Korosi Pada Lingkungan Asam

Logam yang berada pada lingkungan asam, atau pH lebih rendah daripada 7, akan mengalami serangan korosi atau terlarut dengan reaksi seperti berikut:

misal logam Zn dalam larutan asam HCL atau H2SO4

Zn + 2HCl  —> ZnCl2 + H2 (gas)

Zn + H2SO4 —> ZnSO4 + H2 (gas)

Larutan asam klorida  atau Asam sulfat merupakan larutan yang memiliki pH rendah. Pada reaksi korosi ini, kedua larutan asam tersebut berperan sebagai lingkungan asam.

Kedua reaksi menghasilkan gas H2 dan larutan garam dari Zn yaitu seng sulfat  atau seng klorida. Pada reaksi tersebut logam Zn terlarut atau terkorosi dan masuk dalam larutan membentuk larutan garam seng. Korosi ini tidak membutuhkan oksigen dalam proses reaksinya. Hal ini yang membedakan dengan reaksi korosi pada lingkungan atmosfer atau netral. Pada lingkungan netral atau atmosfer , korosi akan terjadi jika dalam lingkungannya terdapat  oksogen terlarut.

Dan jika logam baja atau alumunium berada dalam lingkungan asam atau lingkungan dengan pH rendah, maka korosi akan terjadi, dengan reaksinya adalah sebagai berikut:

Fe + 2HCl  —> FeCl2 + H2 (gas)

2Al + 6HCl  —> 2AlCl3 + 3H2 (gas)

Ketika kedua logam tersebut berada pada lingkungan yang asam, maka kedua logam tersebut akan mengalami korosi. Reaksi korosi yang terjadi pada kedua logam menghasilkan gas hidrogen dan larutan garam dari logamnya.

Pustaka:

  1. National Association of Corrosion Engineers, 1975, “Nace Basic Corrosion Course”, Houston.
  2. Fontana, M. G., 1987,”Corrosion Engineering”, 3nd  Edition, McGraw-Hill Book Co,