Lemak: Pengertian Sifat Fisik Rumus Kimia Jenis Struktur Pembentuk Asam Lemak Contoh Soal Perhitungan Bilangan Asam Iodin Penyabunan Ester

Pengertian  Lemak. Lemak merupakan ikatan organic yang terdiri atas unsure-unsur karbon, hydrogen dan oksigen, dengan sifat dapat larut dalam zat pelarut tertentu atau hanya larut pada zat pelarut lemak. Zat pelarut lemak misalnya: petroleum benzene dan ether.


Lemak merupakan suatu ester alam yang berasal dari hewan dan tanaman. Lemak merupakan triester dari gliserol dan asam- asam karboksilat rantai panjang yang disebut trigliserida.

Lemak dan minyak dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol (gliserol) dan asam karboksilat (asam lemak). Sehingga sifat-sifat lemak mirip dengan ester.

Lemak yang berasal dari tanaman atau lemak nabati disebut minyak, walaupun ada sebagian minyak berasal hewan, misalnya minyak ikan. Lemak dan minyak digolongkan ke dalam kelompok lipid.

Komponen Penyusun Lemak

Lemak yang dianggap penting ialah lemak netral, atau triglyceride yang molekulnya terdiri atas satu molekul glycerol atau glycerin dan tiga molekul asam lemak yang diikatkan pada glycerol tersebut dengan ikatan ester.

Dengan demikian Lemak dan minyak tersusun dari gliserol dan asam -asam lemak. Gliserol adalah suatu alkohol yang memiliki tiga gugus fungsi hidroksil (–OH) yang sering juga disebut trihidroksi alkohol yang terdiri atas tiga atom karbon.

Gliserol memiliki rumus kimia C3H8O3 dengan massa molar Mr 92 g/mol. Struktur gliserol ditunjukkan pada gambar berikut

Rumus Struktur Gliserol Komponen Penyusun Lemak
Rumus Struktur Gliserol Komponen Penyusun Lemak

Asam lemak merupakan asam organik yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak, baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan.

Asam lemak merupakan asam karboksilat yang memiliki senyawa hidrokarbon berupa rantai karbon R dan gugus karboksil (–COOH). Asam lemak memiliki rumus umum  R–COOH dan strukturnya seperti pada gambar berikut:

Rumus Umum Struktur Asam Lemak Komponen Penyusun Lemak
Rumus Umum Struktur Asam Lemak Komponen Penyusun Lemak

Rantai karbon R dapat berupa rantai karbon jenuh atau rantai karbon tidak jenuh.

Rumus Struktur Lemak

Struktur lemak memiliki satu molekul gliserol yang mengikat tiga molekul asam lemak, oleh karena itu lemak adalah suatu trigliserida.

Struktur trigliserida memiliki 3 gugus karboksil yang dinotasikan dengan R1, R2, R3 yang merupakan gugus bersifat nonpolar dengan jumlah atom karbon antara 11 sampai dengan 23. Struktur umum molekul lemak seperti terlihat pada gambar berikut

Gambar Rumus Umum Struktur Lemak
Gambar Rumus Umum Struktur Lemak

R1, R2, R3 dapat sama atau berbeda. Ketika ketiga asam lemak pada lemak triglyceride adalah sama semua maka disebut asam lemak sederhana. Sedangakan jika hanya dua yang sama atau ketiganya tidak sama disebut lemak campuran.

Tata Nama Lemak

Nama yang umum untuk lemak adalah trigliserida. Penamaan lemak berdasarkan nama esrternya dan dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemak.

Contoh Tata Nama Lemak Berdasarkan Nama Ester

Lemak yang dibentuk dari gabungan gliserol dan asam stearat dinamakan gliseril tristearat.

Lemak yang dibentuk dari gabungan gliserol dan asam palmitat dinamakan gliseril tripalmitat.

