Kurva Dan Persamaan Distribusi Ukuran Partikel

Pengertian Defeinsi Persamaan Distribusi Partikel

Cara yang paling umum merepresentasikan ukuran dan distribusi partikel adalah menggunakan grafik atau kurva dengan memplot data berat kumulatif lolos dan ukuran lubang ayakan. Ukuran lubang ayakan menjadi represetasinya ukuran partikel. Artinya ukuran lubang ayakan sama dengan ukuran partikel.

Jika persen berat kumulatif lolos dan ukuran lubang ayakan dinyatakan dalam bilangan logaritmik, maka grafiknya disebut grafik Gaudin-Schuhman.

Distribusi ukuran hasil operasi peremukan atau crushing yang direpresentasikan dengan grafik Gaudin-Schuhman dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

Y = 100 (x/k)m

Y = persen kumulatif berat lolos

x = ukuran partikel/lubang ayakan,

k = modulus ukuran, menunjukkan ukuran terbesar teoritis, perpotongan grafik dengan ukuran pada 100 persen lolos.

m = modulus distribusi, menunjukkan rentang, atau selang ukuran, merupakan kemiringan dari kurva.

Persamaan Gaudin-Schuhman dapat pula disederhanakan menjadi seperti berikut:

Y = C Xm

C = konstanta = 100/(km)

X = ukuran partikel

Data persen berat kumulatif lolos dan ukuran lubang ayakan diperoleh dari analisis ayak atau sieve analysis. Contoh data hasil sieve analysis dapat dilihat pada table 1 dibawah.

Tabel Sieve Analysis

Tabel Hasil Sieve Analysis

Data dalam kolom 1 yaitu ukuran partikel,  dan data kolom 2 yaitu berat tertampung pada ayakan. Data ini  merupakan data awal hasil dari sieve analysis. Data dalam kolom 3 sampai 5 dihitung sebagai berikut:

Data dalam kolom 3 dihitung dengan membagi data kolom 2 dengan total sampel yang di ayak, pada contoh ini berat total sampel adalah 500 gram.

Baris 1 kolom 3

(13,1/500) x 100 = 2,6 %

Baris 2 kolom 3

(42,5/500) x 100 = 8,5 %

Data dalam kolom 4 merupakan berat komulatif yang lolos  pada tiap-tiap ukuran ayakan dan dihitung dengan cara sebagai berikut:

Baris 1 kolom 4:

500 – 13,1 = 486,98

ada 486,98 gram dari berat sampel yang ukurannya lebih kecil daripada 2820.

Baris 2 kolom 4

500 – 13,1 – 42,5 = 444,48

Data dalam kolom 5 merupakan persen lolos komulatif untuk tiap ukuran dan  dihitung dengan cara membagi kolom 4 dengan berat total sampel 500 sebagai berikut:

Baris 1 kolom 5

(486,98/500) x 100 = 97,4 %

ini artinya ada 97,4 persen dari berat total sampel yang akan lolos jika diayak dengan ukuran lubang ayakan 2820.

Baris 2 kolom 5

(444,48/500) x 100 = 88,9 %

Pustaka:

Mekanisme, Faktor Unjuk Kerja Pengayakan, Screening, Sieving

Mekanisme gerakan atau getaran yang ditimbulkan oleh vibrator menyebabkan material di atas permukaan akan bergerak maju dan membentuk lapisan atau stratifikasi....

Pengertian, Tujuan, Jenis Pengayakan Pengolahan Mineral, Screening

Pengertian Definisi Pengayakan Partikel Mineral Bijih. Screening, sieving atau pengayakan merupakan operasi pemisahan partikel atau material secara mekanis...

Kurva Dan Persamaan Distribusi Ukuran Partikel

Pengertian Defeinsi Persamaan Distribusi Partikel Cara yang paling umum merepresentasikan ukuran dan distribusi partikel adalah menggunakan grafik atau...

Menentukan Nilai k Dan m Untuk Persamaan Distribusi Ukuran Partikel

Untuk dapat menentukan nilai k dan m harus dimulai dengan melogaritmikkan nilai kolom 1 dan kolom 5 dari tabel hasil sieve analysis. Table hasil sieve...

Menentukan Kecepatan Pengendapan Partikel Dalam Fluida

Kecepatan pengendapan partikel dalam fluida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan menurut hukum Stoke atau Hukum Newton. Keduanya  dibedakan berdasarkan ...