Total Aktiva, Aktiva Lancar, Tetap dalam Laporan Keuangan. Contoh Cara Perhitungan

Pengertian Aktiva. Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai akibat dari kegiatan masa lalu dan mendapatkan manfaat atau keuntungan di masa depan.

Aktiva Lancar. Current Assets

Aktiva lancar adalah aktiva yang berupa uang tunai atau aktiva yang mudah dijual dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Aktiva lancar merupakan harta yang dalam satu masa perputaran kegiatan usaha (umumnya satu tahun) dapat dicairkan atau dijual atau dipakai habis.

Contoh Aktiva Lancar

Yang termasuk dalam katagori aktiva lancar adalah kas dan bank, surat-surat berharga yang mudah dijual, wesel tagih, persediaan, deposito jangka pendek, piutang usaha dan piutang lain yang akan direalisasikan dalam jangka waktu satu tahun

Aktiva Lancar Kas

Kas merupakan harta atau aset yang paling likuid yang dimiliki sebuah perusahaan. Kas merupakan alat pertukaran yang digunakan sebagai dasar pengukuran dalam akuntansi.

Agar dapat dilaporkan sebagai kas, maka pos bersangkutan harus siap tersedia untuk pembayaran kewajiban lancar dan harus bebas dari ikatan kontraktual yang membatasi penggunaannya dalam pemenuhan utang.

Kas akan memberikan dukungan terhadap seluruh operasional pada perusahaan. Jika kas yang mengalir mengalami gangguan, maka opersional perusahaanpun juga akan mengalami gangguan.

Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya.

Contoh Aktiva Lancar Kas

Termasuk dalam pengertian kas adalah simpanan dalam bank dalam bentuk tabungan, deposito maupun giro atau tempat- tempat lain yang dapat diambil sewaktu- waktu.

Kas terdiri dari uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, rekening tabungan, traveller’s checks, cek kasir (cashier’s,  chekswesel bank ( bank draft), dan money order.

Aktiva Lancar  Piutang

Piutang adalah jumlah klaim atau tagihan kepada pihak lain dalam bentuk uang. Tagihan ini bisa dilakukan terhadap individu, perusahaan atau organisasi lainnya.

Contoh Aktiva Lancar Piutang

Contoh transaksi transaksi yang menimbulkan piutang antara lain adalah penjualan barang atau jasa secara kredit, pemberian pinjaman kepada nasabah atau karyawan, memberi uang muka pada anak perusahaan.

Aktiva Lancar Piutang Wesel atau Wesel Tagih

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dibedakan menjadi dua yaitu:

a). wesel berbunga adalah wesel yang mempunyai tingkat bunga yang ditetapkan

b). wesel tanpa bunga adalah wesel yang bunganya sudah termasuk didalam jumlah nominalnya sehingga bunga tidak dinyatakan secara eksplisit.

Aktiva Lancar Persediaan

Persedian merupakan jenis aset produktif yang dimiliki oleh perusahaan. Persediaan merupakan aset yang mempunyai keterkaitan langsung dengan pendapatan perusahaan.

Jika tingkat perputaran aset persediaan lambat, maka dapat dipastikan proses perolehan pendapatan perusahaan lambat pula dan sebaliknya jika pertputarannya cepat proses perolehan pendapatan perusahaan juga cepat.

Yang termasuk dalam persediaan (inventory) sebagai aset adalah:

a). Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal

b). Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau

c). Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Aktiva Lancar Surat Berharga Jangka Pendek

Aset lancar lain yang sering nampak dalam neraca perusahaan adalah investasi aset keuangan atau sering disebut surat-surat berharga.

Investasi dapat dimaksudkan sebagai sebagai komiten dana atau penggunaan dana untuk pembelian satu atau lebih aset dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan datang.

Investasi dalam aset keuangan dapat berbentuk surat berharga kepemilikan berupa saham biasa atau saham preferen atau dalam bentuk surat berharga utang misalnya obligasi.

Sedangkan ditinjau dari ukurannya dapat berupa pembelian seluruh saham perusahaan, pembelian beberapa lembar saham perusahaan atau obligasi.

Agar dapat dikategorikan sebagai aset lancar dalam neraca, maka investasi tersebut haruslah likuid. Investasi ini harus dapat dengan mudah dikonversikan ke dalam bentuk kas dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun atau dipergunakan untuk membayar kewajiban lancar perusahaan.

Aktiva Tetap. Fixed Assets

Aktiva tetap adalah kekayaan fisik yang digunakan dalam  operasi perusahaan. Aktiva tetap digunakan untuk lebih dari satu periode akuntansi atau satu tahun.

