Teori Paritas Tingkat Bunga, Interest Rate Parity.

Pengertian Definisi Paritas Tingkat Bunga

Teori ini menjelaskan hubungan antara dua pasar yaitu, pasar keuangan internasional, atau internastional money market dan pasar valuta asing atau forex market. Teori Paritas Tingkat Bunga, IRP menjelaskan bahwa perbedaan tingkat bunga pada international money market akan  cenderung sama dengan kurs forward premium atau kurs forward discount pada pasar valuta asing.

Berdasarkan pada teori ini, dapat ditentukan atau diharapkan berapa perubahan kurs forward dibanding dengan kurs spot bila terdapat perbedaan tingkat bunga antara dua negara. Seorang pemilik dana dapat menentukan pada mata uang negara mana dananya harus disimpan atau diinvestasikan. Keputusan yang diambil pemilik dana didasarkan pada selisih tingkat bunga antara dua negara melalui perbedaan antara kurs forward dan kurs spot yang ditentukan berdasarkan forward rate premium atau forward rate discount.

Pada kondisi kesetimbangan hubungan pasar valuta asing dengan pasar keuangan internasional untuk mata uang Yen Jepang dengan tingkat bunga di Jepang rJPy dan Dollar Amerika dengan tingkat bunga di Amerika rUSD dapat dinyatakan sebagai berikut:

 

 

 

Kurs spot untuk Dollar Amerika terhadap Yen Jepang dinyatakan USD/JPY(S) sedangkan kurs forward-nya dinyatakan USD/JPY (F). Kurs USD/JPY menyatakan jumlah Yen Jepang per satu Dollar Amerika. Misal USD/JPY 100,00, artinya 100,00 Yen per satu Dollar Ameriika.

Sisi kanan dari persamaan tersebut adalah kondisi pasar valuta asing yang dinyatakan dengan rasio kurs forward terhadap kurs spot, sedangkan sisi kiri persamaan merupakan kondisi pasar keuangan internasional yang dinyatakan dengan rasio perubahan tingkat bunga di Jepang terhadap Amerika.

Perubahan tingkat bunga dapat menyebabkan perubahan kesetimbangan yang dapat merubah aliran dana dari kedua negara tersebut. Jika rasio perubahan tingkat bunga lebih rendah dari satu, maka akan terjadi aliran modal dari Jepang ke Amerika. Keadaan ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

 

 

 

Kondisi ini terjadi akibat tingkat bunga di Jepang lebih rendah dari tingkat bunga di Amerika. Ketika tingkat bunga di Amerika lebih tinggi, maka menginvestasikan uang dalam bentuk deposito atau sekuritas USD menjadi lebih menarik dibanding dalam JPY, karena ada peluang mendapatkan keuntungan dari selisih bunga. Ada aliran dana dari Jepang yang masuk ke Amerika.

Karena rasio perubahan tingkat bunga kurang daripada satu, maka berdasarkan persamaan IRP, rasio perubahan kurs pun akan menjadi kurang daripada satu. Keadaan ini dapat ditulis sebagai berikut:

 

 

 

Jika rasio kurs kurang daripada satu, maka Kurs forward menjadi lebih rendah daripada kurs spot. Hal ini mengindikasikan pelemahan terhadap Dollar Amerika, sehingga Dollar Amerika terdepresiasi dan sebaliknya Yen Jepang terapresiasi.

Kondisi rasio kurs forward terhadap kurs spot kurang daripada satu, atau

USD/JPY (F) < USD/JPY (S) disebut forward rate discount, atau diskonto kurs forward.

Sebaliknya Kondisi rasio kurs forward terhadap kurs spot lebih daripada satu, atau

USD/JPY (F) > USD/JPY (S) disebut forward rate premium, atau premi kurs forward.

Kondisi paritas tersebut menjelaskan bahwa perbedaan tingkat bunga antara satu negara dengan negara lain akan dikompensasi dengan mekanisme premi atau diskonto kurs forward. Negara dengan tingkat bunga rendah akan dikompensasi dengan premi kurs forward, sebaliknya negara dengan tingkat bunga yang tinggi akan dikompensasi oleh diskonto kurs forward.

Contoh Soal Dan Pembahasan.

