Pengertian-Menentukan Kekuatan Tarik Bahan Logam, Tensile Strength

Kekuatan tarik yang dimiliki bahan logam akan menunjukkan kemampuan bahan dalam menahan gaya tarik sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan. Pada kondisi ini, Gaya tarik berkerja pada kondisi maksimum. Sehingga tegangan yang bekerjapun adalah tegangan maksimum.

Tegangan maksimum adalah beban atau gaya maksimum yang dapat ditahan oleh bahan atau logam sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan. Nilai ini menggambarkan kuat tarik bahan. Nilai ini biasa disebut sebagai kekuatan tarik, atau kuat tarik atau tensile strength. Tegangan maksimum hasil pengujian tarik biasa dinotasikan dengan Su dan dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

Su = Pu/A0

Pu = gaya maksimum yang dicapai saat uji tarik

Ao = luas penampang awal sampel uji.

Kurva Tegangan-Regangan hasil uji tarik ditunjukkan pada gambar di bawah. Dapat dilihat sepanjang pengujian tarik, bahwa gaya yang diberikan pada bahan atau logam akan mencapai maksimumnya dan kemudian turun kembali.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, 02
Posisi Tensile Strenght, Su Pada  Kurva Tegangan Regangan Rekayasa Hasil Pengujian Tarik

 

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Nominal Logam.

Pengertian Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink.  Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan ...

Kurva Tegangan Regangan Sejati, Sebenarnya

Kurva regangan regangan sejati atau biasa juga disebut kurva tegangan regangan sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan data dari kurva tegangan regangan...

Pengertian Dan Menentukan Kekuatan Luluh, Yield Strength Bahan Logam

Pengertian Kuat Luluh Bahan, Yield Strength Material.  Tegangan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis ...

Pengertian-Menentukan Kekuatan Tarik Bahan Logam, Tensile Strength

Kekuatan tarik yang dimiliki bahan logam akan menunjukkan kemampuan bahan dalam menahan gaya tarik sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan....

Pengertian-Menentukan Keuletan Bahan Logam, Ductility

Keuletan bahan logam adalah sifat yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk bertambah panjang ketika diberi beban atau gaya tarik.  Besaran ini biasa ...

Pengertian, Perhitungan Modulus Elastisitas, Modulus Young

Pengertian Modulus Young.  Gradien dari bagian linear pada awal kurva tegangan-regangan merupakan modulus elastisitas, atau biasa disebut modulus Young. ...

Pengujian Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Mekanik Bahan Logam.  Pengujian bahan atau logam bertujuan untuk mendapatkan atau mengetahui beberapa sifat bahan logam dengan ...

Pengujian Sifat Mekanik, Kekerasan Bahan Logam, Baja

Pengertian Kekerasan Bahan Logam.  Kekerasan adalah ketahanan bahan atau logam terhadap deformasi yaitu deformasi tekan atau indentasi. Pada umumnya pengujian ...

Sifat Mampu Bentuk Bahan Logam, Formability

Pengertian Formability.  Sifat mampu bentuk atau formability merupakan sifat yang dimiliki oleh bahan atau logam yang menunjukkan kemampuan untuk...

Sifat Mampu Cor Bahan Logam, Castability

Pengertian Dan Istilah Castability.  Sifat mampu cor atau castability adalah sifat yang dimiliki oleh bahan yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk ...
  1. Hosford, W. F., 1993, “Metal Forming, Mechanics & Metallurgy”, Second edition, Printice-Hill, Inc., New Jersey.
  2. Backofen, W. A., 1972, “Deformation Processing”, Addison-Willey Publishing Company, Massachusett.
  3. Dieter, G.E., 1986,”Mechanical Metallurgy”, Mc. Graw-Hill, New Jersey.

Pengertian Kekuatan tarik bahan logam dengan Tegangan maksimum pada uji tarik. Notasi symbol kuat Tarik, gaya maksimum pada uji Tarik dan kekuatan Tarik atau kuat tarik atau tensile strength. Sampel uji Tarik atau Contoh Gambar Kurva Tegangan-Regangan hasil uji Tarik.

Posisi Tensile Strenght Pada  Kurva Tegangan Regangan Rekayasa Hasil Pengujian Tarik. Contoh Cara menentukan kuat Tarik bahan dan  rumus persamaan menghitung kuat Tarik.

