Perubahan Wujud Zat Benda: Pengertian Pengaruh Kalor Laten Titik Lebur Beku Didih Uap Embun Contoh Soal Rumus Cara Perhitungan 7.

Pengertian Kalor. Dalam kehidupan sehari hari, umumnya kalor sering digunakan untuk menyatakan panas atau bahang. Namun sebenaranya, kalor adalah salah satu bentuk dari energi. Energi kalor disebut juga dengan energi panas.

Kalor adalah energi yang dipindahkan dari benda yang memiliki temperatur tinggi ke benda yang memiliki temperatur lebih rendah. Sehingga pengukuran kalor selalu Terkait dengan perpindahan energi.

Kalor dapat juga didefinisikan sebagai Energi yang diterima atau dilepaskan oleh suatu zat sehingga suhu zat tersebut naik atau turun atau bahkan berubah wujudnya.

Satuan Kalor

Menurut sistem Satuan Internasional, satuan untuk energi adalah joule (dinitasikan dengan huruf J). Namun terdapat satuan kalor yang lain yang umum digunakan dalam ilmu pengatahuan dan kehidupan sehari-hari, yang di antaranya adalah kalori (dinotasikan dengan kal) dan kilokalori (dinotasikan dengan kkal).

1 kkal = 1.000 kal, atau

1 kkal = 103 kal

Pengertian Kalori

Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh satu gram air untuk menaikkan suhunya sebesar 10C.

Percobaan Joule dapat membuktikan bahwa terdapat korelasi antara satuan kalor (yaitu kalori) dengan satuan energi potensial (yaitu joule) dengan kesetaraan bahwa satu kalori sama dengan 4,2 joule. Atau

1 kal = 4,2 joule

Hubungan antara satuan kalor dengan satuan energi mekanik disebut dengan tara kalor mekanik (umumnya dinotasikan dengan huruf A). sehingga:

Nilai A = 4,2 × 103. Artinya, 1 kilokalori = 4,2 × 103 joule.

Di beberapa negara, khususnya  Inggris dan Amerika Serikat satuan yang digunakan untuk menyatakan energi adalah British Thermal Unit yang secara resmi dinotasikan dengan  BTU. Hubungan antara BTU, Kal dan joule adalah sebagai berikut:

1 BTU = 0,252 kkal = 1055 J

Pengaruh Kalor Terhadap Temperature  Zat atau Benda.

Semua zat atau benda yang temperaturnya lebih dari temperature nol mutlak (Temperatur benda > 0 K) pada dasarnya mengandung kalor. Kandungan kalor ini pada akhirnya akan menentukan tinggi rendahnya temperature zat benda tersebut. Temperatur zat benda akan berubah ketika zat tersebut melepas atau menerima kalor.

Jika suatu zat benda dipanaskan, berarti pada benda tersebut telah ditambahkan kalor, sehingga temperaturnya menjadi naik.  Begitu juga Sebaliknya, jika kalor dilepaskan dari suatu zat benda, maka temperature zat benda tersebut akan turun.

Memanaskan air dalam panci dengan kompor merupakan contoh yang baik bagaimana kalor dapat menaikan temperature suatu zat. Awalnya air dingin, temperaturnya rendah, sekitar 25 sampai dengan 30 Celcius (tergantung temperature lingkungannya). Setelah diberi energi kalor dari api kompor, maka temperatur air naik menjadi lebih panas. Ini artinya kalor dapat menaikkan tempeatur zat.

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan tempertur benda dari T0 menjadi T dapat dihitung dengan menggunakan formulasi yang dirumuskan sebagai berikut.

Q = m c (T – T0)

Keterangan:

Q = banyak kalor dibutuhakan dengan satuan joule (J)

m = massa zat benda dengan satuan kg

T – T0 = kenaikan temperature  benda dengan satuan °C

T0 = temperatur mula-mula benda dengan satuan °C

T = temperatur akhir benda dengan satuan °C

c = konstanta pembanding yang dinamakan kalor jenis benda dengan satuan J/kg C°

Contoh Soal Pembahasan Di Akhir Artikel

Pengertian Kalor Jenis

Kalor jenis (c) adalah banyak kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat untuk menaikkan temperatur sebesar 1°C. Nilai kalor jenis (c) ini bergantung pada jenis zat.

Pengaruh Kalor Terhadap Wujud Zat Benda.

Salah satu pengaruh kalor terhadap suatu zat benda adalah perubahan wujud. Zat atau benda dapat berwujud padat, cair, dan gas sesuai temperatu zat itu. Namun Pada saat terjadi perubahan wujud, misalnya es menjadi air, temperatur zat adalah tetap. Kalor yang diterima disimpan sebagai energi potensial molekul molekul zat tersebut.

Pengertian Kalor Laten

Kalor laten adalah jumlah kalor yang digunakan 1 kg zat untuk berubah wujud pada suatu temperature (titik) transisinya. Kalor laten (kalor tersembunyi) ada dua macam, yaitu kalor lebur dan kalor didih.

