Korelasi Kurs Valuta Asing, Cara Trading Forex

Pengertian Kekuatan Korelasi Relatif Antar Valuta Asing. Uraian dalam materi ini hanya akan membahas pada tiga mata uang asing yang terlaris diperdagangkan, yaitu Dollar Amerika, Euro dan Yen Jepang. Ketiga mata uang asing ini akan membentuk kurs pasangan mata uang terlaris, yaitu EUR/USD dan USD/JPY dan tentu saja dengan EUR/JPY yang membentuk Triangular Spot Rate atau Triangular Arbitrase.

Kurs akan berubah ketika terjadi penguatan atau pelemahan relatif di antara ketiga mata uang asing tersebut. Jika ada yang menguat, maka harus ada mata uang yang melemah. Jika Dollar Amerika menguat, artinya menguat relatif terhadap Euro dan/atau Yen Jepang. Ini sama artinya, jika Dollar Amerika terapresiasi, maka Euro dan atau Yen harus terdepresiasi. Dengan demikian ketiga mata uang asing ini akan membentuk suatu kondisi yang menunjukkan adanya nilai kekuatan relatif.

Kondisi Kekuatan Relatif  Antar Valuta Asing.

Kekuatan relatif suatu mata uang asing terhadap mata uang asing lainnya dapat menjelaskan karakteristik kurs pasangan mata uang yang dibangunnya. Salah satu kemungkinan kondisi kekuatan relatif yang terjadi di pasar mata uang asing adalah:

  1. Euro menguat terhadap Dollar Amerika dan Yen Jepang,  Yen Jepang melemah terhadap keduanya, sedangkan Dollar Amerika melemah terhadap Euro, tapi menguat terhadap Yen.
  2. Jika ditulis dalam bentuk yang lebih sederhana akan menjadi seperti berikut:

Kekuatan Euro> Kekuatan Dollar> Kekuatan Yen

Kalau kemudian kondisi kekuatan ini diinterpretasikan atau ditulis dalam bentuk arah pergerakan kursnya, maka dapat diurai kembali menjadi:

  1. EUR/USD = naik
  2. EUR/JPY = naik.
  3. USD/JPY = naik

Ketiga kurs bergerak ke arah yang sama, yaitu sama-sama naik. Hal ini menjelaskan, bahwa ketika Euro terapresiasi terhadap Dollar dan Yen, sedangkan Yen terdepresiasi terhadap Euro dan Dollar, maka ketiga kurs yang dibangunnya berkorelasi positif, sama-sama bergerak naik.

Untuk tiga mata uang ini, hanya ada enam kemungkinan kondisi kekuatan relatif (KR) yang terjadi di pasar valuta asing. Pada bahasan materi ini tidak ditunjukan seluruh penyelesaian kondisi kekuatan relatifnya. Namun jika keenam kemungkinan tersebut diselesaikan semuanya, maka dapat diketahui berapa probabilitas tiap-tiap kondisi akan terjadi atau berapa probabilitas pergerakan kursnya.

Hasil penyelesaian keenam kemungkinan dan perhitungan probabilitas tiap pasangan mata uang dapat dilihat pada Tabel 1.

probabilitas korelasi
Tabel 1. Hasil Perhitungan Probalitas Korelasi

Dari Tabel 1. dapat dijelaskan hal-hal penting berikut:

  1. Probabilitas untuk terjadinya korelasi positif antara kurs EUR/USD dan USD/JPY adalah 33,3%.  Ini artinya hanya 33,3% kemungkinan kedua kurs tersebut bergerak ke arah yang sama.
  2. Kurs EUR/USD dan EUR/JPY memiliki nilai Probabilitas korelasi positif  sebesar 66,7%. Hal ini artinya, jika Euro menguat terhadap Dollar Amerika, maka 66,7 % kemungkinan Euro juga menguat terhadap Yen Jepang.
  3. Jika Dollar Amerika terapresiasi terhadap Yen Jepang, maka 66,7 % kemungkinan Euro terapresiasi terhadap Yen.

