Pengaruh Inflasi Terhadap Perdagangan Internasional

Pengertian Inflasi,

Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level). Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam, sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Adapun yang dimaksud laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.

Pengertian Perdagangan Internasional,

Perdagangan internasional merupakan segala kegiatan perdagangan yang melewati batas- batas wilayah suatu negara. Pelaku kegiatan yang terlibat pada perdagangan internasional dapat perseorangan, perusahaan swasta atau pemerintah, atau campuran.

Kegiatan perdagangan atau bisnis internasinal dapat berupa kegiatan ekspor dan impor barang untuk bahan baku, barang setengan jadi, atau produk-produk akhir yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang tidak dimiliki atau tidak diproduksi di dalam negeri.

Kegiatan ekspor impor merupakan transkasi ekonomi yang sangat fundamental dan di sebagian negara menempati posisi sangat penting dan dominan.

Selain itu bisnis internasional dapat pula berupa perdagangan jasa, seperti asuransi, perbankan, hotel, konsultan, travel, dan transportasi. Pada kegiatan perdangan jasa ini, perorangan atau perusahaan dibayar atas pelayanan yang telah diberikan terhadap negara lain atau asing.

Pengaruh  Inflasi Terhadap Bisnis Perdagangan Internasional.

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor.

Jika di dalam negeri terjadi inflasi, ini artinya harga produk dalam negeri menjadi lebih mahal. Dan jika harga produk dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan produk – produk dari luar negeri, maka hal ini akan menyebabkan produk domestik menjadi lebih sulit bersaing dengan produk- produk impor.

Hal ini akan mengakibatkan, nilai ekspor akan lebih kecil daripada nilai impor, sehingga neraca perdagangan mengalami defisit, dan defisit ini dapat menghabiskan cadangan devisa negara.

Masyarakat termotivasi untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Selain itu, Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang dan jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Kegiatan Produksi menjadi berkurang. Sejumlah pengusaha dan perusahaan akan mengurangi total produksi. Pada akhirnya Produksi berkurang, dampak selanjutnya akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan.

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.
  4. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  5. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pengertian Jumlah Uang Beredar. Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dalam arti luas (broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti sempit M1, jumlah uang beredar meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah), sedangkan dalam arti luas M2, jumlah uang beredar meliputi M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabungan), dan surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak  swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengaruh Uang Beredar Terhadap Inflasi

Pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat bagaimana dampak jumlah uang beredar tehadap inflasi dengan menggunakan teori David Ricardo dan teori Irving Fisher.

Teori David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa jumlah atau kuantitas uang yang beredar akan berpengaruh pada tingkat harga. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka harga barang dan jasa akan naik pula. Begitu pula sebaliknya, jika jumlah uang beredar berkurang, maka harga barang dan jasa akan turun.

Secara matematis, jumlah uang beredar berbanding lurus dengan tingkat harga seperti ditunjukkan dengan persamaan yang diberikan oleh David Ricardo:

M = k x P

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

k = konstanta

P = tingkat harga

Persamaan ini berasumsi bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat atau media pertukaran. Oleh sebab itu, setiap pengurangan atau pertambahan uang beredar berhubungan langsung dengan tingkat harga.

Contoh Soal Teori David Ricardo

Diketahui kondisi awal

M = 10

k = ¼

P = M/k = 10 /(¼) = 40

Jika M naik dua kali menjadi 2 x 10 = 20 maka:

P = (2x 10)/( ¼) = 80

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Dari persamaannya dapat disimpulkan bahwa, jika nilai M turun, maka P harus turun, dan sebaliknya jika nilai M naik maka, nilai P harus naik. Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Irving Fisher merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan seperti berikut:

MV = PT

Keterangan:

M = jumlah uang beredar

V = tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan

P = harga barang

T = volume barang yang ditransaksikan

Menurut teori ini, perubahan jumlah uang beredar akan mengakibatkan perubahan harga secara proporsional. Artinya, kalau jumlah uang naik dua kali lipat maka tingkat harga naik dua kali.

Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang)

Hubungan proporsional antara jumlah uang beredar dengan harga dapat digambarkan dalam perhitungan berikut.

Diketahui:

M = 250

V = 40

T = 1000

Maka P dapat dihitung =

P = MV/T

P = (250 x 40)/1000

Maka P = 10

Jika M naik 2 kali menjadi 500, maka P juga akan naik 2 kali menjadi

(2 x 250) × 40 = (2 x 10) × 1000.

Pada Contoh tersebut, besaran V dan T adalah konstan. Jika V dan T konstan maka persamaan dari  Teori David Ricardo dan dari Teori Irving Fisher menjadi sama.

