Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis

Pengertian Gamet. Gamet adalah sel kelamin atau sel reproduksi. Sel gamet terdiri dari dua yaitu gamet jantan dan gamet betina. Sel kelamin jantan atau gamet jantan adalah sperma. Sel kelamin betina atau gamet betina adalah ovum.

Pengertian Gametogenesis. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel -sel gamet di dalam tubuh makhluk hidup. pada tumbuhan berbiji terdiri dari dua jenis yaitu microsporogenesis dan makrosporogenesis.

Pengertian Mikrosporogenesis

Mikrosporogenesis merupakan proses pembentukan gamet jantan. Pembentukan gamet jantan pada tumbuhan berbiji berlangsung dalam gametofit jantan, yaitu kepala sari (yang disebut anthera) dan menghasilkan butir serbuk sari (yang disebut polen).

Pengertian Makrosporogenesis

Sedangkan makrosporogenesis atau biasa disebut juga megasporogenesis merupakan pembentukan gamet betina. Pembentukan gamet bertina berlangsung dalam gametofit betina, yaitu di dalam bakal biji (yang disebut ovule) dan menghasilkan sel telur (yang disebut ovum).

Mikrosporogenesis, Pembentukan Gamet Jantan

Tumbuhan angiospermae jantan memiliki alat kelamin yaitu stamen atau benang sari. Pada organ ini, tepatnya pada bagian kepala sari, akan terbentuk mikrospora yang kemudian berkembang menjadi serbuk sari atau polen.

Struktur Bunga Pada Tumbuhan, Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis
Struktur Bunga Pada Tumbuhan, Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis

Benang sari terdiri atas kepala sari (anthera = antera) dan tangkai sari (filament). Kepala sari pada umumnya mempunyai empat kantung serbuk sari (sporangium). Di dalam sporangium, terdapat banyak sel induk mikrospora. Sel induk tersebut akan berkembang menjadi serbuk sari.

Mikrosporogenesis terjadi di dalam kepala sari atau antera. Di dalam antera terdapat kantong serbuk sari yang di dalamnya berisi sejumlah sel-sel induk serbuk sari atau sel induk mikrospora (mikrosporosit) yang diploid.

Tahap Proses Mikrosporogenesis

Tahap Proses Mikrosporogenesis Pembentukan gamet jantan dapat dilihat pada gambar berikut

Tahap Mikrosporogenesis, Pembentukan gamet jantan Tumbuhan
Tahap Mikrosporogenesis, Pembentukan Gamet Jantan Tumbuhan

1). Microsporogenesis Diawali dengan Sel induk serbuk sari atau sel induk mikrospora atau mikrosporosit (bersifat diploid) membelah secara meiosis I. Pembelahan meiosis I ini menghasilkan sepasang sel bersifat haploid.

2). Kemudian Sepasang sel haploid membelah secara meiosis II menghasilkan empat mikrospora haploid yang berkelompok menjadi satu. Empat mikrospora haploid yang berkelompok ini disebut tetrad.

3). Setiap mikrospora mengalami kariokinesis sehingga menghasilkan dua inti haploid. Satu inti disebut inti saluran serbuk sari (inti vegetatif), inti lain dinamakan inti generatif.

4) Inti generatif membelah secara mitosis tanpa sitokinesis sehingga terbentuk dua inti sperma. Inti saluran serbuk sari tidak membelah.

Jadi, dalam sebutir serbuk sari masak terdapat tiga inti haploid, yaitu sebuah inti saluran serbuk sari dan dua inti sperma (inti generatif). Tiap serbuk sari mempunyai dua lapisan kulit, yaitu bagian luar di sebut eksin dan bagian dalam disebut intin.

Megasporogenesis, Pembentukan Gamet Betina

sel telur tumbuhan angiospermae dibentuk di bagian bunga, yaitu pistilum. Pada organ ini terjadi pembentukan sel telur dan tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan). Pistilum terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium. Pada ovarium inilah tempat sel telur terbentuk.

Pada ovarium terdapat ovulum atau kantung embrio. Beberapa spesies tumbuhan dapat memiliki ovolum lebih dari satu sehingga dapat menghasilkan buah dengan banyak biji. Di dalam ovulum tersebut terdapat sel induk megaspora.

Megasporogenesis berlangsung dalam bakal buah atau ovarium. Di dalam ovarium terdapat bakal biji atau ovulum yang menempel pada dinding ovarium. Ovulum dilindungi oleh integumen luar dan integumen dalam. Bakal biji berhubungan dengan buluh serbuk melalui lubang mikrofil. Dalam bakal biji terdapat sel induk megaspora.

Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae.

Tahap megasporogenesis dapat dilihat pada gambar berikut.

Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae.
Tahap Proses Megasporogenesis Pembentukan Gamet Betina pada Angiospermae

1). Proses megasporogenesis diawali dengan Sebuah sel induk megaspora diploid (megasporosit) yang berada dalam ovarium mengalami pembelahan sel secara meiosis I. Pembelahan sel ini menghasilkan dua sel haploid.

2). Kemudian Kedua sel haploid mengalami pembelahan sel secara meiosis II dan dihasilkan empat megaspore bersifat haploid. Tiga di antaranya mengalami degenerasi.

3). Selanjutnya Megaspora yang masih hidup mengalami tiga kali kariokinesis tanpa sitokinesis dan dihasilkan sel besar (kandung lembaga muda) dengan delapan inti haploid.

4). Dalam megagametofit, empat inti berada pada sisi kalaza (bagian antara bakal biji dan tangkai biji) dan empat inti lainnya di dekat mikropil. Mikropil berfungsi sebagai jalan masuk saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga.

5). Satu inti dari tiap- tiap sisi (kelompok) bergerak menuju ke pusat dan bersatu membentuk inti kandung lembaga sekunder yang diploid (2n). Sel yang terbentuk ini biasa disebut juga sebagai sel pusat.

6). Tiga inti pada bagian kalaza dinamakan inti antipoda, inti di bagian tengah yang dekat mikropil dinamakan ovum (sel telur), dan yang di samping kiri kanannya sel telur disebut sinergid.

Pada kandung Lembaga masak terdapat: tiga inti antipoda, dua inti sinergid, satu ovum dan satu inti kandung Lembaga sekunder diploid (2n).

Pada peristiwa pembuahan inti generatif membuahi sel telur membentuk zigot diploid. Inti diploid hasil persatuan dua sel kutub yang dibuahi inti generatif menghasilkan endosperm bersifat triploid.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==================”,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Gametogenesis Tumbuhan, Tempat Terjadinya Gametogenesis, Tempat Terjadinya Gametogenesis Jantan, Tempat Terjadinya Gametogenesis Betina, Pembentukan Gamet Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae), Tempat Pembentukan gamet jantan tumbuhan berbiji,
  9. Ardra.Biz, 2019, “gametofit jantan, Pengertian anthera, Fungsi anthera, Pengertian polen, Fungsi polen, Penegrtian gametofit betina, Fungsi gametofit betina, Pengertian ovule, Fungsi ovule,
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian Mikrosporogenesis, Pembentukan gamet jantan, alat kelamin Tumbuhan angiospermae, Pengertian stamen atau benang sari, fungsi stamen, Fungsi benang sari, Pengertian mikrospora,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi mikrospora, Pengertian serbuk sari atau polen, Fungsi serbuk sari atau polen, Gambar Struktur Susunan Bunga,  Pengertian anthera, Fungsi antera, Fungsi kepala sari, Pengertian tangkai sari, Fungsi filament,
  12. Ardra.Biz, 2019, ” sporangium, Fungso sporangium, Tempat terjadi Mikrosporogenesis, Pengertian mikrosporosit, Fungsi mikrosporosit, Sifat sel induk mikrospora,
  13. Ardra.Biz, 2019, “induk serbuk sari diploid, Tahap Proses Mikrosporogenesis, Gambar Tahap Proses Mikrosporogenesis,
  14. Ardra.Biz, 2019, ” pada microsporogenesis, Pengertian tetrad, Fungsi tetrad mikrosporogenesis, Empat mikrospora haploid yang berkelompok, Pembelahan mikrosporosit, Pembelahan meiosis mikrosporosit,
  15. Ardra.Biz, 2019, “kariokinesis mikrospora, Pengertian kariokinesis, Fungsi kariokinesis, inti vegetative serbuk sari, inti generative serbuk sari, Pembelahan Inti generative, Pembelahan Mitosis Mikrosporogenesis, lapisan kulit luar serbuk sari,
  16. Ardra.Biz, 2019, ” kulit dalam  serbuk sari, Pengertian eksin, pengertian intin, Fungsi eksin, Fungsi intin, Pengertian Megasporogenesis, Pembentukan gamet betina, Fungsi Megasporogenesis, Fungsi Pembentukan gamet betina,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Tempat sel telur tumbuhan angiospermae, Pengertian pistilum, Fungsi pistilum, tempat terjadinya fertilisasi tumbuhan biji, Fungsi kepala putik, Pengertian stigma, Fungsi tangkai putik, Pengertian stilus, Pengertian  ovulum, tempat sel induk megaspore, Fungsi ovulum,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi sel induk megaspore, Pengertian ovarium, Fungsi ovarium,  tempat ovulum,  tempa kantung embrio tumbuhan, Pengertian integument, Fungsi  integument, Fungsi mikrofil,
  19. Ardra.Biz, 2019, ” sel induk megaspore, Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae, Gambar Tahap megasporogenesis, Sifat sel induk megaspore,
  20. Ardra.Biz, 2019, “pembelahan sel induk megaspore, megaspore bersifat haploid, Pembelahan meiosis pada megasporogenesis,  Pengertian megagametofit, Fungsi  megagametofit, inti antipoda,
  21. Ardra.Biz, 2019, ” antipoda, Pengertian kalaza, Fungsi kalaza, Pengertian sinergid, Fungsi sinergid, tempat sinergid, jumlah inti pada kandung Lembaga, Pengertian inti kandung Lembaga sekunder, Pengertian endosperm,

