Pengertian Electrostatic Separation: Electrostatic separation atau pemisahan cara listrik merupakan operasi konsentrasi atau pemisahan satu mineral dengan mineral lainnya yang memanfaatkan selisih sifat listrik antara mineral mineral yang akan dipisahnya.
Sifat kelistrikan menunjukkan kemampuan mineral dalam menghantarkan arus listrik, biasa disebut konduktivitas. Mineral- meneral yang terdapat dalam bijih akan merespon medan listrik sesuai dengan sifat konduktivitas yang dimilikinya.
Proses peningkatan kandungan mineral dengan cara listrik akan mengahasilkan konsentrat yang kaya dengan mineral konduktor dan tailing yang banyak mengandung nonkonduktor dengan sedikit mineral konduktor.
Mineral Konduktor – Mineral Nonkonduktor,
Secara umum, berdasarkan sifat listriknya mineral dapat dibagi menjadi mineral konduktor dan nonkonduktor.
Mineral Konduktor,
Mineral konduktor adalah mineral yang memiliki kemampuan untuk menghantarkan electron atau arus listrik. Jenis mineral konduktor akan memberikan respon ketika dialiri listrik atau berada dalam medan listrik.
Contoh Mineral Konduktor,
Beberapa contoh yang termasuk mineral konduktor diantaranya adalah: magnetite, hematite, chromite, galena, dan cassiterite.
Mineral Nonkonduktor,
Mineral nonkonduktor adalan mineral yang tidak memiliki kemampuan menghatarkan listrik atau arus listrik. Mineral nonkonduktor tidak akan merespon ketika berada dalam medan listrik maupun dialiri oleh listrik.
Contoh Mineral Nonkonduktor,
Beberapa contoh mineral yang dikelompokan sebagai nonkonduktor diantaranya adalah kuarsa, mika, corundum, gypsum, zircon, feldspar.
Sifat Mineral Konduktor Nonkonduktor Dalam Medan Listrik,
Perilaku material konduktor dan nonkonduktor dalam medan listrik dapat dijelaskan dengan menggunakan contoh gambar berikut.

Kedua kurva di atas menunjukkan respon dari dua mineral yang memiliki konduktivitas berbeda yaitu mineral konduktor dan non-kunduktor
Mineral konduktor dan nonkonduktor diletakkan dalam suatu medan listrik yang bermuatan negatif. Kedua mineral menerima muatan dari medan listrik tersebut dengan kuat medan tertentu.
Setelah diberi muatan, kedua jenis mineral memiliki muatan yang sama, dan dinyatakan dengan angka 100 persen.
Setelah pengaruh medan listriknya dihilangkan, kedua jenis mineral akan menunjukkan perilaku yang berbeda sesuai dengan sifat konduktivitasnya.
Mineral konduktor dengan segera dapat melepaskan muatannya, dan dalam waktu yang sangat singkat mineral menjadi tidak bermuatan atau muatannya berubah menjadi nol persen.
Pada saat yang sama, mineral konduktor tidak dapat melepas dengan segera muatan yang ada pada permukaannya. Untuk waktu yang sama masih memiliki muatan di atas 50 persen.
Permukaan mineral konduktor sangat lambat melepas muatan, sehingga tetap bermuatan walaupun dengan nilai yang lebih rendah.
Perbedaan perilaku ini yang kemudian digunakan untuk memisahkan mineral yang memiliki perbedaan konduktivitas cukup besar.
Mekanisme Partikel Menjadi Bermuatan,
Dalam pemisahan mineral bijih yang menggunakan metoda electrostatic separation, partikel dapat menjadi bermuatan dengan cara contacting dissimilar particles, ion bombardment, dan induction.
Mekanisme Contacting Dissimilar Particles – Electro-Static Separation,
Contacting dissimilar particle adalah terjadinya muatan pada partikel akibat adanya perbedaan konstanta dielectric pada dua partikel yang disentuhkan.

Jika dua partikel berbeda saling bersentuhan dan kemudian dilepas, maka satu partikel akan bermuatan lebih positif dan yang lainnya menjadi lebih negatif.
Terjadi perpindahan muatan baik oleh electron maupun oleh ion pada kedua partikel. Mineral yang memiliki konstanta dielectric tinggi akan menjadi lebih positif dan yang memiliki konstanta dielectric rendah akan menjadi lebih negatif.
