Pengertian Kandungan Darah. Tubuh Manusia memiliki darah antara lima sampai enam liter. Nilai ini setara dengan delapan persen dari total berat tubuh manusia. Darah merupakan suspensi yang terdapat dalam pembuluh darah. Darah memiliki warna merah yang dapat berubah-ubah. Kadang-kadang darah menjadi berwarna merah tua dan kadang berwarna merah muda. Perubahan ini tergantung pada kadar oksigen, O2 dan karbon dioksida, (CO2) yang terkandung di dalamnya.

Darah manusia terdiri dari dua bagian, yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Kandungan dan komposisi darah manusia ditunjukan pada tabel di bawah.
| Komponen Darah | Volume, % | |
| 1 | Plasma darah | 50 – 60 |
| 2 | Sel darah | 40 – 50 |
- Plasma Darah
Bagian darah yang cair disebut dengan plasma darah. Komponen darah yang paling banyak adalah plasma darah, yaitu sekitar 50 sampai 60 persen bagian dari darah. Dalam plasma darah terlarut molekul-molekul dan sejumlah ion-ion.
Komponen utamanya adalah air. Antara 91 sampai 92 persen kandungan plasma darah adalah air. Sisanya kurang dari sepuluh persen merupakan zat-zat yang terlarut yang harus diangkut atau disalurkan ke seluruh tubuh manusia. Zat-zat terlarut tersebut adalah protein, hormon, nutrisi (seperti glukosa, vitamin, asam amino, lemak), gas (seperti oksigen (O2) dan karbon dioksida, CO2), garam-garam (seperti sodium (Na), kalsium (K), potasium, magnesium, Mg), serta zat buangan seperti urea.
| Plasma Darah | Kandungan, % | |
| 1 | Air | 91 – 92 |
| 2 | Protein | 7 – 8 |
| 3 | Ion, gula, lemak, asam amino, | 1 – 2 |
Senyawa atau zat-zat kimia yang larut dalam cairan darah antara lain sebagai berikut.
– Zat Sari makanan dan sejumlah mineral yang terlarut dalam darah, seperti monosakarida, kolesterol, gliserin, asam amino, asam lemak, dan sejumlah garam mineral.
– Zat-zat hasil produksi dari sel-sel tubuh seperti Enzim, hormon, dan antibodi.
– Zat-zat sisa dari hasil proses metabolisme seperti Urea dan asam urat.
– Gas-gas utama yang terlarut dalam plasma darah seperti gas Oksigen (O2), gas karbon dioksida (CO2).
Dari tabel diketahui bahwa protein dalam plasma darah merupakan zat terlarut yang paling dominan. Tiga komponen utama yang terkandung dalam protein plasma darah adalah:
a. Albumin merupakan zat yang berperan dalam mengatur tekanan osmotik darah. Albuin berperan dalam mengontrol atau mengatur aliran air yang masuk ke dalam membran plasma.
b. Globulin merupakan pengangkut yang membawa nutrisi makanan dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia.
c. Fibrinogen merupakan komponen yang berkontribusi dalam proses pembekuan darah ketika luka.
2. Sel Darah
Darah mengandung beberapa jenis sel darah dengan fungsi yang berbeda-beda. Antara 40 sampai 50 persen dari volume darah manusia merupakan sel-sel darah. Darah terdiri dari tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah (yang disebut dengan eritrosit), sel darah putih (yang disebut leukosit), dan keping darah (biasa disebut juga trombosit).
| Sel Darah | Kandungan, sel/mm3 | |
| 1 | Sel darah merah | 4-5 juta |
| 2 | Sel darah putih | 3.000–6.750 |
| 3 | Trombosit | 250.000–300.000 |
2.1. Sel Darah Merah
Sel darah merah terdiri dari dua kata yaitu erythro = merah dan cyto = sel. Sel darah Eritrosit dibentuk atau diproduksi dalam sumsum merah tulang pipih, seperti di tulang selangka, tulang dada, dan di dalam ruas-ruas tulang belakang. Pembentukannya membutuhkan waktu selama tujuh hari. Pada awalnya Eritrosit mempunyai inti, kemuduan inti ini lenyap (menghilang) dan terbentuklah hemoglobin. Setelah hemoglobin terbentuk, sel darah Eritrosit dilepas dari tempat pembentukannya.
