Pemisahan Secara Magnetik, Prinsip Kerja, Diagram Alir, Faktor Pengaruh Gaya

Pengertian Pemisahan Cara Magentic.  Magnetic separation merupakan operasi konsentrasi atau pemisahan satu mineral atau lebih dengan mineral lainnya yang memanfaatkan perbedaan sifat kemagnetan dari mineral-mineral yang dipisahnya. Mineral-meneral yang terdapat dalam bijih akan memberikan respon terhadap medan magnet sesuai dengan sifat kemagnetan yang dimilikinya.

Prinsip Kerja Pemisahan Cara Magnet

Mineral-mineral yang memiliki sfat kemagnetan tinggi akan merespon atau terpengaruh oleh medan magnet. Mineral-mineral ini akan tertarik oleh medan magnet dan dikelompokan sebagai mineral magnetic.

Sedangkan Mineral-mineral yang tidak memiliki sifat kemagnetan, tidak akan merespon atau terpengaruh ketika dilewatkan pada medan magnet. Mineral-mineral ini tidak akan tertarik oleh medan magnet dan dikelompokkan sebagai mineral nonmagnetic.

Akibat perbedaan sifat magnet yang dimiliki oleh tiap tiap mineral, maka mineral mineral tersebut dapat dipisah dengan menggunakan medan magnet menjadi dua kelompok yaitu  kelompok mineral magnet dan kelompok mineral non magnet.

Karakteristik Mineral Dalam Medan Magnet, Animasi
Karakteristik Mineral Dalam Medan Magnet, Animasi

Contoh Mineral Magnetic Non Magnetic

Mineral-meineral yang masuk dalam kelompok mineral magnetic misalnya: magnetite, hematite, ilmenit, siderite, monazite.

Sedangkan mineral-mineral yang dikelompokan dalam mineral non-magnetic misalnya: kuarsa, mika, corundum, gypsum, zircon, feldspar. Kemampuan mineral dalam merespon medan magnet disebut magnetic susceptibility.

Jenis Mineral Magnetic

Berdasarkan pada magnetic susceptibility mineral dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Paramagnetic mineral, Diamegnetic mineral, dan Ferromagnetic.

Mineral Paramagnetic

Mineral-mineral paramagnetic memiliki sifat kemagnetan yang rendah. Artinya mineral-mineral ini hanya  memberikan respon terhadap medan magnet yang besar.

Contoh Mineral Paramagnetic diantaranya adalah mineral hematite, ilmenit, dan pyrhotite.

Mineral Diamegnetic

Mineral-mineral diamagnetic merupakan kelompok mineral yang tidak memiliki sifat kemagnetan. Kelompok mineral ini tidak memberikan respon terhadap medan magnet.

Contoh Mineral Diamagnetic diantaranya adalah kuarsa feldspar.

Mineral Ferromagnetic

Mineral magnetite merupakan mineral yang memiliki sifat kemagnetan yang tinggi. Magnetite akan tertarik oleh medan magnet yang relatif rendah sekalipun. Karena sifatnya ini, maka mineral magnetite dikelompokan dengan besi sebagai ferromagnetic.

Contoh Mineral Forromagnetic diantaranya adalah besi, magnetite.

Diagram Alir Pengolahan Cara Magnetic Separation

Rangkaian Operasi pengolahan atau pemisahan mineral dengan metoda magnetic separation meliputi pengecilan ukuran bijih atau kominusi, dan pemisahan cara magnetic. Contoh diagram alir proses pemisahan mineral bijih menjadi magnetic dan non magnetic dapat dilihat pada gambar berikut:

Diagram Alir Pengolahan Cara Magnetic Separation
Diagram Alir Pengolahan Cara Magnetic Separation

Tahap kominusi bertujuan untuk mengecilkan ukuran bijih dari tambang menjadi ukuran yang cocok untuk proses pemisahan cara magnetic..

Tahapan kominusi terdiri dari dua tahap yaitu crushing dan grinding. Crushing dilakukan dengan menggunakan jaw crusher untuk mengecilkan bijih dari tambang menjadi ukuran kurang dari 20 mm.

Tahap grinding umumnya dilakukan dengan dengan ball mill yang akan mengecilkan produk keluaran crushing berukuran 20 mm menjadi berukuran kurang dari 100 mikron.

Tahap berikutnya adalah pemisahan cara magnetic dengan menggunakan drum magnetic separator cara basah.

Produk Hasil magnetic separation yang mengandung sebagian besar Mineral yang terpengaruh oleh medan magnet, selanjutnya disebut sebagai magnetic. Sedangkan keluaran yang sebagian besar tidak terpengaruh medan magnet disebut non magnetic.

Karakteristik Mineral Dalam Medan Magnet

Respon atau perilaku mineral paramagnetic, diamagnetic dan ferromagnetic terhadap medan magnet dapat dilihat pada gambar berikut:

Karakteristik Mineral Dalam Medan Magnet
Karakteristik Mineral Dalam Medan Magnet

Dari gambar dapat dilihat bahwa bagaimana respon dari ketiga mineral yang memiliki susceptibility berbeda. Ketiga Mineral berada dalam medan magnet dengan kuat medan dalam satuan A/m.

Mineral magnetite memberikan respon yang sangat kuat. Intensitas magnetisasinya meningkat secara eksponesial hingga mencapai nilai saturasinya. Setelah jenuh, berapapun kuat medan yang diberikan tidak lagi mempengaruhi perubahan intensitas kemagnetannya.

Intensitas magnetisasi mineral Hematite meningkat secara linear dengan meningkatnya kuat medan. Peningkatan ini jauh lebih lambat dibanding dengan magnetite.

Sedangkan kuarsa tidak menunjukkan respon terhadap medan magnet yang diberikan.Berapun kuat medan yang diberikan, kuarsa cenderung tidak terpengaruh. Bahkan kuarsa relative memberikan respon negative, yang ditunjukkan dengan sedikit turunnya  intensitas magnetisasinya.

Mekanisme Pemisahan Secara Magnetik

Pemisahan secara megnetik yang diaplikasikan untuk mineral bijih tergantung pada kompetisi dari gaya gaya yang dimiliki oleh tiap-tiap partikel mineral. Gaya yang bekerja pada setiap partikel mineral tergantung separator yang dipakai.

Pemisahan mineral bijih yang menggunakan drum separator dengan cara basah, maka partikel akan mengalami atau memiliki empat  gaya.

Keempat gaya tersebut adalah gaya magnet yang dinotasikan dengan Fm, gaya gravitasi dinotasikan dengan Fg, gaya drag dinotasikan dengan Fd, dan gaya sentrifugal yang dinotasikan dengan Fc.

Gaya-gaya ini akan menentukan posisi dan perilaku partikel mineral dalam alat separator. Gambar berikut menunjukkan gaya- gaya pada partikel mineral yang berada dalam pengaruh medan magnet di permukaan drum yang berputar.

Gambar Gaya- Gaya Yang Bekerja Pada Partikel Mineral
Gambar Gaya- Gaya Yang Bekerja Pada Partikel Mineral Pemisahan Cara Magnetik

Partikel mineral akan tertarik atau terlempar dari permukaan drum tergantung pada nilai entrapment ratio-nya. Entrapment ratio adalah rasio Gaya magnet terhadap penjumlahan gaya sentrifugal,  gaya gravitasi dan gaya drag.

Rumus Entrapment Ratio

Besarnya Entrapment ratio yang dimiliki oleh sebuah partikel dapat dinyatakan dengan menggunakan  persamaan berikut:

ER = Fm /(Fc + F+ Fd)

ER = Entrapment ratio,

Fm  = gaya magnet

Fc = gaya sentrifugal

F= gaya gravitasi

Fd = gaya gesek drag

Jika partikel mineral memiliki nilai entrapment rasio lebih daripada satu, ER > 1, maka partikel tersebut akan tertarik dan tetap nempel dipermukaan drum separator. Pada kondisi ER > 1, artinya medan magnet  memberikan pengaruhnya jauh lebih besar dibanding dengan total dari tiga gaya lainya.

Ketika partikel mineral memiliki entrapment rasio kurang daripada satu ER < 1, maka partikel tersebut akan terlempar atau tertolak dari permukaan drum separator. Pada kondisi ER < 1, medan magnet kurang berpengaruh dibanding dengan total tiga gaya lainnya.

Pengaruh Ukuran Partikel Pada Entrapment Ratio

Jika operasi pemisahan dilakukan pada bijih yang memiliki rentang ukuran yang sempit,  maka gaya drag dapat diabaikan. Sehingga Entrapment ratio berubah menjadi rasio gaya magnet terhadap gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.

ER = Fm / (Fc + Fg)

Partikel mineral akan memiliki tiga gaya yaitu gaya magnet, gaya sentrifugal dan gaya gravitasi. Posisi dan perilaku partikel selama pemisahan tergantung pada resultan ketiga gaya ini.

Alat Pemisah Magnetik, Magnetic Separator

Ditinjau dari kekuatan atau intensitas medan magnetnya, magnetic separator dibagi dalam dua jenis separator yaitu Low Intensity Magnetic Separator atau LIM separator dan High Intensity Magnetic Separator atau HIM separator. Baik LIM separator maupun HIM separator dapat digunakan secara basah atau kering.

Contoh Gambar Alat Pemisah Magnetik, Magnetic Separator
Contoh Gambar Alat Pemisah Magnetik, Magnetic Separator

Pemisahan cara basah umumnya menggunakan LIM separator, dan digunakan untuk mineral yang memiliki suscepibilty tinggi. LIM separator mampu memisahkan bijih dalam jumlah yang besar. Sedangkan HIM separator mempunyai kapasitas rendah dan umumnya digunakan untuk mineral yang memiliki susceptibility rendah.

Mekanisme Pemisahan Bijih Mineral Dengan Magnetic Separator
Mekanisme Pemisahan Bijih Mineral Dengan Magnetic Separator

Pengaruh Variabel Operasi Pada Magnetic Separation

Beberapa factor yang berpengaruh terhadap pemisahan terdapat pada peralatan yang tidak bisa lagi dirubah. Sehingga factor-faktor tersebut menjadi konstan pengaruhnya terhadap partikel mineral. Untuk separator dengan magnet permanen, maka medan magnet tidak dapat dirubah, artinya gaya magnet akan konstan selama pemisahan.

Diameter drum merupakan salah satu variable yang juga konstan. Sehingga pengaruhnya juga akan tetap pada saat dipakai untuk pemisahan.

Beberapa variable dapat diubah-ubah selama atau saat pemisahan dilakukan. Gambar menunjukkan pengaruh beberapa variable operasi untuk pemisahan secara magnetic.

Pengaruh Variabel Operasi Dan Alat Pada Magnetic Separation.
Pengaruh Variabel Operasi Dan Alat Pada Magnetic Separation.

Dari gambar tersebut diketahui bahwa perolehan mineral magnetic dipengaruhi diantaranya oleh: medan magnet, ukuran mineral, kecepatan fluida dan radius drum. Perolehan mineral magnetik akan meningkat ketika medan magnet yang digunakan lebih besar.

Sebagian magnetik akan masuk jalur tailing pada kecepatan fluida yang besar. Pemisahan yang dilakukan pada ukuran mineral yang besar dapat meningkatkan perolehan mineral magnetik.

Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.

Pengertian Material - Burden . Pada gambar di bawah dapat dilihat kebutuhan bahan baku/material yang dibutuhkan untuk terjadinya proses reduksi bijih besi...

Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media

Diameter dan berat total grinding media yang akan digunakan dalam ball mill dapat ditentukan dengan menggunakan lembar kerja di bawah. Masukkan data yang...

Pengolahan Bijih Emas Dan Perak

Pengertian Karakteristik Bijih Emas.  Bijih  emas secara umum dapat diklasifikasikan menjadi  bijih free milling dan refractory . Tipe free milling m...

Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi

Pengolahan Bijih Emas Perak . Secara industrial, proses ekstraksi emas dengan menggunakan merkuri praktis sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini karena merkuri...

Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone

Pengertian Kalsinasi, Calcination: Pengertian Kalsinasi adalah. Kata kalsinasi berasal dari bahasa Latin yaitu calcinare yang artinya membakar kapur....

Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing

Pengertian Pelletisasi Bijih Besi Proses pelletizing adalah proses aglomerasi/penggumpalan konsentrat bijih atau mineral yang berukuran halus, umumnya...

Proses Reduksi Bijih Besi, Pembuatan Sponge Besi Pada Rotary Kiln, Tanur Putar.