Semua jenis aset tetap di atas adalah aset yang digunakan untuk perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Kepemilikan
aset tetap tersebut tidak untuk diperjual belikan, namun untuk memperlancar kegiatan perusahaan.

Sebagai contoh tanah. Tanah yang dimaksud disini adalah tanah dimana perusahaan itu berada, begitu pula kendaraan dan gedung. Kendaraan dan gedung yang dimaksud adalah kendaraan dan Gedung yang digunakan untuk operasional perusahaan.

Contoh Aktiva Tetap

Aktiva tetap memiliki nilai yang sangat tinggi seperti mesin, peralatan, tanah, bangunan, kendaraan, dan sebagainya. Sebagian dari aktiva tetap nilainya dikurangkan dan diperlakukan sebagai beban dalam bentuk penyusutan atau depreciation expense.

Aktiva Tak Berwujud.

Aktiva tak berwujud atau ingtangible asset adalah aktiva non-moneter yang dapat diindetifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik.

Contoh Aktiva Tak Berwujud

Contoh aktiva tak berwujud adalah hak paten, goodwill, trade mark atau merek dagang, dan sebagainya. Aktiva ini digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan adminitrasi.

Nilai perolehan dari aktiva tak berwujud adalah pengeluaran-pengeluaran untuk mendapatkan aktiva- aktiva tersebut. Penyajian perkiraan di dalam neraca sama seperti aktiva berwujud yaitu harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan yang biasa disebut amortisasi.

Total Aktiva, Assets Total

Total aktiva merupakan penjumlahan aktiva lancar dan aktiva tetap serta aktiva tak berwujud.

Contoh Soal Perhitungan Total Aktiva Atau Asset Total Perusahaan

Total Aktiva atau Assets total yang dimiliki sebuah perusahaan dapat diketahui secara akuntansi melalui laporan keuangan Neraca. Sebagai ilustrasi ditunjukkan laporan neraca PT Ardra Dot Biz seperti terlampir. Satuan uang dalam jutaan rupiah.

Contoh Perhitungan Modal Kerja Kotor Bersih Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Perhitungan Total Aktiva Current Assets Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Menghitung Total Aktiva Lancar, Current Assets Total Perusahaan

Total aktiva lancar dapat ditentukan dengan menggunakan data dari pos pos aktiva lancar atau current assets. Pada laporan PT Ardra Dot Biz diketahui bahwa aktiva lancar terdiri dari Kas, Giro, Surat berharga, Piutang, Sediaan, dan Aktiva lancar lainnya. Satuan uang dalam juta rupiah.

Jumlah aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

TAL = K + G + SB + P + S + ALL.

TAL = total aktiva lancar

K = kas

G = giro bank

SB = Surat berharga

P = piutang

S = sediaan inventory

ALL = Aktiva lancar lainnya

Sehingga total aktiva lancar perusahaan adalah

TAL = 520 + 200 + 320 + 720 + 620 + 300

TAL = 2.680 Juta Rupiah

Jadi jumlah total aktiva lancar yang dimiliki oleh PT Ardra Dot Biz adalah 2.680 juta rupiah.

Menghitung Total Aktiva Tetap, Fixed Assets Total

Total aktiva tetap dapat ditentukan dengan menggunakan data dari pos pos aktiva tetap atau fixed assets. Pada laporan PT Ardra Dot Biz diketahui bahwa aktiva tetap terdiri dari Tanah, Mesin, Kendaraan, Akumulasi Penyusutan.

Jumlah total aktiva tetap dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

TAT = T + M + K + AP

TAT = totak aktiva tetap

T = tanah

M = mesin

K = kendaraan

AP = akumulasi penyusutan

Sehingga total aktiva tetap perusahaan adalah

TAT = 2.000 + 2100 + 1500 + (-500)

TAT = 5.100 juta rupiah

Dengan demikian total aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan adalah 5.100 juta rupiah.

Menghitung Total Aktiva

Pada laporan neraca PT Ardra Dot Biz diketahui bahwa asset perusahaan terdiri dari aktiva lancar, aktiva tetap dan aktiva lainnya. Sehingga total aktiva dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

TA = TAL + TAT + AL

TA = total aktiva

AL = total aktiva lainnya

Sehingga total aktiva adalah

TA = 2680 + 5100 + 220

TA = 8000

Jadi total aktiva atau assets total atau total harta yang dimiliki oleh perusahaan adalah 8.000 juta rupiah.

Faktor Yang Mempengaruhi Analisis Laba Kotor, Contoh Soal Manfaat

Pengertian Laba Kotor.  Laba atau keuntungan merupakan tujuan atau target utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pencapaian target laba ...