Mekanisme Ion Bombardment – Electro-Static Separation
Ion bombardment merupakan cara memberi muatan permukaan partikel dengan cara menembaki (menghujani) permukaan partikel dengan ion atau electron. Permukaan partikel menjadi bermuatan dengan cara konduksi listrik melalui udara.
Mekanisme bagaimana permukaan partikel bermuatan dengan cara ion bombardment dapat dijelaskan dengan gambar ilustrasi berikut

Dua elektroda dihubungan dengan sumber listrik arus searah dalam gambar dinyatakan dengan PS. Elektroda ionizing dihubungkan dengan kutub negatif sumber daya (PS). Sedangkan elektroda satunya dihubungan dengan kutub positif.
Jika potensial antara kedua elektroda dinaikkan cukup tinggi, maka diantara kedua elektroda tersebut timbul gangguan listrik pada gas. Kemudian gas terurai dan membentuk kabut korona.
Kabut korona terdiri ion ion hasil penguraian molekul udara yang menjadi ion negatif dan ion positif. Ion ion ini bergerak ke arah elektroda sesuai dengan muatannya.
Ion – ion positif bergerak ke arah elektroda negatif, sedangkan ion ion negatif bergerak ke arah elektroda positif yang disebut sebagai collector electrode.
Jika, partikel diletakan di atas elektroda positif atau collector, maka partikel akan dihujani oleh ion -ion negatif.
Mekanisme Ion Bombardment Kabut Korona Partikel – Electro-Static Separator
Jika partikel dilewatkan dalam kabut korona, maka pertikel tersebut akan dihunjani atau ditembaki oleh elektron atau anion. Permukaan partikel akan timbul muatan. Efek ini akan dibatasi oleh kebocoran yang menyebabkan hilangnya muatan.
Partikel yang berada dalam medan korona dan kontak dengan permukaan plat konduktor seperti drum logam, maka tingkat kebocoran akan tergantung pada konduktivitas partikel, atau setidaknya konduktivitas permukaan platnya.

Partikel partikel nonkonduktor akan mempertahankan muatannya, dan tertahan di permukaan plat drums oleh gaya image yang ditimbulkan oleh dirinya.
Gaya image merupakan gaya yang merepresentasikan gaya tarik antara partikel bermuatan dengan permukaan plat atau drums yang diarde. Gaya image nilainya setara dengan gaya listrik atau gaya Coulomb yang ditimbulkan oleh ion bombardment dengan tanda berlawanan.
Gaya Image Ion Bombardment Partikel Pada Electrostatic Separator
Gaya image adalah gaya yang merepresentasikan besarnya gaya Tarik antara partikel bermuatan dengan permukaan drum.
Besarnya gaya image atau image force partikel yang ditimbulkan oleh mekanisme ion bombardment dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut…
\mathrm{F_{i} =\frac{1}{K} \frac{e^{-}e^{+}}{y^{2}} }
Fi = gaya image
K = dielektrical konstanta
e– = total muatan negatif pada permukaan partikel
e+ = total muatan postitf pada pemukaan parikel
y = jarak muatan ke permukaan drum
Untuk kebutuhan praktis pada electrostatic separation rumus gaya image dapat dinyatakan sebagai berikut
\mathrm{F_{i} =9 \; x\; 10^{9} \; \frac{e^{-}e^{+}}{y^{2}} }
Mekanisme Charging by Induction – Electro-Static Separation,
Dua electrode dihubungkan dengan sebuah sumber daya arus searah bertegangan tinggi (PS), seperti tampak pada gambar dibawah. Satu electrode dihubungkan dengan kutub negatif, dan satunya lagi dihubungkan dengan kutub positif.

Diantara kedua electrode akan timbul suatu medan yang disebut dengan medan listrik. Suatu zone (medan) bermuatan listrik yang ditimbulkan oleh adanya perbedaan potensial listrik diantara dua elektroda.
Arah medan listrik terjadi dari electrode yang berpotensial tinggi (electrode positif) ke electrode berpotensial rendah (elektroda negatif).
Muatan medan listrik yang ditimbulkan tergantung pada rangkaian sumber daya (PS), electrode dan grounded. Medan listrik yang dihasilkan akan bermuatan negatif jika tegangan positif yang di grounded. Sebaliknya medan akan bermuatan positif jika tegangan negatif yang digrounded.
Mekanisme Induksi Medan Listrik Polarisasi Partikel – Electro-Static Separator
Jika partikel diletakan pada medan listrik dari sebuah plat konduktor yang grounded (diarde), maka permukaan partikel akan segera bermuatan dengan cara induksi. Baik partikel konduktor maupun nonkonduktor akan terpolarisasi.

