Hidrolisis Garam. Jenis dan Contoh Reaksi

Pengertian Hidrolisis Garam.  Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti pernguraian.  Hidrolisis adalah istilah umum untuk reaksi zat dengan air. Hidrolisis garam merupakan reaksi antara air dengan ion- ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah dari suatu garam.


Pengertian Garam. Garam adalah senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion.

Kation yang dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh garam adalah anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya akan menentukan sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.

Komponen garam terdiri dari kation atau anion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis) membentuk ion H3O+ (biasa ditulis H+) ion OH.

Jika hidrolisis menghasilkan ion H3O+ maka larutan bersifat asam, tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH maka larutan bersifat basa.

Syarat Hidrolisis Garam. Hidrolisis garam hanya terjadi jika salah satu komponen penyusun garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah. Jika garam terbentuk berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka garam tersebut bersifat netral sehingga tidak akan terhidrolisis.

Garam – Garam yang Mengalami Hidrolisis

Adapun garam yang akan terhidrolisis adalah garam garam yang berasal dari

  • garam dari asam kuat dan basa lemah,
  • garam dari asam lemah dan basa kuat,
  • garam dari asam lemah dan basa lemah,

Anion dan kation penyusun garam yang berasal dari asam lemah atau basa lemah dapat bereaksi dengan air. Kation dari basa lemah akan menghasilkan ion H+ dan anion dari asam lemah akan menghasilkan ion OH .

Jenis Jenis Garam

Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi dengan air karena ion- ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.

Contoh Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat

NaCl, K2SO4, Ba(NO3)2

Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl menurut reaksi berikut:

NaCl (aq) –> Na+ (aq) + Cl (aq)

Pelarutan garam ini tidak akan mengubah jumlah [H+] dan [OH] dalam air, sehingga larutannya bersifat netral (pH=7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

Garam  dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Pada hidrolisis garam ini, kation dari basa lemah akan terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak mengalami hidtrolisis.

Garam jenis ini bersifat asam dalam air karena kationnya terhidrolisis (memberikan proton kepada air), sedangkan anionnya tidak.

Contoh Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Al2(SO4)3, AgNO3, CuSO4, NH4Cl, AlCl3.

NH4Cl (aq) –> NH4+ (aq) + Cl(aq)

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

NH4+ (aq) + H2O (l) –> NH4OH (aq) + H+ (aq)

Ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi ion H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH. Hal ini mengakibatkan larutan akan bersifat asam dengan nilai pH kurang dari  tujuh.

Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian atau mengalami hidrolisis parsial di dalam air dan larutannya bersifat asam.

Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Jika suatu garam dari asam lemah dan basa kuat dilarutkan dalam air, maka kation dari basa kuat tidak terhidrolisis sedangkan anion dari asam lemah akan mengalami hidrolisis.

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah jika dilarutkan dalam air. Anion inilah yang menghasilkan ion OH bila bereaksi dengan air.

Contoh Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Contoh: CH3COONa, NaF, Na2CO3, KCN, CaS.

CH3COONa (aq) –> CH3COO (aq) + Na+ (aq)

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

CH3COO (aq) + H2O (l) –> CH3COOH (aq) + OH (aq)

Reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion OH, oleh karenanya konsentrasi ion H+ dalam air menjadi lebih sedikit. Dengan demikian garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan mengalami hidrolisis sebagian atau mengalami hidrolisis parsial di dalam air dan larutannya bersifat basa.

Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, maka kation dan anionnya akan mengalami hidrolisis.

Contoh Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Contoh: NH4CN, (NH4)2CO3, CH3COONH4.

NH4CN (aq) –> NH4+ (aq) + CN (aq)

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:

NH4+ (aq) + H2O (l) –> NH4OH (aq) + H+ (aq)

Ion CN bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:

CN (aq) + H2O (l)–> HCN (aq) + OH (aq)

Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H+ dan ion OH. sehingga  garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis sempurna (total) di dalam air. Sifat larutannya ditentukan oleh harga tetapan kesetimbangan asam (Ka) dan tetapan kesetimbangan basa (Kb) dari kedua reaksi tersebut. Harga Ka dan Kb menyatakan kekuatan relatif dari asam dan basa yang bersangkutan.

