Tujuan Kebijakan Uang Ketat Dan Kebijakan Uang Longgar

Tight Money Policy dan Easy Money Policy merupakan instrumen – instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan moneter. Kebijakan ini diterapkan dengan menggunakan fasilitas operasi pasar terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama-sama dengan instrumen lainnya. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual dan membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah.

Operasi pasar terbuka berarti Bank Indonesia membeli atau menjual sekuritas pemerintah bagi kepentingannya sendiri dalam pasar uang terbuka.  Sekuritas dalam bentuk surat-surat berharga dan obligasi seperti sertifikat Bank Indonesia, wesel, surat pembendaharaan negara, dan SBPU.

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah. Instrument ini dapat dilakukan sendiri, atau bersama dengan instrument lain.

Adapun tujuan dilakukannya kebijakan Tight Money Policy dan Easy Money Policy oleh pemerintahan adalah:

Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia
Peran, Fungsi, dan Tujuan Bank Sentral-Bank Indonesia

Tujuan Kebijakan Tight Money Policy,

Tight Money Policy atau dalam Bahasa Indonesianya biasa disebut dengan kebijakan uang ketat adalah kebijakan yang umum diambil oleh pemerintah melalui bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga, menjual Sertifikat Bank Indonesia, menaikan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat atau tigh money policy agar inflasi turun. Ketika masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah, maka jumlah uang beredar berkurang yang diikuti turunnya inflasi.

Tujuan Kebijakan Easy Money Policy,

Easy Money Policy atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut dengan kebijakan uang longgar adalah kebijakan yang biasa diambil oleh pemerintah melalui bank sentral yaitu Bank Indonesia untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Kebikjakan uang longgar ini dilakukan dengan menurunkan tingkat suku bunga (atau kebijakan diskonto), menurunkan cadangan kas (atau kebijakan cash ratio), dan mempermudah pemberian kredit.

Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat untuk melakukan kebijakan easy money policy agar investasi naik. Ketika pemerintah membeli surat-surat berharga dari masyarakat, maka jumlah uang beredar naik dan investasi naik pula. Jika investasi naik, maka dapat diharapkan pertumbuhan ekonomi juga ikut naik.

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank Indonesia yang ……..

Pengertian dan Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempengaruhi penawaran uang. Instrumen ini dapat dilaksanakan sendiri atau secara bersama……..

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas preferensi). Secara teoritis, uang diperuntukan a…….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijakan berikut: Kebijakan Moneter Kebijakan moneter …….

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Pertumbuhan ekonomi umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara. Pertumbuhan …….

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Setidaknya terdapat dua faktor utama yang cukup berpengaruh terhadap tinggi rendahnya tingkat investasi, yaitu tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat Suku Bunga Tingkat suku bunga pinjaman adalah biaya investasi yang menjadi……

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money ) yang…….

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga-harga secara umum nilainya turun dan sebaliknya …….

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan…….

Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.

Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.

Kata Dalam Artikel. Fungsi dan Tujuan Tight Money Policy dan Instrumen Kebijakan Moneter. Kebijakan Cadangan Wajib atau Reserve Requirement Policy, serta Kebijakan Tingkat Suku Bunga Diskonto atau Discount Rate Policy.

Open Market Operation adalah Operasi pasar terbuka dan Pengertian Easy Money Policy. Pengertian Kebijakan Cash Ratio adalah Kebijakan Diskonto, dan Kebijakan Moneter. Adapun Politik Cadangan Minimum adalah Politik Diskonto, dan SBI atau Sertifikat Bank Indonesia. Tujuan Kebijakan Moneter adalah Tujuan Open Market Operation dan Tujuan Operasi pasar terbuka.

Instrumen Kebijakan Moneter.

Pengertian Kebijakan Moneter. Secara sederhana, kebijakan monoter dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah dalam hal ini bank sentral untuk mempengaruhi kondisi ekonomi makro yang dilaksanakan melalui pasar uang.

Secara khusus, kebijakan moneter dapat diartikan sebagai tindakan makro pemerintah yaitu bank sentral dengan cara mempengaruhi proses penciptaan uang.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen-instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan moneter adalah:

Politik Diskonto.

Instrumen ini dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga. Jika tingkat inflasi tinggi, maka jumlah uang beredar diturunkan. Kebijakan ini disebut tigh money policy, TMP.