Namun partikel konduktor akan segera memiliki potensial permukaan yang sama (aquipotensial) dengan permukaan plat yang digrounded. Sedangkan partikel partikel yang bersifat nonkonduktor akan tetap terpolarisasi.
Akibat adanya kontak dengan permukaan plat yang digrounded, potensial permukaan partikel konduktor menjadi sama dengan permukaan plat. Akibat muatan sama, maka terjadi gaya tolak menolak antara plat dan partikel konduktor.
Partikel nonkonduktor tetap terpolarisasi. Akibatnya, muatan permukaan plat dan permukaan partikel berbeda. Terjadi gaya Tarik menarik antara partikel nonkonduktor dan permukaan plat.
Gaya Listrik Induksi Medan Listrik Pada Electrostatic Separation
Gaya listrik adalah gaya yang merepresentasikan besarnya gaya tarik menarik antara partikel bermuatan dengan elektroda.
Besarnya gaya listrik yang terjadi antara partikel bermuatan dengan elektroda dapat diekspresikan dengan rumus beruikut
\mathrm{F_{e} = e^{\pm } E_{f}}
Fe = Gaya listrik
Ef = kuat medan listrik atau intensitas.
e+/- = muatan listrik.
Pemisahan Mineral Pada Permukaan Di-grounded – Electrostatic Separation,
Pemisahan cara listrik yang dilakukan pada sebuah permukaan plat atau drum yang digrouded dihasilkan dari kombinasi gaya listrik, gaya sentrifugal, dan gaya gravitasi.
Gaya gaya yang bekerja pada partikel ketika berada di permukaan drum yang digrounded dan berputar ditunjukkan pada gambar di bawah.

Partikel diasumsikan berbentuk bulat agar mendapatkan distribusi muatan permukaan yang merata. Kemudian gaya gesekan dianggap kecil dan dapat diabaikan. Sehingga Gaya yang tersisa yang bekerja pada partikel dapat diperhitungkan.
Gaya Listrik Fe – electrical force bekerja searah dengan medan listrik yang merupakan gaya Tarik menarik antara partikel bermuatan dengan electrode. Partikel berada dalam medan listrik dengan kekuatan konstan,
Gaya Image Fi adalah gaya Tarik menarik antara partikel bermuatan dengan permukaan digrounded seperti pada rotor. Variabel y pada rumus gaya image menjadi diameter partikel.
Gaya Centrifugal Fc merupakan gaya yang timbul akibat adaya putaran dari permukaan drum yang digrounded.
Rumus Gaya Centrifugal – Electrostatic Separation,
Besarya gaya centrifugal yang bekerja pada partikel yang berada pada permukaan drum digrounded dapat diekspresikan dengan rumus berikut
Fc = 1/6 π d3 ρs ω2 R
d = diameter partikel
ρs = density partikel
ω = kecepatan anguler rotor / drum
R = rotor -/radius drum
Gaya Gravitasi merupakan gaya yang bekerja pada partikel akibat pengaruh percepatan gravitsi bumi.
Rumus Gaya Gravitasi Partikel – Electrostatic Separation,
Besarnya gaya gravitasi yang dialami partikel selama berada dalam proses pemisahan electrostatic separation dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut
Fg = 1/6 π d3 ρs g
Pinning Factor – Electrostatic Separation,
Pinning factor merupakan ukuran kecenderungan dari parikel untuk menempel (pinned) di permukaan rotor atau drum.
Dalam high tension separator mekanisme charging utama pada partikel adalah ion bombardment, sehingga gaya yang diperhitungkan adalah gaya image dan gaya centrifugal. Keseimbangan antara dua gaya ini menghasilkan faktor pinning.
Rumus Pinning Factor – High Tension Separator,
Besar pinning factor untuk partikel pada electrostatic separation dengan cara ion bombardment dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut
PF = Fi/Fc
PF = pinning factor
Fi = gaya image
Fc = gaya centrifugal
Rumus ini menunjukkan perbandingan gaya image dan gaya centrifugal. Apakah partikel akan tetap menempel atau terlempar dari permukaan rotor – drum tergantung pada gaya image Fi dan gaya centrifugal Fc tersebut.
Jika nilai pinning factor lebih kecil dari satu, artinya gaya centrifugal lebih besar dari gaya image. Gaya centrifugal lebih dominan pada partikel dibanding gaya centrifugal.
