Arsip Tag: Sifat alkohol

Fungsi Sumsum Tulang Belakang Pada Sistem Saraf

Sistem Raraf.

System saraf adalah salah satu system yang berfungsi untuk mengontrol tubuh kita. Misalkan pengontrolan terhadap otot – otot, kelenjar – kelenjar, dan organ – organ tubuh. System saraf akan menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, dan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut.

Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh atau internal, misalkan rasa haus, rasa lapar dan sakit. Tetapi dapat pula datangnya dari luar tubuh atau eksternal, misalkan suara, bau, panas dan cahaya.

Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sel saraf yang menerima rangsangan disebut reseptor. Reseptor dapat dibedakan menjadi eksteroseptor dan interoseptor.

Pada sistem koordinasi, sumsum dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sumsum lanjutan (atau medulla oblongata) dan sumsum tulang belakang (atau medulla spinalis).

fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf

fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf

Sumsum Lanjutan, Medulla Oblongata

Sumsum lanjutan merupakan bagian paling belakang dari otak. Sumsum lanjutan paling atas disebut jembatan Varol. Sumsum lanjutan berfungsi mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa, muntah, serta membantu pernapasan.

Sumsum Tulang Belakang, Medulla Spinalis

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas – ruas tulang belakang yaitu lanjutan dari medulla oblongata memanjang sampai tulang punggung. Tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua atau canalis centralis vertebrae.

Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dari cairan serebrospinal yang menyerupai cairan yang ada pada otak.

Pada potongan melintang, bentuk sumsum tulang belakang tampak memiliki dua bagian yaitu bagian luar yang berwarna putih, sedangkan bagian dalamnya memiliki warna abu – abu.

Warna putih pada bagian luar disebabkan oleh kandungan dendrit dan akson yang berbentuk tiang. Sedangkan bagian dalam berwarna abu – abu berbentuk menyerupai sayap seperti huruf H.

Sayap  seperti huruf H yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak neuron motoric dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, dan mengandung badan neuron sensorik.

Fungsi Sumsum Tulang Belakang.

Adapun beberapa fungsi utama dari sumsum tulang belakang di antaranya adalah:

  1. Sebagai pusat gerak reflex
  2. Penghantar impuls sensorik dari kulit atau otok ke otak
  3. Membawa impuls motoric dari otak ke efektor.

Daftar Pustaka:

Fungsi Jaringan Epitel, Jenis Jaringan Hewan

Pengertian.

Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan. Hewan vertebrata mempunyai empat macam jaringan utama yaitu jaringan epitelium, jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

Jenis – Jenis Jaringan Epitel.

Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan serta kelenjar untuk ekskresi. Berdasarkan fungsinya Epitel dibagi menjadi epitel pelindung, epitel kelenjar, epitel penyerap, dan epitel indra.

fungsi-jaringan-epitel-hewan

fungsi-jaringan-epitel-hewan

Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dapat dikompokkan menjadi epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel silindris berlapis semu, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi.

Fungsi Jaringan Epitel.

Adapun beberapa fungsi epitel di antaranya adalah:

Epitel memiliki fungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contoh epidermis atau kulit.

Epitel mempunyai fungsi sebagai kelenjar sekresi yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Pada Kelenjar eksokrin, hasil sekresinya dialirkan melalui saluran misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah.

Pada kelenjar endokrin, hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran, tetapi langsung ke dalam darah, misalnya pada kelenjar tiroid, kelenjar adrenal dan kelenjar hormone yang lain.

Epitel berperan dalam proses penyerapan. Contohnya epitel usus halus dan epitel nefron ginjal.

Selain itu epitel juga berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar. Epitel ini disebut juga epitel sensori tau neuroepitelium. Contohnya epitel pada alat – alat indra.

Contoh Soal Dan Pembahasan Materi Jaringan Hewan

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari jaringan hewan.

1.. mengatur segala aktivitas tubuh

2.. menerima rangsangan dari luar

3.. melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh

4.. melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya

5.. sebagai alat sekresi

Yang merupakan fungsi dari jaringan epitel adalah:

A.. 1 dan 2.    .B.. 1 dan 4.

.C.. 2 dan 3.    .D.. 3 dan 5.

.E.. 4 dan 5.

Jawaban: E

Pembahasan:

Fungsi jaringa epitel adalah:

  1. Melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contohnya epidermis kulit.
  2. Sebagai alat sekresi, contohnya kelenjar tiroid.
  3. Melakukan penyerapan secara intensif, contohnya epitelium usus halus
  4. Menerima rangsangan dari luar, contohnya epitel pada alat indra.