Contoh Nama Lemak Berdasarkan Turunn Asam Karboksilatnya
Contoh Tata Nama Lemak Berdasarkan Nama Ester

Namun, lemak dapat dibedakan dari gugus asam karboksilat yang terikat pada lemak, sehingga tatanama lemak dapat juga didasarkan pada turunan asam karboksilat tersebut.

Contoh Nama Lemak Berdasarkan Turunn Asam Karboksilatnya

Lemak yang dibentuk dari gabungan gliserol dan asam tristearat diberi nama tristearin.

Lemak yang dibentuk dari gabungan gliserol dan asam tripalmitat diberi nama tripalmitin.

Pembentukan Lemak

Lemak dan minyak merupakan suatu ester karena dibentuk melalui reaksi esterifikasi antara alkohol yaitu gliserol dan asam karboksilat yaitu asam lemak. Lemak terbentuk apabila 3 molekul asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol.

Pembentukan Lemak
Pembentukan Lemak

R1–COOH, R2–COOH, dan R3–COOH adalah molekul asam lemak yang terikat pada gliserol.

Contoh Pembentukan Lemak Gliseril Tristearat

Lemak gliseril tristearat (jenis lemak hewani) merupakan ester dari molekul gliserol dan tiga molekul asam stearat. Adapun reaksi pembentukannya adalah seperti berikut

Contoh Rumus Struktur Pembentukan Lemak Gliseril Tristearat
Contoh Rumus Struktur Pembentukan Lemak Gliseril Tristearat

Jadi, satu molekul gliserol berikatan dengan tiga molekul asam stearate akan membentuk satu molekul gliseril tristearat dengan menghasilkan tiga molekul air.

Jenis -Jenis Asam Lemak

Berdasarkan jenis ikatannya, asam lemak dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh sehingga titik lelehnya tinggi. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar.

Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam-asam lemak.

a). Asam Lemak Jenuh

Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang semua ikatan atom karbon pada rantai karbonnya berupa ikatan tunggal (jenuh). Dengan kata lain, asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap.

Asam Lemak Jenuh Stearat Tidak Ada Ikatan Rangkap
Asam Lemak Jenuh Stearat Tidak Ada Ikatan Rangkap

Dari gambar strukutrnya dapat diketahui bahwa ssam lemak stearate merupakan asam lemak jenuh karena rantai hidrokarbon pembentuknya tidak memiliki ikatan rangkap.

Contoh Asam Lemak Jenuh

Contoh asam lemak jenuh diantaranya adalah asam miristat (C13H27COOH), asam palmitat C15H31COOH, asam stearate C17H35COOH, dan contoh lainnya ada pada table berikut:

Tabel Contoh Asam Lemak Jenuh
Tabel Contoh Asam Lemak Jenuh

b). Asam Lemak Tak Jenuh

Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang mengandung ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Contoh Struktur Asam lemak dengan ikatan rangkap dapat dilihat pada gambar berikut.

Asam Lemak Tak Jenuh Asam Oleat Satu Ikatan Rangkap
Asam Lemak Tak Jenuh Asam Oleat Satu Ikatan Rangkap

Asam lemak jenis oleat memeiliki satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon pembentuknya dan disebut monounsaturated (asam lemak tak jenuh tunggal).

Asam Lemak Tak Jenuh Asam Linoleat Dua Ikatan Rangkap
Asam Lemak Tak Jenuh Asam Linoleat Dua Ikatan Rangkap

Sedangkan asam lemak linoleate memilii dua ikatan rangkap dan disebut polyunsaturated (asam lemak tak jenuh ganda atau banyak)

Asam lemak tak jenuh tunggal biasa disebut omega-9. Penamaan ini disebabkan ikatan rangkapnya terletak pada atom C kesembilan. Istilah omega-3 dan omega-6 pada produk makanan merupakan nama lain dari asam lemak tak jenuh ganda yang ikatan rangkapnya terletak pada atom C ketiga dan keenam.

Contoh Asam Lemak Tak Jenuh

Contoh Asam Lemak Tak Jenuh diantaranya adalah asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat.

Tabel Contoh Asam Lemak Tak Jenuh
Tabel Contoh Asam Lemak Tak Jenuh

Beda Lemak Dan Minyak

Dari tiik leburnya lemak dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lemak yang keadaannya padat pada suhu kamar, biasa disebut lemak atau gajih, dan lemak yang keadaannya cair pada suhu kamar, biasa disebut minyak.

Pada suhu kamar, lemak berwujud padat, sedangkan minyak berwujud cair. Istilah lemak biasanya digunakan untuk yang berwujud padat. Pada suhu kamar sekitar 25 °C, lemak berbentuk padat sedangkan minyak berbentuk cair.

Perbedaan wujud lemak ini dipengaruhi susunan asam lemaknya. Lemak banyak mengandung asam lemak jenuh, sedangkan minyak banyak mengandung asam lemak tak jenuh.

Umumnya lemak hewani tersusun dari asam-asam lemak jenuh yang titik lelehnya tinggi. Adapun minyak umumnya tersusun dari asam lemak tidak jenuh yang memiliki titik leleh rendah sehingga minyak cenderung berwujud cair pada suhu kamar.

Titik leleh yang rendah dari minyak disebabkan adanya ikatan rangkap. Ikatan rangkap ini merupakan sumber elektron yang dapat mengadakan tolak-menolak dengan ikatan rangkap yang lain sehingga melemahkan gaya antarmolekul asam- asam lemak.

Pada umumnya, lemak berasal dari hewan, kecuali lemak cokelat. Mentega, margarin, minyak tumbuhan, minyak hewan, susu, dan kacang- kacangan merupakan contoh bahan yang mengandung lemak.

Adapun minyak, pada umumnya berasal dari tumbuhan. Beberapa contoh minyak, di antaranya minyak kelapa, minyak kedelai, dan minyak jagung.

Sifat Sifat Fisik Dan Kimia Lemak

a). Pada suhu kamar, lemak dari tumbuhan berupa zat cair sedangkan lemak hewan pada umumnya berupa zat padat.

b). Lemak yang memiliki titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang mempunyai titik lebur rendah mengandung asam lemak tak jenuh.

Contohnya Tristearin yang terbentuk dari ester gliserol dengan tiga molekul asam stearate memiliki titik lebur 71 °C, sedangkan triolein yang tersusun dari ester gliserol dengan tiga molekul asam oleat  memeiliki  titik lebur –17 °C.

c). Lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek larut dalam air, sedangkan lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air.

d). Semua lemak larut dalam kloroform dan benzena. Alkohol panas merupakan pelarut lemak yang baik.

1). Reaksi Penyabunan atau Saponifikasi Lemak

Sabun berasal dari Bahasa Latin yaitu Sapo yang artinya sabun. Proses penyabunan adalah suatu proses hidrolisis dari lemak dan minyak dalam lingkungan larutan basa kuat yang  menghasilkan gliserol dan garam dari asam lemak.

Hidrolisis lemak dengan alkali basa kuat disebut penyabunan karena salah satu hasilnya adalah garam asam lemak yang disebut sabun.

Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Kalium Hidroksida KOH

Reaksi hidrolisis lemak dan minyak dengan kalium hidroksida KOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Kalium Hidroksida KOH
Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Kalium Hidroksida KOH

Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Natrium Hidroksida NaOH

Reaksi hidrolisis lemak dan minyak dengan natrium hidroksida NaOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Natrium Hidroksida NaOH
Reaksi Penyabunan Saponifikasi Lemak Dengan Natrium Hidroksida NaOH

Sabun yang mengandung logam Na yang diperoleh dari hidrolisis lemak dalam NaOH disebut sabun keras yang digunakan untuk sabun cuci. Sedangkan sabun yang mengandung logam K disebut sabun lunak yang digunakan untuk sabun mandi.