Jika investasi terlalu rendah, maka pemerintah akan menaikkan jumlah uang beredar, kebijakan ini disebut easy money policy, EMP. Pemerintah dapat mengambil kebijakan dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tingkat bunga yang relative rendah akan meningkatkan jumlah uang beredar dan menaikkan investasi. Jika investasi naik, maka pertumbuhan ekonomi dapat naik.

Politik Pasar Terbuka.

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah. Instrument ini dapat dilakukan sendiri, atau bersama dengan instrument  lain.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat atau tigh money policy agar inflasi turun. Ketika masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah, maka jumlah uang beredar berkurang yang diikuti turunnya inflasi.

Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat untuk melakukan kebijakan easy money policy agar investasi naik. Ketika pemerintah  membeli surat-surat berharga dari masyarakat, maka jumlah uang beredar naik dan investasi naik pula. Jika investasi naik, maka dapat diharapkan pertumbuhan ekonomi juga ikut naik.

Politik Cadangan Minimum

Kebijakan cadangan minimum dilakukan melalui kebijakan uang ketat atau kebijakan uang longgar. Kebijakan ini bertujuan untuk mempengaruhi jumlah uang beredar. Kebijakan uang ketat dilakukan jika pemerintah berkeinginan menurunkan jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menaikkan ketentuan cadangan minimum bank, misal dari 7 persen menjadi 11 persen. Dengan demikian jumlah uang beredar di masyarakat akan berkurang.

Jika pemerintah bermaksud menaikkan jumlah uang beredar untuk menambah pembentukan investasi, maka pemerintah dapat melakukan kebijakan dengan menurunkan ketentuan cadangan minimum, misal dari 11 persen menjadi 7 persen.

Pemberian Kredit Selektif

Instrument ini dilakukan oleh bank sentral agar terjadi kestabilan ekonomi suatu pemerintah. Pemerintah melalui bank sentral akan meminta kepada bank untuk membatasi atau mengurangi jumlah kredit kepada masyarakat untuk menahan terjadinya inflasi atau kredit macet.

Jika perekonomian dianggap baik dan investasi memerlukan tambahan, maka pemerintah akan mengambil kebijakan agar bank bisa mempermudah dan memperbanyak platfon dan skimnya agar investasi dan konsumsi masyarakat naik.

Himbauan Moral

Ketika instrument-instrumen kebijakan yang secara kuantitatif tidak dapat berjalan dengan semestinya, maka pemerintah akan mencoba melakukan moral suasion atau persuasi moral untuk mempengaruhi kebijakan bank-bank komersial dalam perkreditan. Instrument dorongan moral ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami dan menyadari tentang kemauan pemerintah terkait tujuan diambilnya kebijakan.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang. Pada kenyataannya definisi uang selalu berubah sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dalam perekonomian. Namun demikian, para...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian dan Contoh Investasi. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang yang tidak untuk dikonsumsi, namun...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar.  Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit ...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi.  Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan i...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Inflasi.  Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. K...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan.  Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, ...

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Pengertian Sistem Moneter Indonesia.  Sistem moneter Indonesia adalah  lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral d...

Fungsi, Jenis Dan Ciri-Ciri Uang

Pengertian Ciri Ciri Uang.  Uang diciptakan untuk memperlancar kegiatan transaksi ekonomi. Dalam perekonomian, uang merupakan benda yang disetujui...

Incremental Capital Output Ratio, ICOR

Pengertian Definisi Incremental Capital Output Ratio , ICOR.  Secara sederhana ICOR dapat diartikan sebagai ukuran yang menyatakan besarnya tambahan modal ...

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, Contoh Perhitungan

Pengertian Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi.  Perubahan harga-harga yang berlaku dari waktu ke waktu tidak menunjukkan adanya konsistensi. Tingkat ...

Indikator Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Ringkasan . Setiap Negara akan selalu berusaha untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal untuk membawa bangsanya kepada kehidupan yang lebih baik....

Instrumen Kebijakan Moneter.

Pengertian Kebijakan Moneter.  Secara sederhana, kebijakan monoter dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah dalam hal ini bank sentral untuk mempengaruhi ...

Jenis-Jenis, Sifat, Dan Ciri-Ciri, Pengangguran

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak sedang memiliki pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan. Pengangguran ...

Jenis-Jenis, Sifat, Sebab, Dan Asal Inflasi.

Pengertian Inflasi  Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerus. Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan ...