Daftar Pustaka:

Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Manfaat Kloroplas Tanaman

Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Plastida organel mengandung pigmen. Di dalam kloroplas inilah berlangsungnya proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energy cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air.

Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman yaitu Palisade (sel – sel jaringan tiang) dan spon (sel – sel jaringan bunga karang). Kloroplas tersusun dari stroma, tilakoid, dan grana.

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

Susunan Kloroplas.

Stroma.

Stroma adalah struktur kosong di dalam kloroplas yang merupakan tempat glukosa dibentuk dari CO2 dan H2O.

Tilakoid.

Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membrane dalam kloroplas. Membrane tilakoid menangkap energy cahaya dan mengubahnya menjadi energy kimia.’

Grana.

Grana merupakan satu tumpukan tilakoid.

Pada sel tumbuhan, kloroplas umumnya dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter antara 5 – 8 μm dengan tebal 2 – 4 μm. Kloroplas mengandung matriks cair yang dibungkus oleh suatu membrane. Membrane ini disebut dengan stroma.

Klorofil

Di dalam stroma terdapat tilakoid yang mengandung klorofil. Tilakoid mempunyai struktur yang membentuk tumpukan yang disebut dengan granum, kalau jamak disebut grana. Klorofil terletak pada bagian yang disebut dengan kuantosom.

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan.

Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membrane akan memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.

Klorofil menangkap energi matahari yang kemudian digunakan untuk proses fotosintesis zat makanan. Jadi sebenarnya,  kloroplas merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis terjadi reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Sedangkan reaksi terang berlangsung di dalam membrane tilakoid.

Kloroplas mengandung pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dikelomopkan menjadi dua jenis, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini memiliki fungsi dalam penyerapan energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua pigmen ini terletak di membran kloroplas.

Klorofil berfungsi menyerap sinar merah dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna lain.

Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, oranye, merah atau coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu.

Daftar Pustaka

 

Tahap Proses DNA Rekombinan, Rekayasa Genetika,

DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya.

Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau metoda DNA rekombinan.

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Tahap DNA Rekombinan.

Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah mengisolasi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.

Isolasi DNA

Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor. DNA dalam kromosom yang dipilih atau diambil  harus dipotong terlebih dahulu. Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi.

Memotong Dan Menyambung DNA

DNA dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen-segmen kecil dengan  menggunakan enzim tersebut. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor.

Vektor ini harus dapat berikatan dengan gen, memperbanyak, dan mengekspresikan gen tersebut. Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus.

Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.

Gen atau DNA yang telah diisolasi selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) gen yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vektor.

Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi  sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing).

Dengan demikian, didapatkan organisme dengan rantai DNA gabungan atau kombinasi baru. Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan.

Memasukan Ke Sel Hidup

DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus. Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi.

Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Escherichia coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak.

DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.

Daftar Pustaka:

Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia

Pengertian.

Adenosin Trifosfat (ATP) merupakan senyawa kimia yang memiliki energi tinggi. ATP tersusun dari ikatan adenin purin terikat pada gula yang mengandung 5 atom C, yaitu ribose dan tiga gugus fosfat. Meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi, namun demikian ikatan kimianya labil dan mudah melepaskan gugus fosfatnya.

ATP terbentuk dari adenosina dan tiga gugus fosfat. Rumus empiris ATP adalah C10H16N5O13P3, sedangan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. ATP memiliki massa molar  507.18 g mol−1.

fungsi-adenosin-trifosfat-atp-bagi-tubuh Manusia

fungsi-adenosin-trifosfat-atp-bagi-tubuh Manusia

Ketika sel memerlukan energi, maka ATP dapat segera dipecah atau dikonversi melalui reaksi hidrolisis (yaitu reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil. Energi yang terbentuk ini dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut.

Energi yang terkandung dalam ATP baru dapat digunakan, jika ATP terlebih dahulu dipecah melalui reaksi hidrolisis dengan cara melepaskan 2 ikatan fosfat, yaitu antara ikatan fosfat kedua dan ketiga kemudian dihasilkan Adenosin Difosfat (ADP).

Energy yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Proses Konversi  ATP menjadi ADP disertai dengan pembebasan atau pelepasan energi sebesar 7,3 kalori/ mol.

Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik atau reversible. Reaksi perubahannya dapat dituliskan sebagai berikut.

ATP = ADP + P + 7,3 kal/mol

Karena fungsi ATP sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal (reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier. Sel mampu menggunakan energi ATP tersebut dengan sangat efektif. Hal ini karena penggunaan energy ini hanya berlangsung satu sistem yaitu dengan hanya mengambil energi dari sumber ATP.

Daftar Pustaka: