Cara Menentukan Harga  Teoritis Wajar Intrinsik Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan,

Cara Menentukan Harga  Saham Pengertian Contoh Soal Rumus Perhitungan

Pengertian Saham. Saham sebagai surat yang menyatakan bukti kepemilikan perusahaan. Aaham juga dapat diartikan sebagai tanda bukti penyertaan modal yang dikeluarkan oleh badan usaha dalam bentuk surat berharga.

Jenis-jenis Saham

Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, maka saham terbagi atas:

1). Saham Biasa Common stocks

Merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.

Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.

Imbalan yang akan diperoleh dengan kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan. Bila perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemungkinan para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula.

Secara normal risiko potensial yang akan dihadapi pemilik saham ada dua, yaitu tidak menerima pembayaran dividen dan menderita capital loss.

2). Saham Preferen (Preferred Stocks)

Merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Biasanya saham preferen memberikan pilihan tertentu atas hak pembagian dividen.

Ada pembeli saham preferen yang menghendaki penerimaan dividen yang besarnya tetap setiap tahun, ada pula yang menghendaki didahulukan dalam pembagian dividen, dan lain sebagainya.

Jenis Metoda Penentuan Nilai Saham.

Model valuasi penilaian saham terdapat tiga jenis nilai, yaitu: nilai buku, nilai pasar dan nilai intrinsik.

1). Nilai Buku Saham

Nilai buku adalah nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten).

Harga saham berdasar nilai dari buku tergambar dari Total Assets/ jumlah dari seluruh kekayaan perusahaan dikurang Total Liabilities/ jumlah dari seluruh hutang perusahaan dibagi dengan Number of Common Stock Outsatnding/ jumlah saham yang beredar.

2). Nilai Pasar Saham

Nilai pasar adalah nilai saham di dalam pasar modal yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut dipasar modal.

Harga saham berdasar nilai dari pasar merupakan harga jual beli yang sedang berlaku di pasar efek yang ditentukan oleh kekuatan pasar dalam arti tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran.

Harga pasar saham juga menunjukkan nilai dari perusahaan itu sendiri. Semakin tinggi nilai dari harga pasar sahamsuatu perusahaan, hal itu merefleksikan penghargaan investor pada bagusnya kinerja perusahaan tersebut.

3). Nilai Intrinsik Saham

Nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau yang seharusnya terjadi. Nilai ini yang biasanya disebut sebagai nilai wajar suatu saham.

Harga saham berdasar nilai intrinsik atau teoritis, merupakan nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi. Dalam hal ini investor dan analis sekuritas menghubungkan antara nilai intrinsik saham dan nilai pasar saham saat ini untuk menilai apakah harga saham yang ditawarkan emiten sesuai dengan harga yang wajar, murah/undervalued, atau mahal/overvalued.

Analisis Investasi Saham

Ada dua analisis investasi atas saham yang paling umum diketahui, yaitu analisis Teknikal (technical analysis) dan analisis Fundamental (fundamental analysis).

1). Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal “the use of spesific market-generated data for the technical analysis of both aggregate stock prices (market indices or industry average) and individual stocks”. Yang secara bebas dapat artinya “Analisis teknikal merupakan analisis yang didasarkan pada informasi berbasis pasar dalam memprediksi pergerakan harga saham individual atau pasar secara keseluruhan”.

2). Analisis Fundamental Saham

Analisis fundamental adalah suatu cara yang digunakan untuk menentukan nilai dari suatu sekurtitas seperti saham dengan menganalisis data keuangan yang secara khusus dianggap sebagai unsur fundamental perusahaan.

Analisis fundamental sering diidentikan dengan nilai intrinsik saham. Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham berdasarkan analisis Fundamental. Kedua pendekatan tersebut adalah Pendekatan nilai sekarang (Present Value Approach) Saham dan Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham

Pendekatan nilai sekarang (Present Value Approach) Saham

a). Nilai suatu aset adalah nilai sekarang (present value) dari arus kas imbal- hasil yang diharapkan (expected cash flows). Artinya, suatu aset dapat memberikan aliran cash flows selama investor memiliki saham perusahaan tersebut.