Keadaan ini, menyebabkan partikel akan terlontar dari permukaan rotor – drum. Partikel ini dapat dikelompokan sebagai partikel konduktor.
Jika nilai pinning factor lebih besar dari satu, artinya gaya image lebih besar dari gaya centrifuga. Gaya image mendominasi partikel. Partikel akan menempel pada permukaan rotor – drum. Partikel ini diklasifikasikan sebagai partikel nonkonduktor.
Lifting Factor – Electro-Static Separator,
Lifting factor merupakan besaran yang mengukur kecenderungan partikel akan terangkat dari permukaan rotor – drum dan tertarik ke arah elektroda.
Dalam electro-statis separator mekanisme charging utama pada partikel adalah dengan cara konduksi, sehingga gaya gaya utamanya adalah gaya listrik dan gaya sentrifugal.
Keseimbangan antara gaya listrik dan gaya sentrifugal pada electro-static separator akan menghasilkan lifting factor.
Rumus Lifting Factor – Electro-Static Separator,
Besarnya lifting factor yang terjadi pada electro-static separator dapat diekspresikan dengan menggunakan rumus berikut
PF = Fe/Fc
PF = pinning factor
Fe = gaya listrik
Fc = gaya centrifugal
Rumus ini menujukkan perbandingan gaya listrik dan gaya centrifugal. Apakah partikel akan terangkat dari permukaan rotor – drum dan tertarik ke arah elektroda sangat tergantung pada gaya listrik Fe dan gaya centrifugal Fc tersebut.
Jika nilai lifting factor lebih kecil dari satu, artinya gaya listrik yang menyebabkan Tarik menarik antara partikel dengan electrode lebih kecil dari gaya centrifugal.
Sedangkan gaya listrik antara permukaan drum dan partikel lebih besar dari gaya centrifugal. Sehingga partikel akan tetap di permukaan drum. Partikel ini dapat dikelompokan sebagai partikel nonkonduktor.
Jika nilai lifting factor lebih besar dari satu, artinya gaya listrik yang dialami partikel lebih besar dari gaya centrifugal. Gaya Tarik antara partikel dengan elektroda lebih dominan. Partikel cenderung tertarik ke arah elekroda.
Sedangkan gaya listrik antara partikel dan permukaan drum lebih kecil dari gaya sentrifugal. Partikel akan terlempar dari permukaan rotor – drum. Dengan demikian partikel ini diklasifikasikan sebagai partikel konduktor.
Electro-Dynamic Electrostatic Separator
Electro dynamic separator disebut juga High Tension Separator. Separator ini bekerja pada tegangan antara 10 – 40 kV dengan kuat arus 5 – 15 mA.
High tension separator memiliki dua buah elektroda yaitu ionizing electrode dan static electrode serta sebuah rotor – drum berputar yang digrounded.
Ionizing Electrode High Tension Separator,
Ionizing electrode berfungsi memecah molekul udara menjadi ion ion di sekitar permukaan rotor dan elektroda. Ion ion ini menghujani permukanan rotor (ion bombardment) sehingga membentuk kabut (medan) korona yang bermuatan listrik.
Static Electrode High Tension Separator,
Static electrode berfungsi menciptakan medan listrik di antara permukaan drum dan electrode static setelah ionizing electrode. Electroda ini akan menarik partikel konduktor dari permukaan drum ke arah elektroda tersebut.
Prinsip Kerja Mekanisme Pemisahan High Tension Separator,
Umpan jatuh di atas permukaan rotor, putarannya membawa partikel ke dalam medan korona yang bermuatan. Setiap partikel dibombardir oleh ion ion yang terdapat dalam medan corona sehingga permukaannya menjadi bermuatan.
Mekanisme pemisahan bahan galian bijih tambang mineral yang memanfaatkan perbedaan sifat listrik pada High Tension Separator dapat dilihat pada gambar berikut…

Partikel partikel yang bersifat konduktor akan segera melepas muatan yang baru saja diterima ke permukaan rotor. Pengaruh gaya image menjadi tidak ada. Gaya yang masih bekerja pada pertikel adalah gaya sentrifugal. Partikel akan terlontar dari permukaan drum oleh pengaruh gaya sentrifugal ini.
Muatan partikel konduktor berlawanan dengan medan listrik yang ditimbulkan oleh static electrode. Perbedaan muatan ini menyebabkan partikel konduktor akan tertarik ke arah static electrode.