Fungsi Tujuan Azas Sifat Syarat Unsur Laporan Keuangan Akuntansi

Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu perusahaan...

Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Perusahaan, Pengertian dan Contohnya

Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Secara sederhana laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan...

Kewajiban Ekuitas Laporan Keuangan, Pengertian Contoh

Pengertian Kewajiban dan Ekuitas.  Kewajiban adalah utang yang wajib atau harus dibayar oleh perusahaan  pada saat tertentu di masa akan datang. Kewajiban m...

Pengertian Modal Kerja, Laporan Keuangan

Pengertian Modal Kerja.  Modal kerja merupakan modal yang diperlukan untuk membiayai seluruh kegiatan supaya usaha berjalan sesuai dengan rencana yang ...

Persamaan Dasar Akuntansi, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi.  Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ...

Prinsip Dasar Etika Profesi Bidang Spesialisasi Akuntansi, Pengertian Berlaku Umum

Pengertian Istilah Prinsip Akuntansi Berlaku Umum.  Untuk mendapatkan objektivitas dari laporan akuntansi, maka laporan akuntansi keuangan harus dibuat ...

Titik Pulang Pokok, Break Even Point BEP. Contoh Perhitungan, Fungsi Asumsi

Pengertian Pulang Pokok.  Break even atau kembali pokok atau pulang pokok atau impas merupakan suatu keadaan dimana jumlah hasil penjualan sama dengan ...

Total Aktiva, Aktiva Lancar, Tetap dalam Laporan Keuangan. Contoh Cara Perhitungan

Pengertian Aktiva.  Aktiva adalah kekayaan atau harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu sumber daya yang dikuasi oleh perusahaan sebagai ...

Daftar Pustaka:

  1. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  2. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
  3. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.
  4. Kata dalam artikel Pengertian Aktiva Lancar Contoh aktiva lancar adalah kas surat berharga wesel tagih persediaan deposito piutang aktiva lancar. Pengertian Aktiva Tetap dan contoh aktiva tetap merupakan mesin peralatan tanah bangunan kendaraan Aktiva tetap, Total Aktiva atau Total Aset atau Total Harta Perusahaan.
  5. Kekayaan Fisik Aktiva Tetap dengan depreciation expense Aktiva Tetap atau Pengertian Aktiva Tak Berwujud. Contoh Aktiva Tak berwujid yang  pengertian ingtangible asset atau aktiva non-moneter.  Hak paten goodwill trade mark atau merek dagang aktiva tak berwujud.
  6. Contoh Soal Perhitungan Total Aktiva Atau Asset Total Perusahaan, Cara Menghitung Total Aktiva Lancar, Rumus Menghitung Current Assets Total Perusahaan, Cara Menghitung Total Aktiva Tetap, Rumus Menghitung Current Assets Total, Menghitung Total Aktiva, Rumus Total Aktiva, Contoh Aktiva Lancar, Menghitung Asset Perusahaan,

Analisis Rasio Keuangan Aktivitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti penjualan, penagihan piutang, pengelolaan persediaan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan dari seluruh aktiva.

Tujuan dan Manfaat Rasio Aktivitas

Beberapa tujuan penggunaan rasio aktivitas antara lain adalah

1). Mengetahui berapa lama penagihan piutang selama saw periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode;

2). Mengetahui hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable), di mana basil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih;

3). Mengetahui berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang;

4). Mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalan satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan (working capital turn over);

5). Mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode;

6). Mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan

Manfaat Rasio Aktivitas

Manfaat yang diperoleh dari rasio aktivitas adalah sebagai berikut.

1). Dapat mengetahui berapa lama piutang  mampu  ditagih  selama  satu  periode.  Kemudian, manajemen j uga dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu  periode.

2). Dapat mengetahui jumlah hari dalam rata- rata penagihan  piutang (days of receivable)  sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.

3). Dapat  mengetahui  hari   rata-rata   sediaan tersimpan dalam gudang. Hasil ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan atau rata-rata industri.

4). Dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode

Jenis Rasio  Untuk Menghitung Aktivitas Perusahaan  

Perputaran Piutang, Receivable Turnover

Pada dasarnya Perputaran Piutang merupakan Rasio yang menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan kredit terhadap nilai rata-rata piutang. Penjualan kredit merupakan nilai penjualan dari barang dan atau jasa yang dikreditkan atau diangsur, atau dibayar dengan tempo tertentu.

Sedangkan piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain dalam jangka waktu kurang daripada satu tahun. Formula untuk menghitung Perputaran Piutang adalah sebagai berikut:

Receivable Turnover = Penjualan Kredit/Piutang

Dari formulanya dapat diketahui bahwa rasio ini menunujukkan pengulangan dana yang digunakan untuk piutang dalam setahun. Atau berapa kali dalam satu tahun dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang menjadi uang tunai.

Nilai rasio 12 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar dua belas kali dalam setahun. Artinya juga, nilai penjualan dalam satu tahun adalah dua belas kali dari nilai piutang.

Semakin tinggi rasio turnover ini menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya jika rasio ini rendah, artinya ada over investment dalam piutang.

Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio antara penjualan dengan aktiva tetap neto. Rasio ini menunjukkan bagaimana penjualan perusahaan dikaitkan dengan penggunaan aktiva tetapnya, seperti gedung, kendaraan, mesin-mesin, dan perlengkapan kantor. Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Tetap adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan/ Total Aktiva Tetap

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva tetap menunjukkan sebarapa besar nilai penjualan yang diperoleh perusahan untuk setiap aktiva tetap yang dimilikinya.

Nilai rasio tiga menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapatkan penjualan yang nilainya tiga kali nilai aktiva tetapnya.

Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover

Perputaran Total Aktiva adalah rasio keuangan yang mereprentasikan kemampuan perusahaan untuk menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini juga memperlihatkan efektivitas perusahaan dalam mengelola perputaran komponen atau elemen aktiva itu sendiri. Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Total  adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Total  = Penjualan/ Aktiva Total

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva total menunjukkan seberapa besar perusahaan telah melakukan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini memberikan informasi seberapa besar kontribusi setiap aktiva  untuk menciptakan penjualan.

Nilai Rasio 1,5 menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang nilainya 1,5 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliknya.

Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover

Perputaran Modal Kerja merupakan rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mandaya-gunakan modal kerja untuk menciptakan penjualan. Rasio ini merepresentasikan seberapa banyak modal kerja berputar dalam satu tahun. Formula untuk menghitung Perputaran Modal Kerja adalah sebagai berikut:

Perputaran Modal Kerja = Penjualan Bersih/Modal Kerja

Dari formulanya diketahui bahwa perputaran modal kerja menjelaskan besarnya kontribusi modal kerja dalam mendapatkan penjualan bersih. Rasio ini menunjukkan berapa kali modal kerja berputar dalam satu tahun.

Nilai rasio 4 menginformasikan bahwa modal kerja berputar empat kali dalam setahun. Ini juga berarti bahwa nilai penjualan bersih yang diperoleh adalah empat kali modal kerjannya.

rasio yang tinggi dapat diperoleh dengan meningkatnya penjualan atau dengan turunnya modal kerja. Sedangkan rendahnya rasio dapat diperoleh dengan turunnya penjualan atau naiknya modal kerja.

Contoh Menghitung Rasio Aktivitas Perusahaan

Hasil usaha atau kinerja Perusahaan PT Ardra Dot Biz dalam satu tahun ditunjukkan dalam laporan neraca dan laba rugi seperti terlampir berikut. Hitunglah rasio rasio aktivitas perusahaannya.

Laporan Keuangan Neraca PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhitungan Modal Kerja Kotor Bersih Laporan Keuangan Neraca Perusahaan
Contoh Perhitungan  Rasio Aktivitas Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Laporan Keuangan Laba Rugi PT Ardra Dot Biz.

Contoh Perhtungan Analisis Rasio Solvabilitas Laporan Laba Rugi
Contoh Perhtungan Analisis Rasio Aktivitas Laporan Laba Rugi

Menghitung Rasio Perputaran Piutang, Receivable Turnover RTO

Rasio Perputaran Piutang dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut

RTO = PB/P

RTO = Receivable Turnover atau perputaran piutang

PB = Penjualan Bersih

P = Piutang

RTO = 11.100/720

RTO = 15,417 dibulatkan menjadi 15,4

Jadi rasio perputaran piutang RTO untuk PT Ardra Dot Biz dalam jangka waktu satu tahun adalah 15,4 kali

Nilai rasio 15,4 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar 15,4  kali dalam setahun. Artinya juga, nilai penjualan dalam satu tahun PT Ardra Dot BiZ adalah 15,4 kali dari nilai piutangnya.

Menghitung Rasio Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover FATO

Rasio perputaran aktiva tetap dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

FATO = PB/TAT

FATO = Fixed Assets Turnover atau Perputaran Aktiva Tetap

PB = Penjualan Bersih

TAT = Total Aktiva Tetap

FATO = 11.100/5.100

FATO = 2,176 dibulatkan menjadi 2,2

Jadi perusahaan PT Ardra Dot Biz memiliki rasio perputaran aktiva tetap FATO selama periode satu tahun sebesar 2,2.

