Jaringan Organ Akar Tumbuhan

Pengertian. Pada umumnya, akar terletak di bawah permukaan tanah. Salah satu ciri yang menarik dari akar tumbuhan adalah akar tersebut akan tumbuh terus menerus.

Pada tumbuhan dikotil, akar Lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Fungsi Akar

Beberapa fungsi akar tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut.

  • Akar berfungsi sebagai alat perekat atau mengikat tumbuhan pada media tanah. hal ini dilakukan karena akar memiliki kemampuan untuk menembus lapisan- lapisan tanah yang lebih dalam.
  • Akar berfungsi untuk menyerap zat hara, garam mineral dan air melalui bulu- bulu (rambut rambut halus) akar.
  • Pada beberapa jenis tanaman, akar befungsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, contohnya adalah wortel dan ketela pohon.
  • Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (atau Rhizopora sp.) akar berfungsi sebagai alat pernapasan.
  • Akar berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.
  • Akar berfungsi untuk memperkokoh atau memperkuat berdirinya batang tumbuhan

Jaringan Penyusun Struktur Akar

Akar tumbuh dan berkembang dari sel meristem apikal yang terletak pada ujung akar.  Ujung akar dilindungi oleh kaliptra (atau tudung akar).

Di atas daerah tudung akar atau bagian meristem apikal, terdapat daerah pembelahan yang bersifat meristematic, pembelahan sel ini terjadi terus menerus.

Sel-sel di daerah tudung akar aktif melakukan pembelahan untuk menghasilkan sel- sel baru. Adanya daerah meristematis ini menyebabkan akar bertambah panjang.

Pembelahan meristem apikal akan membentuk daerah pemanjangan yang disebut dengan zona perpanjangan sel. Di belakangnya terbentuk zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel.

Pada zona diferensiasi sel, sel-sel akar berkembang membentuk beberapa sel permanen. Beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim.

Struktur Akar

Secara umum struktur akar dibedakan menjadi struktur bagian luar (morfologi) dan struktur bagian dalam (anatomi).

Jaringan Organ Akar Tumbuhan, Pengertian Fungsi Struktur Jaringan Contoh Soal
Jaringan Organ Akar Tumbuhan, Pengertian Fungsi Struktur Jaringan Contoh Soal

Struktur Luar Akar (Morfologi Akar)

a) Leher atai Pangkal Akar

Leher atau pangkal akar adalah bagian akar yang menyambung dengan pangkal batang.

b) Ujung Akar

Ujung akar adalah titik tumbuh akar yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).

c) Batang Akar

Batang akar adalah bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.

d) Cabang Akar

Cabang-cabang akar adalah bagian yang tidak langsung tersambungkan dengan pangkal batang tetapi keluar dari akar pokok.

e) Serabut Akar

Serabut akar adalah cabang- cabang akar halus yang berbentuk serabut.

f) Rambut Akar Atau Bulu Bulu Akar

Rambut akar atau bulu-bulu akar merupakan penonjolan sel- sel kulit luar (epidermis) yang akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek.

g) Tudung Akar Kaliptra

Tudung akar ( kaliptra) adalah bagian akar yang  terletak paling ujung. Kaliptra terbentuk dari sel-sel parenkim hidup yang kadang mengandung pati.

Kaliptra berfungsi untuk melindungi meristem dan melumasi akar sehingga dapat mengurangi kerusakan mekanis akibat gesekan antara ujung akar dan butir- butir tanah ketika akar menembus tanah.

Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi Akar)

a) Epidermis

Susunan sel- sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis berdiferensiasi membentuk rambut atau bulu akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya.

Bulu akar merupakan bentuk modifiksi atau diferensiasi dari sel epidermis akar. Rambut ata Bulu akar berfungsi untuk menyerap air dan garam- garam mineral yang terdapat dalam tanah. Dengan adanya Bulu akar ini, maka permukaan akar menjadi lebih luas sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.

Epidermis akar biasanya dijumpai saat akar masih muda. Apabila akar sudah dewasa, epidermisnya telah mengalami kerusakan dan fungsinya digantikan oleh lapisan terluar dari korteks yang disebut eksodermis.

b) Korteks

Letak korteks langsung di bawah lapisan epidermis. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim. Kortek memiliki sel- sel yag tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran zat atau gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Jaringan jaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.

c) Endodermis

Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.

Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin yang disebut pita kaspari.

Endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus dan membentuk titik- titik yang disebut dengan titik kaspari.

Pertumbuhan penebalan zat gabus pada dinding sel yang menghadap silinder pusat berbentuk seperti huruf U dan disebut sel U. Sel U ini menyebabkan air tidak dapat menuju ke silinder pusat.

Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel- sel tersebut disebut sel penerus atau sel peresap.

Dengan kondisi ini, endodermis dapat berfungsi sebagai pengatur jalannya zat larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

d) Silinder Pusat atau Stele

Silinder pusat atau stele merupakan bagian terdalam dari akar yang berada pada pusat lingkaran akar. Terdiri atas berbagai macam jaringan, yaitu:

(1) Perisikel atau Perikambium

Merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Sel-sel perisikel yang berhadapan dengan xilem bersifat meristematis (aktif membelah) dan mampu membentuk akar cabang.

Akar cabang yang terbentuk akan tumbuh ke arah luar. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar ke samping.

Oleh karena itu, perisikel disebut juga perikambium xilem dan floem dalam silinder pusat letaknya teratur bergantian menurut arah jari- jari (radial).

 (2) Berkas Pembuluh Angkut

Berkas pembuluh angkut terdapat di sebelah dalam perisikel. Berkas pembuluh angkut akar terdiri dari xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari- jari.

Pada tumbuhan dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan cambium atau cambium Vasikuler, sebuah jaringan meristematic.

Kedudukan xilem dan floem yang bergantian menyebabkan lapisan kambium berlekuk-lekuk seperti bintang.

Cambium tumbuh ke arah dalam membentuk xilem dan ke arah luar membentuk floem. Bentuk bintang lambat laun berubah menjadi lingkaran.

Xilem pada akar merupakan awal pembuluh angkut yang membentang dari akar sampai ke daun.

 (3) Empulur

Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut. Lapisan jari- jari empulur tersusun dari jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil.

Contoh Soal Ujian Penyusun Struktur Jaringan Akar Tumbuhan,

Soal 1. Jaringan yang tersusun atas sel-sel yang rapat serta berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan adalah ….

  1. jaringan epidermis
  2. jaringan penguat
  3. jaringan dasar
  4. jaringan meristem
  5. jaringan pengangkut

Soal 2. Stomata berfungsi sebagai ….

  1. tempat mengurangi penguapan
  2. tempat penyerapan air
  3. tempat meneruskan rangsang
  4. tempat cadangan air
  5. tempat pertukaran gas

Soal 3. Yang bukan jaringan penyusun akar tanaman monokotil adalah . . . .

  1. epidermis
  2. kambium ikatan pembuluh
  3. korteks
  4. perisikel
  5. endodermis

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”,

===========================

Jaringan Organ Akar Tumbuhan, Pengertian Jaringan Organ Akar Tumbuhan, Jaringan meristem membelah terus, Fungsi Akar, peran akar tumbuhan tanaman, Contoh akar sebagai cadangan makanan, contoh akar sebagai alat pernapasan, contoh akar sebabai alat berkembang biak vegetative, Jaringan Penyusun Struktur Akar, Gambar struktur akar tanaman, akar bersifat meristematic, Pembelahan meristem apical, zona perpanjangan, zona diferensiasi,zona pendewasaan, zona diferensiasi, epiedermis terdiferensiasi menjadi,  Struktur Akar, struktur morfologi akar, gambar morfologi akar, struktur anatomi akar, Pengertian Struktur Luar Akar (Morfologi Akar), contog morfologi akar, Fungsi Leher atau Pangkal Akar, Fungsi Ujung Akar, Ujung akar, Fungsi Batang Akar, Batang akar, Fungsi Cabang Akar, Cabang-cabang akar, Fungsi Serabut Akar, Serabut akar, Fungsi  Rambut Akar Atau Bulu Bulu Akar, Rambut akar atau bulu-bulu akar, Fungsi Tudung Akar Kaliptra, Tudung akar ( kaliptra), Pengertian Kaliptra, gambar kaliptr,  Struktur Bagian Dalam Akar (Anatomi Akar), Fungsi Lapisan Epidermis akar, Contoh diferensiasi akar, Susunan sel epidermis, contoh modifikasi akar, contoh derivat akar, Fungsi eksodermis pada akar tanaman, Fungsi Korteks akar tumbuhan, letak lapisan korteks akar, susunan sel korteks akar, susunan epidermis akar, jaringan penyusun korteks, Endodermis akar, letak endodermis akar, fungsi endodermis, Fungsi zat suberin pada akar, fungsi lignin pada akar, pengertian dan fungsi pita kaspari, endodermis yang menebal, bentuk penebalan endodermis,  pengertian dan fungsi  titik kaspari, Bentuk peertumbuhan penebalan zat gabus, Pengertian sel U, fungsi Sel U pada akar, Fungsi sel penerus atau sel peresap pada akar, Silinder Pusat atau Stele, Fungsi Silinder pusat atau stele, Penyusun Silinder Pusat atau Stele, Perisikel atau Perikambium, Fungsi Perisikel atau Perikambium, Pengertian Perisikel atau Perikambium, Sel  Penyusun Perisikel atau Perikambium, perikambium xylem, perikambium floem, fungsi perikambium xylem, fungsi perikambium floem, Berkas Pembuluh Angkut Akar, Fungsi berkas pembuluh angkut akar, Fungsi jaringan cambium atau cambium Vasikuler akar, Arah pertumbuhan cambium, Pertumbuhan Cambium ke arah dalam, Pertumbuhan Cambium ke arah luar, Fungsi  Empulur akar, letak empulur akar, Contoh Soal Ujian Penyusun Struktur Jaringan Akar Tumbuhan, Penjelasan jaringan akar tumbuhan beserta fungsinya,