Skematika Lay Out Tahapan Pembuatan Sponge Besi.  Pabrik pembuatan besi spons (sponge iron) terdiri dari beberapa Peralatan utama yaitu sistem pengumpanan ...

Tahap Metoda Pengolahan Batubara

Pengertian Pengolahan Batubara. Batubara sudah mulai terbentuk jauh sebelum manusia lahir di bumi. Diperkirakan pada awal sejarah planet bumi. Beberapa...

Tahap Pengolahan Bijih Mineral Tembaga

Karakterisasi Bijih Tembaga. Umumnya Tembaga ditemukan di kerak bumi dalam bentuk mineral-mineral tembaga sulfida seperti chalcocite (Cu2 S) dan bornite...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Nikel Laterite

Pengertian Bijih Nikel, Pada lapisan bumi, Genesa endapan nikel terdapat dalam dua bentuk yang bebeda, yaitu nikel sulfida dan nikel laterite atau nikel...

Tahap Proses Pengolahan Bijih Timah

Karakterisasi Bijih Timah.  Bijih  timah yang ditambang di Indonesia umumnya adalah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut sebagai endapan t...

Teori Kominusi: Pengertian Tujuan - Diagram Alir - Alat Crushing Grinding – Gaya Pengecilan Ukuran

Pengertian Kominusi: Kominusi merupakan salah satu tahapan yang diterapkan pada pengolahan bijih, mineral atau bahan galian secara umum. Umumnya bijih,...

Teori Crusher: Prinsip Kerja - Jenis Jaw Crusher – Cone Crusher - Gyratory Crusher - Roller Crusher

Prinsip Kerja Operasi Peremukan, Crushing: Operasi crushing biasanya melibatkan beberapa tahapan yaitu primary crushing, secondary crushing dan tertiary...

Teori, Tipe, Jenis Alat Mesin Penggerusan, Grinding

Definisi Pengertian Penggerusan, Grinding.  Operasi penggerusan merupakan tahap akhir dari operasi pengecilan ukuran bijih, atau kominusi. Pada tahap ...

Mekanisme Penggerusan Pada Ballmill, Grinding Operation

Mekanisme Penggerusan.  Penngecilan ukuran pada pengggerusan, grinding tergatung pada seberapa besar peluang dari partikel bijih untuk dapat digerus. ...

Daftar Pustaka:

  1. Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
  2. Wills, B.A. and T.J. Napier-Munn., 2006, “Minerral Processing Technology, Elsevier Science And Technology Book, Queensland
  3. Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son, New York.
  4. Currie, M. John, 1973, “Unit Operation in Mineral Processing”, British Columbia Institue of Technology, British Columbia, Burnaby
  5. Mular, L., Andrew, 2000, “Elements of Mineral Process Engineering”, Unversity of British Columbia, Vancouver, B. C., V6T 1Z4, Canada.
  6. Gupta, A. Yan, D. S., 2006, “Mineral Processing Design and Operation”, Perth, Australia.
  7. Gaudin, AM., 1939, “Principles of Mineral Dressing”, Mc. Graw Hill Book Company Inc, New York.
  8. Taggart AF., 1987, “Hand Book of Mineral Dressing”, John Willey and Sons, New York.
  9. King, R.P, 2001, “Modeling & Simulation of Mineral Processing Systems, Department of Metallurgical Engineering, University of Utah, USA.
  10. Evertsson, C.M. and Bearman, R.A., “1997, “Investigation of interparticle breakage as applied to cone crushing, Minerals Engineering, vol. 10, no. 2, February, pp. 199-214.
  11. Metso Minerals., 2008, “Crushing and Screening Handbook”, 3rd ed., Tampere: Metso Minerals).
  12. , 2006, “Basics in Minerals Processing”, 5th Edition, Section 4 – Separations, Metso Minerals.
  13. Pryor A. EJ., 1965, “Reader In Mineral Dressing”, University of London, Mining Publication, Salisbury House, London.
  14. Ardra.Biz, 2019, ” Kajian tentang Pengertian Pemisahan Cara Magntic atau  Magnetic separation dengan Prinsip Pemisahan cara magnetic. Contoh contoh mineral magnetic dan Contoh mineral non-magnetic berdasar Magnetic susceptibility.
  15. Ardra.biz, 2019, “Nilai Optimal Entrapment Ratio pada Rasio gaya magnet terhadap gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.
  16. Ardra.biz, 2019, ” Studi dan Contoh Bijih yang diolah Magnetic Separator dengan Mekanisme Pemisahan Secara Magnetik dan Gaya-Gaya Yang Bekerja Pemisahan Magnetic Separation. ER > 1 artinya partikel     tertarik    nempel. ER < 1 artinya partikel terlempar tertolak.
  17. Ardra.biz, 2019, “Nilai Optimal Entrapment Ratio pada Rasio gaya magnet terhadap gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.
  18. Ardra.Biz, 2019, ” Artikel atau makalah What is Entrapmen Ratio dengan Rumus Persamaan Entrapment Ratio dan Contoh Cara Hitung Entrapment Ratio. Prinsip Kerja Magnetic Separation dengan Gaya Pada Magnetic Separation
  19. Ardra.Biz, 2019, “Kajian dalam makalah Contoh Alat Pemisah Magnetik. Mesin Magnetic Separator pada Jenis Tipe magnetic separator yang Low Intensity Magnetic Separator atau LIM separator dan High Intensity Magnetic Separator atau HIM separator.
  20. Ardra.Biz, 2019, ” Studi pada Magnetic Separator Untuk Susceptibility Rendah dengan Pengaruh Medan Magnet Pada Magnetic Separation. Pengaruh Ukuran Bijih Pada Magnetic Separation
  21. Ardra.Biz, 2019, ‘ Studi tentang Pengaruh Persen Solid Pada Magnetic Separation. Faktor yang Mempengaruhi Pengolahan cara Magnetic Separation.

Versi Lama

Mineral-meineral yang masuk dalam kelompok mineral magnetic misalnya: magnetite, hematite, ilmenit, siderite, monazite. Sedangkan mineral-mineral yang dikelompokan dalam mineral non-magnetic misalnya: kuarsa, mika, corundum, gypsum, zircon, feldspar.Kemampuan mineral dalam merespon medan magnet disebut magnetic susceptibility.

Berdasarkan pada magnetic susceptibility mineral dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Paramagnetic mineral seperti hematite, ilmenit, pyrhotite.
  2. Diamegnetic mineral: kuarsa feldspar.
  3. Ferromagnetic: besi, magnetite.

Mineral-mineral paramagnetic memiliki sifat kemagnetan yang rendah. Artinya mineral-mineral ini hanya  memberikan respon terhadap medan magnet yang besar. Mineral-mineral diamagnetic merupakan kelompok mineral yang tidak memiliki sifat kemgnetan. Kelompok mineral ini tidak memberikan respon terhadap medan magnet.

Mineral magnetite merupakan mineral yang memiliki sifat kemagnetan yang tinggi. Magnetite akan tertarik oleh medan magnet yang relatif rendah sekalipun. Karena sifatnya ini, maka mineral magnetite dikelompokan dengan besi sebagai ferromagnetic.

Gambar 1. Menunjukkan respon dari tiga mineral yang memiliki susceptibility berbeda. Ketiga Mineral berada dalam medan magnet dengan kuat medan dalam satuan A/m. Mineral magnetite memberikan respon yang sangat kuat.

Intensitas magnetisasinya meningkat secara eksponesial hingga mencapai nilai saturasinya. Setelah jenuh, berapapun kuat medan yang diberikan tidak lagi mempengaruhi perubahan intensitas kemagnetannya.

Intensitas magnetisasi mineral Hematite meningkat secara linear dengan meningkatnya kuat medan. Peningkatan ini jauh lebih lambat dibanding dengan magnetite. Sedangkan kuarsa tidak menunjukkan respon terhadap medan magnet yang diberikan.

Berapun kuat medan yang diberikan, kuarsa cenderung tidak terpengaruh. Bahkan kuarsa relative memberikan respon negative, yang ditunjukkan dengan sedikit turunnya  intensitas magnetisasinya.

Mekanisme Pemisahan Secara Magnetik

Pemisahan secara megnetik yang diaplikasikan untuk bijih tergantung pada kompetisi dari gaya gaya yang dimiliki oleh tiap-tiap partikel mineral. Gaya yang bekerja pada setiap partikel mineral tergantung separator yang dipakai. Pemisahan bijih yang menggunakan drum separator dengan cara basah, maka partikel akan mengalami atau memiliki empat  gaya.

Keempat  gaya tersebut adalah gaya magnet yang dinotasikan dengan Fm , gaya gravitasi dinotasikan dengan Fg, gaya drag dinotasikan dengan Fd, dan gaya sentrifugal yang dinotasikan dengan Fc.

Gaya-gaya ini akan menentukan posisi dan perilaku partikel mineral dalam separator. Gambar 2 menunjukkan gaya-gaya pada partikel mineral yang berada dalam pengaruh medan magnet di permukaan drum yang berputar.

Partikel mineral akan tertarik atau terlempar dari permukaan drum tergantung pada nilai entrapment ratio-nya. Entrapment ratio adalah rasio Gaya magnet terhadap gaya sentrifugal,  gaya gravitasi dan gaya drag. Entrapment ratio dinyatakan dalam persamaan berikut:

entrapment ratio, ER = Fm /(Fc + F+ Fd)

Jika partikel mineral memiliki nilai entrapment rasio lebih daripada satu, ER > 1, maka partikel tersebut akan tertarik dan tetap nempel dipermukaan drum separator. Pada kondisi ER > 1, artinya medan magnet  memberikan pengaruhnya jauh lebih besar dibanding dengan total dari tiga gaya lainya.

Ketika partikel mineral memiliki entrapment rasio kurang daripada satu ER < 1, maka partikel tersebut akan terlempar atau tertolak dari permukaan drum separator. Pada kondisi ER < 1, medan magnet kurang berpengaruh dibanding dengan total tiga gaya lainnya.

Jika operasi pemisahan dilakukan pada bijih yang memiliki rentang ukuran yang sempit,  maka gaya drag dapat diabaikan. Sehingga Entrapment ratio berubah menjadi rasio gaya magnet terhadap gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.

Entrapment Ratio, ER = Fm / (Fc + Fg)

Partikel mineral akan memiliki tiga gaya yaitu gaya magnet, gaya sentrifugal dan gaya gravitasi. Pasisi dan perilaku partikel selama pemisahan tergantung pada resultan ketiga gaya ini.

Alat Pemisah Magnetik, Magnetic Separator

Ditinjau dari kekuatan atau intensitas medan magnetnya, magnetic separator dibagi dalam dua jenis separator yaitu Low Intensity Magnetic Separator atau LIM separator dan High Intensity Magnetic Separator atau HIM separator. Baik LIM separator maupun HIM separator dapat digunakan secara basah atau kering.

Pemisahan cara basah umumnya menggunakan LIM separator, dan digunakan untuk mineral yang memiliki suscepibilty tinggi. LIM separator mampu memisahkan bijih dalam jumlah yang besar. Sedangkan HIM separator mempunyai kapasitas rendah dan umumnya digunakan untuk mineral yang memiliki susceptibility rendah.

Pengaruh Variabel Operasi Pada Magnetic Separation

Beberapa factor yang berpengaruh terhadap pemisahan terdapat pada peralatan yang tidak bisa lagi dirubah. Sehingga factor-faktor tersebut menjadi konstan pengaruhnya terhadap partikel mineral. Untuk separator dengan magnet permanen, maka medan magnet tidak dapat dirubah, artinya gaya magnet akan konstan selama pemisahan. Diameter drum merupakan salah satu variable yang juga konstan. Sehingga pengaruhnya juga akan tetap pada saat dipakai untuk pemisahan.

Beberapa variable dapat diubah-ubah selama atau saat pemisahan dilakukan. Gambar 4 menunjukkan pengaruh beberapa variable operasi untuk pemisahan secara magnetic.

Dari gambar tersebut diketahui bahwa perolehan mineral magnetic dipengaruhi diantaranya oleh: medan magnet, ukuran mineral, kecepatan fluida  dan radius drum. Perolehan mineral magnetik akan meningkat ketika medan magnet yang digunakan lebih besar. Sebagian magnetik akan masuk jalur tailing pada kecepatan fluida yang besar. Pemisahan yang dilakukan pada ukuran mineral yang besar dapat meningkatkan perolehan mineral magnetik.

Tahapan, Rancangan Pengolahan Bijih Besi Magnetit.

Karakteristik Bijih Besi Magnetit.

Bijih besi magnetit memiliki sifat kemagnetan yang tinggi dibandingkan dengan mineral gangue-nya. Perbedaan sifat ini yang dimanfaatkan untuk memisahkan kedua jenis mineral tersebut. Karena sifat magnet yang digunakan untuk pemisahannya, maka alat yang digunakan adalah magnetic separator.

Kadar Fe di Bijih relative rendah, dan sebagian besar Fe berada pada mineral besi magnetit yang berukuran antar 200 – 500 mikron. Untuk mendapatkan mineral besi dengan derajat liberasi tinggi, maka ukuran pemisahan harus lebih kecil dari 200 mikron.

Mineral besi terdistribusi secara tidak merata di fragmen batuan. Sebagian gangue maupun mineral besi sudah terliberasi pada ukuran lebih besar dari 200 mikron. Pada ukuran ini bijih sudah dapat dipisah untuk mengeluarkan gangue yang terliberasi. Pemasangan magnetic separator pada tahap ini dimanfaatkan untuk membuang gangue mineral yang sudah terliberasi.

Pada ukuran < 75 mikron, mineral besi dan gangue memiliki derajat liberasi sangat tinggi, lebih besar dari 95 %. Pada ukuran ini mineral besi dan gangue dapat dipisah dengan target recovery dan kadar mineral besi di konsentrat tinggi. Pemasangan magnetic separator pada tahap ini dimaksudkan untuk mengeluarkan gangue yang pada tahap sebelumnya masih middling ke jalur tailing dan mengambil mineral besi masuk ke konsentrat.

Diagram/Alur Tahapan Pengolahan Bijih Besi Magnetit.

Pengolahan Bijih besi magnetic ditetapkan dengan melibatkan tiga kali pemisahan dengan menggunakan magnetic separator. Tahap pertama dilakukan sebelum operasi grinding. Ukuran pemisahan yang digunakan adalah ukuran bijih produk operasi crushing. Tujuan pemisahan ini adalah untuk mengeluarkan material yang tidak harus masuk dalam Ball Mill, seperti: gangue mineral yang sudah terliberasi, tanah, tanaman yang terbawa dari tambang, batuan selain bijih, dan kotoran lainnya. Hal ini dapat mengurangi beban kerja dari Ball Mill.

Rancangan Pemisahan Bijih Besi Magnetite
Gambar 1.  Rancangan Pemisahan Bijih Besi Magnetite

Pemisahan tahap kedua dilakukan terhadap bijih yang merupakan produk dari operasi Ball Mill 1. Ukuran pemisahannya adalah 400 mikron. Tujuan pemisahan secara magnetis ini adalah untuk membuang mineral gangue yang sudah terliberasi pada ukuran tersebut. Jumlah bijih yang di gerus pada tahap berikutnya akan lebih kecil. Sehingga secara keseluruhan daya listrik menjadi lebih rendah.

Syarat yang harus diperhatikan pada pemisahan ini adalah mendapatkan sebanyak mungkin mineral besi, namun membuang sebanyak mungkin mineral gangue. Operasi pemisahan harus menghasilkan recovery  mineral besi tinggi. Jadi medan magnet yang digunakan harus besar. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya mineral midlling yang masuk jalur tailing.

Pemisahan secara magnetis tahap ketiga merupakan pemisahan tahap akhir. Ukuran pemisahannya adalah ukuran produk dari operasi Ball Mill yaitu 75 mikro. Ukuran ini adalah ukuran dari konsentrat akhir. Tujuan dari pemisahan ini adalah untuk meningkatkan kadar mineral besi sampai sesuai dengan target pengolahan. Syarat yang harus diperhatikan adalah konsentrat harus memiliki kadar mineral besi yang tinggi tanpa harus mengorbankan turunnya recovery mineral besi.

Neraca Bahan Pemisahan Secara Magnetit

Untuk dapat menyelesaikan neraca bahan seperti pada bagan alir pemisahan di Gambar 1, maka diperlukan data-data recocery dan kadar Fe di konsentrat dari tiap-tiap operasi pemisahannya.

Untuk pemisahan tahap pertama dibutuhkan data Recovery dan kadar Fe di konsentrat yang menggunakan ukuran pemisahan 20 mm. Gunakan grafik yang merepresentasikan pengaruh ukuran bijih terhadap kadar dan recovery Fe dari Hasil Simulasi Crushing Dan Magnetic Separation. Pengaruh Ukuran Bijih Besi Terhadap Kadar dan Recovery Fe .

Untuk pemisahan tahap kedua dibutuhkan data Recovery dan kadar Fe di konsentrat yang menggunakan ukuran pemisahan 400 mikron. Gunakan grafik yang merepresentasikan pengaruh ukuran bijih terhadap kadar dan recovery dari  Hasil Simulasi Grinding Dan Magnetic Separation Tahap Satu. Pengaruh Ukuran Bijih Besi Terhadap Kadar dan Recovery Fe .

Untuk pemisahan tahap ketiga dibutuhkan data Recovery dan kadar Fe di konsentrat yang menggunakan ukuran pemisahan 75 mikron. Gunakan grafik yang merepresentasikan pengaruh ukuran bijih terhadap kadar dan recovery Fe dari Hasil Simulasi Crushing Dan Magnetic Separation Tahap Dua. Pengaruh Ukuran Bijih Besi Terhadap Kadar dan Recovery Fe.

Untuk dapat menyelesaikan Neraca Bahan seperti pada diagram pengolahan di atas, gunakan persaman-persamaan perhitungan recovery dan neraca bahan yang terdapat pada artikel sebelumnya.

Pengaruh Ukuran Partikel Pada Magnetic Separation: Kadar Recovery Bijih Besi

Kadar Dan Recovery Fe Pada Produk Grinding Tahap Satu. Pada gambar di bawah dapat dilihat kandungan dan recovery Fe dalam bijih besi hasil operasi...

Membuat Rancangan Pengolahan Bijih

Perhitungan Neraca Bahan Pada Rancangan Pengolahan Bijih. Diagram pengolahan bijih secara keseluruhan dapat dilihat seperti gambar di bawah.Data-data...

Tahapan, Rancangan Pengolahan Bijih Besi Magnetit.

Karakteristik Bijih Besi Magnetit. Bijih besi magnetit memiliki sifat kemagnetan yang tinggi dibandingkan dengan mineral gangue -nya. Perbedaan sifat...

Desain Pabrik Pengecilan Ukuran, Crushing Plant

Operasi Kominusi Untuk Pengecilan Ukuran Bijih Crushing Plant merupakan tahapan pengolahan yang bertujuan untuk menyiapkan ukuran bijih agar sesuai...

Menentukan Cone Crusher: Kapasitas Daya Listrik Kurva Distribusi Ukuran Produk Umpan Maksimum CSS - CSS

Cone crusher adalah crusher yang umum digunakan sebagai secondary crusher. Sehingga pemilihan cone crusher ditentukan oleh model - jenis primary crusher...

Cara Menentukan Jaw Crusher: Tipe Kapasitas Daya Listrik Kurva Distribusi Ukuran Umpan Produk Closed Open Side Setting

Jaw Crusher: Jaw crusher merupakan alar – mesin yang umum digunakan untuk pengecilan ukuran (size reduction) material khususnya bahan galian tambang. M...

Menentukan Distribusi Ukuran Produk Cone Crusher

Distribusi Ukuran Bijih Hasil Operasi Cone Crusher.  Untuk mengetahui distribusi ukuran bijih setelah diremuk dengan Cone Crusher dapat menggunakan ...

Grizzy Feeder Screen: Cara Menentukan Kapasitas Daya Listrik Dimensi Ukuran Lubang Berat Umpan Grizzly Screen

Pengertian Grizzly Screen Ayakan Batang Sejajar : Grizzly adalah Ayakan yang terbuat dari batang yang disusun sejajar yang dapat dioperasikan dengan getaran...

Membuat Rancangan Pabrik Grinding Plant

Pengertian Definisi Operasi Penggerusan, Grinding Plant Operasi pengerusan atau grinding merupakan tahap pengecilan ukuran lanjutan dari operasi peremukan....

Cara Menentukan Ball Mill: Kapasitas Power Draft Listrik Grinding Media Umpan Persen Solid Kecepatan Putar Kritis

Ball mill merupaan alat atau ‘mill’ yang berfungsi untuk menggerus material - bahan galian tambang yang dipasang setelah sirkuit crushing plant. Ball mil...

Model Magnetic Pulley Seperator Belt Conveyor - Wet Drum Magnetic Separator

Menentukan Jenis, Tipe-Model Magnetic Separator. Magnetic Separator Untuk Pengolahan Bijih Besi Magnetit. Tipe atau jenis magnetic separator ditentukan...

Daftar Pustaka:

  1. Mular, L., Andrew, 2000, “Elements of Mineral Process Engineering”, Unversity of British Columbia, Vancouver, B. C., V6T 1Z4, Canada.
  2. Gupta, A. Yan, D. S., 2006, “Mineral Processing Design and Operation”, Perth, Australia.
  3. Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
  4. Ardra.Biz, 2019, “mineral pengotor. Magnetit, hematite, goethite, limonit, Neraca bahan pengolahan, neraca bahan pengolahan bijih, Karakteristik Bijih Besi Magnetit.
  5. Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son,  New York.
  6. Currie, M. John, 1973, “Unit Operation in Mineral Processing”, British Columbia Institue of Technology,  British Columbia, Burnaby
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kominusi pengolahan bijih, crushing pengolahan bijih, grinding pengolahan mineral bijih, tujuan pengolahan mineral bijih, Pengolahan mineral, Pengolahan bijih dan mineral, pengolahan bijih besi magnetit, diagram Pengolahan mineral,
  8. Sarangi, A., Sarangi, B., 2011,” Sponge Iron Production in Rotary kiln”, Eastern Economy Edition, PHI Learning Private limited, New Delhi
  9. Ardra.Biz, 2019, “Rumus Menghitung Kadar besi Fe Pengolahan Bijih Besi, Menentukan Kadar dan Recovery Fe Pabrik Pengolahan, operasi pemisahan bijih magnetic, Menentukan/Menghitung Laju Konsentrat Akhir Dari Pabrik Pengolahan,
  10. Tupkary, R. H., Tupkary, V. R.,  2007, “An Introduction To Modern Iron Making”, Third Edition, Khanna Publishers, Nath Market, nai Sarak, Delhi.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Perhitungan Neraca Bahan Pengolahan Bijih, Contoh Rancangan Pengolahan Bijih, Diagram pengolahan bijih, Rumus Material Balance Pengolahan Bijih,
  12. Ardra.Biz, 2019, Cara Mencari Recovery Pengolahan Bijih, Diagram Alir Pengolahan Bijih Timah, Diagran pengolahan batubara, Dasar Rancangan Pengolahan Mineral Bijih, Menentukan Menghitung Kapasitas Pabrik Pengolahan Bijih, Menghitung Kapasitas Pabrik Pengolahan Bijih,
  13. Ardra.Biz, 2019, “bagan Pengolahan mineral. crushing, grinding, magnetic separation, magnetic separator, recovery mineral besi, umpan, konsentrat, tailing, mineral besi, mineral gangue,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Cara Menghitung Laju Konsentrat dan Tailing Pengolahan Bijih, tailing adalah, concentrate adalah, pengolahan bijih adalah, tahap pengolahan bijih, alat mesin pengolahan bijih mineral, Crushing plant adalah, Grinding plant adalah,

Merancang Pabrik Pengolahan Bijih Mineral

Rancangan Pengolahan Bijih Besi MagnetiteAda beberapa data yang harus dipersiapkan sebelum memulai merancang suatu bagan atau alur pengolahan mineral. Data-data tersebut adalah:

  • komposisi kimia
  • uji mekanik (kekerasan, work index, dll))
  • sifat fisika (kemagnetan, kelistrikan, dll)
  • uji ayak (sieve analisys, distribusi ukuran umpan, ukuran produk)
  • Mineralografi (mikroskopk analisis, difratometry)
  • simulasi/uji  pemisahan bijih/mineral skala laboratorium.

Komposisi Kimia Bijih Besi Magnetite.

Hasil uji laboratorium untuk komposisi kimia bijih besi magnetic dapat dilihat pada table. Pengujian biasanya meliputi lima unsur yang terdiri dari unsur besi (Fe) sebagai unsur utama, Silikon (Si), Alumunium (Al), Phophor (P), dan Sulphur (S) sebagai elemen-elemen pengotor yang yang harus diketahui untuk mengevaluasi  tingkat keberhasilan pengolahan.

Tabel 1. menunjukkan komposisi kimia bijih besi asal Kalimantan Selatan. Sampel Bijih besi yang diuji adalah bijih besi primer.

Komposisi Kimia Bijih Besi Magnetite
Tabel 1. Komposisi Kimia Bijih Besi Magnetite

Kompisisi kimia bijih biasanya ditulis dalam bentuk senyawa oksida. Di laboratorium kimia, penentuan kandungan/kadar unsur-unsur yang terdapat dalam sampel bijih dilakukan dengan analisis basah, sampel bijih dilarutkan dalam reagen kimia tertentu, dengan kondisi tertentu pula. Pada analisis basah ini yang ditentukan adalah unsur, bukan senyawa.

Bila sampelnya adalah bijih besi, maka unsur Fe ditentukan atau dicari dengan cara pelarutan. Setelah diperoleh nilai Fe yang dinyatakan dalam persen berat, maka nilai persen Fe dikonversikan ke Fe-oksida secara stoikiometri menjadi Fe2O3 (hematite) atau Fe3O4 (magnetite). Begitu juga dengan unsur  Alumunium, yang ditentukan adalah unsur Al dalam persen berat, kemudian dikonversi ke Al2O3 (alumina).

Jadi penulisan senyawa oksida yang terdapat pada sertifikat hasil uji komposisi kimia sampel bijih merupakan konversi  dari unsur-unsurnya. Penulisan ini dapat menimbulkan salah interpretasi bagi kalangan tertentu. Terutama yang tidak mengerti bagaimana komposisi kimia dilakukan dan bagaimana karekteristik bijih atau mineral yang diuji.

Komposisi Mineral Besi.

Sebagian besar elemen Besi terdapat dalam mineral magnetite, sedangkan sisanya terdapat pada hematite, limonite, dan goethite. Mineral Magnetite merupakan mineral utama pada bijih besi magnetite diikuti oleh mineral besi lain dalam jumlah yang terbatas. Kehadiran mineral besi selain magnetite dapat menimbulkan konsekuensi pada pengolahan yaitu akan ada kecenderungan hilangnya sejumlah mineral besi ke tailing.

Mineral Besi Pada Bijih Besi Magnetite
Tabel 2. Mineral Besi Pada Bijih Besi Magnetite

Makroskopik Bijih Besi Magnetite.

Secara visual bijih besi magnetite tampak berwarna merah, namun bagian dalam atau permukaan patahan/belahan akan tampak berwarna gelap mengkilap. Warna permukaan yang merah menunjukkan telah terjadinya proses oksidasi atau pelapukan oleh lingkungan sekitarnya.

Bijih Besi Magnetite
Bijih Besi Magnetite

Mikroskopik Bijih Besi Magnetite.

Mineral besi terdistribusi tidak merata dalam fragmen batuan bijih dengan batas butir antara mineral besi (M) dan fragmennya sangat jelas, seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah. Ditemukan banyak poros dan retakan di batas butir maupun di dalam butir mineral besi. Ukuran poros mulai dari ukuran kecil, kurang daripada 10 mikron sampai poros ukuran besar, lebih daripada 500 mikron.

Poros dan retakan ini akan sangat membantu saat operasi pengecilan ukuran, baik operasi crushing  maupun grinding. Sebagian mineral besi berukuran antara 200 sampai 500 mikron dan sisanya berukuran kurang daripada 200 mikron.

Mikroskopik Bijh Besi Magnetite dan Gangue
Mikroskopik Bijh Besi Magnetite dan Gangue (Fragmen batuan)

Distribusi Ukuran Bijih Besi Magnetite.

Sieve Analysis Ukuran Umpan

Bijih besi yang akan diumpankan ke dalam pabrik pengolahan harus memiliki ukuran atau distribusi ukuran yang sudah disesuaikan dengan ukuran, jenis atau spesifikasi alat/mesin pengolahan. Pada gambar di bawah dapat dilihat distribusi ukuran bijih besi yang sudah siap diumpankan dalam pabrik pengolahan.

Ukuran terbesar adalah 50 cm atau 500 milimeter. Jika dari tambang ada yang lebih besar dari 500 mm, maka bijih tersebut harus dikeluarkan, dan dikecilkan dahulu sebelum dapat diteruskan untuk diolah.

Distribusi Ukuran Bijih Besi Magntite
Distribusi Ukuran Bijih Besi Magntite

Dari gambar diketahui bahwa lebih dari 80 % bijih berukuran kurang dari 420 mm. Ukuran ini akan menjadi acuan dalam penentuan variable operasi pengecilan ukuran bijih tahap pertama, yang biasa disebut crushing.

Simulasi Crushing dan Magnetic Separation.

Kadar dan recovery  Fe Bijih Besi Hasil Proses Crushing.

Pada gambar di bawah dapat dilihat kandungan dan recovery Fe dalam bijih besi hasil operasi crushing yang dipisah oleh pemisahan magnetik atau Magnetic Separator. Data ini digunakan jika rancangan pengolahan memasang magnetik separator sebelum operasi grinding.

Tujuan pemisahan ini adalah untuk mengurangi jumlah umpan yang masuk dalam operasi grinding. Pengotor seperti tanah, batuan selain bijih besi atau gangue dapat dibuang pada operasi pemisahan ini. Dengan demikan beban ball mill dapat berkurang.

Simulasi Crushing Dan Magnetic Separation
Hasil Simulasi Crushing Dan Magnetic Separation. Pengaruh Ukuran Bijih Besi Terhadap Kadar dan Recovery Fe

Rake Spiral Classifier: Tujuan Cara Kerja Rumus Circulating Load Ratio Overflow Underflow

Pengertian Classifier: Classsifier merupakan alat yang digunakan untuk pemisahan partikel (mineral bijih) berdasarkan pada kecepatan pengendapan di dalam...

Settling Pond: Fungsi Rumus Perhitungan Area Principle Contoh Soal Kolam Pengendapan

Pengertian Kolam Pengendapan – settling pond merupakan kolam tidak terlalu besar yang digunakan untuk mengendapkan partikel atau padatan yang tercampur d...

Ukuran Partikel: Sieve Analysis - Rumus Cara Ukur Mesh Diameter Nominal Partikel Arithmetic Geometry

Pengertian Definisi Ukuran Dan Distribusi Ukuran Partikel.  Ukuran partikel mineral atau bahan lainnya akan mudah ditentukan jika dimensinya relative ...

Cara Kerja Screen: Mekanisme - Rumus Efisiensi Undersize - Circulating Load Ratio Oversize - Neraca Bahan Ayakan

Pengertian Pengayakan, Pengayakan – proses screen adalah pemisahan partikel partikel berdasarkan pada ukuran relatif antara ukuran partikel yang akan d...

Screen Ayakan: Tujuan Jenis Punched Plate - Woven Wire – Grizzly, Jenis Vibrator Sscreen Unbalance Pulley Sumbu Eksentrik Electromagnet

Pengertian Screening:   sieving atau pengayakan merupakan operasi pemisahan partikel atau material secara mekanis yang didasarkan pada perbedaan ukuran. ...

Cara Membuat Tabel Grafik Kurva Sieve Analysis – Persamaan Gaudin – Schuhmann

Persamaan Distribusi Partikel Gaudin – Schuhmann : Cara yang paling umum merepresentasikan ukuran dan distribusi partikel adalah menggunakan grafik atau k...

Menentukan Nilai k Dan m Untuk Persamaan Distribusi Ukuran Partikel

Cara Menentukan Ukuran Produk Jaw Crusher . Untuk dapat menentukan nilai k dan m harus dimulai dengan melogaritmikkan nilai kolom 1 dan kolom 5 dari tabel...

Menentukan Kecepatan Pengendapan Partikel Dalam Fluida, Hukum Stokes, Newton

Pengertian Penjelasan Hukum Stokes. Kecepatan pengendapan partikel dalam fluida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan menurut hukum Stoke atau...

Teori Pengolahan Bahan Galian Mineral Bijih: Prinsip - Tujuan - Recovery - Konsentrat - Tailing - Kadar Mineral Berharga

Pengertian Pengolahan Bijih atau dalam pengertian yang lebih luas lagi biasa disebut dengan pengolahan bahan galian, mineral dressing, mineral beneficiation...

Kebutuhan- Material Balance, Reduksi Bijih Besi Pada Rotary Kiln, Consumption Rate.

Pengertian Material - Burden . Pada gambar di bawah dapat dilihat kebutuhan bahan baku/material yang dibutuhkan untuk terjadinya proses reduksi bijih besi...

Menentukan Diameter Dan Berat Media Gerus, Grinding Media

Diameter dan berat total grinding media yang akan digunakan dalam ball mill dapat ditentukan dengan menggunakan lembar kerja di bawah. Masukkan data yang...

Pengolahan Bijih Emas Dan Perak

Pengertian Karakteristik Bijih Emas.  Bijih  emas secara umum dapat diklasifikasikan menjadi  bijih free milling dan refractory . Tipe free milling m...

Proses Ekstraksi Emas Cara-Metoda Amalgamasi

Pengolahan Bijih Emas Perak . Secara industrial, proses ekstraksi emas dengan menggunakan merkuri praktis sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini karena merkuri...

Proses Kalsinasi Batu Kapur, Pengolahan Limestone

Pengertian Kalsinasi, Calcination: Pengertian Kalsinasi adalah. Kata kalsinasi berasal dari bahasa Latin yaitu calcinare yang artinya membakar kapur....

Proses Pembuatan Pellet Bijih Besi, Pelletizing

Pengertian Pelletisasi Bijih Besi Proses pelletizing adalah proses aglomerasi/penggumpalan konsentrat bijih atau mineral yang berukuran halus, umumnya...

Daftar Pustaka:

  1. Mular, L., Andrew, 2000, “Elements of Mineral Process Engineering”, Unversity of British Columbia, Vancouver, B. C., V6T 1Z4, Canada.
  2. Gupta, A. Yan, D. S., 2006, “Mineral Processing Design and Operation”, Perth, Australia.
  3. Sarangi, A., Sarangi, B., 2011,” Sponge Iron Production in Rotary kiln”, Eastern Economy Edition, PHI Learning Private limited, New Delhi
  4. Wills, B., A., 1988, “Mineral Processing Technology”, Pergamon Press, Oxford
  5. Kelly, E.,G., 1982, “Introduction to Mineral Processing”, John Wiley & Son,  New York.
  6. Currie, M. John, 1973, “Unit Operation in Mineral Processing”, British Columbia Institue of Technology,  British Columbia, Burnaby
  7. Tupkary, R. H., Tupkary, V. R.,  2007, “An Introduction To Modern Iron Making”, Third Edition, Khanna Publishers, Nath Market, nai Sarak, Delhi.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh menentukan alat mesin pengolahan bijih mineral, bagan Pengolahan mineral. crushing, Cara Mencari Recovery Pengolahan Bijih, Cara Menghitung Laju Konsentrat dan Tailing Pengolahan Bijih,
  9. Ardra.biz, 2019, “concentrate adalah, Contoh Rancangan Pengolahan Bijih, Contoh Soal Perhitungan Neraca Bahan Pengolahan Bijih, crushing pengolahan bijih, Crushing plant adalah, Dasar Rancangan Pengolahan Mineral Bijih,
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Beberapa Karakteristik Bijih Besi Magnetit. dan Kominusi pengolahan bijih, konsentrat, limonit, Magnetic separation, magnetic separator, Menentukan Kadar dan Recovery Fe Pabrik Pengolahan,
  11. Ardra.biz, 2019, ” Contoh Membuat Diagram Alir Pengolahan Bijih Besi, Contoh Diagram pengolahan bijih, diagram Pengolahan mineral, Diagran pengolahan batubara, goethite, grinding, grinding pengolahan mineral bijih, Grinding plant adalah, hematite,
  12. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian Magnetit, Neraca bahan pengolahan, neraca bahan pengolahan bijih, operasi pemisahan bijih magnetic, Pengeolahan pengolahan bijih adalah, pengolahan bijih besi magnetit, Pengolahan bijih dan mineral,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Pengolahan mineral, recovery mineral besi, Rumus Material Balance Pengolahan Bijih, Contoh Rumus Menghitung Kadar besi Fe Pengolahan Bijih Besi, tahap pengolahan bijih, pengertian tailing, tailing adalah, tujuan pengolahan mineral bijih, umpan
  14. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Menentukan dan Contoh Menghitung Kapasitas Pabrik Pengolahan Bijih, Contoh Menentukan dan cara Menghitung Laju Konsentrat Akhir Dari Pabrik Pengolahan,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Menghitung Kapasitas Pabrik Pengolahan Bijih, mineral besi, mineral gangue, mineral pengotor.
error: Content is protected !!