Nilai rasio 2,2 menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapatkan penjualan yang nilainya 2,2 kali nilai aktiva tetapnya.

Menghitung Rasio Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover TATO

Besarnya rasio perputaran total aktiva dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut

TATO = PB/TA

TATO = Total Assets Turnover atau perputaran total aktiva

TA = Total Aktiva

TATO = 11.100/8000

TATO= 1,387 dibulatkan menjadi 1,4

Jadi rasio perputaran total aktiva TATO untuk PT Ardra Dot Biz dalam jangka waktu satu tahun adalah 1,4

Nilai Rasio 1,4 menunjukkan bahwa perusahaan PT Ardra Dot Biz memperoleh penjualan yang nilainya 1,4 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliknya.

Mengitung Rasio Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover WCTO

Nilai rasion Perputaran Modal Kerja dapat ditentukan dengan menggunakan rumus persamaan seperti berikut

WCTO = PB/MK

WCTO = Working Capital Turnover atau  Perputaran Modal Kerja

PB = Penjualan Bersih

MK = Modal Kerja

WCTO = 11.100 /2680

WCTO = 4,141 dibulatkan menjadi 4,1

Jadi rasio perputaran modal kerja WCTO untuk PT Ardra Dot Biz selama satu tahun adalah 4,1

Nilai rasio 4,1 menginformasikan bahwa modal kerja PT Ardra Dot Biz berputar 4,1 kali dalam setahun. Ini juga berarti bahwa nilai penjualan bersih yang diperoleh adalah 4,1 kali dari modal kerjannya.

Analisis Kebangkrutan Perusahaan Model Z Score Altman, Pengertian Jenis Contoh

Pengertian Kebangkrutan. Kebangkrutan (bankcruptcy) merupakan kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya. Kondisi ini biasanya...

Analisis Rasio Keuangan Aktivitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Aktivitas dalam Laporan Keuangan Perusahaan. Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan...

Analisis Rasio Keuangan Likuiditas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Likuiditas.  Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang ...

Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas, Contoh Soal Perhitungan

Pengertian Rasio Keuangan Profitabilitas.  Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh sebuah perusahaan dalam periode ...

Analisis Rasio Keuangan Solvabilitas, Contoh Soal Rumus Perhitungan

Rasio Keuangan Solvabilitas.  Rasio solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya aktiva sebuah perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya, seberapa ...

Rasio Return On Investment, Equity, ROI, ROE, Analisis Du Pont

Pengertian Dan Istilah Return on Investment.  Return on Investment atau biasa disebut ROI, lebih dikenal dengan laba atas investasi. ROI merupakan ukuran ...

Daftar Pustaka:

  1. Kuswadi, “Analisis Keekonomian Projek”, Edisi Pertama, CV Andi Offset, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  2. Sartono, Agus, R., “ 2001, “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”, Edisi Keempat, BPFE Yogyakarta,
  3. Yusup, Al., Haryono, 2005, ”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi Keempat, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  4. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi Pertama, Rajawli Pers, Jakarta.
  5. Yogyakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Darmawi, Herman, 2006, “Pasar Finansial dan Lembaga Lembaga Finansial”, Cetakan Pertama, PT Bumi Arta, Jakarta.
  8. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  9. Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta
  10. Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Rasio Keuangan Aktivitas, rumus Menghitung Rasio Aktivitas Perusahaan Terbuka tbk, Perputaran Piutang, Receivable Turnover, Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover,
  12. Ardra,Biz, 2019, “Perputaran Aktiva Tetap adalah, Penjualan, Aktiva Tetap, Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover, Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover, rumus total aset, total aset, Aktiva harta, Aktiva Lancar, aktiva non-moneter,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Aktiva Tak Berwujud, Aktiva Tetap, Aktiva tetap seperti mesin, aktiva tidak lancar, aset lancar, aset tidak lancar, bangunan, bank, bentuk penyusutan, cara membuat laporan keuangan, Contoh aktiva tetap hak paten, deposito jangka pendek,
  14. depreciation expense, format laporan keuangan, goodwill, ingtangible asset, jangka waktu kurang dari satu tahun, kas, kekayaan fisik, kendaraan, merek dagang, operasi perusahaan, Pengertian Aktiva,
  15. Ardra.Biz, 2019, “periode akuntansi, persediaan, piutang lain, piutang usaha, satu tahun, sumber daya, surat-surat berharga, tanah, Total Aktiva, Total Aset, Total Harta Perusahaan, trade mark, wesel tagih, wujud fisik