Untuk mengkonversi aliran cash flows menjadi sebuah nilai saham, investor harus mendiskontokan aliran tersebut dengan tingkat bunga yang diinginkan investor (required rate of return).

b). Nilai intrinsik atau disebut juga nilai teoritis suatu saham nantinya akan sama dengan nilai diskonto semua aliran kas yang akan diterima investor di masa datang.

c). Tingkat return yang disyaratkan merupakan tingkat return minimum yang diharapkan atas pembelian suatu saham. Tingkat return yang diinginkan (required rate of return) atas sebuah investasi. Selain faktor inflasi, tingkat return yang diharapkan (required rate of return) yang akan menimbulkan ketidakpastian imbal-hasil (uncertainly of returns).

Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham

Pendekatan PER dalam penentuan nilai suatu saham dilakukan dengan menghitung berapa rupiah uang yang diinvestasikan kedalam suatu saham untuk memperoleh satu rupiah pendapatan (earning) dari saham tersebut.

PER menunjukkan rasio harga saham terhadap earning atau dengan kata lain menunjukkan berapa besar pemodal menilai harga saham terhadap kelipatan dari earnings, sehingga dapat disimpulkan bahwa PER menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

PER merupakan variabel yang digunakan dalam estimasi nilai intrinsik saham yaitu dengan mengalikannya dengan Earning Per Share (EPS) yang diharapkan. EPS atau laba per saham adalah rasio yang mengukur pendapatan bersih perusahaan pada suatu periode dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Nilai EPS dapat juga digunakan untuk menilai sebuah saham. Semakin tinggi nilai EPS Earning Per Share, maka semakin tinggi pula tingkat return yang diharapkan.

Tingkat keuntungan yang dihasilkan per lembar saham yang dimiliki oleh investor akan mempengaruhi penilaian investor terhadap suatu kinerja perusahan emiten.

Cara Membuat Keputusan Investasi Saham,

Nilai intrinsik ditentukan dengan mendiskontokan dividen dengan harga pasar sekarang. Adapun pedoman dalam pengambilan keputusan investasi dapat disimpulkan sebagai berikut:

1). Ketika nilai intrinsik NI lebih besar dari harga pasar sekarang saat ini NP (NI > NP),maka  aktiva atau saham dinyatakan undervalued (harga terlalu rendah) dan seharusnya dibeli dan ditahan kalau sudah memiliki.

2). Ketika nilai intrinsik NI lebih kecil dari harga pasar sekarang NP saat ini (NI < NP), maka aktiva atau saham dinyatakan overvalued (harga terlalu mahal) dan seharusnya dihindari membeli atau sebaiknya segera dijual atau ditahan tetapi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

3). Ketika  nilai intrinsik NI sama dengan nilai pasar sekarang NP saat ini (NI = NP), maka aktiva atau saham tersebut dinilai secara benar (correctly valued).

Metoda Penentuan Valuasi Penilaian Saham,

Expected Return, ER Saham, Tingkat Keuntungan Yang Diharapkan Required Rate of Return

Tingkat keuntungan yang diprediksi investor dari investasi spesifik pada suatu periode waktu tertentu. Expected return seringkali disebut sebagai market capitalization rate atau required rate of return.

Rumus Expected Return Dari Tingkat Keuntungan Saham Diinginkan, Required Rate of Return.

Besarnya required rate of return atau tingkat keuntungan yang diinginkan dari sebuah saham yang dinyatakan oleh besaran expected return dapat dirumuskan seperti berikut:

\mathrm{ER=\frac{D}{NS_{0}}+\frac{NS - NS_{0}}{NS_{0}}} atau

ER = r = D/NS0 + (NS – NS0)/NS0

ER = r = Dividend Yield + Capital Appreciation

Dividend Yield = D/NS0

Capital Appreciation = (NS – NS0)/NS0

Contoh Soal Perhitungan Penilaian Harga Saham Biasa

Jika suatu saham dijual dengan harga 1000 rupiah per lembar hari ini dan diharapkan dapat dijual lagi seharga 1100 rupiah satu tahun ke depan, berapa tingkat expected return jika dividen  satu tahun kedepan diperkirakan sebesar 50 rupiah

ER = r = expected return

NS0 = harga saham beli (harga sekarang)

NS = harga saham jual (harga masa depan)

ER = (D + NS – NS0)/NS0

ER = (50 + 1100 – 1000)/1000

ER = 150/1000

ER = 15%

Dividend Discount Model Saham, Model Diskonto Dividen Saham,

Metode penentuan harga saham hari ini yang menunjukkan bahwa nilai saham adalah present value dari semua dividen yang diharapkan diterima dimasa datang.