Pada hasil reaksi terdapat ion H+  (H3O+) dan OH. Jadi, garam ini bisa bersifat asam, basa, atau netral tergantung dari kekuatan relatif asam dan basa. Kekuatan asam dan basa bersangkutan ditunjukkan oleh harga Ka (tetapan ionisasi asam lemah) dan Kb (tetapan ionisasi basa lemah).

  • Jika harga Ka > Kb, berarti [H+] > [OH] sehingga garam bersifat asam.
  • Jika harga Ka < Kb, berarti [H+] < [OH] sehingga garam bersifat basa.
  • Jika harga Ka = Kb berarti [H+] = [OH] sehingga garam bersifat netral.

Contoh Soal Ujian Hidrolisis Garam

Tentukan apakah garam-garam berikut mengalami hidrolisis. Termasuk hidrolisis parsial atau hidrolis is total, bagaimana sifat larutan yang dihasilkan, dan tuliskan reaksi hidrolisisnya.

  1. NaCl
  2. Al2(SO4)3
  3. K2SO4
  4. (NH4)2CO3
  5. CH3COONH4
  6. Ba(C2O4)2

Daftar Pustaka

Pengertian Hidrolisis Garam serta Definisi dan Contoh Hidrolisis Garam dengan  Pengertian Garam. Hidrolisis adalah Pengertian hidrolisis dengan Contoh Hidrolisis antara Kation dan Anion Garam. Larutan elektrolit Garam dan Larutan Ion Garam dengan Air serta Produk Hidrolisis garam. Contoh reaksi hidrolisis garam dengan Komponen Garam adalah Cara Membuat garam.

Syarat Hidrolisis Garam dengan Jenis – Garam yang Mengalami Hidrolisis dengan Contoh garam dari asam kuat dan basa lemah serta garam dari asam lemah dan basa kuat. Garam dari asam lemah dan basa lemah dengan Anion dan kation penyusun garam dan Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat. Contoh Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat dengan keasaman larutan hidrolisis garam dan Garam  dari Asam Kuat dan Basa Lemah.

Contoh Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah dengan Contoh garam bersifat asam dan contoh garam bersifat basa. Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat dengan Contoh reaksi Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat dan Reaksi kesetimbangan hidrolisis garam.  Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah dengan Contoh reaksi Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah.

pH larutan dan pH larutan asam. pH larutan basa dengan Contoh Soal Ujian Hidrolisis Garam dan Contoh Soal ujian Nasional Hidrolisis garam serta Contoh senyawa garam,

Hidrolisis Garam: Pengertian Sifat Rumus Tetapan Reaksi Hidrolisis Garam Basa Kuat Asam Lemah Contoh Soal Perhitungan 7

Pengertian Hidrolisis Garam.  Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang berarti pernguraian.  Hidrolisis adalah istilah umum untuk reaksi zat dengan air. Hidrolisis garam merupakan reaksi antara air dengan ion- ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah dari suatu garam.


Pengertian Garam.

Garam adalah senyawa elektrolit yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara asam dengan basa. Sebagai elektrolit, garam akan terionisasi dalam larutannya menghasilkan kation dan anion.

Kation yang dimiliki garam adalah kation dari basa asalnya, sedangkan anion yang dimiliki oleh garam adalah anion yang berasal dari asam pembentuknya. Kedua ion inilah yang nantinya akan menentukan sifat dari suatu garam jika dilarutkan dalam air.

Komponen Larutan Garam

Komponen garam terdiri dari kation atau anion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air (terhidrolisis) membentuk ion H3O+ (biasa ditulis H+) ion OH.

Jika hidrolisis menghasilkan ion H3O+ maka larutan bersifat asam, tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH maka larutan bersifat basa.

