat setelah atau saat baja diproses lebih lanjut. Energi yang dapat memicu retakan mikro menjadi retak makro yang secara visual tampak jelas dapat berupa energy panas pada proses pengelasan, beban statis karena beban yang diam, atau dinamis karena adanya getaran atau guncangan. Ketika retak terjadi setelah proses manufaktur, maka retak ini disebut sebagai delay crack, retakan yang muncul belakangan, retak ini datangnya terlambat dibanding proses manufakturnya.

Pembentukan Struktur Martensite

Transformasi Austenit Menjadi Martensit.  Pada laju pendingan yang sangat cepat dari temperature austenite ke temperature ruang, akan menyebabkan terjadinya ...

Pengaruh Temperatur Annealing-Anil Terhadap Kekerasan

Pengertian Proses Anil, Annealing.  Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas yang dilakukan pada logam hasil pengerjaan dingin atau cold w...

Pengaruh Temperatur Annealing-Anil Terhadap Kuat Tarik-Keuletan

Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas yang umum dilakukan pada logam baja yang telah melalui proses pengerjaan dingin atau cold working ...

Pengaruh Temperatur Annealing-Anil Terhadap Struktur Mikro

Proses pengerjaan dingin seperti cold rolling atau canai dingin atau pengerolan dingin yang diterapkan pada logam atau baja akan menyebabkan perubahan...

Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Besar Butir Austenite

Perlakuan panas biasa diaplikasikan pada logam atau paduan dalam keadaan padat. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan sifat fisik dan atau...

Pengaruh Temperatur Quenching Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Baja.

Sifat akhir yang dimiliki oleh sutau produk yang dihasilkan dari proses perlakuan panas quenching akan ditentukan oleh siklus pemanasan yang dialaminya....

Pengaruh Temperatur Tempering Terhadap Struktur Mikro Martensite Baja.

Proses tempering biasa diterapkan terhadap logam baja yang telah mengalami proses perlakuan panas quenching, atau celup cepat. Karakteristik produk hasil...

Perlakuan Panas Logam Metoda Direct Quenching, Quenching Tempering

Pengertian dan Contoh Perlakukan Panas Logam Direct Quenching, atau Quenching Tempering , atau Celup Cepat dan Temper. Perlakukan panas metoda Direct...

Perlakuan Panas Logam Metoda Martempering

Pengertian Perlakuan Panas Martempering.  Metoda martempering merupakan proses perlakukan panas dengan celup terputus yang diikuti dengan proses agar ...

Perlakuan Panas Normalisasi Pada Bahan Logam, Baja

Pengertian Definisi Perlakuan Panas Normalisasi.  Normalisasi merupakan perlakuan panas yang biasa diterapkan pada bahan atau logam. Untuk baja, proses ...

Perlakuan Panas Speroidisasi Pada Bahan Logam, Baja

Pengertian, Definisi Perlakuan Panas Speroidisasi.  Pada prinsipnya proses sproidasasi adalah proses perlakuan panas yang diterapkan pada logam baja dengan ...

Perlakukan Panas Logam Metoda Austempering

Pengertian Definisi Perlakukan Panas Austempring.   Metoda Austempering merupakan celup terputus yang diikuti dengan terbentuknya struktur bainit. Pada l...

Tegangan Sisa Pada Martensit

Pengertian Terbentuknya Tegangan Sisa Pada Martensit.  Perbedaan temperature dan laju pendingan tidak hanya menghasilkan struktur mikro yang variatf, ...

Proses Tempering Pada Logam, Penemperan

Transformasi Fasa Pada Proses Tempering, Penemperan Salah satu karakteristik dari hasil proses quenching adalah logam menjadi rapuh, logam tidak memiliki...

Proses-Perlakuan Panas Anil, Annealing.

Pengertian Proses Anil, Annealing.  Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas yang dilakukan pada logam hasil pengerjaan dingin atau cold w...