Model ini untuk menentukan estimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima di masa datang.

Rumus Dividend Discount Model Saham,

\mathrm{NS_{0}=\sum_{t=1}^{n}\frac{D_{t}}{(1+r)^{t}}+\frac{D_{n}+NS}{(1+r)^{n}}}.

NS0 = Nilai intrinsik saham dengan model diskonto dividen

D1, D2, …Dn = Dividen yang akan diterima di masa datang

r = tingkat return yang disyaratkan

NS = nilai jual saham pada tahun n. masa depan

t = 1, … n

Dt = dividen

r = expected return, persen

n = waktu dari investasi.

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Dividend Discount Model

Berikut ini data prediksi PT Ardra Biz yang akan membayar dividen sebesar 50, 60 dan 70 rupiah tiap tahun selama tiga tahun mendatang. Pada akhir tahun ketiga, diperkirakan dapat menjual saham pada harga 1000 rupiah. Berapa perkiraan harga saham sekarang bila diketahui expected return 10%

\mathrm{NS_{0}=\frac{50}{(1+0,10)^{1}}+\frac{60}{(1+0,10)^{2}}+\frac{70}{(1+0,10)^{3}}+\frac{1000}{(1+0,10)^{3}}}.

NS0 = 45,45 + 49,59 + 53,59 + 751,31

NS0 = 898,95 rupiah

Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham

Hasil keseluruhan perhitungan present value dari soal di atas dapat dilihat pada table berikut

Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham
Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham

Kolom (a) menunjukkan periode dividen dibayarkan, t = tahun, mulai tahun ke satu sampai tahun ke tiga.

D1 sampai D3 merupakan dividen yang diterima oleh pemegang saham dari tahun ke satu sampai tahun ke tiga, NS merupakan harga jual saham, harga masa depan saham.

Kolom (b). Total dana yang diterima dari pembelian saham selama tiga tahun adalah 1180 rupiah, ini adalah dana yang akan diterima di masa depan selama tiga tahun, bukan hari ini atau sekarang.

DF = discounted factor yang dihitung dengan rumus seperti berikut

DF = 1/(1+r)t

t = periode pembayaran dividen tahunan

r = expected return = ER

DF merupakan factor yang mengkonversi nilai uang masa depan dari dividen D dan Harga Saham NS1 menjadi dana saat ini atau present value PV pada kolom e. Present Value dihitung dengan cara berikut

Tahun ke 1, t =1 nilai present value dividen adalah

PV = Dt x DFt

PV1 = 50 x 0,909

PV1 = 45,45 rupiah dan seterusnya sampai tahun ke tiga, t = 3.

Meskipun seorang pemodal bisa memiliki saham selama n tahun, tetapi sewaktu saham tersebut dijual, akhirnya periode kepemilikan akan menjadi tidak terhingga. Dengan demikian, Dalam persamaan tersebut n = ∞ menjadi tidak terhingga.

\mathrm{NS=\sum_{t=1}^{n}\frac{D_{t}}{(1+r)^{t}}}

Penilaian Saham Tanpa Pertumbuhan

Jika investor memperkirakan bahwa harga saham tidak memiliki pertumbuhan atau g = 0 dan investor berencana memegangnya sampai jangka waktu yang tidak terbatas, maka investor akan menilai harga sahamnya sebagai sebuah perpetuity yaitu perhitungan nilai saham untuk waktu yang tidak terbatas.

NS0 = D/r

NS0 = nilai sekarang saham.

D = dividen

r = rate of return,

Contoh Soal Perhitungan Penilaian Saham Perpetuity Tanpa Pertumbuhan

Bila diperkirakan dividen akan dibayarkan tahun depan sebesar 50 rupiah dan saham akan ditahan /dimiliki untuk jangka waktu tak terbatas maka dengan rate of return 10%, perkiraan harga saham sekarang.

NS0 = D/r

D = 50 rupiah

r = 10%

substitusikan ke dalam rumus seperti berikut

NS0 = 50/10%

NS0 = 500 rupiah

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Zero Growth, Dividen Tidak Tumbuh

Saham perusahaan PT Ardra Biz diprediksi memberikan dividen sebesar Rp 100 per lembar setahun mendatang. Calon pembeli saham tersebut mensyaratkan suatu tingkat keuntungan pada saham sebesar 10 % per tahun dan dividen diperkirakan tidak bertumbuh (g = 0) atau tetap sebesar Rp 100.  Berapa harga saham yang bersedia dibayar calon pembeli tersebut

Jawab

Menghitung Harga Sekarang  Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen

Harga sekarang saham yang tidak memiliki pertumbuhan dividen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut

NS0 = D/r

D = 100

r = 10 %

NS0 = 100/10%

NS0 = 1000

Penilaian Saham Dengan Tingkat Pertumbuhan  Konstan (Constant Growth Dividend Discount  Model )-

Model pertumbuhan dividen  dimana dividen tumbuh dengan tingkat yang  konstan (Gordon Growth Model).

Nilai saham sekarang dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus peramaan berikut

NS0 = D/(r – g)

keteragan

D = dividen

r = rate of return

g = pertumbuhan dividen (dividend rate)

Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Pada Pertumbuhan Dividen Konstan

Saham PT Ardra Biz diharapkan akan membagikan dividen sebesar 50 tahun depan. Dividen  diharapkan akan tumbuh sebesar 5% per tahun.

Bila investor mengharapkan tingkat pengembalian 10%, berapa perkiraan harga saham PT Ardra Biz?

Jawab

Menghitung Harga Saham Dengan Pertumbuhan Dividen Konstan

Harga sekarang saham yang memiliki pertumbuhan dividen dapat dinyatatakan dengan persamaan berikut

NS0 = D/(r – g)

D = 50 rupiah

g = 5%

r = 10 %

NS0 = 50/(10% – 5%)

NS0 = 50/(5%)

NS0 = 1000 rupiah

Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Saham

Investor berharap dividen yang akan dibayarkan tahun depan 50 rupiah, berapa tingkat pertumbuhan saham tersebut bila investor memperkirakan harga saham saat ini 1000 rupiah dengan tingkat pengembalian 10%

Jawab

Menghitung Tingkat Pertumbuhan Saham

Tingkat pertumbuhan tetap saham dapat dinyatatakan dengan persamaan berikut

g = [(NS0 x r) – D]/NS0

NS0 = 1000

D = 50 rupiah

r = 10 %

g = [(1000 x 10%) – 50]/1000

g = [100 – 50]/1000

g = 50/1000

g = 0,05

g = 5%

Penilaian (Valuasi) Saham Preferen

Harga wajar saham preferen dihitung dengan mendiskontokan (discounting) dividen ke nilai sekarang (present value) dengan required rate of return selama periode waktu yang tidak terhingga (infinite) atau selama memiliki saham preferen tersebut.

Pemiliki saham referen menerima dividen tetap atau g = 0. Pada umumnya saham preferen tidak memiliki waktu jatuh tempo

Harga Saham Preferen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

NS0 = D/r

Keterangan

NS0 = Nilai intrinsik (nilai wajar) saham saat ini

D = Dividen tetap saham preferen

r = required rate of return atau discount rate

Contoh Perhitungan Penilaian Harga Saham Preferen

Saham preferen PT Ardra Biz memberikan dividen tetap setiap periode sebesar 500 rupiah per lembar saham. Discount rate yang disyaratkan sebesar 10 persen. Hitung harga saat ini saham preferen tersebut

Jawab

Menghitung Harga Saham Preferent

Harga saham preferen dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus sebagai berikut

NS0 = D/r

D = 500 rupiah

r = 10 %

NS0 = 500/10%

NS0 = 5000 rupiah per lembar

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  2. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  3. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  5. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  6. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.

Rangkuman Ringkasan: Cara Menentukan Harga  Teoritis Wajar Intrinsik Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan, , Cara Menentukan Nilai Saham, Pengertian Contoh Soal Perhitungan Harga Saham, Pengertian Saham, Jenis-jenis Saham, Saham Biasa Common stocks, Common stocks,

Saham Preferen (preferred stocks), preferred stocks, Pengertian Saham Biasa Common stocks, Pengertian Common stocks, Pengertian Saham Preferen (preferred stocks), Pengertian preferred stocks, Jenis Metoda Penentuan Nilai Saham, Nilai Buku Saham, Pengertian nilai buku saham,

Nilai Pasar Saham, Pengertian Nilai Pasar Saham, Nilai Intrinsik Saham, Pengertian Nilai Intrinsik Saham, Nilai saham teoritis, Nilai saham wajar, Pengertian Nilai saham teoritis, Pengertian Nilai saham wajar, Analisis Investasi Saham, Analisis Teknikal Saham, Analisis Fundamental Saham, Jenis Analisis Fundamental Saham, Pendekatan Nilai Sekarang (Present Value Approach) Saham, Present Value Approach Saham, Pendekatan Rasio Harga Terhadap Earning (Price Earning Ratio) PER Saham,

