Pengaruh Pajak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Beberapa Pengertian Atau Definisi Pajak

Pajak dapat diartikan sebagai iuran kepada kas Negara  berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapatkan jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.

Pajak merupakan iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pegeluaran umum berhubung dengan tugas negara menyelenggarakan pemerintahan.

Pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang  dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.

Berdasarkan pasal 1 undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 dan dirubah menjadi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pengertian pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi  atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi (economic growth) merujuk kepada perkembangan kegiatan perekonomian suatu negara yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi merupakan salah satu indikator yang dapat  digunakan sebagai nilai keberhasilan pembangunan.

Dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya, pertumbuhan ekonomi ditunjukkan oleh adanya perkembangan ekonomi secara fisik. Contoh Perkembangan fisik adalah pertambahan jumlah dan produksi barang industri, perkembangan infrastruktur, pertambahan jumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, jalan, perkembangan barang manufaktur, dan sebagainya.

Dampak Pungutan Pajak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara.

Dampak langsung dari pungutan pajak adalah pada pendapatan disposibel. Pendapatan disposibel adalah pendapatan pribadi dikurangi dengan pajak. Pendapatan disposibel merupakan pendapatan yang dapat dibelanjakan untuk konsumsi.

Ketika pungutan pajak dinaikkan, maka pendapatan disposibel relatif menjadi turun. Dengan menurunnya pendapatan disposibel maka konsumsi relatif menjadi turun pula. Turunnya konsumsi akan berdampak pada turunnya pendapatan nasional equilibrium. Demikian pula, jika punguntan pajak diturunkan, maka konsumsi relatif menjadi naik. Naiknya komponen ini dapat menaikkan pendapatan nasional. Tentu saja Hal ini dengan asumsi jika komponen lain yang berpengaruh terhadap pendapatan nasional tidak berubah.

Identitas perhitungan pendapatan nasional yang paling umum dapat dituliskan seperti berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

C = Konsumsi

I=  investasi

G = pembelian oleh pemerintah

X – M = total bersih ekspor atau ekspor neto.

Notasi X untuk ekspor dan M untuk impor. Ekspor neto (X – M) menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Y = GDP

Secara matematis, pengaruh pajak terhadap konsumsi dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:

C = C(Y-T)

T = pajak

Dalam hal ini, Pertumbuhan ekonomi direpresentasikan dengan nilai GDP, Gross Domestic product. Dengan demikian setiap kali peningkatan pungutan pajak akan menurunkan nilai konsumsi. Dan karena konsumsi berkorelasi positif dengan Y atau GDP, maka setiap peningkatan pajak akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Penjelasan ini hanya berlaku dengan asumsi komponen GDP lainnya adalah tetap.

Di sisi lain, Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah. Artinya peningkatan pungutan pajak secara langsung meningkatkan pendapatan pemerintah. Dengan demikian, jika pendapatan dari pajak ini digunakan untuk pengeluaran yang berpengaruh terhadap nilai Komponen pengeluaran pemerintah atau G, maka peningkatan pungutan pajak dapat berpengaruh terhadap peningkatan nilai G. Dalam hal ini, pungutuan pajak berkorelasi dengan komponen G. Karena komponen G berkorelasi positif dengan GDP, maka setiap kenaikan pungutan pajak dapat meningkatan kenaikkan GDP.

Peningkatan pungutan pajak akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika nilai konsumsi, investasi, dan neto ekspor minimal tetap. Pajak akan menurunkan konsumsi, dilain pihak pajak menaikkan pendapatan pemerintah. Karena nilai uang yang dikeluarkan dari rumah tangga maupun masyarakat untuk pajak adalah sama dengan pendapatan pemerintah dari pajak, maka nilai pengeluaran pemerintah yang bersumber dari pajak paling besar sama atau lebih kecil dari nilai pajak itu sendiri.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang Tunai Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan ...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setidaknya terdapat dua faktor utama yang cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat investasi, yaitu tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi. Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Istilah Dan Definisi Inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran. Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. ...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan. Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam,...

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Pengertian Sistem Moneter Indonesia Sistem moneter Indonesia adalah  lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan ...

Fungsi, Jenis Dan Ciri-Ciri Dari Uang

Definisi Pengertian Uang Uang diciptakan untuk memperlancar kegiatan transaksi ekonomi. Dalam perekonomian, uang merupakan benda yang disetujui atau...

Incremental Capital Output Ratio, ICOR

Pengertian Definisi Incremental Capital Output Ratio , ICOR Secara sederhana ICOR dapat diartikan sebagai ukuran yang menyatakan besarnya tambahan modal...

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, Contoh Perhitungan

Pengertian Definisi Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi Perubahan harga-harga yang berlaku dari waktu ke waktu tidak menunjukkan adanya konsistensi....

Indikator Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Ringkasan . Setiap Negara akan selalu berusaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal untuk membawa bangsanya kepada kehidupan yang lebih baik....

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Samuelson, P.A., Nordhaus, W. D., 2004, “Ilmu Makroekonomi”, Edisi Tujuh Belas, PT. Media Global Edukasi, Jakarta
  3. Sukirno, S.,