Pengertian Metamorfosis Dan Metagenesis

Pengertian, Definisi Metamorfosis. Metamorfosis merupakan fenomena perubahan bentuk pada tubuh hewan tertentu selama proses pertumbuhan dan perkembangannya. Proses metamorfosis melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui beberapa tahap pertumbuhan sel dan differensiasi sel. Metamorfosis ini dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

a. Metamorfosis sempurna atau holometabolisme.

Metamorfosis disebut sempurna apabila hewan mengalami perubahan bentuk secara nyata dengan tahapan-tahapan yang jelas. Kupu-kupu mengalami tahapan yang panjang sebelum berubah menjadi kupu-kupu dewasa.

Serangga ini mengalami empat tahap perkembangan yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan imago.

Tahap Metamorfosis Sempurna Holometabola Kupu Kupu
Tahap Metamorfosis Sempurna Holometabola Kupu Kupu

Tahap pertama, kupu-kupu akan bertelur. Telur kupu-kupu ini biasanya diletakkan di dedaunan. Telur ini kemudian berubah menjadi ulat. Pada tahap berikutnya ulat akan berubah menjadi kepompong atau pupa dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu dewasa (yang disebut sebagai imago).

b. Metamorfosis tidak sempurna atau hemimetabolisme.

Metamorfosis disebut tidak sempurna apabila perubahan yang terjadi pada tubuh hewan tidak mencolok tidak terlalu nyata. Contoh metamorfosis tidak sempurna terjadi pada kepik, jangkrik, dan belalang.

Pada hewan-hewan tersebut proses menjadi hewan dewasa melalui perubahan dari bentuk nimfa terlebih dahulu.

Tahap Metamorfosis Tidak Sempurna Hemimetabolisme Belalang
Tahap Metamorfosis Tidak Sempurna Hemimetabolisme Belalang

Hewan Serangga ini hanya mengalami tiga tahap perkembangan yaitu telur, larva (nimfa), dan imago, jadi tidak melalui tahapan pupa (kepompong).

Tahap pertama, belalang akan bertelur. Telur ini kemudian berubah menjadi nymph I dan Nymph II . Pada tahap Nymph I belalang belum memiliki sayap, Nymph II sayap mulai tumbuh sayap kecil. Pada tahap berikutnya Nymph II akan berubah menjadi belalang dewasa yang memiliki sayap utuh (yang disebut sebagai imago).

Ametabola

Ametabola adalah hewan dari golongan serangga yang tidak mengalami metamorfosis, contoh hewan yang ametabola adalah kutu buku. Setelah telur menetas, serangga menjadi hewan kecil, kemudian serangga akan berkembang menjadi dewasa. Serangga ini tidak mengalami perubahan bentuk, namun hanya terjadi perubahan ukuran saja.

Pengertian Metagenesis

Seperti halnya metamorfosis pada hewan, tumbuhan tertentu juga dapat terjadi perbedaan bentuk tubuh selama pertumbuhannya. Peristiwa ini dinamakan metagenesis. Peristiwa ini terjadi pada tumbuhan lumut dan paku-pakuan. Tumbuhan tersebut mengalami 2 fase yang berbeda dalam siklus hidupnya, yaitu sporofit dan gametofit. Dalam fase sporofit, spora dihasilkan. Sedangkan dalam fase gametofit, gametlah yang dihasilkan.