Price Earning Ratio, PER, Earning Per Share (EPS), Nilai EPS, EPS, Cara Membuat Keputusan Investasi Saham, Pengertian NI > NP , Pengertian NI < NP, Pengertian NI = NP, undervalued saham, overvalued saham, correctly valued Saham, Metoda Penentuan Valuasi Penilaian Saham, Expected Return ER Saham, Tingkat Keuntungan Saham Yang Diharapkan, Required Rate of Return Saham, Expected return, market capitalization rate ,

required rate of return, Rumus Expected Return Dari Tingkat Keuntungan Saham Diinginkan, Required Rate of Return, Contoh Soal Perhitungan Penilaian Harga Saham Biasa, Dividend Discount Model Saham, Model Diskonto Dividen Saham, Rumus Dividend Discount Model Saham, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Dividend Discount Model, Contoh Tabel Perhitungan Nilai Sekarang Present Value Saham,

Penilaian Saham Tanpa Pertumbuhan, Rums Perhitungan Saham Tanpa Pertumbuhan, Contoh Soal Perhitungan Penilaian Saham Perpetuity Tanpa Pertumbuhan, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Zero Growth, Dividen Saham Tidak Tumbuh, Menghitung Harga Sekarang Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen, Penilaian Saham Dengan Tingkat Pertumbuhan Konstan (Constant Growth Dividend Discount Model ),

Constant Growth Dividend Discount Model, Rumus Menghitung Harga Saham Tanpa Pertumbuhan Dividen, Gordon Growth Model, Contoh Soal Perhitungan Harga Saham Pada Pertumbuhan Dividen Konstan Menghitung Harga Saham Dengan Pertumbuhan Dividen Konstan, Contoh Soal Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Saham, Rumus Menghitung Tingkat Pertumbuhan Saham, Penilaian (Valuasi) Saham Preferen, Contoh Perhitungan Penilaian Harga Saham Preferen, Rumus Menghitung Harga Saham Preferent,

Analisis Rasio Laporan Keuangan, Pengertian Tujuan Metoda Teknik

Pengertian Analisis laporan keungan adalah suatu proses penguraian data atau informasi yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponen-komponen tersendiri,menelaah setiap komponen, dan memelajari hubungan antara komponen tersebut dengan mengunakan teknik analisis tertentu agar diperoleh pemahaman yang tepat dan gambaran komprehensif tentang informasi tersebut.

Analisis Rasio Keuangan. Analisis Ratio Keuangan adalah suatu cara atau metoda atau proses evaluasi, dianogsis laporan keuangan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu dengan menggunakan parameter atau indeks keuangan yang disebut rasio keuangan.

Rasio Keuangan

Rasio Keuangan merupakan hubungan matematika yang diperoleh dengan membandingkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan atau antarlaporan keuangan. Nilai rasionya diperoleh dengan membagi angka dari satu komponen dengan angka dari komponen lainnya. Angka komponen yang dibandingkan dapat diambil dalam satu periode atau beberapa periode.

Tujuan Dan Manfaat Analisis Rasio Laporan Keuangan, 

a). Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

b). Mendapatan informasi tentang kelemahan kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.

c). Mendapatkan informasi kekuatan kekuatan yang dimiliki.

d). Mendapatkan informasi langkah langkah perbaikan apa saja yang dapat dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

e). Menilaian kinerja menajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau tidak.

f). Dapat digunakan juga sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

g). Menilai kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memperdayakan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan

h). Estimasi dan prediksi terhadap kondisi dan kinerja perusahaan untuk masa mendatang.