Ketika V dan T konstan maka persamaan irving Fisher menjadi seperti berikut:

M x k1 = k2 x P atau

M = (k2/k1) x P sehingga

M = k x P

Jadi ketika M naik dua kali maka, P naik dua kali juga.

Jika kenaikan harga P merupakan kenaikan harga – harga umum yang terjadi secara terus -menerus selama periode tertentu, maka kenaikan harga P ini adalah inflasi. Jadi peningkatan jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi.

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Teori David Ricardo, Contoh Soal Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang), Dampak Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi, Pengertian Inflasi, Pengertian Jumlah Uang Beredar, Teori David Ricardo, Teori Irving Fisher (Kuantitas Uang),
  9. Ardra.Biz, 2019, Rumus Teori Irving Fisher, Rumus Kuantitas Uang, Tingkat Perputaran Uang, Jumlah uang beredar,  Arti Sempit uang beredar, Pengertian narrow money,  Arti luas uang beredar,  Pengertian broad money,  Asumsi Teori David Ricardo, 

Jenis-Jenis, Sifat, Sebab, Dan Asal Inflasi.

Pengertian Inflasi Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga umum secara terus-menerus. Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level).

Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran memiliki jenis dan jumlah yang beraneka beragam. Sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Jenis-Jenis Inflasi.

Inflasi dapat dibagi dan dibahas dari berbagai sudut pandang mulai dari sifat atau karakternya, atau dari faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi atau dari mana asal inflasi itu datang.

  1. Sifat-Sifat Inflasi.

Inflasi Berdasarkan pada sifatnya inflasi dapat dikatagorikan menjadi tiga katagori utama yaitu:

  • Creeping Inflation atau dalam bahasa indonesia disebut dengan inflasi Merayap atau Rendah yaitu inflasi yang besarnya kurang dari sepuluh persen pertahun.
  • Galloping Inflation atau Inflasi menengah yaitu inflasi yang besarnya antara 10 – 30 persen pertahun. Inflasi ini umumnya ditandai dengan naiknnya harga secara cepat dan relatif besar. Dan biasa disebut inflasi dua digit. Misalnya 20 persen, 25 persen atau 30 persen dan sebagainya.
  • High Inflation atau Inflasi berat yaitu inflasi yang besarnya antara 10 sampai 100 persen pertahun. Secara umum harga barang dan jasa naik.
  • Hyper Inflation atau Inflasi sangat tinggi yaitu inflasi yang ditandai dengan naikanaaya harga secara drastis hingga mencapai empat digit atau di atas 100 persen. Pada keadaan ini, masyarakat cenderung tidak berkeinginan menyimpan uang. Nilai uang turun secara drastis. Akan lebih baik jika ditukar dengan barang.
  1. Sebab-Sebab Inflasi.

Berdasarkan penyebab terjadinya, inflasi dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  • Demand Full Inflation merupakan inflasi yang timbul karena adanya permintaan keseluruhan yang sangat tinggi, di lain pihak kondisi produksi telah mencapai kesempatan kerja penuh (full employment). Permintaan lebih banyak dari penawaran. Sebagai akibatnya, harga menjadi naik.
  • Cost Push Inflaton merupakan inflasi yang timbul akibat turunnya produksi sebagai respon dari naiknya biaya produksi. Biaya produksi naik akibat nilai kurs, harga bahan baku naik, produksi tidak efesien, upah buruh naik. Hal ini akan menyebabkan harha jadi naik atau turunnya jumlah produksi.
  1. Asal Inflasi

Berdasarkan asalnya,inflasi dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  • Domestic Inflation atau Inflasi dari dalam Negeri yaitu inflasi yang timbul karena terjadi defisit dalam pembiayaan dan belanja negara. Dapat diihat dari anggaranbelanja negara. Atau juga dapat terjadi akibat musim seperti gagal panen.
  • Inflasi dari luar negeri yaitu inflasi yang timbul karena negara-negara mitra dagang sedang mengalami inflasi yang tinggi. Barang import dari negara mitra ini akan menjadi sangat tinggi di dalam negeri.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang Tunai Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference (atau likuiditas……….

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi inflasi dengan mengambil beberapa  kebijak………

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi. Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di mana harga………

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Istilah Dan Definisi Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan ja………

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, Contoh Perhitungan

Pengertian Definisi Indeks Harga Konsumen dan Tingkat Inflasi Perubahan harga-harga yang berlaku dari waktu ke waktu tidak menunjukkan adanya konsistensi. Tingkat perubahannya cenderung berbeda. Perubah………

Daftar Pustaka:

  1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
  4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
  7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  8. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Pengertian Inflasi. Kenaikan harga-harga umum adalah  Jenis dan Contoh Inflasi dengan Sifat dan Contoh Inflasi. Sedangkan Pengertian Batas nilai Creeping Inflation atau inflasi Merayap adalah Contoh Galloping Inflation atau Inflasi menengah.
  9. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Persentase High Inflation atau Inflasi berat atau Batas Hyper Inflation atau Inflasi sangat tinggi. Sebab dan Contoh Inflasi merupakan Penyebab Demand Full Inflation. Penyebab Cost Push Inflaton Asal Terjadinya Inflasi.
  10. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Oleh Penyebab dan Contoh Domestic Inflation atau Inflasi dari dalam Negeri maka Pengertian dan Contoh Inflasi dari luar negeri,

Pengetian Inflasi Dan Tingkat Inflasi

Pengertian Inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan naiknya harga-harga umum barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus.