Banyaknya asam yang terkandung dalam lemak dinyatakan dengan bilangan penyabunan yang diperoleh melalui reaksi penyabunan dengan basa kuat KOH.

Bilangan penyabunan adalah suatu angka yang menunjukkan berapa miligram KOH yang digunakan untuk menghasilkan sabun dari 1 gram lemak.

Besar kecilnya bilangan penyabunan tergantung pada panjang pendeknya rantai karbon asam lemak atau massa molekul lemak tersebut.

2). Hidrogenasi Lemak Dan Minyak

Hidrogenasi Lemak adalah proses pengolahan lemak atau minyak dengan cara mereaksikannya   dengan hidrogen pada ikatan rangkap dalam asam lemak dengan bantuan katalis nikel.

Tujuan Hidrogenasi Minyak Lemak

Hidrogenasi pada prinsipnya bertujuan untuk mengkonversi ikatan rangkap menjadi tunggal.  Hidrogenasi akan menjenuhkan ikatan rangkap yang dimiliki rantai karbon asam lemak.

Reaksi hidrogenasi dapat mengurangi ketidakjenuhan minyak atau lemak sehingga bersifat lebih jenuh.

Proses Hidrogenasi MinyaK dan Lemak,

Proses hidrogenasi dilakukan dengan menggunakan hidrogen murni dan ditambahkan serbuk nikel sebagai katalisator.

Beberapa industri telah melakukan proses pengolahan minyak tumbuhan menjadi lemak padat dengan cara hidrogenasi katalitik. Proses konversi minyak menjadi lemak dengan metoda hidrogenasi lebih dikenal dengan istilah proses pengerasan.

Salah satu metoda hidrogenasi adalah dengan mengalirkan gas hidrogen bertekanan ke dalam tangki minyak bertemperatur sekitar 200 °C dengan bantuan katalis nikel yang terdispersi.

Reaksi Hidrogenasi Minyak Cair Dengan Gas Hidrogen Dan Katalis Nikel

Reaksi hidrogenasi minyak cair dangan bantuan katalis nikel dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut:

Reaksi Hidrogenasi Minyak Cair Dengan Gas Hidrogen Dan Katalis Nikel
Reaksi Hidrogenasi Minyak Cair Dengan Gas Hidrogen Dan Katalis Nikel
Reaksi Hirogenasi Minyak Cair Dengan Gas Hidrogen Dan Katalis Nikel
Reaksi Hirogenasi Minyak Cair Dengan Gas Hidrogen Dan Katalis Nikel

Pada proses hidrogenasi, minyak yang mengandung ikatan rangkap dapat dijenuhkan dengan cara reaksi adisi H2 pada ikatan rangkapnya sehingga menjadi lemak padat.

Contoh Proses Hidrogenasi Minyak Lemak

Contoh proses hidrogenasi lemak adalah pada pembuatan mentega di industri. Mentega buatan atau margarin dibuat melalui pengolahan minyak cair menjadi lemak padat melalui reaksi adisi gas H2 dengan bantuan katalis logam nikel pada suhu dan tekanan tinggi.

Untuk menyatakan ketidakjenuhan asam, maka digunakan derajat ketidakjenuhan asam. Derajat ketidakjenuhan asam adalah banyaknya ikatan rangkap yang dinyatakan dengan bilangan yod. Bilangan yod adalah suatu angka yang menyatakan banyaknya gram yodium yang dapat diadisikan pada 100 gram lemak.

3). Hidrolisis Lemak Dan Minyak

Hidrolisis adalah reaksi kimia di mana molekul air memecah satu atau lebih ikatan kimia. Istilah ini digunakan secara luas untuk reaksi-reaksi substitusi, eliminasi, dan fragmentasi di mana air adalah pemecahnya.

Hidrolisis pada lemak akan memecah gliseril menjadi komponen – komponen pembentuknya yaitu gliserol dan asam lemak.

Dengan bantuan enzim lipase, lemak atau minyak dapat dihidrolisis menggunakan air pada temperatur kamar.

