Sistem Endokrin Sistem Hormon

Pengrtian Sistem Endokrin. Sistem endokrin merupakan pengaturan fisiologi tubuh oleh hormone hormon, misalnya, pengaturan kadar gula dalam darah, pembebasan energi melalui proses metabolisme, dan produksi air susu pada perempuan yang sedang hamil.

Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Sistem endokrin manusia tersusun dari sejumlah kelenjar endokrin yang tersebar di tempat- tempat tertentu dalam tubuh. Sistem endokrin bekerja dengan cara menghasilkan hormon.

Selain kelenjar endokrin, terdapat kelenjar lain yang berfungsi menyekresikan senyawa kimia. Kelenjar tersebut adalah kelenjar eksokrin. Kelenjar eksokrin menyekresikan senyawa kimia yang akan dikeluarkan melalui suatu saluran menuju rongga tubuh atau kulit. Contoh kelenjar eksokrin adalah kelenjar keringat.

Kelenjar endokrin biasa disebut dengan kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran khusus yang menghasilkan hormon. Kelenjar ini menghasilkan satu atau beberapa hormon yang bermuara langsung ke dalam pembuluh darah.

Hormon merupakan senyawa organik yang diproduksi di dalam tubuh oleh sel- sel tertentu dan dibebaskan oleh kelenjar endokrin. Hormon hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, namun hormon memiliki kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh (seperti homeostatis, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku).

Hormon berasal dari kata homein yang artinya memacu. Pada umumnya hormon bekerja pada bagian tubuh tertentu yang disebut dengan organ sasaran.

Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia

Kelenjar Hipotalamus

Hipotalamus berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus terletak di bawah otak besar (cerebrum). Hipotalamus bekerja dengan cara mengeluarkan hormone yang mengontrol kerja kelenjar hipofisis (pituitari).

Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon.

Misalnya, jika tekanan darah turun, hipotalamus mengirimkan implus saraf ke kelenjar hipofisis bagian depan. Akbatnya, hipofisis menyekresikan ADH (antidiuretic hormone) yang menyebabkan tekanan darah naik.

Hipotalamus juga dapat mengeluarkan hormon yang disebut releasing hormone dan inhibiting hormone. Releasing hormone merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormone tertentu. Inhibiting hormone menekan kelenjar hipofisis sehingga tidak menyekresikan hormon tertentu.

Selain dengan hormon, hipotalamus bekerja sama melalui impuls saraf karena hipotalamus tersusun atas sel-sel neurosekretori.

Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Kelenjar hipofisis yang terletak di otak besar. Kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus. Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland, karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.

Kelenjar hipofisis bekerja sama dengan hipotalamus mengendalikan organ-organ tubuh. Kelenjar hipofisis terdiri atas hipofisis posterior dan hipofisis anterior.

Hipofisis Anterior

Hipofisis anterior menghasilkan beberapa hormon seperti growth hormone (GH), prolaktin (PRL), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), thyroid stimulating hormone (TSH), adrencarticotropic hormone (ACTH), melanocyte stimulating hormone (MSH), dan endorphin.

Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

GH (growth hormone),

GH (growth hormone) merupakan hormone yang merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.

LH (lutenizing hormone),

LH (lutenizing hormone) merupakan hormon yang berfungsi dalam pematangan sel gonad pada wanita.

ACTH (adrenocorticotropic hormone),

ACTH (adrenocorticotropic hormone) adalah hormon yang berperan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.

TSH (tyroid stimulating hormone),

TSH (tyroid stimulating hormone) adalah hormone yang memiliki fungs merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroksin.

Prolaktin

Prolaktin adalah hormon yang mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.

FSH (folikel stimulating hormone)

FSH (folikel stimulating hormone) merupakan hormone yang berfungsi merangsang pematangan folikel de Graaf tempa t sel telur berada.

Endorfin

Endorfin merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.

Hipofisis Bagian Tengah

Hipofisis bagian tengah menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Apabila hormon ini terlalu banyak dihasilkan, maka akan menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis Posterior

Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

ADH (antidiuretic hormone),

ADH (antidiuretic hormone) adalah hormone yang mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui mekanisme pengeluaran urine.

Oxytocin

Oxytocin merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot Rahim pada saat seorang wanita melahirkan.

Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

Kelenjar tiroid dan paratiroid berada di daerah leher. Kelenjar tirois Sering disebut sebagai kelenjar gondok dan kelenjar paratiroid disebut juga dengan kelenjar anak gondok. Kedua Kelenjar ini berfungsi mengatur kesetimbangan kadar kalsium serta laju metabolisme tubuh.

Tiroid, Kelenjar Gondok

Kelenjar tiroid berada di daerah leher bagian bawah jakun. Terdapat dua lobus menyamping dan dihubungkan oleh bagian yang disebut isthmus. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin dan kalsitonin.

Tiroksin

Hormon Tiroksin berfungsi mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Meningkatnya jumlah hormon tiroksin di dalam darah akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam tubuh.

Kelebihan hormon tiroksin akan menyebabkan hipertiroidisme. Seseorang yang menderita hipertiroidisme akan memiliki detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat.

Fungsi penting lainnya dari hormone tiroksin adalah berperan ketika proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan menjadi faktor penting dalam proses perkembangan otak pada anak.

Adapun kekurangan hormon tiroksin menyebabkan hipotiroidisme. Apabila hal ini terjadi sejak masa kanak-kanak, akan menyebabkan penyakit kekerdilan (kretinisme).

Hormon tiroksin akan aktif ketika mendapat perintah dari TSH yang berada di hipofisis. Kerja dari hormon tiroksin ini banyak dipengaruhi oleh kadar iodin di dalam darah.

Kalsitonin

Kalsitonin berperan dalam mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.

Paratiroid, Kelenjar Anak Gondok,

Kelenjar paratiroid berada di bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat empat buah kelenjar paratiroid, dua terletak di sebelah kanan dan dua lainnya terletak di sebelah kiri. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid atau parathormon (PTH).

Parathormon adalah hormon yang bekerja sama dengan kalsitonin mengatur kadar kalsium tubuh. Unsur Kalsium diperlukan tubuh untuk kerja saraf dan otot.

Jika kadar kalsium dalam darah berkurang karena nutrisi makanan kurang kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambil dari tulang oleh parathormon.

Dan Jika kadar kalsium sudah cukup atau bahkan sudah terlalu tinggi, Maka hormon kalsitonin akan menghambat pelepasan kalsium dari tulang.

Kelenjar Pankreas

Pankreas merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan.

Sementara itu, sebagai kelenjar endokrin, pankreas menghasilkan hormon. Hormon tersebut diproduksi di bagian pulau Langerhans. Di dalam pulau-pulau Langerhans terdapat sel beta yang menyekresikan insulin dan sel alfa yang menyekresikan glukagon.

Insulin

Insulin berfungsi dalam mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan glukosa tubuh menjadi glikogen di dalam hati. Selain itu, Isnsulin juga berfungsi untuk mengatur metabolisme lemak.

Pada seseorang yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus memiliki ciri-ciri glukosa dalam urine tinggi, mudah haus, dan mudah lelah.

Glukagon

Bekerja sama dengan insulin, glukagon berfungsi mengatur kadar gula dalam darah dengan cara merombak glikogen menjadi glukosa.

Jika tubuh dalam kondisi kurang asupan nutrisi atau berpuasa atau beraktivitas berat tanpa didahului oleh asupan nutrisi, glukagon akan memecah glikogen menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Selain itu, glukagon juga dapat memecah lemak menjadi asam lemak yang siap digunakan dalam pembentukan energi.

Kelenjar Anak Ginjal, Adrenal,

Kelenjar ini menempel pada bagian atas ginjal. Pada satu ginjal terdapat satu kelenjar adrenal yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis anterior.

Korteks

Pada kortek adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu glucocorticoid, mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid.

Glucocorticoid

Glucocorticoid berfungsi sama dengan glukagon sehingga berpengaruh dalam pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja pada saat tubuh dalam kondisi stres.

Mineralocorticoid

Hormon ini mengatur kadar garam dalam darah dengan cara pengaturan ekskresi urine dan keringat.

Gonadocarticoid

Hormon ini merupkan hormon sex, terdiri atas androge, entrogen, dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen berperan dalam pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

Medula

Medulla menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norephinefrin (noreadrenalin). Ketika tubuh dalam kondisi tertekan atau stres, kedua hormone tersebut akan mengakibatkan tubuh dalam keadaan siaga atau darurat, sehingga meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan detak jantung, dan menaikkan kadar glukosa tubuh.

Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk. Respons tubuh terhadap adrenalin membuat seseorang dapat menghadapi bahaya atau meninggalkannya.

Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak.

Kerja hormon ini dapat dirasakan saat sedang melakukan kegiatan- kegiatan menegangkan, seperti berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Kelenjar Kelamin, Kelenjar Gonad, Kelenjar Reproduksi,

Kelenjar kelamin (gonad) menghasilkan hormon kelamin. Pada wanita, gonad terletak pada ovarium, sedangkan pada pria terletak pada testis.

Testis dan ovarium mensekresikan hormon seks yang berperan dalam produksi sel-sel kelamin. Produksi hormon dari kedua kelenjar tersebut dirangsang oleh FSH dan LH yang diproduksi oleh hipofise. Hipofise memproduksi FSH dan LH yang disebabkan oleh rangsangan dari GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus.

Gonadotropin, yaitu nama umum untuk hormon yang dilepaskan oleh hipofise. Gonadotropin adalah FSH dan LH.

Ovarium

Ovarium menghasilkan hormon Estrogen dan Progesteron. Aktivitas ovarium ini berlangsung pada saat anak perempuan beranjak remaja atau pada masa pubertas. Sebelum masa tersebut, ovarium dalam keadaan inaktif.

Hormon Estrogen dan Progesteron bekerja sama mengatur ciri seks sekunder dan mengatur masa reproduksi (menstruasi) dan masa kehamilan.

Ovarium ada dua buah, masing-masing mengandung sekitar 200.000 buah bakal sel telur. Setiap bakal sel telur terdapat di dalam kantung yang disebut folikel.

Testis

Testis merupakan organ reproduksi khusus pria. Testis menghasilkan spermatozoid dan hormon androgen yaitu testosteron. Spermatozoid pembentukannya dirangsang oleh FSH, dan pembentukan hormone testosteron dirangsang oleh LH. Homon testosteron menyebabkan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki. Misalnya, dada menjadi bidang, tumbuh kumis, dan suara menjadi lebih berat.

Kelenjar Kacangan (Glandula Timus)

Kelenjar kacangan terletak dalam rongga dada dan melekat di belakang tulang dada. Kelenjar timus ikut berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormon somatotropin.

Jika kekurangan hormon ini pada waktu muda, akan menghentikan proses pertumbuhan badan, kemudian menunjukkan gejala kretinisme (kekerdilan).

Sebaliknya, jika waktu muda kelebihan hormon ini, akan menunjukkan gejala gigantisme (tumbuh raksasa).

Selain itu Kelenjar timus juga menghasilkan hormon timosin yang berfungsi mengatur pematangan limfosit T. Limfosit T merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi dalam kekebalan atau pertahanan tubuh.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah.  Kelenjar pineal terletak di tengah otak. Kelenjar pineal menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh sehari-hari, seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Fungsi lain  Kelenjar pineal masih belum diketahui.

Kelenjar Usus dan Lambung

Kelenjar usus menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin. Sekretin merangsang pengeluaran getah pankreas, sedangkan kolesistokinin merangsang pengeluaran empedu. Hormon gastrin berperan dalam merangsang sekresi getah lambung.

Selain di usus halus, lambung juga dapat menghasilkan hormon yang membantu pencernaan makanan, yaitu hormon gastrin. Hormon ini merangsang pengeluaran getah lambung.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sistem endokrin, Fungsi Kelenjar Endokrin, Pengertian dan Fungsi Hormon, Struktur system endokrin, Pengertian dan Fungsi kelenjar eksokrin, Contoh Kelenjar Eksokrin, Kelenjar Buntu, Contoh Kelenjar Endokrin,
  8. Ardra.biz, 2019, “Saluran Kelenjar Endokrin, Kemampuan kerja hormone, jumlah kebutuhan hormone, Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia, Kelenjar Hipotalamus, Fungsi Hipotalamus, letak kelenjar Hipotalamus, cara kerja Hipotalamus, Fungsi implus saraf pada Hipotalamus,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi releasing hormone dan inhibiting hormone, Fungsi  Hormon ADH (antidiuretic hormone), Sel  neurosekretori hipotalamus,  Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari), Hormon master of gland, Fungsi Kelenjar hipofisis, Jenis Bagian Kelenjar hipofisis, Hipofisis Anterior, Fungsi Hipofisis anterior, Fungsi GH (growth hormone),
  10. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan GH (growth hormone), Fungsi LH (lutenizing hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan LH (lutenizing hormone), Fungsi ACTH (adrenocorticotropic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ACTH (adrenocorticotropic hormone), Fungsi TSH (tyroid stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan TSH (tyroid stimulating hormone),
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Hormon  Prolaktin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon  Prolaktin, Fungsi FSH (folikel stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan FSH (folikel stimulating hormone), Fungsi Hormon Endorfin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Endorfin, Fungsi Hipofisis Bagian Tengah, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Bagian Tengah,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Akibat Kekurangan Kelebihan Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Hipofisis Posterior, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Posterior, Fungsi ADH (antidiuretic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ADH (antidiuretic hormone), Fungsi Hormon Oxytocin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Oxytocin,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Fungsi Tiroid atau Kelenjar Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Tiroid atau Kelenjar Gondok,  Fungsi Hormon Tiroksin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Tiroksin,  Penyebab kekerdilan (kretinisme),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Faktor yang mempengaruhi kerja hormone tiroksin,  Fungsi Hormon Kalsitonin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Kalsitonin, Fungsi Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Paratiroid, Fungsi Kelenjar Anak Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Gondok, Fungsi Hormon parathormon (PTH),
  15. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan Fungsi Kelenjar Pankreas, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Pankreas, Tempat hormone insulin diproduksi, Fungsi Hormone Insulin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormone Insulin, Ciri glukosa dalam urine tinggi, Fungsi Hormon Glukagon, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Glukagon,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Anak Ginjal, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Ginjal, Fungsi Hormon Adrenal, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Adrenal, Fungsi Korteks, Fungsi Glucocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Glucocorticoid, Fungsi Mineralocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Mineralocorticoid,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Gonadocarticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Gonadocarticoid, Fungsi Medula, Fungsi hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi norephinefrin (noreadrenalin), Akibat Kekurangan Kelebihan hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi Kelenjar Kelamin,  Fungsi Kelenjar Gonad, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Gonad,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Reproduksi, Fungsi Testis dan ovarium, Fungsi  GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone),Fungsi Ovarium, Fungsi hormon Estrogen dan Progesteron, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon Estrogen dan Progesteron, Fungsi  spermatozoid,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan spermatozoid, Fungsi hormon androgen, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon androgen, Fungsi testosterone, Akibat Kekurangan Kelebihan testosterone, Fungsi Kelenjar Kacangan (Glandula Timus), Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Kacangan (Glandula Timus),
  20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi  hormon somatotropin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon somatotropin, Fungsi Kelenjar Pineal, Fungsi hormon melatonin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon melatonin, Fungsi Kelenjar Usus dan Lambung, Fungsi hormon sekretin dan kolesistokinin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon sekretin dan kolesistokinin, Fungsi hormon gastrin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon gastrin,

Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal

Pengertian Kelenjar Adrenal. Manusia memiliki dua kelenjar adrenal. Kelenjar tersebut berada di atas ginjal. Setiap kelenjar adrenal tersusun atas dua bagian. Bagian dalam kelenjar adrenal disebut bagian medula dan bagian luar kelenjar adrenal  disebut bagian korteks.

Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis anterior.

Korteks menghasilkan hormone jenis kortikoid, sedangkan medula menghasilkan hormon jenis adrenalin. Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak. Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk.

Korteks Adrenal

Kortek adrenal menghasilkan tiga jenis hormon, yaitu hormone glucocorticoid, mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid yang memiliki peran sendiri sendiri.

Fungsi Korteks Adrenal Pada Tubuh Manusia

  1. Glucocorticoid

Glucocorticoid memiliki fungsi sama dengan glucagon, yang berpengaruh terhadap pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja ketika tubuh dalam kondisi stres.

Fungsi glukokortikoid adalah untuk merangsang pengubahan lemak dan protein ke metabolit- metabolit intermediet yang akhirnya diubah menjadi glukosa, sehingga dapat menyebabkan naiknya kadar glukosa dalam darah.

Dalam dunia kedokteran glukokortikoid digunakan untuk mengobati radang sendi dan keracunan, karena sesuai dengan efeknya ternyata glukokortikoid dapat menekan peradangan dalam tubuh.

  1. Mineralocorticoid

Hormon ini berperan sebagai pengatur kadar garam dalam darah dengan cara pengaturan ekskresi urine dan keringat.

Hormon ini merangsang reabsopsi ion- ion Na+ dan CI dalam tubulus ginjal, dan dapat mempertahankan tekanan osmotik selalu tinggi, sehingga volume dan tekanan darah menjadi normal.

  1. Gonadocarticoid

Hormon ini merupakan hormon sex, yang terdiri dari androgen, entrogen, dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkannya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen bertanggug jawab terhadap pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

Hormon androgen berfungsi untuk menentukan sifat kelamin sekunder pria. Fungsi ini dilakukan bersama dengan hormon dari gonad.

Medula Adrenal

Bagian medula menghasilkan hormon epinefrin atau adrenalin dan norephinefrin atau noreadrenalin. Pada saat kondisi tubuh dalam keadaan tertekan atau mendapat stres, kedua hormone tersebut akan mengkondisikan tubuh dalam posisi darurat, sehingga hormone ini bekerja dengan meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan detak jantung, dan kadar glukosa tubuh.

Adrenalin berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, meningkatkan kadar glukosa darah dan laju metabolisme. Hormon ini disekresikan ketika orang sedang marah, merasa ketakutan, dan mengalami stress. Pada keadaan tersebut kadar hormon adrenalin di dalam tubuh akan naik.

Tubuh manusia dapat merasakan kerja hormon ini pada saat tubuh melakukan kegiatan- kegiatan menegangkan, seperti berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Hormon Noradrenalin juga memiliki fungsi untuk meningkatkan tekanan darah.

Fungsi Medula Pada Tubuh Manusia

1) Memacu aktivitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa.

2) Mengendurkan otot polos batang tenggorok sehingga melapangkan pernapasan.

3) Mempengaruhi pemecahan glikogen (glikogenolisis ) dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah.

Dampak Kelainan dan Gangguan Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal

Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dapat menyebabkan kelainan pada tubuh. Beberapa contoh akibat gangguan yang diakibatkan oleh hormon adalah sebagai berikut.

Dampak Defisiensi Adrenal

Beberapa orang mempunyai permasalahan dengan produksi kelenjar adrenal sehingga tubuhnya lemah, mudah lelah, sakit pada daerah perut, mual-mual, dan dehidrasi. Kondisi tersebut disebabkan berkurangnya fungsi korteks adrenal yang menyebabkan berkurangnya produksi hormon adrenal kortikosteroid.

Kerusakan pada bagian korteks kelenjar adrenal mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, dan terasa sakit di dalam tubuh.

Kelenjar ini juga menghasilkan hormon androgen yang berpengaruh menentukan sifat kelamin sekunder pria. Kelebihan hormon ini menyebabkan penyakit yang disebut virilisme, yaitu ciri seksual pria yang ada pada wanita.

Daftar Pustaka

Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal dengan Pengertian Kelenjar Adrenal dan Pengertian Anak Ginjal. Hormon dihasilkan kelenjar adrenal dengan Fungsi kelenjar adrenal dan Fungsi Kelenjar korteks. Hormon kelenjar korteks adrenal dengan  Fungsi hormon glucocorticoid dan Fungsi hormone mineralocorticoid. Fungsi Hormon Gonadocorticoid atau Fungsi Korteks Adrenal Pada Tubuh Manusia dan Fungsi Hormon androgen.

Fungsi hormon gonad dengan Fungsi Kelenjar Medula Adrenal atau Fungsi Hormon Medula. Fungsi hormon epinefrin dan Fungsi hormone norephinefrin atau noreadrenalin. Fungsi Medula Pada Tubuh Manusia dan Dampak Kelainan dan Gangguan Kelenjar Adrenal. Dampak gangguan kelenjar Anak Ginjal atau Dampak Defisiensi Adrenal.

error: Content is protected !!