Jenis Obligasi Pengertian Kelebihan Kekurangan Contoh

Pengertian dan Contoh Obligasi. Oblogasi atau biasa disebut bond adalah surat utang jangka panjang yang memiliki kewajiban membayar bunga pinjaman secara periodik dan mengembalikan pinjaman pokoknya pada waktu jatuh tempo.

Surat berharga obligasi merupakan instrumen utang bagi perusahaan yang ingin memperoleh modal. Keuntungan dari pihak pembeli obligasi diwujudkan dalam bentuk kupon. Pembeli obligasi tidak memiliki hak terhadap menajemen dan kekayaan perusahaan.

Perusahaan yang menerbitkan obligasi hanya mengakui mempunyai utang kepada pembeli sebesar nilai obligasi yang dimilikinya.

Kelebihan Keuntungan Obligasi Sebagai Investasi

Sebagai instrumen investasi, obligasi memberikan sejumlah keuntungan untuk para pemegangnnya, di antaranya:

a). Pemegang obligasi akan memperoleh kupon atau bunga. Kupon (bunga) yang diperoleh terbagi atas dua jenis, yaitu kupon tetap atau fixed coupon dan kupon  mengambang atau floating atau variable  coupon. Namun ada jenis obligasi yang tidak memberikan kupon yaitu zero coupon bond.

b). Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga obligasi dalam persentase setelah  diperdagangkan.  Contohnya, harga awal obligasi 100% disebut harga pad. Ketika akan dijual, harganya ternyata naik menjadi 115%. Jadi, kalau dijual maka, keuntungannya adalah 15% yang disebut capital gain 15%.

c). Obligasi adalah aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.

d). Umumnya kupon atau bunga  obligasi  lebih  tinggi  dibandingkan  bunga deposito.

e). Obligasi mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa. 6. Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.

Kekurangan Obligasi Sebagai Investasi

Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh obligasi di antaranya adalah

a). Perusahaan penerbit obligasi memiliki risiko gagal bayar dan sebagai akibatnya investor   tidak  memperoleh  keuntungan,  tidak mendapatkan  kembali  seluruh  pokok  dananya.  Namun demikian obligasi negara tetap dijamin mendapatka keuntungan karena terlindungi undang- undang.

b). Obligasi sensitif terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik  yang  tidak  stabil.  Perubahan- perubahan  tersebut berpengaruh terhadap pasar keuangan.

c). Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di  Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Sebab harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.

Di Indonesia hanya mengenal dua jenis obligasi yaitu obligasi negara dan obligasi korporasi.

Jenis Obligasi Berdasarkan Segi Peralihan.

  1. Obligasi Atas Unjuk (bearer bonds).

Obligasi atas unjuk merupakan obligasi yang tidak memiliki nama dalam dokumen obligasinya. Obligasi ini mudah untuk dipindah tangankan atau diperjual belikan kepada pihak lain.

Pembayaran dilakukan dengan cara menyerahkan kupon obligasi yang melekat pada sertifikat obligasi kepada bank-bank yang telah ditunjuk.

Obligasi atas maim harus disimpan hati-hati oleh pemilik, sebab bila obligasi ini hilang dicuri, maka pemilik akan kehilangan hak untuk memperoleh bunga  pokok obligasi.

  1. Obligasi Atas Nama (registered bonds)

Obligasi atas nama merupakan obligasi yang memiliki atau mencantumkan nama pemiliknya pada dokumennya. Obligasi ini tidak dengan mudah untuk diperdagangan karena membutuhkan persyaratan dan harus melalui prosedur yang diberlakukan.

Dengan demikian bila pemegang obligasi akan menjualnya maka penjualan  diendorsir pada sertifikat obligasinya.

Perusahaan penjamin atau transfer agent biasanya ditunjuk oleh perusahaan untuk menyelenggarakan penca-zam pethilikan obligasi ini.

Bunga akan dibayarkan kepada pemegang obligasi yang namanya terdaftar pada catatan transfer agent tersebut, atau dengan cara menyerahkan kupon obligasi pada bank- bank yang ditunjuk.

Jenis Obligasi Berdasrkan Jaminan dan Hak Klaim

  1. Obligasi Dengan Jaminan (secured bonds)

Obligasi ini merupakan obligasi yang dijamin dengan jaminan tertentu. Suatu obligasi disebut sebagai obligasi dengan jaminan bila perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut menjamin sebagian aktivanya sebagai jaminan atas utang obligasi tersebut. Aktiva yang dijaminkan dapat berupa tanah, bangunan, mesin- mesin atau surat- surat berharga.

Bila pada saat pelunasan  perusahaan  gagal  melakukan  pembayaran,  maka  pemegang obligasi ini berhak menuntut aktiva yang dijadikan jaminan tersebut.

Jenis obligasi ini natara lain adalah, obligasi dengan garansi (guaranted bonds), obligasi dengan jaminan harta (mortgage bond) obligasi dengan jaminan efek (colleteral trust bonds) dan obligasi dengan jaminan peralatan (equiment bonds)

  1. Obligasi Tanpa Jaminan (insecured bonds)

Obligasi ini merupakan obligasi yang diterbitkan dan diperdagangkan dengan hanya berbekal kepercayaan saja. Misal, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah yaitu debenture bonds dan subordinate bonds.

Pemegang obligasi tanpa jaminan berkedudukan sebagai kreditur biasa. Obligasi jenis ini sering juga dinamakan sebagai “debenture bonds”. Kadang- kadang obligasi ini dikeluarkan dengan syarat bunganya hanya diberikan bila perusahaan  mendapat  laba.  Bila  demikian  obligasinya  disebut obligasi pendapatan (income bonds).

Obligasi kadang memiliki sifat khusus. Sebagai contoh obligasi dapat jatuh tempo secara bertahap yang disebut sebagai serial bonds.

Dalam setiap bonds ada sebagian obligasi yang jatuh temponya lebih dahulu. Kadang- kadang perusahaan dapat menarik obligasi yang dikeluarkan sebelum jatuh temponya. Obligasi seperti ini disebut “callable bonds”.

Atau dalam hal lain pemegang obligasi diberi pilihan untuk menukarkan obligasi dengan saham biasa, obligasi demikian disebut “convertible bonds”.

Bila dalam bonds indenture dinyatakan bahwa perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut hams menyimpan dana pada pihak ketiga secara teratur (agar pada saat jatuh tempo nanti obligasi dapat dijamin pelunasannya) maka obligasi demikian disebut “sinking fund bonds”

Jenis Obligasi Berdasarkan Nilai Bunganya

  1. Obligasi Bunga Tetap.

Obligasi ini merupakan obligasi yang memberikan bunga secara tetap setiap periode tertentu.

  1. Obligasi Bunga Tidak Tetap.

Obligasi ini merupakan obligasi yang memberikan bunga tidak tetap dan ditetapkan sesuai suku bunga bank yang berlaku untuk periode tertentu.

  1. Obligasi Tanpa Bunga

Obligasi ini merupakan obligasi yang tidak memberikan bunga pada pemegangnya. Namun keuntungan dipereloleh dari selisih antara nilai saat beli dengan nilai saat jatuh tempo.

Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbitnya.

  1. Obligasi Pemeriantah.

Obligasi pemerintah diterbitkan oleh pemerintah, bisa pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, atau perusahaan pemerintah.

  1. Obligasi Swasta.

Obligasi swasta merupakan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta.

Jenis  Obligasi Berdasarkan Waktu Jatuh Tempo

  1. Obligasi Jangka Pendek

Obligasi jangka pendek merupakan obligasi yang berjangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

  1. Obligasi Jangka Menengah.

Obligasi ini merupakan obligasi yang memiliki jangka waktu antara satu sampai lima tahun. Obligasi dengan jatuh tempo antara tiga sampai lima tahun.

  1. Obligasi Jangka Panjang.

Obligasi jangka panjang merupakan obligasi yang berjangka waktu lebih dari lima tahun. Obligasi dengan jatuh tempo lebih dari lima tahun.

Obligasi Hipotek (morgage bond)

Obligasi hipotek adalah obligasi yang dijamin dengan harta tetap.

Obligasi Syariah (Sukuk)

Sukuk adalah obligasi yang diterbitkan sesuai dengan syariah agama Islam

Fungsi, Tujuan, Tugas Otoritas Jasa Keuangan, OJK

Pengertian Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK merupakan lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain. Lembaga...

Jenis Obligasi Pengertian Kelebihan Kekurangan Contoh

Pengertian dan Contoh Obligasi. Oblogasi atau biasa disebut bond adalah surat utang jangka panjang yang memiliki kewajiban membayar bunga pinjaman secara...

Jenis Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura.

Perusahaan Modal Ventura merupakan badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pernyertaan modal ke dalam usatu perusahaan yang menerima bantuan...

Jenis Perusahaan Leasing, Sewa Guna Usaha

Pengertian Leasing.  Pergertian sewa guna usaha secara umum adalah perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah) di mana pihak ...

Mekanisme Transaksi Perusahaan Anjak Piutang, Factoring.

Pengertian Perusahaan Anjak Piutang.  Perusahaan Anjak Piutang atau disebut juga dengan Factoring merupakan badan usaha yang kegiatannya melakukan penagihan ...

Wewenang Dan Tugas Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan OJK merupakan lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain termasuk pemerintah, yang mempunyai...

Rangkuman Ringkasan

  1. Pengertian dan Contoh Obligasi dengan Pengertian Oblogasi atau bond dan surat utang jangka Panjang atau instrumen utang perusahaan. Jenis obligasi negara dan obligasi korporasi dengan Jenis Obligasi Berdasarkan Segi Peralihan dan Obligasi Atas Unjuk (bearer bonds) atau Obligasi Atas Nama (registered bonds).
  2. Jenis Obligasi Berdasrkan Jaminan dan Hak Klaim dengan Obligasi Dengan Jaminan (secured bonds) dan obligasi dengan garansi (guaranted bonds) atau obligasi dengan jaminan harta (mortgage bond). Obligasi dengan jaminan efek (colleteral trust bonds) dengan obligasi dengan jaminan peralatan (equiment bonds) dan Obligasi Tanpa Jaminan (insecured bonds). Jenis Obligasi Berdasarkan Nilai Bunganya dengan Obligasi Bunga Tetap dan Obligasi Bunga Tidak Tetap.
  3. Obligasi Tanpa Bunga dengan Jenis Obligasi Berdasarkan Penerbitnya dan Obligasi Pemeriantah atau Obligasi Swasta. Jenis  Obligasi Berdasarkan Waktu Jatuh Tempo dengan Obligasi Jangka Pendek dan Obligasi Jangka Menengah atau Obligasi Jangka Panjang.