Masalah Pokok Utama Perekonomian Suatu Negara

Ringkasan.  Pada dasarnya masalah perekonomian yang dihadapi oleh suatu negara adalah bagaimana dapat terhindar dari masalah-masalah seperti: lambatnya ...

Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran, Kurva Phillips

Pengertian Tingkat Inflasi.  Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika inflasi ...

Kata Dalam Artikel Pengertian Contoh Kebijakan Moneter dan Cara Pemerintah mempengaruhi kondisi ekonomi makro.  Tindakan makro pemerintah dan Contoh Instrumen Kebijakan Moneter atau Contoh Instrumen Kebijakan Politik Diskonto.

Contoh Kebijakan Politik Pasar Terbuka dan Politik Cadangan Minimum. Contoh Kebijakan Pemberian Kredit Selektif adalah Pengertian Contoh Kebijakan Himbauan Moral. Kebijakan keuangan negara dan kebijakan pajak serta Tujuan Kebijakan Moneter.

Tujuan Kebijakan Ekonomi Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter. Kebijakan moneter mengacu pada tindakan atau langkah yang diambil oleh otoritas moneter suatu Negara yang berkaitan dengan masalah moneter.  Langkah-langkah Kebijakan yang umum diambil dalam mengatasi masalah moneter diantaranya adalah:

  1. Pengendalian lembaga keuangan,
  2. Penjualan dan pembelian secara aktif atas surat-surat berharga,
  3. Pembelian dan penjualan secara pasif atas surat-surat berharga.

Penjualan surat-surat berharga secara aktif oleh otoritas moneter merupakan suatu usaha untuk mempengaruhi perubahan keadaaan uang. Sedangkan pembelian dan penjualan secara pasif dari surat berharga merupakan usaha untuk mempertahankan struktur suku bunga tertentu, stabilitas harga saham, atau untuk memenuhi kewajiban dan komitmen tertentu lainnya.

Kebijakan moneter secara sederhana dapat diartikan sebagai tindakan pemerintah dalam hal ini Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia untuk mempengaruhi keadaan atau kondisi ekonomi makro yang dilakukan melalui pasar uang.

Secara khusus kebijakan moneter dapat diartikan sebagai tindakan makro pemerintah yaitu bank sentral dengan cara mempengaruhi proses penciptaan uang agar dapat mempengaruhi jumlah uang beredar. Pada kebijakan moneter akan terjadi perubahan penawaran uang dalam perekonomian dan terjadi perubahan tingkat bunga, sehingga dapat mempengaruhi pengeluaran agregat.

Tujuan Kebijakan Moneter.

Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur jumlah uang beredar baik secara langsung maupun tidak langsung. Walaupun jumlah uang beredar tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah, namun pemerintah baik secara langsung maupun tidak, tetap merupakan pelaku yang paling bertanggung jawab.

Menurut ekonom Keynes, Dengan kebijakan moneter ini, pemerintah dapat mempengaruhi jumlah uang beredar, sehingga pemerintah dapat mempengaruhi tingkat suku bunga yang berlaku di pasar uang.

Dengan tingkat bunga yang berlaku setelah kebijakan diambil, pemerintah dapat mempengaruhi jumlah investasi dan permintaan agregatif. Secara keseluruhan tindakan pengambilan kebijakan moneter ini akan mempengaruhi tingkat harga dan GDP riil.

Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi minat investor dalam menanamkan modalnya, sebaliknya, jika tingkat bunga rendah, maka para pengusaha atau investor akan lebih bergairah untuk berinvestasi. Diketahui, bahwa salah satu komponen dari pengeluaran agregat adalah penanaman modal, oleh karena itu, salah satu cara yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mempengaruhi pengeluaran agregat adalah dengan mempengaruhi sector penanaman modal.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen-instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan moneter adalah:

Politik Diskonto.

Instrumen ini dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga. Jika tingkat inflasi tinggi, maka jumlah uang beredar diturunkan. Kebijakan ini disebut tigh money policy, TMP.

Jika investasi terlalu rendah, maka pemerintah akan menaikkan jumlah uang beredar, kebijakan ini disebut easy money policy, EMP. Pemerintah dapat mengambil kebijakan dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tingkat bunga yang relative rendah akan meningkatkan jumlah uang beredar dan menaikkan investasi. Jika investasi naik, maka pertumbuhan ekonomi dapat naik.

Politik Pasar Terbuka.