Kalor dan Temperatur Lebur dan Beku

Pengertian Titik Lebur – Beku

Temperatur ketika zat benda berubah dari wujud padat ke wujud cair disebut titik lebur, sedangkan temperatur ketika zat berubah wujud dari cair ke padat disebut titik beku.

Pengertian Kalor Laten Peleburan

Kalor laten peleburan atau kalor lebur suatu zat adalah banyaknya kalor yang diserap oleh satu satuan massa (g atau kg) zat tersebut untuk mengubah wujudnya dari padat ke cair pada temperatur (titik) leburnya.

Pengertian Kalor Laten Pembekuan

Kalor laten pembekuan atau kalor beku suatu zat benda adalah banyaknya kalor yang dilepaskan oleh satu satuan massa (g atau kg) zat tersebut untuk mengubah wujudnya dari cair menjadi padat pada temperatur (titik) bekunya.

Untuk suatu zat berlaku:

Titik Lebur =Titik Beku

Kalor Lebur = Kalor Beku

Rumus Kalor Lebur – Beku

Banyaknya kalor (Q) yang diperlukan untuk melebur m kg zat dapat hitung dengan menggunakan formulasi yang dirumuskan seperti berikut:

Q = m × L

Keterangan:

Q = banyak kalor yang diperlukan untuk melebur zat, satuannya joule (J)

m = massa zat yang melebur, satuannya kilogram (kg)

L = kalor laten zat, satuannya joule/kg (J/kg)

Karena kalor laten lebur sama dengan kalor laten beku, maka persamaan di atas berlaku juga untuk menghitug kebutuhan kalor pada peristiwa membeku. Sehingga Kalor laten lebur dan kalor laten beku dapat dinotasikan dengan huruf L saja.

L lebur = L beku = L

Setiap zat mempunyai titik lebur dan kalor lebur yang berbeda- beda.

Contoh Soal Pembahasan Di Akhir Artikel

Kalor dan Temperatur Didih dan Embun

Pengertian Titik Didih Uap – Embun

Temperatur saat zat benda berubah wujud dari cair ke gas disebut titik didih (uap), sedangkan Temperatur saat zat benda berubah wujud dari gas ke cair disebut titik embun.

Pengertian Kalor Laten Didih – Uap

Kalor Laten uap atau kalor didih (uap) suatu zat benda adalah banyaknya kalor yang diserap oleh satu satuan massa (g atau kg) zat tersebut untuk mengubah wujudnya dari cair ke uap atau gas pada temperatur (titik) didihnya.

Pengertian Kalor Laten Embun

Kalor Laten embun suatu zat benda adalah banyaknya kalor yang dilepaskan oleh satu satuan massa (g atau kg) zat benda tersebut untuk mengubah wujudnya dari gas atau uap menjadi cair pada temperatur (titik) embunnya.

Untuk suatu zat berlaku:

Titik Didih (uap) = Titik Embun

Kalor Didih (uap) = Kalor Embun

Rumus Kalor Didih – Uap

Banyaknya  kalor (Q) yang diperlukan untuk mendidihkan atau menguapkan m kg zat dapat hitung dengan menggunakan formulasi yang dirumuskan seperti berikut:

Q = m × U

Keterangan:

Q = banyak kalor yang diperlukan untuk mendidihkan atau menguapkan zat, satuannya joule (J)

m = massa zat yang menguap, satuannya kilogram (kg)

U = kalor laten uap zat, satuannya joule/kg (J/kg)

Kalor laten didih atau uap dan kalor laten embun dinotasikan dengan huruf U.

Secara umum kedua persamaan tersebut dapat dinyatakan dengan formulasi yang dirumuskan sebagai berikut::

Q = m × l

m = massa benda (kg atau g)

l = kalor laten Zat (J/kg atau erg/g atau kal/g)

Pada perubahan wujud dari padat ke cair, kalor laten adalah kalor lebur. Sebaliknya, pada perubahan wujud zat cair ke padat, kalor latennya disebut kalor beku. Pada perubahan wujud zat dari cair ke gas, kalor latennya adalah kalor uap. Sebaliknya, pada perubahan wujud zat dari gas ke cair kalor latennya adalah kalor embun.

1). Conth Soal Ujian Perhitungan Kalor Untuk Menaikkan Temperatur Air

Air sebanyak 200 gram dipanaskan menggunakan kompor dari temperatur awal air adalah 30 °C hingga mencapai temperatur 70°C. Bila kalor jenis air adalah 4,2 × 103 J/kg °C, maka hitunglah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperature air tersebut…

Diketahui:

massa air = 200 gram = 0,2 kg

T0 = T air = 30°C

T = 70°C

T – T0 = 70 – 30 = 40 C°

c air = 4,2 × 103 J/kg C°

Ditanyakan: Jumlah Kalor yang diperlukan menaikkan temperature air dari 30 Celcius menjadi 70 Celsius dinyatakan dengan Q

Menghitung Kalor Yang Dibutuhkan Menaikkan Temperatur

Besar kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan temperaatur sampai 70 Celcius dapat dirumus seperti berikut:

Q = m c (T – T0)