Korelasi Kurs Valuta Asing, Cara Trading Forex

Pengertian Kekuatan Korelasi Relatif Antar Valuta Asing.  Uraian dalam materi ini hanya akan membahas pada tiga mata uang asing yang terlaris diperdagangkan, ...

Koefisien Korelasi Momen Produk Pearson Contoh Perhitungan

Pengertian Koefesien dan Korelasi.  Analisis korelasi merupakan salah satu metoda statistik yang biasa digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua ...

Pengertian, Perhitungan Kurs Silang Dan Korelasi Valuta Asing

Korelasi Kurs Valuta Asing  Berdasarkan Perhitungan Antara Tiga Kurs Valuta Asing.  Mata uang yang ditransaksikan dengan Dollar Amerika dikelompokan p...
  1. ardraviz, 2011, “Simple Comcept Untuk Forex Online Trading”, ardra.biz

Pengertian Kekuatan Korelasi Relatif Antar Valuta Asing atau  pengertian dan contoh Triangular Spot Rate. Perngertian dan contoh Triangular Arbitrase dengan contoh perhitungan Triangular Spot Rate. Contoh soal perhitungan Triangular Arbitrase dengan Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing.

Contoh soal cara perhitungan Korelasi kurs valuta asing dan aktivitas triangular arbitrase valuta asing. rumus perhitungan triangular arbitrase valuta asing dan pengertian Kurs silang chain quotaions. Pengertian cross currency rate atau Cara perhitungan silang antar kurs valuta.

Pengertian, Perhitungan Kurs Silang Dan Korelasi Valuta Asing

Korelasi Kurs Valuta Asing Berdasarkan Perhitungan Antara Tiga Kurs Valuta Asing. Mata uang yang ditransaksikan dengan Dollar Amerika dikelompokan pada pasangan Mayor misal EUR/USD, sedangkan yang ditransaksikan dengan Yen dikelompokan pada pasangan Cross misal EUR/JPY. Kurs silang atau dalam bahasa asingnya cross rate, disepakati sebagai pasangan mata uang asing yang tidak mengandung Dollar Amerika.

Cross  rate dapat juga diartikan sebagai nilai kurs yang tidak disandingkan dengan Dollar Amerika misal EUR/GBP. Dollar Amerika dan Yen Jepang yang ditransaksikan menjadi pasangan USD/JPY dapat digunakan sebagai acuan dalam melihat korelasi antara kurs mata uang asing. Hal ini didasari oleh adanya kurs silang misalnya EUR/JPY yang akan membentuk triangular cross rate bersama-sama dengan EUR/USD dan USD/JPY.

Dengan demikian, korelasi antara kurs dapat dipelajari dari perhitungan silang antara tiga kurs mata uang asing. Untuk kurs EUR/USD, USD/JPY dan EUR/JPY perhitungan kurs silang ditentukan seperti persamaan berikut:

EUR/USD x USD/JPY = EUR/JPY …(1)

atau dapat ditulis ulang sebagai berikut:

EUR/USD x USD/JPY x 1/(EUR/JPY) = 1 …(2)

Persamaan 2. mempunyai nilai sama dengan SATU, dari sini dapat dipahami, jika salah satu kurs bergerak naik atau turun, sementara nilai persamaan harus tetap satu, maka setidaknya ada satu kurs lain yang harus berubah untuk bergerak naik atau turun.

Dari persamaan ini pula bisa diketahui bahwa perubahan kurs cenderung bergerak secara bersama-sama, dapat bergerak naik atau turun, dan ini adalah karakter dari pergerakan kurs mata uang asing. Jika salah satu kurs mata uang asing bergerak naik, maka kurs yang lain harus bergerak naik atau turun. Setiap kurs memiliki dua kemungkinan, yaitu bergerak naik atau sebaliknya, kurs bergerak turun. Setiap kali nilai persamaan 2 tidak sama dengan SATU maka, ada kesempatan untuk melakukan kegiatan arbitrase.

Kondisi Pergerakan Kurs Valuta Asing.

