Transpor Aktif Eksositosis, Endositosis

Pengertian.  Prinsip dasar transpor melalui membran adalah setiap molekul memiliki kecenderungan untuk menempati ruang secara merata. Molekul pada konsentrasi tinggi memiliki tekanan yang lebih besar dan setiap molekul memiliki kecenderungan unutk bergerak akibat energi kinetic yang dimilikinya. Secara alami, molekul cenderung bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi larutan disebut dengan gradien konsentrasi.

Transpor molekul melalui membran sel (plasma) dapat terjadi secara pasif (disebut transport pasif) maupun secara aktif (disebut transpor aktif). Tujuan transport aktif adalah untuk mencapai keseimbangan di dalam sel.

Transpor pasif merupakan transpor yang tidak membutuhkan energi. Transport pasift meliputi difusi, difusi terfasilitasi, dan osmosis.

Transpor aktif adalah transpor melalui membrane plasma dengan bantuan energi agar dapat mengeluarkan atau memasukkan molekul atau ion melalui membrane. Tranpor aktif berlangsung melalui proses eksositosis, dan endositosis.

Energi yang digunakan dalam proses transpor aktif berasal dari ATP (Adenosine triphosphate) yang dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi.

Transpor aktif melawan kecenderungan alaminya yaitu transport yang melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi. Transpor aktif juga dilakukan jika membran memiliki tingkat permeabilitas yang sangat rendah terhadap partikel tertentu.

Zat yang dipindahkan dengan cara transpor aktif pada umumnya adalah zat yang memiliki ukuran molekul cukup besar sehingga tidak mampu melewati membran sel

Transpor Aktif Endositosis

Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani, endo artinya ke dalam dan cytos artinya sel. Endositosis merupakan mekanisme pemindahan zat (larutan partikel atau molekul) dari luar ke dalam sel. Artinya, Endositosis terjadi karena adanya transfer zat dari luar sel ke dalam sel.

Terdapat tiga bentuk endositosis, yaitu fagositosis, pinositosis, dan endositosis dengan bantuan reseptor.

Endositosis Pinositosis

Pinositosis merupakan proses masuknya zat cair ke dalam tubuh sel. Hal ini sesuai dengan arti dari kata pino yaitu minum. Sesuai dengan arti pino, peristiwa pinositosis seperti layaknya sel yang  meminum zat lain.,

Transpor Aktif Zat Molekul Cair Pada Membran Plasma PinoSitosis ppt 5
Transpor Aktif Zat Molekul Cair Pada Membran Plasma Pinositosis

Pinositosis merupakan proses masuknya zat dari luar sel ke dalam tubuh sel. Zat yang terlibat dalam proses pinositosis biasanya berupa molekul zat cair.

Proses pinositosis diawali ketika molekul zat cair mendekati membran plasma dan segera melekat atau menempel pada permukan membran.

Membran plasmea mulai membentuk invaginasi yaitu lekukan atau cekungan atau kawah ke arah dalam sel (arah cekungan pada gambar ke bawah). Pada saat yang sama, molekul molekul zat zair masuk dalam invaginasi cekungan.

Invaginasi tumbuh semakin dalam dengan membentuk kantung gelembung. Kemudian kantung melepaskan ikatannya dari membran plasma dengan membentuk vesikula.

Kantung vesikula yang berisi molekul zat cair mulai lepas dari membran plasma dan bergerak menuju ke dalam sel.

Contoh Pinositosis

Contoh transport zat melalui mekanisme pinositosis adalah sel darah putih, epitel usus, makrofag hati,  sel leukosit, dan sel akar tumbuhan.

Endositosis Bantuan Reseptor.

Endositosis dengan bantuan reseptor adalah transport zat dari luar sel ke dalam sel dengan bantuan reseptor. Transpor endositosis reseptor ini hanya menerima molekul yang sangat spesifik. Contoh transport endositosis dangan bantuan reseptor adalah zat LDL yaitu low density lipoprotein dengan reseptornya adalah protein.

Transport endositosis bantuan reseptor dimulai dengan adanya zat protein resptor yang melekat pada dinding lekukan atau cekungan membran plasma. Pada bagian bawah membran plasma  yang membentuk lekukan dilapisi oleh clathrin.

Kemudian zat LDL mendekat dan bersatu dengan protein reseptor, Zat LDL dapat melekat karena  sesuai atau cocok dengan reseptornya.

Kemudian lekukan atau cekungan membran plasma membesar membentuk kantung dan bergerak ke dalam sel. Setelah menyelimuti seluruh zat LDL. Kantung lepas dari ikatan membran plasma, dan bergerak menuju ke dalam sel. Kantung yang berisi zat LDL disebut dengan vesikula terlapis clathrin.

Endositosis Fagositosis

Fagositosis merupakan masuknya zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh sel. Sesuai dengan arti dari kata fago yaitu makan, maka peristiwa fagositosis seperti sel yang memakan zat lain.

Transpor Aktif Zat Molekul Padat Pada Membran Plasma Fagositosis
Transpor Aktif Zat Molekul Padat Pada Membran Plasma Fagositosis

Fagositosis merupakan peristiwa yang sama seperti pada pinositosis tetapi terjadi pada zat padat yang berukuran lebih besar.

Proses fagositosis diawali ketika zar padat yang akan masuk sel berada di dekat membran plasma. Membran plasma membentuk suatu tonjolan atau lipatan sitoplasma yang disebut dengan pseudopodia (membetuk tangan semu). Selanjutnya, tonjolan pseudopodia menyelubungi atau menyelimuti zat padat yang akan dimasukan ke dalam sel.

Tonjolan pseudopodia yang telah menyelubungi zat padat, kemudian melepaskan ikatannya dari membran plasma dan membungkus zat padat tersebut dengan membentuk selubung atau kantung. Selubung atau kantung ini disebut dengan fagositik vakuola atau fagosome.

Contoh Fagositosis

Contoh peristiwa transport cara fagositosis adalah terjadi pada sel darah putih terhadap bakteri atau penghancuran eritrosit tua dalam hati, limpa, dan sumsum merah oleh sel- sel retikuloendotelial.

Eksositosis

Istilah eksositosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata exo artinya keluar dan kata cytos yang artinya sel. Jadi, eksositosis adalah proses transpot untuk mengeluarkan zat dari dalam sel ke luar sel. Contoh proses eksositosis adalah proses sekresi dalam tubuh.

Gambar berikut menjelaskan dengan lebih sederhana untuk proses transport partikel zat melalui cara eksositosis.

Transpor Aktif Zat Molekul Padat Pada Membran Plasma Eksositosis
Transpor Aktif Zat Molekul Partikel Pada Membran Plasma Eksositosis

Proses transport eksositosis dimulai ketika suatu sel membentuk gelembung vesikula. Gelembung Vesikula yang terbentuk akan melingkupi atau membungkus zat zat yang akan dikeluarkan dari dalam sel.

Gelembung vesikula yang membungkus zat atau partikel bergerak ke arah membran sel. Setelah sampai ke dinding membran plasma bagian dalam, selubung atau pembungkus zat partikel akan berinteraksi untuk berikatan dengan membran plasme dan membuat suatu celah.

Kemudian celah membuka lebih lebar, dan pada akhirnya zat atau partikel dapat keluar meninggalkan membran sel menuju cairan ekstraseluler.

Contoh Eksositosis

Eksositosis adalah salah satu mekanisme yang digunakan sel- sel kelenjar untuk menyekresikan hasil metabolisme. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Sel-sel tersebut mengeluarkan enzim dari dalam sel menggunakan mekanisme eksositosis.

Contoh eksositosis lainnya adalah ketika Amoeba mengeluarkan sisa- sisa makanan ke luar dari tubuhnya.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”,
  8. Ardra.Biz, 2019, “ Transpor Aktif Pada Membran Tumbuhan, Eksositosis, Endositosis, Pengertian Transpor Aktif Pada Membran Tumbuhan, Pengertian Eksositosis, Pengertian  Endositosis, Penjelasan Transpor Aktif Pada Membran Tumbuhan,
  9. Ardra.Biz, 2019, “ Penjelasan Eksositosis, Penjelasan Endositosis, Prinsip dasar transpor melalui membran plasma,  Tujuan transport aktif,  Transpor pasif,  Jenis Transport pasift, Sumber energi transpor aktif,
  10. Ardra.Biz, 2019, “ Fungsi Energi ATP pada transport membran sel, Sumber energi transport aktif membran sel, Sumber energi proses eksositosis, Sumber energi endositosis, Jenis energi transport aktif, sumber energi fagositosis, Jenis energi pinositosis, jenis energi eksositosis, jenis energi endositosis,
  11. Ardra.Biz, 2019, “ sumber enrgi endositosis, Energi untuk transport aktif, Fungsi respirasi pada transport aktif, Transpor membran sel melawan gradian konsentrasi, pengertian gradian konsentrasi,
  12. Ardra.Biz, 2019, “ Fungsi gradian konsentrasi, konsentrasi pada transport aktif, Pengaruh energi ATP pada transport aktif, Pengertian Endositosis, Penjelasan endositosis, Jenis endositosis,
  13. Ardra.Biz, 2019, “ Zat molekul partikel lakukan endositosis, Zat molekul partikel lakukan endositosis fagositosis, Zat molekul partikel lakukan endositosis pinositosis,  Zat molekul partikel lakukan endositosis endositosis dengan bantuan reseptor. Fungsi Fagositosis, Fungsi  pisnositosis,
  14. Ardra.Biz, 2019, “ Fungsi endositosis dengan bantuan reseptor. Contoh pinositosis, Contoh endositosis dengan bantuan reseptor. Contoh fagositosis, Pengertian dan fungsi Pinositosis, mekanisme pinositosis, Fungsi vesikula pinositosis, Zat molekul yang lakukan pinositosis, contoh pinositosis,
  15. Ardra.Biz, 2019, “ Penjelasan mekanisme pinositsis, gambar pinositsis, Pengertian invaginasi, Fungsi invaginasi pada pinositosis, Contoh Pinositosis, Endositosis Bantuan Reseptor, Contoh transport endositosis, Fungsi reseptor endositosis, reseptor pada endositosis LDL yaitu low density lipoprotein,
  16. Ardra.Biz, 2019, “ Mekanime Transport endositosis bantuan reseptor, mekanisme Mekanime Transport endositosis bantuan reseptor, Penjelasan Mekanime Transport endositosis bantuan reseptor, Pengertian dan fungsi clathrin, Fagositosis,
  17. Ardra.Biz, 2019, “ Pengertian Fagositosis, Fungsi  Fagositosis, Contoh Pengertian Fagositosis, mekanisme Pengertian Fagositosis, fungsi pseudopodia pada Fagositosis, tahap mekanisme fagositosis, tahap mekanisme pinositosis,
  18. Ardra.Biz, 2019, “ tahap mekanisme endositosis,  Contoh Eksositosis, Pengertian Eksositosis, penjelasan Eksositosis, Fungsi Eksositosis, tahap mekanisme Eksositosis, Contoh Gambar Eksositosis, Pengertian  fagosome, Fungsi fagosome, Pengetian vesikula, Fungsi vesikula, Contoh Soal Ujian Transpor Pada Membran Sel,

Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel. Sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar dari suatu makhluk hidup. Secara struktural, sel dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Penamaan eukariot dan prokariot ini didasari oleh ada tidaknya membran pada nukleus.

Organisme yang tidak memiliki membran nucleus disebut organisme prokariot, sedangkan organisme yang memiliki membran nucleus disebut organisme eukariot.

Kata prokariot berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro dan karyon. Pro artinya sebelum dan karyon artinya inti sel. Demikian pula istilah eukariot berasal dari kata eu dan karyon. Eu artinya sebenarnya dan karyon artinya inti sel.

Pada sel eukariotik yang memiliki membran nukleus, cairan dalam intinya (nukleoplasma) terpisah dengan cairan yang berada di luar nukleus (sitoplasma).

Fungsi Struktur Susunan Sel
Fungsi Struktur Susunan Sel

Membran Plasma-Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 1×109 m). Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapis lapis.

Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol.

Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar.

Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis.

Protein membrane sel dibedakan menjadi Protein Ekstrinsik (Perifer) dan Protein Intrinsik (Integral).

Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.

Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.

Sifat hidrofilik pada kedua sisi membran plasma menyebabkan membran plasma bersifat selektif permeabel sehingga ada molekul-molekul yang hanya dapat melewati membran dari luar ke dalam sel, atau hanya dapat melewati membran dari dalam ke luar sel saja. Namun, ada pula molekul yang dapat melewati membran dari dalam ke luar sel maupun sebaliknya.