Q = (0,2 kg)(4,2 × 103 J/kg C°)(40 C°)

Q = 33,6 × 103 J

Q = 33.600 J

Jadi, kalor yang diperlukan adalah sebesar  33.600 J. atau 33,6 KJ

2). Contoh Soal Ujian Nasional Rumus Perhitungan Kalor Didih Uap Air

Sejumlah Uap air yang memiliki massa m kg diembunkan hingga menjadi air. Bila dalam peristiwa tersebut kalor yang dilepaskan oleh uap air sebesar 9,0 × 106 J dan kalor uap air adalah 2,25 × 106 J/kg, maka hitunglah massa uap air tersbut…

Penyelesaian Pembahasan:

Diketahui:

Q = 9,0 × 106 J

U Laten (air) = 2,25 × 106 J/kg

Ditanyakan: massa uap air (m)

Menentukan Massa Uap Air Yang Mengembun

Ketentuan yang berlaku adalah kalor embun sama dengan kalor uap sehingga dapat dinyatakan dengam persamaan seperti berikut:

U (embun) = U (uap) = U

Q = m U

9,0 × 106 J = m (2,25 × 106 J/kg) atau

m = Q/U

m = (9,0 × 106 J)/( (2,25 106 J/kg)

m = 4 kg

Jadi, massa uap air yang mengalami pengembun dan menjadi air adalah 4 kg.

3). Contoh Soal Perhitungan Kalor Lebur Es Menjadi Air

Hitung Berapa jumlah kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan es sebanyak 1 kg pada temperatur 0oC menjadi cair seluruhnya. Diketahui kalor laten peleburan es menjadi air adalah 80 kal/g.

Diketahui:

L = 80 kal/g,

m = 1000 gram.

Menghitung Kalor Untuk Mencairkan Es

Besarnya kalor yang dibutuhkan agar es dapat mencair dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut:

Q = m L

Q = kalor yang dibutuhkan saat mencairkan es

m = massa zat es

L = kalor laten pencairan/ peleburan atau pembekuan es

Q = 1000 gram × 80 kal/g

Q = 80.000 kal

Q = 80 kkal

Jadi, besarnya kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan es menjadi cair seluruhnya adalah sebesar 80 kkal.

4). Contoh Soal Menentukan Kalor Air Menjadi Uap

Berapa banyak kalor yang diperlukan untuk mengubah 5 gram air pada temperature 20° C menjadi uap air pada suhu 100° C?

c = 4.200 J/kg °C

L = 336 J/g

U = 2.260 J/g

m = 5 g = 5 x10-3 kg

ΔT = 100 °C – 20° C

ΔT = 80° C

Menghitung Total Kalor Yang Dibutukhan Untuk Merubah Air Menjadi Uap

Total Kalor yang dibutuhkan untuk merubah wujud air menjadi uap air merupakan penjumlahan kalor dari dua proses yang  dinyatakan dengan persamaan berikut:

QT = Q1 + Q2

QT = Total Kalor

Q1 = kalor menaikkan temperature 0 0C ke 100 0C

Q2 = kalor penguapan dari air menjadi uap

Menghitung Kalor Untuk Menaikkan Temperatur Air Sampai 100 0C

Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperature air sampai 100 Celsius dapat dirumuskan seperti berikut:

Q1 = m.c.ΔT

Q1 = (5 x 10-3)(4200)(80)

Q1 = 1680 J

Menghitung Kalor Penguapan Air Menjadi Uap

Besarnya kalor yang dibutuhkan oleh air agar menjadi uap dapat dihitung dengan rumus berikut:

Q2 = m.U

Q2 = (5) x(2.260)

Q2 = 11.300 J

Menghitung Total Kalor Untuk Merubah Es Menjadi Uap Air

Total kalor yang dibutuhkan untuk merubah air menjadi uap adalah

QT = Q1 + Q2  

QT = 1680 + 11.300

QT = 12.980 J

Jadi, kalor yang dibutuhkan adalah  sebesar  12.980 J

5). Contoh Soal Menentukan Kalor Es Menjadi Uap Air

Berapa banyak kalor yang diperlukan untuk mengubah 4 gram es pada temperature 0° C menjadi uap air pada suhu 100° C?

c = 4.200 J/kg °C

L = 336 J/g

U = 2.260 J/g

m = 4 g = 4 × 10-3 kg

ΔT = 100° – 0°

ΔT = 100° C

Menghitung Total Kalor Yang Dibutukhan Untuk Merubah Es Menjadi Uap Air

Jumlah Kalor dari Es menjadi uap air melibatkan tiga proses yang dinyatakan dengan persamaan berikut:

QT = Q1 + Q2 + Q3

QT = Total Kalor

Q1 = kalor peleburan dari Es menjadi air

Q2 = kalor menaikkan temperature 0 0C ke 100 0C

Q3 = kalor penguapan dari air menjadi uap

Menghitung Kalor Peleburan Es Menjadi Air

Kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan es menjadi air dapat dirumuskan dengan persamaan berikut:

Q1 = m. L

Q1 = 4 x 336

Q1 = 1344 J

Menghitung Kalor Untuk Menaikkan Temperatur Air Sampai 100 0C

Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperature air sampai 100 Celsius dapat dirumuskan sebagai berikut:

Q2 = m.c.ΔT

Q2 = (4 x 10-3)(4200)(100)

Q2 = 1680 J

Menghitung Kalor Penguapan Air Menjadi Uap

Besarnya kalor yang dibutuhkan oleh air agar menjadi uap dapat dihitung dengan rumus berikut:

Q3 = m.U

Q3 = 4 x 2.260

Q3 = 9040 J

Menghitung Total Kalor Untuk Merubah Es Menjadi Uap Air

Total kalor yang dibutuhkan untuk merubah es menjadi uap adalah

QT = Q1 + Q2 + Q3

QT = 1344 + 1680 + 9040

QT = 12064 J

Jadi, kalor yang dibutuhkan adalah  sebesar 12064 J

6). Contoh Soal Menghitung Presentase Es Yang Cair

Di dalam gelas terdapat es bermassa 200 g yang bertemperatur  0 OC. Kalor lebur es adalah 80 kal/g. Kemudian Gelas dipanaskan, sehingg es tersebut mendapatkan kalor sebesar 10 kkal. Hitung berapa persen es yang melebur atau mencair.

Diketahui

m1 = 200 g

L = 80 kal/g

Q = 10.000 kal

Menghitung Massa Es Yang Mencair Diberi Kalor (Panas)

Massa es yang melebur dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.

Q = m.L atau

m = Q/L

m = 10.000/80

m = 125 g

Menghitung Presentase Es Yang Mencair Setelah Dipanaskan (Diberi Kalor)

Massa es yang melebur adalah 125 g berarti prosentasenya adalah:

= (m/m1) x 100%

= (125/200) x100%

= 62,5 %

Jadi es yang mencair adalah 62,5 persen.

7). Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Asas Black

Air sebanyak 30 kg bersuhu 10 Celcius dipanaskan hingga bersuhu 35 Celcius. Jika kalor jenis air 4.186 J/kg oC, Tentukan kalor yang diserap air tersebut.

Diketahui:

m = 3 kg,

c = 4.186 J/kg oC,

ΔT = (35 – 10) oC = 25 oC

Menghitung Kalor Yang Diserap Air;

Jumlah kalor yang diserap air dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

Q = m.c. ΔT

Q = = 30 kg × 4.186 J/kg oC × 25 oC

Q = 3130.9 J

Jadi Kalor yang diserap air adalah 3130.9 J

Daftar Pustaka:

  1. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
  3. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
  4. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
  5. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
  6. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,  Jakarta.
  7. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
  8.  

Kapasitas Kalor Jenis Asas Black: Pengertian Contoh Soal Rumus Perhitungan Satuan 12

Pengertian Kalor. Kalor adalah energi yang dipindahkan dari benda yang memiliki temperatur tinggi ke benda yang memiliki temperatur lebih rendah. Sehingga pengukuran kalor selalu Terkait dengan perpindahan energi.

Pengertian Kalor Jenis

Pengukuran kalor sering dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Jika kalor jenis suatu zat diketahui, kalor yang diserap atau dilepaskan dapat ditentukan dengan mengukur perubahan temperature zat tersebut.

Kalor Jenis adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu terhadap jenis zat disebut dengan istilah kalor jenis yang diberi simbol dengan c.

Rumus Kalor Jenis

Kalor jenis (c) zat adalah kapasitas kalor per satuan massa zat (merupakan karakteristik dari bahan zat tersebut) dan dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

c = Q/(m.ΔT) atau

Q = m.c.ΔT

Q = jumlah kalor yang diberikan pada zat (kal atau J)

c = kalor jenis zat (kal/g oC atau J/g oC),

m = massa zat (g ),

ΔT = Perubahan temperatur zat (oC atau K).

Satu kilokalori (1 kkal) adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 °C. Zat yang berbeda (dengan massa zat yang sama, misalnya 1 kg) memerlukan kuantitas kalor yang berbeda untuk menaikkan suhunya sebesar 1 °C.

Secara umum, kalor jenis zat merupakan fungsi suhu zat tersebut meskipun variasinya cukup kecil terhadap variasi suhu. Sebagai contoh, dalam rentang suhu 0°C – 100 °C, kalor jenis air berubah kurang dari 1% dari nilainya sebesar 1,00 cal/g °C pada 15 °C.

Catatan: Konversi satuan dari joule ke kalori adalah: 1 kalori = 4,18 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

Contoh Soal Dan Pembahas Ada Di Akhir Artikel

Pengertian Kapasitas Kalor.

Kapasits Kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu suatu benda sebesar satu Celcius. Satuan kapasitas kalor adalah J/K, atau J/°C.