Kebijakan pasar terbuka dilakukan dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga dan obligasi pemerintah. Instrument ini dapat dilakukan sendiri, atau bersama dengan instrument  lain.

Pemerintah dapat menjual surat-surat berharga kepada masyarakat untuk melakukan kebijakan uang ketat atau tigh money policy agar inflasi turun. Ketika masyarakat membeli surat-surat berharga dari pemerintah, maka jumlah uang beredar berkurang yang diikuti turunnya inflasi.

Pemerintah dapat membeli surat-surat berharga dari masyarakat untuk melakukan kebijakan easy money policy agar investasi naik. Ketika pemerintah  membeli surat-surat berharga dari masyarakat, maka jumlah uang beredar naik dan investasi naik pula. Jika investasi naik, maka dapat diharapkan pertumbuhan ekonomi juga ikut naik.

Politik Cadangan Minimum.

Kebijakan cadangan minimum dilakukan melalui kebijakan uang ketat atau kebijakan uang longgar. Kebijakan ini bertujuan untuk mempengaruhi jumlah uang beredar. Kebijakan uang ketat dilakukan jika pemerintah berkeinginan menurunkan jumlah uang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menaikkan ketentuan cadangan minimum bank, misal dari 7 persen menjadi 11 persen. Dengan demikian jumlah uang beredar di masyarakat akan berkurang.

Jika pemerintah bermaksud menaikkan jumlah uang beredar untuk menambah pembentukan investasi, maka pemerintah dapat melakukan kebijakan dengan menurunkan ketentuan cadangan minimum, misal dari 11 persen menjadi 7 persen.

Pemberian Kredit Selektif.

Instrument ini dilakukan oleh bank sentral agar terjadi kestabilan ekonomi suatu pemerintah. Pemerintah melalui bank sentral akan meminta kepada bank untuk membatasi atau mengurangi jumlah kredit kepada masyarakat untuk menahan terjadinya inflasi atau kredit macet.

Jika perekonomian dianggap baik dan investasi memerlukan tambahan, maka pemerintah akan mengambil kebijakan agar bank bisa mempermudah dan memperbanyak platfon dan skimnya agar investasi dan konsumsi masyarakat naik.

Himbauan Moral.

Ketika instrument-instrumen kebijakan yang secara kuantitatif tidak dapat berjalan dengan semestinya, maka pemerintah akan mencoba melakukan moral suasion atau persuasi moral untuk mempengaruhi kebijakan bank-bank komersial dalam perkreditan. Instrument dorongan moral ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami dan menyadari tentang kemauan pemerintah terkait tujuan diambilnya kebijakan.

Tujuan Kebijakan Ekonomi Ekspansi Dan Kontraksi

Pengertian Definisi Kebijakan Ekonomi.  Pada awalnya, kebijakan ekonomi makro dilakukan melalui kebijakan moneter, namun pada akhirnya diikuti dengan ...

Tujuan Kebijakan Ekonomi Fiskal

Pengertian dan Contoh Kebijakan Fiskal.  Kebijakan fiscal mengacu pada langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan suatu Negara yang berkaitan dengan ...

Tujuan Kebijakan Ekonomi Moneter

Pengertian Kebijakan Moneter.  Kebijakan moneter mengacu pada tindakan atau langkah yang diambil oleh otoritas moneter suatu Negara yang berkaitan dengan ...

Pengertian dan Contoh Kebijakan Moneter dengan Pengendalian lembaga keuangan dan Penjualan pembelian aktif surat  berharga. Pembelian penjualan pasif surat berharga dengan mempengaruhi kondisi ekonomi makro di pasar uang dan tindakan makro pemerintah. Tujuan Kebijakan Moneter dan Fungsi Kebijakan Moneter atau Contoh Kebijakan Moneter. Pengertian dan contoh Instrumen Kebijakan Moneter dengan contoh instrument kebijakan moneter.

Kebijakan moneter Politik Diskonto dengan Kebijakan tigh money policy TMP atau kebijakan easy money policy EMP dan. Kebijakan Moneter Politik Pasar Terbuka dan Kebijakan Moneter pasar terbuka atau Kebijakan Moneter Politik Cadangan Minimum. Kebijakan Moneter cadangan minimum dengan Kebijaan Moneter menaikkan jumlah uang beredar. Kebijakan Moneter Pemberian Kredit Selektif dan Kebijakan Moneter Himbauan Moral.