Pengaruh Tipe-Model Magnetic Separator Terhadap Pemisahan

Peningkatan kadar mineral magnetic yang memanfaatkan selisih sifat kemagnetan, biasanya dilakukan dengan menggunakan magnetic separator. Untuk mineral-mineral yang memiliki susceptibility tinggi, separator yang digunakan adalah low intensitas magnetic separator.

Setidaknya ada tiga jenis, tipe-model Magnetic separator yang termasuk dalam kelompok low intensitas. Pemilihan separator ini didasarkan pada distribusi dan ukuran partikel mineral, bijih yang akan dipisah. Namun demikian, pada aplikasinya, dari ketigannya tidak memiliki  batas yang benar-benar jelas. Artinya ketiga separator tersebut masih dapat saling mengganti. Hal ini disebabkan oleh banyaknya variable-variabel operasi dan alat yang ikut menentukan tingkat keberhasilan pemisahan itui sendiri.

Dengan mempelajari karakteristik tiap-tiap tipe separator yang ada, diharapkan dapat mengurangi kelemahan dan menambah kelebihan separator yang akan dipilih.

Pada gambar 1 dapat dilihat pengaruh diameter drum separator terhadap perolehan Fe. Pemisahan secara magnetic yang menggunakan diameter drum lebih besar, akan menghasilkan recoveri Fe lebih tinggi, dibandingkan dengan menggunakan diameter drum lebih kecil.

Pengaruh Diameter Drum Dan Tipe-Model Magnetic Separation Pada Recoveri Fe

Gambar 1. Pengaruh Diameter Drum Dan Tipe-Model Magnetic Separator Pada Recoveri Fe

Peningkatan recoveri akan sangat mungkin, jika pemisahan dilakukan dengan menggunakan magnetic separator dari tipe countercurrent. Hal ini menjelaskan, bahwa selama pemisahan, tipe countercurrent mampu menahan mineral-mineral magnetic agar tidak masuk ke dalam jalur tailing.

Pada Gambar 2 di bawah dapat dilihat bahwa tipe concurrent dengan kuat medan magnet 85 mT dapat menghasilkan recovery lebih tinggi daripada countercurrent yang memiliki kuat medan 70 mT. Data ini menunjukkan bahwa pemilihan kuat medan yang cocok akan memberikan hasil yang optimum.

Pengaruh Kuat Medan Magnet Terhadap Perolehan

Gambar 2. Pengaruh Kuat Medan Magnet Terhadap Perolehan Fe

Dari kedua gambar tersebut, dapat diketahui, bahwa variable operasi yaitu laju pengumpanan berperan kuat terhadap naik atau turunnya recoveri. Data-data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas produksi berkorelasi negative dengan recoveri. Setiap berkeinginan untuk meningkatkan kapasitas produksi, maka akan berakibat terhadap turunnya recovery. Artinya recoveri tinggi akan lebih mudah diperoleh jika pemisahan dilakukan pada kapasitas produksi yang relative rendah.

Pustaka:

  1. Kelly, G., W., 1982,”Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son, New York
  2. Mular, L. A., 2000, “Elements of Mineral Process  Engineering”, Departement of Mining and Mineral Process Engineering, University of British Columbia Vancouver, B. C., Canada.