Pengertian Investasi, Dalam ilmu ekonomi, investasi merupakan tambahan terhadap stok kapital. Pengertian kapital secara fisik adalah seluruh barang modal yang digunakan dalam proses produksi seperti mesin, bangunan, kendaraan dan peralatan serta lainnya.
Dalam neraca akuntansi perusahaan, kapital adalah harta tetap (fixed assets) suatu badan usaha. Secara umum kapital disebut Gross Capital Stocks, yaitu akumulasi atau penumpukan pembentukan modal bruto dari tahun ke tahun yang digunakan untuk menghasilkan produk baru.
Ekonomi mikro menyatakan bahwa investasi adalah penambahan asset perusahaan untuk meningkatkan skala operasi. Asset yang dimaksud mencakup asset seperti bangunan, mesin, peralatan, dan sejenisnya dan asset lancar seperti uang serta asset lain yang dapat segera diuangkan.
Ekonomi makro menyebutkan bahwa investasi adalah penambahan fisik atas barang- barang modal tetap dan perubahan stok (sesuai konsep penghitungan produk Domestik Bruto /PDB atau PDRB.
Pengertian Output dan Nilai Tambah
Output adalah hasil yang diperoleh baik berbentuk barang atau jasa dari pemanfaatan seluruh faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, kapital dan kewirausahaan.
Output ini merupakan seluruh nilai tambah neto atas dasar biaya faktor produksi yang dihasilkan dari seluruh kegiatan usaha, atau dari sudut produksi barang/jasa yang diminta disebut sebagai permintaan akhir.
Secara nasional, output merupakan nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi dalam negeri dalam suatu periode tertentu.
Output nasional ini biasa disebut Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan pada tingkat wilayah regional disebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Nilai Tambah adalah suatu tambahan nilai pada nilai input antara yang digunakan dalam proses menghasilkan barang dan jasa.
Nilai Input antara tersebut bertambah karena mengalami proses produksi yang mengubahnya menjadi barang yang nilainya lebih tinggi.
Sedangkan input antara mencakup seluruh komoditi yang habis atau dianggap habis dalam suatu proses produksi, separti bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, listrik dan lain sebagainya.
Penghitungan nilai tambah bruto atas dasar harga pasar dari suatu unit produksi adalah output bruto atas dasar harga produsen dikurangi input antara atas dasar harga pasar. Nilai tambah bruto inilah yang dipakai dalam penghitungan ICOR.
Rasio Modal Output (COR) dan Rasio Modal Output Marginal (ICOR)
Pengertian ICOR sebenarnya didasarkan pada konsep rasio modal terhadap Output yang disebut Capital Output Ratio (COR).
Koefisien modal output menunjukkan jumlah modal yang diperlukan untuk memproduksi satu unit output. Konsep ini mendasari pemikiran tentang tambahan modal (investasi) yang diperlukan untuk meningkatkan output sebanyak satu unit atau satuan.
Dalam ilmu ekonomi secara umum dikenal dua konsep rasio modal-output, yaitu :
a). Rasio modal-output atau Capital Output Ratio (COR).
Rasio yang menunjukkan hubungan antara persediaan modal yang ada dengan output yang dihasilkan, yang sering dikenal dengan Average Capital Output Ratio (ACOR).
Nilai COR diperoleh dengan cara membandingkan antara akumulasi modal yang digunakan dengan jumlah output yang dihasilkan pada suatu periode tertentu.
b). Rasio Modal-Output Marginal atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
Rasio yang menunjukkan besarnya tambahan kapasitas (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menaikkan atau menambah satu unit output.
Perbedaan antara rasio modal dan rasio marginal adalah rasio modal bersifat statis, sedangkan rasio marginal bersifat dinamis karena menunjukkan tambahan atau kenaikan.
Maka konsep yang sering digunakan untuk melihat perilaku investasi (efisiensi) dan kebutuhan investasi yang akan datang adalah konsep ICOR.
Rasio modal output marginal mengacu kepada teori Harrod-Domard yaitu menunjukkan hubungan antara peningkatan stok kapasitas produksi dan kemampuan masyarakat untuk manghasilkan output.
Pengertian Definisi Incremental Capital Output Ratio, ICOR.