Reaksi Hidrolisis Lemak Gliseril Tristearat Dalam Air Dan Enzim Lipase

Lemak gliseril tristearat dapat dihidrolisis dengan air pada temparatur kamar dan bantuan enzim lipase. Hidrolisis gliseril tritearat menghasilkan gliserol dan asam stearate seperti persamaan reaksi berikut

Reaksi Hidrolisis Lemak Gliseril Tritearat Dalam Air Dan Enzim Lipase
Reaksi Hidrolisis Lemak Gliseril Tritearat Dalam Air Dan Enzim Lipase

Penggunaan Lemak dan Minyak dalam Kehidupan Sehari-hari

Lemak atau minyak dapat dimanfaatkan untuk beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut.

1). Sumber Energi Bagi Tubuh

Lemak dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan makanan atau sumber energi. Lemak adalah bahan makanan yang kaya energi. Pembakaran 1 gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori.

2). Bahan Pembuatan Mentega Atau Margarin

Lemak atau minyak dapat diubah menjadi mentega atau margarin dengan cara hidrogenasi.

3). Bahan Pembuatan sabun

Sabun dapat dibuat dari reaksi antara lemak atau minyak dengan KOH atau NaOH. Sabun yang mengandung logam Na disebut sabun keras (bereaksi dengan keras terhadap kulit) dan sering disebut sabun cuci.

Sedangkan sabun yang mengandung logam K disebut sabun lunak dan di kehidupan sehari-hari dikenal dengan sebutan sabun mandi.

Cara Menentukan Kadar Dan Ketidakjenuhan Asam Lemak

Untuk mengetahui kadar suatu lemak dan ketidakjenuhan asam lemak dapat dilakukan dengan cara  menentukan bilangan asam, bilangan ester, bilangan penyabunan, dan bilangan iodin.

1). Bilangan Asam (BA)

Bilangan asam adalah bilangan yang menyatakan berapa jumlah KOH dalam milligram yang diperlukan untuk menetralkan 1mg lemak khususnya asam lemak bebas.

Bilangan asam ditentukan dengan cara titrasi alkalimetri, yaitu Teknik titrasi dengan pereaksi suatu alkali yaitu basa kuat KOH. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

R–COOH + KOH → R–COOK + H2O

BA = (V.M.Mr)/m

  1. V) = Volume basa (KOH (mL)

M= Konsentrasi basa (KOH) (M)

Mr= Massa molekul relatif basa(KOH)  (g mol–1)

m = Massa lemak

2). Bilangan Ester (BE)

Bilangan ester adalah bilangan yang menyatakan berapa jumlah KOH (mg) yang diperlukan untuk membentuk sabun dari ester yang terdapat dalam 1 gram lemak atau minyak.  Jadi, bilangan ester menunjukkan besarnya kadar ester yang terkandung dalam minyak atau lemak.

Penentuan bilangan BE dapat terganggu jika dalam lemak terdapat suatu anhidrida atau suatu lakton. Metoda yang digunakan untuk mendapatkan bilangan ester adalah dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih, sampai terbentuk sabun. Kelebihan KOH yang ditambahkan selanjutnya dititrasi.

Tahap reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

Trigliserida + KOH → Gliserol + R–COOK (sabun)

KOH (sisa) + HCl → KCl + H2O

3). Bilangan Penyabunan (BP)

Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menyatakan berapa jumlah KOH (mg) diperlukan untuk membentuk gram sabun secara sempurna.

Metoda yang digunakan adalah titrasi asidimetri setelah proses penyabunan sempurna. Metoda untuk mengidentifikasi bilangan penyabunan sama seperti dengan penentuan bilangan ester. Dengan cara merefluks campuran lemak atau minyak dengan KOH berlebih dan mentitrasi kelebihan KOH.