Syarat Hidrolisis Garam.

Hidrolisis garam hanya terjadi jika salah satu komponen penyusun garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah. Jika garam terbentuk berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka garam tersebut bersifat netral sehingga tidak akan terhidrolisis.

Garam – Garam yang Mengalami Hidrolisis

Adapun garam yang akan terhidrolisis adalah garam garam yang berasal dari

  • garam dari asam kuat dan basa lemah,
  • garam dari asam lemah dan basa kuat,
  • garam dari asam lemah dan basa lemah,

Anion dan kation penyusun garam yang berasal dari asam lemah atau basa lemah dapat bereaksi dengan air. Kation dari basa lemah akan menghasilkan ion H+ dan anion dari asam lemah akan menghasilkan ion OH .

Hidrolisis garam hanya terjadi jika salah satu komponen penyusun garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah. Jika garam yang terbentuk berasal asam kuat dan basa kuat, maka garam tersebut bersifat netral sehingga tidak akan terhidrolisis.

Sifat Sifat Garam

Adapun sifat sifat garam adalah sebagai berikut

1). Sifat garam sangat tergantung pada kuat lemahnya asam dan basa yang membentuknya.

2).Sifat garam yang terbentuk dari hasil reaksi asam kuat dan basa kuat adalah netral seperti air yang ber pH = 7

3). Garam yang dihasilkan dari asam kuat dengan basa lemah akan memiliki sifat asam yang ber pH kurang dari 7.

4). Garam yang dihasilkan dari reaksi basa kuat dengan asam lemah akan menghasilkan sifat basa yang ber pH lebih dari 7

konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa
konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa

Hidrolisis Garam Dari Asam Kuat Dan Basa Kuat

Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, baik kation maupun anionnya tidak akan bereaksi dengan air karena ion- ion yang dilepaskan akan segera terionisasi kembali secara sempurna.

Sehingga perbandingan konsentrasi ion H+ atau H3O+ dan ion OH akan tetap sama. Kondisi ini menghasilkan larutan yang bersifat netral.

Contoh Garam Dari Asam Kuat Dan Basa Kuat

Contoh garam yang terbuat dari asam kuat dan basa kuat diantaranya adalah: NaCl, K2SO4, Ba(NO3)2

Sebagai contoh adalah garam NaCl yang terdiri dari kation Na+ dan anion Cl.

Ion Na+ berasal dari basa kuat

Ion  Cl berasal dari larutan asam kuat.

Reaksi Ionisasi Garam Dari Asam Kuat Dan Basa Kuat

Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl menurut reaksi berikut:

NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl (aq)

Baik ion Na+ maupun ion Cl tidak bereaksi dengan air.

Na+(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

Pelarutan garam NaCl tidak mengubah jumlah [H+] dan [OH] dalam air, sehingga larutannya bersifat netral yaitu ber pH=7.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dalam air.

Hidrolisis Garam Dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Pada hidrolisis garam ini, kation dari basa lemah akan terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak mengalami hidtrolisis.

Garam jenis ini bersifat asam dalam air karena kationnya terhidrolisis yaitu memberikan proton kepada air, sedangkan anionnya tidak.

Contoh Garam Dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Beberapa contoh garam yang dibentuk dari asam kuat dan basa lemah diantaranya adalah Al2(SO4)3, AgNO3, CuSO4, NH4Cl, AlCl3.

Sebagai contoh adalah garam ammonium klorida NH4C

Amonium klorida, NH4Cl terdiri dari kation NH4+  dan anion Cl

Ion NH4+ berasal dari basa lemah yaitu NH3

Ion Cl berasal dari asam kuat HCl

Reaksi Ionisasi Garam Dari Asam Kuat dan Basa Lemah

NH4Cl (aq) → NH4+ (aq) + Cl (aq)

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

NH4+ (aq) + H2O (l) → NH4OH (aq) + H+ (aq)

Pada Reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion H+ atau  H3O+, sehingga sifat larutan menjadi asam.

Sedangkan ion Cl tidak berreaksi

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

Adanya Ion H+ yang dihasilkan dari reaksi kesetimbangan tersebut menyebabkan konsentrasi ion H+ di dalam air lebih banyak daripada konsentrasi ion OH. Hal ini mengakibatkan larutan akan bersifat asam dengan nilai pH kurang dari  tujuh (atau pH < ).

Dengan demikian, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian atau mengalami hidrolisis parsial di dalam air dan larutannya bersifat asam.

Tetapan Hidrolisis Garam Asam Kuat Basa Lemah

Tetapan hidrolisis garam asam kuat basa lemah dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

Kh = Kw/Kb

Kh = Tetapan hidrolisis

Kw = tetapan kesetimbangan air

Kb = tetapan ionisasi basa lemah

Konsentrasi Ion H+ Larutan Garam  Asam Kuat Basa Lemah

Konsentrasi ion H+ larutan garam dapat dinyatakan dengan rumus berikut

[H+] = √(Kh x [G])

[G] = konsentrasi ion garam yang terhidrolosis

Garam Dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Jika suatu garam dari asam lemah dan basa kuat dilarutkan dalam air, maka kation dari basa kuat tidak terhidrolisis sedangkan anion dari asam lemah akan mengalami hidrolisis.

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah jika dilarutkan dalam air.  Anion inilah yang menghasilkan ion OH bila bereaksi dengan air.

Contoh Garam Dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Beberapa contoh Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat adalah: CH3COONa, NaF, Na2CO3, KCN, CaS.

Sebagai contoh garam Natrium asetat CH3COONa

Natrium asetat CH3COONa terdiri dari kation Na+ dan anion CH3COO

Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH,

Ion CH3COO berasal dari asam lemah CH3COOH

Reaksi Ionisasi Garam Dari Asam Lemah dan Basa Kuat

CH3COONa (aq) → CH3COO(aq) + Na+ (aq)

Reaksi Kesetimbangan Ion Garam Dalam Air

Ion CH3COO  bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

CH3COO (aq) + H2O (l) → CH3COOH (aq) + OH (aq)

Pada reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion OH, sehingga sifat larutan menjadi basa.

Sedangan ion natrium Na+ tidak terjadi reaksi

Na+ + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

Reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion OH sehingga konsentrasi ion H+ dalam air menjadi lebih sedikit. Jadi, garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) di dalam air dan larutannya bersifat basa.

Tetapan Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Tetapan Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat dirumuskan seperti persamaan berikut

Kh = Tetapan hidrolisis

Kw = tetapan kesetimbangan air

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Konsentrasi Ion [OH] Larutan Garam  Asam Lemah Basa Kuat

Konsentrasi ion OH larutan garam dapat dinyatakan dengan rumus berikut

[G] = konsentrasi ion garam terhidrolisis

Rumus pH Larutan Garam Asam Lemah Basa Kuat

Hidrolisis Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Jika garam jenis ini dilarutkan ke dalam air, maka kation dan anionnya akan mengalami hidrolisis.

Contoh Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Contoh garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah diantaranya adalah NH4CN, (NH4)2CO3, CH3COONH4.

Reaksi Ionisasi Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

NH4CN (aq) → NH4+ (aq) + CN (aq)

Reaksi Kesetimbangan Ion Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah Dalam Air

Ion NH4+ bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:

NH4+ (aq) + H2O (l) → NH4OH (aq) + H+ (aq)

Ion CN bereaksi dengan air membentuk kesetimbangan:

CN(aq) + H2O (l) → HCN (aq) + OH (aq)

Kedua reaksi kesetimbangan tersebut menghasilkan ion H+ dan ion OH. Sehingga dapat dikatakan bahwa garam yang dihasilkan dari reaksi asam lemah dan basa lemah mengalami hidrolisis sempurna (total) di dalam air.