Sel darah merah atau Eritrosit adalah Sel darah yang tidak mempunyai inti dan merupakan komponen terbesar dari sel-sel darah. Sel darah merah berbentuk bikonkaf sehingga memiliki luas permukaan yang relatif besar. Seorang Pria rata-rata mempunyai eritrosit sekitar 5 juta per mm3 darahnya, sedangkan kaum wanita mempunyai eritrosit sekitar 4,5 juta per mm3 darahnya.
Eritrosit berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Tiap-tiap sel darah merah mengandung kurang lebih 200 juta molekul hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan suatu protein yang mengandung senyawa atau zat besi hemin. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen (O2) di paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan tubuh.
Gas Oksigen, O2 diperoleh ketika sel darah mengalir melewati kapiler-kapiler alveolus di paru-paru. Hemoglobin relatif kurang reaktif terhadap molekul karbon dioksida, CO2. Oleh karena itu, karbon dioksida, CO2 yang diperoleh dari sel lebih banyak larut dalam plasma darah.
2.2. Sel Darah Putih
Sel darah putih disebut juga leukosit. Leukosit dibentuk dalam limpa, kelenjar limpa, sumsum tulang merah, dan jaringan retikuloendotelium. Leukosit mempunyai peran ”memakan” atau membunuh kuman penyakit dan benda-benda asing lainnya, seperti bakteri, virus yang ada di dalam tubuh. Oleh sebab itu, leukosit dikenal sebagai fagosit. Sel darah putih akan mematikan atau membunuh setiap organisme atau zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, terutama zat asing yang masuk melalui jaringan darah. Kadang-kadang leukosit juga berperan sebagai alat pengangkut atau membawa lemak. Atas perannya ini, maka leukosit lebih dominan terdapat di dalam pembuluh kil dan pembuluh limfa.
Pada orang dewasa baik laki-laki dan wanita, untuk setiap satu mm3 darah hanya terdapat sekitar 4.500 sampai 10.000 butir. Leukosit memiliki bentuk yang beragam dan mempunyai ukuran lebih besar dari eritrosit. Leukosit berinti bulat dan cekung. Sel-sel ini dapat bergerak bebas dengan cara amuboid serta dapat menembus dinding kapiler (diapedesis).
Sel darah putih tidak memiliki hemoglobin sehingga warnanya tidak merah. Ukuran dan jumlah sel darah putih berbeda dengan sel darah merah. Perbandingan antara sel darah putih dengan sel darah merah mencapai nilai antara 1:500 hingga 1:1000. Ini artinya, terdapat 500 sampai 1000 sel darah merah untuk setiap satu sel darah putih.
Sel darah putih memiliki ukuran yang lebih besar daripada sel darah merah. Sel darah putih memiliki inti sel, oleh karenannya sel ini dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Sel darah putih berdasarkan karakteristik atau sifat sitoplasmanya dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu granulosit yaitu plasma yang bergranula dan agranulosit yaitu plasma yang tidak bergranula.
2.3. Trombosit
Trombosit disebut juga keping-keping darah berbentuk oval dan tidak berinti dengan ukuran yang relatif kecil yaitu antara 3–4 mm. Pada umumnya setiap satu milimeter kubik (mm3) darah terdapat 150.000 sampai 350.000 trombosit. Trombosit diproduksi dalam sumsum tulang dan memiliki umur hidup yang relatif singkat, yaitu antara 10–12 hari. Trombosit mudah pecah (atau rusak) dan akan mengeluarkan (menghasilkan) enzim trombosit atau tromboplastin. Enzim ini memiliki peran dalam proses pembekuan darah pada saat terjadinya luka.
Keping-keping darah tersusun berupa fragmen-fragmen besar sel yang disebut dengan megakariosit. Jadi, keping-keping darah trombosit bukan merupakan satu sel yang utuh.
