Prinsip Fungsi Usaha Bank Syariah, Pengertian Contoh

Pengertian Prinsip Ekonomi  Bank Syariah. Prinsip Syariah berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, dan keuniversalan (rahmatan lil ‘alamin). Prinsip usaha perbankan Syariah merupakan bagian dari ajaran Islam yang berkaitan dengan ekonomi. Salah satu prinsip dalam ekonomi Islam adalah larangan riba dalam berbagai bentuknya, dan menggunakan sistem antara lain prinsip bagi hasil.

Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan segala kegiatan usahanya berdasarkan pada Prinsip Syariah dan berdasarkan pada jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

Dengan berlandaskan pada prinsip bagi hasil, Bank Syariah dapat menciptakan iklim investasi yang sehat dan adil karena semua pihak dapat saling berbagi baik keuntungan maupun potensi risiko yang timbul sehingga akan menciptakan posisi yang berimbang antara bank dan nasabahnya.

Kegiatan usaha, bank atau  ekonomi  yang berasaskan pada Prinsip Syariah, antara lain, adalah kegiatan usaha, bank, ekonomi yang tidak mengandung unsur unsur berikut:

Prinsip Prinsip Bank Syariah

Syariah Islam mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagimanusia sehingga disebut sebagai agama fitrah atau sesuai dengan sifat dasar manusia. Bagi masyarakat modern, aktivitas keuangan dan perbankan dipandang sebagai wahana untuk membawa kepada setidaknya 2 prinsip berikut

1). Prinsip Al Ta’awun

Merupakan prinsip saling membantu dan bekerja sarna antara anggota rnasyarakat dalarn kebaikan.

2). Prinsip Menghindari Al Iktinaz

Seperti membiarkan uang menganggur dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umurn.

Dalam operasinya, bank Syariah mengikuti aturan-aturan dan norma-norma Islam, seperti yang disebutkan dalam pengertian di atas, yaitu:

1). Bebas dari bunga (riba);

2). Bebas dari kegiatan spekulatif yang non produktif seperti perjudian (maysir);

3). Bebas dari hal-hal yang tidak jelas dan meragukan (gharar);

4). Bebas dari hal-hal yang rusak atau tidak sah (bathil); dan

5). Hanya membiayai kegiatan usaha yang halal.

Pengertian Riba

Riba dapat timbul dalam pinjaman (riba dayn) dan dapat pula timbul dalam perdagangan (riba bai). Riba bai ‘ terdiri dari dua jenis yaitu riba fad dan riba nasiah.

Riba Fadl adalah riba karena pertukaran barang sejenis, tetapi jumIahnya tidak seimbang.

Riba Nasiah adalah riba karena pertukaran barang sejenis dan jumlahnya dilebihkan karena melibatkan jangka waktu.

Riba Dayn berarti tambahan adalah pembayaran premi atas setiap jenis pinjaman dalam transaksi utang- piutang maupun perdagangan yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman disamping pokok, yang ditetapkan sebelumnya.

Secara teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Perilaku ini diikatakan bathil karena pemilik modal meminta kepada peminjam untuk membayar lebih dari yang dipinjam tanpa memperhatikan apakah peminjam mendapat keuntungan atau mengalami kerugian.

Bunga dan Riba:

Inti dari riba dalam pinjaman (riba dayn) adalah tambahan atas pokok, baik sedikit maupun banyak.

Dalam bahasa Indonesia riba diartikan sebagai bunga (baik sedikit maupun banyak). Dalam bahasa Inggris riba dapat diartikan interest (bunga yang sedikit) atau usury (bunga yang banyak). Sebagian besar ulama berpendapat usury maupun interest termasuk riba

Pelarangan Riba Dalam Sitem Ekonomi Islam

Tujuan  pelarangan riba adalah pewujudan persamaan yang adil di antara pemilik harta (modal) dengan usaha, serta pemikulan resiko dan akibatnya secara berani dan penuh rasa tanggung jawab.

Prinsip keadilan dalam Islam ini tidak rnemihak kepada salah satu pihak, melainkan keduanya berada pada posisi yang seimbang.

a). mengoptimalkan aliran investasi tersalur lancar ke sektor rill

b). Mencegah penumpukan harta pada sekelompok orang, ketika hal tersebut berpotensi mengeksploitasi perekonomian (eksploitasi pelaku ekonomt atas pelaku yang lain);

c). Mencegah timbulkan gangguan-gangguan dalam sektor riil, seperti inflasi dan penurunan produktifitas ekonomi makro;

d). Mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang adil, stabil, dan sustainable melalui mekanisme bagi hasil (profit-loss sharing) yang produktif.

Pelarangan Maysir

Tujuan dilarangnya Ma,ysir karena maysir merupakan usaha bersifat untung- untungan yang dltekankan pada unsur spekulasi yang irasional, tidak logis, dan tidak berdasar. Bila dilihat dari sisi dampaknya terhadap ekonomi, judi dilarang karena tidak memberikan dampak peningkatan produksi yang akan meningkatkan penawaran agregat barang dan jasa di sektor riil.

Alasan pelarangan judi serupa dengan pelarangan penimbunan barang yang juga akan berdampak pada berkurangnya penawaran agregat dari barang dan jasa.

Judi bisa dikatakan sebagai suatu bentuk investasi yang tidak produktif karena tidak terkait langsung dengan sektor riil dan tidak memberikan dampak meningkatkan penawaran agregat barang dan jasa, Karena hal inilah, maka judi dilarang dalam Islam.

Pelarangan Gharar

Tujuan pelarangan gharar dimaksudkan untuk mengutamakan transparansi dalam bertransaksi dan kegiatan operasional lainnya dan menghindari ketidakjelasan.

Dalam Islam, yang termasuk gharar adalah semua transaksi ekonomi yang melibatkan unsur ketidakjelasan, penipuan atau kejahatan.

Semua transaksi yang mengandung unsur ketidakjelasan dalam jumlah, kualitas, harga, dan waktu, risiko, serta penipuan atau kejahatan termasuk dalam kategori gharar.

Dalam semua bentuk gharar ini, keadaan yang sama-sama rela yang dicapai bersifat sementara, yaitu sementara keadaannya masih tidak jelas bagi kedua belah pihak. Di kemudian hari ketika keadaannya telah menjadi jelas, salah satu pihak (penjual atau pembeli) akan merasa terzalimi, walaupun pada awalnya tidak demikian.

Beberapa contoh transaksi yang termasuk dalam kategori gharar antara lain:

(a) Penjualan barang yang belum ditangan penjual, seperti buahbuahan yang belum matang, ikan atau burung yang belum ditangkap, dan hewan yang masih dalam kandungan;

(b) Penjualan di masa datang (future trading);

(c) Penjualan barang yang sulit dipindahtangankan;

(d) Penjualan yang belum ditentukan harga, jumlah, dan kualitasnya

(e) Penjualan yang menguntungkan satu pihak.

Fungsi Bank Syariah

Fungsi dan Peran bank Syariah diantaranya tercantum dalam pembentukan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI, Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution.

Bank syariah mempunyai dua peran utama, yaitu sebagai badan usaha (tamwil) dan badan sosial (maal).

Fungsi Bank Syariah Sebagai Badan Usaha

Sebagai badan usaha, bank Syariah mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai manajer investasi, investor, dan jasa pelayanan.

Fungsi Bank Syariah Sebagai Manajer Investasi

Sebagai manajer investasi, Bank Syariah dapat mengelola investasi dana nasabah.

Bank Syariah melakukan penghimpunan dana dari para investor atau nasabahnya dengan prinsip wadi’ah yad dhamanah (titipan), mudharabah (bagi hasil) atau ijarah (sewa).

Fungsi Bank Syariah Sebagai Investor

Sebagai investor, bank Syariah dapat menginsvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepada bank.

Bank Syariah melakukan penyaluran dana melalui kegiatan investasi dengan prinsip bagi hasil, jual beli, atau sewa.

Fungsi Bank Syariah Sebagai Penyedia Jasa Perbankan

Sebagai penyedia jasa perbankan, bank Syariah dapat melakukan kegiatan kegiatan jasa jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya sebuah bank.

Bank Syariah menyediakan jasa keuangan, jasa nonkeuangan, dan jasa keagenan.

Jasa Keuangan Bank Syariah

Pelayanan jasa keuangan antara lain dilakukan dengan prinsip wakalah (pemberian mandat), kafalah (bank garansi), hiwalah (pengalihan utang), rahn (jaminan utang atau gadai), qardh (pinjaman kebajikan untuk dana talangan), sharf (jual beli valuta asing), dan lain-lain.

Jasa Nonkeunagan Bank Syariah

Pelayanan jasa nonkeuangan dalam bentuk wadi’ah yad amanah (safe deposit box) dan pelayanan jasa keagenan dengan prinsip mudharabah muqayyadah. Sementara itu, sebagai badan sosial, bank syariah mempunyai fungsi sebagai pengelola dana sosial untuk penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sadaqah (ZIS), serta penyaluran qardhul hasan (pinjaman kebajikan)

Fungsi Bank Syariah Sebagai Pelaksana Kegiatan Sosial

Sebagai pelaksana sosial, bank Syariah juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola, menghimpun, mengadministrasikan, mendistribusikan zakat serta dana dana sosial lainnya.

Ringkasan Rangkuman

a. riba, yaitu penambahan pendapatan secara tidak sah (batil) antara lain dalam transaksi pertukaran barang sejenis yang tidak sama kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan (fadhl), atau dalam transaksi pinjam-meminjam yang mempersyaratkan Nasabah Penerima Fasilitas mengembalikan dana yang diterima melebihi pokok pinjaman karena berjalannya waktu (nasi’ah);

b. maisir, yaitu transaksi yang digantungkan kepada suatu keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan;

c. gharar, yaitu transaksi yang objeknya tidak jelas, tidak dimiliki, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak dapat diserahkan pada saat transaksi dilakukan kecuali diatur lain dalam syariah;

d. haram, yaitu transaksi yang objeknya dilarang dalam syariah; atau

e. zalim, yaitu transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lainnya.

Jenis Produk Bank Syariah, Pengertian Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Ekonomi Syariah . Ekonomi syariah dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah islam. Yang...

Jenis-Jenis Akad Pada Bank Syariah

Pengertian Akad . Akad adalah kesepakatan tertulis antara Bank Syariah atau UUS dan pihak lain yang memuat adanya hak dan kewajiban bagi masing-masing...

Prinsip Fungsi Usaha Bank Syariah, Pengertian Contoh

Pengertian Prinsip Ekonomi  Bank Syariah . Prinsip Syariah berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, dan keuniversalan (rahmatan ...

Prinsip Operasi Kerja Bank Syariah, Pengertian Tujuan Jenis Contoh Kegiatan

Pengertian Bank Syariah.  Bank syariah adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta dan didirikan dengan beroperasi atas dasar hukum atau prinsip ...

Jenis Jenis Produk dan Jasa Dari  Bank Syariah

Jenis-jenis produk dan jasa yang ditawarkan atau dikeluarkan oleh bank Syariah didasari pada prinsip  syariah. Adapun jenis-Jenis Produk yang ditawarkan ………..

Prinsip Operasi Kerja Pada Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta dan didirikan dengan beroperasi atas dasar hukum atau prinsip agama Islam. Konsep dalam hukum …………

Prinsip-Prinsip Ekonomi Usaha Pada Bank Syariah

Prinsip Syariah berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, dan keuniversalan (rahmatan lil ‘alamin). Prinsip usaha perbankan Syariah merupakan………..

Daftar Pustaka

  1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG PERBANKAN SYARIAH.
  2. Kasmir, 2012,”Dasar Dasar Perbankan”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta
  3. Darmawi. H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Aksara, Jakarta.
  4. Firdaus. R., Ariyanti. M., 2011, “Pengantar Teori Moneter Serta Aplikasiny Pada Sistem Ekonomi Konvensionl & Syariah”, Cetakan Kesatu, Penerbit Alfabeta, Bandung.