Kenaikan harga tidak harus selalu dalam nilai atau persentasi yang sama. Kenaikan harga yang terjadi satu kali atau tidak terus menerus, atau hanya temporer, atau tidak berdampak luas, maka tidak dikatagorikan sebagai inflasi.

Pengertian, Rumus  Dan Cara Menghitung Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi menunjukkan persentase perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang untuk barang dan jasa dalam perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi  ditentukan dengan formula sebagai berikut:

Tingkat Inflasi ={ (IHKt – IHKt-1)/IHKt-1} x 100

IHKt adalah IHK pada tahun t

IHKt-1  adalah IHK pada tahun t – 1

IHK adalah Indeks Harga Konsumen

Dari formulanya dapat diketahui bahwa tingkat inflasi adalah rasio atau perbandingan perubahan indeks harga suatu periode terhadap indeks harga periode sebelumnya. Indeks Harga Konsumen  dihitung dengan memilih tahun dasar yang menjadi basis pembanding perubahan harga.

 

Jenis-Jenis, Sifat, Sebab, Dan Asal Inflasi.

Inflasi dapat dibagi dan dibahas dari berbagai sudut pandang mulai dari sifat atau karakternya, atau dari faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi atau dari mana asal inflasi itu datang ……….

Pengertian, Tujuan Kebijakan Operasi Pasar Terbuka.

Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)  merupakan salah satu instrumen dari kebijakan monoter yang sangat penting dalam mempe………….

Jenis-Jenis, Sifat, Dan Ciri-Ciri, Pengangguran

Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak sedang memiliki pekerjaan namun sedang aktif mencari pekerjaan. Pengangguran yang termasuk ke dalam kelompok mencari pekerjaan adalah …………

Faktor  Yang Menyebabkan Terjadinya Pengangguran.

Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Kriteria orang yang menganggur umumnya adalah mereka ya……….

Pengertian Uang Beredar dan Uang Primer.

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama adalah uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (disebut narrow money) yang dinotasikan den………..

Teori Tingkat Bunga Neo Klasik Keynes Hicks.

Perngertian Tingkat Bunga Bunga merupakan suatu bentuk pendapatan bagi pemilik dana yang telah mengorbankan dananya yang dalam beberapa waktu melepaskan kesempatan tidak menggunakan dana………..

Alasan, Motif Orang Menyimpan Atau Memegang Uang Tunai

Alasan atau motif seseorang memegang uang dijelaskan oleh ilmuwan bernama Keynes dalam teori permintaan uang yang popular dengan teori Liqiudity of  Preference ……….

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang beredar dala……….

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Deflasi

Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan inflasi. Deflasi merupakan suatu periode di ………..

Fungsi Sistem Moneter Indonesia

Sistem moneter Indonesia adalah  lembaga-lembaga atau institusi yang dapat menciptakan uang kartal, uang giral dan kuasi. Sistem moneter Indonesia terdiri dari: Autoritas Moneter yaitu Bank ………..

Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Samuelson, P. A., Nordhaus, W. D., 2004, “Ilmu Makroekonomi”, Edisi Tujuh Belas, PT. Media Global Edukasi, Jakarta.

Kata dalam artikel. Pengertian Inflasi adalah kenaikan harga secara umum. Inflasi menunjukkan naiknya harga secara umum dan harga naik terus menerus. Rumus  Dan Cara Menghitung Tingkat Inflasi dan pengertian tingkat inflasi.

Contoh soal cara menghitung tingkat inflasi dengan persentase perubahan tingkat harga kemudian harga tertimbang. Indeks harga konsumen beserta cara menghitung indeks harga konsumen.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran, Kurva Phillips

Pengertian Tingkat Inflasi. Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika inflasi meningkat maka harga barang di dalam negeri mengalami kenaikan. Naiknya harga barang sama dengan turunnya nilai mata uang. Dengan demikian inflasi dapat diartikan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Sedangkan Tingkat inflasi menunjukkan persentase dari perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang untuk barang dan jasa dalam perekonomian suatu negara.