Ketika terjadi luka dan darah keluar melalui kulit, maka darah berhubungan dengan udara. Trombosit yang keluar bersama darah akan pecah atau rusak karena terjadi gesekan dengan luka dan mengeluarkan tromboplastin atau trombokinase. Tromboplastin bersama dengan ion-ion kalsium, Ca2+ dapat mengubah atau mengkonversi protrombin dalam darah menjadi trombin.
Selanjutnya, Trombin ini akan mengubah fibrinogen yang ada dalam darah menjadi benang-benang fibrin. Molekul fibrin saling menempel satu sama lainnya dan kemudian membentuk jaringan berserat. Jaringan protein fibrin ini, memberhentikan (menyetop) aliran darah dan membuat darah menjadi padat dan beku. Jaringan ini membuat sel darah merah trombosit terperangkap dan menambah kepadatan (kerapatan) dari darah yang beku.
Fungsi dan Model Struktur DNA, Deoxyribo Nucleic Acid.
Fungsi Ginjal Bagi Tubuh Manusia Struktur
Fungsi Insulin Hormon Kelenjar Pankreas Pada Manusia, Pengertian Glukagon
Fungsi Jenis Struktur Kromosom.
Fungsi Pembuluh Darah Manusia
Fungsi Sistem Ekskresi Hati, Cairan Empedu pada Manusia.
Fungsi Sistem Organ Pernapasan Hidung, Paru-Paru Manusia. Pengertian, Penjelasan
Fungsi Struktur Otak Sistem Saraf Pusat Manusia. Pengertian, Penjelasan
Fungsi, Manfaat Darah Manusia
Jenis Contoh Simbiosis Mutualisme Komensalisme Parasitisme
Jenis Piramida Jumlah Biomassa Energi, Ekologi.
Kandungan Komposisi Darah Manusia
Metamorfosis Dan Metagenesis: Pengertian, Contoh, Tahap Mekanisme, Hewan, Tumbuhan
Pembelahan Mitosis, Meiosis, Amitosis. Pengertian, Penjelasan, Fungsi.
Pengertian Jenis Rantai Makanan Pada Ekosistem
Pengertian Metabolisme, Katabolisme, Anabolisme
Pengertian, Fungsi Sistem Gerak, Sifat Kerja Otot Manusia.
Daftar Pustaka:
- Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
- Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
- Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
- Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
- Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
- Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
- Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Kandungan Darah dengan Komposisi darah Tubuh Manusia dan Jumlah darah manusia. Jenis darah manusia beserta Fungsi darah manusia atau Komponen darah manusia.
- Ardra.Biz, 2019, “Plasma darah dan sel darah maupu Fungsi plasma darah dan fungsi sel darah atau kandungan plasma darah. Kandungan sel darah dan Senyawa dan Zat yang larut dalam darah manusia dengan Kandungan protein plasma darah.
- Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Albumin dan Fungsi Globulin dan Fungsi Fibrinogen. Pengatur tekanan osmotik darah dan Pengangkut nutrisi makanan yang perfungsi dalam pembekuan darah. Berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia dengan Fungsi sel darah putih atau Fungsi sel darah merah.
- Ardra.Biz, 2019, “Fungsi trombosit maupun Fungsi eritrosit dab Fungsi leukosit beserta fungsi trombosit. Sel darah yang tidak mempunyai inti dengan Sel darah merah berbentuk bikonkaf dengan Sel darah yang mengandung haemoglobin atau tempat terbentuknya leukosit.
- Ardra.Biz 2019, “Sel darah yang melawan sumber penyakit virus atau sel darah pengangkut lemak dengan Jumlah sel darah putih wanita dan laki laki adalah sel darah sebagai fagosit. Sel darah granulosit dengan plasma yang bergranula.
- Ardra.Biz, 2019, “Agranulosit adalah plasma yang tidak bergranula atau Sel darah berbentuk keeping oval. Jumlah trombosit manusia dan tempat diproduksi trombosit beserta Fungsi enzim trombosit atau tromboplastin. Enzim memiliki peran dalam proses pembekuan darah. Golongan Darah Manusia, Jenis darah manusia, Jumlah Darah Manusia,