Secara sederhana ICOR dapat diartikan sebagai ukuran yang menyatakan besarnya tambahan modal yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit pengeluaran. Hubungan kedua variabel ini dapat diformulasikan sebagai berikut:
ICOR = ΔK/ΔY
ICOR = Nilai dari Incremental Capital Output Ratio
∆K = Penambahan Modal
∆Y = Penambahan Pengeluaran
ICOR merupakan rasio antara penambahan modal dengan penambahan pengeluaran. Rasio ini menunjukkan efesiensi penggunaan modal yang ditambahkan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Untuk dapat menghitung berapa investasi yang harus dikeluarkan agar dicapai penambahan GDP tertentu, maka penambahan modal dinyatakan sebagai investasi dan penambahan pengeluaran dinyatakan sebagai penambahan GDP.
Dalam hal ini penambahan persediaan modal ∆K sama dengan investasi I. Sedangkan penambahan pengeluaran ∆Y sama dengan penambahan pengeluaran agregat atau penambahan GDP.
∆K = I = Investasi
∆Y = Penambahan GDP yang diharapkan
ICOR = I/ΔY
Persamaan tersebut menyatakan berapa unit investasi yang diperlukan untuk menambah satu unit GDP.
Contoh Perhitungan Incremental Capital Output Ratio
Misal nilai ICOR sama dengan tiga, maka jumlah investasi yang diperlukan adalah tiga kali penambahan GDP yang diharapkan. Untuk meningkatkan GDP sebesar satu Dollar Amerika dibutuhkan investasi sebesar tiga Dollar Amerika. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
I = ICOR x ∆Y
Jika ICOR = 3, maka investasi yang diperlukan adalah:
I = 3 x ∆Y
Penambahan GDP yang diharapkan adalah satu Dollar Amerika, sehingga:
∆Y = USD 1, maka investasi yang diperlukan adalah:
I = 3 x USD 1 = USD 3
Pengaruh ICOR Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
Dari bahasan tersebut dapat dikatakan bahwa untuk dapat menaikkan GDP (Gross Domestic Product) sebesar 1 USD maka diperlukan investasi sebesar 3 USD. Ini artinya perekonomian akan tumbuh 3 kali dari nilai investasi yang dikeluarkan.
Meningkatnya jumlah investasi akan diikuti dengan meningkatnya pembelian terhadap barang-barang modal seperti mesin atau peralatan dan sarana produksi lainnya. Barang modal ini digunakan untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan. Pertumbuhan sektor industri dan perusahaan merupakan bentuk nyata terciptanya lapangan kerja. Pengaruh langsung dari tumbuhnya industri dan perusahaan adalah meningkatnya permintaan terhadap tenaga kerja yang tercermin dari turunnya tingkat pengangguran.
Diketahui bahwa GDP merupakan indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan peningkatan investasi maka perekonomian suatu negara akan tumbuh. Pertumbuhan GDP ini juga meningkatkan perluasan lapangan kerja. Dengan kata lain, peningkatan investasi dapat menurunkan tingkat penganggurandi suatu negara .
Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai
Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.
Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi
Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran
Faktor Mempengaruhi Investasi: Suku Bunga Pengembalian - Internal - Eksternal
Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar
Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi
Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi
Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.
Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.
Daftar Pustaka:
- Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
- Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
- Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
- Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
- Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
- Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
- Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
- Pengertian Incremental Capital Output Ratio dengan Contoh Soal Cara Perhitungan ICOR. Rumus Persamaan ICOR dan Pengaruh Tambahan Modal terhadap Pengeluaran output. Rasio efesiensi penggunaan modal dengan Penambahan Investasi untuk penambahan satu GDP.
- Pengaruh ICOR Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Pengaruh Penambahan Modal Investasi terhadap GDP. Peningkatan investasi menurunkan tingkat pengangguran. Pengaruh ICOR terhadap penciptaan lapangan kerja.
- Pengertian Investasi Ekomoni Mikro, Pengertian Investasi Ekomoni Makro, Pengertian Output dan Nilai Tambah Pada ICOR, Rasio Modal Output (COR) dan Rasio Modal Output Marginal (ICOR), COR dan ICOR, Capital Output Ratio (COR), Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Koefisien modal output, Pengertian Rasio modal-output, Pengertian Capital Output Ratio (COR), Average Capital Output Ratio (ACOR),
- Pengertian Average Capital Output Ratio (ACOR), Cara Menentukan COR dan ICOR, Pengertian Rasio Modal-Output Marginal, Pengertian Incremental Capital Output Ratio, Pengertian ICOR, Rumus ICOR, Rumus COR, Penambahan Modal ICOR, Penambahan Pengeluaran ICOR, Lambang Penambahan Modal Pengeluaran,