Sifat larutannya ditentukan oleh harga tetapan kesetimbangan asam (Ka) dan tetapan kesetimbangan basa (Kb) dari kedua reaksi tersebut. Harga Ka dan Kb menyatakan kekuatan relatif dari asam dan basa yang bersangkutan.

Pada hasil reaksi terdapat ion H+ (H3O+) dan OH. Jadi, garam ini bisa bersifat asam, basa, atau netral tergantung dari kekuatan relatif asam dan basa. Kekuatan asam dan basa bersangkutan ditunjukkan oleh harga Ka (tetapan ionisasi asam lemah) dan Kb (tetapan ionisasi basa lemah).

  • Jika harga Ka > Kb, berarti [H+] > [OH] sehingga garam bersifat asam.
  • Jika harga Ka < Kb, berarti [H+] < [OH] sehingga garam bersifat basa.
  • Jika harga Ka = Kb berarti [H+] = [OH] sehingga garam bersifat netral.

1). Contoh Soal Perhitungan Tetapan Hidrolisis Dan pH Larutan Garam NH4Cl

Hitung tetapan hidrolisis dan pH larutan garam NH4Cl 0,1 M jika harga Kb = 10–5.

Diketahui:

M [NH4Cl] = 0,1 M

Kb = 10–5

Rumus Menghitung Tetapan Hidrolisis Garam NH4Cl

NH4Cl akan terionisasi sempurna dalam air dan membentuk NH4+ dan Cl. NH4 + merupakan asam konjugasi kuat dari NH4OH, maka NH4+ yang mengalami hidrolisis.

Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.

NH4+ (aq) = NH3 (aq) + H+ (aq)

Tetapan hidrolisis suatu garam dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan seperti berikut:

Kh = Kw/Kb

Kh = 10-14/10-5

Kh = 10-9 M

Jadi, tetapam hidrolisis garam NH4Cl adalah Kh = 10-9 M

Cara  Menghitung pH Larutan Garam

Agar dapat menghitung pH larutan garam, maka molaritas NH4+ harus diketahui terlebih dahulu.

Menghitung Konsentrasi NH4+ Larutan Garam

Reaksi ionisasi garam NH4Cl ditunjukkan dengan persamaan reaksi berikut

NH4Cl(aq) → NH4+(aq) + Cl(aq)

m: 0,1              –                   –

r  : 0,1            0,1              0,1

a  : –               0,1               0,1

m = konsentrasi mula mula

r = konsentrasi bereaksi

a = konsentrasi akhir

Dari Persamaan reaksi dan kesetaraan molnya dapat diketahui bahwa konsentrasi NH4+ adalah:

[NH4+] = 0,1 M

Jadi, molaritas NH4+ adalah 0,1 M

Rumus Menghitung Konsentrasi [H+] Larutan Garam

[H+] larutan garam dapat dihitung dengan rumus berikut:

[H+] = √(Kh x[NH4+])

[H+] = √(10-9 x 0,1)

[H+] = 10-5 M

Rumus Menghitung pH Larutan Garam

pH larutan garam dapat dihitung dengan rumus berikut

pH = – log [H+]

pH = – log 10–5

pH = 5

Jadi, pH larutan garam NH4Cl  adalah  5

2). Contoh Saoal Perhitungan pH Larutan KOH dan CH3COOH

Jika 100 mL larutan KOH 0,5 M dicampur dengan 100 mL larutan CH3COOH 0,5 M, hitung pH campuran yang terjadi (diketahui Ka = 10–6)

Diketahui

[KOH] = 0,5 M

V KOH = 100 mL

mol KOH = 100 x 0,5 = 50 mmol

[CH3COOH] = 0,5 M

V CH3COOH = 100 mL

mol CH3COOH = 100 x 0,5 = 50 mmol

Ka = 10–6

Reaksi Pembentukan Garam Dari Basa Kuat Asam Lemah

Pembentukan garam dari basa kuat dan asam lemah beserta konsentrasinya ditunjukkan oleh persamaan reaksi berikut

KOH + CH3COOH → CH3COOK + H2O

m:50      50                      –                     –

r : 50      50                      –                     –

a : 0        0                       50

Menghitung Konsentrasi Molaritas Garam CH3COOK

Kosentrasi garam CH3COOK adalah

mol CH3COOK = 50 mmol

V CH3COOK = 100 + 100 = 200 mL

Sehingga molaritas CH3COOK adalah

M [CH3COOK] = 50/200 = 0,25 M

Rumus Menghitung Konsentrasi [OH]

Konsentrasi OH] larutan garam CH3COOK dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

[OH] = √((Kw/Ka) x[CH3COOK])

[OH] = √(10-14/10-6) x 0,25)

[OH] = 5 x 10-5 M

Jadi, konsentrasi ion OH-1 adalah 5 x 10-5 M

Rumus Menghitung pH Larutan Garam Dari Basa Kuat dan Asam Lemah

Nilai pH larutan garam dapat dihitung dengan rumus berikut

pH = 14 – pOH

pOH = – log5 x 10-5

pOH = 4,301

pH = 14 – 4,301

pH = 9,699

Jadi, larutan garam memiliki  pH = 9,699

3). Contoh Soal Perhitungan pH Larutan Garam Dari Asam Lemah Basa Lemah

Hitunglah pH larutan CH3COONH4 0,05 M, jika diketahui Ka = 10–10 dan Kb NH3 = 10–5

Diketahui

Ka = 10–10

Kb NH3 = 10–5

Menentukan Konsentrasi Ion H+ Larutan Garam Dari Asam Lemah Basa Lemah

Konsentrasi ion H+ dapat dihitung dengan rumus berikut

[H+] = √(Kw x Ka)/Kb)

[H+] = √(10-10 x10-14)/10–5)

[H+] = 3,162 x 10-10

Jadi, konsentrasi ion H+ adalah 3,162 x 10-10

Rumus Perhitungan pH Larutan Garam Asam Lemah Basa Lemah

pH larutan garam dari asam lemah basa lemah dinyatakan dengan rumus berikut

pH = – log [H+]

pH = – log 3,162 x 10-10

pH = 9,5

Jadi, pH larutan garam CH3COONH4 adalah 9,5

4). Contoh Soal Perhitungan pH Larutan Garam Asam Kuat Basa Lemah

Hitunglah pH larutan (NH4)2SO4 0,01 M. jika tetapan basa lemah Kb NH3 = 1 x 10–5

Diketahui:

M [(NH4)2SO4] = 0,01 M

Kb NH3 = 1 x 10–5

(NH4)2SO4 merupakan garam yang dihasilkan dari asam kuat dan basa lemah. Komponen garam yang kuat menentukan sifat garam dalam air, maka garam bersifat asam, artinya dalam air ada ion H+.

Menentukan Konsentrasi Ion Garam NH4+

Untuk menentukan konsesntrasi ion garam dapat dicari dengan membuat reaksi ionisasi garamnya dan setarakan konsentrasinya, seperti berikut

Reaksi Ionisasi Garam (NH4)2SO4

Persamaan reaksi ionisasi garam dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut

(NH4)2SO4 → 2 NH4+ + SO42-

0,01 M             0,02 M

Konsentrasi ion garam adalah

M [NH4+] = 0,02 M

Menentukan Tetapan Hidrolisis Garam (NH4)2SO4

Tetapakan hidrolisis garam dapat dinyatakan dengan rumus berikut

Kh = Kw/Kb

Kh = 10-14/10-5

Kh = 10-9

Menentukan Konsentrasi Ion Hydrogen [H+] Larutan Garam

Konsentrasi ion hydrogen dapat dapat dirumuskan seperti berikut

[H+] = √(Kh x[NH4+])

[H+] = √(10-9 x 0,02)

[H+] = 4,47 x 10-6 M

Menentukan pH Larutan Garam (NH4)2SO4

pH larutan garam dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

pH = – log 4,47 x 10-6

pH = 5,349

Jadi, pH larutan garam (NH4)2SO4 adalah 5,349

5). Contoh Soal Menentukan pH Larutan Garam Asam Lemah Basa Kuat

Tentukan pH larutan yang terbentuk pada hidrolisis garam NaCN 0,02 M, jika diketahui Ka HCN = 1x 10–10

Diketahui:

M [NaCN] = 0,02 M

Ka HCN = 1x 10–10

NaCN merupakan garam yang dihasilkan dari reaksi asam lemah dan basa kuat. Sifat garam dalam air ditentukan oleh komponen paling kuat.

Kompenen paling kuat adalah basa yaitu basa kuat, sehingga larutan garam bersifat basa yang artinya larutan memiliki ion OH.

Menentukan Konsentrasi Ion OH Larutan Garam Asam Lemah Basa Kuat

Untuk dapat menentukan konsentrasi ion hidroksida dalam larutan garam, maka harus dibuatkan persamaan reaksi berserta kesetaraan konsentrasinya seperti berikut

Reaksi Ionisasi NaCN Dalam Air

NaCN + H2O → HCN + Na+ + OH atau

NaCN → Na+ + CN

0,02 M              0,02 M

Konsentrasi ion garamnya adalah

[CN] = 0,02M

Menentukan Tetapan Hidrolisis Garam NaCN

Tetapakan hidrolisis garam dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

Kh = Kw/Ka

Kh = 10-14/10-10

Kh = 10-4

Jadi, tetapan hidrolisis larutan garamnya adalah Kh = 10-4

Rumus Menentukan Konsentrasi Ion OH Larutan Garam Asam Lemah Basa Kuat

Konsentrasi Ion OH Larutan Garam NaCN dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

[OH] = √(Kh x[CN])

[OH] = √(10-4 x 0,02)

[OH] = 1,41 x 10-3

Jadi, konsentrasi ion [OH] dalam larutan garam adalah 1,41 x 10-3

Rumus Menentukan pH Larutan Garam NaCN

pH larutan garam dapat dihitung dengan persamaan berikut

pH = 14 – pOH

pOH = -log [OH]

pOH = – log(1,41 x 10-3)

pOH = 2,85

Sehingga pH nya adalah

pH = 14 – 2,85

pH = 11,15

Jadi, pH larutan garam NaCN adalah 11,15

6). Contoh Soal Perhitungan Garam Asam Lemah Basa Lemah

Hitunglah pH larutan yang terbentuk dari hidrolisis garam (NH4)2CO3 0,1 M jika diketahui tetapan ionisassi asam Ka H2CO3 = 10-8 dan tetapan ionisasi basa Kb NH4OH = 10-5

Diketahui:

M [(NH4)2CO3] = 0,1 M

Ka H2CO3 = 10-8

Kb NH4OH = 10-5

Garam (NH4)2CO3 merupakan garam dari asam lemah dan basa lemah. Sehingga pH larutan tergantung pada tetapan ionisasi dari asam lemah dan basa lemah

Reaksi Ionisasi Garam (NH4)2CO3

Garam (NH4)2CO3 akan terionisasi sesuai dengan reaksi berikut:

(NH4)2CO3 → 2 NH4+ + CO22-

0,1 M              0,2 M

Menentukan Konsentrasi Ion Hidrogen H+ Larutan Garam (NH4)2CO3 Asam Lemah Basa Lemah

Konsentrasi ion hydrogen H+ Larutan Garam (NH4)2CO3 yang dihasilkan dari Asam Lemah Basa Lemah dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

[H+] = √((Ka x Kw)/Kb)

[H+] = √(10-8 x 10-14)/10-5)

H+] = 3,1622 x 10-9 M

Jadi, konsentrasi ion hydrogen larutan garam (NH4)2CO3 adalah 3,1622 x 10-9 M

Rumus Menghitung pH Larutan Garam (NH4)2CO3 Asam Lemah Basa Lemah

pH larutan garam yang dibentuk dari asam lemah dan basa lemah dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

pH = – log [H+]

pH = – log 3,1622 x 10-9

pH = 8,5

Jadi, pH larutan garam (NH4)2CO3 adalah 8,5

7). Contoh Soal Perhitungan pH Larutan garam Natriuam Format

Tentukanlah pH Larutan garam Natrium Format HCOONa 0,2 M. Jika diketahui tetapan ionisasi asam Ka HCOOH  = 1,8 x 10-4

Diketahui:

M HCOONa = 0,2 M

Ka HCOOH = 1,8 x 10-4

Natrium format HCOONa merupakan garam yang dihasilkan dari reaksi asam lemah dan basa kuat. Komponen yang mempengaruhi keasaman adalah basa kuat sehingga sifat garamnya basa.  Sehingga pH tergantung pada konsentrasi ion OH

Reaksi Ionisasi Garam Natrium Format HCOONa Dalam Air

HCOONa + H2O → HCOOH + Na+ + OH atau

HCOONa + H2O → (HCOO + H+) + (Na+ + OH) atau

HCOONa → HCOO + Na+

0,2 M            0,2M

Menentukan Tetapan Hidrolisis Garam HCOONa

Tetapakan hidrolisis garam dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

Kh = Kw/Ka

Kh = 10-14/1,8 x 10-4

Kh = 5,56 x 10-11

Rumus Menentukan Ion [OH] Larutan Garam HCOONa

Konsentrasi ion OH dapat dirumuskan dengan persamaan berikut

[OH] = √(Kh x[HCOO])

[OH] = √(5,56 x10-11 x[0,2])

[OH] = 3,33 x 10-6 M

Jadi, konsentrasi ion OH dalam larutan garam adalah 3,33 x 10-6 M

Rumus Menghitung pOH Larutan Garam HCOONa

pOH larutan garam dapat dihitung dengan persamaan berikut:

pOH = -log OH

pOH = – log 1,05 x 10-6

pOH = 5,4771

sehingga pH nya adalah

pH = 14 – pOH

pH = 14 – 5,477

pH = 8,523

Jadi, pH larutan garam HCOONa adalah 8,523

 

Daftar Pustaka:

  1. Sunarya, Yayan, 2014, “Kimia Dasar 1, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Ketiga, Yrama Widya, Bandung.
  2. Hiskia Achmad,  1996, “K imia Larutan”, Citra Aditya Bakti,  Bandung.
  3. Sunarya, Yayan, 2013, “Kimia Dasar 2, Berdasarkan Prinsip Prinsip Kimia Terkini”, Cetakan Kedua, Yrama Widya, Bandung.
  4. Syukri, S., 1999, “Kimia Dasar 2”, Jillid 2, Penerbit ITB, Bandung
  5. Chang, Raymond, 2004, “Kimia Dasar, Konsep -konsep Inti”, Edisi Ketiga, Jilid Satu, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
  6. Brady, James, E,1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Satu, Binarupa Aksara, Jakarta,
  7. Brady, James, E., 1999, “Kimia Universitas Asas dan Struktur”, Edisi Kelima, Jilid Dua, Binarupa Aksara, Jakarta.
  8. Hidrolisis Garam: Pengertian Sifat Rumus Tetapan Reaksi Hidrolisis Garam Basa Kuat Asam Lemah Contoh Soal Perhitungan 7, Contoh Soal Perhitungan Rumus Hidrolisis Garam Asam Lemah Basa Kuat, Contoh Soal Pembahasan Rumus pH pOH Larutan Garam Dari Asam Kuat Basa Lemah, Contoh Soal Perhitungan Rumus Konsentrasi Ion Hidrogen H+ Hidroksida OH- Larutan Garam Basa Lemah Asam Kuat, Satuan Rumus Tetapan Hidrolisis Ionisasi Garam Asam Basa Lemah,