Rumus Kapasitas Kalor

Kapasitas kalor merupakan perbandingan antara jumlah kalor yang diberikan dengan kenaikan suhu suatu benda yang diberi simbol dengan C dan dirumuskan sebagai berikut:

C = Q/ ΔT atau

C = kapasitas kalor (kal/oC)

Pada persamaan tersebut C adalah kapasitas kalor dengan satuan kal/oC atau J/K. hubungan dan C dan c dapat dituliskan sebagai berikut:

C = c x m

Keterangan

m = massa zat / benda (kg)

c = kalor jenis (J/kgoC)

Dengan subsitusi C ke dalam persamaan kalor

Q = m.c. ΔT

C = c m, maka persamaan kalor menjadi

Q = C. ΔT

Contoh Soal Dan Pembahasan Ada Di Akhir Artikel

Azas Black, Kekekalan Energi.

Energi adalah kekal sehingga benda yang memiliki temperatur lebih tinggi akan melepaskan energi sebesar QL dan benda yang memiliki temperature lebih rendah akan menerima atau menyerap energi sebesar QSdengan besar yang sama. Secara matematis, pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai berikut.

QLepas = QSerap 

Persamaan di atas menyatakan hukum kekekalan energi untuk pertukaran kalor yang disebut sebagai Asas Black. Nama hukum ini diambil dari nama seorang ilmuwan Inggris sebagai penghargaan atas sumbangsihnya, yaitu Joseph Black (1728–1799).

Jadi Asas Black menyatakan Kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap sehingga berlaku hukum kekekalan energi.

Pengukuran Kalori, Kalorimeter.

Kalorimeter merupakan alat yang umum digunakan untuk mengukur kalor. Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bejana logam dengan kalor jenisnya telah diketahui. Bejana ini ditempatkan dalam bejana lain yang relative lebih besar. Kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat, seperti gabus atau wol.

Kegunaan bejana luar adalah sebagai pelindung agar pertukaran kalor dengan lingkungan di sekitar kalorimeter dapat dikurangi. Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan, air di dalam kalorimeter perlu diaduk agar diperoleh temperatur yang homogen dari percampuran dua zat yang suhunya berbeda.

Batang pengaduk terbuat dan bahan yang sama dengan bahan bejana kalorimeter. Zat yang diketahui kalor jenisnya dipanaskan sampai temperatur tertentu. Kemudian, zat tersebut dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air dengan temperatur dan massanya yang telah diketahui. Selanjutnya, kalorimeter diaduk sampai suhunya tetap. Dengan menggunakan hukum kekekalan energi, kalor jenis zat yang dimasukan dapat dihitung.

Kalorimeter dan Bagian Alat Ukur Kalor
Cara Prisip Kerja Kalorimeter dan Bagian Alat Ukur Kalor

Pada sistem tertutup, kekekalan energi panas (kalor) ini dapat dituliskan sebagai berikut:

Q = m c ΔT

Dari persamaannya diketahui bahwa kalor yang diserap benda sangat bergantung massa dan kalor jenis bendanya. Persamaan tersebut menyatakan besarnya kalor Q yang diperlukan untuk mengubah suhu suatu zat yang besarnya  ΔT sebanding dengan massa m zat tersebut.

Keterangan:

Q = kalor yang diserap/dilepas benda (J)

m = massa benda (kg)

c = kalor jenis benda (J/kg°C)

ΔT = perubahan suhu (°C)

Persamaan tersebut dapat menjelaskan pengaruh perubahan temperature terhadap kalor yang dimiliki benda. Ketika temperatur naik, artinya benda menerima atau menyerap kalor , dan ketika temperature turun artinya benda melepaskan kalor.

Untuk benda yang memiliki kalor jenis dan massa tertentu, nilai kalornya hanya tergantung pada tinggi rendahnya perubahan temperature.

Contoh Soal Dan Pembahasan Untuk Kalor Jenis, Kapasitas Kalor dan Asas Black

1). Contoh Soal Rumus Menentukan Kalor Jenis Zat

Sebatang logam bermassa 500 gram dipanaskan dari temperature 26 0C hingga 106 0C. Jika kalor yang digunakan pada pemanasan adalah 9200 J, hitung kalor jenis logam tersebut.

Diketahui:

mL = 500 g = 0,5 kg

T1 = 26 0C  

T2 = 106 0C

ΔT = 106 – 26

ΔT = 80 0C

Q = 9200 J

Menghitung Kalor Jenis Zat Logam

Nilai kalor jenis suatu zat atau logam dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

Q = m.c.ΔT atau

c = Q/(m.ΔT)

c = 9200/(0,5×80)

c = 230 J/kg 0C

jadi kalor jenis logam adalah 230 J/kg 0C

2). Contoh Soal Perhitungan Kenaikan Temperatur Oleh Kalor

Air sebanyak 200 gram yang memiliki temperatur 26oC dipanaskan dengan energi sebesar 2.000 kalori. Jika kalor jenis air 1 kal/g oC, tentukanlah temperatur air setelah pemanasan tersebut

Diketahui:

m = 200 gram,

T0 = 26 °C,

cair = 1 kal/g°C, dan

Q = 2.000 kal.