4).  Bilangan Iodin (BI)

Bilangan iodin (yodium) adalah bilangan yang menunjukkan banyaknya halogen (mg) yang dapat diikat oleh 1 mg lemak, atau berapa persen halogen yang dapat diikat lemak.

Senyawa halogen yang digunakan dalam penentuan bilangan iodin adalah senyawa antarhalogen, yaitu Iodobromida (IBr, senyawa hanus). Senyawa hanus bereaksi dengan lemak melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap.

Dengan demikian, bilangan iodin merupakan ukuran banyaknya ikatan rangkap dalam asam lemak.

Teknik yang digunakan untuk menentukan bilangan iodin adalah titrasi iodometri. Titrasi dilakukan setelah reaksi adisi berlangsung sempurna.

Kelebihan bromin direaksikan dengan KI agar terbentuk I2, selanjutnya I2 direaksikan dengan natrium tiosulfit. Reaksi keseluruhan adalah

Reaksi Pengukuran Bilangan Iodin (BI)
Reaksi Pengukuran Bilangan Iodin (BI)

Br2 + KI → I2 + KBr

I2 + 2Na2S2O3 → Na2S4O6 + 2NaI

Uji Identifikasi Lemak 

1). Uji Akrolein

Uji akrolein digunakan untuk mengetahui adanya gliserol dalam suatu lemak. Akrolein mudah dikenali dari aromanya yang menusuk dengan kuat. Jika lemak dipanaskan dan dibakar akan mengeluarkan aroma atau bau menusuk yang disebabkan oleh terbentuknya akrolein.

  1. Uji Peroksida

Uji peroksida dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses ketengikan oksidatif pada lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh.

  1. Uji Ketidakjenuhan

Uji ini digunakan untuk membedakan lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

1). Contoh Soal Perhitungan Bilangan Penyabunan BP Gliseril Trioleat

Berapa bilangan penyabunan dari gliseril trioleat atau biasa disebut juga Triolein,  jika diketahui massa molekul relative Triolein adalah 885

Diketahui;

Rumus kimia triolein = C57H104O6

Mr C57H104O6 = 885

Menentukan Jumlah Mol Gliseril Trioleat Pada Reaksi Penyabunan

Jumlah mol = n

massa = m = 1 g

n = m/Mr

n = 1/885 = 0,00113 mol

Menentukan Jumlah Mol Kalium Hidroksida KOH Pada Reaksi Penyabunan Triolein

Reaksi penyabunan gliseril trioleat dengan basa kuat KOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi penyabunan berikut;

C57H104O6 + 3 KOH → C3H8O3 + 3 C18H33KO2

Dari reaksinya dapat diketahui, bahwa satu mol gliseril trioleat membutuhkan 3 mol KOH, sehingga jumlah mol KOH adalah

Jumlah mol KOH adalah

n (KOH) = 3 (0,00113)

n (KOH) = 0,00339 mol

Menentukan Massa Kalium Hidroksida Pada Reaksi Penyabunan Gliseril Trioleat

Massa kalium hidroksida yang bereaksi dengan gliseril trioleat dapat dihitung dengan rumus berikut

m (KOH) = n KOH x Mr KOH

n KOH = mol KOH = 0,00339 mmol

m KOH = massa KOH yang bereaksi

Mr KOH = massa relative KOH = 56

m KOH = 0,00339 x 56

m KOH = 0,18984 g atau

m KOH = 189,84 mg

Jadi, bilangan penyabunan gliseril trioleat adalah 189,84 mg

2). Contoh Soal Perhitungan Bilangan Yodium – Iodin BI Dari Gliseril Trioleat

Hitunglah bilangan yodium dari gliseril trioleat (triolein) diketahui Massa relative gliseril trioleat adalah Mr C57H104O6 = 885

Diketahui;

Mr  C57H104O6 = 885

Menentukan Jumlah Mol Gliseril Trioleat Pada Reaksi Halogenasi

Jumlah mol = n

massa gliseril trioleat = m = 100 g

n = m/Mr

n = 100/885 = 0,113 mol

Menentukan Jumlah Mol Yodium Pada Reaksi Halogenasi Gliseril Trioleat

Reaksi halogenasi gliseril trioleat dengan I2 dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut;

