Fungsi Jaringan Meristem Tumbuhan.

Pengertian Jaringan Meristem. Jaringan meristem merupakan kumpulan sel yang selalu aktif membelah. Sel meristem membelah secara mitosis untuk menghasilkan sel baru bagi pertumbuhan dan perkembangan.

Jaringan meristem merupakan jaringan yang tetap bersifat embrional, yaitu memiliki kemampuan untuk terus membelah diri tak terbatas. Sel-sel penyusunnya berdinding tipis, penuh dengan protoplasma, dan vakuola relatif kecil.

Berdasarkan asalnya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer adalah jaringan meristem yang sel selnya berkembang dari sel- sel embrional. Oleh karena itu, meristem primer merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio, misalnya, ujung akar, ujung batang, dan kuncup yang menyebabkan pertumbuhan primer.

Meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi, tetapi aktif membelah (bersifat meristematis), misalnya kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.

Struktur Sifat Ciri Jaringan Meristem

Jaringan meristem mempunyai sifat atau ciri  antara lain, terdiri atas sel- sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan. Pada jaringan meristem, biasanya tidak ditemukan adanya ruang antarsel.

Sel-sel meristem berbentuk bulat, lonjong atau poligonal dengan dinding sel yang tipis. Masing-masing selnya mengandung banyak sitoplasma dan mengandung satu atau lebih inti sel. Vakuola sel pada sel-sel meristem sangat kecil dan kadang-kadang tidak ada.

Letak Jaringan Meristem,

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi Meristem Ujung, meristem interkalar dan meristem lateral.

Jenis Jaringan Meristem Ujung Apikal, Interkalar, Lateral Pada Tumbuhan
Jenis Jaringan Meristem Ujung Apikal, Interkalar, Lateral Pada Tumbuhan

Meristem Ujung (Apikal)

Meristem ujung atau biasa disebut dengan meristem apikal adalah jaringan muda yang terbentuk dari sel- sel initial yang berada pada ujung- ujung dari organ atau alat tumbuhan. Dengan adanya meristem ini, tumbuhan dapat tumbuh yang ditunjukkan dengan bertambah tinggi dan panjang.

Meristem pada ujung akar disebut meristem ujung akar, sedangkan meristem yang terletak di ujung batang disebut meristem pucuk.

Secara keseluruhan Aktivitas meristem ujung akan menyebabkan pemanjangan pada akar dan batang, pembentukan cabang batang dan akar, serta pembentukan organ reproduksi (yaitu organ bunga).

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem apikal dikenal sebagai pertumbuhan primer dan semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

Menurut Hanstein, pada bagian ujung akar, Meristem dibagi menjadi tiga daerah, yaitu dermatogen, periblem, plerom

Zona Meristem dermatogen, periblem, plerom, Menurut Hanstein
Zona Meristem dermatogen, periblem, plerom, Menurut Hanstein

1). dermatogen terletak pada bagian terluar dari ujung akar. Dermatogen ini yang akan berkembang menjadi epidermis;

2). periblem terletak setelah dermatogen, antara plerom dan dermatogen. Periblem akan berkembang menjadi korteks;

3). plerom terletak di bagian tengah pada ujung akar. Plerom akan berkembang menjadi stele.

Meristem pada ujung batang menurut Schmidt dibagi menjadi dua bagian yaitu korpus dan tunika.

1). Korpus

Bagian ini merupakan bagian pusat dari titik tumbuh, yang memiliki area yang luas dan sel-selnya relatif besar. Sel-sel pada bagian korpus ini akan membelah secara tak beraturan.

2). Tunika

Bagian ini merupakan bagian paling luar dari titik tumbuh. Tunika terdiri atas satu atau beberapa lapis sel, dengan sel-sel yang relatif kecil dan mengalami pembelahan ke samping (ke arah lateral).

Meristem Samping (Lateral)

Meristem lateral merupakan jaringan muda yang terbentuk oleh sel sel initial yang terletak antara bagian alat- alat tumbuhan yaitu antara jaringan jaringan dewasa. Lapisan jaringan meristem ditemukan pada batang.

Jaringan meristem lateral ini merupakan sel kambium yang membentuk pembuluh batang, terkadang disebut juga vascular cambium (cambium pembuluh). Kambium merupakan lapisan sel bersifat meristematis (sel yang terus membelah) yang berfungsi dalam memperbesar batang tumbuhan.

Dengan adanya aktivitas meristem ini, tumbuhan akan mengalami penambahan besar ke samping. Aktivitas meristem lateral ini akan menyebabkan batang dan akar bertambah diameternya.