Menghitung Perubahan Temperatur Oleh Energi Panas

Menentukan temperature setelah pemberian energi panas dapat dirumuskan dengan persamaan berukut:

Q = m.c ΔT atau

ΔT = Q/(m.c)

ΔT = 2000/(200×1)

ΔT = 10 Celcius

Menghitung Temperatur Oleh Pemberian Energi Panas

Temperatur setelah adanya energi panas dapat dihitung dengan rumus berikut:

ΔT = T2 – T1 atau

T2 =  T1 + ΔT

T2 = 26 + 10

T2 = 36 Celcius

Jadi temperature akhir setelah adanya energi panas adalah 36 Celcius.

3). Contoh Soal Perhitungan Kalor Untuk Menaikkan Temperatur Alumuium

Sepotong aluminium bermassa 10 kg dan temperatur 26 oC. Kalor jenis aluminium 900 J/kg. °C. Jika temperatur batang alumunium yang diinginkan menjadi 76 °C, maka hitunglah jumlah kalor yang harus diberikan pada batang aluminium tersebut.

Diketahui:

m = 10 kg

T1 = 26 0C

T2 = 76 0C

ΔT = 76 – 26

ΔT = 50 C

c = 900 J/kg.°C

Menghitung Jumlah Kalor Yang Dibutuhkan Untuk Menaikkan Temperatur

Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan temperature logam alumunim dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

Q = c.m. ΔT

Q = (900)(10)(50)

Q = 4,5 x 10-5J

Jadi kalor yang harus diberikan ke batang alumunium adalah 4,5 x 10-5J

4). Contoh Soal Menghitung Kalor Jenis Cincin Perak

Sebuah cincin perak massanya 5 g dan temperaturnya 25 oC. Cincin tersebut dipanaskan dengan memberi kalor sejumlah 10 kal sehingga suhu cincin menjadi 60 °C. Hitunglah nilai kalor jenis cincin perak tersebut.

Diketahui:

m = 5 g

T1 = 25 o C

T2 = 60 °C

ΔT = 60 – 25

ΔT = 35 0C

Q = 10 kal

Menghitung Kalor Jenis Cincin Perak

Kalor jenis logam perak dapat dihintung dengan rumus berikut

Q = c.m.ΔT

c.= Q/m.ΔT

c = 10/(5×35)

c = 0,0571 kal/g0C

 Jadi kalor jenis alumunim adalah 0,0571 kal/g0C

5). Contoh Soal Menghitung Kapasitas Kalor Zat

Berapakah kapasitas kalor dari 1 kg suatu zat yang mempunyai kalor jenis 2 kal/g oC

Diketahui:

m = 1 kg = 1000 gram

c = 2 kal/g oC

Rumus Menghitung Kapasitas Kalor Zat

Besarnya kapasitas kalor suatu zat dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus berikut:

C = m . c

C = 1000 . 2 = 2.000 kal/oC

Jadi Kapasitas Kalor Zat adalah 2.000 kal/0C

6). Contoh Soal Perhitungan Kapasitas dan Kalor Jenis Logam Besi

Batang logam besi memiliki massa 6 kg  dipanaskan dari temperatur 26° C hingga 126° C. Jika kalor yang diserap besi sebesar 270 kJ. Tentukan kapasitas kalor besi dan kalor jenis besi?

Diketahui

m = 6 kg

ΔT = 126° – 26°

ΔT = 100° C

Q = 270 kJ = 270.000 J

Menentukan Kapasitas Kalor Batang Besi Yang Dipanaskan

Kapasitas kalor logam besi yang dipanaskan dapat dinyatakan dengan rumus berikut

C = Q/ΔT

C = 270.000/100

C = 2700 J/0C

Jadi kapasitas kalor besi yang dipanaskan adalah 2700 joule per satu derajat Celcius.

Menghitung Kalor Jenis Logam Besi

Kalor jenis logam besi dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

c = C/m

c = 2700/6

c = 450 J/kg 0C

Jadi kalor jenis logam besi adalah 450 J/kg 0C

7). Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Asas Black

Air sebanyak 30 kg bersuhu 10 Celcius dipanaskan hingga bersuhu 35 Celcius. Jika kalor jenis air 4.186 J/kg oC, Tentukan kalor yang diserap air tersebut.

Diketahui:

m = 3 kg,

c = 4.186 J/kg oC,

ΔT = (35 – 10) oC = 25 oC

Menghitung Kalor Yang Diserap Air;

Jumlah kalor yang diserap air dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

Q = m.c. ΔT

Q = = 30 kg × 4.186 J/kg oC × 25 oC

Q = 3130.9 J

Jadi Kalor yang diserap air adalah 3130.9 J

8). Contoh Soal Menghitung Temperatur Keseimbangan Campuran Asas Black

Botol termos berisi 250 gram kopi pada suhu 85 OC. Kemudian ditambahkan susu sebanyak 50 gram bersuhu 25 OC. Tidak ada kalor pencampuran maupun kalor yang terserap botol termos. Kalor jenis kopi = susu = air = 1,00 kal/g OC. Hirung berapa Temperatur keseimbangan campuran?

Diketahui

TK = Temperatur kopi

TK = 85 OC,

mK = massa kopi

mK = 250 g

TS = temperature susu

TS = 25 OC,

mS = massa susu

mS = 50 g

cS = kalor jenis susu

cK = kalor jenis kopi

c = cS = cK

c = 1 kal/g OC

Menghitung Temeratur Keseimbangan, Temperatur Akhir Campuran

Temperatur Keseimbangan merupakan temperature akhir yang dicapai oleh campuran kopi dan susu, dan dinyatakan sesuai Asas Black

QS = QK

mS cS ΔTS = mK cK ΔTK

karena cS = cK = c maka c dapat dihilangkan dari persamaan

mS ΔTS = mK ΔTK

50 (T – 25) = 250(85 – T)

50 T – 1250 = 21250 – 250T

300T = 22500

T = 75 OC

Jadi Temperatur keseimbangan kopi dan susu tercapai pada temperature 75 0C

9). Contoh Soal Perhitungan Temperatur Keseimbangan Akhir Air Dan Gelas Alumunium Asas Black

Air sebanyak 200 g bertemperatur 100° C di tuangkan ke dalam gelas aluminium bermassa 500 g. Jika temperatur awal gelas adalah 25° C, kalor jenis aluminium 900 J/kg °C, dan kalor jenis air 4.200 J/kg °C, maka tentukan temperatur kesetimbangan yang tercapai. Asumsi tidak ada kalor yang mengalir ke lingkungan.

Diketahui

mG = massa gelas alumunium

mG = 0,5kg

mA= massa air

mA= 0,2kg

TA = Temperatur air

TA = 100° C

TG = temperature gelas alumuium

TG = 25° C

cA = kalor jenis air

cA = 4.200 J/kg °C

cG = kalor jenis gelas alumunium

cG = 900 J/kg °C

Menghitung Temperatur Keseimbangan Akhir Air dan Gelas Alumunium

Temperatur keseimbangan akhir yang dicapai antara air dan gelas aluminium dapat dinyatakan dengan Asas Black:

QA = QG

QA = kalor yang dilepas air

QG = kalor yang diserap gelas alumuium

mA cA ΔTA = mG cG ΔTG

(0,2)(4200)(100 – T) = (0,5)(900)(T – 25)

84.000 – 840T = 450T – 11250

1290T = 95.250

T = 73,84 0C

Jadi temperature keseimbangan akhir air dan gelas alumunium adalah73,84 0C

10). Contoh Soal Perhitungan Temperatur Keseimbangan Akhir Air Dalam Gelas Dan Es

Dalam gelas berisi 300 cc air bertemperatur 60 OC kemudian dimasukkan 60gram es bertemperatur 0 OC. Jika kapasitas kalor gelas 20 kal/ OC dan kalor lebur es adalah 80 kal/g, maka berapakah temperatur keseimbangnya

Diketahui

mA = 300 cc = 300 g

cA = 1 kal/g OC

TA = 60 OC

CG = 20 kal/OC,

TG = TA

mE = 60 g

TE = 0 OC

LE = 80 kal/g

Menghitung Temperatur Kesimbangan Akhir Air Dalam Gelas dan Es

Temperatur keseimbangan akhir yang dicapai antara air dalam gelas dan Es dapat dinyatakan dengan Asas Black:

Qlepas = Qserap

Menghitung Kalor Yang Dilepas Air dan Gelas

Kalor yang dilepas Qlepas adalah panas yang dilepas oleh air dan gelas secara bersamaan saat ditambahkan es, dan dinyatakan dengan rumus berikut

Qlepas = QG + QA

Rumus Kalor Yang Dilepas Gelas

Kalor yang dilepas gelas saat ditambahkan es adalah QG

QG = kalor yang dilepas gelas

QG = mG cG  ΔTG atau

QG = CG ΔTG 

karena temperature gelas sama dengan temperature air, maka

ΔTG = ΔTA

QG = CG ΔTA 

QG = 20x (60 – T)

QG = 1200 – 20T

Rumus Kalor Yang Dilepas Air

Kalor yang dilepaskan oleh air Ketika ditambahka es adalah QA

QA = kalor yang dilepas air

QA = mA cA ΔTA

QA = (300)(1) (60 – T)

QA = 18000 – 300T

Total Kalor Yang Dilepas Air Gelas

Qlepas = QG + QA

Qlepas = 1200 – 20T + 18000 – 300T

Qlepas = 19200 – 320T

Rumus Kalor Yang Diserap Es

Kalor yang diserap es meliput kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan es dan kalor untuk menaikkan temperature sampai temperature keseimbangan terakhir. Kalor yang diserap dapat dirumuskan sebagai berikut:

Qserap = QL+ QE

Rumus Kalor Yang Diserap – Kalor Lebur ES

Kalor yang diserap es agar dapat mencair adalah QL

QL = mE LE

QL = 60 x 80

QL = 4800 kal

Rumus Kalor Yang Diserap Untuk Menaikkan Temperatur Es

Kalor yang diserap Ketika es sudah mencair sampai temperature keseimbangan adalah QE

QE = mE cA ΔTE

QE = 60(1)(T – 0)