Pengertian Tingkat Pengangguran

Tingkat pengangguran menunjukkan persentase dari individu-individu yang ingin bekerja namun tidak memiliki perkerjaan. Seseorang dianggap menjadi penganggur  jika tidak bekerja namun masih menunggu untuk mendapatkan pekerjaan.

Angkatan kerja didefinisikan sebagai jumlah antara individu yang memiliki pekerjaan dengan pengangguran. Tingkat pengangguran dihitung berdasarkan rasio antara jumlah penganggur dengan angkatan kerja.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran.

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor.

Masyarakat terdorong untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Produksi menjadi dikurangi. Sejumlah pengusaha akan mengurangi produksi. Produksi berkurang akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan.

Para ekonom berpendapat bahwa tingkat inflasi yang terlalu tinggi merupakan indikasi awal memburuknya perekonomian suatu negara. Tingkat inflasi yang tinggi dapat mendorong Bank Sentral menaikkan tingkat bunga. Hal ini menyebabkan terjadinya kontraksi atau pertumbuhan negatif di sektor riil

Dampak yang lebih jauh adalah pengangguran menjadi semakin tinggi. Dengan demikian, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk mengukur baik buruknya kesehatan ekonomi yang dihadapi suatu negara.

Hubungan antara tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran untuk jangka pendek dapat dijelaskan dengan menggunakan Kurva Phillip yang dikemukakan oleh ekonom bernama A.W. Phillips.

Kurva ini digunakan oleh Phillips ketika melakukan pengamatan terhadap korelasi antara pengangguran dengan upah dan inflasi di negara Inggris. Hubungan tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran yang merepresentasikan Kurva Phillips dapat dilihat pada gambar di bawah.

Hubungan Tingkat Pengangguran Dengan Tingkat Inflasi
Gambar 1. Hubungan Tingkat Inflasi Dengan Tingkat Pengangguran

Dari Gambar 1 diketahui bahwa tingkat inflasi dan tingkat pengangguran memiliki hubungan yang negatif. Artinya jika tingkat inflasi tinggi, maka pengangguran akan menjadi rendah. Atau sebaliknya, penganggguran akan menjadi tinggi jika perekonomian suatu negara mengalami inflasi yang rendah.

Gambar 1 menunjukkan kurva Phillip untuk negara Amerika Serikat pada kurun waktu dari Januari 2008 sampai dengan Oktober 2009. Karena kedua variabel ekonomi ini memiliki hubungan yang negatif, maka usaha untuk menurunkan tingkat inflasi , dapat menimbulkan peningkatan pengangguran.

Alasan Motif Orang Menyimpan Memegang Uang Tunai

Pengertian Uang. Pada kenyataannya definisi uang selalu berubah sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat dalam perekonomian. Namun demikian, para...

Cara Pemerintah Mengatasi Menanggulangi Pengangguran.

Ringkasan . Pengangguran terjadi ketika jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit dibandingkan jumlah tenaga kerja yang butuh pekerjaan. Penawaran...

Cara Pemerintah Mengatasi-Menanggulangi Inflasi

Ada beberapa metoda atau cara yang diambil pemerintahan untuk mengatasi masalah inflasi yang umumnya dituangkan dalam kebijakan. Pemerintah dapat menanggulangi...

Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Ringkasan . Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan ...

Faktor Yang Mempengaruhi Investasi

Pengertian dan Contoh Investasi. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang yang tidak untuk dikonsumsi, namun...

Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar

Pengertian Jumlah Uang Beredar.  Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian. Pertama, uang beredar didefinisikan dalam arti sempit ...

Faktor Penyebab Terjadinya Deflasi

Pengertian Deflasi.  Deflasi merupakan  kebalikan dari fenomena inflasi. Walaupun demikian, dampak terhadap perekonomian tidak persis berlawanan dengan i...

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Pengetian Inflasi.  Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus selama periode tertentu. Inflasi menunjukkan kecenderungan ...

Faktor Penyebab Terjadinya Pengangguran.

Pengertian Pengangguran.  Pengangguran atau orang yang menganggur adalah  mereka yang tidak mempunyai perkerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. K...

Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi.

Ringkasan.  Faktor-factor penting yang dianggap berpengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu Negara diantaranya, tanah dan kekayaan alam, ...
  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  4. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.
  5. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Inflasi dan Tingkat Inflasi dan Pengertian Pengangguran dan Tingkat Pengangguran. Pengertian Angkatan Kerja dengan Cara menghitung tingkat inflasi dan contoh cara menghitung tingkat pengangguran.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran dan Hubungan tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran jangka pendek. Contoh Soal Ujian Kurva Phillip, Manfaat Kurva Phillip,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan contoh Kurva Phillips dan korelasi pengangguran dengan upah dan inflasi atau perubahan tingkat harga rata-rata tertimbang.