Tumbuhan yang berbatang keras dan berkayu adalah . . . .
a). tebu
b). talas
c). pisang
d). jeruk
Jawaban: d
Batang tumbuhan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu batang basah, batang berkayu, dan batang rumput.
Tumbuhan batang berkayu mempunyai kambium. Kambium adalah bagian di dalam batang yang hanya dimiliki tumbuhan batang berkayu.
Di bawah kambium ditemukan pembuluh kayu. Pembuluh kayu berguna untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar ke daun.
Pada tumbuhan berkayu terdapat bagian tengah yang keras. Bagian keras ini disebut jantung kayu.
Kambium mengalami dua arah pertumbuhan Yaitu pertumbuhan ke ara luar dan ke arah dalam.
Pertumbuhan cambium ke arah luar akan membentuk kulit. Sedangkan Pertumbuhan kambium ke arah dalam akan membentuk kayu.
Batang berkayu bersifat keras, kuat, berkayu, dan dapat membesar.
Contoh tumbuhan yang memiliki batang berkayu adalah pohon jati, jambu, durian, rambutan, nangka, jeruk dan mahoni.
Contoh tumbuhan yang batangnya tidak berkayu adalah kangkung.
Bentuk batang tumbuhan ada yang besar, panjang, dan bercabang banyak, misalnya cempedak dan kapuk.
Beberapa tumbuhan memiliki bentuk batang panjang dan lurus seperti tiang, misalnya lontar dan pakis.
Sebagian tumbuhan memiliki bentuk batang yang panjang, bulat, berongga, dan beruas-ruas, seperti bambu.
2). Jawaban Soal Fungsi Batang Tumbuhan Bagi Manusia,
Batang berkayu umumnya keras sehingga tidak digunakan untuk . . . .
a). makanan
b). rangka rumah
c). perabot rumah
d). perabot kantor
Jawaban: a
- Tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk membuat wewangian adalah ….
- Makanan Sumber Vitamin C Tinggi
- Pembuluh darah yang kaya akan oksigen adalah ….2
- Fungsi Energi Mekanisme Kontraksi Otot Pengertian Contoh Soal
- Jenis dan Cara Kerja Otot Manusia.
- Jaringan Tumbuhan
- Tahapan Proses Sintesis Protein. Penjelasan Contoh Soal
- Peristiwa masuknya bahan bahan yang dapat menimbulkan pencemar ke lingkungan disebut:
- Jaringan Tumbuhan Parenkim,
- Sistem Endokrin Sistem Hormon
Tumbuhan yang berbatang keras dan berkayu adalah . . . .