QE = 60T

Total Kalor Yang Diserap Es

Qserap = QL+ QE

Qserap = 4800 + 60T

Menghitung Temperatur Keseimbangan Akhir Air Gelas dan Es

Temperatur keseimbangan akhir antara air gelas dan es dapat dinyatakan dengan rumus berikut:

Qlepas = Qserap

19200 – 320T = 4800 + 60T

380T = 14400

T = 37,89 0C

Jadi temperature keseimbangan akhir yang dicapai oleh Air Gelas dan es adalah  37,89 0C

11). Contoh Soal Perhitungan Asas Black Temperatur Keseimbangan Campuran Air Es

Es bermassa 500 gram dengan temperature -10 0C dimasukan ke dalam mangkuk berisi air yang bertemperatur 20 0C agar air menjadi lebih dingin. Temparatur campuran air dan es adalah 10 0C. Hitung air yang ada dalam mangkuk, jika kalor jenis es 2,1 J/g 0C dan kalor jenis air 4,2 J/g 0C sedangan kalor lebur es 336 J/g. Asumsi tidak ada kalor yang dilepas atau diserap kelingkungan atau ke mangkuk.

Diketahui.

TE = -10 0C

TA = 20 0C

T = 10 0C

ME = 500 g

cA = 4,2 J/g 0C

cE = 2,1 J/g 0C

LE = 336 J/g

Menghitung Jumlah Air Dalam Mangkuk

Jumlah air dalam mangkuk dapat dinyatakan dengan Asas Black:

Qlepas = Qserap

Menghitung Kalor Yang Dilepas Air

Kalor yang dilepas Qlepas adalah panas yang dilepas oleh air saat ditambahkan es, dan dinyatakan dengan rumus berikut

Qlepas = QA

Rumus Kalor Yang Dilepas Air

Kalor yang dilepas air saat ditambahkan es adalah QA

QA = kalor yang dilepas air

QA= mA cA ΔTA atau

QA= mA (4,2)(20 – 10)

QA= 42 mA

Total Kalor Yang Dilepas Air

Qlepas = QA

Qlepas = 42 mA

Menghitung Kalor Yang Diserap Es

Rumus Kalor Yang Diserap Es

Kalor yang diserap es meliput kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan temperature es dari -10 0C ke 00C  dan kalor untuk mencairkan es menjadi air serta kalor untuk menaikkan temperature es yang sudah mencair ke temperatur 100C. Kalor yang diserap es dapat dirumuskan sebagai berikut:

Qserap = QE + QL + QEA

Rumus Kalor Yang Diserap Untuk Menaikkan Temperatur Es

Kalor yang diserap es untuk menaikkan temperature dari -10 0C sampai 00C adalah QE

QE = mE cE ΔTE

QE = 500(2,1)(0 – (-10)

QE = 10500 J

Rumus Kalor Yang Diserap – Kalor Lebur ES

Kalor yang diserap es agar dapat mencair adalah QL

QL = mE LE

QL = 500 x 336

QL = 168000 J

Rumus Kalor Yang Diserap Untuk Menaikkan Temperatur Es Cair

Kalor yang diserap Ketika es sudah mencair sampai temperature campuran 10 0C adalah QEA

QEA = mE cA ΔTE

QEA = 500(4,2)(10 – 0)

QEA = 21000 J

Total Kalor Yang Diserap Es

Qserap = QE + QL + QEA

Qserap = 10.500 + 168.000 + 21.000

Qserap = 199.500 J

Menghitung Jumlah Air Sesuai Hukum Kekekalan Energi Asas Black

Jumlah air dalam mangkuk dapat dihitung berdasarkan kekekalan energi asas Black yang dinyatakan seperti berikut:

Qlepas = Qserap

42 mA = 199.500 J

mA = 4750 gram

jadi jumlah air dalam mang  kuk adalah 4750 gram

Daftar Pustaka

  1. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
  2. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
  3. Ardra.Biz, Kata Artikel, 2019, “Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor  Asas Black dengan Pengertian Kalor dan Pengertian Kalor Jenis. Pengertian Kapasitas Kalor dan Rumus Menghitung Kalor Jenis serta Rumus Menghitung Kapasitas Kalor.
  4. Ardra.Biz, Kata Artikel, 2019, “Bunyi Penyataan Azas Black dan contoh soal perhitungan kalor jenis dengan contoh soal perhitungan kapasitas kalor. Hukum kekekalan energi azas Black dengan  Rumus Azas Black dan Pengukuran Kalor serta alat ukur kalor.
  5. Ardra.Biz, kata Artikel, 2019, “Kalorimeter dan gambar calorimeter serta cara kerja kalorimeter degan prinsip kerja calorimeter. rumus kekekalan energi panas kalor dengan Kekekalan energi system tertutup pada kalor yang dibutuhkan untuk merubah suhu temperature.
  6. Ardra.Biz, Kata Artikel, 2019, “Pengaruh temperature suhu terhadap kalor yang dilepas diserap dan Contoh Soal Perhitungan Rumus Asas Black. Pengaruh temperature suhu pada kapasitas kalor dan fungsi calorimeter denga bagian bagian calorimeter.