Pada kondisi terakhir ada dua gaya yang berpengaruh terhadap posisi partikel konduktor yaitu gaya sentrifugal dan gaya listrik. Oleh kedua gaya ini pada akhirnya partikel konduktor terlepas dari permukaan rotor dan tertarik ke arah elekktroda static.
Sementara itu, partikel nonkonduktor tidak mampu dengan segera melepaskan muatan yang telah diterimanya ke permukaan rotor. Akibatnnya timbul gaya image. Partikel nonkonduktor tetap dipermukaan rotor dan tertarik melekat oleh gaya image yang dibentuknya.
Partikel nonkonduktor secara perlahan kehilangan muatannya. Partikel terlepas dan jatuh dari permukaan rotor di bagian bawah oleh gaya gravitasi. Sebagian partikel yang masih bermuatan dan menempel pada permukaan rotor dilepas dengan menggunakan brush (sikat) di bagian paling bawah rotor.
Electro-Static Separator
Electro-static separator memiliki satu electrode yaitu electrode statis dan sebuah rotor – drum yang berputar atau plate digrounded. Jadi, electro-static separator tidak dilengkapi dengan ionizing electrode.
Jenis Electro-Statis Separator,
Ada dua tipe electro-static seperator yang umum digunakan dalam pengolahan bahan galian tambang mineral bijih yaitu Rotor Type Electro-Static Separator dan Plate Electro-Static Separator.
Prinsip Cara Kerja Rotor Type Electro-Static Separator,
Bijih yang terdiri mineral konduktor dan nonkonduktor diumpankan ke separator dan masuk ke dalam medan listrik yang ditimbulkan oleh elektroda static. Semua partikel akan menerima induksi dari medan listrik. Induksi ini menyebabkan permukaan partikel menjadi terpolarisasi.

Partikel partikel konduktor dengan segera menjadi equipotensial dan memiliki potensial yang sama dengan potensial permukaan rotor.
Akibat perubahan potensial ini, partikel konduktor dipengaruhi gaya listrik dari elektroda. Partikel akan tertarik ke arah elektroda statis. Putaran rotor mengakibatkan partikel konduktor dipengaruhi oleh gaya sentrifugal. Kedua gaya ini yang menyebabkan partikel konduktor terlepas dari permukaan rotor.
Sementara itu, partikel nonkonduktor tidak dengan mudah dapat membebaskan efek polarisasinya. Timbul gaya listrik dari permukaan rotor yang menarik partikel. Hal ini menyebabkan partikel melekat pada permukaan rotor yang berputar. Hingga gaya gravitasi bekerja pada partikel untuk melepas dan menjatuhkannya.
Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.
Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media
Pengolahan Bijih Emas Dan Perak
Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi
Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone
Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing
Proses Reduksi Bijih Besi, Pembuatan Sponge Besi Pada Rotary Kiln, Tanur Putar.
Tahap Metoda Pengolahan Batubara
Tahap Pengolahan Bijih Mineral Tembaga
Tahap Proses Pengolahan Bijih Nikel Laterite
Daftar Pustaka:
- Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
- Wills, B.A. and T.J. Napier-Munn., 2006, “Minerral Processing Technology, Elsevier Science And Technology Book, Queensland
- Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son, New York.
- Currie, M. John, 1973, “Unit Operation in Mineral Processing”, British Columbia Institue of Technology, British Columbia, Burnaby
- Mular, L., Andrew, 2000, “Elements of Mineral Process Engineering”, Unversity of British Columbia, Vancouver, B. C., V6T 1Z4, Canada.
- Gupta, A. Yan, D. S., 2006, “Mineral Processing Design and Operation”, Perth, Australia.
- Gaudin, AM., 1939, “Principles of Mineral Dressing”, Mc. Graw Hill Book Company Inc, New York.
- Taggart AF., 1987, “Hand Book of Mineral Dressing”, John Willey and Sons, New York.
- King, R.P, 2001, “Modeling & Simulation of Mineral Processing Systems, Department of Metallurgical Engineering, University of Utah, USA.
- Evertsson, C.M. and Bearman, R.A., “1997, “Investigation of interparticle breakage as applied to cone crushing, Minerals Engineering, vol. 10, no. 2, February, pp. 199-214.
- Metso Minerals., 2008, “Crushing and Screening Handbook”, 3rd ed., Tampere: Metso Minerals).
- , 2006, “Basics in Minerals Processing”, 5th Edition, Section 4 – Separations, Metso Minerals.