Misal pasar valuta asing memberi quotation untuk kurs  Dollar Amerika terhadap Yen Jepang  sebagai berikut:

USD/JPY 100,00,

sedangkan pasar keuangan internasional memberi quotaion tingkat bunga Amerika dan Jepang sebagai berikut:

Tingkat bunga Bank di Amerika = 6 % per tahun

Tingkat bunga Bank di Jepang = 1 % per tahun

Nasabah/investor dapat memperkirakan kurs forward untuk USD/JPY (F) yang diharapkan untuk satu tahun ke dapan dengan memperhitungkan tingkat bunga dari kedua negara tersebut. Perhitungannya adalah:

 

 

 

Karena nilai rasio (1+ rJPY)/(1+ rUSD) kurang daripada satu, maka berdasarkan persamaan IRP, Nilai rasio USD/JPY(F)/USD/JPY(S) kurang dari satu. Jika ditulis dalam persamaan menjadi:

 

 

 

Nilai rasio USD/JPY(F)/USD/JPY(S) kurang dari satu, sehingga kedua tingkat bunga tersebut cenderung menyebabkan kurs forward USD/JPY dalam satu tahun ke depan lebih rendah dari kurs spot saat ini. Kurs forward USD/JPY yang dipengaruhi oleh perbedaan tingkat bunga tersebut adalah:

USD/JPY(F) = USD/JPY(S) x 0,9528

USD/JPY(F) = (USD/JPY 100,00) x 0,9528

USD/JPY(F) = USD/JPY 95,28

Berdasarkan persamaan IRP, selama satu tahun ke depan kurs forward menjadi lebih rendah daripada kurs spot saat ini yaitu:

kurs spot saat ini adalah USD/PJY 100,00 sedangkan kurs forward satu tahun mendatang adalah USD/JPY 95,28. Artinya Dollar Amerika akan melemah sebesar JPY 4,72 per USD. Besar pelemahan kurs dapat dihitung seperti berikut:

USD/PJY 100,00  –  USD/JPY 95,28 = USD/JPY 4,72

Dalam contoh ini Dollar Amerika terdepresiasi, atau kurs forward USD/JPY (F) lebih rendah daripada kurs spot USD/JPY (S) dan disebut forward rate discount, atau diskonto kurs forward.

Tingkat bunga Dollar Amerika lebih tinggi dari Yen Jepang, hal ini menyebabkan menaruh deposito atau membeli sekuritas dalam Dollar Amerika menjadi lebih menarik dibanding dalam Yen Jepang. Sejumlah dana dalam mata uang Yen Jepang akan mengalir ke Amerika dan dikonversi ke Dollar Amerika. Permintaan terhadap Dollar naik, nilai tukar Dollar cenderung naik. Sehingga Dollar Amerika cenderung terapresiasi.

Namun demikian, satu tahun ke depan, jumlah sekuritas dan deposito dalam Dollar yang akan jatuh tempo dan dikonversi ke Yen Jepang meningkat. Artinya satu tahun ke depan, penawaran terhadap Dollar Amerika meningkat, hal ini justru menyebabkan melemahnya nilai tukar Dollar Amerika.

Contoh Soal Perhitungan dan Pembahasan

Contoh Satu Sebagai Kasus Pertama

Data pada pasar valuta asing menunjukkan kurs spot Dollar terhadap Yen adalah USD/JPY 100,00 dan kurs forward Dollar terhadap Yen untuk satu tahun adalah USD/JPY 90,00. Sedangkan pasar keuangan memberikan quotation tingkat bunga satu tahun untuk Dollar Amerika adalah 6 persen dan untuk Yen Jepang adalah 1 persen.

Dengan menggunakan persamaan IRP maka diketahui bahwa rasio perubahan tingkat bunga dan rasio perubahan kurs adalah

(1 + rJPY)/(1 + rUSD) =(1 + 0,01)/(1 + 0,06)

(1 + rJPY)/(1 + rUSD) = 0,9528

Rasio kurs forwars d terhadap kurs spot:

USD/JPY(F)/USD/JPY(S) = USD/JPY 90,00/ USD/JPY 100,00

USD/JPY(F)/USD/JPY(S) = 0,90

Sehingga kedua rasio tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

 

 

 

Persamaan IRP tidak terpenuhi, oleh karena itu ada peluang mendapatkan keuntungan dari ketidaksetimbangan ini.

Nasabah yang memiliki Uang sebesar 100 Yen dengan kurs spot USD/JPY 100,00 artinya setara dengan $ 1,0 didepositokan dalam satuan Yen dengan tingkat bunga 1 persen, nilai Yen setelah satu tahun dengan kurs forward USD/JPY 90,00 adalah

¥ 100,00 x (1 + 0,01) = ¥ 101,00 ada selisih terhadap nilai Yen sebelumnya sebesar

¥ 101,00 – ¥ 100,00  = ¥ 1,00 nasabah akan memiliki keuntungan satu Yen untuk tiap 100 Yen yang didepositokan.

jika nasabah berniat menyimpan dalam Dollar, maka uang ¥ 100,00 dikonversikan terlebih dahulu dengan kurs spot dan kemudian didepositokan dalam Dollar Amerika dengan tingkat bunga 6 persen, kemudian setelah satu tahun dikonversikan lagi ke Yen Jepang. Maka nilai Yen setelah satu Tahun adalah:

konversi mata uang Yen Jepang ke Dollar Amerika:

¥ 100,00 x USD/100,00 = $ 1,00 kemudian didepositokan dengan  tingkat bunga 6 persen, maka nilai Dollar setelah satu tahun:

$ 1,00 x (1 + 0,06) = $ 1,06

Total Yen setelah satu tahun dengan kurs forward USD/JPY 90,00 adalah:

$ 1,06 x  ¥ 90,00/$1,0 = ¥ 95,40

Nasabah mengalami kerugian sebesar:

¥ 100,00 – ¥ 95,40 = ¥ 4,60, artinya nasabah mengalami kerugian 4,60 Yen untuk tiap 100 Yen yang didepositokan dalam mata uang Dollar.

Jika IRP memberikan kondisi seperti berikut:

 

 

 

Nasabah/investor akan untung jika didepositokan dalam mata uang Yen, walaupun tingkat bunga Yen lebih rendah daripada tingkat bunga Dollar Amerika.

Contoh Dua Sebagai Kasus Kedua:

Data pada pasar valuta asing menunjukkan kurs spot Dollar terhadap Yen adalah USD/JPY 100,00 dan kurs forward Dollar terhadap Yen untuk satu tahun adalah USD/JPY 98,00. Sedangkan pasar keuangan memberikan quotation tingkat bunga satu tahun untuk Dollar Amerika adalah 6 persen dan untuk Yen Jepang adalah 1 persen.

Dengan menggunakan persamaan IRP maka diketahui bahwa rasio perubahan tingkat bunga dan rasio perubahan kurs adalah

1 + rJPY)/(1 + rUSD) =(1 + 0,01)/(1 + 0,06)

(1 + rJPY)/(1 + rUSD) = 0,9528

Rasio kurs forward terhadap kurs spot:

USD/JPY(F)/USD/JPY(S) = USD/JPY 98,00/ USD/JPY 100,00

USD/JPY(F)/USD/JPY(S) = 0,98

Sehingga kedua rasio tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

 

 

 

Persamaan IRP tidak terpenuhi, oleh karena itu ada peluang mendapatkan keuntungan dari ketidaksetimbangan ini.

Nasabah yang memiliki Uang sebesar 100 Yen dengan kurs spot USD/JPY 100,00 artinya setara dengan $ 1,0 didepositokan dalam satuan Yen dengan tingkat bunga 1 persen, nilai Yen setelah satu tahun dengan kurs forward USD/JPY 98,00 adalah

¥ 100,00 x (1 + 0,01) = ¥ 101,00 ada selisih terhadap nilai Yen sebelumnya sebesar

¥ 101,00 – ¥ 100,00  = ¥ 1,00 nasabah akan memiliki keuntungan satu Yen untuk tiap 100 Yen yang didepositokan.

jika nasabah berniat menyimpan uangnya dalam Dollar, maka uang ¥ 100,00 dikonversikan terlebih dahulu dengan kurs spot dan kemudian didepositokan dalam Dollar Amerika dengan tingkat bunga 6 persen, kemudian setelah satu tahun dikonversikan lagi ke Yen Jepang. Maka nilai Yen setelah satu Tahun adalah:

konversi mata uang Yen Jepang ke Dollar Amerika:

¥ 100,00 x USD/100,00 = $ 1,00 kemudian didepositokan dengan  tingkat bunga 6 persen, maka nilai Dollar setelah satu tahun:

$ 1,00 x (1 + 0,06) = $ 1,06

Total Yen setelah satu tahun dengan kurs forward USD/JPY 98,00 adalah:

$ 1,06 x  ¥ 98,00/$1,0 = ¥ 103,88

Nasabah mengalami keuntungan sebesar:

¥ 103,88 – ¥ 100,00 = ¥ 3,88, artinya nasabah mengalami keuntungan 3,88 Yen untuk tiap 100 Yen yang didepositokan dalam mata uang Dollar.

Jika IRP memberikan kondisi seperti berikut:

 

 

 

Nasabah/investor akan lebih untung jika uang yang dimilikinya didepositokan dalam mata uang Dollar, walaupun nilai tukar Dollar terhadap Yen Jepang untuk satu tahun ke depan akan turun.

Dalam contoh dua/kasus kedua ini, dimanapun uang Yen didepositokan, investor tidak mengalami kerugian. Yang perlu diingat dalam contoh-contoh ini, tidak melibatkan biaya-biaya, seperti biaya transaksi dan sebagainya.

Pustaka:

  1. Hanafi. M. M., 2003,”Manajemen Keuangan Internasional”, BPFE, Yogyakarta.
  2. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
  3. Hady. H., 2008,”Manajemen Keuangan Internasional”, Yayasan Administrasi Indonesia,  Cetakan Keempat,Jakarta.