Jadi Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.

Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid.

Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Fungsi Membran Sel Membran Plasma

Membran sel memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah sebagai pelindung sel, mengendalikan pertukaran zat, dan tempat berlangsunya reaksi kimia.

Fungsi utama membran plasma, yaitu sebagai pengatur lalu lintas berbagai zat yang keluar dan zat yang masuk dari dan ke dalam sel secara selektif permeabel.

Membran plasma berfungsi juga sebagai pembatas yang memisahkan bagiam dalam sel dengan cairan ekstraseluler yang mengelilinginya untuk memelihara homeostatis sehingga dapat melindungi sel.

Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan organel terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Nukleus dibatasi oleh dua lapisan membran yang disebut membrane inti.

Membran inti memiliki fungsi sebagai pelindung inti sel dan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma. Inti sel memiliki bagian-bagian di dalamnya, seperti berikut ini.

Fungsi Nukleus

Nukleus merupakan organel sel yang berfungsi mengendalikan atau mengatur seluruh aktivitas yang terjadi di dalam sel.

Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti)

Nukleoplsma adalah plasma yang terdapat di dalam nucleus. Nukleoplasma atau Cairan inti merupakan suatu cairan kental berbentuk jeli. Cairan inti ini mengandung senyawa kimia yang sangat kompleks.

Nukeloplasma tersusun dari asam inti yaitu DNA dan RNA, Protein inti yaitu nucleoprotein, dan enzim. Di dalam nukleoplama terdapat benang benang kromatin.

Anak Inti (Nukleolus)

Nukleolus atau Anak inti adalah suatu struktur berbentuk bulat yang tersusun atas filamen-filamen dan butiran-butiran. Nukleolus berukuran antara 3 – 5 milimikron.. Secara kimiawi, anak inti mengandung DNA, RNA, dan protein. Nukleolus berperan dalam pembentukan RNA ribosom.

Kromatin

Kromatin adalah struktur berupa benang- benang halus yang mengandung DNA (deoxyribonucleic acid) yang terikat pada protein dasar yang disebut Histon. DNA merupakan bahan atau substansi genetik dari suatu organisme. Pada saat pembelahan sel, kromatin akan memendek dan melingkar membentuk kromosom.

Sitoplasma

Sel memiliki suatu cairan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Cairan tersebut dinamakan dengan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan koloid kompleks tempat terletaknya organel- organel sel dan substansi sel yang tidak hidup.

Di dalam sitoplasma terlarut molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di sitoplasma.

Di dalam sitoplasma berlangsung beberapa proses metabolisme sel, seperti sintesis protein dan respirasi sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel- organel, seperti mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol.

Organel Sel

Organel sel terdapat di dalam sitoplasma diantaranya adalah mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol

Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membrane di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Retikulum endoplasma tersusun dari lipoprotein.

Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.

Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. Ribosom merupakan tempat sintesis protein.

Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula.

Retikulum Endoplasma Halus (REH)

Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.

Fungsi retikulum endoplasma antara lain:

Penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma, berfungsi sebagai Transport protein yang disintesis dalam ribosom; dan Biosintesis  fosfolipid, glikolipid, dan sterol.

Ribosom

Ribosom tersusun dari RNA (tRNA) dan protein. Ribosom merupakan butiran halus yang tersebar dalam sitoplasma atau melekat pada reticulum endoplasma kasar. Fungsi ribosom adalah untuk sintesis protein.

Lisosom

Lososom merupakan organel berbentuk kantong yang terbungkus oleh selapis membrane. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Lososom banyak terdapat pada sel sel yang melakukan fagositosis, seperti leukosit, monosit, dan limfosit. Fungsi lisosom adalah mencerna materi yang diambil secara endositosis. Menghancurkam selnya sendiri dengan melepaskan semua isi lisosom dalam sel (autolisis). Menghancurkan organel sel yang sudah tidak berfungsi lagi (autofage).

Sentrosom

Sentrosom adalah suatu daerah yang agak padat di dalam protoplasma, terletak di dekat inti sel. Di bagian tengah sentrosom terdapat dua buah benda kecil seperti titik, berbentuk tongkat, atau benda-benda seperti huruf V yang disebut sentriol. Fungsi memegang peranan penting dalam pembelahan sel.

Mitokondria

Mitokondria merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria

Mitokondria disusun oleh bahan- bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan pada membran luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukan- lekukan ke dalam yang disebut krista. Lekukan- lekukan ini akan memperluas bidang permukaannya.

Krista berfungsi dalam penyerapan oksigen untuk respirasi. Proses respirasi akan menghasilkan energi. Mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai tempat pengahasil energi.

Di dalam krista terdapat enzim untuk sistem transmite electron yang sangat penting dalam mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang disimpan di dalam ATP.

ATP sebagai bahan bakar yang merupakan sumber energi untuk melakukan proses kegiatan pada  makhluk  hidup.

Plastida

Salah satu organel yang khas pada tumbuhan adalah plastida. Plastida merupakan organel menyerupai kantung yang dibatasi oleh dua lapis membran. Plastida terdapat beberapa macam, yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

Kloroplas

Kloroplas memiliki pigmen- pigmen fotosintesis, di antaranya klorofil (zat hijau daun) dan karotenoid (zat warna kuning atau oranye). Pigmen pigmen tersebut berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu sebagai penangkap gelombang cahaya.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas

Klorofil beserta enzim- enzim yang berperan dalam reaksi terang (satu dari dua reaksi pada fotosintesis) berada di dalam struktur membran yang disebut grana (tunggal: granum). Granum terbentuk dari tilakoid, yang merupakan kantung- kantung pipih yang bertumpuk.

Sementara itu, stroma adalah matriks cairan di bagian luar sistem membran grana. Pada stroma terdapat enzim-enzim yang berperan dalam reaksi gelap pada fotosintesis.

Kromoplas

Kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen warna selain hijau. Biasanya kromoplas berwarna kuning, merah, oranye, atau cokelat.

Sejauh ini, masih belum ditemukan fungsi yang pasti dari kromoplas, terutama pada tanaman tinggi. Diperkirakan, kromoplas yang banyak terdapat di bunga dapat menarik serangga untuk mendatangi bunga dan menyerbukinya.

Sementara itu pada tumbuhan rendah, seperti alga, pigmen pada kromoplas berfungsi sebagai pigmen fotosintetik.

Leukoplas

Leukoplas merupakan plastida yang tidak memiliki zat warna. Berbeda dengan dua tipe plastida yang lain, leukoplas tidak menyimpan pigmen, tetapi menyimpan bahan-bahan makanan cadangan.

Umumnya, berupa pati (karbohidrat) atau minyak. Leukoplas banyak terdapat di bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya, seperti akar dan umbi.

Vakuola.

Vakuola merupakan organel yang terdapat di tumbuhan. Vakuola berisi air yang mengandung berbagai mineral, gula, asam- asam organik dan bahan- bahan lain. Sel sel muda memiliki beberapa vakuola yang berukuran kecil.

Namun, pada sel dewasa satu vakuola yang berukuran besar terkadang mendominasi sel. Pada umumnya, sel- sel hewan tidak memiliki vakuola. Akan tetapi, protozoa dapat membentuk vakuola makanan, tempat makanan diperoleh dan dicerna. Sisa makanan ditampung dalam vakuola kontraktil untuk dibuang.

Dinding Sel

Salah satu struktur yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berada di bagian luar membran sel. Ketika sel menyerap air, dinding sel berfungsi mencegah sel menggembung melewati batas maksimum.

Umumnya dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan lamela tengah yang dapat terisi oleh zat- zat penguat seperti lignin, kitin, pektin, suberin, dan lain-lain.

Tidak seperti membran sel, dinding sel memiliki pori yang dapat melewatkan berbagai jenis zat. Pada beberapa jenis tumbuhan dewasa, selnya membentuk dinding sekunder.

Selain itu, pada dinding sel tumbuhan kadang- kadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada noktah atau pit sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut plasmodesma yang berfungsi menghubungkan sel satu dengan yang lain.

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah pipa- pipa yang panjang dan halus yang telah ditemukan pada berbagai jenis sel, baik tumbuh- tumbuhan maupun hewan. Mikrotubulus terdiri dari protein.

Fungsi Mikrotubulus untuk mempertahankan bentuk sel hewan dan mengarahkan gerakan komponen- komponen sel, selain itu juga membantu dalam pembelahan sel mitosis.

Badan Golgi

Badan golgi terdiri dari suatu jaringan tak teratur dari benda- benda seperti batang, bulat, atau berbutir- butir pada sel- sel hewan, yang sering terpusat di sekitar nucleus.

Badan golgi banyak terdapat pada sel -sel kelenjar dan saraf, tetapi hanya sedikit pada sel -sel otot.

Fungsi badan golgi adalah untuk ekskresi sel, pembentukan dinding sel, dan pembentukan lisosom.

Secara garis besar, perbedaan antara struktur hewan dengan tumbuhan bisa dilihat pada Tabel berikut.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Struktur dan Fungsi Sel, Beda sel prokariotik dan sel eukariotik, Fungsi eukariot, Fungsi prokariot, Contoh Organisme tidak punya membran nucleus, Fungsi Membran Plasma, Susunan Struktur Membran Sel, Ukuran Membran sel, Fungsi Struktur plasmalemma pada sel,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Bahan penyusun membran sel, Jenis Protein membrane sel, Protein Ekstrinsik (Perifer), Protein Intrinsik (Integral), Pengertian Membran Sel selektif permeable, Yang menyebabkan membran selektif permeable, Fungsi Protein Ekstrinsik (Perifer), Fungsi Protein Intrinsik (Integral),Pengertian Sifat Hidrofilik Hidrofobik Fosfolipid, Fungsi Membran Sel Membran Plasma, cairan ekstraseluler,
  9. Ardra.Biz, 2019, “homeostatis, Fungsi Inti Sel (Nukleus), Ukuran inti sel  Nukleus, Fungsi membrane inti, Susunan Struktur Inti Sel, Fungsi Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti), Penyusun Nukleoplasma, Anak Inti (Nukleolus), ukuran Nukleolus atau Anak inti, Penyusun Anak Inti, Kandungan anak inti,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Kromatin, Fungsi Kromatin, Struktur Penyusun kromatin, Pengertian Histon kromatin, Pengertian Sitoplasma, Fungsi sitoplasma, Struktur penyusun sitoplasma, kandungan sitoplasma, Pengertian sitosol, Fungsi sitosol, Pengertian Organel Sel, Contoh Organel sel, Retikulum Endoplasma (RE), Fungsi Retikulum endoplasma,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Susunan Retikulum Endoplasma, Jenis Retikulum Endoplasma, Fungsi retikulum endoplasma kasar, Fungsi retikulum endoplasma halus, Pengertian Retikulum Endoplasma Kasar (REK), Fungsi  vesikula, Pengertian Retikulum Endoplasma Halus (REH), Enzim Retikulum Endoplasma, Fungsi Ribosom,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Susunan Ribosom,  Fungsi Lisosom, Struktur susunan lisosom, Kandungan lisosom, Pengertian endositosis autolisis autofage, Pengertian Sentrosom, Fungsi sentrosom, penyusun sentrosom, Fungsi Mitokondria, Struktur penyusun Mitokondria, ukuran mitokrondria,
  13. Ardra.Biz, 2019, “kandungan mitokrondria, Fungsi krista mitokrondria, enzim sistem transmite electron, Pengertian Plastida,  fungsi plastida, Jenis Plastida, Fungsi kloroplas, Fungsi kromoplas, Fungsi  leukoplas, Penyusun Kloroplas, Fungsi klorofil zat hijau daun, Fungsi karotenoid (zat warna kuning atau oranye), Fungsi pigmen- pigmen kloroplas,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Fungsi grana, Penyusun Granum, Fungsi tilakoid, Fungsi Granum, Fungsi stroma, Pengertian dan Fungsi Stroma, Pengertian Fungsi Kromoplas, Warna kromoplas, Pengertian dan Fungsi Leukoplas, Kandungan leukoplas, penyususn Leukoplas, Pengertian dan Fnngsi Vakuola, Kandungan Penyusun Vakuola, Pengertian dan Fungsi Dinding Sel,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Struktur penyusun dinding sel, kandungan dinding sel, Fungsi noktah pada dinding sel, Fungsi plasmodesma, Fungsi Mikrotubulus, Fungsi Badan Golgi,