- Pryor A. EJ., 1965, “Reader in Mineral Dressing”, University of London, Mining Publication, Salisbury House, London.
=====Versi Lama=====
Pengertian Pemisahan Secara Listrik, Electrostatic Separation. Electrostatic Separation merupakan Operasi konsentrasi atau pemisahan satu mineral atau lebih dengan mineral lainnya yang memanfaatkan perbedaan sifat kelistrikan dari mineral-mineral yang akan dipisah.
Sifat kelistrikan menunjukkan kemampuan mineral dalam menghantarkan listrik, biasa disebut konduktivitas. Mineral-meneral yang terdapat dalam bijih akan merespon medan listrik sesuai dengan sifat konduktivitas yang dimilikinya.
Prinsip Pemisahan Secara Listrik.
Mineral-mineral yang memiliki sifat konduktivitas tinggi akan segera melepaskan muatan yang dimilikinya. Mineral-mineral ini dengan cepat memiliki muatan yang sama dengan permukaan tempat dimana muatan dilepaskan.
Mineral ini kemudian dikelompokan sebagai mineral konduktor. Mineral konduktor merupakan mineral yang dapat menghantarkan listrik.
Sedangkan Mineral-mineral yang tidak memiliki sifat konduktivitas, tidak akan dengan segera dapat melepaskan muatan yang dimilikinya. Mineral-mineral ini sangat lambat dalam melepaskan muatannya.
Mineral ini memiliki muatan yang berlawanan dengan permukaan tempat dimana mineral itu berada. Mineral-mineral ini kemudian dikelompokkan sebagai mineral non-konduktor. Mineral non-konduktor merupakan mineral yang tidak dapat menghantarkan listrik.l
Mineral-mineral yang masuk dalam kelompok mineral konduktor misalnya: magnetite, hematite, chromite, galena, cassiterite. Sedangkan mineral-mineral yang dikelompokan dalam mineral non–konduktor misalnya: kuarsa, mika, corundum, gypsum, zircon, feldspar.
Karakteristik Mineral dalam Medan Listrik.
Gambar 1. Menunjukkan respon dari dua mineral yang memiliki konduktivitas berbeda yaitu mineral konduktor dan non-kunduktor. Kedua mineral diberi muatan dari medan listrik dengan kuat medan tertentu.
Setelah diberi muatan, kedua jenis mineral memiliki muatan yang sama, dan dinyatakan dengan angka 100 persen. Setelah pengaruh medan listriknya dihilangkan, kedua jenis mineral akan menunjukkan perilaku yang berbeda sesuai dengan sifat konduktivitasnya.

Mineral konduktor dengan segera dapat melepaskan muatannya, dan dalam waktu yang sangat singkat mineral menjadi tidak bermuatan atau muatannya menjadi nol persen.
Pada saat yang sama, mineral non-konduktor sangat lambat melepaskan muatannya, dan untuk waktu yang sama masih memiliki muatan di atas 50 persen. Perbedaan perilaku ini yang kemudian digunakan untuk memisahkan mineral yang memiliki perbedaan konduktivitas cukup besar.
Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.
Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media
Pengolahan Bijih Emas Dan Perak
Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi
Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone
Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing
Proses Reduksi Bijih Besi, Pembuatan Sponge Besi Pada Rotary Kiln, Tanur Putar.
Tahap Metoda Pengolahan Batubara
Tahap Pengolahan Bijih Mineral Tembaga
Tahap Proses Pengolahan Bijih Nikel Laterite
Daftar Pustaka.
- Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
- Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son, New York
Pengertian Pemisahan Secara Listrik atau Electrostatic Separation dan Prinsip Kerja Electrostatic Separation. Faktor yang Mempengaruhi Electrostatic Separation karena Memanfaatkan Perbedaan sifat kelistrikan. Sifat konduktivitas Electrostatic Separation dalam Medan listrik Pada Pengolahan bijih. Prinsip Pemisahan Secara Listrik dan Contoh Pengolahan dengan cara Electrostatic Separation.
Contoh Mineral konduktor dan Non Konduktor dengan Sifat konduktivitas Mineral Bijih. Fungsi Pemisahan cara listrik dengan Karakteristik Mineral dalam Medan Listrik. Mesin Pemisahan cara listrik dalam Pengolahan dengan Mesin Electrostatic Separation. Kapasitas Electrostatic Separation dan Ukuran bijih pada pemisahan Electrostatic Separation.