Pihak Berkepentingan dengan Analisis Laporan Keuangan

a). Manajer

Analisis laporan keuangan bisa memberikan arahan bagi manajer untuk mempertimbangkan perlunya perubahan strategi kegiatan operasi, investasi, dan pendanaannya. Manajer juga perlu melakukan analisis atas perusahaan yang menjadi pesaingnya dalam rangka mengevaluasi profitabilitas dan risiko perusahaan pesaing untuk kemudian melakukan pembandingan.

b). Investor

Investor berkepentingan untuk memastikan investasi yang dilakukannya dalam sebuah perusahaan bisa memberikan pengembalian seperti yang diharapkannya. Oleh karena itu, investor memerlukan analisis laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja dan prospek masa akan datang atas perusahaan tempat investor melakukan investasi.

c). Kreditor

Kreditor memiliki kepentingan untuk bisa memastikan kredit yang diberikan kepada perusahaan bisa dikembalikan tepat waktu. Oleh karena itu, investor memerlukan analisis laporan keuangan untuk mengevaluasi risiko dan prospek masa akan datang perusahaan.

d). Merger, akuisisi, dan divestasi

Analisis laporan keuangan juga dilakukan pada saat akan dilakukannya merger, akuisisi, atau divestasi. Bankir investasi dan analis memerlukan

informasi tentang target perusahaan yang potensial dan menetapkan nilai yang pantas untuk perusahaan tersebut. Untuk menentukan nilai yang pantas, informasi yang harus diketahui adalah nilai intrinsik perusahaan; dan untuk menentukan nilai intrinsik perusahaan diperlukan analisis laporan keuangan.

e). Auditor Eksternal

Output yang dihasilkan oleh auditor adalah opini mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan yang diauditnya. Pada tahap penyelesaian audit, analisis laporan keuangan bisa digunakan untuk melakukan pengecekan akhir atas kewajaran laporan keuangan. Auditor juga memanfaatkan analisis laporan keuangan untuk mempertimbangkan keberlangsungan hidup perusahaan (going concern).

f). Regulator

Kantor pajak bisa memanfaatkan analisis laporan keuangan sebagai alat untuk melakukan pemeriksaan pajak dan menilai kewajaran pajak terutang dari sebuah perusahaan. Pemerintah pun bisa menggunakan analisis laporan keuangan untuk memutuskan peraturan dan kebijakan yang akan diambil. Misalnya, jika sebuah industri dinyatakan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi, maka pemerintah bisa menetapkan untuk meningkatkan pajak yang bisa dipungut dari perusahaan yang bergerak di bidang industri tersebut.

g). Konsumen

Analisis laporan keuangan bisa digunakan oleh konsumen (yang juga merupakan produsen) untuk memastikan keberlangsungan hidup perusahaan yang menjadi pemasoknya. Hal ini dilakukan karena konsumen berkepentingan untuk bisa memastikan pasokan bahan baku yang dibutuhkan bisa terus terpenuhi.

Tahap-Tahap Analisis Laporan Keuangan

Adapun tahap -tahap yang harus dilakukan dalam melakukan analisis laporan keuangan:

a). Analisis Akuntansi

Analisis akuntansi adalah proses evaluasi terhadap pelaporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan apakah  mencerminkan realitas ekonomi yang sebenarnya atau tidak sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan).

Proses ini dilakukan dengan mempelajari transaksi yang terjadi, kebijakan akuntansi yang digunakan, dan melakukan penyesuaian atau menghilangkan distorsi akuntansi laporan keuangan agar laporan tersebut lebih mencerminkan realitas ekonomi.

b). Analisis Keuangan

Analisis keuangan adalah menganalisis posisi dan kinerja keuangan yang telah dicapai perusahaan dan mengevaluasi kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

Dalam tahap ini, secara umum perusahaan melakukan analisis kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan pendanaan yang telah dicapai perusahaan.

Analisis kegiatan operasi dan investasi dilakukan dengan analisis profitabilitas, yaitu evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (kegiatan operasi) dari sumber daya yang dimilikinya (kegiatan investasi).

Analisis kegiatan pendanaan dilakukan dengan analisis risiko, analisis likuiditas dan solvabilitas.yaitu melakukan evaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya.

 c). Analisis Prospektif

Analisis prospektif merupakan tahap terakhir dari analisis laporan keuangan. Analisis ini terdiri dari dua bagian: peramalan (forecasting) dan penilaian (valuation).

Metode Analisis Laporan Keuangan

Metode Analisis Laporan Keuangan dapat dikelompokan menjadi dua metode yaitu analisis horisontal dan analisis vertikal.

a). Analisis Horisontal

Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya.

b). Analisis Vertikal

Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara akun yang satu dengan akun yang lain dalam laporan keuangan tersebut sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.

Teknik Analisis Laporan Keuangan

Beberapa teknik analisis laporan keuangan diantaranya adalah sebagai berikut:

1). Analisis Perbandingan Laporan Keuangan,

Analisis Perbandingan Laporan Keuangan adalah metode dan Teknik analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih.