Pengujian Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Mekanik Bahan Logam. Pengujian bahan atau logam bertujuan untuk mendapatkan atau mengetahui beberapa sifat bahan logam dengan menggunakan alat uji. Pada prinsipnya sifat bahan logam terbagi dalam dua kelompok sifat yaitu: sifat fisik dan sifat mekanik. Walaupun dalam perkembangannya, selain dua sifat tersebut, masih ada sifat lain yang juga sangat penting dalam aplikasinya yaitu sifat kimia dan teknologi.

Sifat fisik meliputi temperature lebur, konduktivitas listrik, kemagnetan, densitas, porositas, dan sebagainya. Sifak mekanik meliputi kekuatan tarik, kekuatan luluh, kekerasan, elongasi, batas leleh, dumping capacitu, kekuatan lentur atau flexural dan sebagainya. Sifat teknologi meliputi sifat mampu bentuk, mampu las, mampu tarik, mampu tempa dan sebagainya. Sedangkan sifat kimia menunjukkan   perilaku logam terhadap lingkungannya seperti ketahanan korosi.

Pengujian Tarik Bahan Logam.

Prinsip pengujian adalah dengan memberi gaya satu arah atau uniaxial pada sampel uji yang memiliki bentuk dan dimensi tertentu. Pengujian dilakukan dengan menggunakan mesin tarik. Sampel ditarik dengan gaya yang membesar secara kontinu. Akan terjadi perpanjangan bahan logam pada setiap penambahan gaya yang diberikan. Uji dilakukan sampai sampel putus.

Data gaya dan pertambahan panjang diplot dalam grafik. Dari pengujian tarik akan diperoleh data-data seperti: kuat tarik, kuat luluh, dan elongasi. Kurva tegangan regangan dibuat dengan memplot data tegangan dan regangan dari hasil perhitungan data pengujian. Tegangan dihitung berdasarkan persamaan berikut:

S = P/Ao

P = gaya yang diberikan pada sampel uji

Ao = luas penampang awal sampel uji

Sedangkan regangan atau elongasi dihitung dengan persamaan berikut:

e = (l1 – l0)/l0 x 100%

e = Δl/l0 x 100%

l1 = panjang ukur, gauge length sampale uji setelah perpanjangan

l0 = panjang ukur, gauge length awal sampel uji.

Data hasil pengujian tarik dapat direpresentasikan dalam dua bentuk, yaitu kurva tegangan regangan rekayasa atau nominal dan kurva tegangan regangan sejati, atau sebenarnya. Persamaan tegangan dan regangan pada Bahasan di atas merupakan tegangan regangan untuk kurva rekayasa atau nominal. Sedangkan untuk tegangan sejati dan ragangan sejati dihitung dengan persamaan berikut:

Tegangan sejati atau sebenarnya dihitung sebagai berikut:

s = S ( 1 + e )

Regangan sejati atau sebenarnya dihitung sebagai berikut:

σ= ln ( 1 + e)

Pengujian Kekerasan Bahan Logam

Pengertian Definisi Kekerasan Bahan Logam

Kekerasan adalah ketahanan bahan atau logam terhadap deformasi yaitu deformasi tekan atau indentasi. Pada umumnya pengujian kekerasan bertujuan untuk mengukur tahanan dari bahan atau logam terhadap deformasi plastis.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Nominal Logam.

Pengertian Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink.  Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan ...

Kurva Tegangan Regangan Sejati, Sebenarnya

Kurva regangan regangan sejati atau biasa juga disebut kurva tegangan regangan sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan data dari kurva tegangan regangan...

Pengertian Dan Menentukan Kekuatan Luluh, Yield Strength Bahan Logam

Pengertian Kuat Luluh Bahan, Yield Strength Material.  Tegangan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis ...

Pengertian-Menentukan Kekuatan Tarik Bahan Logam, Tensile Strength

Kekuatan tarik yang dimiliki bahan logam akan menunjukkan kemampuan bahan dalam menahan gaya tarik sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan....

Pengertian-Menentukan Keuletan Bahan Logam, Ductility

Keuletan bahan logam adalah sifat yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk bertambah panjang ketika diberi beban atau gaya tarik.  Besaran ini biasa ...

Pengertian, Perhitungan Modulus Elastisitas, Modulus Young

Pengertian Modulus Young.  Gradien dari bagian linear pada awal kurva tegangan-regangan merupakan modulus elastisitas, atau biasa disebut modulus Young. ...

Pengujian Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Mekanik Bahan Logam.  Pengujian bahan atau logam bertujuan untuk mendapatkan atau mengetahui beberapa sifat bahan logam dengan ...

Pengujian Sifat Mekanik, Kekerasan Bahan Logam, Baja

Pengertian Kekerasan Bahan Logam.  Kekerasan adalah ketahanan bahan atau logam terhadap deformasi yaitu deformasi tekan atau indentasi. Pada umumnya pengujian ...

Sifat Mampu Bentuk Bahan Logam, Formability

Pengertian Formability.  Sifat mampu bentuk atau formability merupakan sifat yang dimiliki oleh bahan atau logam yang menunjukkan kemampuan untuk...

Sifat Mampu Cor Bahan Logam, Castability

Pengertian Dan Istilah Castability.  Sifat mampu cor atau castability adalah sifat yang dimiliki oleh bahan yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk ...

Pengertian Sifat Mekanik Bahan Logam dengan  Pengertian Pengujian bahan logam dan tujuan pengujian sifat mekanik bahan logam. Tujuan fungsi uji bahan logan dengan tujuan uji Tarik, jenis sifat bahan logam. Contoh sifat fisik bahan logam dan Contoh sifat kimia bahan logam dengan Contoh sifat teknologi bahan logam.

Pengujian Tarik Bahan Logam dengan Prinsip kerja uji Tarik dan gambar hasil uji Tarik. Contoh uji Tarik dengan sampel uji Tarik dan contoh sampel uji Tarik serta gaya uji Tarik. Regangan uji Tarik dan elongasi hasil uji Tarik serta rumus regangan elongasi. Rumus tegangan dengan contoh perhitungan regangan tegangan uji Tarik dan Kurva tegangan regangan.

Cara membuat gambar kurva regangan tegangan uji Tarik dengan gauge length sampel uji Tarik. Kurva rekayasa atau nominal dan rumus tegangan sejati dengan rumus regangan sejati. Contoh perhitungan rumus regangan tegangan sejati rekayasa.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Nominal Logam.

Pengertian Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink. Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan atau elongasi atau ductility, koefesien pengerasan regang, dan koefesien anisotropi dapat diperoleh dengan pengujian yang disebut uji tarik. Sifat-sifat ini akan menunjukkan perilaku bahan atau logam ketika diberi beban atau gaya.

Pada pengujian tarik uniaksial atau uji satu arah, sampel uji diberi beban atau gaya tarik pada satu arah  dan gaya yang diberikan bertambah besar secara kontinu. Pada saat bersamaan, sampel akan bertambah panjang dengan bertambahnya gaya yang diberikan.

Mesin Uji Tarik

Peralatan/mesin yang dapat digunakan untuk mengetahui sifat mekanik yaitu regangan tegangan rekayasa dapat dilihat pada gambar di bawah. Mesin uji tarik tersebut dilengkapi dengan komputer yang akan mendata/mencatat, membuat diagram, kurva tegangan-regangan, dan menghitungnya secara otomastis besaran-besaran yang menunjukkan sifat mekanik bahan/logam seperti kuat tarik, kuat luluh, elongasi.

Mesin Uji Tarik, Sifat Mekanik Material, Kuat Tarik, Kuat Luluh, Elengasi
Gambar Mesin Uji Tarik, Sifat Mekanik Material, Kuat Tarik, Kuat Luluh, Elengasi

Tegangan yang diperoleh adalah tegangan rekayasa atau tegangan nominal, yang diturunkan dari persamaan berikut:

S = P/Ao

P = gaya yang diberikan pada sampel uji

Ao = luas penampang awal sampel uji

Regangan rekayasa atau regangan nominal diperoleh dengan membagi perubahan panjang terhadap panjang ukur atau gauge length awal dari sampel uji. Diturunkan dengan persamaan berikut:

e = (l1 – l0)/l0 x 100%

e = Δl/l0 x 100%

l1 = panjang ukur, gauge length sampale uji setelah perpanjangan

l0 = panjang ukur, gauge length awal sampel uji.

Menentukan Kuat Luluh dan Kuat Tarik 

Skematika hasil dari pengujian tarik yang merepresentasikan hubungan tegangan dengan regangan dapat dilihat pada gambar di bawah. Sebagai absis adalah regangan e, dan ordinat adalah tegangan S.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa
Kurva Tegangan Regangan Rekayasa

Sy adalah tegangan luluh yang didihutung dengan persamaan berukut:

Sy = Py/A0

Py = gaya pada titik luluh.

Tegangan luluh merupakan tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Kekuatan luluh merupakan titik awal terjadinya deformasi plastik. Atau dengan kata lain, kekuatan bahan terhadap deformasi plastik, biasa disebut sebagai kekuatan luluh, yield strength. Data ini dapat digunakan untuk menentukan beban minimum yang diperlukan agar bahan atau logam dapat dideformasi plastik.

Beberapa logam, seperti baja karbon rendah, tegangan luluh dapat dilihat langsung dari kurva tegangan regangan. Namun pada Sebagian logam, tegangan luluh tidak dapat dilihat secara langsung. Sehingga Tegangan luluhnya dapat ditentukan dengan cara persamaan berikut:

Sy = (P, ofset regangan 0,002)/A0

Di sini tegangan luluh merupakan tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan regangan plastik sebesar 0,2 persen.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, 02
Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Dan Posisi Yield Strenght Pada Regangan 0,2%

Su adalah tegangan maksimum bahan yang dihitung dengan persamaan berikut:

Su = Pu/A0

Pu = gaya maksimum yang dicapai saat uji tarik

Nilai ini menggambarkan kuat tarik bahan. Tegangan maksimum menunjukkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh bahan atau logam sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan. Nilai ini biasa disebut sebagai kekuatan tarik, atau

Pengertian Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink. Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan atau elongasi atau ductility, koefesien pengerasan regang, dan koefesien anisotropi dapat diperoleh dengan pengujian yang disebut uji tarik. Sifat-sifat ini akan menunjukkan perilaku bahan atau logam ketika diberi beban atau gaya.

Pada pengujian tarik uniaksial atau uji satu arah, sampel uji diberi beban atau gaya tarik pada satu arah  dan gaya yang diberikan bertambah besar secara kontinu. Pada saat bersamaan, sampel akan bertambah panjang dengan bertambahnya gaya yang diberikan.

Peralatan/mesin yang dapat digunakan untuk mengetahui sifat mekanik yaitu regangan tegangan rekayasa dapat dilihat pada gambar di bawah. Mesin uji tarik tersebut dilengkapi dengan komputer yang akan mendata/mencatat, membuat diagram, kurva tegangan-regangan, dan menghitungnya secara otomastis besaran-besaran yang menunjukkan sifat mekanik bahan/logam seperti kuat tarik, kuat luluh, elongasi.

Mesin Uji Tarik, Sifat Mekanik Material, Kuat Tarik, Kuat Luluh, Elengasi
Mesin Uji Tarik, Sifat Mekanik Material, Kuat Tarik, Kuat Luluh, Elengasi

Tegangan yang diperoleh adalah tegangan rekayasa atau tegangan nominal, yang diturunkan dari persamaan berikut:

S = P/Ao

P = gaya yang diberikan pada sampel uji

Ao = luas penampang awal sampel uji

Regangan rekayasa atau regangan nominal diperoleh dengan membagi perubahan panjang terhadap panjang ukur atau gauge length awal dari sampel uji. Diturunkan dengan persamaan berikut:

e = (l1 – l0)/l0 x 100%

e = Δl/l0 x 100%

l1 = panjang ukur, gauge length sampale uji setelah perpanjangan

l0 = panjang ukur, gauge length awal sampel uji.

Skematika hasil dari pengujian tarik yang merepresentasikan hubungan tegangan dengan regangan dapat dilihat pada gambar di bawah. Sebagai absis adalah regangan e, dan ordinat adalah tegangan S.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa
Kurva Tegangan Regangan Rekayasa

Sy adalah tegangan luluh yang didihutung dengan persamaan berukut:

Sy = Py/A0

Py = gaya pada titik luluh.

Tegangan luluh merupakan tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan. Kekuatan luluh merupakan titik awal terjadinya deformasi plastik. Atau dengan kata lain, kekuatan bahan terhadap deformasi plastik, biasa disebut sebagai kekuatan luluh, yield strength. Data ini dapat digunakan untuk menentukan beban minimum yang diperlukan agar bahan atau logam dapat dideformasi plastik.

Beberapa logam, seperti baja karbon rendah, tegangan luluh dapat dilihat langsung dari kurva tegangan regangan. Namun pada Sebagian logam, tegangan luluh tidak dapat dilihat secara langsung. Sehingga Tegangan luluhnya dapat ditentukan dengan cara persamaan berikut:

Sy = (P, ofset regangan 0,002)/A0

Di sini tegangan luluh merupakan tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan regangan plastik sebesar 0,2 persen.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, 02
Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Dan Posisi Yield Strenght Pada Regangan 0,2%

Su adalah tegangan maksimum bahan yang dihitung dengan persamaan berikut:

Su = Pu/A0

Pu = gaya maksimum yang dicapai saat uji tarik

Nilai ini menggambarkan kuat tarik bahan. Tegangan maksimum menunjukkan beban maksimum yang dapat ditahan oleh bahan atau logam sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan. Nilai ini biasa disebut sebagai kekuatan tarik, atau tensie strength.

ef  adalah regangan total bahan atau logam hingga terjadi putus. Nilai Regangan ini menunjukkan keuletan atau ductility bahan dan biasanya dinyatakan dalam persentase perpanjangan. Data ini menunjukkan besarnya pertambahan panjang yang dapat ditahan oleh bahan sampai terjadinya putus.

Elongasi total merupakan gabungan antara elongasi uniform dan elongasi yang terjadi setelah bahan mengalami penciutan sampai putus.

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Nominal Logam.

Pengertian Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink.  Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan ...

Kurva Tegangan Regangan Sejati, Sebenarnya

Kurva regangan regangan sejati atau biasa juga disebut kurva tegangan regangan sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan data dari kurva tegangan regangan...

Pengertian Dan Menentukan Kekuatan Luluh, Yield Strength Bahan Logam

Pengertian Kuat Luluh Bahan, Yield Strength Material.  Tegangan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis ...

Pengertian-Menentukan Kekuatan Tarik Bahan Logam, Tensile Strength

Kekuatan tarik yang dimiliki bahan logam akan menunjukkan kemampuan bahan dalam menahan gaya tarik sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan....

Pengertian-Menentukan Keuletan Bahan Logam, Ductility

Keuletan bahan logam adalah sifat yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk bertambah panjang ketika diberi beban atau gaya tarik.  Besaran ini biasa ...

Pengertian, Perhitungan Modulus Elastisitas, Modulus Young

Pengertian Modulus Young.  Gradien dari bagian linear pada awal kurva tegangan-regangan merupakan modulus elastisitas, atau biasa disebut modulus Young. ...

Pengujian Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Mekanik Bahan Logam.  Pengujian bahan atau logam bertujuan untuk mendapatkan atau mengetahui beberapa sifat bahan logam dengan ...

Pengujian Sifat Mekanik, Kekerasan Bahan Logam, Baja

Pengertian Kekerasan Bahan Logam.  Kekerasan adalah ketahanan bahan atau logam terhadap deformasi yaitu deformasi tekan atau indentasi. Pada umumnya pengujian ...

Sifat Mampu Bentuk Bahan Logam, Formability

Pengertian Formability.  Sifat mampu bentuk atau formability merupakan sifat yang dimiliki oleh bahan atau logam yang menunjukkan kemampuan untuk...

Sifat Mampu Cor Bahan Logam, Castability

Pengertian Dan Istilah Castability.  Sifat mampu cor atau castability adalah sifat yang dimiliki oleh bahan yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk ...

Sifat Mampu Mesin Bahan Logam, Machinability

Pengertian Sifat Mampu Mesin. Sifat mampu mesin adalah sifat yang dimiliki oleh bahan logam yang menunjukkan kemampuan untuk dibentuk dengan proses pemesinan....
  1. Hosford, W. F., 1993, “Metal Forming, Mechanics & Metallurgy”, Second edition, Printice-Hill, Inc., New Jersey.
  2. Backofen, W. A., 1972, “Deformation Processing”, Addison-Willey Publishing Company, Massachusett.
  3. Dieter, G.E., 1986,”Mechanical Metallurgy”, Mc. Graw-Hill, New Jersey.
  4. Lange, K. 1985, “Handbook of Metal Forming”, MC Graw-Hill, New Jersey
  5. Kata dalam artikel, 2019, ” bagian mesin uji Tarik contoh garfik hasil uji Tarik elongasi total. Pengertian elongasi uji tarik serta fungsi mesin uji Tarik. Gambar mesin uji Tarik untuk kuat luluh rekayasa dan menentukan kuat Tarik dan kuat luluh.
  6. Kata dalam artikrl, 2019, “Sifat Mekanik Material dan Kuat Tarik Kuat Luluh Elongasi. Pengertian Contoh Kurva Tegangan Regangan rekayasa Logam serta Pengertian Contoh Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink.
  7. Kata dalam artikel, 2019, “Pengujian Tarik adalah pengujian tarik uniaksial atau uji satu arah dengan sampel uji Tarik untuk sifat ductility atau keuletan. Tegangan maksimum atau tegangan nominal dan regangan nominal.  Pengertian Kuat tarik rekayasa Tegangan rekayasa dan regangan rekayasa.