Contoh Meristem Lateral Tumbuhan, Pada umumnya Meristem lateral terdapat pada tumbuhan dikotil, seperti pohon jati, mangga, dan rambutan.

c). Meristem Interkalar

Meristem interkalar (intercalary meristem) atau meristem antara, terdapat di antara ruas- ruas batang. Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas meristem interkalar menyebabkan pertambahan panjang pada ruas- ruas batang.

Jaringan yang terbentuk oleh meristem interkalar ini serupa dengan jaringan yang berasal dari meristem apikal, sehingga digolongkan ke dalam jaringan primer.

Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu promeristem, jaringan meristem primer, dan jaringan meristem sekunder.

Promeristem

Promeristem adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Contoh promeristem adalah pada lembaga biji tumbuhan.

Meristem Primer

Meristem primer adalah jaringan muda yang berasal dari sel- sel initial yang disebut promeristem. Berdasarkan teori dari Haberlandt, promeristem akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Meristem primer terletak pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan.

Protoderm akan berdeferensiasi menjadi jaringan epidermis. Protoderma merupakan asal- usul jaringan kulit (epidermis).

Prokambium akan berdeferensiasi menjadi system jaringan pengangkut. Prokambium merupakan bagian yang  akan membentuk jaringan ikat pembuluh primer (xilem primer dan floem primer) dan kambium.

Sedangkan meristem dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar). Meristem dasar merupakan bagian yang akan membentuk jaringan dasar (parenkim) tumbuhan.

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

Meristem Sekunder

Meristem ini berasal dari jaringan dewasa dan selanjutnya berubah menjadi meristematis. Sel- sel meristem sekunder berbentuk pipih atau prisma yang di bagian tengahnya terdapat vakuola. Contohnya, kambium dan kambium gabus.

Kambium dijumpai di dalam batang dan akar dari tumbuhan golongan dikotil dan Gymnospermae, serta beberapa tumbuhan dari golongan monokotil (seperti Agave, Aloe, Jucca, dan Draceana).

Kambium gabus terdapat pada kulit batang tumbuhan dan dapat membentuk jaringan gabus yang sukar dilalui air.

Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder dan ke arah luar membentuk floem sekunder.

Pertumbuhan yang diakibatkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.

Jaringan kambium ditemukan pada batang tumbuhan anggota kelas Dicotyledoneae. Sementara itu, tumbuhan kelas Monocotyledoneae tidak memiliki jaringan cambium (meristem sekunder) sehingga batangnya tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. ==================
  8. Ardra.Biz, 2019, Jaringan Meristem Tumbuhan, Pengertian Jaringan Meristem, Fungsi Jaringan meristem, Jaringan tumbuhan selalu aktif membelah, Pengertian jaringan embryonal, struktur jaringan meristem, Jenis Jaringan Meristem,  Pengertian meristem primer, Pengertian meristem, sekunder, Contoh Jaringan Meristem primer,
  9. Ardra.Biz, 2019, ‘Gambar jaringan meristem, Fungsi meristem primer, Pengertian Meristem sekunder, Contoh jaringan meristem sekunder, Fungsi jaringan meristem sekunder, Pengertian jaringan dewasa terdiferensiasi, Contoh jaringan bersifat meristematic, Struktur Sifat Ciri Jaringan Meristem,  Sel meristem, Letak Jaringan Meristem,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Meristem Ujung, Pengertian meristem interkalar, Pengertian meristem lateral, Contoh Gambar Meristem Ujung, Contoh Gambar meristem interkalar, Caantoh Gambar meristem lateral, Fungsi Meristem Ujung, Fungsi meristem interkalar, Fungsi meristem lateral, Ciri Meristem Ujung, Ciri meristem interkalar,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Ciri meristem lateral, Pengertian Meristem Apikal, Fungsi Meristem Apikal, Pengertian jaringan muda, Contoh gambar jaringan meristem apical, Pengertian meristem ujung akar, jaringan meristem pucuk,  Fungsi meristem ujung akar, Fungsi jaringan meristem pucuk, Akibat aktivitas meristem ujung, akibat aktivitas meristem apical, akibat aktivitas meristem pucuk,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Jaringan Ujung Akar Meristem Menurut Hanstein, Jenis meristem ujung akar, pengertian dermatogen, pengertian periblem, pengertian plerom, Fungsi dermatogen, Fungsi periblem, Fungsi plerom, Meristem ujung batang menurut Schmidt,  pengertian korpus, pengertian tunika, Gambar korpus, gambar tunika, fungsi korpus, fungsi tunika,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Meristem Samping (Lateral), Kandungan Jaringan meristem lateral, Fungsi sel cambium, Fungsi vascular cambium, fungsi vascular cambium, fungsi cambium pembuluh, Akibat  Aktivitas meristem lateral, Contoh Meristem Lateral Tumbuhan, Fungsi Meristem lateral, Pengertian Meristem Interkalar,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Meristem interkalar, Pengertian intercalary meristem, Fungsi meristem antara,  Pengertian promeristem, Pengertian jaringan meristem primer, Pengertian jaringan meristem sekunder. Pengertian Promeristem, Fungsi Promeristem, Contoh promeristem,  Meristem Primer, Teori Meristem primer Haberlandt,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi protoderm, Fungsi prokambium, Fungsi meristem dasar, Asal- usul jaringan kulit (epidermis), Fungsi Prokambium, Pengertian Prokambium, Pengertian meristem dasar, system jaringan pengangkutm, Fungsi meristem dasar, Meristem Sekunder, Letak Kambium, Contoh tumbuhan berkambium,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Letak cambium gabus, fungsi cambium gabus, contoh tumbuhan cambium gabus, Pertumbuhan sel kambium ke arah dalam akan  pembentuk xilem sekunder, arah xylem sekunder, arah floem sekunder, Pembentuk floem sekunder,
  17. Ardra.Bzi, 2019, “Pertumbuhan akibat aktivitas jaringan meristem sekunder, Pengertian pertumbuhan sekunder, Jaringan cambium, tumbuhan jaringan cambium,

Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Pengertian Pertumbuhan Tanaman atau Tumbuhan.  Secara harfiah, pertumbuhan diartikan sebagai perubahan yang dapat diketahui atau ditentukan berdasarkan sejumlah ukuran atau kuantitasnya. Pertumbuhan meliputi bertambah besar dan bertambah banyaknya sel- sel pada jaringan.

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya massa dan volume yang sifatnya irreversibel (tidak dapat kembali ke asal) karena adanya tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi selama proses tersebut.

Selama pertumbuhan berlangsung akan terjadi peningkatan jumlah dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur dan dapat  dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk data angka angka seperti Panjang, lebar, tinggi diukur dalam meter atau centimetre dan massa diukur dalam kilogram.

Kecepatan pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut busur tumbuh atau auksanometer.

Pengertian Perkembangan Tanaman atau Tumbuhan

Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dan diukur secara kuantitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan secara bersamaan dengan pertumbuhan.

Pertumbuhan pada tanaman atau tumbuhan terutama terjadi pada jaringan meristem yaitu pada ujung akar, ujung batang, dan ujung kuncup. Tumbuhan monokotil tumbuh dengan cara penebalan karena tidak mempunyai cambium. Sedangkan pada tumbuhan dikotil pertumbuhan terjadi akibat adanya aktivitas kambium.

Kambium memegang peranan penting untuk pertumbuhan diameter batang. Kambium tumbuh ke arah dalam membentuk xilem (kayu), dan tumbuh ke arah luar membentuk floem. Dalam pertumbuhan dan perkembangan terjadi pembelahan sel, pemanjangan sel dan diferensiasi sel.

Diferensiasi dapat diartikan sebagai perubahan sel menjadi bentuk lainnya yang berbeda baik secara fungsi, ukuran, maupun bentuk. Contoh diferensiasi dapat ditemukan pada pembentukan bunga.

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Adapun Tahapan- tahapan pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut:

Perkecambahan

Perkecambahan terjadi karena adanya pertumbuhan dari akar embrionik, batang embrionik, dan daun embrionik. Pertumbuhan akar embrionik menyebabkan radikula atau calon akar tumbuh memanjang. Batang embrionik akan tumbuh membentuk batang, dan  embrionik yaitu plumula  atau calon daun akan tumbuh menjadi daun pertama sempurna.

Adapun Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.

Perkecambahan Epigeal

Pada perkecambahan epigeal, cotyledon berada di atas permukaan tanah. Pertumbuhannya diawali dengan memanjangnya Hipokotil ke arah permukaan tanah. Pertumbuhan hipokotil ini mengakibatkan plumula dan kotiledon terdorong keluar permukaan tanah. Selanjutnya epicotyl tumbuh memanjang bersamaan dengan munculnya daun pertama.

Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael
Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael

Kotiledon berfungsi untuk memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan fotosintesis. Kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk

Contoh perkecambahan epigeal adalah perkecambahan kacang hijau.

Perkecambahan Hipogeal

Pada perkecambahan hypogeal, posisi cotyledon tetap berada dalam tanah. Epicotile tumbuh memanjang ke arah permukaan tanah. Pertumbuhan epicotlie ini mengakibatkan plumula keluar sampai di atas permukaan tanah. Selanjutnya epicotile tumbuh memanjang ke arah atas bersamaan dengan munculnya daun pertama.

Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael
Pertumbuhan Tahap Perkecambahan Epigael

Pucuk daun pertama akan muncul dengan cara menerobos Epicotile. Sedangkan Biji cotyledon masih tetap berada di dalam tanah. Cotyledon berfungsi untuk memberi sumber makanan kepada kecambah yang sedang tumbuh.

Contoh perkecambahan hypogeal adalah: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum).

Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer adalah Pertumbuhan yang terjadi selama fase embrio sampai perkecambahan.

Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang terjadi akibat adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya aktivitas dari titik tumbuh primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang dan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.

Struktur embrio terdiri atas batang embrionik yang akan membentuk batang, daun embrionik yang akan tumbuh membentuk daun, dan akar embrionik yang akan tumbuh menjadi akar. Sedangkan kotiledon berfungsi sebagai penyuplai sumber makanan selama belum tumbuh daun.

Struktur Embrionik Pada Biji Tumbuhan
Struktur Embrionik Pada Biji Tumbuhan

Pada biji berkecambah, struktur yang pertama muncul adalah radikula yang merupakan bakal akar primer. Radikula adalah bagian bawah dari hipokotil dan merupakan struktur yang berasal dari akar embrionik. Sedangkan Hipokotil merupakan bakal batang bawah.

Struktur Biji Tumbuhan Pada Tahap Perkecambahan
Struktur Biji Tumbuhan Pada Tahap Perkecambahan

Pada bagian ujung atas, terdapat epikotil, yakni bakal batang atas yang berasal dari batang embrionik. Sedangkan plumula berasal dari daun embrionik yang akan tumbuh menjadi daun pertama.

Pada ujung pucuk dan ujung akar, terdapat jaringan yang bersifat meristematik. Jaringan meristem yang terletak di ujung akar menyebabkan pemanjangan akar.

Ujung akar akan menghasilkan tudung akar. Tudung akar akan menghasilkan lendir yang dapat mempermudah akar menembus tanah.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya aktivitas kambium yang bersifat meristematik kembali.

Ciri Jaringan Meristematik

Ciri-ciri jaringan meristematik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, sitoplasma pekat dan selselnya belum berspesialisasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif sel-sel meristem membelah membentuk sel-sel baru.

Sel- sel baru yang terbentuk itu pada awalnya adalah sama, tetapi setelah dewasa, sel- sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.

Jenis Jaringan Meristem 

Jaringan Meristem Apex

Jaringan ini terdapat pada ujung akar dan batang, yang berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan primer.

Jaringan Meristem Lateral

Jaringan ini berfungsi dalam pembentukan pertumbuhan sekunder. Contoh jaringan meristem lateral adalah cambium. jaringan ini dapat menumbuhkan pertumbuhan lateral atau menambah diameter dari bagian tumbuhan.

Kambium didapatkan pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Contoh cambium yang lain adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dan akar tumbuhan berkayu atau pada bagian tumbuhan yang kena luka.

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder, yang meliputi:

Kambium Gabus (Felogen)

Pertumbuhan felogen menghasilkan jaringan gabus. Jaringan gabus berperan sebagai pelindung, yaitu menggantikan fungsi epidermis yang mati dan terkelupas. Kambium gabus juga merupakan bagian dari jaringan sekunder yang disebut periderm.

Kambium Fasis

Kambium fasis berfungsi membentuk xilem sekunder ke arah dalam dan berfungsi membentuk floem sekunder ke arah luar. Selain itu, kambium fasis menghasilkan sel- sel hidup yang berderet- deret menurut arah jari- jari dari bagian xilem ke bagian floem yang disebut jari- jari empulur.

Bagian xilem lebih tebal dari pada bagian floem. Hal ini disebabkan oleh kegiatan kambium ke arah dalam lebih besar daripada kegiatan ke arah luar.

Kambium Interfasis

Kambium interfasis Merupakan kambium yang membentuk jari- jari empulur. Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai kambium, tumbuh dengan cara penebalan. Tetapi pada umumnya, pertumbuhan terjadi karena adanya peningkatan jumlah dan ukuran sel.

Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil yang berkayu mengalami aktivitas peningkatan jumlah dan ukuran sel. Bertambahanya sel sel baru yang kecil yang dihasilkan kambium dan meristem apikal, selanjutnya sel- sel ini ukurannya membesar dan kemudian berdifferensiasi.

Pertumbuhan Terminal

Pertumbuhan terminal terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat tiga daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan.

Daerah Pembelahan atau Daerah Meristematik

Zona Meristematik adalah daerah yang paling ujung dan merupakan tempat terbentuknya sel- sel baru. Sel- sel pada zona daerah ini mempunyai inti sel yang relatif besar, berdinding tipis, dan aktif membelah diri.

Sel-sel di daerah pembelahan akan membelah secara mitosis sehingga selnya bertambah banyak.

Daerah Pemanjangan

Zona Daerah Pemanjangan adalah daerah hasil pembelahan sel- sel meristem. Sel- sel hasil pembelahan tersebut akan bertambah besar ukurannya sehingga menjadi bagian dari zona daerah perpanjangan.

Ukuran selnya bertambah beberapa puluh kali dibandingkan sel- sel meristematik. Daerah pemanjangan akan membentuk bakal epidermis ke arah luar.

Daerah Diferensiasi

Zona Daerah Diferensiasi adalah zona yang terletak di bawah daerah pemanjangan. Sel sel di daerah ini pada umumnya memiki dinding yang menebal dan beberapa di antaranya mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, dan empulur.

Sedangkan Sel yang lain berdiferensiasi menjadi jaringan parenkim, jaringan penunjang, dan jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem.

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tumbuhan.

Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat dalam tubuh tumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalam gen dan hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untuk mengendalikan proses kimia dalam sel. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan.

Sedangkan, hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan.

Faktor luar tumbuhan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu factor lingkungan berupa cahaya, suhu, oksigen dan kelembapan.

Fungsi Hormon Pada Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan.

Terdapat lima kelompok hormon tumbuhan, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan gas etilen. Kelima jenis hormon tersebut memiliki kelebihan dan pengaruh yang berbeda-beda terhadap sel-sel pada jaringan.

Hormon tumbuhan tidak spesifik seperti hormon hewan. Bahkan mungkin tidak ada satu fase pertumbuhan tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh satu jenis hormon. Pengaruh hormon tumbuhan tidak spesifik dan dipengaruhi oleh hormon lain dan molekul lain.

Fungsi Hormon Auksin

Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil, ujung akar, serta jaringan yang masih bersifat meristematis.

– merangsang Pembentangan sel

– merangsang Pembelahan sel

– Merangsang pembentukan buah dan bunga

– dapat memicu pembelahan sel dan pemanjangan sel;

– memengaruhi dalam pembentukan pucuk atau tunas baru dan jaringan yang luka.

– merangsang perkembangan buah tanpa biji.

– merangsang pembentukan akar liar yang tumbuh dari batang atau daun pada banyak spesies

Fungsi Hormon Giberelin

Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman, seperti biji, daun muda, dan akar. Giberelin memiliki beberapa peranan, antara lain:

– Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh.

– Perkecambahan biji

– mobilisasi cadangan makanan

– Perkembangan bunga dan buah.

– Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.

– Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.

– Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya

– Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi

– Memacu aktivitas kambium

– Menghasilkan buah yang tidak berbiji

– Membantu perkecambahan biji

Fungsi Hormon Sitokinin.

Sitokinin mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

– Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik.

– Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem.

– Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun.

– Menunda penuaan daun.

– Merangsang pembentukan pucuk

– mampu memecah masa istirahat biji (breaking dormancy).

– Merangsang pertumbuhan akar sehingga lebih cepat memanjang

– Mempercepat pelebaran daun

– Perangsang pertumbuhan tanaman ke arah samping dan pucuk tanaman

– Merangsang aktivitas pembelahan sel

– Membantu perkecambahan biji

Fungsi Asam Absisat

Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:

– Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan dormansi tunas.

– Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji

– mendorong sintesis protein simpanan.

– Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air.

– Mengurangi kecepatan pembelahan

– Mengurangi pemanjangan sel

– Membantu pengguguran bunga

– Menyebabkan dormansi

Fungsi Etilen

Beberapa fungsi Etilen diantaranya adalah

– Mempercepat pemasakan buah

– Mempertebal pertumbuhan batang

– Pengguguran bunga

– memacu perkecambahan biji,

– menebalkan batang,

– mendorong gugurnya daun,

– menghambat pemanjangan batang kecambah. .

– menunda pembungaan,

– menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar,

– menghambat pemanjangan batang kecambah.

Contoh Soal Ujian Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Soal 1. Pertumbuhan suatu tumbuhan dapat dinyatakan dengan hal berikut, kecuali

a). bertambah banyaknya sel-sel

b). sel semakin membesar

c). penambahan substansi sel

d). penambahan panjang sel-sel tubuh

e). merupakan proses bersifat reversibel

Soal 2. Pertumbuhan yang terjadi karena adanya kegiatan titik tumbuh yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang disebut . . .

a). pertumbuhan primer

b). pertumbuhan sekunder

c). kambium fasis

d). kambium interfasis

e). felogen

Soal 3. Pengertian pertumbuhan yang benar, adalah . . .

a). pertambahan jumlah individu

b). pertambahan massa dan volume yang bersifat reversibel

c). pertambahan massa dan volume yang bersifat irreversibel

d). perkembangan menuju tingkat kedewasaan

e). kemampuan tumbuhan untuk menghasilkan alat perkembangbiakan

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. ================
  8. Ardra.Biz, 2019, “Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, Pengertian Pertumbuhan Tanaman atau Tumbuhan, Beda Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan, Penegrtian Pertumbuhan, Pengertian Perkembangan, Sifat irreversible pertumbuhan, Alat ukur pertumbuhan tanaman, perngertian auksanometer,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Cara mengukur pertumbuhan, Pengrtian Perkembangan Tanaman atau Tumbuhan, Fungsi Kambium pada Pertumbuhan Tanaman, Arah pertumbuhan cambium, pengertian xylem, Pengertian floem, arah pertumbuhan xylem dan floem, Pengertian diferensiasi sel, Pengertian Perkecambahan tumbuhan, Pengertian akar embrionik, Pengertian batang embrionik,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian daun embrionik, Fungsi akar embrionik, Fungsi batang embrionik, Fungsi daun embrionik, Fungsi radikula, Pengertian radikula, Fungsi plumula, Pengertian plumula, Perkecambahan Epigeal, gambar perkecambahan epigeal, Pengertian cotyledon, Fungsi Hipokotil, Pengertian epicotyl, Fungsi epikotil, Pengertian kotiledon,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi kotiledon pada pertumbuhan tumbuhan, Contoh perkecambahan epigeal, Perkecambahan Hipogeal, Contoh Gambar perkecambahan hypogeal, Contoh gambar perkecambahan epigeal,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Letak kotiledon pada epigeal, letak posisi kotiledon pada hypogeal, Contoh perkecambahan hypogeal, Pengertian Pertumbuhan Primer, Pengertian fase embrio, Tahap Pertumbuhan Primer, Fungsi tudung akar, Pengertian Pertumbuhan Sekunder, Fungsi Meristem Sekunder, Ciri Jaringan Meristematik, Jenis Jaringan Meristem, Jaringan Meristem Apex, Fungsi jaringan meristem apex,
  13. Ardra.biz, 2019, “Jaringan Meristem Lateral, Fungsi jaringan meristem lateral, contoh jaringan meristem lateral, contoh jaringan meristem apex, Fungsi Kambium Gabus (Felogen), Fungsi Kambium Fasis, jari- jari empulur, Fungsi Kambium Interfasis, Perumbuhan pada tumbuhan monokotil, Pertumbuhan pada tumbuhan dikotil, Pertumbuhan Terminal,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Contoh Daerah Pembelahan atau Daerah Meristematik, Pengertian Daerah Pemanjangan, Fungsi Daerah Pemanjangan Tumbuhan, Daerah Diferensiasi, Fungsi Daerah Diferensiasi, Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Pengaruh Faktor dalam pada pertumbuhan tanaman, Pengaruh gen pada pertumbuhan tanaman, Pengaruh Faktor luar pada tumbuhan, Fungsi Hormon Pada Pertumbuhan Perkembangan Tumbuhan, Jenis hormone tumbuhan, Fungsi Hormon Auksin, Letak hormone auksin pada tumbuhan, Fungsi Hormon Giberelin,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Letak Hormon Giberelin, Fungsi Hormon Sitokinin, Letak Hormon Sitokinin pada Tumbuhan, Fungsi Asam Absisat, Letak Asam Absisat pada Tumbuhan, Fungsi Etilen, Letak  Etilen pada tumbuhan, contoh soal ujian pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan,