Pengertian Dasar Fungsi Pajak

Pengertian Definisi Pajak

Beberapa pengertian atau definisi dari pajak adalah sebagai berikut:

Pajak adalah iuran kepada kas Negara  berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapatkan jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Pajak merupakan iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pegeluaran umum berhubung dengan tugas negara menyelenggarakan pemerintahan.

Pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang  dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.

Berdasarkan pasal 1 undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 dan dirubah menjadi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pengertian pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oelh orang pribadi  atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ada beberapa Hal mendasar yang dapat diambil dari pengetian-pengertian pajak di atas yaitu:

  • Pajak sifatnya wajib, dapat dipaksakan terhadap perorangan atau badan usaha/perusahaan
  •  Pajak diberlakukan berdasarkan undang-undang atau peraturan, regulasinya jelas
  • Negara tidak memberikan imbal balik atau prestasi  secara langsung terhadap pembayar pajak
  • Pajak digunakan untuk keperluan atau pembiayaan negara dan kemakmusran rakyat.

Fungsi Pajak

Beberapa fungsi dari pajak adalah:

  1. Pajak berfungsi sebagai anggaran atau budgeter. Pajak merupakan bagian dari sumber pendapatan negara dan berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara.
  2. Pajak berfungsi sebagai pengatur atau regulerend. Pajak merupakan bagian dari intrumen permerintah dalam mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan pajak. Di sini pajak dapat digunakan sebagai alat untuk mecapai tujuan ekonomi negara.
  3. Pajak berfungsi sebagai stabilisator. Pajak merupakan bagian dari sumber dana yang dapat digunakan oleh negara untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga, sehingga inflasi dapat dikendalikan
  4. Pajak berfungsi sebagai distributor pendapatan. Pajak daapat digunakan untuk membiayai fasilitas umum yang dapat bermanfaat untuk kepentingan umum. Dana dari pajak dapat pula digunakan untuk pembiayaan pembangunan, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pustaka:

  1. Wahono, S., 2012., “ Teori dan Aplikasi, Mengurus Pajak Itu Mudah”, Cetakan Pertama, PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia, Jakarta.
  2. Pandiangan, L., 2009.,”Cara Menghindari 37 Larangan Perpajaka”, Cetakan Ketiga, , PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia, Jakarta.