Pengaruh Temperatur Annealing-Anil Terhadap Struktur Mikro

Proses pengerjaan dingin seperti cold rolling atau canai dingin atau pengerolan dingin yang diterapkan pada logam atau baja akan menyebabkan perubahan baik sifat mekanik maupun struktur mikro dari logam bajanya.

Pengerjaan dingin yang dialami oleh logam baja telah merubah bentuk struktur mikro yang semula memiliki butiran hambir bulat atau biasa disebut eguiaxial grain menjadi butir-butir pipih memanjang. Contoh perubahan struktur mikro dari baja seri 1008 akibat pengerjaan dingin metoda cold rolling ditunjukkan pada gambar di bawah.

Struktur Mikro Sebelum Dan Setelah Pengerjaan Dingin, Cold Rolling

Gambar 2. Struktur Mikro Sebelum Dan Setelah Pengerjaan Dingin, Cold Rolling

Pada gambar tampak jelas bahwa deformasi sebesar 64 persen mampu merubah struktur baja yang semula berbentuk equiaxial grains menjadi struktur memanjang atau pipih atau elongated grains.

Pengaruh Temperatur Annealing-Anil Terhadap Struktur Mikro Baja Seri 1008.

Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas yang umum diterapkan terhadap logam baja yang telah mengalami pengerjaan dingin atau cold working. Perlakuan panas ini bertujuan untuk mendapatkan kembali atau merecoveri sifat-sifat fisik yang berubah selama proses deformasi dingin dan mendapatkan sifat-sifat mekanik yang lebih sesuai dengan aplikasinya. Proses anil akan menurunkan sifat mekanik seperti kuat tarik dan kekerasan, namun logam akan menjadi lunak dan ulet, sehingga dapat diproses lebih lanjut.

Proses anil akan merubah struktur mikro hasil pengerjaan dingin menjadi struktur anil dengan sifat-sifatnya yang lebih cocok untuk pengerjaan lebih lanjut. Secara mikro proses anil menyebabkan turunnya jumlah dislokasi dan distorsi-distorsi pada bidang struktur Kristal. Logam baja menjadi memiliki energy dalam yang relatif rendah dan stabil.

Perubahan struktur mikro dari struktur pengerjaan dingin untuk baja seri 1008 setelah proses anil dapat dilihat pada Gambar di bawah. Perubahan struktur ini juga dipengaruhi oleh temperatur yang diterapkan. Pengaruh tingginya temperatur terhadap perubahan struktur mikro dari baja seri 1008 dapat dilihat pada gambar di bawah.

Proses  anil yang dilakukan pada temperatur 600 celcius dapat merubah butir-butir ferit yang semula pipih memanjang menjadi relatif bulat, eguiaxial grains, hal ini menunjukkan bahwa fasa ferit sudah mengalamin rekristalisasi. Namun demikian, pada temperatur tersebut, butir-butir fasa pearlit masih tampak terelongasi, yang menunjukkan proses rekritalsasinya masih belum mampu menyebabkan perubahan pada bentuk butir secara optimal.

Proses anil dengan temperatur 800 celcius menghasilkan perubahan butir-butir ferit menjadi makin bulat dan makin besar, dan diikuti dengan  fasa pearlit yang juga berubah menjadi relatif bulat. Pada temperatur ini terjadi pertumbuhan butir-butir ferit dan terjadinya rekritalisasi pada butir-butir fasa perlit.

Perubahan Struktur Mikro Akibat Proses Anil

Gambar 2. Pengaruh Temperatur Anil Terhadap Struktur Mikro Baja Seri 1008

 

Daftar Pustaka:

  1. Backofen, W. A., 1972, “Deformation Processing”, Addison-Willey Publishing Company, Massachusett.
  2. Dieter, G.E., 1986,”Mechanical Metallurgy”, Mc. Graw-Hill, New Jersey