Salah satu kemungkinan kondisi pergerakan kurs tersebut adalah sebagai berikut: kurs EUR/USD bergerak naik, kurs USD/JPY  bergerak naik, dan kurs EUR/JPY juga bergerak naik. Singkatnya ketiga kurs bergerak naik. Kemungkinan kondisi pergerakan kurs yang lain adalah: kurs EUR/USD dan kurs  USD/JPY  bergerak naik, sedangkan kurs EUR/JPY bergerak sebaliknya, bergerak turun.

Dengan asumsi bahwa kurs selalu berubah, tidak tetap atau diam, maka dari ketiga kurs tersebut akan terjadi delapan kemungkinan kondisi pergerakan kurs. Namun pada tulisan ini hanya akan dibahas satu kondisi pergerakan kurs yaitu kondisi dimana ketiga kurs sama-sama bergerak naik. Tujuh kemungkinan yang lainnya tidak dibahas di sini.

Hal penting yang perlu diketahui adalah seberapa besar kemungkinan kurs tersebut bergerak naik secara bersama-sama. Artinya mungkin atau tidak ketiga kurs tersebut sama-sama bergerak naik. Kalau memang mungkin, berapa besar persentase kemungkinannya jika dibandingkan dengan kemungkinan kondisi pergerakan kurs yang lainnya.

Untuk mempermudah pemahaman, maka sebelum memulai pembahasan, akan dibuat beberapa istilah dan definisi. Misalkan, pada awal pergerakan, kurs EUR/USD didefinisikan dengan EUR/USD(1) dan setelah bergerak naik atau turun didefinisikan sebagai EUR/USD(2). Jika kurs bergerak naik, EUR/USD naik, maka nilai EUR/USD(2) akan lebih besar daripada nilai EUR/USD(1). Pernyataan lebih besar dinotasikan dengan >.

Jadi, jika kurs EUR/USD naik, maka

EUR/USD(2) > EUR/USD(1).

Dengan demikian rasio perubahan atau pergerakan kursnya dapat ditulis sebagai berikut:

kurs silang

dan jika pergerakan kurs turun, maka

EUR/USD(2) < EUR/USD(1).

Rasio perubahan atau pergerakan kursnya dapat ditulis sebagai berikut:

cross rate

   

                      

Dengan demikian pergerakan kurs EUR/USD yang naik tersebut dapat ditulis kembali menjadi EU > 1

dan jika pergerakan kurs EUR/JPY naik, maka  dapat ditulis menjadi EJ > 1,

begitu pula jika pergerakan kurs USD/JPY naik dapat ditulis menjadi UJ > 1.

Estimasi Kondisi Pergerakan Kurs.

Untuk melihat apakah kemungkinan kondisi pergerakan kurs itu akan terjadi atau tidak, maka tiap-tiap kondisi pergerakan kurs dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan 2.  Persamaan 2 akan memiliki nilai sama dengan satu, baik sebelum atau setelah terjadinya perubahan kurs. Sehingga persamaan 2 dapat ditulis ulang untuk kondisi setelah terjadinya perubahan kurs menjadi persamaan 3 seperti berikut:

EU x UJ x 1/(EJ) = 1 …(3)

atau

EU x UJ = EJ …(4)

Kondisi pergerakan kurs EUR/USD, EUR/JPY dan USD/JPY adalah naik, dan kondisi ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

EU > 1, EJ > 1 dan UJ > 1

Untuk dapat menentukan apakah kondisi ini bisa terjadi atau tidak, maka dilakukan sebuah estimasi terhadap nilai EJ dari persamaan 4. Nilai estimasi dari EJ didefinisikan sebagai  EJe sehingga persamaannya menjadi:

EU x UJ = EJe

karena nilai EU lebih daripada satu dan nilai UJ Juga lebih daripada satu,  maka perkalian EU dengan  UJ akan menghasilkan lebih daripada satu. Ditulis dengan lebih sederhana menjadi:

EU x UJ > 1

Diketahui bahwa EU x UJ adalah EJe, maka EJe lebih daripada satu atau

EJe > 1

EJe adalah nilai EJ yang diestimasi dengan persamaan 4.  Nilai estimasi EJe dari persamaan 4 adalah lebih daripada satu. Artinya pergerakan kurs yang diestimasi adalah naik. Dan nilai EJ dari kondisi pergerakan kurs yang sudah ditentukan adalah lebih daripada satu atau kurs naik. Dengan demikian kondisi pergerakan kurs  EUR/USD naik, USD/JPY naik dan EUR/JPY naik bisa terjadi.

Setelah mengetahui bahwa kondisi pergerakan kurs dapat terjadi, hal yang harus diperhatikan adalah probabilitasnya. Artinya berapa besar peluangnya dibanding dengan kemungkinan pergerakan yang lain. Untuk dapat menghitung probabilitasnya, maka kedelapan kondisi pergerakan kurs harus diselesaikan dulu. Kemudian dihitung probabilitasnya untuk tiap-tiap kondisi pergerakan kursnya. Dari delapan kondisi pergerakan kurs, ada enam yang mungkin terjadi, dua lainnya tidak mungkin terjadi.

Hasil Penyelesaian Dan Perhitungan Kondisi Pergerakan Kurs.

Hasil penyelesaian untuk kedelapan kondisi pergerakan kurs dan peritungan probabilitasnya dapat dilihat pada Tabel.

probabilitas pergerakan kurs
probabilitas pergerakan kurs

Dari hasil perhitungan yang ditunjukkan pada Tabel dapat diketahui beberapa hal berikut:

  1. Jika Euro terapresiasi terhadap USD, maka 66,70 % kemungkinannya Euro terapresiasi terhadap Yen Jepang.
  2. Hanya 33,3 %  kurs USD/JPY ini akan bergerak ke arah yang sama dengan EUR/USD.
  3. Jika Yen terdepresiasi oleh USD maka 66,70 kemungkinannya Yen terdepresiasi oleh Euro.

Korelasi Kurs Valuta Asing Periode Januari – September Tahun 2011.

Korelasi Kurs EUR/USD, kurs EUR/JPY dan Kurs USD/JPY.

Tabel 1. menunjukkan korelasi kurs EUR/USD, kurs EUR/JPY dan kurs USD/JPY periode bulai Januari sampai dengan November tahun 2011. Data diambil dari platform Metatrader.

Nilai Korelasi Kurs EURUSD, EURJPY dan USDJPY Tahun 2011
Tabel 1. Nilai Korelasi Kurs EURUSD, EURJPY dan USDJPY Tahun 2011

Catatan:

EU menyatakan pergerakan kurs EUR/USD,

EJ menyatakan pergerakan kurs EUR/JPY,

UJ menyatakan pergerakan kurs USD/JPY,

EU – UJ menyatakan hubungan pergerakan kurs EUR/USD dengan pergerakan kurs USD/JPY.

EU – EJ menyatakan hubungan pergerakan kurs EUR/USD dengan pergerakan kurs EUR/JPY.

EJ – UJ menyatakan hubungan pergerakan kurs EUR/JPY dengan pergerakan kurs USD/JPY.

Dari tabel dapat diketahui sepanjang bulan November pergerakan kurs EUR/USD dengan kurs EUR/JPY cenderung berkorelasi positif. Sebesar 95,5 persen pergerakan harian kurs EUR/USD dan kurs EUR/JPY berkorelasi positif. Ketika kurs EUR/USD bergerak naik, maka kurs EUR/JPY cenderung bergerak naik. Ini artinya jika mata uang Euro terapresiasi terhadap Dollar Amerika, maka Euro juga cenderung terapresiasi terhadap Yen Jepang.

Perilaku yang berbeda, ditunjukkan oleh pergerakan kurs EUR/JPY dengan kurs USD/JPY. Kedua kurs hanya memiliki kecenderungan berkorelasi positif sekitar 40,9 persen. Hanya 40,9 persesn naiknya  kurs EUR/JPY akan diikuti oleh naiknya kurs USD/JPY. Artinya ketika mata uang Yen Jepang terdepresiasi oleh Euro, maka hanya 40,9 persen kemungkinan mata uang Yen akan terdepresiasi oleh Dollar Amerika.

Korelasi Kurs Valuta Asing, Cara Trading Forex

Pengertian Kekuatan Korelasi Relatif Antar Valuta Asing.  Uraian dalam materi ini hanya akan membahas pada tiga mata uang asing yang terlaris diperdagangkan, ...

Koefisien Korelasi Momen Produk Pearson Contoh Perhitungan

Pengertian Koefesien dan Korelasi.  Analisis korelasi merupakan salah satu metoda statistik yang biasa digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua ...

Pengertian, Perhitungan Kurs Silang Dan Korelasi Valuta Asing

Korelasi Kurs Valuta Asing  Berdasarkan Perhitungan Antara Tiga Kurs Valuta Asing.  Mata uang yang ditransaksikan dengan Dollar Amerika dikelompokan p...
  1. ardraviz, 2011, “Simple Comcept Untuk Forex Online Trading”, ardra.biz

Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing dan Contoh soal cara perhitungan Korelasi kurs valuta asing. Cara perhitungan silang antar kurs valuta dan Contoh Perhitungan Arbitrase Terhadap Valuta Asing. Aktivitas triangular arbitrase valuta asing. Rumus perhitungan triangular arbitrase valuta asing dengan pengertian Kurs silang chain quotaions dan pengertian cross currency rate.

Pengertian triangular spot cross rate dan Contoh perhitungan tiga kurs valuta asing. Dampak arbitrase pada valuta asing adalah Pengertian international triangular arbitrage. Dampak aktivitas international triangular arbitrage dengn tujuan melakukan aktivitas international triangular arbitrage. Korelasi antar tiga kurs valuta asing. Sedangkan tujuan arbitrase terhadap valuta asing adalah factor penyebab timbulnya arbitrase valuta asing.

Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing

Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing. Korelasi kurs valuta asing menunjukkan hubungan satu kurs valuta asing dengan kurs valuta asing lainnya. Sebenarnya keterkaitan antara kurs valuta asing dapat ditinjau dari perilaku nasabah dengan aktivitas triangular arbitrase-nya. Selain itu dapat juga ditinjau dari keberadaan kurs silang yang terkait dengan perhitungan tiga kurs valuta yang berbeda.

Kurs silang biasa juga disebut sebagai chain quotaions atau cross currency rate. Kurs silang yang didefinisikan sebagai kurs yang tidak melibatkan Dollar Amerika dapat digunakan untuk memprediksi apakah kurs yang lain akan berubah atau tidak. Pada bahasan ini akan dicoba bagaimana menggunakan Triangular arbitrase dan kurs silang secara bersama-sama untuk mencari korelasi antara kurs valuta asing.

Arbitrase Terhadap Kurs Valuta Asing.

Arbitrase dapat diartikan sebagai tindakan pembelian atau penjualan suatu mata uang asing di suatu tempat misal bank atau dealer, dan pada saat yang sama menjual atau membeli mata uang asing tersebut ditempat lain pada tingkat kurs yang menguntungkan. Arbitrase timbul karena adanya perbedaan kurs untuk mata uang yang sama pada beberapa bank atau dealer yang berbeda. Namun kegiatan arbitrase pada akhirnya akan menyebabkan perbedaan kurs menjadi hilang. Contoh berikut dapat memperjelas mengetian arbitrase.

arbitrase pada valuta asing
Tabel 1. Perbedaan Kurs USD/IDR Untuk Transaksi Arbitrase

Dengan menggunakan data Tabel 1. dapat ditentukan berapa keuntungan yang diperoleh jika melakukan transsaksi terhadap USD/IDR. Nasabah membeli satu Dollar Amerika di Bank Y dengan kurs jual USD/IDR 12.050 dan kemudian menjual satu Dollar Amerika tersebut ke Bank X dengan kurs beli USD/IDR 12.100. Nasabah akan memperoleh selisih dari dua transaksi tersebut sebesar:

USD/IDR 12.100 – USD/IDR 12.050 = USD/IDR 50  atau 50 point.

Artinya nasabah mendapatkan selisih dari dua transakasi sebesar IDR 50 per USD yang merupakan keuntungannya.

Metoda Perhitungan Silang

Arbitrase dapat juga ditentukan dengan metoda perhitungan silang dari tiga kurs mata uang asing yang berbeda. Biasa dikenal dengan istilah international triangular arbitrage, atau triangular spot cross rate. Contoh aplikasi dapat dijelaskan seperti pada Tabel 2.

triangular arbitrase
Tabel 2. Kurs EUR/USD, USD/JPY dan EUR/JPY Untuk Transaksi Triangular Arbitrase.

Perhitungan silang  untuk  ketiga kurs mata uang asing tersebut adalah:

EUR/USD x USD/JPY = EUR/JPY

untuk kurs beli EUR/JPY = 1,3000 x 100,00 = 130,00, ini merupakan kurs beli EUR/JPY hasil perhitungan

untuk kurs jual EUR/JPY = 1,3100 x 101,00 = 132,31, ini merupakan kurs jual EUR/JPY hasil perhitungan

Ada perbedaan antara kurs EUR/JPY hasil perhitungan dengan kurs EUR/JPY yang ada di pasar atau di Bank C. Hasil perhitungan menunjukkan kurs beli EUR/JPY 130,00, sedangkan di pasar, Bank C kurs beli EUR/JPY 128,00 begitupun dengan kurs jualnya. Ada peluang untuk mendapatkan keuntungan dari berbedaan ini. Contoh perhitungan:

Nasabah menjual satu Euro di Bank A dengan kurs beli EUR/USD 1,3000. Nasabah akan memperoleh Dollar Amerika sebesar:

EUR 1 x USD 1,3000/EUR =  USD 1,3.

Lalu jual USD 1,3 ke Bank B dengan kurs beli USD/JPY 100,00 sehingga akan didapat Yen Jepang sebesar:

USD 1,3 x JPY100/USD  = JPY 130.

Jual kembali JPY 130 ke Bank C dengan kurs jual EUR/JPY 129,00 sehingga akan diperoleh Euro sebesar:

JPY 130 x EUR 1/129 per JPY = EUR 1,00775.

Nasabah akan memperoleh selisih dari ketiga transaksi yaitu sebesar:

EUR 1,00775 – EUR 1,0 = EUR 0,00775.

Artinya nasabah akan mendapat keuntungan sebesar EUR 0,00775 untuk setiap satu Euro yang ditransaksikan.

Catatan untuk kurs di Bank C, kurs jual EUR/JPY 129,00 sama dengan kurs beli JPY/EUR 1/129,00 atau EUR 1/129,00 per JPY. Perhitungan dalam contoh ini belum memasukkan faktor biaya transaksi dan yang lainnya.

Kegiatan arbitrase akan terjadi ketika terdapat perbedaan kurs antara satu tempat dengan tempat lain atau perhitungan kurs silang tidak terpenuhi. Walaupun pada kenyataannya perbedaan nilai kurs di pasar antar bank sangat kecil dan hanya terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Pergerakan kurs di pasar antar bank berubah dengan sangat cepat. Jaringan infomasi antar bank dilakukan melalui teknologi telekomunikasi berbasis internet dan komputerisasi, sehingga peluang untuk arbitrase hanya bersifat sementara atau hampir tidak ada. Kalaupun masih terdapat perbedaan kurs, aktivitas international triangular arbitrage justru akan membawa dampak terhadap realigment atau terbentuknya keseimbangan cross rate pada tingkat kurs yang seharusnya, sesuai dengan perhitungan kurs silang.

Jika transaksi triangular arbitrase selalu terjadi maka ketiga kurs akan selalu memenuhi persamaan berikut:

EUR/USD x USD/JPY = EUR/JPY atau jika ditulis ulang menjadi persamaan 1 seperti berikut.

EUR/USD x USD/JPY x 1/( EUR/JPY) = 1.                                                     (1)

Artinya, jika salah satu kurs berubah, maka harus ada kurs lain yang berubah. Satu atau dua kurs yang lainnya harus berubah agar persamaan 1 memiliki nilai satu. Jika persamaan 1. tidak memiliki nilai sama dengan satu, maka nasabah akan melakukan arbitrase untuk mendapatkan keuntungan. Pada dasarnya transaksi arbitrase tidak memiliki resiko apapun dengan keuntungan yang sudah nyata. Yang dapat dipahami dari arbitsase ini adalah: bahwa apapun faktor ekonomi suatu negara, jika ada satu kurs yang berubah, maka harus ada kurs lain yang akan ikut berubah. Jika mata uang Euro terapresiasi atau sebaliknya terdepresiasi oleh USD, maka kurs USD/JPY dan atau EUR/JPY akan terpengaruh.

Perhitungan Antara Tiga Kurs Valuta Asing.

Pada Tabel 3. dapat dilihat hasil perhitungan kurs penutupan untuk kurs EUR/USD, EUR/JPY dan kurs USD/JPY. Perhitungan menggunakan persamaan 1. Data diambil dari trading platform Metatrader pada tangga 28 Desember 2011.  Data kurs adalah kurs penutupan tiap jam, pada timeframe H1.

Perhitungan Tiga Kurs Valas
Tabel 3. Perhitungan Tiga Kurs Valuta Asing

Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa setiap satu jam ketiga kurs akan selalu memberikan nilai persamaan 1 sama dengan satu. Ketiga kurs akan bergerak dan menyesuaikan pergerakannya sehingga persamaan satu selalu terpenuhi. Dari data ini dapat dikatakan bahwa kurs akan bergerak secara bersama-sama.

Gambar 1 sampai gambar 3, menunjukkan kurva pergerakan kurs USD/JPY, EUR/USD dan EUR/JPY selama satu hari pada tanggal 28 Desember 2011.  Data diambil dari trading plaform metatrader, data kurs adalah kurs penutupan tiap jam pada timeframe H1.

USD-JPY
Gambar 1. Kurva Kurs USD-JPY

Selama empat belas jam, pukul 00.00 sampai 14.00, kurs USD/JPY bergerak turun. Artinya mata uang Yen Jepang terapresiasi terhadap Dollar Amerika. Pukul 14.00 sampai 18.00, selama empat berikutnya Yen Jepang terdepresiasi oleh Dollar Amerika.

EUR-USD
Gambar 2. Kurva Kurs EUR-USD

Selama empat belas jam pertama, kurs EUR/USD hampir tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Artinya kurs EUR/USD relatif tidak menunjukkan respon terhadap perubahan yang terjadi dari kurs USD/JPY. Namun pukul 14.00 sampai 18.00 kurs EUR/USD bergerak turun secara tajam. Pergerakan kurs ini berkorelasi negarif dengan pergerakan kurs USD/JPY. Hal ini menunjukkan, ketika Dollar Amarika terapresiasi terhadap Yen Jepang, maka Dollar juga terapresiasi terhadap Euro.

EUR-JPY
Gambar 3. Kurva Kurs EUR-JPY

Selama empat belas jam pertama, kurs EUR/JPY bergerak mengikuti pergerakan kurs USD/JPY. Pergerakan kedua kurs berkorelasi positif. Kedua kurs sama-sama bergerak turun. Artinya ketika Yen Jepang terapresiasi terhadap Euro, maka pada saat yang sama Yen juga terapresiasi terhadap Dollar Amerika.

Mulai pukul 14.00 sampai 18.00 ketiga kurs bergerak cukup tajam. Kurs EUR/USD dan EUR/JPY bergerak ke arah yang sama, yaitu bergerak turun, kedua kurs berkorelasi positif. Namun USD/JPY bergerak berlawanan, yaitu bergerak naik. Pada kondisi ini Euro secara besamaan terdepresiasi oleh Dollar Amerika dan oleh Yen Jepang. Dan pada saat yang sama Dollar Amerika terapresiasi terhadap Euro dan terhadap Yen Jepang.

Dari data pergerakan ini diketahui bahwa, jika kurs silang USD/JPY berubah, maka EUR/USD dan atau EUR/JPY harus berubah. Begitu pula dengan kurs EUR/USD dan EUR/JPY. Ketika kondisi pasar telah membuat JPY terapresiasi terhadap USD, sehingga kurs USD/JPY bergerak turun, sementara kondisi pasar Euro dan Dollar Amerika tidak merespon perubahan kurs USD/JPY, maka kurs EUR/JPY yang akan bergerak turun. Artinya Yen Jepang terapresiasi juga terhadap Euro.

 

Data Harian Ekonomi-Live Chart Kurs Valas Dan Komoditi

Informasi penting dari pasar internasional yang berlaku pada hari ini, secara realtime dapat dilihat dalam artikel/halaman di bawah. Untuk dapat melihat...

Analisis Harian Harga Emas, Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Harga Emas Dan Minyak Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator untuk beberapa komoditas pada hari ini seperti: harga emas dan ...

Analisis Harian Harga Minyak Mentah Dunia, Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator teknikal untuk harga minyak mentah pada hari ini baik Brent ...

Analisis Harian Kurs Dollar Amerika Terhadap Euro. Indikator Teknikal

Analisis Indikator Teknikal Kurs EUR/USD Rangkuman analisis indikator teknikal untuk Kurs EUR/USD, kurs Dollar Amerika terhadap Euro Eropa dan mata...

Analisis Harian Kurs Rupiah Dollar Amerika, Teknikal Indikator

Tabel di Bawah menampilkan resume dari beberapa indikator teknikal untuk kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang berlaku pada hari ini. Kurs Rupiah terhadap...

Analisis Harian Pergerakan Harga Komoditi Emas, Minyak Mentah,Tembaga, Indikator Teknikal

Rangkuman Analisis Harian Teknikal Komoditi Hari Ini.  Rangkuman analisis indikator teknikal untuk beberapa komiditi yang berlaku hari ini di pasar internasional ...

Grafik, Kurva Pergerakan Kurs Valuta Asing Dunia Hari Ini

Perubahan beberapa Kurs valuta asing seperti EUR/USD, GBP/USD, EUR/JPY dan USD/JPY dapat dilihat pada tabel di bawah. Data menampilkan kurs dari mata uang...

Harga Baja Dunia Hari Ini

Harga Baja Cold Rolled Coil Dan Hot Rolled Coil Enam Bulan Terakhir. Grafik di bawah menunjukkan harga baja lembaran dingin, CRC dan Hot Rolled Coil,...

Harga Bijih Besi Dan Pellet Hari Ini

Harga bijih besi untuk iron ore fine dan pellet dapat dilihat pada kurva pergerakan harga di bawah. Data harga akan ter-update secara otomatis sesuai dengan...

Harga Komoditi Hari Ini. Emas, Minyak Mentah, Perak, Tembaga

Data dalam tabel menunjukkan perubahan harga beberapa komoditi di pasar internasional, seperti harga emas, minyak mentah, perak dan tembaga. Data ini adalah...

Pustaka:

  1. ardraviz, 2011, “Simple Comcept Untuk Forex Online Trading”, ardra.biz

Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing dan Contoh soal cara perhitungan Korelasi kurs valuta asing, aktivitas triangular arbitrase valuta asing. Rumus perhitungan triangular arbitrase valuta asing dengan pengertian Kurs silang chain quotaions dan pengertian cross currency rate.

Cara perhitungan silang antar kurs valuta dan Contoh Perhitungan Arbitrase Terhadap Valuta Asing. Sedangkan tujuan arbitrase terhadap valuta asing adalah factor penyebab timbulnya arbitrase valuta asing. Dampak arbitrase pada valuta asing adalah Pengertian international triangular arbitrage.

Pengertian triangular spot cross rate dan Contoh perhitungan tiga kurs valuta asing. Dampak aktivitas international triangular arbitrage dengn tujuan melakukan aktivitas international triangular arbitrage. Korelasi antar tiga kurs valuta asing.