Metagenesis adalah pergiliran kerturunan atau pergantian keturunan atau pergantian siklus, yang biasanya terjadi pada tumbuhan yang berspora, di mana generasi yang berreproduksi secara seksual diganti dengan generasi yang berreproduksi secara aseuksual.

a. Siklus seksual (generatif). Pada siklus seksual ini dihasilkan gametofit.

b. Siklus aseksual (vegetatif). Pada siklus aseksual ini dihasilkan sporofit.

Contoh Tumbuhan yang mengalami metagenesis yang dapat diamati dengan jelas adalah tumbuhan lumut Bryophyta dan paku Pteridophyta. Lumut dan paku sama- sama memiliki fase generative (siklus seksual) yang disebut generasi gametofit dan fase vegatatif (siklus aseksual) yang disebut generasi sporofit.

Tumbuhan Lumut Bryophyta mengalami dua fase dalam siklus hidupnya, yaitu fase gametofit dan sporofit. Gametofit merupakan lumut yang menghasilkan gamet (sel kelamin). Fase sporofit merupakan lumut yang berada dalam keadaan menghasilkan spora.

Metagenesis Tumbuhan Gametofit Sporofit
Metagenesis Tumbuhan Gametofit Sporofit. Sumber: biologydictionary.net

Tahap Metagenesis Tumbuhan Lumut,

Metagenesis lumut diawali dengan berkecambahnya spora yang sangat kecil (dan bersifat haploid, n) menjadi protalium yang disebut protonema melalui pembelahan meiosis. Protonema merupakan Tumbuhan lumut yang masih muda. Protonema dapat tumbuh menjadi besar, namun sebagian protonema tidak dapat tumbuh menjadi besar.

Tahap Metagenesis Tumbuhan Lumut,
Tahap Metagenesis Tumbuhan Lumut,

Protonema segera tumbuh menjadi tumbuhan lumut dewasa yang memiliki gamet jantan, yaitu anteridium yang akan menghasilkan spermatozoid dan juga menghasilkan gamet betina, yaitu arkegonium yang akan menghasilkan ovum.

Sperma bergerak menuju sel telur di arkegonium dengan perantara air. Pertemuan sel telur (ovum) dan sperma (spermatozoid) menyebabkan terjadinya fertilisasi atau peleburan gamet.

Fertilisasi atau Peleburan antara spermatozoid dengan ovum ini akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n).

Fase sporofit atau siklus sporofit atau fase vegetative atau fase aseksual atau generasi sporofit dimulai ketika zigot terbentuk. Jumlah kromosom zigot adalah diploid dan semua sel yang diturunkannya dengan cara pembelahan mitosis adalah diploid.

Zigot terus berkembang menjadi embrio. Kemudian embrio tumbuh menjadi sporogonium. Sporogonium adalah tumbuhan generasi sporofit. Generasi sporofit memiliki bentuk yang lebih kecil dengan siklus hidup yang lebih pendek. Reproduksi secara aseksual terjadi ketika pembentukan spora.

Di dalam sporogonium terdapat kotak spora atau sporangium. Sporangium ini akan memproduksi spora (yaitu empat spora yang berkelompok yang disebut tetrade). Spora ini dihasilkan melalui pembelahan secara meiosis. Spora yang dihasilkan adalah spora haploid (n). Fase gametofit atau fase generatif atau siklus seksual atau generasi gametofit dimulai ketika spora terbentuk.

Jika spora jatuh di tempat yang lembab dan  cocok dengan tempat tumbuhnya, maka spora akan tumbuh menjadi protonema dan protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut dan begitu seterusnya.

Metagenesis Tumbuhan Paku

Pergiliran keturunan pada tumbuhan paku terjadi secara bergantian antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri, yaitu tumbuhan paku (sporofit) yang menghasilkan spora.

Tahap Metagenesis Tumbuhan Paku
Tahap Metagenesis Tumbuhan Paku

Spora yang dikeluarkan dari sporangium dan jatuh di tempat yang cocok untuk tumbuh akan berkembang menjadi protalium melalui pembelahan meiosis.

Protalium adalah gametofit pada tumbuhan paku. Protalium berumur lebih pendek daripada sporofit. Protalium berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada subtratnya dengan rizoid.

Protalium memiliki alat reproduksi multiselular berupa gametangium jantan dan gametangium betina. Gametangium jantan disebut anteridium dan gametangium betina disebut arkegonium.

Anteridium menghasilkan sperma, sedangkan arkegonium menghasilkan ovum. Pembuahan hanya berlangsung jika ada air. Peleburan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Zigot yang dihasilkan bersifat diploid (2n). Fase sporofit dimulai ketika zigot ini terbentuk.

Kemudian Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang diploid juga. Tumbuhan paku ini merupakan generasi sporofit. Tumbuhan paku tumbuh dan bertunas untuk melakukan perkembangbiakan secara aseksual.

Tumbuhan paku dewasa memiliki sporangium yang akan menghasilkan spora melalui pembelahan meiosis. Spora yang dihasilkan bersifat haploid (n). Spora akan tumbuh lagi menjadi protalium dan begitu seterusnya hingga berulang siklus pergiliran keturunan.

Metagenesis pada Hewan

Metagenesis yang dialami oleh hewan pada dasarnya sama dengan metagenesis pada tumbuhan. Hewan mengalami pergiliran generasi, yaitu fase generatif (seksual) dan fase vegetatif (aseksual) secara bergantian.

Contoh Hewan yang mengalami metagenesis adalah hewan golongan knidaria, contohnya yaitu hydra dan ubur-ubur. Ubur- ubur memiliki dua fase dalam daur hidupnya, yaitu medusa dan polip. Medusa merupakan fase seksual (generatif) dan polip merupakan fase aseksual (vegetatif).

Fungsi dan Model Struktur DNA, Deoxyribo Nucleic Acid.

Pengertian  Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) atau dalam bahasa Indonesia Asam Deoksiribo Nukleat adalah senyawa kimia berupa polimer asam nukleat yang tersusun ...

Fungsi Ginjal Bagi Tubuh Manusia Struktur

Pengertian Definisi Ginjal.  Jika dilihat dari bentuknya, Ginjal manusia menyerupai bentuk biji kacang merah atau menyerupai kacang buncis dan berwarna ...

Fungsi Insulin Hormon Kelenjar Pankreas Pada Manusia, Pengertian Glukagon

Pengertian Kelenjar Pankreas.   Beberapa sel endokrin dapat ditemukan pada pankreas. Sel-sel tersebut terdapat pada pulau-pulau Langerhans. Dua tipe s...

Fungsi Jenis Struktur Kromosom.

Pengertian Kromosom.  Kromosom berasal dari kata chrome yang artinya berwarna dan kata soma yang artinya badan atau tubuh. Secara sederhana, istilah kromosom ...

Fungsi Pembuluh Darah Manusia

Pengertian Pembuluh Darah.  Selain jantung yang berfungsi sebagai alat pendorong, darah juga memerlukan sarana lain agar dapat mencapai ke seluruh bagian ...

Fungsi Sistem Ekskresi Hati, Cairan Empedu pada Manusia.

Pada tubuh manusia, posisi hati terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diafragma, dan memiliki warna cokelat. Hati merupakan kelenjar terbesar...

Fungsi Sistem Organ Pernapasan Hidung, Paru-Paru Manusia. Pengertian, Penjelasan

Pengertian Sistem Pernapasan Manusia.  Sistem pernapasan manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ke dan dari paru-paru. Organ pernapasan ...

Fungsi Struktur Otak Sistem Saraf Pusat Manusia. Pengertian, Penjelasan

Pengertian Sistem Saraf Pusat . Sistem saraf pada manusia seluruhnya dikendalikan oleh otak. Pada orang dewasa, otak memiliki berat sekitar 2 persen dari...

Fungsi, Manfaat Darah Manusia

Pengertian Darah.  Darah merupakan bagian atau komponen dari sistem peredaran darah yang ada dalam tubuh besama dengan jantung dan pembuluh darah. Secara ...

Jenis Contoh Simbiosis Mutualisme Komensalisme Parasitisme

Pengertian Simbiosis.  Beberapa jenis makhluk hidup dapat hidup saling berdampingan tanpa harus melakukan kompetisi atau predasi atau saling memangsa. ...

Jenis Piramida Jumlah Biomassa Energi, Ekologi.

Pengertian Piramida Ekologi.  Struktur bangun trofik yang dimiliki oleh ekosistem dapat direpresentasikan dalam bentuk sebuah piramida ekologi. Trofik ...

Kandungan Komposisi Darah Manusia

Pengertian Kandungan Darah.  Tubuh Manusia memiliki darah antara lima sampai enam liter. Nilai ini setara dengan delapan persen dari total berat tubuh ...

Pembelahan Mitosis, Meiosis, Amitosis. Pengertian, Penjelasan, Fungsi.

Pengertian Mitosis.  Mitosis merupakan mekanisme pembelahan nukleus (inti) yang terjadi di sel somatik dalam eukariota multisel.  Pembelahan mitosis a...

Pengertian Jenis Rantai Makanan Pada Ekosistem

Pengertian Rantai Makanan.  Rantai makanan merupakan jalur perpindahan materi dan energi yang dimulai dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya ...

Pengertian Metabolisme, Katabolisme, Anabolisme

Pengertian Metabolisme.  Metabolisme adalah semua proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani yaitu ...

Pengertian Metamorfosis Dan Metagenesis

Pengertian, Definisi Metamorfosis.  Metamorfosis merupakan fenomena perubahan bentuk pada tubuh hewan tertentu selama proses pertumbuhan dan perkembangannya. ...

Pengertian, Fungsi Sistem Gerak, Sifat Kerja Otot Manusia.

Pengertian Otot. Di kehidupan sehari – hari,  otot lebih dikenal dengan sebutan daging. Tubuh manusia memiliki lebih kurang  600 jenis otot yang berbeda. Oto...

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “=========================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian pupa, penegrtian imago, contoh pupa, contoh imago, Penegrtian Ametabola, Contoh Hewan Ametabola, Pengertian Hemimetabola, Contoh hewan hemimetabola, Tahap Hemimetabola, Beda hemimetabola dengan Holometabola, Pengertian Holometabola,
  9. Ardra.Biz, 2019, Contoh Hewan Holometabola, Gambar tahap hemimetabolit, metamorphosis sempurna, contoh hewan metamorphosis tidak sempurna, tahap metamorphosis sempurna, Pengertian Metagenesis Tumbuhan,  Contoh metagenesis, Pengertian pergiliran keturunan, Pengertian pergantian siklus, Contoh tumbuhan metagenesis,
  10. Ardra.Biz 2019, “Contoh Tumbuhan Metagenesis, Pengertian fase generative, pengertian siklus seksual, pengertian fase vegetative, pengertian siklus aseksual, Pengertian generasi gametofit, generasi sporofit, Pengertian Gametofit, Contoh fase generative, Contoh siklus seksual, Contoh fase vegetative,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh siklus aseksual, Contoh generasi gametofit, Contoh generasi sporofit, Contoh Gametofit, Gambar gametofit, Gambar sporofit, Metageneis Tumbuhan Lumut Bryophyta,  Pengertian protalium, Pengertian protonema, Fungsi protalium, Fungsi protonema, pembelahan pada metagenesis,
  12. Ardra.Biz, 2019, “pembelahan pada protalium dan protonema, Tahap Metagenesis Tumbuhan Lumut, Gambar tahap metagenesis tumbuhan paku, tahap metagenesis tumbuhan lumut, Fungsi anteridium, Fungsi arkegonium, Pengertian anteridium, Pengertian arkegonium, Sistem reproduksi tumbuhan lumut,
  13. Ardra.Biz, 2019, “system reproduksi tumbuhan paku, pengertian gamet jantan dan betina, Gamet yang mengahasilkan ovum, Gamet yang menghasilkan spematozoid, Pengertian fertilisasi atau peleburan gamet, Pengertian Zigot, Contoh Zigot, Contoh Fertilisasi atau Peleburan, Jumlah kromosom zigot tumbuhan lumut,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian sporogonium, Fungsi sporogonium, Pengertian sporangium, Fungsi sporangium, Pengertian Reproduksi secara aseksual, Pengertian tetrade, Tehap Metagenesis Tumbuhan Paku, Gambar Tehap Metagenesis Tumbuhan Paku, Gametofit pada tumbuhan paku, Sporofit tumbuhan paku, Gametofit pada tumbuhan lumut,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Sporofit tumbuhan lumut, Fungsi rizoid, Pengertian rizoid, Pengrtian gametangium jantan dan gametangium betina, Tahap Metagenesis pada Hewan, Gambar Tahap Metagenesis pada Hewan, Contoh Hewan metagenesis, Pengertian medusa dan polip, Pengertian reproduksi  vegetative,