Fungsi Organ Tumbuhan

Pegertian Organ Tumbuhan. Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang secara bersama-sama melakukan fungsi khusus. Organ pokok tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun.

Organ Tumbuhan Akar (Radix)

Fungsi Akar Tumbuhan

Adapun beberapan fungsi akar tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut.

1) Sebagai tempat melekatnya tumbuhan pada media atau tanah. Akar mempunyai kemampuan untuk menerobos masuk ke dalam lapisan- lapisan tanah.

2) Akar berfungsi sebagai organ penyerap garam mineral dan air melalui bulu- bulu akar.

3) Pada beberapa jenis tanaman, akar memiliki fugsi sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.

4) Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (Rhizopora sp.) akar berfungsi untuk pernapasan.

Jaringan Penyusun Akar

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (atau tudung akar). Meristem apikal senantiasa membelah diri untuk menghasilkan sel-sel baru. Sel- sel baru ini terbentuk pada bagian tudung akar atau bagian dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, yang disebut zona perpanjangan sel.

Di bagian belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel- sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim.

Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan,

Struktur anatomi akar dari luar ke dalam terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele).

Epidermis,

Epidermis merupakan lapisan penutup luar yang terdiri  dari satu lapis sel. Dinding selnya tipis dan tersusun rapat. Pada lapisan ini, sel-sel berdiferensiasi membentuk rambut- rambut akar yang tersusun dari satu sel yang memanjang. Rambut akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar.

Rambut akar ini berfungsi untuk memperluas permukaan bidang penyerapan dan juga berfungsi untuk pegangan akar pada tanah. Rambut akar merupakan organ yang sangat sesuai untuk pengambilan air dan garam mineral.

Pada spesies tertentu, rambut akar berkembang dari sel khusus di daerah epidermis. Sel ini disebut trikoblast.

Epidermis akar umumnya ditemui pada akar yang masih muda. Jika akarnya sudah dewasa, epidermisnya telah mengalami kerusakan dan fungsinya digantikan oleh lapisan terluar dari korteks yang disebut eksodermis.

Pada tanaman anggrek terdapat akar yang disebut akar gantung (akar udara). Akar udara ini dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas beberapa lapis sel.

Korteks

Korteks adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk beberapa lapisan. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel yang berfungsi untuk pertukaran gas.

Bentuk sel korteks relatif bulat (isodiametris) dengan ruang interseluler yang jelas. Ruang interselular berfungsi untuk saluran transportasi Air dan garam- garam mineral yang diserap oleh bulu akar. Peristiwa ini disebut transportasi ekstra vasikuler secara apoplas.

Sel-sel korteks mengandung cadangan makanan berupa amilum dan substansi lain. Bagian sebelah dalam korteks terdapat jaringan endodermis yang terdiri atas satu lapis sel dengan dinding sel yang tebal dan mengandung lilin. Endodermis berada di antara silinder pusat dengan korteks

Jaringan jaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Sel-sel parenkim tersusun dalam bentuk silinder. Lapisan sklerenkim biasanya dijumpai pada akar tumbuhan monokotil. Kolenkim sangat jarang dijumpai pada akar.

Endodermis

Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis merupakan satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Lapisan endodermis disebut juga lapisan floeterma atau sarung amilum karena mengandung butiran-butiran amilum. Sel-sel ini membentuk silinder yang membungkus jaringan pembuluh

Pada arah radial dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat penebalan yang dihasilkan dari endapan zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus) memiliki sifat kedap air sehingga sulit untuk ditembus air.

Penebalan pada dinding sel jaringan endodermis berupa titik- titik yang disebut dengan titik caspary. Deretan titik caspary selanjutnya membentuk pita caspary. Dinamakan pita caspary karena sesuai nama penemunya, yaitu Caspary.

Penebalan oleh lapisan gabus menyebabkan dinding selnya sulit untuk dilewati oleh air, sedangkan air harus melalui lapisan endodermis agar mencapai silinder pusat.

Sehingga, air mengambil jalur lain, yaitu melalui lapisan endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis yang dinding selnya tidak mengalami penebalan ini disebut sel penerus.

Dengan adanya sel penerus, maka air dapat mencapai silinder pusat tanpa harus mengalami hambatan.

Stele, Silinder Pusat

Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Silinder pusat terbentuk oleh berkas-berkas pengangkut dan beberapa jaringan lain. Berkas pengangkut yang membentuk silinder pusat, yaitu xilem, floem, dan perisikel.

Pada akar monokotil antara xilem dan floem tidak terdapat kambium, sedangkan pada akar dikotil antara xilem dan floem terdapat cambium. Fungsi lapisan kambium ke arah luar yaitu untuk membentuk bagian kulit, sedangkan ke arah dalam untuk membentuk bagian kayu.

Pada tumbuhan dikotil, xilemnya terletak di pusat akar dan floemnya mengelilingi xilem. Oleh karena itulah, lapisan ini disebut silinder pusat. Lapisan paling tepi dari silinder pusat disebut perisikel atau perikambium.

Perisikel ini merupakan jaringan khusus yang berfungsi untuk membentuk percabangan pada akar.

Struktur Akar Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae.

1). Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dicotyledoneae

Akar tumbuhan Dicotyledoneae tersusun oleh bermacam- macam jaringan dengan fungsi tertentu.

Xilem dan floem pada tumbuhan Dicotyledoneae tersusun radial atau membentuk jari-jari. Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah dalam membentuk unsur kayu.

2) Struktur Jaringan Penyusun Akar Monocotyledoneae

Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monocotyledoneae sebagai berikut.

  1. a) Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar tanaman Dicotyledoneae.
  2. b) Fungsi xilem dan floem sama seperti pada tanaman Dicotyledoneae, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium.
  3. c) Empulur, terletak di bagian tengah serta dikelilingi xylem dan floem yang berselang-seling.

Organ Tumbuhan Batang

Fungsi Batang

Secara umum, batang mempunyai beberapa fungsi yang diantaranya sebagai berikut.

1) Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

2) Memperluas tajuk tumbuhan untuk efisiensi penangkapan cahaya matahari.

3) sebagai Tempat tumbuhnya organ- organ generatif.

4) Efisiensi penyerbukan dan membantu pemencaran benih.

5) Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga

5) Pada tumbuhan tertentu, sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya berupa umbi atau rimpang.

7) Menyimpan cadangan makanan

8) Alat perkembangbiakan vegetatif

9) Menyimpan cadangan makanan

Struktur Batang

Struktur batang dari luar ke dalam sebagai berikut:

Epidermis

Terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Epidermis yang terdapat di atas permukaan sering dilapisi kutikula.

Jika pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lapisan gabus yang sering kali juga pecah sehingga membentuk lentisel.

Korteks

Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak ruang antarsel yang penting untuk pertukaran gas.

Endodermis

Tersusun atas selapis sel yang mempunyai bentuk khas. Pada Angiospermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang sering disebut sebagai sarung tepung.

Stele (Silinder Pusat)

Di dalam stele terdapat jaringan partikel empulur, dan pembuluh angkut.

Daun

Fungsi daun

Fungsi daun, yaitu:

1) Tempat berlangsungnya fotosintesis

2) Tempat menyimpan bahan makanan

3) Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegetatif

4) Alat evaporasi (penguapan)

5) Respirasi (melalui stomata)

6) Menyerap energi cahaya matahari

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Fungsi Organ Tumbuhan, Fungsi Akar Batang Daun Buah Bunga, Organ Tumbuhan Akar (Radix), Fungsi Akar Tumbuhan, Jenis Organ Tumbuhan, Jaringan Penyusun Akar, Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Struktur anatomi akar, Fungsi Epidermis Akar, trikoblast, eksodermis, Fungsi Korteks akar, Fungsi Endodermis Akar, Fungsi Stele Akar, Fungsi Silinder Pusat Akar, Struktur Akar Dicotyledoneae, Struktur Akar Monocotyledoneae, Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dicotyledoneae,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Jaringan Penyusun Akar Monocotyledoneae, Organ Tumbuhan Batang, Fungsi Batang, Struktur Batang, Fungsi Epidermis Batang tumbuhan, Fungsi Korteks Batang Tumbuhan, Fungsi Endodermis Batang Tumbuhan, Fungsi Stele (Silinder Pusat) Batang Tumbuhan, Fungsi daun tumbuhan,