Contoh Soal Perhitungan Bilangan Yodium - Iodin BI Dari Gliseril Trioleat
Contoh Soal Perhitungan Bilangan Yodium – Iodin BI Dari Gliseril Trioleat

Dari reaksinya dapat diketahui, bahwa satu mol gliseril trioleat membutuhkan 3 mol I2 sehingga jumlah mol I2 adalah

Jumlah mol I2 adalah

n (I2) = 3 (0,113)

n (I2) = 0,339 mol

Menentukan Massa I2 Pada Reaksi Halogensasi Gliseril Trioleat

Massa iodium I2 yang bereaksi dengan gliseril trioleat dapat dihitung dengan rumus berikut

m (I2) = n I2 x Mr I2

n I2= mol I2= 0,339 mmol

m I2= massa I2yang bereaksi

Mr I2= massa relative I2= 254

m I2= 0,339 x 254

m I2= 86,1 g

Jadi, bilangan iodin atau yodium BI dari gliseril trioleat adalah 86,1 mg

3). Contoh Soal Perhitungan Bilangan Penyabunan BP Gliseril Tristearat

Berapakah bilangan penyabunan dari gliseril tristearat atau tristearin

Dketahui

Rumus kimia gliseril tristearat = C57H110O6

Mr C57H110O6 = 891,5

Mr KOH = 56

Menentukan Jumlah Mol Gliseril Tristearat Pada Proses Penyabunan

Mol gliseril tristearat dapat dihitung dengan cara berikut

jumlah mol = n

n = m/Mr

m = massa gliseril tristearat

m= 1 gram

Mr = massa molekul relative gliseril tristearat

Mr = 891,5.

Sehingga jumlah mol gliseril tristearat adalah

n = 1/891,5

n = 0,00112 mol

Menghitung Jumlah Mol KOH Pada Penyabunan Gleseril Tristearat

Reaksi penyabunan gliseril tristearat dengan basa kuat KOH dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

C57H110O6 + 3 KOH → C3H8O3 + 3 C18H35KO2

Dari reaksinya dapat diketahui, bahwa satu mol gliseril tristearat membutuhkan 3 mol KOH, sehingga jumlah mol adalah

Jumlah mol KOH adalah

n (KOH) = 3 (0,00112)

n (KOH) = 0,00336 mol

Menentukan Massa Kalium Hidroksida Penyabunan Gliseril Tristearat

Massa kalium hidroksida yang bereaksi dengan gliseril tristearat dapat dihitung dengan rumus berikut

m (KOH) = n KOH x Mr KOH

n KOH = mol KOH = 0,00336 mmol

m KOH = massa KOH yang bereaksi

Mr KOH = massa relative KOH = 56

m KOH = 0,00336 x 56

m KOH = 0,18816 g atau

m KOH = 188,16 mg

Jadi, bilangan penyabunan gliseril tristearat adalah 188,16 mg

4). Contoh Soal Pembahasan Kelarutan Lemak Rantai Panjang Dan Pendek Dalam Air

Mengapa lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air, sedangkan yang mengandung asam lemak rantai pendek dapat larut dalam air?

Jawab:

Air merupakan pelarut yang bersifat polar, sedangkan semakin panjang rantai karbon asam lemak pada lemak, sifat kepolarannya semakin berkurang.

Maka dari itu, lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air karena bersifat kurang polar (mendekati nonpolar). Sedangkan lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek bersifat polar, sehingga larut dalam air yang bersifat polar juga.

Fungsi Lemak Dalam Tubuh

1). Jaringan lemak dalam tubuh dianggap tidak aktif, jadi relative tidak memiliki peran dalam proses metabolisme rutin. Namun demikian lemak merupakan energy cadangan yang berlebih dan tidak terpakai.