2). Trend Percentage Analysis

Trend Percentage Analysis  adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun.

3). Common Size Statement

Laporan dengan persentase per komponen atau Common Size Statement adalah suatu metode analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap total asetnya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.

4). Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja,

Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.

5). Cash Flow Statement Analysis

Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.

6). Analisis Rasio,

Analisis Rasio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari akun-akun tertentu dalam neraca atau laporan laba-rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

7). Gross Profit Analysis

Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari suatu periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.

8). Analisis Break Even,

Analisis Break Even adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.

Bentuk- Jenis Rasio Keuangan Laporan Keuangan 

1.  Rasio Likuiditas,

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek atau jatuh tempo, baik kewajiban pada pihak luar perusahaan maupun pihap dalam perusahaan. Rasio ini ditunjukkan dari besar kecilnya aktiva lancar.

  1. Current Ratio, atau Rasio Lancar,
  2. Quick Ratio, atau Acid Test Ratio atau Rasio Sangat Lancar
  3. Rasio Kas, Cash Ratio,

2. Rasio Solvabilitas, Rasio Leverage

Rasio yang menunjukan besarnya beban utang yang ditanggung dibandingkan dengan aktiva yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajibannya. Baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang jika perusahaan dibubarkan atau dilikuidasi.

  1. Total Debt to Total Assets,
  2. Debt Equity Ratio,
  3. Time Interest Earned,

3. Rasio Aktivitas, Activity Ratio

Rasio yang digunakan untuk menilai tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya seperti penjualan, persediaan, penagihan piutang dan sebagainya untuk mendapatkan keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola dan menggunakan sumber daya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

  1. Perputaran Piutang, Receivable Turnover
  2. Perputaran Persediaan, Inventory Turnover
  3. Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover.

4. Rasio Profitabilitas, Profitability Ratio.

Rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini mengukur seberapa efekif pengelolaan manajemen perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan.

  1. Profit Margin, Profit Margin on Sales
  2. Return On Investment, ROI
  3. Return On Equity, ROE

5. Rasio Pasar,

Rasio yang digunakan pada perusahaan yang telah go public dan mengukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai terutama pada pemegang saham dan calon investor.

  1. Price Earning Ratio,
  2. Market to Book Value.

Analisis Rasio Laporan Keuangan, Pengertian Tujuan Metoda Teknik

Pengertian Analisis laporan keungan adalah suatu proses penguraian data atau informasi yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponen-komponen...

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Aktivitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan...

Cara Mengitung Bunga Bank, Dihitung Lebih Satu Kali

Nilai Kemudian Dengan Bunga Dihitung Lebih dari Satu Kali Dalam Satu Periode.  Beberapa bank memberikan perhitungan nilai kemudian dengan memperhitungkan ...

Konsep Nilai Waktu Uang, Present Future Value, Pengertian Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Konsep Nilai Waktu Uang.  Nilai waktu dari uang menunjukkan perubahan nilai uang akibat berjalannya waktu. Atau nilai uang dapat berubah seiring ...

Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip Asuransi.

Pengertian dan Istilah Asuransi.  Asuransi berasal dari kata insurance yang artinya pertanggungan. Asuransi merupakan suatu perjanjian antara tertanggung ...

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta.
  2. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  3. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawali Pers, Jakarta.
  4. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  5. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  8. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  9. Daftar Kata Istilah: Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Analisis Ratio Keuangan, Rasio Keuangan, Tujuan Analisis Rasio Keuangan, Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka, tbk, Bentuk- Jenis Rasio Keuangan,  Rasio Likuiditas, Current Ratio, atau Rasio Lancar, Quick Ratio, Acid Test Ratio , Rasio Sangat Lancar, Rasio Kas, Cash Ratio, Rasio Solvabilitas, Rasio Leverage,
  10. Total Debt to Total Assets, Debt Equity Ratio, Time Interest Earned, Rasio Aktivitas, Activity Ratio, Perputaran Piutang, Receivable Turnover, Perputaran Persediaan, Inventory Turnover, Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover, Rasio Profitabilitas, Profitability Ratio, Profit Margin, Profit Margin on Sales, Return On Investment, ROI, Return On Equity, ROE, Rasio Pasar, Price Earning Ratio, Market to Book Value,