2). Di dalam tubuh manusia lemak berperan sebagai cadangan energy dalam bentuk jaringan lemak yang disimpan di tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak berfungsi sebagai bantalan dari organ-organ tubuh tertentu. Jaringan ini member fiksasi organ pada biji mata dan ginjal.

3). Lemak dalam jaringan kulit melindungi tubuh dari hawa dingin agar dapat mempertahankan suhu tubuh. Pada kaum wanita memberikan contours khas feminim, seperti jaringan lemak pada daerah gluteal dan daerah bahu dan dada.

3). Asam lemak polyunsaturated fatty acid, atau PUFA merupakan zat gizi yang esensial bagi kesehatan kulit dan rambut. PUFA dalam bentuk minyak dapat digunakan dalam penyembuhan eczema di daerah kulit muka dan kepala pada anak-anak dengan hanya beberapa tetes dalam sehari.

Makanan Sumber Lemak

Berdasarkan pada sumbernya lemak dapat dibagi menjadi lemak hewani dan lemak nabati.

Sumber Makanan Lemak Nabati

Lemak nabati berasal dari bahan makanan tumbuh-tumbuhan seperti tumbuhan kacang-kacangan, biji-bijian dan alpokat.

Lemak nabati mengandung banyak asam lemak tak jenuh, sehingga titik cairnya lebih rendah. Dalam suhu kamar lemak ini berbentuk cairan, dan disebut minyak.

Sumber Makanan Lemak Hewani

Sedangkan lemak hewani berasal dari bahan makanan hewan seperti ikan, telur, dan susu. Termasuk susu ibu, atau ASI, susu kambing, susu kerbau.

Lemak hewan mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Struktur Lemak hewani memiliki rantai karbon panjang. Lemak ini memiliki titik cair yang  tinggi. Dalam temperature kamar berbentuk padat, dan biasa disebut sebagai lemak atau gaji.

Fungsi Manfaat Karbohidrat Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Definisi Karbohidrat Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdiri dari zat organik dengan kandungan unsur-unsur seperti karbon, hidrogen, dan…

Fungsi Manfaat Protein Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Definisi Protein Protein berasal dari kata Yunani yaitu proteios, yang artinya “yang pertama” atau “yang terpenting”. Artinya protein merupak…

Asam Amino Protein: Pengertian Sifat Fungsi Contoh Jenis Struktur Uji Protein Biuret Xantoproteat Belerang Millon Hopkins-Cole Nitroprusida Sakaguchi Ninhidrin

Pengertian Asam Amino: Asam amino adalah asam karboksilat yang mengandung gugus amino (NH2 ). Semua asam amino merupakan zat padat yang bersifat optis...

Cara Virus Mempertahankan Hidup Dan Berkembang Biak.

Pengertian Definisi Virus.  Kata virus dalam bahasa latin berarti cairan berlumpur atau racun. Hal ini dikarenakan sebagian besar virus menyebabkan penyakit ...

Cara, Mekanisme Antibodi Melawan Penyakit, Virus, Bakteri, Jamur

Pengertian Antibodi.  Semua kuman penyakit seperti virus, bakteri dan jamur memiliki zat/senyawa kimia pada permukaannya yang disebut antigen . Antigen...

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Lemak: Pengertian Sifat Fisik Kimia Rumus Jenis Struktur Pembentuk Asam Lemak Contoh Soal Perhitungan Bilangan Asam Iodin Penyabunan Ester, Lemak: Pengertian Contoh Reaksi Hidrogenasi Hidrolisis Halogenasi Penyabunan, Jenis Uji Identifikasi Lemak Uji Akrolein Uji Peroksida Uji Ketidakjenuhan, Contoh Soal Perhitunga Bilangan Asam Bilangan Iodin Bilangan Penyabunan Bilangan Ester, Jenis Lemak Jenuh Lemak Tak Jenuh Asam Lemak Sederhana Campuran,